You are on page 1of 34

Resume & Latihan Soal

Dasar Kelistrikan

PY
CO
DI
K
TU
UN
K
DA
Nana Heryana
TI

1. Filosofi desain, Instalasi dan pemilihan peralatan
listrik di Area Berbahaya.
– Listrik sumber energi, dapat menimbulkan panas
sehingga memungkinkan untuk terjadi kebakaran.
– Apabila desain, instalasi, dan perawatan sistem listrik
dilakukan dengan benar maka sistem listrik tersebut
aman
– Peralatan listrik, termasuk instrumen proses yang
dioperasikan secara elektrik tidak boleh dipasang di area
berbahaya apabila secara praktis dan ekonomis dapat
ditempatkan di area lain
– Desain, pemilihan, dan operasi peralatan di daerah itu
harus dilakukan sedemikian rupa sehingga risiko
terjadinya api atau ledakan sekecil mungkin

LPKEE-ITB 2

2. Bahan mudah terbakar dan klasifikasi zona untuk 
gas, uap dan kabut, menurut standar IEC 79‐0 :
Bahan mudah terbakar
• Gas, uap, cairan, atau padatan yang dapat bereaksi secara 
kontinyu dengan oksigen sehingga dapat menyebabkan 
kebakaran atau ledakan ketika reaksi tersebut dipicu oleh 
percikan, api, atau permukaan panas. 
Klasifikasi Zona untuk gas, uap dan kabut
• Zona 0 : Area dimana gas/ campuran udara yang dapat 
meledak hadir secara kontinyu atau untuk waktu yang lama 
• Zona 1 : Area dimana gas/ campuran udara yang dapat 
meledak kemungkinan besar hadir dalam operasi normal 
• Zona 2 : Area dimana gas/ campuran udara yang dapat 
meledak kecil   kemungkinan hadir pada operasi normal

LPKEE-ITB 3

3. Dalam sistem tiga‐fasa empat‐kawat, tegangan antar 
fasa (fasa‐fasa) adalah dari tegangan fasa (fasa‐netral), 

VL2

30º
VL

120º

120º
n
120º VL1

VL3
|VL| = 2 x |VLn| cos30º = √3 |VLn|

LPKEE-ITB 4

4. Nilai RMS
• Nilai rms (root mean square) 
adalah nilai efektif dari suatu 
gelombang tegangan atau arus 
yang kuantitasnya bervariasi. 
• Nilai gelombang arus bolak‐
balik dinyatakan dengan nilai 
rms/efektifnya.  
• Gelombang tegangan/ arus 
yang berbentuk sinus murni 
mempunyai nilai rms 0,707 
dari tegangan maksimumnya.

LPKEE-ITB 5

5. Sistem arus bolak-balik satu-fasa, sinusoidal murni, pada kondisi tertentu
diperoleh nilai tegangan 220 Volt, 50Hz, 10 Ampere. Jika diketahui hasil pengukuran
menunjukkan gelombang arus tertinggal 450 dari gelombang tegangan, hitung daya
aktif dan daya reaktifnya, serta gambarkan segitiga dayanya.

Daya aktif , P= V.I. cos Φ = 220x10x0,707=1555 Watt
Daya reaktif, Q = V.I. sin Φ = 220x10x0,707=1555 VAR

LPKEE-ITB 6

– Apa arti dari vector group Dy11 Jawab kVA=1. – Jika trafo tersebut dioperasikan pada ratingnya.Ip=2.6. • Motor adalah peralatan elektrik yang dapat  mengubah energy elektrik ke energy mekanik..  hitung arus primer dan arus sekunder trafo..  generator dan motor • Transformer adalah peralatan elektrik yang  dapat mengubah energi elektrik ke energi elektrik dari suatu level tegangan tertentu ke  level tegangan yang lainnya. dan Impedasi 4%.. 50Hz...88 A. – Berapa impedansi trafo sebenarnya pada sisi  sekunder.  tegangan primer 20 kV.Vll. Fungsi / kegunaan dari transformer.  vector group Dy11. Is=144 LPKEE-ITB 8 . LPKEE-ITB 7 7. dan tegangan sekunder 400 V. – Berapa impedansi trafo dalam per‐unit.73. tiga‐fasa. • Generator adalah peralatan elektrik yang  dapat mengubah energy mekanik ke energy  lektrik. Suatu trafo distribusi 100 kVA.Il.

