You are on page 1of 15

1.

Telaah pustaka
a. Mencari ide
b. Mendapatkan dasar-dasar yang diperlukan untuk penelitian
c. Identifikasi masalah = memerlukan data yang dibutuhkan
(darimana sumber datanya = RS)
2. Analisis situasi
a. Memastikan dimana letak sumber data
b. Memastikan data yang dibutuhkan tersedia
c. Memastikan tempat tersebut boleh diizinkan (diselidiki
datanya) = ok secara lisan
3. Penyusunan proposal
4. Perizinan formal = OK secara tertulis
5. Penelitian = pengambilan data langsung
6. pengolahan data
7. Penyusunan laporan
8. Data-data nya apa saja, bagaimana cara pengumpulan datanya.
Data di analisis kemudian di prosentase kan
9. Hasil penelitian dan kesimpulan

penggunaan alat-alat yang invasif. Biaya pengobatan infeksi yang terjadi karena resistansi bakteri lebih besar bila dibandingkan dengan infeksi tanpa adanya resistensi bakteri. Telaah pustaka – mencari ide. mencari ide : Intensive Care Unit (ICU) merupakan ruang perawatan khusus di rumah sakit yang menyediakan perawatan intensif (pengobatan) untuk pasien dengan penyakit kritis atau pasien yang memerlukan intervensi medis segera oleh tim ICU. Penggunaaan antibiotika yang meluas dan tidak rasional dapat memicu resistensi bakteri. Ruang perawatan intensif bahkan sering dianggap sebagai pabrik pembuatan dan penyebaran resistensi bakteri. (Brusselaers. Ruang perawatan intensif sering dianggap sebagai tempat pengembangan resistensi bakteri. Pasien-pasien yang dirawat di ICU memiliki risiko tinggi mengalami infeksi bakteri dibandingkan dengan pasien yang dirawat di bangsal lainnya. dan Blot. Hal tersebut disebabkan karena pasien-pasien yang dirawat di ICU memiliki pertahanan tubuh yang lemah. sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan cepat dengan pemberian antibiotika yang rasional. 2011) . kedekatan pasien dengan pasien lain yang mungkin terinfeksi bakteri serta kondisi-kondisi lainnya yang memudahkan transmisi infeksi. Munculnya resistansi bakteri di rumah sakit dan komunitas merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat. Vogelaers.1. Pasien yang dirawat di ICU membutuhkan perhatian medis secara teratur untuk menjaga fungsi tubuh.infeksi dan resistensi bakteri dapat meningkatkan morbiditas dan mortilitas pasien ICU.

b. Identifikasi masalah = memerlukan data yang dibutuhkan (darimana sumber datanya = RS) Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan terdapat beberapa rumusan masalah yang ditemukan. 2013) 2. Seperti apakah profil pasien (umur. diagnosis) yang menggunakan antibiotika di ICU (Unit perawatan intensif) RSH di Jerman? 2. Pasien-pasien yang dirawat di ICU memiliki risiko tinggi mengalami infeksi bakteri dibandingkan dengan pasien yang dirawat di bangsal lainnya. Seperti apakah pola peresepan antibiotika terkait dengan sub golongan. Ruang perawatan intensif sering dianggap sebagai tempat pengembangan resistensi bakteri. Dokter sering meresepkan antibiotika tanpa memastikan jenis kuman yang mengakibatkan infeksi dengan uji laboratorium. Mendapatkan dasar-dasar yang diperlukan untuk penelitian a. Selama 40 tahun terakhir. Penggunaaan antibiotika yang meluas dan tidak rasional dapat memicu resistensi bakteri. penggunaan antibiotika secara irasional menjadi masalah di Indonesia. yaitu : 1. c. (Anna. Pasien yang dirawat di ICU membutuhkan perhatian medis secara teratur untuk menjaga fungsi tubuh. Munculnya resistansi bakteri di rumah sakit dan komunitas merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat. 3. antibiotika. dan durasi pemberian antibiotika? . jenis kelamin.

S. Jerman . Analisis situasi .Memastikan tempat tersebut boleh diizinkan (diselidiki datanya) = ok secara lisan Dilakukan serangkaian kesepakatan oleh dosen pembimbing sehingga data tersebut boleh digunakan sebagai instrument penelitian.Memastikan dimana letak sumber data Letak sumber data berada pada bagian medical services R. 3.H. . 1. Kriteria inklusi subyek Pasien yang selama periode Januari 2015 hingga September 2015 menjalani perawatan di ICU Rumah Sakit Helios Jerman yang memperoleh terapi antibiotika. C. Subyek Penelitian Pasien ICU Rumah Sakit Helios Jerman selama periode Januari 2015 hingga September 2015. Seperti apakah perbandingan dosis antibiotika dengan dosis standar antibiotika tersebut menurut daftar ATC/DDD yang disediakan oleh WHO 2013? 4. dalam hal ini data pasien diambil dari lembar rekam medis. Bahan Penelitian Bahan penelitian yang digunakan yaitu data sekunder berupa rekam medis pasien yang dirawat di ICU Rumah Sakit Helios Jerman selama periode Januari 2015 hingga September 2015.Memastikan data yang dibutuhkan tersedia . D.

Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Universitas Sanata Dharma yang terletak di Paingan Maguwohardjo Yogyakarta. selain itu juga dilakukan proses seleksi data untuk memasukan data tersebut ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan peneliti. keterangan berhenti pemakaian dan masalah yang timbul serta rekomendasi. Perijinan sudah dilakukan bersama dengan perijinan lain. serta hasil kultur bakteri. Lembar data penggunaan antibiotika berisi informasi mengenai nama antibiotika. Waktu penelitian dilakukan pada Juni tahun 2015. jumlah antibiotika yang diberikan. dosis dan rute pemberian. Instrumen penelitian Instrumen penelitian yang diguanakan yaitu berupa lembar data penggunaan antibiotika. Kriteria eksklusi subyek a. Analisis Situasi Mencermati data rekam medis yang sudah tersedia untuk memastikan ketersediaan data pasien yang dibutuhkan yaitu data peresepan antibiotika. diagnosa penyakit. G. Peneliti memastikan kembali . Penggunaan daftar ATC/DDD sebagai instrument untuk megolah data dalam penelitian ini. Tata Cara Penelitian 1. F. 2. Pasien yang catatan rekam medisnya tidak lengkap b. Tahap perencanaan Dimulai dengan mengajukan proposal penelitian. sehingga dalam proposal ini peneliti tidak mencantumkan perijinan. indikasi penggunaan. Indonesia.2. Pasien yang catatan rekam medisnya tidak dapat terbaca secara jelas E.

umur. hasil kultur dan sensitivitas bakteri. 3. rute administrasi obat. jenis kelamin pasien. apakah antibiotika yang diresepkan kepada pasien sebagai bagian medikasi ada dalam daftar ATC/DDD yang dikeluarkan oleh WHO. untuk menggambarkan profil pasien ICU dan pola peresepan antibiotika pada pasien ICU di instalasi rawat inap RSH Jerman. obat yang diberikan. 5. dosis. dan frekuensi pemberian. c. Profil pasien ICU. penyakit penyerta. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menguraikan data rekam medis. frekuensi pemberian serta durasi. umur dan diagnosis b. . pengolahan data Sebelum dilakukan pengolahan data dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kelengkapan data yang diperoleh dari rekam medis pasien. data yang telah didapatkan dan dicatat kemudian dikelompokkan sebagai berikut: a. tanggal masuk ICU dan tanggal keluar dari ICU. 4. Pola peresepan antibiotika pada pasien ICU meliputi golongan antibiotika. nama pasien. data laboratorium berupa jumlah leukosit. Tahap pelaksanaan Dilakukan dengan mengumpulkan data rekam medis pasien dan menuliskannya pada lembar kerja. Data yang dicatat meliputi nomor rekam medis. diagnosis. Variabel-variabel untuk menghitung jumlah ketidaksesuaian pemberian antibiotika seperti dosis. Tahap pengumpulan data Pada tahap ini. keadaan pulang pasien. meliputi jenis kelamin.

Setelah dihitung keseluruhan jumlah dari rekam medik tersebut. Jumlah frekuensi penggunaan Antibiotika (contoh : antibiotika dengan jenis tetrasiklin) yang dimaksudkan dijumlahkan dan dirata-rata berdasarkan frekuensi penggunaannya dalam rentang waktu yang ditetapkan oleh peneliti. Kemudian hasil dari rata-rata tersebut dibandingkan dengan daftar ATC yang ada disediakan oleh WHO secara konsisten. jika sudah memakai 3 (tiga) digit angka. Dengan perhitungan tersebut diharapkan. Sesudah semua data dari antibiotika tersebut dihitung. maka untuk seterusnya kode yang dipakai adalah 3 digit kode angka. demikian juga jika yang dipakai 6 (enam) digit angka. . akan diketahui bagaimanakah perbedaan penggunaan antibiotika pada RSH di Jerman. peneliti memasukkan antibiotika tersebut kepada nomor kriteria ATC untuk antibiotika yang dimaksud sesuai dengan penomoran ATC/DDD yang telah disetujui oleh WHO. Peneliti kemudian menghitung frekuensi penggunaan dari masing-masing antibiotika yang sudah diperoleh dari RSH Jerman untuk mendapatkan suatu profil demografi pasien serta berapa jumlah yang secara umum digunakan pada rumah sakit tersebut. Pengolahan data pertama-tama dilakukan dengan cara menghitung jumlah rekam medis yang penulis peroleh dari RSH di Jerman kemudian menggolongkannya apakah sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Peneliti dengan konsisten memilih penomoran yang sesuai untuk antibiotika yang terdapat dalam daftar ATC/DDD dari WHO. peneliti mendata ulang semua jenis antibiotic yang ditemukan dalam rekam medis yang berasal dari RSH di Jerman. yaitu. maka seterusnya yang dipakai adalah 6 digit kode angka.

