You are on page 1of 53

PT.

PAL INDONESIA (Persero)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Segenap Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan berkat,
rahmat, serta hidayah-Nya selama ini, sehingga dapat diselesaikannya Kerja
Praktek di PT. PAL INDONESIA (Persero) SURABAYA yang dimulai pada
tanggal 18 Juli s/d 18 Agustus 2016.

Penyelesaian laporan Kerja Praktek ini tidak lepas dari bantuan dan kerja
sama dari berbagai pihak terkait. Pada kesempatan ini, terima kasih sebesar-
besarnya diberikan kepada :

 Kepala dan Staf Departemen pembinaan organisasi dan SDM PT. PAL
INDONESIA (Persero) yang telah memfasilitasi dalam Persiapan Kerja
Praktek,

 Bapak-bapak pembimbing pada setiap Departemen di bawah Divisi Desain
yang telah banyak membantu dan membimbing saat melakukan kegiatan
Kerja Praktek di lapangan,
Disadari bahwa dalam penulisan laporan ini banyak terdapat kekurangan,
maka diharapkan kritik dan saran yang membangun dari siapapun yang membaca
laporan ini.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Penyusun

i

PT. PAL INDONESIA (Persero)

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan

Kata Pengantar ......................................................................................................... i

Daftar Isi.................................................................................................................. ii

BAB I ...................................................................................................................... 4

PENDAHULUAN .................................................................................................. 4

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 4

1.2 Tujuan ....................................................................................................... 4

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ............................................................... 5

1.4 Ruang Lingkup ......................................................................................... 5

1.5 Metode Pengumpulan Data ...................................................................... 6

BAB II ..................................................................................................................... 8

PROFIL PERUSAHAAN ....................................................................................... 8

2.1 Sejarah Perusahaan ................................................................................... 8

2.2 Visi dan Misi Perusahaan ....................................................................... 11

2.3 Tugas Pokok PT. PAL INDONESIA (Persero) ..................................... 13

2.4 Struktur Organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero) ........................... 15

2.5 Pengembangan Sumber Daya Manusia .................................................. 20

2.6 Pengembangan Masyarakat Dan Lingkungan ........................................ 21

BAB III ................................................................................................................. 23

KEGIATAN DAN USAHA .................................................................................. 23

3.1 Kegiatan dan Usaha ................................................................................ 23

3.2 Produk-produk PT. PAL INDONESIA ................................................. 24

3.2.1. Produk Kapal Niaga ........................................................................ 24

3.2.2. Produk Kapal Cepat Khusus ........................................................... 24

ii

PT. PAL INDONESIA (Persero)

3.2.3. Produk Jasa Harkan (Pemeliharaan dan Perbaikan)........................ 25

3.3 Rekayasa Umum (General Engineering) ............................................... 25

3.4 Teknologi ................................................................................................ 25

BAB IV ................................................................................................................. 27

DESAIN KAPAL ................................................... Error! Bookmark not defined.

4.1 Proses Desain .......................................... Error! Bookmark not defined.

4.2 Metode Desain ......................................... Error! Bookmark not defined.

4.2.1 Parent Design Approach .................. Error! Bookmark not defined.

4.2.2 Trend Curve Approach ..................... Error! Bookmark not defined.

4.2.3 Iteratif Design Approach ................. Error! Bookmark not defined.

4.2.4 Parametric Design Approach ...........................................................29

4.2.5 Optimation Design Approach ............................................................29

BAB V ..................................................................................................30

PENGHITUNGAN SPESIFIKASI MESIN KAPAL SSV..........................30

DEFINISI & FORMULA ........................................................................30

5.2 Efisiensi Pada Sistem Penggerak Kapal..............................................33

5.3 Daya Motor yang Di-instal................................................................35

KARAKTERISTIK LAMBUNG & BALING-BALING............................38

5.4.1 Tahanan Kapal.................................................................................38

5.4.2 Gaya Dorong Kapal........................................................................40

iii

PT. PAL INDONESIA (Persero)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari
pulau-pulau yang dipisahkan oleh perairan sehingga terdapat bentang antar pulau
yang beragam, dari yang berdekatan hingga yang berjauhan. Hal ini menjadi
kendala mengingat adanya peningkatan kebutuhan manusia di segala bidang yang
semakin berambah seiring perkembangan zaman yang dipengaruhi arus informasi
dan teknologi, tentu saja semua kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri
oleh setiap daerah maupun Negara. Salah satu jenis transportasi yang sangat
efektif dan efisien bagi kegiatan perdagangan adalah dengan menggunakan
transportasi laut.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka transportasi laut juga
dituntut untuk dapat memenuhi standar dan kualitas yang diinginkan dari segi
keselamatan. Hal itu sangat disadari oleh masyarakat dan galangan kapal sebagai
tempat industri yang memproduksi kapal. Indonesia memiliki salah satu
perusahaan galangan kapal terbesar dan tercanggih di tingkat dunia, yaitu PT.
PAL INDONESIA (Persero). Dengan teknologi yang sesuai dengan standar
internasional, PT. PAL INDONESIA (Persero) mempunyai signature product
yakni Kapal Star 50 (semua jenis kapal yang berukuran 50.000 DWT). Agar
galangan dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, diperlukan SDM
yang baik. Sebelum terjun langsung ke dunia kerja, maka dirasakan perlu
diadakan kegiatan pengenalan kerja di lapangan. Dalam rangka pembekalan kerja
lapangan ini, maka kami melaksanakan kerja praktek di galangan kapal PT. PAL
INDONESIA (Persero).

1.2 Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari dilaksanakannya keraj praktek di PT. PAL
INDONESIA (Persero) adalah :
4

PT. PAL INDONESIA (Persero)
~ Mempelajari tentang teknologi produksi pada PT. PAL INDONESIA
(Persero), baik yang sudah ada maupun yang sedang dikembangkan.
~ Mengetahui semua kegiatan produksi yang belum pernah didapat dalam
kegiatan perkuliahan.
~ Mendapatkan pengalaman secara langsung terhadap kondisi nyata di
lapangan sesuai dengan bidang ilmu Teknik Mesin.
~ Mengetahui tugas dan fungsi setiap departemen di bawah divisi Desain.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kerja praktek dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2016 s./d. 18 Agustus 2016
di Divisi Desain PT. PAL INDONESIA (Persero).

1.4 Ruang Lingkup
Pada pelaksanaan kerja praktek ini, praktikan mengamati dan mempelajari
seluruh proses kegiatan produksi kapal baru dalam lingkungan divisi Desain PT.
PAL INDONESIA (Persero).

1.5 Metode Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data-data laporan ini, digunakan beberapa metode
antara lain sebagai berikut :

1. Tinjauan langsung ke lapangan ( Metode Observasi )

Data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung terhadap
objek yang diamati.

2. Metode Wawancara

Yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan karyawan
untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dari objek tersebut.

3. Studi Literatur

5

Fsilitas bagi perbaikan mesin-mesin kapal yang dinamakan ve der marine screemwezen. BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2. PAL INDONESIA Pada tahun 1822 Gubernur Jendral V.1 Sejarah Perusahaan Gambar 1. Sarana tersebut diresmikan menjadi milik pemerintah Hindia Belanda dengan nama marine establishment (ME) dengan lembar nomor 22/1939 pada tahun 1939 6 . PAL INDONESIA (Persero) Yaitu data yang diperoleh dengan membaca sejumlah buku literatur yang berhubungan dengan bidang desain. komisi menghasilkan kesimpulan yang menyatakan bahwa daerah Ujung Surabaya adalah daerah yang memenuhi syarat untuk tempat mendirikan daerah tempat industri perkapalan. Demikian pula pembangunan perumahan untuk personalia. tetapi saran-saran tersebut tidak dilaksanakan. Pada tahun 1837 dibentuk komisi baru yang tugasnya sama. Logo PT. pabrik tersebut terletak di sebelah selatan kota Surabaya. D Capellen membentuk suatu komisi penyelidik tempat dan sarana. Kemudian sejak 1884. PT. pabrik tersebut pindah di ujung (Surabaya) dan selesai tahun 1891. Pada tahun 1846 dimulai pembangunan dock apung kayu yang dipasang di Surabaya. setelah itu rencananya bertahap dibangunlah bengkel khusus yang berkaitan dengan pekerjaan kayu. Pekerjaan selesai pada tahun 1849. guna keperluan pendirian marine establishment di bagian timur pulau jawa.

