You are on page 1of 43

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI.

Karanu Ntonggu di
Kabupaten Bima
METODE PELAKSANAAN

A
SPESIFIKASI UMUM

1 DISKRIPSI PEKERJAAN

1.1 Tujuan Pekerjaan

Maksud dan tujuan pekerjaan pembangunan “SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan
DI. Karanu Ntonggu” adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani
setempat dengan pengoptimanalan potensi sumber daya air dan lahan serta
tenaga kerja melalui pengembangan Jaringan Irigasi Teknis yang memenui kriteria
desain, layak secara teknis, ekonomis serta berwawasan lingkungan.

Tujuan dari penyusunan Spesifikasi Teknik dan Metode Pelaksaan ini adalah
sebagai pedoman dalam pelaksanaan konstruksi agar pembangunan konstruksi
tersebut dapat bernilai efektif/efisien serta dapat dipertanggungjawabkan secara
teknis, berdasarkan pada Standar yang berlaku (SNI).

Setelah tahap pembangunan fisik jaringan irigasi pada masing-masing Daerah
Irigasi ersebut, diharapkan akan meningkatkan pengoptimalan sumber daya air,
lahan dan tenaga kerja agar dapat meningkatkan produktifitas lahan dan
pembudayaan lahan yang saat ini masih berupa lahan tidur sehingga akan
memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani dan
masyarakat sekitar, peningkatan ketahanan pangan regional dan pemerataan
pembangunan di Kabupaten Bima.

1.2 Lokasi Pekerjaan

Lokasi Bendung dan Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Leka Ntonggu berada pada
wilayah Kabupaten Bima dengan rincian sebagai berikut :

1. DI. Taloko

Bendung Taloko berada pada kisaran kontur + 11,00 m di Sungai Kambu. Bendung
Taloko direncanakan pada desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten
Kabupaten Bima, dimana lokasinya berada dikawasan hutan dengan jarak sekitar
5,00 km dari jalan raya (jalan kabupaten) Kore – Raba dari kota Sanggar kearah
Selatan (perbukitan). Jalan akses eksisting menuju Bendung adalah jalan aspal
dengan kondisi rusak ringan. Posisi Bendung kurang lebih 300 m dari jalan akses
ini.

SU - 1

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di
Kabupaten Bima
METODE PELAKSANAAN

2. DI. Leka Ntunggu

Bendung Leka berada pada kisaran kontur + 1486 m tepatnya di Anak Sungai Leka.

Bendung Leka berada pada dusun Nata, desa Nonggu, Kecamatan Palibelo,
Kabupaten Bima, dimana lokasinya berada dibatas perbukitan dengan jarak
sekitar 3 km dari dusun Nata. Saat ini belum ada jalan akses menuju lokasi
rencana Bendung.

1.3 Gambaran Umum Jaringan Irigasi

Pendistribusian air irigasi keseluruh daerah layanan DI.Taloko dan DI. Leka Karanu
telah dilengkapi dengan bangunan utama, bangunan irigasi, bangunan pelengkap,
dan saluran irigasi, terdiri dari :

1.3.1 Data Teknis Jaringan Irigasi DI. Taloko

1. Sumber air : Sungai Kambu
2. Nama Bendung : Bendung Taloko
a. luas DAS : 60,20 km2
b. lebar bendung : 19,50 m
c. tinggi bendung : 2,50 m
d. lebar pintu intake : 0,60 m
e. lebar pintu penguras : 1,00 m
3. Luas areal irigasi : 242,45 ha
4. Panjang saluran irigasi : 8,30 km
5. Bangunan Bagi-sadap : 0 buah
6. Bangunan Sadap : 14 buah
7. Bangunan Pelengkap : 12 buah

Posisi Bendung Taloko terhadap dalam Sistem Sungai Kambu berada di hilir dari
Rencana Bendungan Tanju, lihat skematik pada Gambar 2.1.

Berdasarkan hasil Studi Kelayakan Pengembangan Irigasi Rababaka Kompleks
oleh PT. Mettana Tahun 2007, Bendungan Tanju merupakan bagian dari rencana
besar pengembangan Daerah Irigasi Rababaka Kompleks dengan total luas layanan
sebesar 4.039 ha dan penyediaan air baku sebesar 50 lt/detik.

Sistem Irigasi Rababaka Kompleks memanfaatkan potensi SDA DAS Sungai
Rababaka dan Hulu DAS Kambu (lihat Skematisasi Sistem Keseimbangan Air
Rababaka Komplek). Potensi SDA DAS Rababaka dengan luas Catchment 50,0 Km2
dan potensi SDA 31 Juta m3/tahun, ditangkap dengan membangun Bendung
Rababaka Feeder yang kemudian alihkan untuk mensuplai Bendungan Mila dan
Bendungan Tanju sebesar 26 Juta m3/tahun. Sisa potensi SDA sebesar 5 Juta
m3/tahun dialirkan ke bagian hilir sungai.

SU - 2

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di
Kabupaten Bima
METODE PELAKSANAAN

Bendungan Mila dimaksudkan untuk menyediakan air irigasi di wilayah DI.
Rababaka seluas 1.689 ha yang dialirkan di hulu Bendung Rababaka (Eksisting)
dengan membangun saluran pembawa. Bendungan Mila direncanakan mempunyai
volume tampungan total sebesar 6,1 juta m3 dimana sumber airnya diperoleh dari
rencana alokasi air dari Suplesi Bendung Rababaka Feeder sebesar 3 Juta
m3/tahun ditambah dengan potensi SDA dari catchment sendiri seluas 17,6 km2
sebesar 8 Juta m3/tahun. Rencana alokasi air irigasi dari Bendungan Mila ke
Bendung Rababaka adalah sebesar 11 Juta m3/tahun.

Bendung Rababaka selain mendapatkan pasokan air irigasi dari Bendungan Mila
sebesar 11 Juta m3/tahun juga memanfaatkan potensi SDA dari catchment area di
hilir Bendung Feeder dari Anak Sungai Sori Nae dengan cacthment area 20,3 Km2
dan cacthment area antara Bendung Rababaka Feeder – Bendungan Rababaka
Eksisting seluas 30 km2.