Pasien 2 : Length of Stay (LOS) = 5 hari c.84 gram. Pasien pediatric ketiga menerima peresepan antibiotika amoksisilin dengan dosis 2 x 500 mg dalam sehari dengan 7 kali pemberian selama 4 hari rawat inap (LOS). Dari contoh kasus di atas ditemukan total dosis antibiotika (gram) yang diterima oleh pasien selama dirawat inap dan total lamanya waktu perawatan pasien rawat inap / Length of Stay (LOS) semua pasien sebagai berikut ini : 1. Pasien 3 : Length of Stay (LOS) = 4 hari Total lamanya waktu perawatan pasien rawat inap / Length of Stay (LOS) semua pasien adalah = 5 hari + 5 hari + 4 hari = 14 hari. 3. diperoleh total gram antibiotika yang digunakan oleh pasien adalah [(8 x1) x 480] = 3840 mg = 3. . Pasien 1 : Kotrimoksasol (480 mg/tab) 2 x 1 tab dengan 9 kali pemberian diperoleh total gram antibiotika yang digunakan oleh pasien adalah [(9x1) x 480} = 4320 mg = 4. Seluruh pasien pediatrik yang menerima peresepan antibiotika tersebut menerima antibiotika dengan jalur oral.32 gram.5 gram. Pasien pediatric pertama menerima kotrimoksazol dengan dosis 2 x 480 mg dalam sehari dengan 9 kali pemberian selama 5 hari rawat inap (LOS) 2. Total lamanya waktu perawatan pasien rawat inap / Length of Stay (LOS) masing – masing pasien yang menerima peresepan antibiotika adalah sebagai berikut ini : a. c. Kemudian dilakukan perhitungan jumlah (gram) per jenis antibiotika yang digunakan oleh pasien. Total regimen antibiotika yang diterima masing-masing pasien : a. 1. b. Pasien pediatric kedua menerima peresepan antibiotika kotrimoksazol dengan dosis 2 x 480 mg dalam sehari dengan 8 kali pemberian selama 5 hari rawat inap (LOS) 3. 2. Pasien 1 : Length of Stay (LOS) = 5 hari b. Pasien 2 : Kotrimoksazol (480 mg/tab) 2 x 1 tab dengan 8 kali pemberian. diperoleh total gram antibiotika yang digunakan oleh pasien adalah [(7x1) x 500] = 3500 mg = 3. 2013 adalah sebagai berikut : Rumus : DDD 100 patient – days (π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š 𝐴𝐡 π‘˜π‘œπ‘‘π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘œπ‘˜π‘ π‘Žπ‘§π‘œπ‘™ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘π‘Žπ‘ π‘–π‘’π‘›) 100 = x π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Šπ»π‘‚ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐿𝑂𝑆 Contoh perhitungan DDD 100 patient days : Terdapat tiga pasien pediatrik yabg menerima peresepan antibiotika. Pasien 3 : Amoksisilin (500 mg/tab) 2 x 1 tab dengan 7 kali pemberian.Rumus DDD 100 patient – days menurut Depkes RI.

16 100 = x = 30. DDD 100 Patient-days antibiotika kotrimoksazol : DDD 100 patient – days (π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š 𝐴𝐡 π‘˜π‘œπ‘‘π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘œπ‘˜π‘ π‘Žπ‘§π‘œπ‘™ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘π‘Žπ‘ π‘–π‘’π‘›) 100 = x π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Šπ»π‘‚ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐿𝑂𝑆 3. Jumlah antibiotika amoksisilin semua pasien yang menerima antibiotika amoksisilin adalah 3. 4. Jumlah gram antibiotika kotrimoksasol semua pasien yang menerima antibiotika kotrimoksasol adalah 4. Kemudian dilakukan perhitungan nilai total DDD dengan menjumlahkan nilai DDD dari masing- masing jenis antibiotika Total DDD 100 patient days = DDD kotrimoksasol + DDD amoksisilin = 30.5 100 = x = 25 gram 1 14 5.92 14 b.84 = 8.4 gram 1.5 gram. a.4 + 25 = 55.4 gram . DDD 100 Patient-days antibiotika kotrimoksazol : DDD 100 patient – days (π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š 𝐴𝐡 π‘˜π‘œπ‘‘π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘œπ‘˜π‘ π‘Žπ‘§π‘œπ‘™ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘π‘Žπ‘ π‘–π‘’π‘›) 100 = x π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Šπ»π‘‚ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐿𝑂𝑆 8.16 gram b.32 + 3. Kemudian dilakukan perhitungan DDD berdasarkan rumus DDD 100 patient-days untuk masing- masing jenis antibiotika. a.

