You are on page 1of 2

PEMBEBANANPADA GELAGAR UTAMA

1. Beban Mati
a. Akibat beban mati terpusat
P tiang sandaran = 1.17 KN
P pipa sandaran = 0.15686 KN
b. Akibat beban mati merata
q tegel trotoar = 0.03 m x 24 KN/m3 x 1.3 = 0.936 KN/m
q beton rabat 3
= 0.25 m x 24 KN/m x 1.3 = 7.8 KN/m
q tegel trotoar 3
= 0.25 m x 25 KN/m x 1.3 = 1.422 KN/m
q tegel trotoar 3
= 0.22 m x (1.6-0.2)m x 24 KN/m x 1.3 = 7.7 KN/m
2. Beban Hidup
Beban hidup yang ada pada beban lalu lintas berupa beban lalu lintas
a) Beban Terbagi Rata (BTR)
Dengan bentang (L) = 22 m ≤ 30 m, maka besarnya q = 9 KN/m2
Maka, besarnya BTR = q x s = 9 KN/m2 x 1.6 m = 14.4 KN/m
b) Beban Garis Terpusat (BGT)
Dengan asumsi beban kejut sebesar (40% + 1) = 1.4
Maka, = P KN/m x S x 1.4
= 49 KN/m x 1.6 m x 1.4
= 109.76 KN
3. Gaya Rem
Pengaruh pengereman dari lalu lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah
memanjang dan dianggap bekerja pada jarak 1.8 m dari permukaan lantai jembatan.
Besarnya gaya rem tergantung panjang total jembatan. Untuk panjang ≤ 80 m, maka
besar gaya rem adalah 250 KN. Desain jembatan memiliki 5 girder, maka beban yang
timbul pada satu girder, 250/5 = 50 KN

4. Beban angin
Beban garis merata tambahan arah horizontal pada permukaan lantai jembatan akibat
angina yang menip kendaraan diatas jembatan di hitung dengan rumus:

Tew = 0.0012 x Cw x Vw2
= 0.0012 x 1.2 x 302
= 1.296 KN.m
Bidang vertical yang ditiup angina merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi
2m dan jarak antar roda kendaraan, 1.75 m
Qew = ½ x 2/2.75 x 1.296 = 0.741 KN.m

29773 KN.15 m = 53.m x 2.5 x beban/gelagar x y = 0.5005 KN.m 4. Akibat beban terpusat = ¼ x P x L = ¼ x 1. Beban angin Mangin = 1/8 x Qew x L2 = 1/8 x 0. Beban mati a.32686 x 22 = 7.858 x 132 = 754.m b. Momen maksimum akibat beban lajur D adalah sebagai berikut : 3.m . Gaya rem Momen maksimum akibat beban rem adalah sebagai berikut : Mmax = 0.741 KN x 132 = 15.75 KN.654 KN.m 2. Akibat beban merata = 1/8 x q x L2 = 1/8 x 17.5 x 50 KN. ANALISA GAYA DALAM 1.