You are on page 1of 4

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Menurut Undang – undang No. 364/MENKES/SK/V/2009 Tentang pedoman

penanggulangan Tuberkulosis (TB) menteri kesehatan republik indonesia, Menimbang ;

a. Tuberkulosis paru (Tb paru) adalah penyakit infeksi menular yang di

sebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis yang sampai saat ini menjadi

masalah masyarakat, dan salah satu penyebab kematian sehingga perlu

dilaksanakan program penanggulangan TB secara berkesinambungan. TB

Paru dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara

(droplet dahak pasien Tb paru).

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a, perlu

ditetapkan Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB) dengan

Keputusan Menteri Kesehatan

2. Tujuan

Secara umum tujuan dari Program Tuberkulosis ( TB ) Paru adalah untuk

menurunkan dan mencegah terjadinya angka kematian dan kesakitan yang terdapat

diMasyarakat.

3. Sasaran

Sasaran dari Program Tuberkulosis ( TB ) Paru adalah bagi Anak – anak dan

orang dewasa terutama bagi pecandu Rokok dan Alkohol.
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM TUBERKULOSIS ( TB ) PARU
UPTD PUSKESMAS BABEKO
TAHUN 2015

4. Hasil Pencapaian

Hasil Pencapaian Program Tuberkulosis ( TB ) Paru UPTD Puskesmas Babeko

Tahun 2015.

Sasaran Sasaran
No Nama TB Paru
Target 2014
Hasil 2014 % Target 2015
Hasil 2015 %

1 SASPEK 174 119 68,4 198 134 67,7
2 BTA ( + ) 19 7 36,8 20 11 55
3 BTA ( - ), RO ( + ) - - - 2

Dari hasil diatas yang makan obat TB Paru 7 Orang yng sembuh 7 orang dengan persentase

menjadi 85%

5. Permasalahan

1. Masih kurang kesadaran Masyarakat tentang bahaya penyakit TB Paru

2. Kurangnya minat Masyarakat untuk mengkomsumsi Obat sebagai

penyembuhan terhadap Penyakit TB Paru yang dikomsumsi selama enam (6)

bulan.

3. Masih kurangnya peran serta Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat untuk

mendorong Masyarakatnya periksa BTA ( Sputum ) di Laboratorium UPTD

Puskesmas Babeko.

6. Tindak Lanjut

1. Memberikan Penyuluhan dan Penjaringan pada saat PUSLING

2. Memberitahukan kepada Kader TB Paru dalam Informasi yang terjadi di

Masyarakat tentang gejala TB Paru

3. Meningkatkan kerja sama dengan lintas sektor yang ada di Masyarakat dan

melakukan kerja sama dengan Bidan dan Petugas Pustu.
PENUTUP

7. Kesimpulan

Untuk Evaluasi Program Tuberkulosis ( TB) Paru 2014 Kasus yang ditemukan/

minum obat 7 (tujuh) Orang dengan angka kesembuhan 7 (tujuh) orang dengan

persentase 100%, sedangkan ditahun 2015 kasus minum obat 11 (sebelas) orang

dengan angka kesembuhan 11 (sebelas) orang dibandingkan dengan Tahun 2014

terjadi peningkatan penemuan Kasus TB Paru + 11 (sebelas) orang dengan

Persentase 63.6%

8. Saran

1. Perlu adanya kerjasama dengan baik Petugas Program TB Paru dari Pukesmas

dan Petugas Desa dalam informasi tentang Pasien Penderita TB Paru

2. Menjalin kerjasama antara Program TB Paru dan Petugas Laboratorium

3. Perlu ditingkatkan lagi kerjasama dengan Lintas Sektor
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan sukur Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pemegang Program

TB Paru UPTD Puskesmas Babeko telah berhasil menyelesaikan Laporan Tahun 2015. Untuk

itu kami sebagai pemegang Program TB Paru mengucapkan Terima Kasih Kepada semua

Pihak baik secara langsung maupun tidak, terutama Kepada Petugas Laboratorium.

Laporan Tahunan Program TB Paru ini dibuat sebagai gambaran pelaksanaan

Program TB Paru selama satu Tahun dan berguna sebagai Manajemen UPTD Puskesmas

sebagai rencana kerja di Tahun 2016.

Kami menerima saran dan kritik bagi kelancaran Program TB Paru di Laporan

Program TB Paru di Tahun 2015 dan Rencana Kerja di Tahun 2016 yang akan datang.

Babeko, Januari 2016
Pemegang Program TB Paru

Nurwahida, AM.Kep