You are on page 1of 25

Tugas Kelompok V

PERSONAL MASTERY

OLEH:

KELOMPOK 1
Hamdin

Anugerahwati

Ety Dusra

Muh. Fardin

Elisa Eka Febryani

PASCASARJANA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

2017

1

DAFTAR ISI

Halaman

Daftar Isi .................................................................................................... I

Kata Pengantar .......................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................... 2

C. Tujuan ......................................................................................... 3

D. Manfaat ......................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................... 4

A. Pengertian Personal Mastery atau Penguasaan Diri ........................ 4

B. Manfaat, Karekteristi dan Dimensi Personal Mastery atau

Penguasaan Diri ............................................................................ 7

C. Strategi Meningkatkan Personal Mastery atau Penguasaan Diri ...... 14

BAB III PENUTUP ................................................................................ 20

A. Kesimpulan ................................................................................... 20

B. Saran ............................................................................................ 20

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 21

2

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Maret 2017 Tim Penyusun 3 . Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Makassar. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Beberapa orang akan mengatakan bahwa visi pribadi berfungsi sebagai panduan yang akan membuat Anda di jalur. dan melihat bagaimana mereka membentuk 4 .Pilar kedua adalah Mental Modelyang memegang konsep bercermin. Pendapat Senge (1990) bahwa ada lima disiplin (pilar) yang membuat suatu organisasi menjadi learning organization. Latar Belakang Perkembangan zaman indentik dengan modernisasi dan pertumbuhan yang pesat disegala. hal ini memaksa setiap organisasi untuk terus berkembang dan tumbuh mengikuti zaman. mengembangkan kesabaran diri serta melihat realita secara objective. Sehingga dengan adanya pengembangan dari masing individu dapat meningkatkan kinerja organisasi. serta perbaiki sistem agar dapat bertahan. Salah satu aspek fundamental yang paling penting dari penguasaan pribadi visi pribadi. penguasaan pribadi bila dikombinasikan dengan visi pribadi dapat membuat kerangka atau membimbing filsafat tentang bagaimana Anda dapat beroperasi dan menjalani hidup Anda. yaitu: Personal Mastery yang merupakan prinsip bagi seseorang untuk secara terus menerus memperdalam visi pribadi. dan peningkatan gambaran tentang dunia luar. merekrut SDM terbaik. fokus pada kekuatan diri sendiri. Sehingga setiap organisasi harus melakukan perubahan dan berbagai perbaikan seperti memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen/klien. BAB I PENDAHULUAN A.

Rumusan Masalah Berdasarkan rumusan latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. dan dimensi Personal Mastery atau penguasaan diri ? 3. Pilar keempat Team Learning adalah kelompok berbagi wawasan atau pengalamaan. Pengikut mengakui bahwa ada banyak jalan untuk pertumbuhan dan kesempatan seperti buku. Pengikut penguasaan pribadi melihat bahwa ada peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan mereka. B. Kelima point di atas dapat membantu organisasi untuk mempercepat proses pembelajaran organisasi dan meningkatkan kemampuannya untuk beradaptasi pada perubahan. keputusan dan tindakan kita. Apa manfaat. sehingga dapat mengembangkan otak dan kemempuan berpikir. Bagaimana Strategi meningkatkan Personal Mastery atau penguasaan dalam diri ? 5 . karekteritik. kaset. Pilar terakhir adalah System Thinking merupakan prinsip tentang mengaamati seluruh sistem dan tidak hanya fokus pada individu. ceramah dan kursus sekolah. Apa yang maksud dengan Personal Mastery atau penguasaan diri ? 2. Pilar ketiga Shared Vision adalah membangun rasa komitmen dalam suatu kelompok dengan menggambarkan visi perusahaan menjadi visi pribadi karyawan. Orang juga mendapat manfaat dari organisasi selama pencarian mereka untuk penguasaan pribadi.

dan dimensi Personal Mastery atau penguasaan diri 3. Mengetahui yang dimaksud dengan Personal Mastery atau penguasaan diri b. dan dimensi Personal Mastery atau penguasaan diri c. Tujuan 1. Tujuan Khusus a. Manfaat Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Umum Adapun tujuan umum dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam mengenai Personal Mastery atau penguasaan diri 2. 6 . D. Mengerti dan memahami manfaat. Mengetahui strategi meningkatkan Personal Mastery atau penguasaan diri. Menjelaskan manfaat. Mengerti dan memahami strategi meningkatkan Personal Mastery atau penguasaan diri.C. karekteristik. Mengerti dan memahami yang dimaksud dengan Personal Mastery atau penguasaan diri 2. karekteristik.