Bendungan Tanju yang berada di anak sungai Sori Tanju (hulu dari Sungai Kambu)
direncanakan mempunyai tampungan waduk sebesar 18,4 Juta m3/tahun, dimana
pasokan airnya berasal dari suplesi Bendung Rababaka Feeder melalui sistem
saluran interbasin sebesar 23 juta m3/tahun dan ditambah dengan potensi dari
catchmen area sendiri seluas 19,2 Km2 sebesar 9 juta m3/tahun, sehingga inflow
ke Bendungan Tanju adalah sebesar 32 juta m3/tahun. Rencana alokasi
pemanfaatan air dari Bendungan tanju adalah 32 juta m3/tahun untuk DI. Tanju
seluas 2.350 ha dan penyediaan air air baku sebesar 50 lt/detik.

Dari kondisi tersebut tampak bahwa Bendungan Tanju tidak direncanakan untuk
mensuplai (spillout) ke bagian hilir anak sungai Sori Tanju, sehingga potensi
spillout Bendungan Tanju untuk wilayah hilir sungai (DI. Taloko) dapat diabaikan.

SU - 3

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di
Kabupaten Bima
METODE PELAKSANAAN

Gambar 3.1 Skema Sistem Sungai DAS Kambu

SU - 4

Taloko dan DI.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.5 . Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN SU .

60 km2 b.2. luas DAS : 14. Bangunan Pelengkap : 21 buah 8. lebar pintu penguras : 1. Bangunan Sadap : 10 buah 7. lebar bendung : 33.8 ha 4. Bendung Kecil : 2 buah Posisi Bendung Leka dalam Sistem System Sungai Palibelo seperti disajikan pada Gambar 3. Taloko dan DI. berikut ini. Bangunan Bagi-Sadap : 1 buah 6. lebar pintu intake : 1.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.00 m 3. Nama Bendung : Bendung Leka a. Luas areal irigasi : 283. SU . Sumber air : Sungai Sori Leka 2.3. tinggi bendung : 3. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 1.2 Data Teknis Jaringan Irigasi DI.00 m d.09 km 5. Leka Ntonggu 1.6 .00 m c. Panjang saluran irigasi : 8.00 m e.

Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Gambar 3. Taloko dan DI.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.2 Skema Sistem Sungai DAS Palibelo SU .7 .

087. yang tersebar disepanjang Saluran Induk Taloko. dengan total panjang ± 8.3 Sistem Distribusi Air 1. Inflow Anak Sungai Leka ditangkap oleh Bendung Leka yang selanjutnya dialirkan melalui intake kiri ke saluran induk Leka Ntonggu. yaitu sebagai berikut : a. 1.8 . DI.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 1. DI. Pendistribusian air irigasi dilakukan melalui saluran induk dan sekunder. dengan memanfaatkan returnflow dan catchement area yang terjadi antara Bendung Leka – Bendung Lamangge II dan Bendung Lamangge II – Bendung Rabamboda.297. Leka Ntonggu hanya terdiri :  Saluran Induk Leka : 5.306. b.60 m  Saluran Suplesi Leka – Rabamboda : 190. yang terbagi menjadi 17 petak tersier. Taloko Distribusi air untuk DI.20 m  Saluran Saluran Muka : 404.30 km. c. Leka Ntonggu Distribusi air untuk DI. Sistem jaringan irigasi pada DI.4 Daerah Layanan Irigasi 1.00 m Total : 8. Bendung-bendung Kecil sebayak 2 buah. 2.3. SU . difungsikan sebagai suplesi ke sistem jaringan irigasi Taloko.25 ha. DI. Taloko terdiri atas satu (1) ruas saluran. dimana intake Bendung Taloko merupakan pengalihan potensi air Sungai Keru untuk Daerah Irigasi Taloko.00 m  Saluran Sekunder Rabamboda : 2.80 m dari Saluran Induk Leka dan Sekunder Rabamboda dengan 11 bangunan bagi- sadap dan sadap untuk mendistribusikan air ke seluruh areal layanan. yaitu : Saluran Pembawa Taloko. Inflow sungai Kambu ditangkap oleh Bendung Taloko. yaitu sebagai berikut : a. Leka Ntonggu dari Bendung Leka ke daerah irigasi melalui beberapa tingkatan bangunan dan saluran. Taloko terletak di sebelah kiri Sungai Kambu yang dilayani satu buah intake kiri Bendung Leka seluas 242. Saluran irigasi yang mendukung pendistribusian airi irigasi pada DI. b. Taloko dan DI.3. Taloko Daerah layanan irigasi dari jaringan irigasi DI. Taloko dari Bendung Taloko melalui beberapa tingkatan bangunan dan saluran.

Nama Bendung : Bendung Leka a.3. tinggi bendung : 3. Leka Ntonggu terletak disebelah kiri Anak Sungai Leka dan sebelah kiri Sungai Palibelo yang dilayani melalui 1 buah intake (kiri). lebar bendung : 19.00 m e. berlokasi di Desa Taloko Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima dengan sumber air dari Sungai Kambu.1 dan 3.00 m c. DI.3 Data Teknis Bangunan Utama Bendung Taloko : 1.5 Bangunan Utama/Bendung Bangunan Utama Jaringan Irigasi DI. 1. lebar bendung : 33.9 . lebar pintu intake : 0. lebar pintu intake : 1. Sedangkan bangunan utama Jaringan Irigasi DI. Sumber air : Sungai Sori Leka 2.00 m Bendung Leka : 1.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.50 m c.60 m e. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 2.60 km2 b. tinggi bendung : 2. Tabel 3. Taloko dan DI. berlokasi di Desa Nata Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima dengan sumber air dari Anak Sungai Sori Leka/Sungai Palibelo. Leka Ntonggu adalah Bendung Leka. luas DAS : 14.2. Pembagian petak tersier setelah pemutakhir data disajikan pada tabel 3. Leka Ntonggu Daerah layanan irigasi dari jaringan irigasi DI.00 m SU . Taloko adalah Bendung Taloko.20 km2 b. Sumber air : Sungai Kambu 2.00 m d. luas DAS : 60.50 m d. lebar pintu penguras : 1. lebar pintu penguras : 1. Nama Bendung : Bendung Taloko a. meliputi daerah layanan seluas 284 ha yang terbagi dalam 14 petak tersier.

