You are on page 1of 18

Laporan Penelitian

EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN
GARDU INDUK BELAWAN

Oleh :

Ir. Leonardus Siregar, MT
Dosen Tetap Fakultas Teknik

LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS HKABP NOMMENSEN
MEDAN
2012

1 .

banyak hal yang perlu diperhatikan mengingat gangguan yang terjadi dapat merusak peralatan yang ada maupun orang yang berada dalam gardu induk tersebut. Hasil perhitungan dari sistem pembumian gardu induk yang diperoleh pada saat ini. Untuk menghindari bahaya tersebut. Dari hasil perhitungan. 1. banyak hal yang perlu diperhatikan mengingat gangguan yang terjadi dapat 2 . Untuk mengevaluasi gardu induk perlu dilakukan pengukuran dari tahanan jenis tanah pada saat sekarang. Kemudian dilakukan perhitungan dari parameter-parameter yang lain. Salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang mempunyai peranan yang sangat penting adalah gardu induk. sebab nasalah ini dapat merusak peralatan-peralatan dan juga membahayakan keselamatan manusia. Salah satu parameter untuk menentukan perencanaan sistem pembumian gardu induk adalah mengetahui besarnya tahanan jenis tanah di sekitar gardu induk. dengan kata lain masih belum diperlukan perubahan atau pergantian. akan dibandingkan dengan hasil perhitungan dari sistem pembumian gardu induk yang sebenarnya. maka sangat dibutuhkan suatu sistem pembumian yang memenuhi persyaratan. diharapkan dapat padam sendiri. Sebelum membangun gardu induk. PENDAHULUAN Sistem pembumian sangat dibutuhkan untuk melindungi sistem dari gangguan hubungan singkat ke tanah dan pada saat terjadi pemutusan oleh circuit breaker. dapat disimpukan bahwa sistem pembumian gardu induk Belawan masih dapat dipertahankan.EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN GARDU INDUK BELAWAN RINGKASAN Sebelum membangun gardu induk. Bunga api yang timbul karena terjadi gangguan atau pada waktu circuit breaker bekerja melakukan pemutusan.

dengan maksud mendapatkan tahanan jenis tanah yang rendah. 3 . diameter konduktor (d). Salah satu persyaratan untuk menentukan perencanaan sistem pembumian gardu induk adalah mengetahui besarnya tahanan jenis tanah di sekitar gardu induk. jarak antara elektroda (D). di mana besarnya tahanan jenis tanah yang diperoleh pada perhitungan sistem pembumian gardu induk pada saat ini. tahanan jenis permukaan tanah (ρs) yang telah dilapisi batu koral dan serta lamanya waktu gangguan (t). yaitu tentang evaluasi pembumian dari gardu induk aplikasi gardu induk Belawan. PERUMUSAN MASALAH 2. kelembaban tanah dan temperatur. Sering dicoba untuk mengubah komposisi kimia tanah dengan memberikan garam ke tanah dekat elektroda pembumian. maka sangat dibutuhkan suatu sistem pembumian yang memenuhi persyaratan. sehingga pada suatu lapisan tanah mungkin terdapat dua atau lebih jenis tanah dengan tahanan jenis yang berbeda. akan dibandingkan dengan sistem pembumian gardu induk sebenarnya. Dengan menghitung besarnya tegangan-tegangan yang berbahaya akibat timbulnya beda potensial tanah pada saat terjadi gangguan. dengan memperhatikan pengaruh dari jumlah konduktor paralel pada kisi-kisi utama (n). 1. Tahanan Jenis Tanah Tahanan jenis tanah suatu daerah diberbagai tempat tidaklah sama. Cara ini hanya baik untuk sementara saja. kedalaman penanaman konduktor (h). Hal inilah yang menjadi topik pembahasan dari isi tulisan ini. tergantung dari beberapa faktor yaitu: jenis tanah. Tujuan dari dari peneltian ini adalah untuk mengetahui sistem pembumian dari gardu induk belawan. apakah masih memenuhi persyaratan yang diizinkan atau tidak. 2. sebab proses penggaraman harus dilakukan secara periodik sedikitnya enam bulan sekali. Adapun kesulitan yang biasanya dijumpai pada saat pengukuran jenis tanah adalah bahwa dalam kenyataannya komposisi tanah tidak sama. Untuk menghindari bahaya tersebut.merusak peralatan yang ada maupun orang yang berada dalam gardu induk tersebut. lapisan tanah.

