You are on page 1of 16

Sabtu, 16 April 2016

Makalah Studi Islam tentang Islam Nusantara

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak teori yang menjelaskan mengenai kedatangan islam ke Indonesia, baik mengenai
asal-usul, waktu, dan para pembawanya. Terdapat teori yang mengatakan bahwa agama islam
masuk ke Indonesia telah terjadi sejak masa-masa awal perkembangan islam di sekitar abad
ke-7 M / 1 H, dan langsung dari Arab atau Persia. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa
agama islam masuk ke Indonesia pada abad ke-11 M / 5 H. Bahkan ada yang berpendapat
islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M dan berasal dari Gujarat atau India. Agama
islam masuk Indonesia secara periodik, tidak sekaligus. Terdapat beberapa cara yang
dipergunakan dalam penyebaran islam di Indonesia, seperti perdagangan, perkawinan,
pendidikan, kesenian, dan tasawuf.1[1] Sejak zaman prasejarah, penduduk
kepulauan Indonesia dikenal sebagai p e l a ya r - p e l a ya r yang sanggup
mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan
perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di daratan Asia
Tenggara.2[2] Wilayah barat nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno
merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang di jual di
sana menarik bagi para pedagang dan menjadi daerah lintasan penting antara Cina dan India.
Pelabuhan-pelabuhan penting Sumatera dan Jawa antara abad ke 1 dan ke 7 sering disinggahi
pedagang asing, seperti Lamuri Aceh, Barus dan Palembang di Sumatera. Sunda Kelapa dan
Gresik di Jawa.3[3] Mereka yang datang ke Indonesia bertujuan berdagang sekaligus
menyebarkan agama yang mereka anut yaitu Islam.
B. Rumusan Masalah

1[1] Murodi, Sejarah Kebudayaan Islam, (Semarang: PT. Karya Toha Putra. 2011), h. 39

2[2] Marwati Djoened Poeponegoro dan Nugroho Notosusanto (Ed), Sejarah Nasional Indonesia II,
(Jakarta: Balai Pustaka, 1984), hlm. 2

3[3] Roeslan Abdulgani, Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia, (Jakarta: Pustaka Antar Kota,
1983), hlm. 20

dan historis. dan historis?  Bagaimana karakteristik islam nusantara berdasarkan fiqih. dan tasawuf.  Paham mengenai pro dan kontra mengenai islam nusantara. teologi. dan historis. dan tasawuf.  Menjelaskan peran ulama (walisongo) dalam pengembangan islam nusantara.  Mengetahui karakteristik islam nusantar berdasarkan fiqih. filosofis. berbangsa.  Menjelaskan praktek islam nusantara dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan dan Manfaat Tujuan :  Menjelaskan pengertian-pengertian islam nusantara secara pendekatan sosiologis.  Menjelaskan karakteristik islam nusantar berdasarkan fiqih.  Menjelaskan pro dan kontra mengenai islam nusantara. . teologi. dan bernegara?  Apa pro dan kontra islam nusantara? C.  Mengetahui peran ulama (walisongo) dalam pengembangan islam nusantara. filosofis. berbangsa. Manfaat :  Mengetahui pengertian-pengertian islam nusantara secara pendekatan sosiologis.  Mengetahui praktek islam nusantara dalam kehidupan bermasyarakat. Apa itu islam nusantara secara pendekatan sosiologis. dan bernegara. dan tasawuf?  Bagaimana peran ulama (walisongo) dalam pengembngan islam nusantara?  Bagaimana praktek islam nusantara dalam kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. teologi. filosofis. berbangsa.

Nusantara dan Eropa. Islam nusantara yang kaya dengan warisan islam menjadi harapan renaisans peradaban islam global yang akan berakulturasi dengan tatanan dunia baru. budaya dan agama di Indonesia. sebagaimana yang pernah disarankan oleh Gusdur yang menantang para ilmuan islam untuk membuat teoritik apa yang disebut dengan studi islam berdasarkan kawasan. Gusdur telah membuat hipothesa bahwa ada enam studi kawasan islam : kawasan Timur Tengah. BAB II PEMBAHASAN I. Asia Tengah termasuk Rusia.bbc. Pengertian Islam Nusantara a) Sosiologis Islam nusantara adalah islam distingtif sebagai hasil interaksi.4[4] b) Historis Islam nusantara adalah sebagai hasil ijma dan ijtihad para ulama nusantara dalam melakukan istinbath terhadap al-muktasab min adillatiha-tafshiliyah. Gagasan islam nusantara bukan sebuah aliran baru sebagaimana sempalan dan firqah. Afrika. dan untuk kita teladani. untuk dihormati. tetapi adalah sebagai upaya yang mencoba memotret keislaman dalam domain kawasan. Karakteristik Islam Nusantara Menurut istilah. Islam nusantara adalah idrakul hukmi min dalilihi ala sabili-rujhan. daratan India.id/berita/kolom/resonansi/15/06/17/nq3f9n-islam-nusantara-1) 6[6] (www. kontekstualisasi.6[6] II. budaya dan adat istiadat di tanah air. Menurut Gusdur masing-masing memiliki karakteristik yang menonjol.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150614_indonesia_islam_nusantara) 5[5] (www. tempat asal islam itu berkembang.co.bbc. indigenisasi destruktif dan vernakularisasi islam universal dengan realitas sosial. Islam nusantara memberi karakter bermazhab dalam teks-teks para ulama nusantara untuk menyambungkan kita dengan tradisi leluhur kita.5[5] c) Filosofis Islam nusantara adalah islam sinkretik yang merupakan gabungan nilai islam teologis dengan nilai-nilai tradisi lokal (non-teologis). 4[4] (www.republika. Islam Nusantara harus bermula memahami pola dan karakter keislaman masyarakat muslim nusantara yang memang mempunyai karakter yang sangat berbeda dengan corak keislaman Timur Tengah.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150614_indonesia_islam_nusantara) .