Taloko Sumber : Hasil Perhitungan SU .10 . Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Tabel 3.4 Data Teknis Saluran Irigasi DI. Taloko dan DI.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.

Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI.11 .

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .12 .

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.13 . Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.

14 .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.15 .

16 . Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .17 . Taloko dan DI.

Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Tabel 3.18 .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Leka Ntonggu SU .5 Dimensi Saluran Irigasi DI. Taloko dan DI.

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .19 .

20 .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.

Taloko dan DI.21 . Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.

22 .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .23 .

SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.24 . Taloko dan DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .

25 .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU . Taloko dan DI.

26 . Taloko dan DI.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Sumber : Hasil Perhitungan SU .

Direksi dan Konsultan sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap informasi yang akurat dan segala konsekuensinya terhadap resiko yang terjadi akibat kesalahan interpretasi dari Kontraktor. tetapi tidak membebaskan Kontraktor (bagaimanapun) dari kewajibannya untuk mencari keterangan dari data lain yang ada. kecuali pada tempat tertentu padangan tegak dengan plat penutup beton (lihat pada gambar pelelangan/tender drawing). Curah Hujan Rerata Bulanan satuan : mm Sumber : Balai Informasi dan Data Dinas PU Prov. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 1. meliputi pekerjaan sebagai berikut : a.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. lantai kolam olak. pembuatan pintu intake dan kantung lumpur serta bangunan ukur.27 . Pekerjaan pembangunan bangunan irigasi meliputi : pekerjaan pasangan batu. plesteran dan siaran. Pekerjaan lining saluran meliputi pekerjaan : pekerjaan pembuatan lining pasangan batu dengan bentuk tipikal trapesium. d. Leka Ntonggu menggunakan data hujan stsiun hujan Sumi. alat ukur/staf gauge dll. saluran pembilas. dimana untuk DI.4 Curah Hujan Informasi umum berikut ini memberikan indikasi dari kondisi dilapangan yang mungkin terjadi sepanjang tahun. Taloko dan DI. Pekerjaan pembangunan bendung berupa pekerjaan perbaikan pasangan batu pada tubuh bendung. SU . b. Pekerjaan beton pada selimut mercu bendung dan dinding penahan. pada bangunan bagi sadap dan sadap termasuk pengadaan dan pemasangan pintu air. Taloko menggunakan data hujan stasiun hujan Kandidi dan untuk DI. Tabel berikut ini menunjukkan rata-rata curah hujan bulanan berdasarkan stasiun penakar hujan terdekat dengan lokasi proyek.5 Pekerjaan Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Secara garis besar pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang akan diimplementasikan dalam program fisik.NTB 1. c. Pekerjaan tanah pada saluran dan jalan inspeksi berupa pekerjaan galian dan timbunan tanah disesuikan dengan gambar pelelangan.

Galian tanah biasa . . Pasangan batu kali . Pekerjaan tulangan . Tebas tebang . Galian batuan lapuk . ketersediaan air untuk bahan konstruksi dan kegiatan budidaya pertanian. Bangunan Irigasi Pekerjaan pada bangunan irigasi berupa pembangunan bangunan irigasi dengan mayor item pekerjaan meliputi : .28 Kerusakan pada lining saluran yang mengakibatkan besarnya debit rembesan . Pekerjaan timbunan kembali (backfill) . Pembersihan semak . Pekerjaan jalan inspeksi b. Taloko dan DI. Galian batuan keras (Sound rock) . Pekerjaan beton K-225 . Pekerjaan lining pasangan batu . Bendung Pekerjaan pembangunan bendung berupa : SU . Pekerjaan beton K-175 . Pekerjaan lining beton K125 . Galian batuan lapuk (Weathered rock) . Saluran Irigasi dan Jalan Inspeksi.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Pekerjaan pemasangan nomenklatur c. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Selama periode pelaksanaan pekerjaan pembangunan agar memperhatikan faktor cuaca (hujan). sehingga kualitas dan jadwal pelaksanaan sesuai dengan rencana. Timbunan tanah . Galian batuan keras . 1. Galian tanah biasa .6 Jenis Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Mayor item dari pekerjaan yang ada dan perkiraan volume pekerjaan meliputi : a.

perbedaan atau kesalahan yang didapat dalam gambar agar segera dilaporkan ke Direksi sebelum meneruskan pekerjaan. Biaya pembuatan dan perbanyakan gambar kerja (shop drawing) dimasukkan dalam Biaya Umum (overhead) SU .29 . dan juga gambar-gambar yang diterbitkan kemudian secara periodik untuk kontraktor. Selama berlangsungnya pekerjaan. lantai kolam olak. sebagai gambar perencanaan baru atau perubahan melalui revisi gambar kerja (shop drawing). dengan berpedoman pada gambar-gambar tersebut. Apabila dimensi tidak terlihat jelas digambar kontraktor harus berusaha mendapatkan penjelasan dari Direksi sebelum melanjutkan bagian pekerjaan tersebut. pembuatan pintu intake dan kantung lumpur serta bangunan ukur. Pekerjaan galian tanah dan galian batu . Dalam setiap permasalahan. dan keputusan Direksi dalam menyelesaikan kedwiartian.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Pekerjaan beton K225 pada selimut mercu bendung . gambar-gambar detail harus dipandang lebih tinggi nilainya dari pada gambar-gambar umum. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN . Kontraktor harus melaksanakan dimensi seperti yang diberikan dalam gambar. Jika ada kedwiartian. dimungkinkan adanya tambahan dan perubahan gambar. . Pekerjaan perbaikan pasangan batu pada tubuh bendung. Taloko dan DI. lebih lanjut gambar rencana baru maupun revisi yang telah disetujui Direksi merupakan bagian dari kontrak. Pihak Kontraktor bertanggung jawab atas semua ketidak-tepatan pekerjaan yang telah dilaksanakan dan atas biayanya sendiri memperbaiki dengan segera setelah hal ini ditunjukan oleh Direksi. kontraktor wajib membuat gambar kerja. perbedaan pengertian atau kesalahan adalah final. Sebelum melaksanakan pekerjaan. saluran pembilas. Pekerjaan timbunan tanah biasa 2 GAMBAR-GAMBAR KONTRAK Gambar-gambar rencana kelengkapan dokumen kontrak yang disiapkan oleh Direksi dilampirkan dalam dokumen tender volume II dan merupakan bagian dari dokumen pelelangan.