PT. yang dibuat oleh Notaris Hadi Moentoro.000 orang. dengan kegiatan utama memproduksi kapal perang dan kapal niaga.. pemerintah merubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi Perseron Terbatas sesuai dengan akata no. memberikan jasa perbaikan dan 7 . namun pada perbaikan- perbaikan kapal perang milik jepang. PAL INDONESIA ( persero ) hingga sekarang. Pada tahun 1942. pemerintah Hindia Belanda takluk menyerah kepada tentara jepang (Dai Nippon). Lokasi Perusahaan di Ujung. diambil alih oleh pemerintah Belanda. yaitu ketika berstatus sebagai Komando Penataran Angkatan Laut (KONATAL) atau sebelum berstatus sebagai PERUMPAL pada tahun 1978.KAIGUNSE 21-24 BUTAI. Ketika perang dunia II. Jumlah jumlah karyawan PAL pernah mencapai 12. PAL INDONESIA (Persero) Tugas ME adalah melaksanakan semua pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan kapal-kapal laut yang digunakan sebagai armada angkatan laut Belanda yang menjaga kepentingan-kepentingan kolonialnya. setelah itu ME berubah menjadi KAIGUNSE 21-24 BUTAI. ME menjadi Admiralteis bendrifj yang dipakai oleh direktur di bawah koordinasi Admiralteis Dien Senten di Belanda. 12.SH. Presiden RI Ir Sokarno memberikan Surat Keputusan nomor 370 tertanggal 1 Juli 1961 yang selanjutnya Penataran Angkatan Laut dipergunakan oleh AL RI yang diatur Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional. PAL berubah menjadi PT. kapal-kapal sekutu banyak yang mengalami kerusakan akibat perang. Pada tahun 1961. Karena selama perang pasifik berlangsung. dimana mempunyai tugas tetap seprti ME. ME dijadikan Penataran Angkatan Laut (PAL) dimana PAL dibawah pemerintah RI khususnya kementrian perhubungan. Pada tahun 1949 setelah penyerahan kedaulatan pada pemerintah RI. PAL terus berperan dan berkembang sesuai dengan irama perlembangan teknologi dan mengalami perubahan pengelolaan seirama dengan perubahan politik pemerintahan saat itu. Mulai 1 Maret 1947. Tugas dan peran PAL tetap yaitu mendukung pemeliharaan dan perbaikan kapal. Surabaya. Pada tanggal 15 April 1980.

budaya. Kapal-kapal produksi PT. PAL INDONESIA mempunyai reputasi sebagai kekuatan utama untuk pengembangan industri maritim nasional. 2. PAL INDONESIA untuk memelihara produk yang berkualitas dan jasa yang sempurna. Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT. Dewan Komisaris.  Menjadi bagian penting dalam mendukung pertahanan dan keamanan nasional 8 . Visi : “Menjadi perusahaan perkapalan dan rekayasa berkelas dunia yang dihormati”. Usaha ini telah menjadi relevan sebagai pemegang kunci untuk meningkatkan industri maritim nasional. berkelas dunia yaitu dalam lingkup kualitas SDM. PAL INDONESIA (Persero) pemeliharaan kapal.2 Visi dan Misi Perusahaan PT. PAL INDONESIA (Persero): para Pemegang Saham. Sedangkan dihormati dalam arti bersungguh-sungguh memberikan nilai tambah pada produk dan pelayanan untuk mencapai antusiasme pelanggan dan bersungguh-sungguh menjaga kehormatan dan integritas perusahaan Misi :  Meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui pemuasan pelanggan dan insan PT. Sebagai usaha untuk mendukung pondasi bagi industri maritim. PT. dan Rekan Kerja. Pengenalan lebih luas di pasar global telah menjadi inspirasi PT. dan metodenya. PAL INDONESIA (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. PT. para Karyawan. serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. organisasi. PAL INDONESIA bekerja keras untuk menyampaikan pengetahuan. PAL INDONESIA (Persero) telah mendunia. produk dan pelayanan. ketrampilan dan teknologi untuk masyarakat luas industri maritim nasional.

Pemesan kapal bukan saja dari dalam negeri bahkan sampai luar negeri. tapi juga pada jenis produksi. 9 . Pemeliharaan dan perbaikan bukan hanya pada kapal. kapal niaga dan lain-lain. misalnya mesin turbin. PT. telah memproduksi kapal BSBC (Box Shaped Bulk Carrier) 50. kapal pesiar.dengan merancang kapal baik berupa kapal perang. ~ Melaksanakan dan penelitian dan pengembangan produk-produk yang merupakan peluang usaha.Yaitu. begitu juga dengan kapal perang.3 Tugas Pokok PT. ~ Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal. PAL INDONESIA juga menerima pemeliharaan kapal yang telah terjual dan menerima perbaikan kapal yang sudah rusak untuk diperbaharui kembali. PAL INDONESIA melakukan penelitian-penelitian dan pengembangan produk yang bergerak dalam bidang pembuatan mesin-mesin yang banyakdibutuhkan oleh masyarakat- masyarakat industri. offshore kilang minyak tengah laut dan sebagainya. PAL INDONESIA (Persero) 2. offshore kilang minyak tengah laut dan sebagainya.000 DWT. Selain merancang kapal juga merancang produk yang bukan kapal misalnya mesin turbin. Selain pembuatan kapal-kapal baru. Container Vessel Palwo Buwono 1600 TEUS. PT. alat penghancur sampah.500 DWT. PT. PAL INDONESIA (Persero) ~ Melaksanakan rancang bangun kapal maupun non kapal. ~ Memproduksi kapal-kapal jenis niaga maupun perang. alat penghancur sampah. Berbagai jenis kapal niapga sudah diproduksi. Sudah ratusan lebih kapal telah terjual mulai dari perahu layar sampai kapal pesiar. Dalam rangka pengembangan perusahaan menuju perusahaan yang terbaik. kapal Tanker 17.

PAL INDONESIA (Persero) secara umum dan penjelasan dari tugas masing-masing divisi dapat dilihat pada halaman berikutnya. 10 . dan 4 (empat) Unit lain. 14 (empat belas) Divisi. PAL INDONESIA (Persero) Struktur organisasi PT. Gambar Struktur organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero) 2. PT.4 Struktur Organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero) terdiri dari Direktorat Utama dan 5 (lima) Direktorat.

Management Akuntansi Manajemen Perbenda- haraan Organisasi Fasum Perusahaan Intern Kualit Strategis Pemasaran Pengadaan Teknologi Desain Kapal Niaga Perang Umum haraan Office Resiko (PMO) & SDM Standa Prusahaan & Perbaikan Unit Program Kemitraan & Proyek Bina Proyek Lingkungan Proyek atatan : Garis Kewenangan Organisasi Struktural Unit Struktural 7 PT. PAL INDONESIA (Persero) 11 Unit Fungsional Klaster BOD . PAL INDONESIA (PERSERO) BOD Direktorat Utama Direktorat Perencanaan & Direktorat Direktorat Direktorat Direktorat Pengembangan Produksi Keuangan SDM & Umum Desain & Teknologi Usaha Project Divisi Divisi Divisi Satuan Div Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi Unit Pembinaan K3LH & Sekretariat Pengawasan Jami Perencanaan Bisnis & Divisi Divisi Divisi Divisi Kapal Rekayasa Pemeli. STRUKTUR ORGANISASI PT.

Satuan Pengawasan Internal (langsung di bawah Direktorat Utama) Memiliki tugas antar lain :  Menyelenggarakan pengawasan.  Menyusun dan menentukan standar ekonomi. publikasi. teknis. 2. pengamatan. PAL INDONESIA (Persero) 1. pengelolaan dan penyempurnaan sistem administrasi yang ada dengan mengacu pada prinsip manajemen keadministrasian.  Memberikan pelayanan hukum serta mempersiapkan dokumen yang mengandung aspek hukum yang diperlukan perusahaan. dan penyebaran informasi mengenai kebijakan maupun aktifitas perusahaan). analisa dan evaluasi terhadap penyelenggaraan operasional dan pengelolaan keuangan perusahaan.  Melaksanakan pembinaan hubungan baik dengan Stake Holder (public relation) guna menumbuhkan citra positif terhadap perusahaan (komunikasi. 12 . Sekretariat Perusahaan (di bawah 5 dewan direksi) Memiliki tugas antara lain :  Mengadakan pembinaan.  Meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya dan sunber dana dalam rangka mendukung profitisasi perusahaan.  Mencegah kemungkinan penyimpangan operasional perusahaan melalui pembinaan sumber daya dan sumber dana. PT. hukum dan manajemen sebagai tolak ukur dalam penilaian atas pelaksanaan tugas pokok di setiap lini perusahaan.

PAL INDONESIA (Persero) 3. DIREKTORAT PERENCANAAN dan PENGEMBANGAN USAHA I. Divisi Jaminan Kualitas dan Standarisasi (di bawah direktorat utama) Memiliki tugas antara lain:  Melaksanakan perencanaan pemeriksaan dan pengujian proyek-proyek yang sedang diproduksi.  Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian guna pengendalian dan jaminan mutu seluruh hasil produksi perusahaan.  Mengkoordinir pelaksanaan pengadaan material sesuai kebutuhan material. Sedangkan untuk unit struktural dan fungsional di bawah lima direktorat adalah sebagai berikut . I.A Divisi Pengadaan Memiliki tugas antara lain :  Merencanakan kebutuhan material baik untuk mendukung proyek maupun operasional.  Melaksanakan pengujian baik merusak maupun tidak merusak untuk material dan hasil produksi.  Mengkoordinir kegiatan purna jual hasil produksi perusahaan selama masa garansi. PT.  Menganalisis dan mengevaluasi hasil pencapaian mutu produksi perusahaan. 13 .

