You are on page 1of 10

http://ai-wulan.blogspot.co.id/2012/10/jurnal-ilmiah.

html
Jurnal ilmiah
KEARIFAN LOKAL BUDAYA SUNDA YANG TERDAPAT
DI PANJALU

Oleh :
Rizka Syamsiyah Noor & Nendah Suci Hernawati

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Sejarah
Universitas Galuh Ciamis

Abstrak:
Nama Panjalu pada masa lalu merupakan nama sebuah kerajaan yang
diperintah secara turun temurun. Akan tetapi, Panjalu di masa sekarang adalah nama
sebuah desa, yang kemudian dijadikan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Ciamis,
Jawa Barat (Jabar). Sejak awal Maret 2004 lalu, Desa Panjalu ditetapkan sebagai
daerah wisata oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Panjalu adalah salah satu
dari sedikit lokasi wisata yang mampu memadukan keindahan alam dengan potensi
budayanya yang adiluhung. Selain itu, di sana juga bisa melakukan wisata ziarah,
karena terdapat sekitar 28 lokasi ziarah, tempat para leluhur Panjalu yang diakui
sebagai cikal bakal Sunda dimakamkan. Namun, dari banyak pilihan itu, Situ
Lengkong bisa dinilai sebagai pusat kegiatan wisata alam sekaligus wisata ziarah.
Kata kunci: Sejarah Panjalu, Silsilah Panjalu dan Masuknya Pengaruh Islam dan
Cirebon.
Sejarah Panjalu
Nama Panjalu pada masa lalu merupakan nama sebuah kerajaan yang
diperintah secara turun temurun. Akan tetapi, Panjalu di masa sekarang adalah nama
sebuah desa, yang kemudian dijadikan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Ciamis,
Jawa Barat (Jabar). Sejak awal Maret 2004 lalu, Desa Panjalu ditetapkan sebagai
daerah wisata oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Kecamatan Panjalu mempunyai luas wilayah sebesar 50,60 Km² dengan jumlah
penduduk 46.991 jiwa serta tingkat kepadatan penduduk sebanyak 300 jiwa/Km².
Jumlah penduduk terbanyak dan kepadatan penduduknya tertinggi ada di Desa
Panjalu sebanyak 11408 jiwa/Km².
Letak Geografis Kecamatan Panjalu sebelah Utara berbatasan dengan
Kecamatan Sukamantri, di sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan
Panumbangan, di sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Lumbung, dan di
sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Sawal.
Keadaan iklim di Kecamatan Panjalu terutama jika dilihat dari jumlah curah
hujan pada tahun 2010 agak kurang, yakni dengan rata-rata hari hujan sebanyak 270
hari / bulan dan rata-rata curah hujan sebesar 4.222 mm / bulan. Jumlah curah hujan
tertinggi terjadi pada bulan Mei sebesar 694 mm dan jumlah curah hujan terendah
terjadi pada bulan November yaitu sebesar 124 mm. Jika dilihat dari banyaknya hari
hujan terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, Mei dan Oktober masing-masing