jiwa.” Kekuatan dan penguasaan diri dalam menghadapi permasalahan merupakan kematangan personal mastery. tujuan pribadi. Ada beberapa definis tentang Personal mastery. dan melihat realitas obyektif. ketegangan kreatif. BAB II PEMBAHASAN A. Sementara kata “Personal” dapat pula diartikan sebagai “diri. mampu. Kata “Mastery” bisa difahami sebagai “master”. 2014) Penguasaan pribadi adalah sekitar mendekati kehidupan dari perspektif yang berbeda. maka apabila dikatakan master. dan pribadi. Bila dirilik dari sudut bahasa. Menurut Peter M. yang terbayang dalam maknanya adalah seseorang yang telah mapan. Penguasaan Pribadi adalah disiplin terus memperjelas dan memperdalam visi pribadi kita. memfokuskan energi kita. komitmen untuk kebenaran dan memahami pikiran bawah sadar. (Abdusima. antara lain : 1. 7 . Personal Mastery dipahami sebagai diri yang telah mampu dalam menguasai masalah. Pengertian Personal Mastery atau Penguasaan Diri Pengertian dari Personal Mastery ini dapat didefenisikan dengan penguasaan pribadi. mengembangkan kesabaran. Sengge “ The practice of personal mastery is an individual matter. dan super. penguasaan pribadi dipandu dengan prinsip-prinsip kunci seperti visi. Kadang-kadang orang akan menyebutnya sebagai perjalanan menuju perbaikan terus-menerus.” Sehingga kalau kita artikan dengan bahasa yang bebas.

2. Visi adalah panggilan bukan hanya sekedar ide yang baik. 3. Menurut J. Menurut O’Brien. Seseorang harus mengidetifikasi tentang bagaimana suatu kebiasaan muncul untuk mengontrol suatu kebiasaan tersebut. Berdasarkan beberapa pengertian diatas. meskipun melibatkan pertumbuhan rohani. orang yang memiliki tingkat personal mastery yang tinggi akan memiliki komitmen yang tinggi. bukan sesuatu yang sudah dimiliki. memiliki 8 . meskipun melibatkan mereka. Penguasaan dipandang sebagai jenis khusus dari kemahiran. Beberapa orang berpikir bahwa pengusaan diri itu membatasi dan mongontrol diri sendiri. Melampaui pembukaan rohani. tetapi sesungguhnya hal ini mengenai pemahaman akan diri sendiri. lebih memiliki inisiatif. energi dan kesabaran seseorang. selalu mencari jalan untuk tumbuh. Ini bukan tentang dominasi. Menurut Fran Sayers Personal mastery adalah pengembangan diri seseorang yang berkesinambungan. mencari hal-hal baru untuk dipelajari dan bertemu dengan orang yang menarik. Penguasaan diri itu tentang mencintai diri sendiri dan mengembangkan bakat yang dimiliki semaksimal mungkin. melainkan sebuah keterpanggilan. Marquardt Personal Mastery adalah suatu cara yang berkesinambungan untuk menjernihkan dan memperdalam visi. Melampaui kompetensi dan keterampilan. maka dapat diambil kesimpulan bahwa keahlian diri / penguasaan diri adalah proses pembelajaran kehidupan seseorang.

