You are on page 1of 10

KEPALA DESA BUKIT BERINGIN

KABUPATEN MERANGIN

PERATURAN DESA BUKIT BERINGIN

NOMOR 012

TENTANG

PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA BUKIT BERINGIN,

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka melaksanakan otonomi Desa, perlu
menggali potensi Desa bagi pendapatan asli Desa dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa yang
dikelola oleh suatu badan atau lembaga;
b. Bahwa badan atau lembaga yang menggali potensi Desa
Sungai Buluh menjalankan usahanya dalam bentuk Badan
Usaha Milik Desa;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
huruf a dan b, perlu pembentukan dan pengaturan Badan
Usaha Milik Desa.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo,
Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung
Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3903) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2000 tentang Perubahan
Atas Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo,
Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung
Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3969);

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7. Tahun Tentang Tata Cara Pendirian.. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589). 5. Peraturan Daerah Kabupaten Merangin Nomor . dan pembubaran Badan Usaha Milik Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 296). 7. .... Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495). dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123.2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246. pengurusan dab pengelolaan.. Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang pendirian.. 3.. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. 4. Peraturan Menteri Desa. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157. Pengurusan dan Pengelolaan.

. meningkatkan perekonomian Desa. c. Pasal 5 Pendirian BUMDesa ‘ MITRA LESTARI ’ bertujuan: a. b. BAB I PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DESA Pasal 1 Berdasarkan Keputusan Bersama Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala desa Bukit Beringin Melalui Musyawarah Desa pada tanggal 5 Desember 2016 bertempat di Balai Desa dengan dihadiri oleh peserta terlampir disepakati untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa Bukit Beringin Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin (Berita Acara Terlampir) BAB II NAMA DAN KEDUDUKAN Pasal 3 (1) Badan Usaha Milik Desa ini bernama Badan Usaha Milik Desa ‘ MITRA LESTARI’ (2) Badan Usaha Milik Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkedudukan di Desa/Kelurahan : Bukit Beringin Kecamatan : Bangko Barat Kabupaten : Merangin BAB IV MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 4 Maksud pembentukan BUMDesa ‘ MITRA LESTARI ’ adalah untuk meningkatkan kemampuan keuangan Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan Kesepakatan Bersama BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUKIT BERINGIN Dan KEPALA DESA BUKIT BERINGIN MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DESA. mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa. meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa.

Hibah dari pihak swasta. g. membuka lapangan kerja. dan h. e. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyertaan modal Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Desa. Penyertaan modal Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a terdiri atas: a. pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa.d. penyertaan modal Desa. Pasal 9 BUMDesa dapat mengelola bisnis sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. b. penyertaan modal masyarakat Desa. BAB V PERMODALAN DAN JENIS USAHA Pasal 6 (1) Modal usaha BUMDesa terdiri atas: a. lembaga sosial ekonomi kemasyarakatan dan/atau lembaga donor yang disalurkan melalui mekanisme APB Des. menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga. meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum. Pasal 7 1. mengembangkan rencana kerja sama usaha antar Desa dan/atau dengan pihak ketiga. c. Pasal 11 . f. meningkatkan pendapatan masyarakat Desa dan Pendapatan Asli Desa. Bantuan Pemerintah. dan b. BAB VI PENGURUSAN DAN PENGELOLAAN Bagian Kesatu Bentuk dan Kedudukan Pasal 10 BUMDesa berbentuk badan usaha induk yang mengelola unit-unit usaha produktif yang sudah dan/atau akan dikembangkan oleh Pemerintah Desa dan/atau masyarakat Desa. Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Kabupaten yang disalurkan melalui mekanisme APB Des. Pasal 8 Penyertaan modal masyarakat Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b berasal dari tabungan masyarakat dan/atau simpanan masyarakat. Aset Desa yang diserahkan kepada APB Des sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Memberikan perlindungan terhadap usaha Desa yang dikelola oleh BUMDesa. Bagian Kedua Organisasi Pengelola Paragraf 1 Bentuk Organisasi Pasal 12 Organisasi pengelola BUMDesa terpisah dari organisasi Pemerintahan Desa. b. (2) Penasihat dijabat secara ex-officio oleh Kepala Desa yang bersangkutan. dan c. (2) Dalam hal pengembangan usaha. Dewan Pengawas. Pelaksana Operasional. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Penasihat berwenang: a. Meminta penjelasan dari Direksi mengenai persoalan yang menyangkut pengelolaan usaha Desa. Memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BUMDesa . dan d. b. meminta BPD menyelenggarakan Musyawarah Desa untuk meminta pertanggungjawaban Direksi terhadap pelaksanaan pengelolaan BUMDesa. Penasihat Pasal 14 Penasihat sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 15 Penasihat mempunyai tugas: a. Memberikan nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan pengelolaan BUMDesa. Penasihat. dan b. memberikan perlindungan terhadap hal-hal yang dapat menurunkan kinerja BUMDesa. (2) Masa Bakti pengurus BUMDesa adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal pengangkatan dan dapat diangkat kembali melalui proses perekrutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. . Paragraf 2 (1) 14 ayat (1) huruf a berfungsi mewakili kepentingan Pemerintah Desa.(1) BUMDesa berkedudukan di Desa Bukit Beringin Kecamatan Bangko Barat. Pasal 13 (1) Organisasi pengelola BUMDesa terdiri dari: a. c. BUMDesa dapat membuka perwakilan di luar wilayah Desa.