Daftar dari tenaga kerja ini beserta kualifikasinya. waktu cadangan dsb. terutama tenaga kerja inti.2 Tenaga Kerja dan Peralatan Kontraktor diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang bertanggung jawab dan terampil dalam bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan oleh pekerjaan serta dalam jumlah yang memadai untuk menyelesaikan volume pekerjaan sesuai dengan jadwalnya. 3. tanggal penyelesaian paling lambat.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Tidak akan ada tuntutan untuk pembayaran extra kepada Direksi jika kelambatan ini diakibatkan oleh resiko yang disebut dalam syarat-syarat kontrak. disiapkan dalam bentuk barchart. Jadwal Umum Pelaksanaan yang direvisi ini disetujui dan ditandatangani oleh pihak Kontraktor. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 3 PENGELOLAAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 3. Jadwal pelaksanaan konstruksi yang sah harus diperbaharui oleh Kontraktor setiap interval 2 (dua) bulan apabila diminta oleh Direksi. Apabila rata-rata kemajuan dari pekerjaan yang berlangsung jauh dari apa yang telah disetujui dan perkiraan Direksi atau Kontraktor tidak akan sanggup untuk menyelesaikan bagian pekerjaan sesuai dengan jadwal. Konsultan dan Direksi menjadi jadwal pelaksanaan pembangunan yang sah. Konsultan.30 . dan pengantian tenaga kerja inti harus dilaporkan kepada Direksi. sebelum penandatanganan kontrak tersebut Jadwal Umum Pelaksanaan harus disesuaikan dengan tanggal di kalender. dan Direksi dan kemudian dianggap sah sebagai jadwal pelaksanaan konstruksi. Jadwal yang diajukan tersebut diatas dapat dimodifikasi atau dirubah bila diperlukan dan persetujuan oleh Direksi akan dikeluarkan didalam waktu yang tidak terlalu lama. Setiap penambahan. didukung data evaluasi untuk setiap kegiatan. setiap pembaharuan jadwal yang disetujui dan diketahui oleh Kontraktor. Dalam melaksanakan pekerjaan. Kontraktor harus mengajukan Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang berisikan Rencana Kerja (Work Plan) dan Jaminan Mutu (Quality Assurance) dan mengadakan rapat Pre Award dan rapat khusus bila perlu yaitu menjelaskan metode dan jadwal umum pelaksanaan dan jadwal lainnya untuk keseluruhan pekerjaan termasuk pekerjaan sementara yang harus dilaksanakan didalam kontrak kepada Direksi Pekerjaan dan Konsultan DISIMP (Direksi Teknis) untuk mendapat persetujuan. tanggal mulai paling awal. Taloko dan DI.1 Rencana Pelaksanaan Pembangunan dan Jadwal Pelaksanaan Didalam waktu empat belas (14) hari setelah penunjukan pemenang. harus diserahkan kepada Direksi sebelum memulai pekerjaan. pengurangan. untuk bidang yang SU . Direksi akan memerintahkan Kontraktor untuk menambah kemampuan kerja atau penambahan rencana pembangunan untuk mempercepat tingkat kemajuan di bagian ini. waktu yang dibutuhkan.

listrik. tetapi Kontraktor harus bertanggung jawab untuk keamanan dan kelangsungan fungsi dari jalan dan sarana umum tersebut selama pelaksanaan pekerjaan.4 Sarana Umum Bila jalan-jalan dan sarana umum lainnya (jalan. telepon. Alat-alat ini harus dibuat daftarnya dan diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan sebelum memulai seluruh pekerjaan. Kontraktor diwajibkan untuk mengikutsertakan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan pekerjaan ini. 3. maka kontraktor harus membuat jaringan pipa pengganti sebelum melaksanakan pekerjaan rehabilitasi di saluran atau di bendung.1 Penanganan Sarana Air Bersih Dalam pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi ini. perintang tersebut harus diberi penerangan atau lampu dan harus dinyalakan mulai sejak matahari terbenam hingga matahari terbit. air. Jalan-jalan yang tertutup bagi lalulintas harus dilindungi dengan perintang yang cukup. Bila dalam pelaksanaan pekerjaan terjadi hambatan dan hambatan ini menurut Direksi dikarenakan oleh kurangnya jumlah tenaga kerja atau peralatan atau kurang memenuhi syaratnya beberapa pekerja dan peralatan.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Kontraktor harus menyediakan alat-alat kerja / bantu dalam kondisi yang baik dalam jumlah yang secukupnya sesuai dengan kebutuhan agar dapat menyelesaikan pekerjaan pada waktunya.3 Tindakan Pengamanan bagi Keselamatan Kontraktor harus menyelenggarakan. maka Direksi berhak memerintahkan Kontraktor untuk menambah atau mengganti tenaga kerja dan peralatan tersebut. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN memungkinkan. 3. Agar fasilitas air bersih tersebut tidak terganggu selama pelaksanaan konstruksi saluran. SU . terhadap usulan pekerjaan sementara atau pekerjaan tetap yang akan mempengaruhi pekerjaan pelayanan umum tersebut. Taloko dan DI.31 . membangun tanda-tanda bahaya dan isyarat- isyarat yang sesuai dan cukup serta harus mengambil tindakan pencegahan yang perlu untuk perlindungan pekerjaan dan keselamatan umum. beberapa sarana atau fasilitas umum lainnya yang akan terganggu akibat pelaksanaan konstruksi antara lain adalah jaringan air bersih yang mengambil air dari saluran induk atau sekunder. 3. Bangunan kepentingan umum di atas baik mungkin atau tidak terlihat di dalam gambar. Biaya pekerjaan penanganan jaringan air bersih termasuk dalam biaya item (1/04) di dalam daftar kuantitas dan harga. Kontraktor harus mendapatkan persetujuan secara tertulis dari yang berwewenang. dan lain- lain) yang ada memotong atau berhubungan dengan tempat pekerjaan.4.