Pantai Pangandaran. termasuk penobatan raja-raja Panjalu bahkan mungkin penobatan Maharaja Sunda. yang menyimpan catatan sejarah panjang tanah leluhurnya mengungkapkan. Daerah ini sebenarnya sudah dikenal sebagai daerah yang banyak dikunjungi wisatawan. selain tentunya primadona wisata Ciamis. Selain itu. atau sekitar 110 kilometer dari Bandung. militan juga disegani.5 m x 0. sebanyak 24-28 hari sedangkan bulan-bulan kering terjadi pada bulan April. karena terdapat sekitar 28 lokasi ziarah. Nusa Larang adalah sebuah pulau yang terdapat di tengah-tengah Situ Lengkong. Situ Lengkong bisa dinilai sebagai pusat kegiatan wisata alam sekaligus wisata ziarah. Namun. desa ini juga bisa ditempuh dengan perjalanan serupa sepanjang 75 kilometer dari Kuningan. dari banyak pilihan itu.2 m. beberapa lokasi yang pernah menjadi pusat kerajaan adalah :  Karantenan Gunung Sawal Karantenan Gunung Sawal menjadi pusat kerajaan semasa Panjalu menjadi daerah Kebataraaan. .  Nusa Larang Prabu Sanghyang Borosngora memindahkan kaprabon (kediaman raja) dari Dayeuhluhur ke Nusa Larang. Kaprabon Dayeuhluhur terletak di bukit Citatah tepi Situ Bahara (Situ Sanghyang). atau dibandingkan dengan watak orang Sunda pada umumnya. Watak orang Panjalu sampai sekarang di mata orang Sunda pada umumnya. Sementara Nusa Pakel dijadikan Tamansari dan di Hujung Winangun dibangun Kapatihan untuk Patih Sanghyang Panji Barani. Batara Layah dan Batara Karimun Putih. Di Karantenan Gunung Sawal ini terdapat mata air suci dan sebuah artefak berupa situs megalitik berbentuk batu pipih berukuran kira-kira 1. Juli dan Agustus. karena konon memiliki banyak ilmu kanuragan warisan dari nenek moyang mereka.7 m x 1. tempat para leluhur Panjalu yang diakui sebagai cikal bakal Sunda dimakamkan. Seorang putra Panjalu. termasuk Kerajaan Padjadjaran yang dipimpin Prabu Siliwangi. Untuk menyeberangi situ menuju Keraton Nusa Larang dibangun sebuah Cukang Padung (jembatan) yang dijaga oleh Gulang-gulang (penjaga gerbang) bernama Apun Otek. nama Panjalu merupakan sebuah singkatan dari “PAPAGON NAGARA JADIKEUN AMALAN LAHIR BATIN ULAH SALAH”. Tidak jauh dari Dayeuhluhur terdapat hutan larangan Cipanjalu yang menjadi tempat bersemedi raja-raja Panjalu. yaitu semasa kekuasaan Batara Tesnajati. yang kemudian menurunkan generasi kerajaan yang pernah ada di wilayah ini. Panjalu adalah salah satu dari sedikit lokasi wisata yang mampu memadukan keindahan alam dengan potensi budayanya yang adiluhung. Sementara dari wilayah Cirebon. Dari ibu kota Ciamis. orang Panjalu dikenal lebih keras. Dinamai juga Nusa Gede karena pada zaman dulu ada juga pulau yang lebih kecil bernama Nusa Pakel. Tokoh ini diyakini sebagai pemimpin pertama di Jabar.  Dayeuhluhur Maparah Dayeuhluhur (kota tinggi) menjadi pusat pemerintahan sejak masa Prabu Sanghyang Rangga Gumilang sampai dengan Prabu Sanghyang Cakradewa. di sana juga bisa melakukan wisata ziarah. posisi Desa Panjalu berada 41 kilometer ke arah utara. Batu ini diduga kuat digunakan sebagai sarana upacara-upacara keagamaan. Ibu Kota Panjalu Ibukota atau pusat kerajaan Panjalu berpindah-pindah sesuai dengan perkembangan zaman. H. Atong Tjakradinata. Panjalu di masa lalu adalah sebuah kerajaan yang dipimpin Sanghyang Tunggal Ratu Galuh Nyakrawati Ing Nusa Jawa.