Intusi menolak cara berpikir linear yang menyandarkan diri pada hukum sebab akibat sehingga intuisi sering kelihatan tidak masuk akal. Menempatkan Dirinya Sebagai Bagian Dari Sistem Kemampuan memperluas kesadaran dan saling pengertian. Lebih Memiliki Rasa Kasihan Dan Empati Orang-orang yang mampu menempatkan dirinya ditengah-tengah sistem dan mengetahui adanya tekanan-tekanan yang muncul diantara satu orang dengan yang lainnya biasanya akan lebih memiliki rasa kasihan dan empati. lebih mampu melihat hubungan antara tindakan dengan realitas. Mampu Mengintegrasikan Reason Dengan Intusi Integrasi antara reason dengan intusi dapat diperoleh secara alamiah. Menurut Peter Senge menyatakan bahwa orang yang sudah mempraktekkan personal mastery.rasa tanggung jawab yang tinggi dan luas terhadap pekerjaannya. Dalam belajar seseorang akan mampu mengetahui apabila telah menguasai apa yang 9 . Kemampuan seseorang itu akan dapat dia rasakan setelah benar-benar belajar dan telah mampu menguasai apa yang telah dipelajarinya. c. dan lebih mampu melihat hubungan antara dirinya dengan dunia luarnya. b. d. serta belajar dengan lebih cepat. akan : a. Memiliki Komitmen Kepada “The Whole” Perasaan adanya saling berhubungan akan menyebabkan seseorang akan menempatkan kepentingan kelompok diatas kepentingannya sendiri.

Seseorang akan mampu bekerja apabila dia telah mengetahui dan menguasai dirinya. Mampu mengendalikan stress dan bersikap positif 6. Penurunan jumlah karyawan yang absen melalui peningkatan kesejahteaan karyawan 5. Pemenuhan tanggug jawab sosial 10 . Kejelasan dan prefesionalisme visi 3. Karekteristik dan Dimensi Penguasaan Diri (Personal Mastery) a. Kalau ingin mencapai sesuatu. Kohesive dan team work yang berlaku 4. B. Kemampuan Mengambil tanggung jawab 2. Manfaat. maka hal yang pertama sekali dilakukan adalah mengukur kemampuan diri. Setiap orang memiliki kemampuan khusus yang khas. Manfaat Personal Mastery Manfaat atau keuntungan bagi sesorang yang mempunyai tingkat penguasaan diri tinggi adalah sebagai berikut 1. Menguasai diri merupakan hal yang pertama sebelum menaklukkan dan mencapai apa yang diingini. diterimanya. Demikian halnya tentang diri. Menciptakan perumbuhan organisasi yang tetap dan berjangka panjang 7. Keahlian individual ini akan menjadi nyata ketika setiap individu di organisasi memberikan komitmen tinggi dalam proses pembelajaran dirinya sendiri sehingga menjadi pakar di bidangnya yang nantinya akan membawa manfaat besar dalam organisasi.

menyayangi orang lain c. Aspek Mental a. Memanage stres dan mencapai keseimbangan 4. Menjadi vulnerable dan terbuka dengan suatu hubungan 2. 8. Kepemimpinan kreatif yang kuat 9. Aspek emosional a. Menciptakan dunia yang lebih baik untuk tempat hidup 3. yaitu : 1. Meningkatkan kcerdasan emosi b. Aspek Personal Mastery Menurut Metavarsity Course. Bertanggung jawab dan membuat keputusan positif d. Berdaya secara emosional dan nyata d. Berada secara fisik dan dalam lingkungan b. Terhubung dengan inner self b. Bersatu dalam perbedaan dengan orang lain d. Aspek Spiritual a. Memahami hubungan antara ‘mind-body’ c. Meningktkan fokus mental dan konsentrasi 11 . Memahami emosi diri sendiri dan akibatnya b. Aspek Fisik a. Memahami cara pikiran bekerja dan cara menciptakan realitas b. Memahami orang lain dan emosi yang dialaminya c. Mengapresiasi kehidupan. Personal Mastery memiliki 4 aspek.

Dapat melihat peluang sebagai suatu kesempatan 5. Dimensi dimana seseorang tersebut sebagai individu dan dimensi dimana personal tersebut menjadi bagian dari suatu kelompok (team). c. Karakteristik Personal Mastery Adapun karakteristik Personal Mastery antara lain sebagai berikut: 1. Menciptakan pikiran yang jernih dan inovatif d. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam 6. jiwa-jiwa yang selalu merasa “terpanggil” 2. menganggap dirinya sebagai bagian dari sistem yang lebih besar. (Anges. Sebagai individu. Terampil dalam menggunakan tegangan kreatifnya sebagai suatu inspirasi menuju masa depan 4. Berpikir sistem. upaya pengendalian diri (Personal Mastery) dengan segala unsurnya akan dapat membentuk karakter 12 . Menciptakan realitas yang diinginkan c. 2009). khususnya dalam mengenali kelemahan-kelemahan dirinya 3. Menempatkan hubungan pribadi sebagai prioritas utama tanpa mengabaikan individualitasnya 7. 8. Dapat mengukur realitas terkini pada dirinya secara akurat. d. Menyadari ketidaktahuan dan ketidak mampuan. Memiliki tujuan. Dimensi Personal Mastery Penerapan Personal Mastery dapat dilihat dari dua dimensi yang saling berkaitan.

