You are on page 1of 7

Balada Sesatnya Akses ke PTN

Menjelang pengumuman SBMPTN, Iqbal Aji Daryono menuliskan Balada
Kaum yang Tersesat di Universitas (Detikcom, 6/6). Dalam sentilan itu, Iqbal
menggelisahkan tentang betapa banyaknya mahasiswa yang tersesat di perguruan
tinggi. Orang-orang tersesat inilah yang kelak menggembalakan negara ini.
Persoalannya, bagaimana mungkin orang tersesat akan menggembalakan warga?
Saya justru yakin, mereka ini kelak akan menyesatkan warga!
Melengkapi sentilan Iqbal, Ardhie Raditya juga menuliskan Balada Kaum
Korban Salah Urus Pendidikan (Detikcom, 12/6). Dalam tulisan itu, Ardhie
menyoroti bahwa pada dasarnya dosen juga adalah orang-orang tersesat.
Skemanya semakin mengerikan.
Betapa tidak, orang-orang tersesat ini (dosen) akan mendidik orang-orang
tersesat pula (mahasiswa). Bayangkan, bagaimana kelak orang tersesat
(mahasiswa) akan menggembalakan rakyat, sementara mereka saja dididik oleh
orang-orang tersesat (dosen)?
Pada kesempatan ini, saya akan melengkapi dua tulisan tersebut. Saya
akan menyoroti kesesatan sistem seleksi masuk PTN kita. Adalah fakta bahwa
menjelang SBMPTN, pihak bimbel biasanya mengadakan acara doa bersama
sebagai pelepasan dan pemberangkatan. Mengapa itu dilakukan dan apa itu perlu?
Menurut saya, acara pelepasan yang dikemas dalam bentuk try out, doa,
dan motivasi itu perlu dilakukan. Ini mengingat bahwa bersaing masuk PTN
melalui ujian tertulis ibarat memasuki lorong gelap. Kita tak tahu siapa musuh
kita, siapa teman kita, bahkan mengapa kita gagal atau berhasil.
Pintar belum menjadi jaminan dan "bodoh" pun bukan berarti kutukan.
Faktanya, ada banyak siswa yang diunggulkan akan masuk PTN malah gagal.
Sebaliknya, ada beberapa orang yang tak diperhitungkan malah melenggang
masuk.

Logos dan Mitos

bahkan tak ikut bimbel. Memang. senjata) masih gelap. Namun. jika ekspresi ini adalah ekspresi ketakutan atas kegelapan ruang. Sementara anak kedua. kawan. anak kedua itu tak lulus PTN. Berperang adalah melewati kegelapan. bahwa masuk PTN itu adalah myth sehingga selama bertahun-tahun. berbagai literatur di dunia menarasikan adanya ritual dan pesta. meratap. Seleksi masuk PTN harusnya dirayakan sebagai kemenangan logos. pilihan kedua anaknya sama: jurusan dan universitasnya. Tentu saja itu adalah kesesatan berpikir. Bahwa menuju perang adalah melawan kematian untuk mendapatkan kemenangan. lawan. Uniknya. Namun. dia juga menghabiskan hari-harinya di bimbel. setiap hendak berperang. memohon untuk didoakan. Padahal. di medan perang. bahkan serupa myth. Semestinya. selain dapat ranking. seleksi masuk PTN tak perlu dideskripsikan sedemikian getir ibarat perang. di kemudian hari. ini tentu pantas dipikirkan bersama. sementara anak keduanya tidak masuk. Bagaimana mungkin kita yang hendak menjadi ilmuwan (logos) malah memercayai bahwa cara masuk ke sana adalah dengan cara takhayul (myth)? Apakah memang sudah demikian halnya. Karena itulah. orangtua (bjuga sang anak sendiri) menyebut bahwa masuk PTN ibarat berhadapan dengan mitos. belajar seadanya. sebagai tutor di bimbel. agar masuk PTN? Menangis dan terharu adalah ekspresi biasa. Ini ibarat prajurit yang hendak berangkat ke medan perang. kita akan menghadapi pengalaman yang identik. Pada kasus ini. Atas pengalaman ini. anak pertama hanya mendapat rangking biasa-biasa saja. setiap memberangkatkan siswa. yaitu ratusan (untuk tidak menyebutkan semua) siswa menangis. logos juga akan selalu menyisakan pihak yang kalah dan yang menang. Hanya saja. layaknya myth. merasa tak sanggup. semua medan (cuaca. belajar keras. kami sering menghadapi sikap orangtua (bahkan anak itu sendiri) bahwa masuk PTN adalah takdir. apalagi kalau ekspresi itu lebih pada akan segera berpisahnya tutor dan siswanya. kemenangan dan kekalahan dalam myth . Kita tahu. Anak pertamanya masuk PTN. Seorang ayah pernah memisalkannya dari pengalaman dua orang anaknya.