c. mengembangkan BUMDesa Bersama agar menjadi lembaga yang melayani kebutuhan ekonomi dan/atau pelayanan umum masyarakat Desa. dan e. mengelola BUMDesa. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas. d. Pasal 22 Persyaratan menjadi Pelaksana Operasional meliputi: a. f. Paragraf 3 Pelaksana Operasional Pasal 17 (1) Pelaksana Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf b dipilih oleh masyarakat Desa melalui Musyawarah Desa. g. Mengangkat dan memberhentikan karyawan BUMDesa. Membuat laporan perkembangan kegiatan setiap bulan. h. Melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga perekonomian lainnya. Memiliki kecakapan manajerial. Pelaksana Operasional dapat menunjuk Manajer Unit Usaha sesuai dengan kapasitas dan fungsi operasional unit usaha. dan kewajibannya. adil. Mengembangkan unit usaha dengan pesertujuan Penasihat dan Dewan Pengawas. Memiliki wawasan bisnis. serta teliti dan tekun. jujur. b. Membuat laporan keuangan setiap bulan. b. i. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDesa. Pasal 19 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. d. . Pada saat dipilih berusia paling rendah 21 (dua puluh satu) tahun dan paling tinggi 60 (enam puluh) tahun. Tidak merangkap jabatan di Pemerintahan Desa atau BPD. Berpendidikan minimal setingkat SMA atau sederajat. Pasal 20 Pelaksana Operasional mempunyai kewajiban: a. c. b. b. (2) Pelaksana Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya terdiri atas 3 (tiga) orang. cakap. Berkomitmen terhadap kemajuan perekonomian Desa. Pasal 18 Pelaksana Operasional mempunyai tugas: a. Memberikan laporan perkembangan BUMDesa kepada masyarakat Desa melalui Musyawarah Desa sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. Diutamakan bagi penduduk Desa setempat. Memiliki jiwa wirausaha. Memanfaatkan potensi usaha Desa untuk menumbuhkembangkan BUMDesa. Diutamakan bagi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan usaha. wewenang. Membuat rencana bisnis dan anggaran BUMDesa. d. dan j. c. Pelaksana Operasional berwenang: a. menggali potensi usaha ekonomi Desa untuk menumbuhkembangkan BUMDesa. Berkepribadian baik. e. dan c.

Melakukan pengawasan terhadap pengelolaan BUMDesa. (3) Susunan kepengurusan Dewan Pengawas terdiri dari: a. Telah selesai masa tugas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Melakukan pengawasan terhadap pengurus BUMDesa. b. c. Mengevaluasi kinerja BUMDesa. Pelaksana Operasional. Meninggal dunia. Wakil Ketua merangkap Anggota. menetapkan kebijakan pengembangan usaha BUMDesa. dan c. dan d. Pelaksana Operasional dapat diberikan biaya operasional sesuai dengan kemampuan keuangan . (4) Kepengurusan Dewan Pengawas bersifat kolektif kolegial. Paragraf 5 Dewan Pengawas Pasal 24 (1) Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf c berfungsi mewakili kepentingan masyarakat . Sekretaris merangkap Anggota. (2) Selain penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 27 Dewan Pengawas mempunyai kewajiban mencari jalan keluar apabila terjadi penurunan kinerja BUMDesa. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25. d. b. Pasal 23 Anggota Pelaksana Operasional dapat diberhentikan dengan alasan: a. mengevaluasi kinerja Direksi. (2) Dewan Pengawas dipilih oleh masyarakat Desa melalui Musyawarah Desa. (5) Masa bakti Dewan Pengawas diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Terlibat dalam kasus pidana dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Paragraf 6 Hak Pengurus Pasal 28 (1) Penasihat. Tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga menghambat perkembangan kinerja BUMDesa. atau e. Ketua merangkap Anggota. Anggota. b. b. dan Dewan Pengawas BUMDesa berhak atas penghasilan yang sah dari pelaksanaan tugas-tugasnya sesuai dengan kemampuan keuangan BUMDesa. c. Dewan Pengawas berwenang menyelenggarakan Rapat Gabungan bersama Penasihat untuk: a. Pasal 25 Dewan Pengawas mempunyai tugas: a. Mengundurkan diri. dan c. mengesahkan Rencana Bisnis dan Anggaran BUMDesa.

menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun. . Paragraf 7 Larangan bagi Pengurus Pasal 29 (1) Penasihat. Pelaksana Operasional. Pelaksana Operasional. Pasal 32 (1) Laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (2) huruf c sekurang-kurangnya harus memuat: a. dan indikator keberhasilan. Pasal 31 (1) Pelaksana Operasional bertanggung jawab kepada Kepala Desa dan kepada masyarakat Desa yang diwakili oleh BPD. (2) Pertanggungjawaban Pelaksana Operasional kepada Pemerintah dan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk: a. menyampaikan laporan kegiatan unit-unit usaha setiap 3 (tiga) bulan. dan c. dan d. Paragraf 2 Audit Pasal 33 (1) Audit keuangan dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. Laporan Keuangan. (2) Penasihat. upaya pengembangan. (2) Apabila dipandang perlu dapat dilakukan audit menyeluruh terhadap kinerja BUMDesa. b. dan Dewan Pengawas BUMDesa dilarang menyalahgunakan wewenang yang dimilikinya. BUMDesa. termasuk rencana penggunaan hasil usaha. (3) Audit dilakukan oleh akuntan publik dan/atau aparat pengawas daerah. menyampaikan laporan keuangan BUMDesa setiap bulan. c. b. (2) Laporan Pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Pemerintah dan masyarakat Desa melalui Musyawarah Desa. Rencana Pengembangan Usaha yang belum terealisasi. dan Dewan Pengawas BUMDesa dilarang mengambil keuntungan pribadi dari pelaksanaan kegiatan BUMDesa. Bagian Ketiga Pertanggungjawaban dan Audit Paragraf 1 Pertanggungjawaban Pasal 30 Pelaksana Operasional mewakili BUMDesa di dalam dan di luar pengadilan. Laporan Kinerja Pengelola selama satu tahun atau satu periode. Kinerja Usaha yang menyangkut realisasi kegiatan usaha. (3) Besaran penghasilan dan biaya operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa selaku Penasihat BUMDesa berdasarkan kesepakatan Musyawarah Desa.

40% untuk bagi hasil usaha kepada pemilik modal secara proporsional c. c. (3) Pembagian hasil usaha adalah sebagai berikut: a. (2) Hasil usaha dapat dimanfaatkan untuk: a. 5% untuk bonus/tunjangan pengurus BUMDesa dan Pengawas. serta penyusutan atas barang-barang inventaris dalam 1 (satu) tahun buku. 25% untuk pendapatan asli Desa d. BUMDesa dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan. bagi hasil usaha kepada pemilik modal. BAB VII ALOKASI HASIL USAHA Pasal 34 (1) Hasil usaha BUMDesa merupakan pendapatan yang diperoleh dari hasil transaksi dikurangi dengan pengeluaran biaya dan kewajiban pada pihak lainnya. (4) Aset yang dimiliki oleh BUMDesa yang sudah dibubarkan menjadi milik Pemerintah Desa. dan c. tunjangan pengurus dan karyawan. d. penambahan modal BUMDesa. b. . 5% untuk bantuan sosial/CSR e. (2) Pembubaran BUMDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila: a. BAB VIII KEPAILITAN DAN PEMBUBARAN Pasal 35 (1) BUMDesa dapat dibubarkan dengan Peraturan Desa. dan e. 25% untuk penambahan modal usaha. b. BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 36 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga badan Usaha Milik Desa. dana bantuan sosial. (3) Semua akibat yang timbul dari pembubaran BUMDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab Pemerintah Des. b. BUMDesa mengalami kerugian terus-menerus. adanya ketentuan peraturan yang lebih tinggi yang menyatakan BUMDesa harus dibubarkan. pendapatan asli Desa.

memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa Bukit Beringin Ditetapkan di Bukit Beringin pada tanggal 6 Desember 2016 KEPALA DESA BUKIT BERINGIN HADAYAT Diundangkan di Bukit Beringin Pada tanggal 15 Desember 2016 SEKRETARIS DESA BUKIT BERINGIN SAROYO LEMBARAN DESA BUKIT BERINGIN TAHUN 2016 NOMOR 012 . Agar setiap orang mengetahuinya. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 37 Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.