8. 3. Kontraktor diwajibkan membuat 2 (dua) buah papan nama Proyek berukuran 80 x 120 cm yang isi tulisan dan penempatannya ditentukan bersama-sama dengan Direksi / Pengawas Lapangan.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. 3. 3.I SU .4.8 Laporan Dan Rapat-Rapat 3. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 3.2 Penanganan Kerusakan Jalan Akses Akibat Konstruksi Dalam pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi ini. Agar fasilitas tersebut dapat berfungsi dan dalam kondisi seperti semula. Biaya pembuatan papan nama proyek sudah termasuk dalam biaya umum (Overhead) di dalam daftar kuantitas dan harga. beberapa sarana atau fasilitas umum lainnya yang akan rusak akibat pelaksanaan konstruksi antara lain adalah jalan akses eksisting. Sedangkan biaya perbaikan jalan.1 Laporan Bulanan Kontraktor harus menyiapkan dan menyerahkan kepada Direksi Laporan Bulanan dengan 2 versi. seperti jalan aspal termasuk dalam biaya item (2/21 dan 2/22) atau perbaikan jalan desa non aspal termasuk dalam biaya item (2/19 atau 2/20) tergantung pada kondisi jalan sebelumnya.5 Menghubungi Upt Pengairan. maka kontraktor harus membuat jalan sementara selama masa konstruksi dan biaya pembangunannya termasuk dalam biaya umum (overhead). masing – masing dibuat tiga (3) copy dan lima (5) copy. Biaya ini sudah termasuk dalam biaya umum (Overhead) di dalam daftar kuantitas dan harga. Kepala Dusun. versi lengkap yaitu dengan isi dilampiri dengan laporan dua mingguan dan laporan harian dan untuk versi ringkas (eksekutif). bersama Direksi harus menghubungi lebih dahulu para Aparat Wilayah seperti Kecamatan. Taloko dan DI. dengan distribusi sebagai berikut : a. disusun dalam Bahasa Indonesia dalam bentuk yang akan ditetapkan kemudian. Kantor SNVT PJPA Nusa Tenggara I BWS NT. di dalam daftar kuantitas dan harga. 3. Kecamatan Dan Desa Kontraktor sebelum memulai pekerjaan. UPT Pengairan dan lainnya yang berwenang dari wilayah kerjanya untuk memberitahukan kehadiran dan menjelaskan semua rencana kerjanya sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan bendung dan jaringan irigasi. yaitu hanya berisi laporan bulanan saja dan foto pelaksanaan yang lebih banyak. Kepala Desa. sehingga mendapatkan kesepakatan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.32 .6 Pembuatan Papan Nama Proyek.7 Pembuatan Gambar Terbangun (As Built Drawing) Kontraktor diwajibkan membuat Gambar Terbangun (As Built Drawing) dan dicetak dan diserahkan dalam kertas ukuran A3 sebanyak 5 (lima) rangkap dan disertai/dibuat dalam format digital (Compact Disc).

f. Rencana kerja dua minggu berikutnya c. Hambatan-hambatan yang terjadi selama dua minggu yang lalu d. Laporan tersebut harus diserahkan kepada Direksi minimal 1 (satu) hari sebelum rapat bulanan dan untuk pengadaannya adalah dari Biaya Umum (Overhead).33 . antara lain berisikan sebagai berikut : a. Hal-hal lain yang mungkin diperlukan dalam kontrak atau khususnya oleh Direksi. Jumlah jenis barang-barang dan material yang disupplay dan yang digunakan oleh Kontraktor bulan yang lalu. Laporan mingguan dibuat dalam bahasa Indonesia dalam bentuk yang akan ditetapkan oleh Direksi. Kemajuan fisik pekerjaan bulan lalu sampai sekarang dan estimasi kemajuan kemajuan untuk bulan berikutnya. Lain-lain. Kemajuan pekerjaan selama dua minggu yang lalu. Laporan mingguan diserahkan kepada Direksi minimal 1 (satu) hari sebelum rapat Dua Minggu dilaksanakan dan untuk pengadaannya adalah dari Biaya Umum (Overhead). dibuat rangkap 3 (tiga) atau ditentukan lain oleh Direksi yang berisi antara lain : a. 3. Konsultan (versi eksekutif & lengkap)(jika ada) e. b.2 Laporan Mingguan Kontraktor harus menyiapkan dan menyerahkan kepada Direksi Laporan mingguan. b.8. Tabel pekerja menunjukan tenaga pengawas/pelaksana dan jumlah beberapa rata-rata pekerja yang dipekerjakan oleh Kontraktor bulan lalu. d. Taloko dan DI. Kontraktor (versi eksekutif & lengkap) Laporan Bulanan tersebut berisikan data dan kegiatan ringkas selama sebulan dan dilengkapi dengan foto-foto yang mewakili. Tingkatan kemajuan berdasarkan jadwal pelaksanaan. Kantor Satuan Pelaksanaan Kegiatan Irigasi II (Pejabat Pembuat Komitmen) (versi eksekutif & lengkap) c. SU . e. Dinas PU di Kabupaten dan Propinsi (versi eksekutif) d. Estimasi jumlah pembayaran dari Direksi kepada Kontraktor untuk perbulan yang berjalan. c. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN b.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.