media pendingin yang bersentuhan langsung dengan belitan (winding) • Hurup Kedua. Mekanisme sirkulasi media pendingin internal (Udara/Air). LPKEE-ITB 9 8.00‐2000 Menggunakan 4 hurup contoh : ONAN. mekanise sirkulasi media pendingin  eksternal (Alami/paksa) LPKEE-ITB 10 .12. mekanisme sirkulasi media pendingin  internal (alami/paksa) • Hurup Ketiga. DY11 . menunjukkan perbedaan fasa sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah sebesar - 3300atau +300. Penamaan sistem pendingin trafo  menurut standar IEEE C 57. ONAF dan OFAF • Hurup Pertama. • Hurup Keempat.

 ini artinya trafo menggunakan sistem  ONAF dan  • Ketika trafo dibebani tinggi (Temp ≥ 60 0 C) pompa  minyak akan bekerja pada kondisi ini trafo  menggunakan system pendingin OFAF. Fungsi / kegunaan minyak isolasi  dalam transformer – Media Isolator – Media Pendingin – Media/ alat untuk memadamkan busur api – Perlindungan terhadap korosi LPKEE-ITB 12 . Suatu trafo bisa memiliki sistem pendingin gabungan  dari ONAN. Jelaskan bagaimana kerja ketiga  pendingin tersebut dalam satu trafo yang sama.  • Ketika beban mulai naik (Temp 50 0 ‐60 0 C)  kipas  akan menyala.9. ONAF dan OFAF. LPKEE-ITB 11 10. ONAF dan OFAF • Pada saat trafo dibebani rendah temperature trafo masih rendah (Temp. 0‐500C) sistem pendinginan  mengggunakan ONAN. Dalam praktek dapat saja suatu trafo memiliki sistem pendingin  gabungan dari ONAN.

• (b) Belitan tegangan tinggi ke ground  • (c)Belitan tegangan rendah ke  belitan tegangan tinggi dan  ground • (d) Belitan tegangan rendah ke ground • (e) Belitan tegangan tinggi ke  belitan tegangan rendah. • Mengkonfirmasi rasio. • Menentukan rasio belitan dan polaritas trafo pada waktu yang sama. 11. Transformer Turns Ratio (TTR) Test. polaritas dan vektor sesuai name plate. • Menentukan rasio dan polaritas ( bukan pada tegangan ratingnya) • Test meliputi semua tap dalam keadaan tanpa  beban  LPKEE-ITB 13 12. Pengujian Insulation Resistance  Test pada transformer • (a) Belitan tegangan tinggi ke  belitan tegangan rendah dan  ground.  LPKEE-ITB 14 .

 Pengujian Insulation Resistance  Test pada Generator LPKEE-ITB 15 14. 13. Pengujian Insulation Resistance  Test pada Motor LPKEE-ITB 16 .

 dll. Resistance hendaknya diukur pada setiap  dilakukan inspeksi.  LPKEE-ITB 18 . Rdc dapat digunakan sebagai alat  analisa balance winding. walaupun dalam kondisi  tertentu Rdc sangat sulit digunakan sebagai alat  analisa terutama untuk winding dengan resistansi  rendah.  • Gunakan alat ukur yang baik dan cukup  ketelitiannya. Tujuan dan Cara pengujian DC  Resistance test  • d.  merupakan perbandingan pengukuran Arus Bocor  pada pengukuran dalam 10 menit terhadap 1 menit. pengotoran debu. jika winding yang diukur memilki  tahanan kecil gunakan mili ohm meter atau mungkin  dalam micro ohm. Pengertian dan tujuan pengujian  Polarization index (PI) • PI (indek polarisasi) adalah salah satu cara yang  digunakan untuk mengetahui quality  winding trafo/  generator/ motor akibat pengaruh lingkungan. 15. • Jika PI kurang dari 2.5  dapat dikategorikan aman jika:RIS >(1000 + 1 MΩ) LPKEE-ITB 17 16. PI s/d 1.0 menunjukkan bahwa isolasi  winding terlalu banyak menyerap uap air atau  terdapat penumpukan kotoran konduktive.  seperti penyerapan air.c.

 dengan impedansi berbeda masing‐masing sebesar 4% dan 5%. jika keduanya diparalel dan memasok beban sebesar 380 kVA.  LPKEE-ITB 20 . • Pada transformator tiga fasa . dan mempunyai perbandingn lilitan yang sama. berapa daya yang ditanggung masing‐masing trafo dan apakah paralel dalam kondisi ini direkomendasikan? LPKEE-ITB 19 Paralel Trafo  • Jawab (a) Syarat paralel dua transformator atau lebih : • Perbandingan belitan harus sama • Polaritas harus sama • Tegangan kerja per fasa harus sama • Frekuensi kerja harus sama • Impedansi trafo sebaiknya sama. 17. jika kapasitas trafo yang akan diparalel sama.  vector group harus sama. Paralel Trafo  – Sebutkan syarat paralel trafo – Dua trafo dengan kapasitas yang sama yaitu 200  kVA.

