You are on page 1of 5

LAPORAN PRAKTIKUM IMUNOLOGI

OLEH :

NAMA : SEPTIANI NIMA ANGGRIANI
NIM : A201401013
KELAS : J1
KELOMPOK: III(TIGA)
DOSEN : ROSDARNI.S.SI,M.PH

PROGRAM STUDI D-IV ANALIS KESEHATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

MANDALA WALUYA

2017

Latar Belakang Dewasa ini perkembangan dan kemajuan yang pesat dalam segala macam bidang teknologi. Faktor ini merupakan suatu faktor anti- gammaglobulin. 1985). 1995). RF adalah imunoglobulin yang bereaksi dengan molekul IgG (Widmann. 2004). khususnya imunologi serologi dan molekuler. Sebagaimana ditunjukkan namanya. 1999 dan Widmann. Semua penderita dengan Rheumatoid Arthritis (RA) menunjukkan antibodi terhadap IgG yang disebut faktor rheumatoid atau antiglobulin (Roitt. Manfaat Praktikum Adapun manfaat daro praktikum ini ialah agar kita dapat mengetahui uji RF erum pada sampel yang diperiksa dengan menggunakan metode latex aglutinasi . Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui uji RF serum pada sampel yang diperiksa dengan menggunakan metode latex aglutinasi C. Sekitar 80-85% penderita RA mempunyai autoantibodi yang dikenal dengan nama Rheumatoid faktor dalam serumnya dan menunjukkan RF positif. Salah satunya pemeriksaan Rheumatoid Faktor (RF) untuk mendiagnosa penyakit Rheumatoid arthritis. 1995) B. dikembangkan untuk menerangkan dan menegakkan diagnosa berbagai macam penyakit. (Price. Kadar RF yang sangat tinggi menandakan prognosis buruk dengan kelainan sendi yang berat dan kemungkinan komplikasi sistemik. BAB I PENDAHULAN A. RF terutama dipakai untuk mendiagnosa dan memantau rheumatoid arthritis (Sacher. Rheumatoid arthritis sendiri merupakan suatu penyakit sistemik kronis yang ditandai dengan peradangan ringan jaringan penyambung.

BAB II LANDASAN TEORI BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM A. Waktu dan tempat BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .

sukrosa dan laktosa). Sampel yang digunakan pada pembenihan gula-gula adalah kuku kakek dan nenek.A. Pembahasan PEPUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang di lakukan. B.dari sampel tersebut pada media glukosa. Hasil Pengamatan B.sukrosa dan laktosa mempunya hasil positif. Saran Saran ini ditujukan kepada pihak laboratorium yaitu sebaiknya menyiapkan dan memperhatikan alat-alat yang terdapat dalam laboratorium masih layak digunakan atau tidak dalam praktikum (RUSAK) agar kiranya praktikum berjalan dengan lancar .dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2. Tata cara pengujian jamur candida secara biokimiawi dilakukan dengan cara fermentasi atau uji biokimiawi terhadap larutan gula- gula(glukosa.

Dasar-Dasar Mikrobiologi. 1979.Mikrobiologi Kedokteran Edisi 23. Current Medical Diagnosis and Treatment. ASM Press. Penerbit Buku Kedokteran EGC. (2008). Candida and Candidiasis. 43.19. L. Melnick dan Adelberg.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC. R.. 7. D. 2002. Jakarta Calderone. Gramedia Pustaka Utama.A. 1989.2008. New York .M. Bonang.C Dwidjoseputro. Djambatan: Malang. 1533. Tierney. Lange Medical Books. 21.. Jakarta. Jawetz. Mikrobiologi Kedokteran.. Washington D.. C. G. 23. 2002.DAFTAR PUSTAKA Budiman. “Metodologi Penelitian Kesehatan”.