Kontraktor harus bekerja sama dengan kontraktor lain tersebut untuk menjamin penyelesaian dari pekerjaan secara keseluruhan.5 Rapat-rapat Rapat-rapat rutin dan khusus akan diadakan antara Direksi dan Kontraktor dan Konsultan untuk koordinasi yang lebih baik dalam pelaksanaan pembangunan pekerjaan.3 Laporan Harian Kontraktor harus menyiapkan laporan harian atau laporan berkala untuk setiap bagian pekerjaan sesuai dengan permintaan Direksi dan didalam bentuk yang disetujui Direksi. material di lokasi.8.6 Pekerjaan-pekerjaan Kontraktor Lain Direksi akan mengatur pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan selain dari yang mencakup didalam dokumen kontark. stasiun atau patok atau nama dan nomor bangunan. seperti kasus tehnik yang sangat khusus atau kasus sosial.4 Foto-foto Kontraktor harus membuat dan menyerahkan kepada Direksi foto digital (printout) dan file yang menunjukkan kemajuan pekerjaan setiap bulan. hal ini harus dilakukan mengingat jumlah bangunan yang cukup besar. 3.34 . kemajuan pada problem khusus yang berkaitan dengan kegiatan proyek. Setiap pengambilan foto harus dilengkapi lembar informasi ukuran A4 ditulis dengan huruf cetak berisikan keterangan nama. SU . tenaga. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 3. Laporan harus berisi. pekerjaan yang sedang dilaksanakan.8. Foto dan negatif foto (CD foto file) adalah milik Direksi dan tidak boleh diberikan ke pihak lain tanpa persetujuan Direksi. tenaga dan pekerjaan yang dipekerjakan dalam pekerjaan tersebut. Konsultan dan Kontraktor dan jika diperlukan dengan instansi pemerintahan lain yang berkait. Taloko dan DI. pekerjaan yang sedang disiapkan.8. Foto dokumentasi kemajuan pekerjaan minimal harus memaparkan kondisi 0%. 50%. Setiap set foto setelah disetujui oleh Direksi akan disusun dalam album yang disediakan oleh Kontraktor (dapat juga menggunakan Foto Digital).8. Rapat khusus yang akan diadakan oleh Direksi. data-data berikut : cuaca. 3. kecelakaan dan informasi lain yang berkaitan dengan kemajuan pekerjaan dan untuk pengadaannya adalah dari Biaya Umum (Overhead). untuk dilaksanakan oleh Kontraktor lain. Rapat-rapat rutin harus terdiri dari rapat dua mingguan untuk mendiskusikan dan memecahkan problem teknis yang dihadapi dalam kegiatan Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan termasuk situasi rencana kerja. ruas. 3. Biaya pengadaan foto sudah termasuk dalam Biaya Umum (Overhead). dan 100% dari kemajuan pekerjaan untuk masing-masing lokasi.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI.

Kontraktor harus menyediakan dengan standar umum dari konstruksi. Ketinggian lantai minimum 30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Konsultan dan Kontraktor yang mana tersebut dalam paket ini. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 4 PEKERJAAN SEMENTARA 4. maka pada saat pekerjaan selesai Kontraktor wajib memperbaiki jalan tersebut paling tidak seperti kondisi semula. kursi. saluran air atau lainnya dan bila perlu harus ditingkatkan atau diperkuat fasilitas yang ada yang dipergunakan untuk masuk ke lokasi pekerjaan. Kontraktor harus melengkapi perlengkapan yang diperlukan untuk melintasi sungai.35 . diplester. Bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatan kantor lapangan tersebut harus sesuai dengan Spesifikasi dan apabila tidak ada haruslah dipilih bahan-bahan yang baik. Bila ada atas persetujuan direksi. Luas lantai dari Kantor Direksi minimal 64 m2. seperti meja. melengkapi dan memelihara fasilitas kantor lapangan. pada dasarnya. listrik dan lain-lain untuk Direksi dan Kontraktor dan untuk digunakan selama waktu pelaksanaan. kemudian dapat memfungsikan sebagai mess untuk Direksi. yaitu 2 ruang kerja dan 1 ruang rapat (atau seperti petunjuk Direksi). SU . lantai beton rabat tebal 5 cm. air bersih. untuk kemudian diperbaiki kembali sebelum diserahkan. Daerah sekitarnya dibuat miring menjauhi kantor dan dilengkapi dengan saluran pembuang disekitarnya. Konstruksi bangunan kantor terbuat dari kayu dengan dinding plywood. sedangkan dasar dinding adalah pasangan bata merah campuran 1 : 4 dengan tinggi 50 cm. Bangunan kantor dan gudang sementara ini didirikan diatas tanah seluas kurang lebih 200 m2. Taloko dan DI.1 Jalan Masuk Sementara Dalam kasus tidak ada jalan masuk ke lokasi pekerjaan atau jalan pintas yang bisa digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan. permukaan tanahnya sebelum dibeton rabat harus diratakan dan dipadatkan sampai tidak akan turun selama kantor digunakan. Semua lantai dan dasar dinding harus dibuat rapat air sehingga dapat mencegah perembesan air keatas. Kontraktor harus membuat jalan masuk sementara atau jalan pintas dalam lokasi. Semua biaya pekerjaan yang menyangkut jalan masuk sementara tersebut dilaksanakan sudah termasuk dalam Biaya Umum (Overhead). dibagi dalam 3 (dua) ruangan. 4. Tiang kayu penyangga (balok persegi) dinding harus berdiri diatas pondasi batu kali. sebagai fasilitas tambahan dapat digunakan rumah O & P dengan membangun terlebih dahulu.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Bila Kontraktor menggunakan jalan masyarakat yang telah ada.2 Kantor Lapangan untuk Direksi dan Kontraktor Kontraktor harus membangun. namun akan terpuji jika akan lebih baik dari kondisi semula.