 50 Hz. LPKEE-ITB 21 18.5 Daya (Watt) 400 240 LPKEE-ITB 22 . Uji Tanpa Beban Uji Hubung Singkat Tegangan ( Volt) 8000 489 Arus (Ampere) 0. tidak direkomendasikan.  8000/240 V. Gambarkan rangkaian pengganti trafo  tersebut lengkap dengan nilai parameternya.214 2. Paralel Trafo  • Jawab (b) Syarat paralel dua transformator atau lebih : • kVA1= (50/(50+40))x380=211 kVA • kVA2= (40/(50+40))x380=169 kVA • Salah satu trafo overload . Parameter Trafo • Carilah parameter trafo dengan kapasitas 20kVA. jika hasil pengujian tanpa beban  dan hubung singkat ditunjukkan dalam tabel  dibawah ini.

0000261 = −j RC Xm LPKEE-ITB 23 Parameter Trafo Is Ip Req j X eq a + + I h +e 38.0000261 400 W = cosθ = Faktor daya saat uji hubung singkat : (8000 V )(0.7 0 Ω = 38.4 kΩ .4 kΩ VOC I OC 0.5 0 mho Req = 38.4 Ω j 192 Ω Im Vp a Vs Rc j Xm 159 kΩ j 38.214 A = 0.234 8000 V = 0.0000268 ∠ − 76. - LPKEE-ITB 24 . Parameter Trafo Faktor daya saat uji beban nol : RC = 1 = 159 kΩ 0.214 A) = 0.5 A) 2.0000063 − j 0.5 A = 195.7 0 VOC (489 V )(2.234 lagging PF = cos θ = PSC VSC Z SE = ∠ cos −1 0.0000063 POC PF = cosθ = Xm = 1 = 38.196 VSC I SC I SC I YE = OC ∠ − cos −1 PF = cos θ = 240 W = 489 V ∠ 78.6 ∠ 78.196 lagging = ∠ − cos −1 0.4 + j 192 Ω 0.4 Ω X eq = 192 Ω 1 1 = 0.

  LPKEE-ITB 26 . • Percobaan dilakukan sampai arus ratingnya. pastikan motor tidak dapat berputar jika  digerakan oleh suatu gerakan mekanis. • Berikan sumber tegangan secara bertahap. faktor daya dan daya masukan motor. Jelaskan cara melakukan pengujian beban nol dan hubung singkat pada Motor Induksi Uji beban nol : • Lepas beban yang terkopling dengan motor. arus . Uji Hubung singkat : • Shaft motor dikunci.19.  • Percobaan dilakukan sampai arus nominalnya . • Berikan arus eksitasi generator secara bertahap. catat arus keluaran  generator dan arus eksitasinya.  • Percobaan dilakukan sampai tegangan nominalnya                   Uji Hubung singkat : • Generator diputar pada putaran sinkronnya • Terminal keluaran generator dalam keadaan dihubung singkat. • Berikan arus eksitasi generator secara bertahap. faktor daya dan daya masukan motor. • Ukur tegangan. Jelaskan cara melakukan pengujian beban nol dan hubung singkat pada Generator Uji beban nol : • Generator diputar pada putaran sinkronnya • Terminal keluaran generator dalam keadaan terbuka/ tanpa beban. • Masukan tegangan rating dengan frekwensi rating.                     LPKEE-ITB 25 20. arus. catat tegangan  keluaran generator dan arus eksitasinya. • Ukur tegangan.