Buyut Asuh. Demang Wargabangsa I. Dalem Penghulu Gusti. Menjabat sebagai Patih Panjalu pada masa pemerintahan Arya Wirabaya. Rinduwangi 2. 14. 15. Sri Manggelong di Kubang Kelong. Dayeuh Nagasari Ciomas Dayeuh Nagasari dijadikan kediaman raja pada masa pemerintahan Prabu Rahyang Kancana sampai dengan pemerintahan Bupati Raden Arya Wirabaya. 13. Silsilah Ciomas Panjalu 1. Menjabat sebagai Patih Panjalu pada masa pemerintahan Tumenggung Cakranagara II menggantikan Demang Suradipraja. Sementara itu pusat kerajaan Panjalu ditandai dengan sembilan tutunggul gada-gada perjagaan yaitu patok-patok yang menjadi batas pusat kerajaan sekaligus berfungsi sebagai pos penjagaan yang dikenal dengan Batara Salapan. dan Nyi Raden Sanggrana (diperisteri seorang Sultan Cirebon). Pada masa pemerintahan Prabu Rahyang Kancana. Menjabat sebagai Patih Panjalu pada masa pemerintahan Tumenggung Wirapraja. Demang Prajanagara diangkat menjadi Patih Galuh. Menjabat sebagai Patih Panjalu pada masa pemerintahan Arya Sumalah dan Pangeran Arya Sacanata. Sri Manggulang di Cipalika. Menjabat sebagai Patih Panjalu pada masa pemerintahan Tumenggung Cakranagara I. 4. Dalem Margabangsa. Kebo Patenggel di Muhara Cilutung. Dayeuh Nagasari sekarang termasuk kedalam wilayah Desa Ciomas. 9. berputera Demang Wargabangsa II. 11. 8. Demang Dendareja diangkat menjadi Patih Galuh. 7. Ciamis. 5. Kecamatan Panjalu. 2. memperisteri Nyi Raden Panatamantri binti Tumenggung Cakranagara I dan mempunyai tiga orang anak bernama 1) Demang Diramantri II. Bahara 3. Hujungtiwu . Sedangkan sang adik yaitu Demang Wangsadipraja menjadi Patih Panjalu pada masa pemerintahan Tumenggung Cakranagara III. Demang Cakrayuda memperisteri Nyi Raden Rengganingrum binti Tumenggung Cakranagara II dan menurunkan putera bernama Demang Dendareja. Buyut Pangasuh. Dalem Wangsanangga. Dalem Mangkubumi. 6. 3. yaitu terdiri dari: 1. Buyut Surangganta. Demang Diramantri II. berputera Demang Diramantri I. berputera Demang Wargabangsa I. Demang Wargabangsa II. Buyut Suranggading. 12. dan 2) Demang Cakrayuda. Demang Diramantri I. Demang Wangsadipraja mempunyai dua orang anak yaitu: 1) Demang Prajanagara.  Dayeuh Panjalu Raden Tumenggung Wirapraja kemudian memindahkan kediaman bupati ke Dayeuh Panjalu sekarang. di Ciomas juga terdapat sebuah pemerintahan daerah yang dikepalai oleh seorang Dalem(Bupati) bernama Dalem Mangkubumi yang wilayahnya masuk kedalam kekuasaan Kerajaan Panjalu. 2) Demang Wangsadipraja. Dalem Wangsaniangga. 16. sedangkan adiknya yang bernama Demang Cakrayuda diangkat menjadi Patih Kuningan. Demang Wangsadipraja. memperisteri Nyi Raden Siti Kalimah binti Raden Jiwakrama bin Pangeran Arya Sacanata. 10.

Maparah Masuknya Islam dan Pengaruh Cirebon Sunan Gunung Jati Menurut cerita yang disampaikan secara turun-temurun. Sri Baduga Maharaja juga memindahkan ibokota Sunda dari Kawali ke Pakwan Pajajaran. Mandala. Air zamzam tersebut kemudian dijadikan cikal-bakal air Situ Lengkong. Lewa dan Kandangwesi (Pleyte. Sri Keukeuh Saeukeurweuleuh di Ranca Gaul. yaitu ketika Kian Santang atau Raja Sangara (adik Pangeran Cakrabuana Walangsungsang) yang setelah diislamkan oleh Baginda Ali di Mekkah kemudian berusaha mengislamkan ayahnya Sang Prabu Siliwangi. Penyebaran Islam secara serentak dan menyeluruh di tatar Sunda sesungguhnya dimulai sejak Syarif Hidayatullah (1448-1568) diangkat sebagai penguasa Cirebon oleh Pangeran Cakrabuana bergelar Gusti Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) dan