maka harga tahanan jenis tanah harus diambil untuk keadaan yang paling buruk yaitu tanah kering dan dingin. Belawan dilakukan pengukuaran tahanan jenis tanah di lokasi gardu induk dengan metode 4 titik. Dengan memberikan air atau dengan membasai tanah yang akan diukur juga dapat mengubah tahanan jenis tanah.1. sebuah batere. sebuah amperemeter dan sebuah voltmeter yang sensitif. Pada sistem pembumian batang elektoda tidak perlu ditanam lebih dalam. Untuk mengurangi variasi tahanan jenis tanah akibat pengaruh musim. Biasanya harga tahanan jenis tanah yang diambil adalah harga tahanan jenis tanah yang tertinggi. Jadi pada suatu sistem perencanaan. pembumian dapat dilakukan dengan menanamkan elektroda pembumian hingga mencapai tempat dimana terdapat air tanah yang konstan. Pengkuran tahanan jenis tanah dengan metode empat titik menggunakan empat batang elektroda. karena variasi harga tahanan jenis tanah sangat besar akibat kelembaban dan temperature bervariasi. Untuk tujuan mengevaluasi pembumian Gardu induk. Untuk mendapatkan tahanan jenis tanah rata-rata untuk keperluan perencanaan maka diperlukan penelitian atau pengukuran dalam jangka waktu tertentu misalnya dalam jangka waktu satu tahun. Biasanya tahanan jenis tanah juga tergantung pada tingginya permukaan tanah dari permukaan air yang konstan. V A Elektroda a a a 2 4 3 1 Lapisan tanah Gambar 2. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. pengukuran tahanan jenis tanah harus dilakukan terlebih dahulu pada tempat dimana akan didirikan gardu induk.1 Pengukuran Tahanan Jenis Tanah Dengan Metode Empat Elektroda Dari gambar di atas dapat ditentukan bahwa harga tahanan elektroda 3 dan 4 adalah 4 . maka berdasarkan harga tahanan jenis tanah ini dibuatkan suatu perencanaan pembumian.

Ada tiga jenis tegangan yang dapat menyebabkan terjadinya arus yang mengalir ke tubuh manusia. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tegangan akan berbahaya apabila sentuhan dengan tegangan yang menyebabkan mengalirnya arus listrik yang cukup besar di dalam tubuh. pingsan atau mati. Pada gardu-gardu induk kemungkinan terjadi bahaya terutama disebabkan oleh timbulnya gangguan arus yang mengalir ke tanah. searah atau bolak-balik. Besarnya arus yang melewati tubuh manusia 3. yaitu: 1. yang meliputi: 1. tegangan sentuh (touch voltage) 5 . Arus gangguan ini akan mengalir pada bagian-bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah di sekitar gardu induk. R = (1) Jadi tahanan jenis tanah diperoleh dengan rumus : ρ = 2πaR (2) dimana: a = jarak antara elektroda (meter) R34 = tahanan antara elektroda 3 dan 4 (Ohm) ρ = tahanan jenis tanah (W-m) 2. Perlu jelaskan bahwa yang menyebabkan bahaya terhadap tubuh manusia adalah besarnya arus yang mengalir dalam tubuh manusia. peralatan dengan tanah dan juga tegangan dipermukaan tanah itu sendiri. 2. Tegangan dan kondisi orang terhadap tegangan tersebut. Pada sistem tegangan tinggi sering terjadi kecelakaan terhadap manusia dalam hal ini terjadi kontak langsung atau dalam hal manusia berada dalam suatu daerah yang mempunyai gradient tegangan yang tinggi. Jenis arus. Arus gangguan tersebut menyebabkan gradien tegangan di antara peralatan dengan peralatan.3. Bahaya-Bahaya Yang Timbul Pada Saat Gangguan Tanah Secara umum bahaya-bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan oleh tegangan maupun arus listrik yang mengalir terhadap manusia mulai dari ringan sampai yang paling berat yaitu: terkejut.