  rotor. • Ukur tegangan. • Percobaan dilakukan sampai arus rating. • Masukan tegangan rating dengan frekwensi rating ke sisi tegangan tinggi. LPKEE-ITB 28 . rotor adalah bagian yang  bergerak. sedangkan field / exciter adalah belitan medan penguat. jelaskan! • Stator adalah bagian yang diam. Jelaskan cara melakukan pengujian beban nol dan hubung singkat pada Transformer Uji beban nol : • Sisi tegangan rendah trafo dalam keadaan tanpa beban. • Ukur tegangan. • Armatur adalah belitan utama generator yang terhubung ke beban. • Untuk bangkit tegangan dapat saja armature di rotor dan field  di stator atau sebaliknya. LPKEE-ITB 27 22. arus. 21. • Pada generator besar umumnya armature di stator dan field  di rotor karena berat. Dalam generator sinkron dikenal istilah stator. faktor daya dan daya sisi tegangan tinggi. arus. armature dan field/ exciter. faktor daya dan daya sisi tegangan tinggi. Uji Hubung singkat : • Berikan tegangan masukan sisi tegangan tinggi secara bertahap.

23. Jelaskan syarat bangkitnya tegangan generator • Persamaan diatas menunjukkan bahwa ggl sebanding dengan fluksi dan putaran. LPKEE-ITB 30 . Jelaskan Parameter Apa saja yang terdapat dalam   “name plate” Generator • Daya tampak (MVA) • Daya aktif (MW) • Daya reaktif (MVAR) • Faktor daya (cos phi) • Tegangan terminal (V‐ac) • Arus stator (A‐ac) • Tegangan medan (V‐dc) • Arus medan (A‐dc) • Frekuensi (Hz) • Kecepatan (rpm) LPKEE-ITB 29 24. Maka dapat disebutkan syarat terbentuknya tegangan adalah generator tersebut harus diputar dan ada medan magnet penguat penghasil fluksi (  boleh saja berupa magnet permanen atau berupa belitan exciter yang diberi sumber tegangan dc).

 Jelaskan pengaruh pengaturan eksitasi dan pengaturan kecepatan turbin pada saat generator beroperasi sendiri dan ketika generator paralel dengan jala‐jala tak hinga (infinite bus) • Pada saat beroperasi sendiri pengaturan eksitasi  akan dapat mengubah tegangan keluaran. • Kedua alat ini digunakan karena tegangan dan kecepatan  turbin/ frekwensi generator akan berubah‐ubah sesuai  dengan variasi beban. LPKEE-ITB 32 . Jelaskan fungsi governor dan Automatic Voltage  Regulator(AVR). • AVR berfungsi untuk mengatur tegangan keluaran generator  agar sesuai dengan yang diinginkan. • Sedangkan pada saat generator diparalel dengan  jala‐jala tak hingga pengaturan eksitasi akan  menyebabkan perubahan daya reaktif sedangkan  pengaturan turbin akan menyebabkan perubahan  daya aktif keluaran generator. sedangkan governor  adalah untuk mengatur kecepatan turbin/ frekwensi  generator agar sesuai dengan yang diinginkan.  sedangkan mengubah kecepatan turbin akan  mengubah tegangan dan frekwensi keluaran  generator. LPKEE-ITB 31 26.25. mengapa kedua peralatan tersebut  diperlukan.

 Sebutkan lima besaran ukur yang lazim untuk mengasses  kondisi isolasi peralatan listrik bertegangan tinggi. tan δ. • Pengukuran tahanan isolasi belitan. LPKEE-ITB 34 . LPKEE-ITB 33 28. Jelaskan dengan pengukuran / pengujian apa saja yang dapat  menunjukkan timbulnya kelembaban dalam isolasi belitan  generator. Partial Discharge. Hi‐ pot. • Tahanan isolasi.  Kapasitansi isolasi belitan dan tan δ. Indeks polarisasi.27.

 sehingga Rr/s jadi besar. dan nilai ini sangan berar dapat 4‐8 kali arus nominalnya. Sedangkan ketika sudah berputar arus akan lebih kecil karena slipnya kurang dari 1. LPKEE-ITB 35 30. dengan mengamati gambar dibawah maka I=V/(Rs+jXL+Rr/s). sehingga I kecil. – Jelaskan mengapa arus start  motor induksi tinggi – Pada saat start arus tinggi karena rotor  belum berputar sehingga Slip =1.29. Jelaskan mengapa arus start motor arus searah dapat mencapai 20 kali arus nominalnya. LPKEE-ITB 36 . Arus start motor induksi dapat mencapai 4‐8 kali  arus nominalnya.

