You are on page 1of 4

Aziz Rakha Dinarjo

SGD 15
30101507401

Pengaruh Aktivitas Bermain Game Dalam Genre Tertentu
Terhadap Kondisi Tekanan Darah Pada Remaja Dan Dewasa Muda

1.1 Latar Belakang :

Pada tahun 2010 50% pengguna game di Indonesia adalah pelajar dan
mahasiswa. Hal ini didukung dengan data dari situs resmi teknologi yaitu teknologi.viva
bahwa pertumbuhan pemain game di Indonesia yang meningkat dari 2010 yaitu sebesar
33% dengan jumlah pemain game sebanyak 80% berusia 15-25 tahun. Penelitian yang
dilakukan Supaket (2008) di Thailand menunjukkan hasil 23.1% dari remaja yang
bermain video game, telah masuk ke dalam kategori adiksi. American Medical
Association menyatakan pada tahun 2007 sebanyak 90% remaja Amerika bermain
game dan 15 % atau 5 juta remaja mengalami kecanduan game, sedangkan di Cina
pada tahun 2007 terdapat 10% atau 30 juta remaja mengalami kecanduan game.

Demikian juga, negara-negara di Asia, terdapat fenomena hampir sama. Wei
(2007) menyebutkan bahwa lebih dari tiga perempat pemain video game di Jepang,
Korea, dan Cina merupakan remaja. Di Jepang, terdapat 84,7% remaja, sedangkan di
Korea dan Cina masingmasing 94,8% dan 78,1% merupakan remaja.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di tiga sekolah, terdapat sekitar 20-50%
siswa SMP gemar bermain video game. Separuh dari siswa tersebut bermain video
game selama satu hingga dua jam setiap harinya dan 20% siswa bermain selama lebih
dari lima jam. Media yang digunakan bervariasi, meliputi komputer, laptop, play station
(PS), tablet, dan handphone (HP).

Menurut hasil penelitian lain, sekitar 36% (mayoritas laki-laki) terbiasa
memainkan game. Rata-rata sekitar satu jam per hari dan satu setengah jam di akhir
pekan.

Penggunaan game yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan
yang diakibatkan oleh pola tidur yang tidak teratur berdasarkan hasil penelitian dari
Widyastuti tahun 2012. Penelitian yang dilakukan oleh panjaitan pada tahun 2014 pada
anak SD kelas V dan VI menyatakan bahwa frekuensi bermain game berpengaruh
terhadap kualitas tidur dengan hasil (50%) mempunyai kualitas tidur yang buruk
dengan frekuensi bermain game yang rendah (32%) memiliki kualitas tidur yang baik
dengan frekuensi bermain game rendah, (12%) dengan frekuensi bermain game
sedang memiliki kualitas tidur yang buruk.

Menurut Saiful (2010) remaja sekarang ini terutama laki-laki mengalami
gangguan saat tidur, seperti kurangnya waktu tidur. Hal tersebut terjadi dikarenakan
lebih suka berada di depan layar seperti layar Handphone, Televisi, dan komputer.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau bermain, namun anak
cenderung memanfaatkannya untuk duduk di depan layar dan asik dalam permainan
game. Penggunaan komputer terutama untuk permainan game akan membawa
seseorang menjadi kecanduan karena permainan tersebut mempunyai sifat adiktif.
Tempat yang menyediakan fasilitas game juga semakin bertambah banyak, warung
internet yang menyediakan 24 jam untuk bermain game sudah banyak didapatkan di
kota.

