You are on page 1of 3

PEMERINTAH KOTA MATARAM

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KARANG TALIWANG
Jl. Ade Irma Suryani No : 60 Telp : 0370-635974

KERANGKA ACUAN
PEMERIKSAAN ANTENATAL ( ANTENATAL CARE / ANC )

I. PENDAHULUAN
Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu
selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal
yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan. Pelayanan antenatal sesuai
standar meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik ( umum dan kebidanan ), pemeriksaan
laboratorium rutin dan khusus, serta intervensi umum dan khusus ( sesuai resiko yang
ditemukan dalam pemeriksaan.
Standar pelayanan antenatal ditetapkan untuk menjamin perlindungan kepada ibu
hamil, berupa deteksi dini factor resiko, pencegahan dan penanganan kompliksi.

II. LATAR BELAKANG
Penduduk Indonesia pada tahun 2007 adalah 225.642.000 jiwa dengan CBR 19,1
maka terdapat 4.287.198 bayi lahir hidup. Dengan AKI 228/100.000 KH berarti ada
9.774 ibu meninggal per tahun atau 1 ibu meninggal tiap 1 jam oleh sebabyang
berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas. Besaran kematian Nenatal, bayi dan
balita jauh lebih tinggi denganAKN 19/1000 KH. AKB 34/1000 KH dan AKABA 44/1000
KH berarti ada 9 Neonatal, 17 bayi dan 22 balita meninggal tiap jam.
Berdasarkan kesepakatan global ( Millenium Development Goals / MDGs,2000 )
pada tahun 2015 diharapkan Angka Kematian Ibu menurun sebesar tiga-perempatnya
dalam kurun waktu 1990-2015 dan Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita
menurun sebesar dua-pertiga dalam kurun waktu 1990-2015. Berdasarkan hal itu
Indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi
102/100.000 KH, AKB menjadi 23/1000 KH dan AKABA 32/1000 KH.
Penyebab langsung Kematian ibu sebesar 90 % terjadi pada saat persalinan dan
segera setelah persal;inan ( SKRT 2001 ). Penyebab langsung kematian ibu adalah
perdarahan ( 28%), eklampsia (24%) dan infeksi (11%).

Penyebab tidak langsung kematian ibu antara lain KEK pada kehamilan (37%) dan
anemia pada kehamilan (40%). Kejadian anemia pada ibu hamil ini akan meningkatkan
resiko terjadinya kematian ibu dibandingkan ibu yang tidak anemia.

Tujuan Umum : Terselenggaranya asuhan antenatal berupa layanan atau bantuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga. Ukur Tekanan darah 3. Pemeriksaan antenatal dilaksanakan di dalam gedung dan di luar gedung. Temu wicara ( konseling ). 10. 2. Pelayanan di dalam gedung mengikuti jadwal yang sudah ditentukan. b. preventif. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin ( DJJ) 6. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN a. Pemberian tablet zat besi ( TTD ) minimal 90 tablet selama kehamilan. c. b. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Pelayanan asuhan antenatal dilakukan di dalam dan di luar gedung. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa upaya promotif. Mendeteksi adanya kelainan atau faktor resiko. Upaya untuk mempercepat penurunan AKI telah dimulai sejak akhir tahun 1980-an melalui program Safe Motherhood Initiative yang mendapat perhatian besar dan dukungan dari berbagai pihak baik dalam dan luar negeri. Menjaga agar ibu hamil dapat melaluai masa kehamilannya. Pelayanan Antenatal dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Ibu hamil yang tidak datang memeriksakan kehamilannya dilakukan kunjungan rumah oleh bidan desa atau pemegang wilayah setempat. 9. d. Tujuan Khusus : a. dan pelayanan di luar gedung mengikuti jadwal posyandu. c. Pelayanan Antenatal sesuai standar meliputi standar 10 T yaitu : 1. III. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN a. Kuratif dan rehabilitatif. Skrining status imunisasi Tetanus toksoid dan berikan imunisasi TT bila diperlukan. IV. 8. Pemeriksaan diluar gedung dilaksanakan di posyandu dengan waktu yang telah ditentukan. 7. Tatalaksana kasus. Nilai ststus gizi ( ukur lingkar lengan atas ) 4. TUJUAN A. Test laboratorium ( rutin dan Khusus ). VI. Ukur Tinggi Fundus Uteri 5. V. SASARAN Ibu hamil dengan umur kehamilan 0 – 40 minggu. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta menghasilkan bayi yang sehat. pencegahan dan penanganan komplikasi. Pada tahun 2000 di canangkan juga Making Pregnancy Safer ( MPS ) untuk menajamkan strstegi dan intervensi dalam menurunkan AKI. Pelayanan ANC di Puskesmas Utan ditetapkan pada 6 Hari kerja . VII. termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ) dan KB paska salin. B.

Wiwin Nurhasida NIP 19700213 200112 2 002 . VIII. dr. b. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pelayanan antenaal yang dilakukan di catat di dalam kohort ibu hamil yang selanjutnya di laporkan setiap bulan dalam PWS KIA yaitu cakupan K1 dan K4 ibu hamil. Pelayanan ANC di Posyandu dilakukan sesuai jadwal Posyandu. Laporan bulan berupa K1 & K4 Dalam PWS KIA IX. b. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN a. Utan Januari 2015 Kepala Puskesmas Utan. Hj. Pelayanan Asuhan Antenatal terlaksana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta berkualitas. PENCATATAN. Pelaporan menggambarkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan kemampuan manajemen ataupun kelangsungan proram KIA.