Rekam Medis Diagnosis Jumlah Presentase (%) 2. selama periode Januari 2015 – September 2015 No.H.S.H selama periode Januari 2015 – September 2015 berdasarkan golongan dan jenis antibiotika nya Golongan Jenis Antibiotika Frekuensi Presentase Antibiotika .1. Tabel II : menunjukkan bagaimana presentase penggunaan Antibiotika pada Unit perawatan Intensif R.S. Tabel I untuk menunjukkan Pola diagnosis pasien ditunjukan sebagai berikut : Tabel Pola Diagnosis Pasien R.

3. Penyusunan laporan 8. Data di analisis kemudian di prosentase kan . Tabel VI Nilai DDD patient days untuk masing –masing jenis antibiotika Unit perawatan Intensif R.H selama periode Januari 2015 – September 2015 beserta kode ATC dan Standar DDD dari WHO Golongan Jenis Antibiotika Kode ATC Nilai Standar Nilai DDD per Antibiotika WHO dalam jenis Antibiotika gram (g) 7.S. bagaimana cara pengumpulan datanya. Data-data nya apa saja.

6 g O J01CA09 azlocillin 12 g P J01CA10 mezlocillin 6 g P J01CA11 mecillinam 1.5 g O 1.R Note J01CA01 ampicillin 2 g O 2 g P 2 g R J01CA02 pivampicillin 1.5 g P J01CA15 talampicillin 2 g O J01CA16 sulbenicillin 15 g P J01CA17 temocillin 2 g P J01CA18 hetacillin 2 g O J01CA19 aspoxicillin 4 g P J01CA20 combinations J01CA51 ampicillin. PENICILLINS J01CA Penicillins with extended spectrum ATC code Name DDD U Adm.J ANTIINFECTIVES FOR SYSTEMIC USE J01 ANTIBACTERIALS FOR SYSTEMIC USE J01C BETA-LACTAM ANTIBACTERIALS.2 g O J01CA07 epicillin 2 g O 2 g P J01CA08 pivmecillinam 0.2 g P J01CA12 piperacillin 14 g P J01CA13 ticarcillin 15 g P J01CA14 metampicillin 1.05 g O J01CA03 carbenicillin 12 g P J01CA04 amoxicillin 1 g P 1 g O J01CA05 carindacillin 4 g O J01CA06 bacampicillin 1. combinations List of abbreviations Last updated: 2015-12-16 New search Show text from Guidelines .

1 g O 0.6 g P 0.2 g O 0.R Note J01AA01 demeclocycline 0.R Note J01EA01 trimethoprim 0.6 g O J01AA06 oxytetracycline 1 g O 1 g P J01AA07 tetracycline 1 g P 1 g O J01AA08 minocycline 0.35 g P J01AA10 penimepicycline J01AA11 clomocycline 1 g O J01AA12 tigecycline 0.4 g O 0.4 g P J01EA02 brodimoprim 0.2 g O J01EA03 iclaprim List of abbreviations .6 g O J01AA02 doxycycline 0. combinations J01EA Trimethoprim and derivatives ATC code Name DDD U Adm.1 g P J01AA20 combinations of tetracyclines J01AA56 oxytetracycline.1 g P J01AA03 chlortetracycline 1 g O J01AA04 lymecycline 0.J ANTIINFECTIVES FOR SYSTEMIC USE J01 ANTIBACTERIALS FOR SYSTEMIC USE J01A TETRACYCLINES J01AA Tetracyclines ATC code Name DDD U Adm.6 g O J01AA05 metacycline 0.2 g P J01AA09 rolitetracycline 0.

R Note J01EB01 sulfaisodimidine 4 g O 4 g P J01EB02 sulfamethizole 4 g O J01EB03 sulfadimidine 4 g O J01EB04 sulfapyridine 1 g O J01EB05 sulfafurazole 4 g P 4 g O J01EB06 sulfanilamide J01EB07 sulfathiazole J01EB08 sulfathiourea 6 g O J01EB20 combinations .J ANTIINFECTIVES FOR SYSTEMIC USE J01 ANTIBACTERIALS FOR SYSTEMIC USE J01E SULFONAMIDES AND TRIMETHOPRIM J01EB Short-acting sulfonamides ATC code Name DDD U Adm.