Pertama islam nusantara adalah hasil produk dari dakwah yang kemudian dikenal tokoh- tokohnya sebagai wali songo. Masyarakat islam nusantara dalam bidang fiqih mengikut salah satu mazhab fiqih yaitu hanafi. Karenanya islam dapat berkembang dengan cepat tanpa kekerasan. yaitu proses pengislaman dengan cara damai melalui akulturasi budaya dan ajaran inti islam. Masyarakat islam nusantara telah mengamalkan sikap toleran atau tasamuh ini sebagia bagian dari landasan ajaran islam yang memberi kebebasan beragama. e. Ini ciri yang menonjol dalam diri Islam Nusantara. Kedua. Tokoh-tokoh tasawuf yang menjadi panutan antara lain Imam Ghazali. Ketiga. sehingga wajar jika kitab-kitab literatur daam lingkungan masyarakat Islam Nusantara didominasikan kita-kitab mazhab syafi’i. Dalam konteks karakteristik islam nusantara dapat dilihat setidaknya dengan delapan ciri-ciri menonjol yaitu : a. d. Keempat. maliki. c. karena hubungan islam dan non islam adalah hubungan damai. sehingga hasil ijtihadnya merupakan hasil dari pengetahuan yang lengkap dan hati yang jernih tanpa diintervensi kepentingan nafsu. Imam Syazili dan lain sebagainya yang sangat populer dikalangan islam nusantara. para ulama atau masyarakat islam nusantara dalam memilih mazhab bukan sembarangan dan asal pilih. harmoni dan toleran. Islam bukan saja mengecam pemaksaan agama. dan menghargai pluralitas sebagai watak asli ajaran tasawuf. sebagai sebuah proses pengislaman yang terbaik. Namun demikian yang paling populer dan yang diajarkan dan menjadi pilihan faforit adalah mazhab syafi’i. Dari sanalah kemudian islam nusantara menjadi islam yang sangat harmoni. tetapi lebih dari itu sangat menjunjung tinggi hak-hak non muslim dalam pemerintahan kerajaan islam. Keadaan ini dinilai oleh pengkaji islam diantara Anwar Ibrahim. Selama ini yang dipilih atau dijadikan panutan adalah mereka yang mempunyai kapabilitas intelektual yang memadai dan teruji daam sejarah sserta mereka yang mempunyai integritas. syafi’i dan hanbali. toleran. penganut setia faham Ahlusunnah dengan watak moderat. kecuali jika terjadi perkara-perkara yang dapat menyebabkan pertentangan antara kedua belah pihak . Hal ini sangat bertolak belakang dengan cara berpikir islam timur tengah. sosok ulama yang benar-benar independen. Kelima. mayoritas masyarakat islam nusantara adalah pengamal ajaran tasawuf karena itu tarekat berkembang dengan subur. dalam bermasyarakat mengutamakan kedamaian. Syaikh Abdul Qadir Jailani. b.