C Divisi Perencanaan Strategis Perusahaan Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan perencanaan dan strategi sesuai dengan visi perusahaan 14 . I. I. segmentasi pasar dan studi kelayakan terhadap produk kapal maupun non kapal.  Melaksanakan pengembangan produk dan pengembangan pasar untuk mendukung produk baru.  Melaksanakan pengawasan terhadap proyek dalam aspek biaya dan kepuasan pelanggan. PAL INDONESIA (Persero)  Mengkoordinir pengelolaan material pada lokasi penyimpanan.  Membuat parencanaan kebutuhan dana untuk menunjang kebutuhan material.  Melaksanakan riset pasar. PT.  Melaksanakan pemasaran dan penjualan produk kapal maupun non kapal.  Mengelola sistem informasi material untuk menunjang unit kerja lain.B Divisi Bisnis dan Pemasaran Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan perencanaan pemasaran jangka panjang dan jangka pendek produk kapal maupun non kapal.

 Melaksanakan strategi pada bidang teknologi. II. 15 .A Divisi Kapal Niaga Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal perang maupun selin kapal perang sesuai dengan kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.  Melaksanakan penelitian dan pengembangan pada bidang rancang bangun dan proses produksi. DIREKTORAT DESAIN DAN TEKNOLOGI II. PT. PAL INDONESIA (Persero) II. penelitian dan pengembangan maupun bidang-bidang lainnya sesuai dengan pengarahan dan ketentuan direksi. DIREKTORAT PRODUKSI III.  Melaksanakan kegiatan Integrated Logistic Support untuk kapal-kapal yang diproduksi.B Divisi Desain III.A Divisi Teknologi Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan perencanaan desain dan engineering untuk proyek-proyek yang sedang berlangsung.  Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan rancang bangun dan penelitian.

B Divisi Kapal Perang Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan pembangunan kapal-kapal sesuai dengan kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.  Merinci IPP ( Instruksi Pelaksanaan Proyek ) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci. peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.  Melaksakan pemasaran dan penjualan untukproduk jasa bagi fasilitas yang idle capacity.  Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien sesuai aspek QCD.  Melaksanakn pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien sesuai aspek QCD. PAL INDONESIA (Persero)  Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity. tenga.  Merinci IPP ( Instruksi Pelaksanaan Proyek ) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.  Mengendalikan dan mengawasi pelaksaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil yang memenuhi 16 . material. III.  Mengendalikan dan mengawasi pelaksaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil yang memenuhi standar kualitas dengan penggunaan biaya. PT.

 Melaksakan pemasaran dan penjualan untukproduk jasa bagi fasilitas yang idle capacity. material. peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin. III. peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.  Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien sesuai aspek QCD. tenga. PT.  Merinci IPP ( Instruksi Pelaksanaan Proyek ) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.D Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan pembangunan kapal-kapal sesuai dengan kebijakan Direktur Pembangunan Kapal. 17 . III. material. PAL INDONESIA (Persero) standar kualitas dengan penggunaan biaya.C Divisi Rekayasa Umum Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan pembangunan kapal-kapal sesuai dengan kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.  Melaksakan pemasaran dan penjualan untukproduk jasa bagi fasilitas yang idle capacity.  Mengendalikan dan mengawasi pelaksaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil yang memenuhistandar kualitas dengan penggunaan biaya. tenga.

material. PT.A Divisi Akutansi Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan dan mempersiapkan kebijakan akutansi perusahaan sesuai dengan prinsip akutansi yang berlaku. III.  Mengendalikan dan mengawasi pelaksaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil yang memenuhistandar kualitas dengan penggunaan biaya.  Menyusun rencana jangka pendek.  Melaksanakan evalusi dan analisis terhadap pengelolaan aset liabilities serta kinerja anak perusahaan dan kerjasama usaha lainnya.E Project Management Office (Unit fungsional) IV. tenga.  Melaksanakan perencanaan dan pengendalian serta pengawasan atas biaya-biaya dan investasi perusahaan. 18 . PAL INDONESIA (Persero)  Merinci IPP ( Instruksi Pelaksanaan Proyek ) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci. peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.  Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien sesuai aspek QCD. DIREKTORAT KEUANGAN IV. menengah maupun jangka panjang dalam bidang akutansi dan keuangan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan perusahaan.

 Melaksanakan analisa pasar keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam rangka mengurangi resiko pasar keuangan. PAL INDONESIA (Persero)  Melaksanakan implementasi dan pengembangan software aplikasi bisnis perusahaan. PT.C Unit Manajemen Resiko V.B Divisi Perbendaharaan Memiliki tugas antara lain :  Melaksanakan kebijakan pendanaan perusahaan sesuai dengan prinsip pengelolaan pendanaan dan perbankan yang berlaku.  Melaksanakan studi kelayakan kinerja keuangan proyek atau bidang usaha mandiri.  Melaksanakan pengelolaan invoicing dan penagihannya untuk menunjang optimalisasi caseflow perusahaan. IV.  Melaksanakan strategi optimalisasi return kinerja keuamgan dan likuiditas perusahaan.A Divisi Pembinaan Organisasi dan SDM Memiliki tugas antara lain :  Merencanakan dan memgevaluasi organisasi sesuai demgan perkembangan bisnis perusahaan 19 . DIREKTORAT SDM dan UMUM V. IV.

dan rotasi dalam rangka peningkatan diri sendiri dan penyegaran penugasan. 2. namun untuk dapat bersaing di arena internasional yang semakin keras.  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan keamanan dan ketertiban. mengelola. V.5 Pengembangan Sumber Daya Manusia Sejarah telah membuktikan kemampuan insan Indonesia sebagai pelaut yang tersohor. namun pendidikan dan training bagi para karyawannya adalah mutlak untuk menghasilkan Sumber Daya manusia yang tangguh dan 20 .  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan utilitasdan lingkungan hidup. murasi. PAL INDONESIA (Persero)  Merencanakan kebutuhan SDM baik jangka pendek maupun jangka panjang beserta perkembangannya.  Melaksanakan proses administrasi. PT. PT. PAL INDONESIA (Persero) menyadari bahwa sejarah dan tradisi dapat menjadi pendorong.  Membina pengelolaan aset perusahaan.  Merencanakan. promosi.B Divisi K3LH dan Fasum Memiliki tugas antara lain :  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan bangunan dan infrastruktur beserta anggarannya. dan mengembangkan sistem pelatihan diri baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.  Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi untuk menunjamg kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan SDM.

PAL INDONESIA (Persero). 2. PAL INDONESIA (Persero) telah berhasil menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kompetensi. dengan membangun standard kompetensi baik fungsional maupun structural sebagai bahan assessment  Restrukturisasi personil yang kompetensinya tidak bisa dikembangkan secara optimal  Penggunaan outsourcing  Mendukung peningkatan produksi disertai dengan pelatihan peningkatan keahlian seperti misalnya pengelasan Selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini. PT. dengan memisahkan fungsi-fungsi Non-core/ pendukung tidak lagi dikelola oleh perusahaan tetapi dengan cara outsourcing  Peningkatan kompetensi. PAL INDONESIA (Persero) memiliki kemampuan tinggi. keahlian dan manajemen Sumber Daya manusia serta pemagangan (apprenticeship) Kesemuanya ini menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dari PT. PAL INDONESIA (Persero) untuk meningkatkan kemampuan inti (core competence) dari para karyawannya. PT. PT. PAL INDONESIA (Persero) menerapkan langkah-langkah strategis pengelolaan Sumber Daya Manusia yang meliputi :  Pemangkasan bisnis proses dengan membangun sistim informasi SDM dengan penggunaan sofware SDM yang disebut ASP  Penataan fungsi organisasi. Dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 2000 personil. PAL INDONESIA (Persero) menyadari posisinya sebagai sebuah perusahaan besar di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan 21 . Sebagai tulang punggung perusahaan. bidang Sumber Daya Manusia mendapat perhatian yang khusus dengan beragam kegiatan yang bertujuan meningkatkan basis kompetensi dari para karyawan PT.6 Pengembangan Masyarakat Dan Lingkungan PT.

Bentuk-bentuk kemitraan yang telah dikembangkan oleh perusahaan meliputi pemberian pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi kepada para pengusaha berskala kecil di wilayah Jawa Timur dan program pelatihan untuk mitra binaan. PT. peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan prestasi olahraga masyarakat. sarana ibadah (mushola. PAL INDONESIA (Persero) tugasnya dalam melestarikan alam sekitarnya. PAL INDONESIA (Persero) terhadap masyarakat dan lingkungannya tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan amal dan gerakan pelestarian lingkungan. Keperdulian PT. pembangunan prasarana umum. masjid dan gereja). Saat ini jumlah mitra binaan mencapai 880 usaha kecil 22 . Perusahaan menerapkan standar manajemen lingkungan ISO 14001 dan memberikan bantuan untuk korban bencana alam. pendidikan (beasiswa) dan fasilitas sekolah.