menyatakan melepaskan diri dari Kemaharajaan Sunda dengan menghentikan pengiriman upeti pada tahun 1479. Peristiwa ini terjadi ketika wilayah Sunda dipimpin oleh Sang Haliwungan Prabu Susuktunggal (1475-1482) di Pakwan Pajajaran dan Ningrat Kancana Prabu Dewa Niskala (1475-1482) di Kawali. Batara Terus Patala di Ganjar Ciroke. Jauh sebelum itu. Citatah 7.A. Banjarangsana 9. Denuh. Sang Bukas Tangan di Citaman. Talaga. cis (tongkat) dan pakaian kebesaran. Jayadewata kemudian dinobatkan sebagai penguasa Pakwan Pajajaran dan Kawali bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakwan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Sementara itu menurut Babad Panjalu: dari Baginda Ali. para pemeluk agama Islam hanya terkonsentrasi di daerah-daerah pesisir atau pelabuhan yang penduduknya banyak melakukan interaksi dengan para saudagar atau pedagang dari Gujarat. namun salah satu alasan perpindahan ibukota negara ini diduga kuat sebagai antisipasi semakin menguatnya kekuasaan Demak dan Cirebon. Windu Galuh. Puteri Prabu Susuktunggal yang bernama Nay Kentring Manik Mayang Sunda kemudian dinikahkan dengan putera Prabu Dewa Niskala yang bernama Jayadewata. Geger Bandung. meskipun hal ini bukan kali pertama ibukota Kemaharaajaan Sunda berpindah antara Sunda dan Galuh. Malaka. pedang. Pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (1481-1521) kerajaan-kerajaan yang masih mengirimkan upetinya ke Pakwan Pajajaran adalah Galunggung. Legenda rakyat ini mirip dengan kisah PangeranKian Santang atau Sunan Godog Garut. Sindangherang 6. 4. Tengger 5. Lembu Dulur di Giut Tenjolaya. Sang Ratu Lahuta di Gajah Agung Cilimus. . Sanghyang Borosngora mendapatkan cinderamata berupa air zamzam. masuknya Islam ke Panjalu dibawa oleh Sanghyang Borosngora yang tertarik menuntut ilmu sampai ke Mekkah lalu di-Islamkan oleh Sayidina Ali bin Abi Thalib R. dengan demikian maka seperti juga mendiang kakeknya yang bernama Niskala Wastu Kancana ia menyatukan Pakwan Pajajaran (Sunda) dan Kawali (Galuh) dalam satu mahkota Maharaja Sunda. sedangkan pusaka-pusaka pemberian Baginda Ali itu sampai sekarang masih tersimpan diPasucian Bumi Alit dan dikirabkan setelah disucikan setiap bulan Mulud dalam upacara Nyangku di Panjalu pada hari Senin atau hari Kamis terakhir bulan Maulud (Rabiul Awal). Sri Pakuntilan di Curug Goong. 1911:172). Persia dan Timur Tengah. Golat 8. Akan tetapi hal itu tidak bertahan lama karena satu persatu daerah bawahan Sunda itu ditaklukan Cirebon. Puma.

Akibat peristiwa ini. kata situ artinya danau. Pada tahun 1579 pasukan koalisi Banten-Cirebon dipimpin oleh Sultan Banten Maulana Yusuf berhasil mengalahkan pertahanan terakhir pasukan Sunda. Suranggajaya kemudian diangkat menjadi Bupati Kuningan bergelar Sang Adipati Kuningan karena Kuningan menjadi bagian dari Cirebon. siger. Sanghyang Kondanghapa dan Batara Pancar Buana (Terong Peot) berhasil menyelamatkan atribut pakaian kebesaran Maharaja Sunda yang terdiri dari mahkota emas simbol kekuasaan Raja Pakwan. Di Kerajaan Kuningan Ratu Selawati menyerah kepada pasukan Cirebon. maka diperkirakan pada periode yang bersamaan Kerajaan Panjalu juga menjadi taklukan Cirebon dan menerima penyebaran Islam. Berdasarkan rentetan peristiwa- peristiwa yang terjadi di kerajaan-kerajaan tetangganya tersebut. benda-benda yang menjadi simbol Kemaharajaan Sunda diboyong ke Banten termasuk batu singgasana penobatan Maharaja Sunda berukuran 200cm x 160cm x 20cm yang bernama Palangka Sriman