Keenam. dalam memahami nash menggunakan pendekatan literal dalam hal yang bersifat Qath’i. visi islam rahmatan lil’alamin mendominasi pemikiran ke islaman nusantara masyarakat islam berusaha mengusung visi islam rahamat lil’alamin sebagai misi utama dlam mengimplementasikan ajaran islam dalam kehidupan. 7[7] a) Fiqih 1.id/umum/islam-nusantara-antara-teoritik-dan- karakteristik .web. Karena itu jelas bahwa risalah islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw adalah memberi rahmat sebagaimana firman Allah artinya “Tiada kami utus engkau Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” Al Anbiya 107. seperti wajibnya solat serta tata cara ibadah mahdhah. Dalam hal ini selalu merujuk kepada tugas utama mulia Nabi Muhammad SAW. syariat Islam hanya menetapkan kaidah dan memberikan patokan umum. Sedangkan dalam kaitan kemasyarakatan lebih menggunakan pendekatan kontekstual. Bagi hukum-hukum yang lebih rinci. adaptasi budaya secara alami masyarakat islam nusantara berpandangan keartitan lokal tidak dapat dihilangkan saja. Penjelasan dan rinciannya diserahkan kepada ijtihad pemuka masyarakat. rukun islam. rukun iman. cahaya yang akan membawa keselamatan. g. ia perlu dilestarikan sebagai jati diri sebuah bangsa selama tidak bertentangan dengan syariat dan ini dibenarkan daam alquran bahwa allah menciptakan manusia dalam berbagai suku (qobail) dan berbangsa bangsa (syu’uba) lita’taarafu untuk saling ta’aruf (saling pengertian) tentang suku bangsa. Ketujuh. islamnusantara. Pendekatan ini tidak hanya mengambil makna teks tetapi lebih banyak mengambil substansi atau nilai-nilai yang terkandung dalam nash. Hal ini bermaksud rahmat akan membawa keselamatan baik dunia maupun diakhirat. tentu juga dengan budaya. 7[7] Dr. Syariat Islam diturunkan dalam bentuk umum dan garis besar.f. yaitu tugas yang suci. hukum-hukumnya bersifat tetap. dan sebagainya. Karena itu. tugas yang sempurna dan tugas yang meyeluruh dari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi. tidak berubah-ubah karena perubahan masa dan tempat. Kedelapan. Sempurna. Oleh karena itu pendekatan literal dalam menggunakan nash lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat ibadah mahdhah dan persoalan teologi. Mukhlas Sarkun. h. Tidak diragukan lagi bahwa islam sebagai rahmat dan hidayah.

Sistematis. muamalah. Fiqih Islam memperhatikan berbagai segi kehidupan. Universalitas hukum Islam ini sesuai dengan pemilik hukum itu sendiri yang kekuasaan-Nya tidak terbatas. Ia hanya memberikan kaidah-kaidah umum yang mesti dijalankan oleh manusia. Elastis. Fiqih Islam juga bersifat elastis (lentur dan luwes). Dengan menetapkan patokan-patokan umum tersebut. kulit putih dan kulit hitam. 8. 4. kehidupan jasmani dan rohani. karena al-Qur’an merupakan wadah dari ajaran Islam yang diturunkan Allah kepada umatnya di muka bumi. keras dan memaksa. Beberapa lembaganya saling berhubungan satu dengan yang lainnya. . Selain itu. sehingga mereka tidak melenceng. Arti dari pernyataan bahwa hukum Islam itu bersifat sistematis adalah bahwa hukum Islam itu mencerminkan sejumlah doktrin yang bertalian secara logis. hubungan makhluk dengan Khalik. harus dikembalikan kepada al-Qur’an. baik bidang ibadah. serta tuntutan hidup dunia dan akhirat terkandung dalam ajarannya. Meski demikian. syariat Islam dapat benar-benar menjadi petunjuk yang universal dan dapat diterima di semua tempat dan di setiap saat. ia meliputi segala bidang dan lapangan kehidupan manusia. ia meliputi alam tanpa batas. Ini berarti hukum Islam tidak mandul yang hanya berkutat pada hubungan vertikal kepada Allah dan hanya berupa keyakinan semata. tidak seperti ajaran-ajaran Nabi sebelumnya. 7. Penetapan al-Qur’an terhadap hukum dalam bentuk global dan simpel itu dimaksudkan untuk memberikan kebebasan pada umat manusia untuk melakukan ijtihad sesuai dengan situasi dan kondisi zaman. Al-Qur’an juga merupakan garis kebijaksanaan Tuhan dalam mengatur alam semesta termasuk manusia. 6. Ia berlaku bagi orang Arab dan orang ‘ajam (non arab). Perintah sholat dalam al-Qur’an senantiasa diiringi dengan perintah zakat. hubungan sesama makhluk. Bukti yang menunjukkan apakah hukum Islam memenuhi sifat tersebut atau tidak. Dengan sifatnya yang global ini diharapkan hukum Islam dapat belaku sepanjang masa. Di samping itu hukum Islam mempunyai sifat dinamis (cocok untuk setiap zaman). jinayah dan lain-lain.2. 5. Perintah beriman dan bertakwa senantiasa dibarengi dengan perintah beramal saleh. Akan tetapi merupakan hukum yang menyatu dengan hubungan horizontal sesama manusia dan hukum yang harus diamalkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Ajaran Islam bersifat universal. Universal dan Dinamis. 3. ia tidak memiliki dogma yang kaku. umat manusia dapat menyesuaikan tingkah lakunya dengan garis-garis kebijaksanaan al-Qur’an. Permasalahan kemanusiaan.