2 Produk-produk PT.2. dimana di PT. PT. 3. PAL INDONESIA (PERSERO) memiliki beragam produk-produk berkualitas seperti di bawah ini : 3. Dari kapal perang yang mengutamakan kecepatan dan kekuatan sampai ke kapal tanker yang memiliki tingkat safety yang tinggi. PAL INDONESIA. PAL INDONESIA Sebagai galangan kapal dengan pengalaman lebih dari dua dasawarsa. PAL INDONESIA juga melayani perbaikan dan perawatan kapal.  Offshore Construction Pada pembangunan offshore ini PT. pengembangan model-model industri pelayaran nasional dan pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (cargo). Antara lain :  Bangunan Baru (New Building Ship) Adalah salah satu kemampuan utama PT. PAL INDONESIA sanggup untuk membuat struktur jacket hingga 1000 ton. PT. 23 . Produk Kapal Niaga Pengembangan produk kapal niaga diarahkan pada pasar internasional. PAL INDONESIA (Persero) BAB III KEGIATAN DAN USAHA 3.000 DWT kapasitas dok yang ada.1 Kegiatan dan Usaha PT.  Repair and Maintenance PT. Dimana perusaaan ini membangun sebuah kapal dengan berbagai jenis tipe dan kecepatan. PAL INDONESIA memiliki beberapa pelayanan dan usaha dalam bidang perkapalan. PAL INDONESIA dapat menampung kapal hingga 50.1.

Departemen Kelautan.000 BHP  Kapal Ferry dan Penumpang sampai dengan 500 pax 24 . PT.2.000 DWT. Kepolisian RI. kapal LPG Carrier sampai dengan 5. kapal penumpang sampai dengan 500 PAX.500 DWT.600 TEUs (Twenty Equivalent Units). PAL INDONESIA (Persero) tengah mengembangkan produk- produk yang akan dipasarkan di dalam negeri. kapal tanker sampai dengan 30. Produk yang telah dikuasai antara lain:  Kapal Landing Platform Dock 125 M  Kapal Patroli Cepat Lambung Baja klas 57 m  Kapal Patroli Cepat/ Kapal Khusus Lambung Aluminium klas sampai dengan 38 m  Kapal Tugboat dan Anchor Handling Tug/Supply sampai dengan klas 6.000 DWT.600 TEUS. PAL INDONESIA (Persero) Pada saat ini PT.2. Sementara itu produk yang telah dikembangkan antara lain kapal container sampai dengan 2. Saat ini kapal yang sedang dikerjakan dan akan rampung adalah 2 kapal Crude Oil Tanker PERTAMINA berukuran 17. kapal Chemical Tanker sampai dengan 30. dan menghasilkan produk-produk yang sudah pernah dibuat seperti BSBC (Box Shaped Bulk Carrier). PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai teknologi produksi kapal. terutama untuk memenuhi kebutuhan badan-badan pemerintah pusat seperti Departemen Pertahanan.500 DWT 3. Departemen Keuangan/Direktorat Jenderal Bea & Cukai serta Otonomi Daerah maupun swasta.000 DWT. DSBC (Double Skin Bulk Carrier) sampai dengan 50. kapal container sampai dengan 1. Produk Kapal Cepat Khusus Saat ini PT.

PAL INDONESIA adalah salah satu perusahaan dalam bidang shipbuilding and repairing yang memiliki fasilitas teknologi yang maju. 3.000 DWT per tahun. Sementara itu produk rekayasa umum yang sedang dikembangkan adalah Steam Turbine Power Plant. pemerintah serta kapal-kapal yang singgah dan berlabuh di Surabaya. pemeliharaan dan perbaikan elektronika dan senjata serta overhaul kapal selam. Selain itu jasa yang disediakan adalah annual / special survey dan overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang. Jacket structure sampai dengan 1000 ton serta Monopod dan Anjungan (Platform) sampai dengan 1000 ton. Kemampuan ini akan terus ditingkatkan sampai pada taraf kemampuan modular dan EPC bagi industri pembangkit tenaga listrik skala kecil menengah sampai dengan 50 Mega Watt. Pressure Vessels dan Heat Exchangers. swasta. Compressor Module 40 MW. Generator Stator Frame s. PAL INDONESIA (Persero) 3. Produk Jasa Harkan (Pemeliharaan dan Perbaikan) Produk Jasa Harkan kapal maupun non kapal meliputi jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking 600.800 kapal per tahun.3 Rekayasa Umum (General Engineering) Pada saat ini PT. PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai produk Rekayasa Umum seperti Steam Turbine Assembly sampai dengan 600 MW. Dalam hal ini PT. dengan jumlah yang mencapai 6.3. Software 25 . Saat ini PT. Barge Mounted Power Plant 30 MW.AL.2.d 600 MW. PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai teknologi produksi komponen pendukung industri pembangkit tenaga listrik seperti Boiler dan Balance of Point. Komponen Balance of Plant dan Boiler sampai dengan 600 MW. PT. PAL INDONESIA sudah menggunakan software TRIBON.4 Teknologi PT. Peluang pasar untuk kategori pelayanan jasa seperti ini berasal dari TNI . 3.

PAL INDONESIA juga memiliki bengkel yang lengkap untuk proses pembangunan kapal. Gambar 3. Logo Tribon PT. PT. FBC One Side Welding Station 26 . Namun sekarang ini banyak mesin atau fasilitas yang tidak terawat yang akhirnya berdampak pada kerusakan fasilitas tersebut. Gambar 2. Untuk membeli software inipun cukup mahal harganya. PAL INDONESIA (Persero) ini sudah dapat di bilang canggih di kelasnya.

ukuran utama kapal ditentukan melalui proses perhitungan dan pemeriksaan yang sangat panjang dengan menggunakan metode-metode serta formula-formula empiris dan didasarkan pada kapal pembanding. freeboard. 27 . trim. kapasitas. hambatan kapal dan lain-lain. perhitungan dan penggambaran General Arrangement (Rencana Umum). Memperpendek proses desain. Setelah spesifikasi desain kapal telah memenuhi persyaratan berdasarkan pemeriksaan-pemeriksaan yang telah didapatkan. . Dalam hal ini. perhitungan hydrostatic. Kelemahan utama dari pendekatan ini adalah desainer akan memiliki pekerjaan yang sangat banyak dalam tahap-tahap prosesnya sehingga kurang efektif dan memakan waktu yang lama.1 Proses Desain Proses desain kapal dimulai dari penentuan spesifikasi desain yang terdiri dari tipe. dengan data permintaan owner. . Pemanfaatan pengalaman desain untuk proses desain baru dapat membantu desainer memperbaiki proses desain. yaitu. PT. Kelemahan ini dapat diatasi dengan cara memanfaatkan spesifikasi desain kapal lama secara langsung sebagai spesifikasi desain untuk proses desain baru. proses desain kemudian dilanjutkan dengan perhitungan dan penggambaran Lines Plan (Rencana Garis). PAL INDONESIA (Persero) BAB IV DESAIN KAPAL 4. Dilakukan juga pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan displacement. koefisien-koefisien bentuk badan kapal. kecepatan dan lain-lain. Pemanfaatan pengalaman desain dimasa lalu dapat dipertimbangkan sebagai suatu bagian dari kunci proses desain untuk sebuah contoh kasus desain. stabilitas. ukuran utama. Dalam proses ini dilakukan perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan besar displacement kapal. Mengurangi banyak tugas-tugas yang diperlukan untuk membuat desain karena desainer tidak merancang dari awal. proses desain tidak perlu diambil dari awal karena menggunakan desain yang sudah ada untuk mempercepat waktu. Proses penentuan spesifikasi saat ini umumnya telah menggunakan komputer untuk perhitungannya.

4. Setelah melakukan planning kemudian dilakukan contract design kemudian metode-metode dalam perancangan kapal. 4. testing. analyzing dan 28 . perencanaan dari desain direncanakan di bisnis development. Mencapai hasil desain yang lebih memenuhi pemintaan owner 4. Dalam hal ini desainer sudah mempunyai referensi kapal yang sama dengan kapal yang akan dirancang dan telah terbukti mempunyai performa yang bagus secara teknologi dan operasional. 4.1 Parent Design Approach Parent design approach merupakan salah satu metode dalam mendesain kapal dengan cara perbandingan atau komparasi.2 Metode Desain Kapal Dalam proses merancang kapal. motion. resistance dan sebagainya. Metode ini memakai regresi dari beberapa pembanding untuk menentukan main dimension. Keuntungan dalam parent design approach adalah dapat mendesain kapal lebih cepat karena terdapat bahan acuan sehingga proses selanjutnya adalah memodifikasinya dan performa kapal telah terbukti dalam hal stability.2 Trend Curve Approach Metode trend curve approach biasa disebut dengan metode statistik. PT. yaitu dengan cara mengambil sebuah kapal pembanding sebagai acuan yang memiliki karakteristik yang sama dengan kapal yang akan dirancang. Metode-metode tersebut diantaranya.2.2.2. Kelemahan dalam parent design approach adalah metode yang digunakan akan kalah bersaing terhadap metode dengan teknologi yang lebih maju. PAL INDONESIA (Persero) . Dalam metode ini beberapa ukuran kapal pembanding dikomparasi dimana variable dihubungkan kemudian ditarik suatu rumusan yang berlaku terhadap kapal yang akan dirancang. kemudian dibuat planning yang efisien karena menginventasikan uang yang banyak.3 Iteratif Design Approach Iteratif design approach adalah sebuah metodologi desain kapal yang berdasarkan pada proses siklus dari prototyping.

Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan fungsionalitas dari sebuah desain yang sudah ada. perkiraan daya motor induk. Dalam iteratif design approach. 4. merancang baling-baling. mesin. Kelemahan metode ini adalah memakan banyak waktu dan sering terjadi human error dalam perhitungan. Keuntungan dari metode ini yaitu dapat menentukan tenaga. perhitungan ABK. dan perjanjian dengan pemesan dapat dilakukan lebih cepat. interaksi dengan sistem yang dirancang akan digunakan sebagai bentuk informasi untuk penelitian suatu proyek berkembang sebagai versi berurutan. ulanga perancangan seperti desain spiral tidak diperlukan.2. PAL INDONESIA (Persero) menyempurnakan produk atau proses.4 Parametric Design Approach Parametric design approach adalah metode yang digunakan dalam mendesain kapal dengan paramater-parameter tertentu sebagai main dimension yang merupakan hasil perhitungan dari beberapa kapal pembanding kemudian dihitung hambatan kapal. PT. Keuntungan metode ini adalah dapat mendesain kapal lebih terstruktur.5 Optimation Design Approach Optimation design approach adalah metode untuk menentukan ukuran utama kapal yang optimum beserta kebutuhan daya motor penggeraknya pada tahap basic design. Metode ini dapat digunakan untuk tujuan analisis pada tahap basic design atau untuk tujuan studi kelayakan.2. 29 . trim dan lain-lain secara detail. stabilitas. Perubahan dan perbaikan akan dilanjutkan berdasarkan hasil pengujian terbaru sebuah desain. Desain optimum yang digunakan untuk meminimalkan economic cost of transport (ECT). kapasitas ruangan. perhitungan titik berat. 4.

30 . (ii) Daya Dorong (Thrust Power-PT). Daya yang disalurkan (PD ) ke alat gerak kapal adalah berasal dari Daya Poros (PS). Untuk mendapatkan besarnya Daya Efektif kapal. Besarnya gaya hambat yang terjadi harus mampu diatasi oleh gaya dorong kapal (thrust) yang dihasilkan dari kerja alat gerak kapal (propulsor). maka akan mengalami gaya hambat (resistance) yang berlawanan dengan arah gerak kapal tersebut. Ada beberapa pengertian mengenai daya yang sering digunakan didalam melakukan estimasi terhadap kebutuhan daya pada sistem penggerak kapal. sedangkan Daya Poros sendiri bersumber dari Daya Rem (PB) yang merupakan daya luaran motor penggerak kapal.1 REVIEW TENTANG DAYA MOTOR PENGGERAK KAPAL 5.1. (iv) Daya Poros (Shaft Power- PS). Daya Efektif (PE) adalah besarnya daya yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya hambat dari badan kapal (hull). dan (vi) Daya yang diindikasi (Indicated Power-PI). dapat digunakan persamaan sebagai berikut. PAL INDONESIA (Persero) BAB V PERHITUNGAN SPESIFIKASI MESIN KAPAL SSV 5. PT. Daya Efektif ini merupakan fungsi dari besarnya gaya hambat total dan kecepatan kapal. agar kapal dapat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dengan kecepatan servis sebesar VS. (iii) Daya yang disalurkan (Delivered Power-PD).1 DEFINISI & FORMULA Secara umum kapal yang bergerak di media air dengan kecepatan tertentu. antara lain : (i) Daya Efektif (Effective Power-PE). (v) Daya Rem (Brake Power-PB).

yang mana w adalah wake fraction (fraksi arus ikut) Daya Yang Disalurkan ( PD ) adalah daya yang diserap oleh baling-baling kapal guna menghasilkan Daya Dorong sebesar PT. satuan kWatt PE = Gaya Hambat Total. dlm m/det}] VS Daya Dorong (PT) adalah besarnya daya yang dihasilkan oleh kerja dari alat gerak kapal (propulsor) untuk mendorong badan kapal. PD merupakan daya yang disalurkan oleh motor penggerak ke baling-baling kapal (propeller) yang kemudian dirubahnya menjadi Daya Dorong Kapal (PT). dlm. satuan kN Va = Kecepatan advanced aliran fluida di bagian Buritan kapal [m/det] = Vs ( 1 – w ). sehingga persamaan untuk menghitung PD adalah sebagai berikut. Variabel yang berpengaruh pada daya ini adalah Torsi Yang Disalurkan dan Putaran baling- baling. satuan kNm nP = Putaran Baling-balin. dlm.5144 = {Kec. satuan rps 31 . satuan kWatt T = Gaya Dorong. satuan kN RT = Kecepatan Servis kapal [{Kec. dlm. satuan kWatt QD = Torsi Baling-baling kondisi dibelakang badan kapal. dlm. dlm. dlm Knots} * 0. Adapun persamaan Daya Dorong dapat dituliskan sebagai berikut. Daya Dorong merupakan fungsi dari gaya dorong dan laju aliran fluida yang terjadi saat alat gerak kapal bekerja. PT = T * Va (2) dimana: PT = Daya Dorong. dlm. atau dengan kata lain. PD = 2πQD nP (3) dimana : PD = Daya Yang Disalurkan. PT. PAL INDONESIA (Persero) PE = R T * Vs (1) dimana: = Daya Efektif. dlm.

Untuk kapal- kapal yang berpenggerak dengan Turbin Gas. maka besarnya losses akibat sistem transmisi perporosan tersebut adalah berkisar 2 . maka pengaruh rancangan sistem transmisi perporosan adalah sangat besar didalam menentukan besarnya daya PS. 5. meskipun untuk beberapa hal sesungguhnya bukanlah suatu nilai konversi daya secara langsung. PAL INDONESIA (Persero) Daya Poros (PS) adalah daya yang terukur hingga daerah di depan bantalan tabung poros (stern tube) dari sistem perporosan penggerak kapal. Namun bila kamar mesin terletak agak ke tengah atau jauh di depan. 32 .1.2 EFISIENSI PADA SISTEM PENGGERAK KAPAL Sistem penggerak kapal memiliki beberapa definisi tentang daya yang ditransmisikan mulai dari daya yang dikeluarkan oleh motor penggerak hingga daya yang diberikan oleh alat gerak kapal ke fluida sekitarnya. istilah Daya Rem (Brake Power. PB ) adalah daya yang dihasilkan oleh motor penggerak utama (main engine) dengan tipe marine diesel engines. maka besarnya losses akan semakin bertambah. daya yang digunakan adalah PS. Rasio dari daya- daya tersebut sering dinyatakan dengan istilah efisiensi. Jika kamar mesin terletak dibelakang dari badan kapal. PT. Gambar 1 – Gaya-gaya Yang Bekerja Pada Sistem Penggerak Kapal Pada sistem penggerak kapal yang menggunakan Marine Diesel Engines ( type of medium to high speed ). Sementara itu. pada umumnya.3 %.

w adalah wake fraction yang dapat dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut. utk. adalah rasio antara daya efektif (PE) dan daya dorong (PT). Efisiensi Lambung ini merupakan suatu bentuk ukuran kesesuaian rancangan lambung (stern) terhadap propulsor arrangementnya.12 . utk.19 . PE η HULL = PT (4) η = R×VS HULL T ×Va η V T (1 − t ) × S HULL = T × V S (1 − w ) η = (1 − t ) − w ) HULL (5) t dan w merupakan propulsion parameters. dimana t adalah Thrust Deduction Factor yang dapat diperoleh dengan persamaan sebagai berikut. R t=1− (6) T tstandar = 0.05. Kapal dng Baling-baling Kembar dimana CP = Koefisien Prismatik = ∀ ∀ L •B •T •C =L • A (7) m m Sedangkan. PT.5×CP −0. sehingga efisiensi ini bukanlah bentuk power conversion yang sebenarnya. PAL INDONESIA (Persero) Efisiensi Lambung. 33 . pada umumnya diambil angka sekitar 1. Maka nilai Efisiensi Lambung inipun dapat lebih dari satu. Perhitungan-perhitungan yang sering digunakan dalam mendapatkan efisiensi lambung adalah sebagai berikut.5×CP −0. Kapal dng Baling-baling Tunggal = 0. 0HULL.