2.1 Tegangan Sentuh Tegangan sentuh adalah tegangan yang terdapat antara suatu objek yang disentuh dalam suatu titik berjarak 1 (satu) meter. tegangan pindah (transfer voltage) 2. dimana besar arus gangguan dibatasi oleh tahanan orang dan tahanan kontak ke tanah dari kaki orang tersebut.8. 2.9 berikut ini: El = (Rt+2Rk)Ik (5) dimana: 6 .2.3. tegangan langkah (step voltage) 3. Dari gambar 2.Tegangan Langkah Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul diantara dua kaki manusia yang berdiri di atas permukaan tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan tanah. dengan asumsi bahwa objek yang disentuh dihubungkan dengan kisi-kisi pentanahan yang berada dibawahnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2. dapat diperoleh hubungan sebagai berikut: Es = R + Ik (3) dimana : Es = tegangan sentuh (volt) Rt = tahanan tubuh manusia (1000 ohm) Rk = tahanan kontak ke tanah (Rk = 3ρ ) Ik = besarnya arus yang melalui badan manusia (Ampere) T = waktu kejut atau lama gangguan tanah (detik) = merupakan tahanan jenis permukaan tanah yang dilapisi koral setebal 10 cm = 3000 Ohm-meter Dengan menggantikan Rk = 3ρ maka besarnya tegangan sentuh menjadi: ρ Es = R + Ik (4) 2.8. di mana panjang langkah diasumsikan 1 meter sedangkan besar kecilnya tegangan langkah berbanding langsung dengan panjang langkah antara dua kaki. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.

2. Karenan besarnya Arus I adalah dalam orde ratusan sampai ribuan ampere. dimana arus Ik akan melewati badan. Tegangan Pindah Epindah = I. El = tegangan langkah (volt) Rt = tahanan badan manusia (1000 Ohm) Rk = tahanan kontak dari suatu kaki = 3 (Ohm) Ik = arus gangguan tanah (Ampere) Dengan demikian besarnya tegangan langkah menjadi: El = (Rt+6ρ )Ik (6) 2. Tegangan Mesh 7 .4. Dengan demikian maka dapat dianggap bahwa tegangan antara peralatan dengan tanah sebelum dan sesudah dipegang dapat dikatakan sama. maka arus Ik dapat diabaikan terhadap harus I.3.Ik akan langsung menuju ke tanah. dan sisanya sebesar I .3.3. Ro (7) Dengan anggapan Ik<< I sebab + R ≫ R dan ρ ρ R = + dan r= π denan : I = arus gangguan (ampere) Ik = arus yang melalui badan (ampere) r = jari-jari ekivalen deri luas gardu induk (meter) L = panjang total dari konduktor (meter) A = luas areal pembumian (m2) Ro = tahanan pembumian (ohm) = tahanan jenis rata-rata tanah (ohm-meter) Dengan memperhatikan kondisi di atas maka terlihat bahwa arus gangguan total I terbagi menjadi dua. sedangkan arus Ik hanya dalam orde miliampere.

Tegangan Langkah Maksimum Sebenarnya Tegangan langkah sebenarnya adalah perbedaan tegangan yang terdapat diantara kedua kaki. dimana merupakan tahanan jenis tanah dalam ohm meter dan I adalah arus yang melalui konduktor kisi-kisi. diameter konduktor (d). bila manusia berjalan diatas permukaan tanah dari sistem pertanahan pada keadaan terjadi gangguan. Tegangan mesh didefenisikan sebagai tegangan peralatan yang di ketanahkan terhadap tengah-tengah daerah yang dibentuk kisi-kisi (center of mesh) selama gangguan tanah.3. tidak termasuk sambungan melintang I = besar gangguan tanah (ampere) = tahanan jenis rata-rata tanah (ohm-meter) L = panjang konduktor pentanahan yang ditanam.65 + 0.172 n D = jarak antara konduktor-konduktor paralel pada kisi-kisi (m) h = kedalaman penanaman konduktor (n) d = diameter konduktor kisi-kisi (m) n = jumlah konduktor paralel dalam kisi-kisi utama. Dan inilah yang diambil sebagai tegangan untuk desain yang sama.5. Tegangan mesh ini menyatakan tegangan tertinggi yang mungkin timbul sebagai tegangan sentuh yang dapat dijumpai dalam sistem pembumian gardu induk. Tegangan langkah maksimum sebenarnya dapat dihitung dengan persamaan: 8 . Oleh karena itu untuk mencakup pengaruh-pengaruh jumlah konduktor paralel (n). dan ke dalam penanaman (h). Tegangan mesh merupakan salah satu bentuk tegangan sentuh. maka tegangan mesh dapat dihitung dengan persamaan: Ems = km ki (8) dimana : ( ) km = + … ( ) dimana : ki = faktor koreksi untuk ketidakmerataan kerapatan arus yang dihitung dengan rumus empiris = 0. termasuk semua batang pertanahan (m) 2. Tegangan mesh ini secara pendekatan sama dengan I. jarak-jarak konduktor paralel (D).