8[8] b) Teologi Islam nusantara adalah islam di wilayah melayu (Asia tenggara).id/berita/kolom/resonansi/15/06/17/nq3f9n-islam-nusantara-1) 10[10] Murodi. Pengantar Ilmu Fiqh. Karakter diktrinalnya adalah berpaham Asy’ariyah dari segi kalam (teologi). 39 . mereka sering kali berhubungan dengan perdagangan. (Semarang: PT.10[10] III. mereka mengajarkan teosofi yang telah bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Islam jenis ini menolak tasawuf karena dianggap banyak bid’ahnya.co. Di samping dua sumber pokok tersebut. Lalu mengkontraskannya dengan islam arab yang berpaham teologi Muhammad bin Abdul Wahab (Wahabi) dan berfiqih mazhab imam Amad bin Hambal yang katanya sangat rigid dan keras. 2011). 8[8] M. Hukum Islam mempunyai dua dasar pokok. kecerdasan dan pengetahuan dan mempertimbangkan konteks masyarakat yang ada. (Jakarta: Bulan Bintang. berfikih mazhab syafi’i sekaipun menerima mazhab yang lainnya dan menerima tasawuf model Imam Ghazali. Bahkan mereka adalah perintis utama dalam bidang dakwah islam di indonesia. para pengajar tasawuf atau para sufi adalah guru-guru pengembara.9. Hal ini karena di dalam kedua sumber tersebut terdapat ajaran yang bersifat ta’abbudi (tidak bisa dirasionalisasika) dan ada yang bersifat ta’aqquli (bersifat rasional). Hukum Islam Bersifat Ta’aqquli dan Ta’abbudi. bentuk islam yang diajarkan kepada para penuduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka yang sebelumnya memeluk agama hindu. Untuk memahami kedua sumber tersebut perlu digunakan kejernihan hati dan fikiran.republika. h. 1967). Karya Toha Putra. 7 9[9] (www. sehingga ajaran islam dengan mudah diterima mereka. hlm. Peran Para Ulama (Walisongo) dalam Pengembangan Islam Nusantara Walisongo mempunyai peranan yang sangat besar dalam pengembangan islam di Indonesia. Sejarah Kebudayaan Islam. 10. al-Qur’an dan sunnah Nabi. ajaran Islam juga memiliki sumber lain yaitu konsensus masyarakat (ulama) yang mencerminkan suatu transisi ke arah satu hukum yang berdiri sendiri (penafsiran terhadap al-Qur’an dan al- Sunnah). Dengan tasawuf.9[9] c) Tasawuf Pada umunya. Hasbi Ash Shiddieqy.

Pendekatan kelembagaan Dengan mendirikan pemerintahan atau kerajaan. lagu-lagu(lir –ilir. “wali” adalah singkatan dari perkataan Arab Waliyullah dan itu bermaksud “orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah” sedangkan “songo” juga perkataan jawa yang bermaksud sembilan. Sekaligus pelopor penyiaran agama islam di nusantara ini. islam juga merupakan para intektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Pendektan Kultural . metodelogis seperti permainan anak. 3. Sunan Drajat (Syeikh Syarifudin). Sunan Giri (Raden Paku). lembaga peribadatan seperti masjid-masjid atau bangunan lainnya yang memberikan ketertarikan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam mengenai agama Islam. 2. seperti yang dilakukan oleh Sunan Demak. Karena sesungguhnya mereka mengajar dan menyebarkan islam. Pendekatan Teologis Menanamkan dasar-dasar keyakinan dan pandangan hidup islami yang dilakukan oleh Sunan Gresik dan Sunan Ampel dimana yang menjadi sasaran adalah rakyat bawah yeng merupakan mayoritas penduduk. Adapun kesembilan wali tersebut adalah : Sunan Gresik (Syeikh Maulana Malik Ibrahim). dan juga sekaligus penugasan da’i untuk dikirim ke daerah-daerah seperti Madura. Sunan Ampel (Raden Rahmat). Sunan Muria (Raden Umar Said). Bawean sampai Maluku. Jadi “walisongo” merujuk kepada wali sembilan yakni sembilan orang yang mencintai dan dicintai Allah. Pendekatan Ilmiah Seperti yang dilakukan Sunan Giri yaitu dengan mendirikan pesantren dan melakukan pelatihan da’wah secara sistematik. Mereka diberi gelaran yang sedemikian karena mereka dianggap penyiar-penyiar agama islam yang terpenting. Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim). membina dan meningkatkan kualitas keagamaan dan kehidupan sosial. padang-padang bulan) yang mengandung nilai dan makna islami. dan Sunan Kalijaga (Raden Mahmud Syahid). 5. Sunan Gunung Jati ( Sayid Syarif Hidayatullah). Sunan Kudus (Syekh Ja’far Shadiq). Disamping itu. Pendekatan Sosial Yang dilakukan oleh Sunan Muria dan Sunan Drajat yang lebih senang hidup ditengah- tengah rakyat kecil yang jauh dari keramaian. Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati. 4. Para Wali ini mempunyai cara pendekatan da’wah yang beragam diantaranya : 1.