Sriwacana (orang Banten menyebutnya Watu Gilang atau batu berkilau) . Di kerajaan Galuh. Dalam Bahasa Sunda. penguasa Galuh yang bernama Ujang Meni bergelar Maharaja Cipta Sanghyang di Galuh berusaha mempertahankan wilayahnya dari serbuan pasukan Cirebon. Di Sumedang Larang Ratu Setyasih atau Ratu Inten Dewata atau Ratu Pucuk Umun (1530-1579) mengakui kekuasaan Cirebon dan memeluk Islam. Kemaharajaan Sunda sendiri posisinya semakin lama semakin terjepit oleh kekuasaan Cirebon-Demak di sebelah timur dan Banten di sebelah barat. Raja Talaga Sunan Parunggangsa ditaklukkan Cirebon pada tahun 1529 dan kemudian bersama puterinya Ratu Sunyalarang. kaprabon dan ibukota Kemaharajaan Sunda yaitu Pakwan Pajajaran berhasil diduduki. Prabu Ragamulya Surya Kancana (1567-1579) beserta seluruh anggota keluarganya menyelamatkan diri dari kaprabon yang menandai berakhirnya Kemaharajaan Sunda. apalagi setelah Presiden IV RI K. ketika peristiwa itu terjadi empat orang kepercayaan Prabu Ragamulya Surya Kancana yang dikenal dengan Kandaga Lante yang terdiri dari Sanghyang Hawu (Jayaperkosa). Di tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau yang dinamai . Situ Lengkong atau dikenal juga dengan Situ Panjalu terletak di ketinggian 700 meter di bawah permukaan laut. tapi karena kekuatan yang tidak seimbang maka ia bersama puteranya yang bernama Ujang Ngekel yang kemudian naik tahta Galuh bergelar Prabu di Galuh Cipta Permana (1595-1608) juga mau tak mau harus mengakui kekuasaan Cirebon serta akhirnya memeluk Islam dengan sukarela. juga menantunya Ranggamantri Pucuk Umun secara sukarela memeluk Islam. Demikian juga yang terjadi di Kerajaan Sindangkasih (Majalengka). Atribut-atribut kebesaran tersebut kemudian diserahkan kepada Raden Angkawijaya putera Ratu Inten Dewata (1530-1579) yang kemudian naik tahta Sumedang Larang dengan gelar Prabu Geusan Ulun (1579-1601). serta perhiasan lainnya seperti benten. Dewasa ini Nusa Larang dan Situ Lengkong Panjalu menjadi obyek wisata alam dan wisata ziarah Islami utama di Kabupaten Ciamis dan selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari seluruh Indonesia terutama dari Jawa Timur. kalung bersusun dua dan tiga. dan kilat bahu. Batara Adipati Wiradijaya (Nangganan). tampekan. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diketahui beberapa kali berziarah di Nusa Larang dan mengaku bahwa dirinya juga adalah keturunan Panjalu. salah seorang puterinya kemudian dinikahkan dengan anak angkat Gusti Susuhunan Jati yang bernama Suranggajaya.H. Menurut sumber sejarah Sumedang Larang. Situ Lengkong sekarang termasuk kedalam wilayah Desa/Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

Menurut sejarah.95 hektar dan Nusa Gede 9. Sunda: pasir artinya bukit).Nusa Larangan atau Nusa Gede atau ada juga yang menyebutnya sebagai Nusa Panjalu. sebelumnya daerah ini adalah kawasan legok (bhs.25 hektar. kemudian air yang ada pada lembah itu bertambah banyak dan akhirnya menjadi sebuah danau yang sekarang disebut dengan Situ Lengkong Panjalu dan sekaligus merupakan benteng pertahanan keraton. burung hantu. Sunda : lembah) yang mengelilingi bukit bernama Pasir Jambu (Bhs.5 hektar dimana di sana terdapat makam penyebar agama Islam yang disebut dengan Mbah Panjalu. Beliau menginginkan agar putra yang akan menggantikannya kelak haruslah memiliki ilmu yang paling ampuh dan paling sempurna. yaitu mempelajari dan mendalami agama Islam dengan mengucap dua kalimah syahadat. Sedangkan hewan yang terdapat di