apakah ribuan orang itu akan diterima semua tanpa terkecuali? Di sinilah pendekatan PG mentah oleh pendekatan daya tampung (DT). tak tahu pula mengapa kalah. BS saat itu menggelisahkan mengapa sejak dari dulu. Dari sana kita berhitung dan berspekulasi bahwa untuk lulus prodi X itu. Harus Sadar Pernyataan BS itu sangat mentah.adalah sebuah misteri. Bayangkan. Inilah kiranya yang belum ada pada seleksi masuk PTN kita. BS menyebut bahwa pihak bimbel. Sebab. bagaimana . barangkali akan ada sebuah kampus membludak dan kampus lain kosong. ketika seseorang lulus di prodi X. cara masuk PTN ada pada kolaborasi antara PG dan DT. harusnya dia lebih tahu daripada kita kaum awam. Budi Santosa (BS) menuliskan Transparansi SBMPTN (Kompas. Karena itu. 23 Juli 2016). Secara singkat. saya sendiri semakin gelisah setelah membaca tulisan BS. seperti kami. melihat posisi BS sebagai guru besar di PTN ternama. Lagi pula. pada artikel itu. justru lebih tahu informasi yang valid perihal passing grade (PG). Teknisnya. bimbel akan mendata berapa saja siswa itu benar dan berapa salah. nilainya harus minimal sekian. jika PG masuk ke jurusan X di universitas Y hanya 30 persen. Itulah sebabnya PG setiap bimbel selalu berbeda karena memang narasumbernya juga berbeda. faktanya BS sendiri malah tak tahu! Bahkan. Namun. yaitu tahu mengapa lulus dan mengapa tidak. jika PG memang murni dilakukan. pola perekrutan mahasiswa tak pernah transparan. Seleksi bagi para calon ilmuwan justru dilingkupi ruang kegelapan myth: tak tahu mengapa menang. Sebenarnya. Tahun lalu. Bimbel di mana pun tak pernah yakin dengan PG-nya masing-masing. Transparan dalam artian yang lebih lugas. lalu ada ribuan orang yang nilainya melebihi PG 30 persen. Masalahnya. jika pun kolaborasi PG dan DT ini yang diterapkan. dalam nalar logis. Ini sudah cukup membuktikan bahwa bimbel sebenarnya tak punya data yang valid tentang PG. PG hanya statistika. Pendekatan PG hanya cara bimbel membuat mitos seleksi masuk PTN menjadi sesuatu yang logis. sementara pada logos adalah cenderung sebagai statistika.

bukan hanya buku. apakah dari nomor peserta? Inilah yang dari dulu terus-menerus masih dibalut kabut misteri. adalah sangat tinggi kemungkinan ada beberapa orang yang punya nilai yang sama. bimbel yang satu ke bimbel yang lain pun sering memberikan jawaban yang berbeda. melainkan agar lulus PTN. Jangan biarkan lagi siswa ibarat bertempur ke medan perang sehingga setiap tahunnya mereka menangis. Ironisnya. mengapa panitia membiarkan masyarakat dalam lingkaran kebodohan dan ketidaktahuannya (myth)? Sudah saatnya kita membebaskan siswa dari kepungan myth. Karena itulah. apakah panitia tak pernah menyaksikan hal ini? Kalau pernah. kita juga acap mendengar perjokian (antara panitia dan oknum). Kita harus sadar. dari ratusan ribuan pendaftar.skema ini dirancang untuk menerima calon mahasiswa? Ini ditanyakan karena kolaborasi PG dan DT ini sama sekali tak sederhana. Di sana. Barangkali. apakah alfabetis. apalagi panitia. minatnya untuk kuliah bukan lagi untuk mengembangkan bakat. Kami tidak bermaksud menjengkali bobot soal. Tak sederhananya adalah. Di sini. Misteri lainnya adalah ketika panitia—sependek yang saya ketahui—tak pernah mengeluarkan kunci jawaban. apakah dari asal sekolah. Periksalah buku-buku bank soal masuk PTN dan pembahasannya. Pertanyaannya. Hanya saja. Belum lagi soal ujinya kadang masih prematur sebab ditengarai ada yang mempunyai jawaban ganda. Tak adakah niat dari kita mengakhiri kesesatan ini? . merintih. bahkan merasa tak percaya diri. kami dari bimbellah yang tak bisa menjawabnya. banyaknya "balada orang tersesat di universitas" adalah karena mereka merasa tak sanggup untuk menggapai minatnya. meski tak diminati. bagaimana panitia perekrutan PTN menentukan siapa yang lulus dari mereka yang mempunya nilai yang sama itu? Apakah random. kita akan menemukan fakta itu. dia malah memilih jurusan yang sesuai arahan tutornya. Di sisi lain. Dari ribuan itu. (maaf) kami dari bimbel sering nakal dan mengatakan bahwa soal itu cacat. Alih-alih memilih jurusan yang sesuai minatnya. tentu ada ribuan yang menginginkan jurusan yang sama. ada pula yang tak ada jawaban.