Disamping itu keberhasilan da’wah juga dipengaruhi oleh kualitas para figur da’I yang dapat memberi teladan hidup sehari-hari yang selalu menjadi “tuntunan” dan bukan hanya sebagai “tontonan” seperti pribadi-pribadi para Wali yang sampai sekarang tetap diakui sebagai teladan dan panutan umat islam khususnya di pulau Jawa. wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya. beliau melahirkan mubaligh-mubaligh islam yang bergiat di tanah jawa. Sunan Ampel membangun dan mengembangkan pondok pesantren. a. Pondok ini dibina karena bilangan pengikutnya yang kian bertambah. yakni mengubah keadaan masyarakat dari yang kurang baik menjadi lebih baik secara syar’iyah maupun kemasyarakatan. Nama aslinya adalah Raden Rahmat. Nama Ampel diambil dari nama sebuah tempat ia bermukim. yang dikenal dengan sebutan Ampel Denta. b. Sunan Bonang melakukan islamisasi budaya yaitu budaya masyarakat yang telah ada diislamkan. Disinilah juga. kesamaan arah meskipun berbeda-beda dalam cara penyampaiannya. pesantren tersebut menjadi pusat pendidikan islam di Nusantara. (Jakarta: Lantabora Press. Pada pertengahan abad ke-15 M. Di tempat inilah. beliau berjaya mendapat tempat dihati masyarakat di tengah-tengah krisis ekonomi dan perang saudara. Beliau juga merupakan pencipta pondok atau pesantren pertama digresik. umumnya ditanah jawa.11[11] Aktualisasi Nilai Da’wah Walisongo Da’wah harus mempunyai tujuan yang jelas. Persia dan tiba di jawa pada 1404 sebagai penyebar agama islam dan menetap di Leran. Beliau telah menjalankan dakwah islam dengan bijaksana dan dapat mengadaptasikan pengajarannya dengan masyarakat sekeliling sehingga ramai rakyat tertarik dengan agama baru ini. Dengan kemampuan intelektual dan pendalamannya terhadap islam Sunan Kalijaga. sebuah desa yang terletak di Gresik. lalu memeluknya. Beliau telah memperkenalkan bidang perdagangan dan melalui ini. Dengan ini lah beliau telah berjaya menarik orang-orang jawa dari kasta bawahan memeluk islam. kota Wonokromo sekarang. Sunan Ampel pula yang mengenalkan istilah “Mo 11[11] Afif Nadjih Anies. Ia mendapat hadiah berupa daerah Ampel Denta dari raja Majapahit. 2005) . Tokoh yang kedua ialah Sunan Ampel. Beliau datang dari Kasyan. bahkan manca negara. Tokoh yang pertama ialah Maulana Malik Ibrahim yang berbangsa Arab dari keturunan Rasulullah. Ia merupakan putra tertua Maulana Malik Ibrahim. Prospek Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman.

Sunan Giri telah menyiarkan islam dan menanamkannya ke dalam jiwa penduduk dalam berbagai cara. Dengan terdirinya pesantren-pesantren tersebut. Suna Giri juga dikenali dengan Raden Paku atau Maulana Ainul Yaqin dan merupakan seorang ulama yang dibekali dengan pengatahuan agama yang mencukupi. Sultan Demak pertama. . beliau telah berusaha memasukkan pengaruh islam kedalam kalangan bangsawan keraton Majapahit. Murid-muridnya pula bukan saja terdiri dari mereka yang datang dari Surabaya. hadits. Selain itu beliau juga membantu dalam penumbuhan Majid Agung di kota Bintora Demak. Beliau telah mendirikan masjid dikampung laut sebagai langkah pertama untuk menyebarkan islam dan sehingga kini masjid itu masih kekal dalam bentuk asalnya meskipun telah dipindahkan ketempat lain. Bonang itu akan dibunyikan untuk menarik perhatian masyarakat sekitar yang mendengarnya agar berkunjung ke masjid sementara pengikut-pengikutnya pula diajarkan menyanyikan tembang-tembang. Beliau juga telah menciptakan alat musik jawa yang disebut Bonang serta tembang dan gending-gending jawa yang berisikan ajaran islam untuk berdakwah. Tokoh selanjutnya ialah Sunan Bonang. Lombok dan Makassar. Aceh. Ayahnya adalah Maulana Ishak seorang ulama Islam dari Arab dan bermukmin di Pasai. Pontianak dan Banjarmasin untuk memeluk agama islam. tidak menggunakan narkotik. moh madon). Keistimewaan dan sekaligus pembaharuan yang dibuat oleh Sunan Bonang ialah kebijaksaan dan keunikannya dalam berdakwah yang telah membuat hati rakyat agar datang ke masjid. Selain itu beliau juga telah memilih lokasi yang strategis untuk mendirikan pesantren-pesantren yang telah bertahan sampai abad ke 17 untuk murid-muridnya untuk mengajarkan fiqih. tidak mencuri. Limo” (moh main. yaitu seruan untuk “tidak berjudi. ia menjadi pusat dan markas gerakan dakwah yang terbesar dan terawal di jawa. Dengan inilah beliau telah berjaya memikat ramai orang kaya dan orang-orang terpandang di Maluku. beliau juga merupakan seorang pedagang yang mengelilingi pulau-pulau di Indonesia seperti Kalimantan dan Sulawesi. sehingga mereka menghafalnya yang kemudian mereka pula akan mengajarkannya kepada ahli keluarga masing-masing. nahwu serta sharaf. d. moh maling. Ia memainkan peranan yang sangat besar dalam penumbuhan kerajaan Demak didalam dakwahnya dan kedudukannya sebagai penyokong kerajaan Demak. moh madat. Sedikit demi sedikit sunan Bonang dapat merebut hati rakyat dan kemudian menanamkan pengertian yang teguh tentang islam. dan tidak berzina. moh ngombe. tetapi ada pula yang datang dari Madura. Tokoh ketiga ialah Sunan Giri yang dilahirkan pada tahun 1365 di Blambangan. Ini dilakukannya dengan memberi didikan islam kepada Raden Patah. Disamping itu.” c. tidak minum minuman keras.