wilayah ini adalah kalong besar. Situ Lengkong bukanlah situ alam yang terjadi dengan sendirinya. Sekarang ini. Nusa Gede merupakan pulau yang terletak di tengah Situ Lengkong Panjalu. Nusa Gede menjadi hutan lindung di bawah pengawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang di dalamnya terdapat cagar budaya di bawah lindungan suaka peninggalan sejarah dan purbakala yang berkedudukan di Serang. [Sugeng Sumaryadi/Eries M Rizal/N-3] Daftar pohon-pohon di lokasi Nusa Gede/Situ Lengkong Panjalu: Nomor Nama Pohon Jumlah 1 Ki Bima 1 2 Ki Sapu 5 3 Picung Celeng 3 4 Hamba Ruta 13 5 Ki Kadanea 37 6 Kalapa Ciung 42 7 Manglad 1 8 Manglid 26 9 Ki Sapi 4 10 Tenggak Caah 6 . pakaian kesultanan serta perlengkapan pedang dan cis dengan mengemban tugas harus menjadi raja Islam sekaligus mengIslamkan rakyatnya. Menurut legenda rakyat dan Babad Panjalu. Jadi. Di wilayah ini tedapat 32 jenis pohon yang mencapai 307 buah pohon. Sampailah beliau di Tanah Suci Makkah dan di sanalah tujuannya tercapai. Luas Situ Lengkong sendiri adalah 57. luas keseluruhan Situ Lengkong adalah 67. melainkan hasil dari buatan para leluhur Panjalu. Kerajaan Panjalu pun berubah menjadi kerajaan Islam. Situ Lengkong adalah sebuah danau buatan. Air zamzam yang dibawanya dari Tanah Suci Makkah ditumpahkan pada sebuah lembah yang bernama Lembah Pasir Jambu. Sang Putra Mahkota pulang ke Panjalu dengan dibekali air zamzam. maka berangkatlah sang putra Mahkota dengan waktu yang cukup lama. Pada awal abad ke 6 (Menurut catatan Seksi Kebudayaan abad ke 16) raja yang memerintah kerajaan Hindu yang bernama Panjalu ialahPrabu Sang Hyang Cakradewa. serta tupai. Setelah mengetahui hal tersebut. luasnya sekitar 0.2 hektar dengan kedalaman air sekitar 4 sampai dengan 6 meter.

Bumi Alit terletak dekat terminal Panjalu. “Bumi Alit” adalah suatu bangunan kecil tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap penting semasa masih berlangsungnya kerajaan Panjalu pada masa lalu. dan di pintu gerbang/gapura terdapat patung berkepala Gajah. Bumi Alit atau disebut juga dengan pasucian merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai museum yang di dalamnya terdapat Benda-benda Cagar Budaya (BCB) yang sengaja disimpan sebagai bukti. dan ada pula yang bertujuan untuk berekreasi. Di antara pengunjung-pengunjung yang datang ialah dari daerah Cirebon dan Tasikmalaya dan lain sebagainya. 11 Ki Gugula 11 12 Ki Cempaka 27 13 Kopo 3 14 Ki Haji 2 15 Cempaka 1 16 Ki Putri 7 17 Aprika 2 18 Ki Bangban 4 19 Ansana 2 20 Teureup 19 21 Ki Terong 9 22 Huru Dapung 6 23 Huru Biasa 17 24 Hamperu Badak 3 25 Kanjere 4 26 Puspa 19 27 Ki Keuyeup 4 28 Caringin 4 29 Enow 6 30 Rambulan 1 31 Limus 1 32 Ki Banten 1 307 Jumlah pohon Adapun pedang dan cis serta pakaian kesultanan yang dibawanya itu disimpan di Bumi Alit. Letak Bumi Alit tidak jauh dari Situ Lengkong. Pada pintu masuk terdapat patung Ular bermahkota. Museum Bumi Alit yang sekarang merupakan percampuran bentuk modern dengan bentuk mesjid pada zaman dahulu yang beratap susun tiga. Benda-benda tersebut dirawat secara baik oleh yayasan Borosngora (Borosngora = seorang raja kerajaan Panjalu yang beragama Islam bernama Syekh Haji Dzul Iman). tepatnya di sekitar Situ Lengkong Panjalu tidak pernah sepi oleh pengunjung. Ada yang sekedar ingin mencari suasana baru. Untuk masuk ke Museum Bumi Alit ada tiga pintu. Tujuan mereka pun bermacam-macam. kebanyakan yang datang adalah untuk berziarah ke makam Mbah . Pada sekarang ini. Namun.