sedangkan perannya pada kelompok. Peter Senge dalam Global Learning Service menjelaskan tujuh dimensi penguasaan diri yang harus dibudayakan untuk mendukung proses pengembangan mencapai Personal Mastery: 1.personal. mengenal emosi orang lain. dan kemampuannya untuk memanajemen emosi untuk menghargai orang lain. Self-awareness dapat dijadikan kunci sebagai pemegang kendali untuk pengembangan personal dan profesional. Penguasaan Emosional (Emotional Mastery) Penguasaan emosi adalah bagaimana seseorang memahami emosi diri. Kesadaran Diri (Self-Awareness) Self-awareness merupakan dasar untuk Personal Mastery dan efektivitas dalam berhubungan dengan orang lain. 2. Goleman membagi lima kecerdasan emosi dalam buku “Emotional Intelligence”. observasi. dan kemampuan mendengar. Ketajaman Perseptual (Perceptual Acuity) Perceptual Acuity merupakan kemampuan dalam menafsirkan pesan yang diperoleh melalui persepsi. yaitu: 13 . Paduan karakter personal yang dimiliki oleh anggota team dalam suatu organisasi akan membuat dinamika dan menumbuhkan organisasi tersebut. 3. Personal Mastery diperlukan untuk menjamin adanya pembelajaran organisasi (Learning Organization).

6. rasa estetika. Maka seseorang harus mempunyai sikap fleksibel dan pintar untuk beradaptasi. dan lebih proaktif daripada reaktif. 7. Fleksibilitas dan Adaptasi (Flexibility and Adaptability) Perubahan dan/atau perkembangan dalam organisasi menuntut seseorang untuk mengikuti perubahan dan/atau perkembangan tersebut. Seseorang bisa terbuka menerima pemikiran orang lain. keingintahuan tinggi. serta bersedia untuk menggali ide baru dan pengalaman demi sebuah perkembangan. Keterbukaan (Openness) Organisasi tidak hanya dihuni oleh satu pemikiran. sensitivitas tinggi. sehingga mampu memandang perubahan sebagai kesempatan baru. Otonomi (Autonomy) Seseorang harus mampu mengendalikan hidup untuk mencapai pikiran jernih dan kecerdasan. tanggung jawab serta nilai spiritual. Akal dan Daya Kreatif (Creative Resourcefullness) Seseorang harus kreatif dan inovatif serta selalu menemukan hal 14 . 1) Kesadaran Diri 2) Regulasi Diri (Self-Regulation) 3) Motivasi Diri (Internal Motivation) 4) Empati (Empathy) 5) Kemampuan Sosial (Social Skills) 4. Seseorang yang autonomus mempunyai sikap Self-awareness tinggi. 5.

Memahami kepentingan dan kebebasan yang disertai dengan tanggung jawab 6. Mempertahankan perasaan dan perilaku positif yang ada pada diri sendiri 3. Menerima realitas kehidupan yang suulit dan keras 4. Prinsip-Prinsip Personal Mastery Adapun prinsip-prinsip dari personal mastery antara lain sebagai berikut: 1. 15 . baru dalam melakukan sesuatu. Rasakan hubungan antara diri sendiri dengan orang lain 13. e. Beradaptasi dan bekerja dengan perubahan 15. Lepaskan hal negatif seperti kemarahan dan menyalahkan 5. Tetapkan tujuan untuk diri sendiri 7. Bagaimana menangani situasi sulit dan menantang ? 2. Prioritaskan apa yang lebih penting 9. Menerima ketidaksempurnaan dan menjadikannya sebagai kekuatan 12. Mengembangkan rasa ingin tahu 14. Selalu terbuka akan ide-ide dan pengalaman baru serta fleksibel dan adaptasi. Memperdalam komitmen 10. Membangkitkan personal mastery. Mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri 11. Identifikasi prinsip-prinsip hidup 8.