25 2. Data Pengukuran Pengukuran tahanan jenis tanah yang dilakukan disekitar gardu induk tersebut menggunakan metode empat titik dengan jarak masing-masing elektroda 3. termasuk semua batang elektroda pembumian (m) 3.5 Meter 0.18 0.20 0.5 Meter 0.23 9 .21 5.65 + 0.17 0. 3.5 Meter 0. Tabel 3.24 0. 3.1. 3. El = ks ki (9) dan Ks = + + + + ⋯+ ( ) dimana : = tahanan jenis rata-rata tanah (ohm-meter) H = kedalaman penanaman konduktor (n) D = jarak antara konduktor-konduktor pembumian (meter) ki = 0.20 0.26 0. HASIL DAN PEMBAHASAN 3. Adapun hasil pengukuran tegangan dan arus dapat dilihat pada tabel 3. 3.5 Meter 0.172 n Im = arus gangguan tanah maksimum (ampere) L = panjang konduktor pembumian yang ditanam.5 m dan dilakukan sebanyak 10 kali pada tempat yang berbeda di areal gardu induk Belawan. Kemudian diambil nilai rata-rata dari hasil pengukuran arus dan tegangan.5 Meter 0.11 0.1.18 7. Data Hasil Pengukuran Jenis Tanah Pada Gardu Induk Belawan Titik yang Jarak atara Arus (A) Tegangan (V) diukur elektroda 1.1. 3.28 3.25 6.5 Meter 0. 3.5 Meter 0. 3.23 4.

209 x 2 x 3.5 m untuk mendapatkan harga tahanan jenis tanah sebagai berikut: ρ=R x 2πa = 1.5 kedalama penanaman elektroda 0.28 9.25 + 0.5 Meter 0.23 + 0.26 + 0.11 0.20 + 0.17 10.209  Kemudian substitusikan harga R34 ke persamaan (2) dengan jarak Elektroda a = 3.18 I = 10 = 0.23 + 0.573 -m Dari hasil pengukuran tegangan dan arus terhadap tanah di sekitar gardu induk Belawan dengan jenis tanah adalah tanah pasir.23 V = 10 = 0.17 + 0.7 m serta diameter 3. = . 3.5 Meter 0.18 0. 3.1. Tata Letak (Lay Out) Sistem pembumian yang dipakai pada gardu induk Belawan adalah sistem grid (kisi-kisi) dengan menggunakan konduktor tembaga yang ditanam pada 10 .25 + 0. = 1.5 Meter 0.576 -m.24 + 0.11 + 0.28 + 0.21 + 0. jarak antara elektroda adalah 3.18 + 0.11 + 0. 3.231 Volt Substitusi harga arus rata-rata dan tegangan rata-rata arus tersebut ke persamaan (1) untuk mendapatkan harga tahanan tanah sebagai berikut: R = .23 Dari hasil pengukuran di atas dapat diperoleh harga dari arus rata-rata dan tegangan rata-rata sebagai berikut: 0.18 + 0.26 + 0.191 Ampere 0.01 mm diperoleh harga tahanan jenis tanah sebesar 26.28 + 0.5 = 26.17 + 0.20 + 0. 8.26 0.14 x 3. 4.