apakah pada kondisi open water (QO) atau pada kondisi behind the ship (QD). Yakni. T×Va Q η =ηB = 2 πnQ D = O (11) η Q RR O T × V a 2 πnQ O D sehingga 0RR sesungguhnya bukanlah merupakan suatu sifat besaran efisiensi yang sebenarnya bukan merupakan (power conversion).50 •CP -> Single screw ship with stern-bulb Efisiensi Baling-baling (Propeller Efficiency).70 •CP -> Single screw ship with normal stern = 0. Efisiensi ini merupakan power conversion. PT. 0PROP. PAL INDONESIA (Persero) VAV w=1− S wstandar = 0. adalah rasio antara daya dorong (PT) dengan daya yang disalurkan (PD). Efisiensi ini hanya 34 . dan perbedaan nilai yang terjadi adalah terletak pada dimana pengukuran Torsi Baling-baling (Propeller Torque) tersebut dilakukan. sebagai berikut. Persamaan berikut ini menunjukkan kedua kondisi dari Efisiensi Baling-baling. maka muncul suatu rasio efisiensi yaitu yang dikenal dengan sebutan Efisiensi Relative-Rotative (0RR) yang merupakan perbandingan antara Efisiensi Baling-baling pada kondisi di belakang kapal dengan Efisiensi Baling-baling pada kondisi di air terbuka. T ×Va Efisiensi Baling-baling (Open water) :ηO = (9) 2πQ O n PT T×Va Efisiensi Baling-baling (Behind the Ship) : η B = = (10) P 2πQ D n D Karena ada dua kondisi tersebut.

atau ada juga yang menyebutnya Propulsive Coefficient adalah merupakan hasil dari keseluruhan efisiensi di masing-masing phrase daya yang 35 . Efisiensi ini dapat dinyatakan seperti persamaan. namun pada umumnya diambil nilainya adalah berkisar satu. P D ηS = (12) PS Berikut ini adalah beberapa arrangement dari transmisi daya yang sering digunakan pada sistem penggerak kapal Gambar 2 – Efisiensi pada Komponen Transmisi dari Sistem Propulsi Kapal Efisiensi Keseluruhan (0P) yang dikenal juga dengan sebutan Propulsive Efficiency. PAL INDONESIA (Persero) perbandingan dari besaran nilai efisiensi yang berbeda. Maka besarnya efisiensi relative-rotative dapat pula lebih besar dari satu. Efisiensi ini merupakan product dari keseluruhan efisiensi masing-masing individual komponen terpasang. sebagai berikut. Efisiensi Transmisi Poros (0S ) secara mekanis umumnya dapat didefinisikan dengan lebih dari satu macam tipe efisiensi. PT. yang mana sangat tergantung dari bentuk konfigurasi pada stern arrangement-nya.

98 Yangmana PB-CSR adalah daya output dari motor penggerak pada kondisi Continues Service Rating (CSR). Efisiensi Keseluruhan dapat diperoleh dengan persamaan. daya yang dibutuhkan oleh kapal agar mampu beroperasi dengan kecepatan servis VS adalah cukup diatasi oleh 80 . sebagai berikut. PE PT PD ηP = × × =ηHULL ×ηB ×ηS =ηHULL ×ηO ×ηRR ×ηS (13) PT PD PS 0HULL. 5. 36 . yang selanjutnya dioperasikan secara kontinyu untuk menggerakkan kapal pada kecepatan servisnya (VS).85% daya motor (engine rated power) dan pada kisaran 100% putaran motor (engine rated speed). PT.1. Arti phisiknya. Sehingga untuk menentukan besarnya daya motor yang harus di-instal di kapal. peranan yang terpenting adalah upaya-upaya guna mengoptimalkan 0P. Jika besarnya efisiensi mekanis pada susunan gearbox. dan 0RR adalah tergantung pada karakteristik hydrodynamics sedangkan 0S adalah tergantung pada karakteristik mekanis dari sistem propulsi kapal. Maka daya motor penggerak kapal dapat dihitung. yaitu daya motor pada kondisi 80 . adalah seperti yang ditunjukkan oleh persamaan sebagai berikut. 0O. PAL INDONESIA (Persero) terjadi pada sistem propulsi kapal (sistem penggerak kapal). P = PS (14) B −CSR 0. adalah 98 persen (seperti ditunjukkan pada Gambar 2).85% dari Maximum Continues Rating (MCR)-nya. yang berfungsi untuk me-reduce dan me-reverse putaran motor penggerak. seperti persamaan dibawah ini. Namun demikian.3 DAYA MOTOR YANG DI-INSTAL Daya motor penggerak kapal (PB) yang dimaksud adalah Daya Rem (Brake Power) atau daya yang diterima oleh poros transmisi sistem penggerak kapal (PS).

PT.85 Daya pada PB-MCR inilah yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan proses pemilihan motor penggerak (Engine Selection Process). R T = α × V S2 (17) 37 . Tahanan Udara.5×ρ×C ×S ×V 2 (16) T T S dimana D adalah massa jenis fluida (Kg/m3).2 KARAKTERISTIK LAMBUNG & BALING-BALING (HULL & PROPELLER CHARACTERISTICS) Salah satu tahapan yang sangat berpengaruh didalam melaksanakan proses A nalisa Engine . meliputi Tahanan Gesek.1 TAHANAN KAPAL & KECEPATAN SERVIS Tahanan kapal ini merupakan gaya hambat dari media fluida yang dilalui oleh kapal saat beroperasi dengan kecepatan tertentu. R = 0. maka Persamaan (16) dapat dituliskan sebagai berikut . Pada Persamaan (9) dan (10). Besarnya gaya hambat total ini merupakan jumlah dari semua komponen gaya hambat (tahanan) yang bekerja di kapal. CT adalah koefisien tahanan total kapal. S merupakan luasan permukaan basah dari badan kapal (m2). Tahanan Appendages.2.Propeller Matching adalah tahap pemodelan dari karakteristik badan kapal yang dirancang atau diamati. sebagai berikut . Dan jika variabel-variabel tersebut adalah constant ( " ). 5. PAL INDONESIA (Persero) P B −CSR P = (15) B −MCR 0. terlihat bahwa karakteristik badan kapal secara hidrodinamis akan mempengaruhi terhadap kinerja propeller. Tahanan Gelombang. Secara sederhana Tahanan Total Kapal dapat diperoleh dengan persamaan. Hal ini disebabkan karena Karakteristik Badan Kapal mempunyai efek langsung terhadap karakteristik baling -baling (propeller). 5. dsb.

PT. Pada kondisi yang sangat-sangat ideal. sebagai berikut. yang mana digunakan untuk mengatasi Tahanan (Resistance) atau Gaya Hambat kapal. 38 . R T = (18) (1 − t ) dimana t adalah thrust deduction factor.2. karena pada faktanya di badan kapal tersebut terjadi phenomena hidrodinamis yang menimbulkan degradasi terhadap nilai besaran gaya dorong kapal. besarnya gaya dorong yang dibutuhkan mungkin sama besar dengan gaya hambat yang terjadi dikapal. PAL INDONESIA (Persero) R Vs2 Vs Gambar 3 – Karakteristik Tahanan Kapal 5.2 GAYA DORONG KAPAL ( TSHIP ) Gaya Dorong (Thrust) kapal merupakan komponen yang sangat penting. Sehingga untuk gaya dorong kapal dapat ditulis seperti model persamaan. Namun kondisi tersebut sangat- sangat tidak realistis.

2. Model persamaan untuk karakteristik kinerja baling-baling kapal adalah sebagai berikut. diperoleh model persamaan gaya dorong kapal (TSHIP) adalah sebagai berikut. T α V A2 SHIP = (20) (1 − t )( 1 − w ) 2 5. αV S2 T= (19) (1 − t ) Selanjutnya. PAL INDONESIA (Persero) Kemudian dengan mensubstitusi R di Persamaan (18) dengan yang tertulis di Persamaan (17). maka diperoleh hubungan persamaan sebagai berikut. PT. Setiap tipe dari masing-masing baling-baling kapal. Sehingga kajian terhadap karakteristik baling- baling kapal tidak dapat di-generalised untuk keseluruhan bentuk atau tipe dari baling-baling. T Pr op KT = ρ×n2 ×D4 (21) Q Pr op KQ = (22) ρ×n2 ×D5 39 . jika unsur VS pada Persamaan (19) ini juga disubstitusikan dengan Persamaan (8).3 KARAKTERISTIK BALING-BALING KAPAL Secara umum karakteristik dari baling-baling kapal pada kondisi open water test adalah seperti yang direpresentasikan pada Diagram KT – KQ – J (lihat Gambar 4). memiliki karakteristik kurva kinerja yang berbeda-beda.