Tokoh selanjutnya ialah Suana Kudus.e. Lahir sekitar tahun 1448 M. Ia menggubah sejumlah suluk. Ia mendirikan Kesultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kesultanan Pakungwati. seorang keturunan pemberontak Majapahit. keturunan Bani Hasyim dari Palestina. pembesar Mesir. Ayahnya adalah Sunan Ampel. Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. karena mayoritas kalangan penduduk Kudus waktu itu beragama hindu. alun-alun dengan dua beringin serta masjid. Dalam berdakwah. sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda. Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman. dan mempunyai beberapa nama panggilan. bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Sunan Kalijaga mempunyai pola yang sama dengan gurunya. Ia merupakan satu-satunya Walisongo yang memimpin pemerintahan. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Sunan Kalijaga ikut merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon. grebeg maulud. Adipati Tuban. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah. Ia memberikan materi tauhid dan aqidah dalam berdakwah. Nama kecilnya adalah Ja’far Shadiq. ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Ia juga memilih kesenian dan kebudayan sebagai sarana dakwahnya. perayaan sekatenan. Ibunya adalah Nyai Rara Santang. seperti Lokajaya. gamelan. adik Sunan Bonang. Syekh Malaya. dan merupakan kreasi Sunan Kalijaga. seperti suluk petuah berilah tongkat pada si buta / beri makan pada yang lapar / beri pakaian pada yang telanjang. Tokoh selanjutnya ialah Sunan Muria. Nama kecil sunan Drajat adalah raden Qosim dan bergelar raden Syaifuddin. Sunan Kudus banyak berguru dari Sunan Kalijaga. dan dengan cara langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. g. serta seni suara. lakon lawak petruk jadi raja. ia menggunakan seni ukir. Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memnafaatkan simbol-simbol hindu dan budha. Tokoh selanjutnya ialah Sunan Drajat. yaitu lereng gunung muria. Nama kecil Sunan Muria adalah Raden Prawoto. dan Masjid Agung Demak. Paham keagamaannya cenderung sufistik berbasis salaf. lanskap pusat kota berupa keraton. dalam melakukan gerakan dakwahnya. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya. i. yaitu sangat toleran pada budaya setempat. putri Raja Pajajaran raden Manah Rasa. dan cara dakwahnya pun meniru Sunan Kalijaga. Tokoh selanjutnya ialah Sunan Gunung jati atau Syarif Hidayatullah. Tiang tatal (pecahan kayu) merupakan salah satu tiang utama masjid. Dewi Saroh adalah adik kandung Sunan Giri. Tokoh selanjutnya ialah Sunan Kalijaga. Ia lahir sekitar 1450 M. dan bersaudara dengan Sunan Bonang. f. Beliaulah pencipta baju takwa. wayang. Ia merupakan putra Dewi Saroh dan Sunan Kalijaga. bernama Ronggolawe. . h. Dalam berdakwah. yaitu Sunan Bonang. layang kalimasada.