Visi adalah gambaran tetap dari masa depan yang dicita-citakan. Komitmen pada kebenaran Kemauan pantang mundur untuk membuka diri dari cara-cara kita menutup dan membohongi diri sendiri. Elemen-Elemen Utama Disiplin Personal Mastery a. dan kemauan untuk menantang cara-cara kerja sesuatu merupakan ciri-ciri orang yang memiliki tingkat penguasaan pribadi yang tinggi.f. Kemampuan mencurahkan perhatian pada keinginan-keinginan akhir adalah pondasi penguasaan pribadi. c. visi tanpa dibarengi dengan pemahaman tujuan sama halnya dengan angan-angan belaka b. Visi Pribadi Umumnya setiap orang memiliki cita-cita dan tujuan. Sesungguhnya orang-orang yang kreatif memanfaatkan kesenjangan antara apa yang mereka inginkan dan apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan daya perubahan. Tegangan kreatif Ada kesenjangan yang tak terhindarkan antara visi seseorang dengan kenyataan yang ada sekarang. sedangkan tujuan bersifat lebih abstrak. 2009). namun tanpa pemahaman visi yang nyata. (Almuzaky. 16 . Visi berbeda dengan tujuan. Namun. Hanya ada dua cara untuk menyeimbangkan tegangan antara kenyataan dan visi. Entah visi akan menarik kenyataan kedalamnya atau kenyataan menggusur visi ke bawah.

Strategi Mengembangkan Personal Mastery Setiap orang harus menawarkan dorongan semangat dan dukungan ini. karena pembelajaran tidak akan berlangsung kecuali dipicu oleh minat dan rasa ingn tahu yang besar dari orang itu sendiri. orang akan patuh menerima pelatihan apa pun yang diberikan. “Cita-cita itu dimulai dengan mimpi”. Keinginan yang kuat akan membuahkan kepada mengumpulkan segala bentuk kekuatan untuk meraihnya. Cita-cita yang dimulai dengan mimpi akan masuk ke alam khayal dari waktu ke waktu. Itulah ungkapan yang sesuai dengan Personal Mastery. Walaupun pemicu tidak ada. Tindakan dan layanan yang Anda berikan didasarkan pada bagaimana Anda kreatif dapat memaksimalkan kemampuan Anda.C. Perilaku proaktif juga sesuatu yang penguasaan pribadi membantu untuk mengembangkan. Sehingga orang akan berhasil itu adalah orang yang tetap menjaga dan melestarikan penguasaan diri dalam mencapai keinginan yang terbaik. perilaku reaktif seperti berpikir sebelumnya bahwa Anda tidak dapat melakukan hal-hal yang berurusan dengan ketika mengembangkan penguasaan pribadi. akan terngiang terus sehingga menumbuhkan keinginan yang kuat. bisa dilakukan dengan cara berikut ini: 1. Percakapan dalam Diri Penerapan pokok Personal Mastery mencakup pembelajaran untuk mempertahankan visi pribadi dan gambaran jernih tentang realitas 17 . Untuk mengembangkan Personal Mastery.

umumnya merasa tertantang. yang (seringkali setelah penundaan) membawa hasil nyata. Banyak orang yang yakin bahwa visi itu penting. 18 . memerlukan penyelesaian. Dengan melakukan hal ini. selanjutnya dapat memperkokoh energi dan antusiasme tersebut. Memilih adalah tindakan yang berani mengambil hasil dan tindakan yang akan menentukan nasib kedepannya. sesuatu yang bisa melihat dengan jelas bahwa seseorang harus mengubah kehidupan untuk mengejar keberhasilan. seseorang telah mengasimilasikan visi tersebut pada tahapan yang banyak mengubah perilaku. akan membangkitkan kekuatan dalam diri sendiri yang disebut "tegangan kreatif. Personal Mastery mengajarkan seseorang untuk memilih. dan sebagian besar penyelesaian alami terhadap tegangan adalah dengan mendekatkan realitas dengan apa yang diinginkan." Tegangan menurut sifat alaminya. Yang terpenting bukanlah isi visinya. Secara sadar maupun tidak. sekalipun itu membuat rasa tidak nyaman. Personal Mastery mengajarkan untuk tidak menyerah dalam memandang dunia seperti apa adanya. dan yang berkomitmen pada diri sendiri terhadap apapun yang dihasilkan.saat ini yang ada di hadapan. namun apa yang dilakukan oleh visi tersebut. Semua ini membuahkan pemahaman yang terus menerus tentang energi dan antusiasme. Personal Mastery mengajarkan agar seseorang tidak menurunkan visi. Seseorang memiliki rasa kesabaran yang kuat baik terhadap diri mereka sendiri maupun dunia dan perhatian yang lebih pada apa yang sedang berlangsung di sekitar.