septic tank dengan peresapannya. maka kantor sementara itu harus dibongkar dan lahan harus dikembalikan keadaannya semula. Kantor harus dilengkapi pintu dan daun jendela. termasuk juga melaporkan tentang tenaga kerja yang dilibatkan dalam pekerjaan di lokasi daerah tersebut. Kantor. Kantor Direksi harus dilengkapi dengan instalasi listrik. sampai tidak ada klaim dari pemilik tanah.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Kontraktor harus menjaga supaya kantor dan isinya tetap dalam keadaan baik dengan melakukan perawatan. 4. melengkapi dan memelihara fasilitas tempat tinggal dan alat transportasi yang layak untuk staf dan pekerjanya sampai selesainya pelaksanaan pekerjaan. bagian luar bawah dari pasangan bata harus dicat plingkut hitam 2 lapis dan dinding bagian dalam dicat tembok warna putih. Semua warna-warna dari cat harus atas persetujuan Direksi.36 . Kontraktor wajib menjaga ketertiban di tempat tinggal atau barak pekerja dan wajib lapor kepada kepala desa setempat tentang aktifitasnya. Biaya untuk kantor lapangan dan untuk pengadaannya adalah dari BQ No.80 m dengan pintu keluar berkunci ganda serta pintu keluar orang dengan kunci tunggal. Semua pekerjaan kusen dan daun pintu dicat dasar dan dua kali cat kayu. air bersih dan sanitasi termasuk closet jongkok. Halaman kantor sementara itu harus diratakan dan diberi kemiringan luar serta dilengkapi dengan lapisan perkerasan cukup untuk kendaraan. pembersihan setiap hari. Semua bagian luar dan dalam dari bangunan harus dicat. 5 BAHAN-BAHAN DAN PERALATAN SU . Semua biaya akomodasi. dan penjagaan. semua bahan bangunan dan perlengkapan tetap menjadi milik proyek. bangunan itu harus dicat kembali apabila kelihatan sudah jelek. Taloko dan DI. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Atap kantor dibuat dari seng gelombang yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk serambi luar selebar tidak kurang dari 2 m pada kedua sisi dari kantor. transportasi dan fasilitas lainnya sudah termasuk dalam biaya umum (Overhead). Kantor dan area parkir kendaraan harus dipagar kawat berduri setinggi 1. juga peralatan kantor minimum seperti yang tercantum diatas. 1/06. alat-alat perlengkapan dan pelayanan harus disiapkan dalam waktu 45 hari mulai sejak tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Kerja.3 Tempat Tinggal dan Transportasi Staf dan Pekerja Kontraktor harus mengadakan.

PBI. Jika dianggap perlu Direksi akan menginstruksikan menambah pengadaan bahan dan peralatan.1 Umum Kontraktor harus menyediakan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan kecuali disebutkan lain dalam kontrak. SKSNI. Direksi akan menetapkan apakah semua atau sebagian bahan yang dipesan atau diantarkan untuk kegunaan dalam pekerjaan. dapat dipakai JIS (Japanese Industrial Standard). 5. Perubahan material tidak akan mengubah harga satuan di dalam daftar kuantitas dan harga. SU .SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Usul Penggantian material harus dilakukan secara tertulis kepada Direksi untuk disetujui. haruslah bahan dan mutu pekerjaan kelas utama. Apabila tidak tersedia.3 Spesifikasi Standar Kecuali ditentukan lain.37 . semua material dan mutu pekerjaan harus sesuai dengan syarat-syarat didalam Standar Nasional Indonesia (SNI. Kontraktor harus mempunyai dan menyediakan dilapangan sekurangnya satu salinan SNI & ASTM yang disetujui.2 Bahan-bahan Pengganti Kontraktor harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan bahan yang sesuai dengan spesifikasi. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus memenuhi standard yang disebutkan dalam Spesifikasi dan memenuhi persyaratan PUBB. terutama sekali harus menyediakan dilapangan satu salinan SNI & ASTM atau Perincian Nasional lainnya mengenai bahan-bahan yang sedang disediakan atau mutu pekerjaan yang akan dilaksanakan. Standar-standar yang dipergunakan tersebut harus yang berlaku 30 hari sebelum Surat Penawaran. ASTM. Taloko dan DI. Kontraktor harus menyediakan bahan dan perlengkapan lengkap dan menjaga cadangan yang cukup untuk suku cadang sehingga menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu. yang ditentukan dalam Spesifikasi. dsb). PKKI dan Standard lain yang cocok seperti SNI sebagaimana ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. SII. ASTM (American Sociaty for Testing and Materials) atau BSCP (British Standards Code of Practice). Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mencukupi pelaksanaan dan melengkapi pekerjaan. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 5. JIS. apabila material yang dimaksud tidak dapat diperoleh dengan alasan diluar kekuasaannya. cocok untuk maksud tersebut dan keputusan Direksi dalam hal ini pasti dan menentukan. Semua bahan dan mutu pekerjaan yang tidak sepenuhnya diperinci disini atau tidak dicakup oleh Standar Nasional SNI. 5. Atas persetujuan Direksi Standar Nasional lainnya dapat juga dipergunakan. Pengadaan untuk tambahan bahan ini menjadi beban biaya Kontraktor. Standar tersebut harus tersedia setiap saat untuk keperluan pemeriksaan dan penggunaan oleh Direksi. maka Kontraktor wajib mengusulkan material pengganti dengan kualitas yang sama.