karena Situ Lengkong sendiri merupakan obyek wisata sekaligus tempat ziarah. juga merupakan sisa-sisa peninggalan upacara Nyangku yang dahulu. tokoh masyarakat. yang paling terkenal dan menjadi khas asli daerah Panjalu adalah jawadah. Pada zaman dahulu. Jawadah merupakan makanan sejenis wajit. Adapun makna umum dari upacara Nyangku adalah untuk membersihkan diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh agama. Adapun penyelenggaraannya dilaksanakan oleh para sesepuh Panjalu. Jawadah adalah makanan khas Panjalu yang terkenal dan sudah beredar hingga ke luar kabupaten Ciamis. di antaranya:  Pedang sebagai senjata pembela diri dalam rangka menyebarkan agama Islam. Panjalu yang terletak di Nusa Gede. terasi. PENUTUP Masyarakat atau buyut-buyut Panjalu harus bangga dan bersyukur lebih bahkan harus bisa mentafakuri warisan-warisan yang diberikan para Raja terdahulu. Semuanya mengenakan pakaian adat. sekaligus mempererat hubungan persaudaraan keturunan Panjalu.  Semua benda pusaka yang ada di keluarga Yayasan Borosngora dan benda pusaka yang ada di masyarakat Panjalu. Situ Lengkong dipenuhi oleh berbagai kalangan. yaitu sejarah dalam rangka perkembangan agama Islam di kerajaan Panjalu. Di pasar Seni. Nyangku merupakan upacara sakral dan merupakan sisa-sisa peninggalan sejarah. Misalnya saja pakaian dengan gambar Situ Lengkong.  Gong kecil alat untuk mengumpulkan rakyat pada masa dahulu. Yang dimaksud dengan membersihkan di sini ialah membersihkan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur Panjalu agar awet dengan menggunakan tata cara tersendiri sebagai adat. Benda-benda yang dibersihkan pada upacara sakral Nyangku. manisan dari kulit jeruk bali. Itu semua adalah bukti perjuangan dan semangat para karuhun sebagai para pendiri kerajaan dan yang membuka perkampungan di wilayah Panjalu. papagon. juga bertujuan untuk memperingati Maulid nabi Muhammad SAW. Kelebihan dari jawadah yaitu lebih awet (tahan lama). Yayasan Borosngora dan desa bertugas sebagai koordinator jalannya upacara Nyangku. dan para kuncen. mulai dari ilmu. jawadah. comring. Kesenian yang ditampilkan dalam upacara Nyangku di antaranya kesenian Gemyung (untuk mengiringi jalannya upacara).  Kujang bekas membelah belanga yang menutupi kepala Bombang Kancana. upacara Nyangku ini dilakukan dengan tujuan agar penduduk Panjalu yang masih memeluk agama Hindu tertarik untuk masuk agama Islam.  Bangreng merupakan senjata perang. dijual berbagai macam oleh- oleh. Pasar Seni pun ramai dikunjungi. dapat disimpan dalam waktu yang lama. Menjelang upacara Nyangku. tepatnya pada hari Senin atau Kamis di akhir bulan Maulid. maka menjadi “Nyangku”.  Cis sebagai senjata pembela dalam rangka menyebarkan agama Islam. Istilah Nyangku berasal dari bahasa Arab yaitu “Yanko” yang artinya membersihkan. unsur pemerintah desa. akhlak-akhlak yang mulia serta peninggalan lainnya.  Keris Komando senjata bekas para raja Panjalu sebagai tongkat komando. dan lain-lain. Wayang Landung (sebagai hiburan setelah upacara selesai).  Keris pegangan para Bupati Panjalu. Karena upacara Nyangku sendiri rutin dilaksanakan satu tahun sekali. tas/sandal yang terbuat dari rotan. Yang paling penting . LDKMD. Namun. Karena sering salah dalam pengucapan.  Pancaworo senjata perang.