 atas dasar itu maka arus start yang  tinggi tadi harus dibatasi. LPKEE-ITB 38 . • Arus start yang tinggi ini akan menyebabkan jatuh tegangan di saluran akan tinggi sehingga tegangan pada sisi beban akan rendah. • Prinsip kerja metode Star‐Delta adalah menghungkan belitan motor  menjadi bintang saat awal diasut dan delta setelah motor mencapai lebih kurang 80% putaran nominalnya. kejadian ini akan menyebabkan beban lain yang  paralel dengan motor. seperti komputer dan peralatan listrik penting lainnya terganggu karena mendapat tegangan rendah pada saat motor diasut. Jelaskan prinsip kerja “motor starter” dengan metode “Star‐ Delta”. dan buktikan bahwa arus start pada hubungan delta  adalah 3 kali dari arus start hubungan bintang (star). Cara ini pada dasarnya memperkecil arus start dengan cara memberikan tegangan lebih kecil pada tiap belitan dibandingkan tegangan ratingnya. Mengapa arus start yang tinggi tersebut harus dibatasi.31. LPKEE-ITB 37 32.

• Dengan menggunakan Soft starter arus start dapat diatur secara bertahap  dan smooth. setelah motor berputar koneksi (b) sesaat dan setelah itu  koneksi (c) pada saat ini motor dipasok langsung dari tegangan sumber. • Amati gambar dibawah pada saat awal koneksi (a) motor mendapat  tegangan dari sumber (line terminal) setelah sebelumnya diseri dengan  autotrafo. LPKEE-ITB 40 . Jelaskan prinsip kerja “motor starter” dengan menggunakan soft starter. 33. komponen utama pada alat ini adalah thyristor yang  dipasang anti paralel. sehingga tegangan motornya dapat diatur sesuai  dengan yang diinginkan (berapa besar tegangan minimum disesuaikan  dengan torka minimum untuk menggerakkan motor). Jelaskan prinsip kerja “motor starter” dengan menggunakan autotransformer.  Cara ini pada dasarnya memperkecil arus start dengan cara memberikan  tegangan lebih kecil pada tiap belitan dibandingkan tegangan ratingnya LPKEE-ITB 39 34.

  Jika coil yang ditest terdapat gangguan seperti. Jelaskan tujuan pengujian Surge Comparison  test pada mesin elektrik • Surge Comparison test adalah membandingkan 2 buah coil secara magnetic.35. karena pada kedua coil  tersebut mendapat induksi tegangan yang  berbeda. dll” maka surge comparison tester akan memperlihatkan dua buah bentuk gelombang yang berbeda. LPKEE-ITB 41 36. • Keluaran VSD dapat berupa tegangan dan frekwensi yang  variabel. “shorted winding. misingturn. LPKEE-ITB 42 . Sebutkan keuntungan lain penggunaan  VSD selain  dapat mengatasi permasalahan arus start. Jelaskan prinsip kerja “motor starter” dengan menggunakan Variable  Speed Drive (VSD). alat ini dapat digunakan  untuk membatasi arus start  yaitu dengan cara mengatur tegangan dan frekwensi motor  secara bersamaan.

 Jelaskan maksud pemeriksaan secara visual pada mesin elektrik • Pemeriksaan secara visual sangat diperlukan terutama pada mesin berkapasitas  besar harus dilakukan lebih teliti. Surge Ring  Support. Compression Bolts. Stator dan Rotor. Dissipation power factor di test pada tegangan 0. 37. δ ) menurut VDE 0530 LPKEE-ITB 43 38. fan bearing.2 Un .Space Heater. Pada generator pemeriksaan secara visual  meliputi pemeriksaan pada frame. dll • Pemeriksaan pada Rotor  • Pemeriksaan pada winding rotor. Jelaskan tujuan Dissipation power factor test  pada mesin elektrik • Salah satu kriteria yang paling penting untuk mengetahui kwalitas dalam sistim isolasi mesin listrik adalah hubungan sebab akibat dari factor disipasi power factor dengan tegangan kerja. perubahan  extreme menunjukkan adanya overheating yang dapat disebabkan oleh: • Overloading • aliran pendinginan yang tidak baik • Pemeriksaan pada Stator  • Pemeriksaan pada Stator core. Termination. Finger Plate. isolasi winding. Winding Connection.2 Un s/d 1. dll LPKEE-ITB 44 . slip ring. • Pemeriksaan pada frame: • Periksa apakah terjadi perubahan warna yang extreme pada cat frame.0 Un dengan interval tegangan sebesar 0. coil insulation. Nilai Dissipation Power Factor (Tan.