Advanced dari fluida yg melintasi propeller disk 0O = Efisiensi Baling-baling pd kondisi open water n = Putaran Baling-baling D = Diameter Baling-baling TProp = Gaya Dorong Baling-baling (Propeller Thrust) QProp = Torsi Baling-baling (Propeller Torque) D = Massa Jenis Fluida (Fluid Density) KT 10 0O KQ 0O KQ KT J Gambar 4 – Diagram Kt – Kq – J (Openwater Test ) 40 . PT. PAL INDONESIA (Persero) VA J= (23) n×D J×KT ηO = (24) 2π × K Q dimana: KT = Koefisien Gaya Dorong (Thrust) Baling-baling KQ = Koefisien Torsi Baling-baling J = Koefisien Advanced Baling-baling VA = Kec.

antara lain “perfect surfaces” pada lambung dan baling- baling kapal. KT =β×J2 (27) Jika ditambahkan untuk kebutuhan Hull Service Margin. maka perlu ditambahkan allowances sebesar ± 20% dari nilai KT tersebut. yang mana analisanya dikondisikan untuk ideal conditions. Metodenya adalah dengan mengolah Persamaan (20) dan Persamaan (21). V2 KT =β× A (26) n D2 2 Sehingga diperoleh hubungan persamaan.4 INTERAKSI LAMBUNG KAPAL & BALING-BALING Interaksi lambung kapal dan baling-baling (Hull & Propeller Interaction) merupakan upaya-upaya pendekatan diatas kertas untuk mendapatkan karakteristik kinerja baling-baling saat beroperasi untuk kondisi behind the ship. sebagai berikut. PAL INDONESIA (Persero) 5. calm wind & seas. yaitu kebutuhan yang dikarenakan dalam perhitungan perencanaan. 41 . T α V A2 SHIP = (1 − t )( 1 − w ) 2 T = K × ρ ×n2 × D4 Pr op T T =T Ship Prop α × V A2 KT = (25) (1 − t )(1 − w ) 2 ρn 2 D 4 α jika β = 2 2 (1−t)(1 −w) ρD Maka Persamaan (25) menjadi. Dan notasinya pun ditambahkan sub-script “SM”. PT. sebagai berikut .2. yang artinya adalah service-margins.

PAL INDONESIA (Persero) K T −SM = 120 % × β × J 2 (28) Langkah berikutnya adalah dengan membuat tabulas’ dari Persamaan (27) dan Persamaan (28). Max Gambar 5 – Contoh Tabel Perhitungan KT & KT-SM KT 0O 10 KQ KQ-SM KQ 0O Ttk. J J2 KT KT-SM Min ……. PT. Interseksi KT KT KT J Gambar 6 – Contoh Plotting KT & KT-SM pada Kurva Openwater Test Propeller 42 . Interseksi KT-SM KQ KT-SM Ttk. yaitu dari angka terendah bergerak secara gradual ke angka tertingginya. Harga “J” diambil dari Diagram Openwater Test baling-baling yang akan digunakan pada kapal. ……. Kemudian hasil tabulasi tersebut di-plot-kan pada Diagram Openwater Test baling-baling tersebut seperti yang di-ilustrasi-kan pada gambar-gambar berikut ini. ……. …….

KQ.2. variabel yang terlibat adalah propeller torque dan propeller speed. Sedangkan. yaitu KQ dan KQ – SM . pada kondisi hull service margin.SM. Untuk propeller torque merupakan hasil pengolahan secara grafis dari hull & propeller interaction. 5. maka trend karakteristik propeller power ( Propeller Load ) dapat diperoleh sebagai berikut. Q Pr op =KQ ×ρ×n2×D5 (29) dan Q Pr∗ op = K Q − SM × ρ × n 2 × D 5 (30) Jika KQ . Dan dengan melihat keadaan kurva J. yang kemudian dikembangkan seperti persamaan dibawah ini. PT. KQ pada kondisi trial. maka diperoleh koefisien torsi baling-baling. maka Persamaan (29) dan Persamaan (30) dapat ditulis kembali sebagai berikut. diperoleh harga koefisien propeller torque. Kurva adalah trendline dari propeller thrust coefficient pada kondisi hull service margin dan dengan menarik kurva J sedemikian hingga melewati titik KT-SM. PAL INDONESIA (Persero) Pada Gambar 6 terlihat bentuk interaksi dari kinerja propeller pada kondisi di belakang badan kapal. Selanjutnya. D . KQ-SM . [Power] = [Torque] * [Speed] 43 . kedua angka KQ dan KQ-SM inilah yang digunakan untuk menentukan karakteristik beban propeller (propeller load characteristics). Q Pr op =γ×n2 = f1 ( n 2 ) (31) Q ∗ Pr op = γ ∗ × n 2 = f 2 ( n 2 ) (32) Dari kedua Persamaan (31) dan Persamaan (32) tersebut diatas. yangmana pada Kurva merupakan trendline koefisien propeller thrust untuk trial conditions. D adalah konstan.5 KARAKTERISTIK BEBAN BALING-BALING (PROPELLER LOAD CHARACTERISTICS) Didalam mengembangkan trend karakteristik beban propeller.

Max Gambar 7 – Contoh Tabel Perhitungan PProp = f(n3) PProp [kW] max Propeller Load Karakteristik makin besar !!! Beban Propeller at Service Karakteristik Beban Propeller at Trial nProp max Gambar 8 – Karakteristik Beban Propeller 44 . ……. PT. Gambar 7 dan 8 mengilustrasikan tentang tabulasi dan trend dari propeller power yang dikembangkan. Tabel – Perhitungan PProp = f(n3) nP (nP)3 PProp P*Prop Min ……. yang diperoleh dari “engine speed” setelah diturunkan oleh mechanical gears (perhatikan gears ratio-nya). ……. ……. PAL INDONESIA (Persero) P =Q ×n =γ ×n3 = f (n3 ) (33) Pr op Pr op 1 dan P∗Pr op = Q∗Pr op ×n =γ ∗ ×n3 = f2 (n3 ) (34) Tahap berikutnya adalah mentabulasikan Persamaan (33) dan Persamaan (34) dengan inputan “propeller speed”.

secara kasar dapat dibagi-bagi lagi. Fuel Consumption sebagai fungsi dari engine speed.3. ± 17 % digunakan untuk mengatasi resistance akibat wake & propeller wash. yangmana trend-nya dibawah dari kurva BHP (lost akibat gearbox). PAL INDONESIA (Persero) 5. yangmana energy tersebut hilang ke atmosphere dalam bentuk panas adalah ± 35 % lalu ± 25 % hilang melalui air pendingin dan getaran serta sekitar 2 % hilang pada poros propeller.3. ± 18 % untuk mengatasi skin friction. PT. FUEL MAIN ENGINE FLY WHEEL CHEMICAL MECHANICAL ENERGY COMBUSTION PROCESS ENERGY Gambar 9 – Aliran Energy pada Motor Penggerak 45 . Sehingga hanya sekitar 38 % dari energy dari fuel yang tertinggal untuk propulsion.2 Engine Performance Curves Kurva engine performance pada umumnya oleh engine manufacturers dinyatakan dalam bentuk plotting hubungan antara Brake Horse Power (BHP). ± 27 % terpakai untuk mengatasi wave resistance. Dan jarang ada dari engine manufacturer yang juga menyediakan kurva Shaft Horse Power (SHP). yaitu ± 3 % digunakan untuk mengatasi air resistance.1 Power & Energy Loss Seperti diketahui bahwa energy pada motor penggerak ini adalah berasal dari bahan bakar (fuel). Engine Torque. dan sekitar 35 % dipakai untuk memutar propeller (baling-baling) 5.3 KARAKTERISTIK MOTOR PENGGERAK KAPAL 5. Dari sisa sekitar 38 % tersebut. Proses terhadap engine performance dikapal sendiri melibatkan beberapa tahapan adalah seperti ditunjukkan pada Gambar 9.

Di tahap yang kedua (Combustion Process). A. jumlah dari bahan bakar yang disuplai adalah tergantung pada pengaturan di engine fuel setting (fuel stroke position). PENG = bmep × L × A × n (36) dimana : bmep = Brake mean effective pressure L = Langkah Torak (Length of stroke) A = Area of piston-bore (Luasan torak) n = Rate of power strokes Dari Persamaan (36) terlihat bahwa besarnya engine power sangat tergantung dari besarnya bmep yang terjadi pada engine. dan n pada suatu engine adalah sudah tetap. Sehingga dengan kata lain. PT. besarnya engine power adalah proporsional dengan nilai dari bmep yang terjadi. seperti yang ditunjukkan pada Persamaan (35) sebagai berikut. karena harga L. engine power dapat dinyatakan sebagai berikut. Tahap yang ketiga adalah engine power yang diukur dengan metode pengereman di engine test bed. Sedangkan. PAL INDONESIA (Persero) Tahap yang pertama adalah energy dari fuel (bahan bakar). . yang mana merupakan power output dari engine seperti yang ditunjukkan pada Persamaan (37) sebagai berikut. • PENG = m fuel ×C f (35) dimana : PENG = Engine Power (Daya Motor Penggerak) • m fuel = mass fuel rate (Laju Aliran Bahan Bakar) Cf = Calorific Value of Fuel (Nilai Kalor Bahan Bakar) Persamaan (35) merepresentasikan bahwa besarnya engine power adalah proporsional dengan banyaknya jumlah bahan bakar yang disuplai ke engine.

