You are on page 1of 3

PENGERTIAN BANK SENTRAL

Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai
suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau
naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang.

Ø TUJUAN BANK SENTRAL

A. Tujuan Bank Indonesia Dalam UU‐BI secara tegas dinyatakan dalam Pasal 7 bahwa tujuan Bank
Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang merupakan single objective
Bank Indonesia. Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang
dan jasa yang tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan terhadap mata uang negara lain
yang tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan
tujuan Bank Indonesia dalam bentuk single objective ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang
akan dicapai dan batasan tanggung jawab yang harus dipikul oleh Bank Indonesia. Hal ini berbeda
dengan tujuan Bank Indonesia dalam Undang‐undang Nomor 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral yang
dirumuskan secara umum yaitu “meningkatkan taraf hidup rakyat”.

Ø TUGAS DAN WEWENANG BANK SENTRAL

1. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter.

Bank sentral melaksanakan kebijakan moneter dengan melakukan operasi pasar terbuka, politik
diskonto (menaikkan / menurunkan tingkat suku bunga) , dan pengendalian kas pada bank umum ( di
bank-bank umum harus ada uang minimal / jumlah minimal uang yang ada di bank ).

2. Melakukan koordinasi dengan pemerintah.

Koordinasi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah yaitu pengendalian inflasi dan penguatan Protokol
Manajemen Krisis ( PMK ) dalam rangka pencegahan dan penanganan krisis.

3. Mengelola utang luar negeri.

4. Meningkatkan devisa hasil ekspor (DHE)

5. Mengeluarkan alat pembayaran yang sah.

6. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Ø Stabilitas sistem keuangan.

risiko likuiditas. Di bawah ini dikutip beberapa definisi SSK yang diambil dari berbagai sumber: ” Sistem keuangan yang stabil mampu mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah gangguan terhadap kegiatan sektor riil dan sistem keuangan.” ” Sistem keuangan yang stabil adalah sistem keuangan yang kuat dan tahan terhadap berbagai gangguan ekonomi sehingga tetap mampu melakukan fungsi intermediasi. Kegagalan pasar itu sendiri dapat bersumber dari eksternal (internasional) dan internal (domestik). juga dapat mengakibatkan semakin sulitnya mengatasi ketidakstabilan tersebut.DEFINISI STABILITAS SISTEM KEUANGAN Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) sebenarnya belum memiliki definisi baku yang telah diterima secara internasional.” ” Stabilitas sistem keuangan adalah suatu kondisi dimana mekanisme ekonomi dalam penetapan harga. Hal ini umumnya merupakan kombinasi antara kegagalan pasar. Atas dasar hasil identifikasi tersebut selanjutnya dilakukan analisis sampai seberapa jauh risiko berpotensi menjadi semakin membahayakan. melaksanakan pembayaran dan menyebar risiko secara baik. meluas dan bersifat sistemik sehingga mampu melumpuhkan perekonomian. Oleh karena itu. Ketidakstabilan sistem keuangan dapat dipicu oleh berbagai macam penyebab dan gejolak. risiko pasar dan risiko operasional. Risiko yang sering menyertai kegiatan dalam sistem keuangan antara lain risiko kredit. Berbagai perkembangan tersebut selain dapat mengakibatkan sumber-sumber pemicu ketidakstabilan sistem keuangan meningkat dan semakin beragam. muncul beberapa definisi mengenai SSK yang pada intinya mengatakan bahwa suatu sistem keuangan memasuki tahap tidak stabil pada saat sistem tersebut telah membahayakan dan menghambat kegiatan ekonomi. inovasi produk keuangan semakin dinamis dan beragam dengan kompleksitas yang semakin tinggi. Meningkatnya kecenderungan globalisasi sektor finansial yang didukung oleh perkembangan teknologi menyebabkan sistem keuangan menjadi semakin terintegrasi tanpa jeda waktu dan batas wilayah. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi risiko yang akan timbul serta akan mempengaruhi kondisi sistem keuangan mendatang. alokasi dana dan pengelolaan risiko berfungsi secara baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Identifikasi terhadap sumber ketidakstabilan sistem keuangan umumnya lebih bersifat forward looking (melihat kedepan). baik karena faktor struktural maupun perilaku. Selain itu.” Arti stabilitas sistem keuangan dapat dipahami dengan melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan instabilitas di sektor keuangan. BAB 3 PENUTUP .

Stabilitas nilai tukar mata uang . Kondisi tersebut dapat di evaluasi dengan perkembangan indicator-indikator ekonomi makro terutama sebagai berikut: . Tujuan dari kebijakan moneter adalah kondisi ekonomi makro yang lebih baik dan atau di inginkan. Terciptanya lapangan pekerjaan . Stabilitas pertumbuhan ekonomi . Stabilitas harga umum (terkendalinya laju inflasi) .Ø Kesimpulan Bank sentral adalah lembaga keuangan yang paling besar dalam suatu Negara yang memiliki fungsi untuk mengatur peredaran jumlah uang. tingkat bunga serta kebijakna moneter Kebijakan Moneter adalah kebijakan ekomomi untuk mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dan atau di inginkan dengan jalan mengubah-ubah jumlah uang beredar.