 Apa arti dan tujuan ELCID test pada mesin elektrik • Electromegnetic Core Imperfection Detector • EL CID berfungsi untuk mendeteksi cacat inti electromagnetik motor LPKEE-ITB 45 40.39. Apa arti dan tujuan dari DIRANA  test pada mesin elektrik • Dielectric Response Analysis (DIRANA) • DIRANA berfungsi untuk mengetahui kelembaban (moisture content) isolasi LPKEE-ITB 46 .

 bagaimana cara melakukan Hi‐Pot test pada mesin elektrik • Reference to VDE 0530 part 1. Menurut National fire protection association (NFPA). jika dimungkinkan setiap phase winding di test terhadap ground • “Acceptance” test tidak dianjurkan untuk diulang. National Electrical  Testing Association (NETA) parameter apa saja dalam trafo yang harus dilakukan inspeksi setiap jam dan setiap lima tahun atau lebih? General Inspection items Frequency Load Current Hourly or use recording meters Voltage Hourly or use recording meters Liquid Level Hourly or use recording meters Temperature Hourly or use recording meters Hi-Potential voltage (AC/DC) Five years or more Induced voltage Five years or more LPKEE-ITB 48 . dan winding yang tidak di test harus di ground kan • Hi‐pot test dilakukan untuk new winding  • Hi‐pot test dilakukan dengan tegangan a.c dengan gelombang sinus dan frequency antara 40 s/d 60 cycle per second • Besar tegangan uji dimulai dengan tegangan tidak lebih dari ½ dari full  voltage test.41. Mengacu pada VDE 0530 part 1. • Hi‐pot test diaplikasikan antara winding dengan ground mesin. Waktu yang diperlukan untuk menaikan tegangan dari tegangan awal s/d tegangan full +/‐ 10 detik • Mesin polyphase dengan rated lebih dari 1 kVA. jika dikehendaki maka pengulangan test untuk test kedua dan seterusnya tegangan test hanya 80% dari tegangan test penuh LPKEE-ITB 47 42.

 Jelaskan empat jenis konversi energi elektrik dengan menggunakan elektronika daya AC-DC Converter ~ Rectifier DC-DC Converter AC-AC Converter AC Chopper DC Chopper Inverter ~ DC-AC Converter LPKEE-ITB 50 .43. Jelaskan peran Teknologi Elektronika dalam sistem konversi energi elektrik. • Konversi energi menggunakan elektronika sangat efisien dibandingkan dengan konversi energi dengan menggunakan mesin‐mesin elektrik. • Konversi energi elektrik diperlukan karena sumber elektrik yang dibutuhkan beban tidak sesuai dengan sumber elektrik yang tersedia. • Ilmu yang mempelajari konversi energi (daya) elektrik ke elektrik dengan memanfaatkan teknologi elektronika. LPKEE-ITB 49 44.

telekomunikasi. supermaket dan lain-lain. LPKEE-ITB 52 . 1. etc) LPKEE-ITB 51 46. Sebutkan beberapa komponen saklar elektronika daya termasuk dengan cara pengendaliannya. CONTROLLABLE SWITCES : Turned “ON” and “OFF” by control  signals (Transistor. lighting dan sistem signal pada penerbangan. kereta api) maupun pada penyaluran dan pendistribusian listrik. kedokteran. 3. GTO. UPS dalam sistem tenaga listrik • Kontinuitas catu daya di industri. MOSFET. perkantoran bahkan untuk perhotelan. hilangnya energi listrik ini berkonsekwensi pada sisi ekonomi. THYRISTORS : Latched “ON” by a control signal but must be  turn “OFF” by power circuit (power line). 2. • Komputer dan sistem kontrol baik itu pada sistem transportasi (misal . IGBT. menopang kelangsungan hidup manusia secara langsung. DIODES : “ON” and “OFF” states controlled by power circuit  (power lines). transportasi. harus selalu mendapat suplai energi listrik.45. • Aplikasi yang paling kritis seperti pada peralatan teknik rumah sakit.