saya mempunyai beberapa anggapan “Kenapa Kita Harus Kuliah”. jadi buat apa kuliah itu? Sebagai seorang yang diberi kesempatan untuk melanjutkan Studi ke perguruan tinggi . Tahu bill gates? Dulu Beliau berhenti kuliah dan sekarang bisa menjadi orang terkaya di dunia. hanya saja saya ingin berbagi tentang apa yang saya fikirkan ini. . Mengapa Kita Harus Kuliah? Kuliah? Kerja? Itulah yang menjadi permasalahan lumrah ketika Lulus SMA. Secara umum kuliah itu Mempelajari suatu konsentrasi ilmu pada lingkup yang lebih spesifik guna mendapatkan skill di bidang yang di tekuni Kuliah menjamin kita sukses? Jawabannya : TIDAK . buktinya banyak yang tidak kuliah tapi mereka bisa sukses dan yang sarjana masih sibuk mencari lowongan pekerjaan. Kuliah tidak menjamin kalian akan sukses kelak. Kuliah itu apa ? Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan oleh adik-adiku yang masih remang terhadap pandangan kuliah. yaitu cari pekerjaan. Banyak orang yang beranggapan bahwa kuliah itu akan berujung sama . bukan berniat untuk menghasut kalian supaya harus kuliah .

Kuliah juga akhirnya sama mencari pekerjaan. dan yang terpenting ada Allah S. Soft-skill itulah yang juga akan menjadi modal kalian menuju kesuksesan di samping hard-skill. Rumus : Ada niat = ada jalan Biaya mahal? Ada bidikmisi.T Semoga tulisan saya ini bisa membantu adik-adik yang masih bingung mau kuliah atau kerja. BUMN . Kalian tidak hanya mendapat hard-skill (Ilmu pengetahuan yang ditekuni) namun kalian juga bisa memperoleh soft-skill atau sebuah keahlian berorganisasi. tidak semua orang bisa seperti Bill Gates. Kuliah kini tidak harus pakai biaya. Jika kalian ingin membicarakan kesuksesan kuliah bukanlah sebuah jaminan kesuksesan. dan masih banyak lagi. Kerjakan apa yang kamu sukai. Pengen kuliah tapi terbelit karena masalah keuangan. kuliah kan mahal ? Kabar Gembira untuk Kita Semua. Poinnya disini saya hanya menjelaskan kesempatan adik-adik untuk mencari ilmu masih bisa terealisasi . yang sukses karena kuliah. Lihat lah mereka. Bank . bernegosiasi maupun kepemimpinan. Jangan menghubungkan kuliah dengan masalah ekonomi. ada Beasiswa. bahkan banyak sarjana pengangguran? Pertama ubahlah mindset atau pemikiran kalian mengenai negatif nya kuliah. Banyak program pemerintah seperti Bidikmisi (Kuliah Gratis + dikasih biaya hidup pula) Atau Beasiswa dari berbagai macam sumber seperti . tetapi modal kesuksesan. berwirausaha.Semua manusia di ciptakan berbeda. Kenapa Harus Kuliah? Ketika kalian kuliah. sebenarnya jika mau kerja juga tidak masalah. buatlah sesuatu yang bermanfaat. Lalu.W. kalian akan melalui berbagai proses. Tentu banyak juga bukan??? Positive thinking is way to Succes. Tapi .

Ingat hasil tidak akan pernah menghianati proses. .meskipun dengan problematika yang berbeda-beda.