Namun. Mempraktikkan Personal Mastery adalah seperti mengadakan percakapan dalam diri sendiri. Jika seorang pemimpin tidak bisa menguraikan realitas saat ini 19 . Langkah pertama dalam belajar menciptakan tegangan berskala lebih besar adalah dengan belajar membangkitkan serta mengelola tegangan kreatif dalam diri sendiri. dan membantu orang lain melihat sistem tersebut serta model mental dari realitas saat ini di lain pihak) bisa menggerakkan seluruh organisasi ke depan. secara naluriah sulit diterima oleh beberapa pemimpin. Ada sesuatu yang menyuarakan impian tentang apa yang seseorang inginkan pada masa yang akan datang yang ada dalam diri. Terdapat perasaan yang mungkin tersembunyi. suara yang lain membentuk cara pandang seseorang (sering kali bersifat ancaman) terhadap dunia di sekitar. Para karyawan dituntut berdedikasi sepenuhnya kepada perusahaan selama jam kerja kantor. Pemimpin sebagai Pelatih Tegangan kreatif secara terbuka (dengan membangun visi bersama di satu pihak. Layak untuk diakui bahwa gagasan untuk mendorong Personal Mastery di tempat kerja. karena organisasi didorong oleh tegangan kreatif setiap individu. bahwa visi pribadi tidak sesuai dengan tujuan kelembagaan. Sikap paternalistik ini terbukti tidak persuasif dan tidak efektif. 2. maka pemimpin tersebut tidak akan mampu mendorong orang lain untuk menciptakan visi sendiri atau mempertimbangkan visi orang lain. Jika pemimpin tidak mempunyai pemahaman yang mendalam tentang visi diri.

maka kredibilitas akan rendah ketika pemimpin tersebut mengajak orang lain melihat bersama. tetapi mampu membuat sebuah perubahan baik untuk dirinya sendiri atau pun lingkungan sekitarnya. 20 . Orang yang memiliki Personal Mastery dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat pada sebuah film yang sangat inspiratif yaitu “Forrest Gump”. maka risikonya adalah adanya kemungkinan pemimpin tersebut menggunakan organisasi untuk mengatasi sendiri sakit saraf yang dimiliki. Aplikasi Personal Mastery Berikut ini adalah contoh aplikasi Personal Mastery dalam kehidupan. Hal ini bisa membawa dampak yang luar biasa terhadap diri orang lain. Jika pemimpin tersebut tidak mempunyai tingkat pengetahuan diri sendiri. Film ini menceritakan tentang seorang anak dengan keterbatasan yang bernama Forrest Gump. Walaupun saat masih kecil Forrest sering diejek dan dijauhi oleh kawan-kawannya karena kecerdasannya yang di bawah rata-rata dan keterbatasan fisiknya. “Forrest Gump” merupakan film drama Amerika Serikat tahun 1994 yang diadopsi berdasarkan novel tahun 1986 karya Winston Groom. dan pemahaman diri sendiri. ia memiliki sebuah kemampuan yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain yaitu mampu berlari dengan cepat. dengan jelas. 3. diceritakan Forrest adalah seorang anak yang hanya memiliki IQ sebesar 75. Namun di luar ketidakmampuannya itu. Tugas melatih Personal Mastery meliputi tindakan membantu seseorang untuk melihat betapa visi sendiri tertutup oleh kekhawatiran apakah visi tersebut mungkin untuk terjadi atau tidak.