dan pegon dengan bahasa Jawa. ia lebih suka tinggal di desa terpencil dan jauh dari kota. keislaman orang Nusantara telah mampu memberikan penafsiran ajarannya sesuai dengan konteksnya. dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Secara historis. Dalam menyebarkan ajaran islam. 12[12] Murodi. Sejarah Kebudayaan Islam. Strategi dakwah tersebut tertulis dalam berbagai aksara dan bahasa sesuai dengan wilayahnya. Penyebaran islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah. dan aksara/bahasa lokal sesuai sukunya. dst. atau Madura. 39 . yaitu dengan cara berdakwah. h. berdasarkan data-data filologis (naskah catatan tulis tangan). syarak basandi kitabullah. ataupun tasawuf (sufism) sebagian telah diadaptasi dengan aksara dan bahasa lokal. Ajaran Islam Nusantara. Di Jawa terdapat aksara carakan. Lalu. makanya terdapat ungkapan di Minangkabau adat basandi syarak. Salah satu hasil dakwahnya adalah lagu sinom dan kinanti. Berbangsa. Pada saat itu di Nusantara. Kalimantan. Sulawesi dan sekitarnya para ulama dalam hal menuliskan ajarannya juga mempunyai tradisi akulturatif dan adaptif. Sunda. tanpa menimbulkan peperangan fisik dan penolakan dari masyarakat. Karya-karya ulama Nusantara dalam bahasa lokal tersebut untuk penyebaran Islam merupakan salah satu dari kelebihan dan kekhasan Islam Nusantara. Dengan demikian . (Semarang: PT. baik kepulauan Jawa. Di Sumatera. 12[12] IV. Para pedagang islam juga berperan sebagai mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. 2011). yang diadaptasi dari aksara dan bahasa Arab. baik dalam bidang fikih (hukum). praktik Islam Nusantara mampu memberikan kedamaian umat manusia. seperti Senopati ing Alogo Sayyidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. terdapat aksara Jawi dengan bahasa Melayu. Hal serupa di Jawa. dan Bernegara Gagasan Islam Nusantara merupakan salah satu pemikiran yang khas untuk Indonesia dari dulu dan saat ini. Praktik Islam Nusantara mampu memberikan kedamaian umat manusia. Sulawesi. tauhid (teologi). walisongo sesungguhnya telah memainkan peranan yang penting dalam penyebaran agama islam di Nusantara. ajaran-ajaran itu dikemas melalui adat dan tradisi masyarakat. Sumatera. Bugis. Karya Toha Putra. Praktek Islam Nusantara dalam Kehidupan Bermasyarakat. Dengan demikian. baik melalui ajaran Walisongo ataupun gelar seorang raja dengan menggabungkan tradisi lokal dan tradisi Arab. Batak. Contohnya. pada saat itu di Buton terdapat ajaran martabat tujuh dari tasawuf menjadi bagian tak terpisahkan dari undang-undang kesultanan Buton.

Makna Islam Nusantara tak lain adalah pemahaman. 13[13] http://www. Alasan penolakan mungkin adalah karena istilah itu tidak sejalan dengan dengan keyakinan bahwa Islam itu satu dan merujuk pada yang satu (sama) yaitu Al-Qur’an danAs-Sunah. “Mengapa Islam Nusantara”. Pro dan Kontra Tentang Islam Nusantara Istilah Islam Nusantara akhir-akhir ini mengundang banyak perdebatan sejumlah pakar ilmu-ilmu keislaman. tauhid (teologi). syari’at. dan kerusakan alam. apalagi negara Arab. tujuh bulanan. Dalam pengertian hukum yang ini kita sah dan wajar menambahkan pada ‘Islam’ kata deiksis. walaupun substansinya berbasis lokalitas. baik dari sisi historis maupun untuk kepentingan saat ini.nu.13[13] V. Praktik keislaman Nusantara. Sekalipun untuk beberapakitab tertentu tetap menggunakan bahasa Arab. Jejaring Islam Nusantara di dunia penting dilakukan untuk mengantisipasi politik global yang terkesan bagian dari terorisme global. Dalam istilah “Islam Nusantara”. dan penerapan Islam dalam segmen fiqih mu’amalah sebagai hasil dialektika antara nash. Karakter Islam Nusantara dapat menjadi pedoman berfikir dan bertindak untuk memahami ajaran Islam saat ini. baik dalam bidang fikih (hukum). seperti Islam Nusantara.or. Sebagian menerima dan sebagian menolak. ataupun tasawuf (sufism) sebagian telah diadaptasi dengan aksara dan bahasa lokal. dan ‘urf. khususnya Saudi sebagai tempat kelahiran Islam dan bahasanya menjadi bahasa Al-Qur’an. Adat yang tetap berpegang dengan syari’at Islam itu dapat membuktikan praktik hidup yang toleran. dan seterusnya. Ajaran Islam Nusantara. bedug/kentongan sesungguhnya dapat memberi kontribusi pada harmoni. sehingga terhindar dari pemikiran dan tindakan radikal yang berujung pada kekerasan fisik. keseimbangan hidup di masyarakat. pengamalan. dapat disingkat sebagai berikut: 1. Islam Mesir.id/post/read/58821/teks-dan-karakter-islam-nusantara . Islam Amerika. dan menghargai kebiasaan pribumi. dan realita di bumi Nusantara. moderat. seperti tahlilan. tidak ada sentimen benci terhadap bangsa dan budaya negara manapun. budaya. muludan. seperti karya Kyai Jampers Kediri.