apabila pada proses pembakaran didalam silinder terjadi perubahan harga Brake Mean Effective Pressure (bmep). PT. m fuel ∞ bmep ∞ QEng Artinya “Nilai Engine Torque (QEng ) akan secara signifikan berubah. PAL INDONESIA (Persero) P =Q ×n ENG ENG ENG (37) dimana : QEng = Engine Torque nEng = Engine Speed Berdasarkan Persamaan (37) tampak bahwa perubahan yang signifikan dari engine power hanya dapat dilakukan dengan merubah nilai dari engine torque- nya. Dan perubahan harga bmep tergantung pada jumlah Mass Fuel Rate ( m• fuel ) yang disuplai ke engine” Hubungan engine torque dan engine speed dapat diilustrasikan seperti gambar berikut ini. dan Persamaan (37) memiliki keterikatan dan pengaruh secara proporsional. Engine Power Different Fuel Setting Engine Speed Gambar 10 – Grafik Hubungan Engine Torque & Engine Speed Engine Power Different Fuel Setting Shows Constant Torque . Masing-masing variabel potensial pada Persamaan (35). Persamaan (36). sehingga kondisi tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut.

maka terlebih dahulu harga kedua trendline dijadikan dalam persen (%) seperti yang digambarkan pada kurva berikut ini.3 KOMBINASI KARAKTERISTIK ENGINE & PROPELLER 5. Karakteristik Propeller adalah seperti yang telah ditunjukkan pada Gambar 8.3. PT. 5. f(n3) nProp & nEng [%] n . Untuk dapat menyamakan kedua trendline tersebut ke dalam satu sarana plotting yang sama. Perubahan pada engine power tergantung pada fraction engine torque. PProp & PEng [%] Matching Point P Engine Characterist ic Propeller Load Characteristic. PAL INDONESIA (Persero) Engine Speed Gambar 11 – Grafik Hubungan Engine Power & Engine Speed Sementara itu. atau bmep. yaitu titik operasi putaran motor dimana power yang di-absorb oleh propeller sama dengan power produced oleh engine dan menghasilkan kecepatan kapal yang mendekati sama persis dengan kecepatan servis kapal yang direncanakan. Gambar 11 merepresentasikan hubungan antara engine power dan engine speed.1 Matching Point Matching point merupakan suatu titik operasi dari putaran motor penggerak kapal (engine speed) yang sedemikian hingga tepat (match) dengan karakter beban baling-baling. sedangkan Karakteristik engine telah direpresentasikan pada Gambar 11.

sebagai berikut.F (Full Ahead) Gambar 13 memberikan ilustrasi beberapa kondisi matching points antara kurva- kurva torsi motor penggerak terhadap kurva beban propeller. Sehingga penetapan putaran operasi dari motor penggerak. P. . Perubahan pada engine torque inilah yang selanjutnya dipakai untuk menentukan besaran putaran engine dengan cara men. merupakan “kunci” kesuksesan dalam operasional sistem propulsi kapal secara keseluruhan. sebab daya yang dihasilkan oleh motor penggerak adalah sama dengan daya yang diabsorb oleh propeller. (a) REDUCING FUEL SUPPLIED TO ENGINE Penurunan bahan bakar (fuel) yang disuplai ke engine akan menyebabkan turunnya bmep. Yaitu bilamana kapal diinginkan bergerak dengan kecepatan yang relatif rendah (slow ahead). atau Nmile/hour). seperti misalnya kondisi . atau rps) dan kecepatan kapal (knots. Terlihat titik perpotongan antara kurva engine torque [ ] dan kurva propeller load yangmana menghasilkan titik operasi {P1 & N1}. PAL INDONESIA (Persero) Gambar 12 – Matching Point Engine & Propeller Pada engine speed. PT. Seperti diketahui bersama bahwa di kapal yang dapat dilihat adalah indikator engine speed (rpm.H (Half Ahead) . Hal ini tentunya akan memberikan konsekuensi yang optimal terhadap pemakaian konsumsi bahan bakar dari motor penggerak kapal terhadap kecepatan servis kapal yang diinginkan. n adalah merupakan titik operasi putaran motor penggerak yang sesuai dengan kondisi beban propeller.S (Slow Ahead) . dan tentunya akan menurunkan engine torque.set posisi engine throttles (fuel stroke position) untuk kebutuhan operasional kapal.

Propeller Load Characteristic. f(n3) PProp & PEng [%] Engine Characterist P3 ic Fuel P2 Reducing P1 Matching Points nProp & nEng [%] N1 N2 N3 Gambar 13 – Engine Torques vs Propeller Load Sedangkan pada matching points (P2 & N2) dan (P3 & N3) adalah dibutuhkan untuk mendukung dan memenuhi tingkat operasional kapal. (b) EFFECT OF INCORRECT PITCH PProp & PEng [%] Pitch too high (Heavy Propeller) P2 Pitch too low (Light Propeller) P1 P3 Matching Points Max. Engine Torque nProp & . bilamana dikehendaki peningkatan kecepatan servis kapal. PAL INDONESIA (Persero) daerah perairan terbatas. PT.

PAL INDONESIA (Persero) N3 N1 N2 nEng [%] Gambar 14 – Engine Torque vs Propeller Loads (Incorrect Pitch) Jika matching point untuk pitch yang tepat adalah pada titik operasi (P1 & N1). maka tentunya lambung kapal akan mengalami kekasaran permukaan akibat adanya binatang laut (tirem. PT. sehingga putaran engine akan naik hingga N2. Demikian juga sebaliknya. Kemudian titik potong kurva beban propeller tersebut dengan kurva maximum engine torque. Maka beban propeller yang terjadi akan bergeser turun. ketika beban propeller lebih ringan akibat pengambilan pitch yang terlalu rendah. Kondisi seperti ini adalah sangat tidak menguntungkan untuk operasi engine. . kerang. Hal ini secara umum akan menambah nilai dari tahanan kapal. maka trend beban cenderung bergeser naik. Dari Gambar 14 terlihat bahwa ketika beban propeller bertambah (heavy propeller) akibat pitch yang terlalu tinggi. cenderung bergeser sedemikian hingga putaran engine turun hingga titik N3. maka kondisi pitch yang tidak tepat untuk kurva beban propeller terjadi seperti kurva dan kurva. seperti direpresentasikan pada Gambar 15. seakan-akan engine beroperasi dalam kondisi over load. sedangkan kurva menunjukkan karakteristik beban propeller untuk kondisi pitch yang terlalu tinggi (heavy propeller). Kurva menunjukkan karakteristik beban propeller untuk kondisi pitch yang terlalu rendah (light propeller load). (c) DESIGN FOR RESISTANCE CHANGE Dalam operasional kapal hingga kurun waktu tertentu. Kondisi ini pun tentunya akan merusak engine. karena engine seakan-akan beroperasi dalam kondisi over speed. dll) yang menempel pada dinding-dinding lambung tersebut.

kondisi kurva beban propeller seperti yang digambarkan pada kurva. etc). Sebagai catatan bahwa kondisi operasi kurva adalah masih berada ± 90% rated bmep (atau 85-90% pada rated power at 100% rated speed) . maka engine speed dapat dipertahankan pada N1. Akan tetapi bila engine masih memiliki margin yang cukup sedemikian hingga kurva engne torque dapat dinaikkan seperti yang digambarkan oleh kurva. N1. Sehingga kondisi operasional kapal tidak terganggu (kecepatan servis kapal masih mampu dipertahankan). PAL INDONESIA (Persero) PProp & PEng [%] Beban Propeller P3 bertambah (foulings. maka design speed untuk kapal sudah dapat dicapai pada kondisi engine speed. PT. Dan tentu sebagai konsekuensi adalah kecepatan servis kapal akan mengalami penurunan juga. Namun. saat lambung kapal sudah banyak ditempeli oleh binatang laut maka tahanan kapal akan berubah seperti yang ditunjukkan oleh kurva. Bila engine di- running tetap seperti yang ditunjukkan oleh kurva. maka engine speed akan turun dari N1 ke N2. smooth. Dan saat itu jika engine di- running dengan engine torque seperti digambarkan oleh kurva. etc) P1 P2 Beban Propeller saat kondisi kapal masih baru nProp & N2 N1 nEng [%] Gambar 15 – Engine Torques vs Propeller Loads change Ketika kapal masih dalam kondisi baru (clean hull.

PT. PAL INDONESIA (Persero) LEMBAR PENGESAHAN Telah melaksanakan Kerja Praktek di PT. 18 Agustus 2016 KEPALA MACHINERY OUTFITTING PEMBIMBING DESIGN DEPARTMENT KEPALA DIKLAT DIVISI PEMBINAAN ORGANISASI & SDM . PAL INDONESIA (Persero) pada tanggal 18 Juli s/d 18 Agustus 2016 dan telah menyelesaikan laporan dengan perincian sebagai berikut: Nama : Faiz Akhdan NPM : 1206224981 Fakultas : Teknik Mesin Penempatan : Divisi Desain Surabaya.