ras atau pun golongan. Dan ini semua bisa didapat dengan cara belajar. Dengan kata lain. berpikir secara sistemik. asal bisa mengembangkan Personal Mastery. dengan sendirinya akan mendatangkan juga penilaian dari orang atau kelompok lainnya. memiliki mental yang tangguh. baik secara individual maupun bersama. Hal ini memberi makna bahwa jika kita dalam kehidupan baik sebagai personal maupun dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial. sepakat menjalankan visi bersama serta mampu mengontrol untuk mengurangi kelemahan/ kebutaan dalam diri maupun kelompok. Cetusan positif dari penilaian ini dapat diwujudkan dengan suatu penghargaan. Beradaptasi membutuhkan inovasi dan kemampuan untuk berkreasi. 21 . Manusia dan mahluk hidup lainnya dituntut untuk tetap mampu beradaptasi agar mereka bisa bertahan. pastilah akan mendapatkan hasil yang luar biasa. bukan merupakan buah dari harapan yang pasif. aktifitas positif baik secara personal maupun kelompok apalagi bermanfaat bagi orang lain. Jadi penghargaan didapat sebagai konskuensi dari hasil yang baik. Entah seseorang itu awalnya berasal dari orang yang tidak mampu ataupun kaya. Pada hakekatnya proses belajar tidak mengenal perbedaan. pekerja kasar ataupun pejabat tinggi dan tidak mengenal juga suku. dan tetap melakukan hal-hal yang positif untuk lingkungannya.Forrest pun tidak menyerah dengan keterbatasan tersebut.

Penilaian Personal Mastery Penilaian pada penguasaan diri seseorang berdasarkan pada dimensi-dimensi diri. Needs Very No Poor Average Good Improvement Good 1 Self-awareness 2 Autonomy 3 Openess 4 Emotional mastery 5 Perceptual acuity 6 Flexible and adaptable 7 Creatie resourcefulness 8 Self directed learner TOTAL : 40 Gambar 2. Dalam hal ini setiap orang mengisi kuesioner untuk mengetahui posisi diri dan seberapa jauh seseorang menguasai dirinya.4.1 Penilian Personal Mastery Penilaian ini dilakukan oleh pribadi individu sebagai evaluasi diiri untuk kepentingan perbaikan pada perode selanjutnya. karena memang penilaian ini bersifat pribadi 22 . Penilian dapat dilakukan dalam periode tertentu sesuai dengan kesepakatan pribadi.

Ini akan membutuhkan disiplin dan bala bantuan. Mereka yang berada di jalan atau penguasaan pribadi seringkali akan menghadiri pelatihan. sampai nanti kita berhasil. 23 . coaching dan konseling untuk memastikan bahwa apa yang telah mereka pelajari di penguasaan pribadi tidak hilang lagi di tengah-tengah keegoisan dan materialisme. dan terus menerus mengembangkan kemampuan untuk menciptakan hasil terbaik dalam kehidupan. Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah jangan muda menyerah dan terus menggali dan berusaha mengenali diri kita karena Penguasaan pribadi membantu orang memahami bahwa hidup ini penuh dengan kesempatan untuk memperluas visi dan keterampilan kita. seminar. Personal mastery merupakan sebuah penguasaan diri. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan adalah penguasaan pribadi adalah sesuatu yang tidak terjadi sebagai kecelakaan tidak semalam. dan komitmen pada kebenaran. yang karenanya dapat membawa pada keberhasilan organisasi. kreatif. Dia harus mempunyai visi. BAB III PENUTUP A. B. Seseorang yang telah menguasai Personal mastery memiliki komitmen yang tinggi terhadap suatu hal. Setiap individu tidak boleh berhenti belajar. sering mengambil inisiatif.

2016.co. What is Pesonay Master. akses tanggal 23 Maret 2017 Nonime. Febrianyaddress.id. DAFTAR PUSTAKA Agnes. Seseorang Menjadi Seseorang Karena Orang Lain.com. Diakses tanggal 24 Maret 2017 Alfmuzaky.wordpress.co. diakses tanggal 24 Maret 2017 Febriany. Abdusima. Diakses tanggal 24 Maret 2017 24 .id. http://agnessekar.blogspot. 2016. 2014.blogspot. Lima Prinsip Peter Sange.co.blogspot. Penguasaaan Pribadi (Personal Mastery).com. diakses tanggal 24 Maret 2017 Nasution. 2009.id. Abdusima. https://hubpages. Alfmuzaky. Learning Organization Pada Aspek Personal Mastery. 2009.

25 .