Islam adalah saudara. Karuhun Panjalu tidak hidup di Panjalu saja. Namanya pun banyak sekali sesuai dengan daerah ia tinggal. sekarang termasuk kepada buyut-buyutnya dan yang akan datang.net/sosial-budaya/menggali-makna-dari-asal-usul-desa-panjalu/  http://id.04 Mar 2010. Edi S. Sukabumi.bps. (2001). kesombongan dan bangga akan daerah atau golongannya. Dengan banyaknya pengunjung masyarakat Pajalu bisa membuka lapangan kerja baru. Her. Jadi jangan sampai adanya permusuhan atau ujub ria takabur merasa paling benar atau jago karena ia adalah keturunan Raja Panjalu. Duke.php/tentang-perstatistikan/78- news1776678893/latest-news1286940385/121-kecamatan-panjalu-2011  Suganda. buyut-buyut Raja-raja Pasundan.wikipedia. atau ketauhidan. Sumedang. (1997). kebijaksanaan. melainkan pernah hidup di daerah-daerah Ciamis lainnya. dan akhlak yang mulia.  Ekadjati. Artikel Harian Kompas.id/index. Babad Panjalu Galur Raja-raja Tatar Sunda. Bandung: EFEO. H.  Suganda. Berbicara soal pembangunan yang menjadi perhatian utama. . ratusan juta rupiah terkumpul tiap tahunnya. Her. Artikel Harian Kompas. Sadar ataupun tidak sadar dengan adanya patilasan tersebut. H. (1992).  Sukardja.org/wiki/Kerajaan_Panjalu_Ciamis  http://ciamiskab. Karuhun Panjalu tidak mewariskan sifat kekerasan. jadi tidak boleh orang Panjalu bermusuhan dengan orang Sumedang atau orang Bandung karena masih satu keturunan. 24 Mei 2008. (1977). Wawacan Sajarah Galuh. Jakarta. Mereka sayang kepada keturunan setelah mereka. Djadja Sukardja S. sekarang dan yang akan datang masyarakat Panjalu merasakan manfaatnya baik besar ataupun kecil. Terbukti Situ Panjalu. Mengenal Warisan Kerajaan Panjalu. bahkan sampai ke Garut.  Sukardja.  Ayatrohaedi. Wisata Alami yang Islami. (2000). Bandung: Mekar Rahayu.  Atlas Indonesia & Dunia Edisi 33 Propinsi di Indonesia. Bumi Alit. dan patilasan-patilasan yang tersebar di Kecamatan Panjalu menjadi berkah dan menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar. (2005). adalah warisan perjuangan keislaman. baik jasa ataupun materi/dagangan. DAFTAR PUSTAKA  Argadipraja. Maung Panjalu dan Nyangku.go.  Hidayat. Semuanya adalah saudara. Dari berbagai daerah silih berganti mengunjungi Panjalu. Djadja Sukardja S. Sejarah Kisah Panjalu dalam Enam Versi. Pustaka Sandro. Jampang.Djadja. R. Artikel Majalah Misteri Edisi 20 Peb . Bandung. 21 Juni 2003. Ciamis: H. Ciamis: H. Naskah Sunda Kuno Antara Sejarah dan Nilai Sakral. Banten dan lain-lainnya. Situ Lengkong dan Nusalarang. Yang namanya tidak seimbang tentu tidak bagus dan akan pincang. bukan hanya pembangunan fisik tetapi non fisik pun harus dibangun sehingga terjadi keseimbangan.  http://agussiswoyo.Djadja. dari dulu. Yayat. Dari penghasilan Wisata ziarah. Sundakala: Cuplikan Sejarah Sunda Berdasarkan Naskah- naskah "Panitia Wangsakerta" dari Cirebon. Jakarta: Pustaka Jaya.

10 Juli 2000.58 . Artikel Harian Media Indonesia. Diposkan oleh Historical Firdaus di 21. Artikel Harian Pikiran Rakyat.  Sumaryadi. 13 Maret 2004. Gus Dur "Merevisi" Sejarah Situ Lengkong Panjalu. Sugeng/Eriez M Rizal. Sutarwan.  Tim Peneliti Sejarah Galuh (1972). Air Situ Lengkong berasal dari Mekah. Menengok Rahasia Sukses Warga Panjalu. Galuh Ciamis dan Tinjauan Sejarah. Aam Permana.