Jumlah konduktor kisi-kisi melintang: 8 x 230 = 1840 meter 7. dimana kisi-kisi pembumian dihubungkan dengan peralatan yang satu dengan peralatan lainnya. Panjang konduktor keseluruhan (L) = 3309 meter 9. Tahanan Jenis Tanah Berdasarkan data PLN jenis tanah di areal gardu induk Belawan adalah jenis tanah ladang yang lembab dengan permukaan tanah yang dilapisi batu koral setebal 10 cm.seluruh areal gardu induk Belawan.1. Perhitungan Komponen Pembumian Berdasarkan hasil pengukuran tahanan jenis tanah dan data gardu induk Belawan dapa dihitung parameter-parameter sebagai pertimbangan evaluasi. Panjang batang elektroda = 2.576 Ω -m 2.2. Panjang batang-batang pembumian: 96 x 2. Diameter konduktor kisi-kisi (d) = 0. Luas = 23000 meter2 4.rata = 24.015 meter d.80 meter c. Panjang = 230 meter 2. Elektroda yang digunakan a. 4. Jumlah konduktor parallel pada isi utama(n) =12 buah Adapun gambar sistem pembumian pada gardu induk Belawan dengan bentuk kisi-kisi (grid) dapat dilihat pada gambar 4. Jumlah konduktor kisi-kisi melintang: 12 x 100 = 1200 meter 6.80 = 269 meter 8. Jarak antara konduktor-konduktor parallel (D) = 12 meter e. Lebar = 100 meter 3. Tahanan jenis tanah rata. Data sistem pembumian gardu induk Belawan adalah sebagai berikut: 1. Jenis = tembaga (Cu) b. Adapun harga jenis tanahnya adalah sebagai berikut: 1. Kedalaman penanaman konduktor (h) = 1 meter 5. 1. Tahanan jenis permukaan tanah =3000 Ω -m 11 .

2. .116 I = √t Jika waktu kejut atau lama gangguan t = 0.103 .1414 x 10-5 . I = √ .181 Amp/m2 Untuk mengetahui jumlah batang pembumian minimum yang akan dipakai dapat dihitung dari persamaan (3. maka . = 1. Jumlah Batang Pembumian yang Diperlukan Dengan data di atas maka kerapatan arus yang diizinkan pada permukaan batang adalah δ. Arus Gangguan Besar arus gangguan yang terjadi pada gardu induk Belawan 150 KV adalah sebesar 3000 Ampere.103 . = 11 batang 4. = = 0. = 3. .2) sebagai berikut: Jumlah barang yang diperlukan = = .1414 x 103.θ i = 3. = 3.75 detik. Arus Fibrilasi Untuk menghitung besar arus fibrilasi dapat diperoleh dengan persamaan sebagai berikut: 0.1414 x 103. . 12 .134 Amper √ . = 3. 3.15 .1414 x 10-5 d ρ.

55 Volt 7.089) = 0.159 In + 0.346302 = 0.34644x2.5.172 x 12 = 2.14 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 . Tegangan Langkah yang Diizinkan (El) 13 .304644 = 0. Tegangan Mesh atau Tegangan Sentuh Maksimum Sebenarnya (Ems) Besar tegangan mesh atau tegangan sentuh dapat dicari dengan persamaan (7) sebagai berikut: E = k kρ dimana : 1 D 1 3 5 7 9 2(n − 2 + 1) k = In + In x x x x … x 2xπ 16. d 3. Tegangan Sentuh yang Diizinkan (Es) Dengan menggunakan persamaan (3) maka tegangan sentuh (Es) yang diizinkan adalah sebagai berikut: Es = + = (1000 + (1.14 4 6 8 10 2(n − 2) + 2 Untuk n =12 1 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 = 2 3.714x30x = 25. h.5 x 3000) x 0.65 + 0. .172 = 0.094 + 0.159 x 4.318 ( ) .714 Jadi E = k kρ = 0.318 x (-1.134) = 737 Volt 6.650946 – 0. = 0.14 3. = 0.65 + 0.

57x10-3) = 0. Tegangan Pindah (Ep) Besar tegangan pindah dapat diperoleh dari persamaan (6) sebagai berikut: Epindah = I x Ro dengan Ro = + 14 . ks = 0.582 Volt 9.318 x(0.746166 = 0.237 x 2.318 x 0. maka .077+0.237 maka: Els = ks ki ρ = 0. maka diperoleh besar tegangan langkah maksimum sebenarnya adalah sebagai berikut: Els = ks ki dimana: 1 1 1 1 1 1 k = + + + + ⋯+ π 2h D + h 2D 3D (n − 1)D Karena n = 12.714 x = 0.017+0. Dari persamaan (5).028+0.26x10 - 3 +7.012+0.134 = 2546 Volt 8.042+0.5+0. Tegangan Langkah Maksimum yang sebenarnya (Els) Dari persamaan (8).010+9.014+0. maka diperoleh besar tegangan langkah yang diizinkan sebagai berikut: El = R + 6ρ I = (1000 + (6 x 3000)x 0.02+0.