Dari penelitian tersebut ada salah satu simpulan bahwa penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun pemain tidak sedang bermain game. .5 Diantaranya Tidak Mengalami Hipertensi Telah dilakukan penelitian oleh seorang Akio Mori dari Jepang mengenai dampak video game pada aktivitas otak.5% Diantaranya Menderita Hipertensi. Didapatkan 56% Diantaranya Mengalami Hipertensi Sedangkan Sisanya 43.2% dari pasien yang ditelitinya menderita hipertensi dan hampir seluruhnya mengalami gangguan kualitas tidur Hasil Penelitian Dari National Sleep Foundation Tahun 2002 Menemukan 20-30% Responden Di Amerika Serikat Mengalami Gangguan Tidur. Menunjukan Bahwa Pada Orang Dengan Kualitas Tidur Baik Yang Berjumlah 46 . Dan 26. dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat yang mahasiswa laki-lakinya lebih banyak dari perempuan. Sedangkan Pada Orang Dengan Kualitas Tidur Yang Buruk 73. Pooja Bansil et al melakukan sebuah studi prospektif yang diterbitkan melalui Journal of Clinical Hypertension tahun 2011 mengatakan bahwa 30. sehingga frekuensi denyut jantung.5% Tidak Mengalami Hipertensi. tekanan darah. Dengan kata lain para pemain mengalami “ autonomic nerves “ yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat. Penelitian Oleh Vgontaz Tahun 2009 Di Amerika Bahwa 10% Dari Penduduk Amerika Mengalami Hipertensi Yang Berhubungan Dengan Gangguan Tidur Hasil Penelitian Yang Dilakukan Oleh .

Masalah Kesehatan Lain yang Muncul . Bagaimana hubungan antara kebiasaan bermain game dikalangan remaja dan dewasa muda (laki-laki) dengan keadaan tekanan darah ? 1. Bisa digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya .3 Tujuan Penelitian UMUM : 1.1. Untuk Memberi Informasi Kepada Masyarakat Terutama Pada Orang Tua Mengenai Bahaya Kebiasaan Bermain Game . Sebagai wawasan bagi orang tua untuk melakukan tindakan preventif kebiasaan bermain game bagi anak-anak 2. Untuk Mengetahui Frekensi Bermain Game (Dalam Hitungan Jam) Terhadap Tekanan Darah Dikalangan Remaja Dan Dewasa Muda 1.2 Rumusan Masalah 1. Mengetahui hubungan kebiasaan bermain game dikalangan remaja dan dewasa muda dengan keadaan tekanan darah KHUSUS : 1.4 Manfaat Penelitian Teoritis 1. Yang Berhubungan Dengan Kenaikan Tekanan darah Praktis 1.

57x/menit dan rerata tekanan darah setelah bermain video games sebesar 129. juga dilatasi saluran pernapasan untuk meningkatkan pernapasan.87/86. Selain itu Tempat Yang Menyediakan Fasilitas Untuk Bermain Game Bertambah Banyak Serta Waktu Bermain Game Yang Sangat Panjang Bisa Mempengaruhi Kondisi Kesehatan Mereka Upaya : Membuktikan Hubungan Antara Aktivitas Bermain Game Dengan Genre Tertentu Dalam Jangka Waktu Tertentu Dikalangan Remaja Dan Dewasa Muda . Sri Nadya Saanin. sehingga frekuensi denyut jantung. Dari penelitian tersebut ada salah satu simpulan bahwa penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun pemain tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para pemain mengalami “ autonomic nerves “ yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat. Dengan Kondisi Tekanan Darah Mereka .Masalah Penelitian : Belum Banyak Penelitian Mengenai Hubungan Langsung Bermain Game Dalam Genre Tertentu Dalam Jangka Waktu Tertentu Dengan Keadaan Tekanan Darah Kronologi : Hasil percobaan menunjukkan bahwa rerata frekuensi denyut jantung setelah bermain video game sebesar 86x/menit lebih tinggi dibandingkan frekuensi denyut jantung sebelum bermain video games yaitu 75. (2013). Pengaruh Video Game Terhadap Frekuensi Denyut Jantung Dan Tekanan Darah Pada Pria Dewasa Mud. tekanan darah. dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat Bermain video game dapat menyebabkan respon stress dan peningkatan sekresi hormon adrenalin yang meningkatkan perangsangan saraf simpatis. Fathia Budi Asmara.07 mmHg lebih tinggi dibandingkan tekanan darah rerata sebelum bermain video game. D. Divisi saraf simpatis mempersiapkan untuk kegiatan fisik dengan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. dan merangsang pengeluaran keringa Besar Masalah : Peningkatan aktivitas bermain game dikalangan remaja dan dewasa muda yang sangat besar. Telah dilakukan penelitian oleh seorang Akio Mori dari Jepang mengenai dampak video game pada aktivitas otak. G.