sehingga ajaran Ahlus sunnah wal jamaah dapat diterapkan. sehingga Islam Nusantara dari sisi praktik bukanlah monopoli NU atau umat Islam Indonesia semata.id/post/read/58821/teks-dan-karakter-islam-nusantara . 7. 4. terutama di komunitas pesantren.nu. dan kerusakan alam. tidaklah berlebihan jika dapat menjadi pedoman berfikir dan bertindak untuk memahami ajaran Islam saat ini. ternyata juga terdapat keserupaan dengan praktik tradisi Islam di beberapa Negara Timur Tengah. 3. baik babad. jika benar-benar hal itu lebih baik dari tradisi sebelumnya. Keseimbangan ini menjadi salah satu karakter Islam Nusantara. moderat. penting kiranya untuk tetap mengawal dan menegaskan kembali tentang Islam Nusantara.or. terutama saat keemasannya. hikayat. seperti disebut sebelum ini. muludan. yang senantiasa mengedapkan toleransi. NU sebagai organisasi yang dilahirkan untuk mengawal tradisi para ulama Nusantara. sehingga terhindar dari pemikiran dan tindakan radikal yang berujung pada kekerasan fisik. dan ajaran fikih. karena jejaring Islam Nusantara di dunia penting dilakukan untuk mengantisipasi politik global yang terkesan bagian dari terorisme global. dan boleh mengambil tradisi baru lagi. Tradisi yang baik tersebut perlu dipertahankan. Praktik keislaman Nusantara.14[14] 14[14] http://www. Manuskrip (catatan tulisan tangan) tentang keagamaan Islam. seperti tahlilan. dari dulu dan saat ini atau ke depan. keseimbangan hidup di masyarakat. Tradisi Islam Nusantara.2. 6. tujuh bulanan. bedug/kentongan sesungguhnya dapat memberi kontribusi pada harmoni. sejak abad ke-18/20 merupakan bukti filologis bahwa Islam Nusantara itu telah berkembang dan dipraktikkan pada masa lalu oleh para ulama dan masyarakat. dst. seperti Maroko dan Yaman. dan menghargai kebiasaan pribumi. 5. Adat yang tetap berpegang dengan syari’at Islam itu dapat membuktikan praktik hidup yang toleran. Walisongo. primbon. Karakter Islam Nusantara.

budak. Sehingga sampai sekarang masih ada tradisi agama Hindu maupun agama Budha yang di kerjakan sebagian masyarakat Indonesia. saluran kesenian dan saluran p o l i t i k . para walisongo menggabungkan kedua ajaran agama tersebut. BAB III PENUTUP A. saluran pendidikan. P a d a h a l p a d a s a a t i t u I n d o n e s i a t i d a k dalam kekosongan kultural peradaban karena pada saat itu terdapat dua kerajaan besar seperti kerajaan Hindu dan kerajaan Budha. Sehingga Islam yang mempunyai ajaran yang tidak memberatkan. saluran tasawuf. B. buruh) tidak mendapat perhatian dari kerajaan. Agama yang masih kuat dia n u t o l e h m a s ya r a k a t s e b e l u m I s l a m d a t a n g ke Indonesia. KESIMPULAN Peranan para walisongo dalam menyebarkan agama Islam sangat dinamis sehingga islam sangat mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. SARAN . saluran perkawinan. Karena kerajaan hanya memikirkan keluarga kerajaan (lapisan atas) sedangkan orang-orang yang berada dilapisan bawah (petani. luwes dan mengajarkan keadilan dan kebijaksanaan mudah masuk dalam lapisan-lapisan masyarakat. Para walisongo dalam penyampainnya menggunakan beberapa pendekatan atau saluran agar Islam dapat di anut oleh masyarakat antara lain: saluran perdagangan.

M. Sejarah Nasional Indonesia II. (Jakarta: Balai Pustaka. Ash Shiddieqy. Sarkun. agar dapat memperoleh gambaran lebih baik. Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (Ed). Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia. Afif Nadjih. 2011). Berkaitan dengan makalah ini. (Semarang: PT. Dr. 2005). islamnusantara. (Jakarta: Lantabora Press. Mukhlas. penulis menyarankan agar pembaca. Sejarah Kebudayaan Islam. Pengantar Ilmu Fiqh. 1983). DAFTAR PUSTAKA Abdulgani. Roeslan. Anies.co. Murodi. Prospek Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman.bbc.id/umum/islam-nusantara-antara-teoritik-dan- karakteristik (www. (Jakarta: Bulan Bintang. Karya Toha Putra. 1967). Poeponegoro.republika. (Jakarta: Pustaka Antar Kota.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150614_indonesia_islam_nusantara) (www. 1984). Hasbi.id/berita/kolom/resonansi/15/06/17/nq3f9n-islam-nusantara-1) .web. membagi ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. sehingga manfaat dari makalah ini juga dapat tersalurkan kepada orang lain.