087 + 0.304644 5 Koefisien ki .237 7 Panjang Konduktor keseluruhan (L) Meter 3309 8 Tegangan Sentuh yang diizinkan (Es) Volt 737 9 Tegangan Mesh sebenarnya (Ems) Volt 29.95 meter sehingga : Ro = + = . 0.096 Ω Jadi: Epindah = I x Ro = 3000 x 0. + = 0.0090 = 0. 2. = 85.98 10 Tegangan Langkah yang dizinkan (E1) Volt 2546 15 . Spesifikasi Satuan Hasil 1 Tahanan jenis permukaan tanah ( s) Ω-m 3000 2 Tahanan jenis rata-rata tanah ( ) Ω-m 30 3 Jumlah konduktor paralel pada kisi-kisi utama(n) . 12 4 Koefisien km .714 6 Koefisien ks . No.096 = 288 volt Dari hasi perhitungan di atas maka dapat dibuat tabel perhitungan sebagai berikut. 0.dan r= π = π = .

Harga tahanan pembumian (Ro) yang diperoleh dari hasil pengukuran adalah 0. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil pengkuran di lapangan diperoleh tahanan jenis tanah rata-rata ( ) adalah 27. sperti ditunjukkan pada tabel berikut. Maka jenis tanah pada gardu induk Belawan masih tetap dikategorikan sebagai tanah rawa 2.129 Dengan demikian maka kondisi pembumian dari Gardu Induk belawan dapat dievaluasi dengan membuat perbandingan antara nilai dari hasil perhitungan dan nilai yang diizinkan.035 ohm-meter masi lehi kecil dari 40 ohm-meter. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem pembumian gardu Induk Belawan masih berada dalam 16 . sedangkan besarnya suatu tahanan pembumian maksimum adalah 1 Ohm. Hasil Perhitungan diizinkan Jenis (Volt) (Volt) Tegangan Langkah 2546 2678 Tegangan Sentuh 737 758 Tegangan Pindah 387 - 5. Ini menunjukkan bahwa pemilihan jarak kisi-kisi dan panjang konduktor keseluruhan sudah memenuhi persyaratan dalam merencanakan suatu sistem pembumian gardu induk Belawan tersebut. 3. Berdasarkan hasil perhitungan untuk tegangan sentuh dan tegangan langkah masih dibawah harga yang diizinkan atau harga standar.33 12 Tegangan Pindah (Ep) Volt 387 13 Tahanan Pembumian (Ro) Ohm 0.096 Ohm. KESIMPULAN Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada sistem pembumian gardu induk Belawan. 11 Tegangan Langkah Maksimum sebenarnya (Els) Volt 23.

A. Sebagai evaluasi untuk sistem pembumian gardu induk Belawan masih dapat dipertahankan. 1993 Ir. Arismunandar. batas toleransi keamanan. SNI 04-0225-2000. “Teknik Tenaga Listrik”. “Teknik Tenaga Listrik”. dengan kata lain masih belum diperlukan perubahan atau pergantian. DAFTAR PUSTAKA A.S Pabla dan Abdul Hadi. Erlangga. Erlangga.Sc. “Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000”. “Pengetahuan Netral Sisten Tenaga dan Pengetanahan Peralatan”. M. Pradnya Paramita. Pradnya Paramita. T.A. M. karena tahanan pembumian (Ro) yang dihasilkan lebih kecil dari batas yang diizinkan 4. “Sistem Distribusi Daya Listrik”.A. Hutauruk.Sc.A. Jilid III. 1991.E. 1994 DR. 17 .S. Jilid II. M.E. PUIL 2000. Jakarta. 1993 DR. baik untuk mengamankan peralatan maupun manusia yang berada di dalam dan diluar gardu induk tersebut. Arismunandar.