You are on page 1of 2

1.

1 Latar Belakang

Hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit penyebab kematian
terbesar di 15 kabupaten di Indonesia. Sampai saat ini hipertensi masih
merupakan tantangan besar di Indonesia dan merupakan kondisi yang sering
ditemukan pada pelayanan kesehatan primer.1 Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2013 mencatat hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke
atas di Indonesia adalah sebesar 25,8%. Provinsi Lampung sendiri memiliki
jumlah penderita hipertensi sebanyak 24,7% dari jumlah penduduk. yang
berarti terjadi peningkatan jumlah dari hasil sebelumnya yaitu 24,1%. 2
Perkembangan penyakit hipertensi di Lampung menduduki peringkat ke 3
dari 10 penyakit terbesar pada pasien rawat jalan Puskesmas.3

Faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi dapat dibedakan menajdi dua
yaitu faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat dimodifikasi.
Faktor yang tidak bisa dimodifikasi yaitu umur, jenis kelamin, riwayat
keluarga dan faktor genetik. Sedangkan faktor yang bisa dimodifikasi seperti
gaya hidup, faktor stress, kehamilan dan obesitas.4,5 Obesitas merupakan salah
satu faktor risiko yang erat kaitannya dengan penyakit ini. Estimasi risiko
dari Framingham Heart Study menunjukkan bahwa 78% hipertensi pada
laki-laki dan 65% hipertensi pada wanita secara langsung berhubungan
dengan obesitas.6

Kejadian hipertensi yang disertai dengan obesitas ini dipengaruhi oleh
usia, jenis kelamin, dan etnis. Survei yang dilakukan oleh Framingham Heart
Study dimana dari 5209 partisipan, dua pertiganya berusia 35-65 tahun.7
Riskesdas juga menunjukkan hal yang sama dimana prevalensi hipertensi
dan obesitas lebih sering terjadi pada usia antara 35-65 tahun. 3 Pengubahan
pola hidup dapat berupa penurunan berat badan, membatasi konsumsi alkohol,
berolahraga teratur; mengurangi konsumsi garam, dan mengubah pola makan
menjadi makanan sehat dan bergizi seimbang. Selain itu penderita hipertensi

2%. dan 12.050. serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. .3% menjadi 12.1% pada tahun 2013.5%.949 jiwa.1%. masalah klinis. Hingga tahun 2013 prevalensi komplikasi hipertensi yang paling banyak terjadi yaitu stroke yang sejak 5 tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 3. 0. gagal ginjal dan stroke yang masing-masing memiliki prevalensi sebanyak 1.8% dari 8. juga harus mempunyai pengetahuan dan sikap kepatuhan untuk dapat menyesuaikan penatalaksanaan hipertensi dalam kehidupan sehari.9 1. Adapun secara absolut jumlah penduduk Indonesia yang menderita stroke sebanyak 3.2 Tujuan Penulisan Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko.8 Penderita hipertensi perlu mendapatkan perawatan yang serius dan harus ditangani dengan cepat karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang terjadi antara lain penyakit jantung koroner (PJK).hari.