You are on page 1of 1

Hormone

Pada saat sebelum masa reproduksi, system imun lelaki dan perempuan adalah sama, tetapi ketika
sudah memasuki masa reproduksi, system imun antara keduanya sangatlah berbeda. Hal ini disebabkan
mulai adanya beberapa hormone yang muncul.

Pada wanita telah diproduksi hormone estrogen yang mempengaruhi sintesis IgG dan IgA menjadi lebih
banyak (meningkat). Dan peningkatan produksi IgG dan IgA menyebabkan wanita lebih kebal terhadap
infeksi.

Sedangkan pada pria telah diproduksi hormone androgen yang bersifat imunosupresan sehingga
memperkecil resiko penyakit autoimun tetapi tidak membuat lebih kebal terhadap infeksi.Oleh
karenanya, wanita lebih banyak terserang penyakit autoimun dan pria lebih sering terinfeksi.

Olahraga

Olahraga berlebihan bisa membakar lebih banyak oksigen dalam tubuh. Pembakaran yang berlebihan
menghasilkan radikal bebas yang menyerang sel sistem kekebalan tubuh dan menurunkan jumlahnya.

Nutrisi

Nutrisi sangat berpengaruh dalam perbaikan sel-sel rusak dan pertumbuhan sel. Tingginya kadar
kolesterol dapat memperlambat proses sel pembunuh alami atau makrofag dalam menghancurkan
bakteri yang menular. Selenium, zink dan vitamin B12 adalah contoh imunosupresan yang dapat kita
konsumsi untuk mengurangi resiko penyakit autoimun.

Penyalahgunaan Antibiotik

Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak teratur bisa dapat menyebabkan bakteri menjadi
resisten, sehingga ketika bakteri menyerang lagi, sistem kekebalan tubuh akan gagal melawannya.
Peyalahgunaan antibiotik juga menyebabkan matinya flora normal, padahal flora normal dapat
memproduksi berbagai bahan antimicrobial seperti bakteriosin dan asam, sehingga dapat mencegah
masuknya bakteri yang dapat menjadi allergen bagi tubuh kita.