 Apa saja faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan spesifikasi UPS • Kapasitas (Rating Daya)  • Ukuran dan Berat  • Air Conditioning • Audible Noise • Batere Inrush  • Input Power Factor • Distorsi arus input • Reliability LPKEE-ITB 54 . • Batere sekunder : Batere sekunder atau sering disebut accumulator (accu). Batere Dalam penggunaannya. bisa diisi diisi lagi muatannya setelah habis dipakai. Aplikasinya? LPKEE-ITB 53 48. yaitu : – Batere asam- asam-timbal – Batere alkalin. batere tidak mungkin diisi lagi muatannya. 47. Secara umum batere dapat diklasifikasikan menjadi dua macam : • Batere primer : Pada batere ini. Artinya setelah digunakan. Batere primer umumnya berupa batere kering dan berukuran kecil. Artinya reaksi yang terjadi terjadi dalam batere dapat dibalik. Ada dua macam batere sekunder yang umum digunakan dalam catu daya. batere terdiri atas susunan beberapa sel yang yang dihubungkan seri maupun paralel. reaksi kimia yang terjadi tidak dapat dibalik.

 dan jelaskan kelebihan dan kelemahannya. Gambarkan desain rectifier dan inverter pada sistem Variable Speed Drive atau UPS yang umum digunakan. 49. UPS LPKEE-ITB 55 50. Rectifier Charger INVERTER AC LINE Load Batt Rectifier Charger INVERTER PWM Tegangan DC kendali inverter AC Tegangan AC Arus Beban LINE Load Pulsa Gate PWM kendali kendali Tegangan konverter Tegangan inverter AC 3 fasa DC Arus Beban LPKEE-ITB 56 .

Switchgear adalah suatu peralatan listrik yang didalamnya terdapat pemutus rangkaian. indikator. motor dan transformer. Jelaskan tata cara pengukuran tahanan DC (DC Resistance  Test) pada generator. Jelaskan definisi dan fungsi dari switchgear . alat ukur. yang dilengkapi dengan sistem kontrol dan proteksinya. terminal. LPKEE-ITB . LPKEE-ITB 57 52.51. busbar.

Fungsi Switchgear ƒ Kondisi Normal ƒ Menghubungkan rangkaian listrik ƒ Membaca parameter listrik ƒ Mengatur penyaluran listrik ƒ Mendeteksi parameter listrik ƒ Kondisi Gangguan ƒ Memutus rangkaian listrik ƒ Membaca parameter listrik ƒ Mengamankan komponen rangkaian listrik LPKEE-ITB 53. Sebutkan dan Jelaskan dengan singkat beberapa switchgear • Oil circuit breaker • Minimum Oil Circuit Breaker • Gas (SF6) • Vacuum circuit breaker • Air circuit breaker • Air-blast Circuit Breaker LPKEE-ITB .

 ELECTRICAL SWITCHGEAR TESTING • Insulation resistance test • dc or ac high‐potential test • Power factor or dielectric loss test • Circuit breaker contact resistance  test • Circuit breaker time‐travel  analysis test LPKEE-ITB .000 volts AC)  • By insulating medium:  – Air  – Gas (SF6 / campuran)  – Oil  – Vacuum  LPKEE-ITB 55.000 volts AC)  – High voltage (more than 35. Classifications of switchgear • By voltage class:  – Low voltage (less than 1000 volts AC)  – Medium voltage (1000‐35. 54.

• Diperlukan pemutus rangkaian yang dapat digunakan lagi. Sekering ( Fuse) dan MCB • Asal usul : Fuse / Sekering hanya sekali bekerja. ketika fuse itu putus maka tidak dapat digunakan lagi. 56. MCB LPKEE-ITB 63 57. Besaran Ukur Proteksi ƒ Besaran Ukur Listrik – Arus – Tegangan – Daya – Impedansi ƒ Besaran Ukur Non Listrik – Waktu – Temperatur – Besaran Mekanis LPKEE-ITB 64 .

H1 X1 H1 H2 Arus Primer X1 X2 Tegangan Tegangan Arus Sekunder V Sekunder Primer A H2 X2 (a) (b) LPKEE-ITB 65 59. jelaskan secara singkat cara kerja dari kedua trafo pengukuran tersebut.58. Dalam mesin elektrik berkapasitas daya besar terdapat dua trafo pengukuran yaitu trafo arus dan trafo tegangan. Jelaskan mengapa pada generator perlu dipasang pengaman under‐over frekwensi LPKEE-ITB 66 .

60. Jelaskan fungsi dan cara kerja dari rele differtial pada mesin elektrik. Daerah yang Dilindungi I1 I2 Stator Winding I2 I1 a b c LPKEE-ITB 67 .