1 Umum Kontraktor harus menyediakan tenaga dan alat yang dibutuhkan oleh Direksi untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan.38 . 1/05.6 dibawah ini sudah termasuk didalam biaya tidak langsung yang tercantum didalam daftar kuantitas dan harga. bila ditengah perjalanan alat mengalami kegagalan fungsi maka Kontraktor wajib memperbaiki dan meng-kalibrasi atau mengganti dengan yang baru secepatnya. 6. Segala biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk keperluan point 6. paling lambat 7 hari sejak alat dinyatakan rusak. Alat-alat dan perlengkapan itu tidak boleh ditukar dalam waktu pelaksanaan pekerjaan kecuali dengan ijin atau atas perintah dari Direksi dan untuk pengadaannya adalah dari BQ No.4 Pemeriksaan terhadap Peralatan dan Bahan-bahan Peralatan dan bahan-bahan yang disediakan oleh Kontraktor harus menjadi hal pokok yang diperiksa selama kontrak berlaku. SU . semua informasi yang berkenaan dengan peralatan. Computer Desktop & Printer Injet A3 : 1 buah b. 6.3 Foto-Foto Kontraktor wajib menyediakan kamera digital. Pemeriksaan terhadap peralatan dan bahan-bahan atau pemeriksaan yang terabaikan tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya untuk tetap mengadakan peralatan dan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta. untuk memungkinkan Direksi menilai mutu dari alat-alat dan perlengkapan yang akan disediakan Kontraktor. Taloko dan DI. alat tersebut adalah : a.2 Peralatan untuk Monitoring dan Kontrol Kualitas Kontraktor harus menyediakan dan memelihara peralatan untuk Monitoring dan Kontrol Kualitas untuk dipakai dalam mengawasi pekerjaan.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. bahan contoh yang diperlukan untuk pemeriksaan. 6 PERLENGKAPAN DIREKSI 6. Alat dan perlengkapan itu harus berfungsi normal sepanjang masa pelaksanaan pekerjaan.4 s/d 6. Untuk pelaksanaan Pengecekan dan Pengetesan oleh Direksi adalah mengunakan Team Kontraktor. Semua bahan yang disediakan Kontraktor harus diperiksa sebelum dikirim ke tempat pekerjaan oleh Kontraktor sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 5. Kontraktor harus mengajukan kepada Direksi. dan bila perlu dianalisa laboratorium terhadap bahan-bahan harus dilakukan dengan biaya dari Kontraktor sendiri sebagaimana disetujui Direksi. cetak foto dan album jika diperlukan Direksi di lapangan. Alat Test Kualitas : 1 set Penjelasan secukupnya harus diserahkan bersama penawaran.

SU . perbedaannya dengan yang benar harus kurang dari 2 cm terhadap posisi yang benar. Pengikatan dalam pengukuran ini dilakukan terhadap patok-patok tertentu yang berfungsi sebagai titik tetap yang dilokasinya akan ditunjukkan oleh Direksi. Data ketinggian dan detail penjelasan tentang titik tetap ini dapat diperoleh dengan mengajukan permintaan secara tertulis kepada Direksi. Titik untuk bangunan harus terletak tidak lebih dari 0. Kontraktor diharuskan untuk memeriksa semua titik-titik tetap ini dan membuat titik tetap ini dan membuat titik tetap tambahan lainnya sedemikian sehingga jarak 2 titik tetap tidak lebih dari 1 kilometer. boleh terletak kurang dari 2 cm dari posisi yang ditentukan. Garis singgung dan lengkung.39 . b. potongan memanjang dan melintang.4 Alat Tulis Kantor Kontraktor wajib menyediakan perangkat alat tulis kantor lapangan sesuai dengan kebutuhan Direksi. Kesalahan penutupan harus kurang dari 10 √L dimana L adalah panjang atau jarak sirkuit pengukuran dalam Km. Kantor Lapangan Pengawas Proyek dan Kantor Lapangan Konsultan. Semua biaya pengadaan fasilitas komunikasi dan lainnya sudah termasuk dalam biaya umum (Overhead). Alat yang dipakai dalam pengukuran ini minimal adalah alat Waterpas dan Teodolite T2. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN 6. 7 PENGUKURAN GEODETIC dan GAMBAR-GAMBAR 7. d. yaitu dengan pengawasan oleh Pengawas Proyek dan Konsultan.5 Alat Komunikasi Kontraktor wajib menyediakan dan memelihara perangkat alat komunikasi lapangan yang terdiri 3 (tiga) radio komunikasi gelombang 12 meter (HT). Taloko dan DI. setelah selesai pekerjaan alat komunikasi ini akan dikembalikan kepada Kontraktor. Titik-titik untuk tampang lintang. Pengukuran titik tinggi harus diselesaikan pada sebuah titik tetap atau dibawa kembali ketitik pertama.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Sebelum memulai pengukuran. Patok-patok yang menunjukkan tinggi akhir dari pekerjaan tanah harus dipasang dengan tidak melewati 0. Ketelilitian pengukuran harus selalu dalam batas-batas keseksamaan sebagai berikut : a.25 cm dari kedudukan yang sebenarnya kecualil pada pemasangan pekerjaan baja dan peralatannya memerlukan yang lebih tinggi. 6.1 Pengukuran Geodetic Sebelum memulai pekerjaan pembuatan saluran atau bangunan-bangunan. Kontraktor terlebih dahulu harus mengadakan pengukuran pada bidang kerja untuk situasi. untuk sebagai komunikasi lapangan antara Kantor Lapangan Kontraktor. baik dalam arah vertikal maupun horizontal.25 cm dari titik tinggi yang benar. c.

Oleh Direksi hasil ini akan diperiksa.40 . Prosedur pengajuan gambar kerja adalah.07 atau sesuai dengan pengarahan Direksi. Bila gambar draft sudah disetujui oleh konsultan dan proyek. Hasil pengukuran yang benar akan dipakai untuk menentukan trase saluran.2 Gambar Kerja (Construction Drawing) Sebelum melaksanakan pekerjaan. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Hasil pengukuran berupa data dan gambar sket hasil pengukuran. maupun penggambaran. skala. tebal tipis garis dan kop gambar harus mengikuti standar gambar dari Standar Perencanaan Irigasi / KP. Pematokan pada as trase saluran dalam pengukuran ini harus dilakukan pada setiap interval 25 m dan pada setiap belokan dengan menggunakan patok kayu untuk tambahan potongan. Kontraktor harus menyiapkan gambar kerja detil ukuran A1 yang digambar berdasarkan dokumen kontrak atau pengarahan Direksi dan telah di sesuaikan dengan hasil pengukuran terakhir di lapangan. legenda. cara gambar. tata letak. bila masih ada koreksi Kontraktor wajib memperbaiki dan diajukan lagi. Pada setiap patok yang dipasang agar dicantumkan nomor urut dan elevasi hasil pengukurannya. Gambar kalkir yang telah diparaf oleh oleh Proyek dan Konsultan harus segera dicetak biru dan didistribusikan ke pihak sebagai berikut : a. tempat bangunan air atau bangunan pelengkap lainnya. perhitungan. baik itu pada pengukuran. dan ketinggian-ketinggiannya disetujui oleh Direksi. secara formal Kontraktor mengajukan untuk diperiksa. Kantor Bagian Pelaksana Kegiatan : 1 kalkir + 1 cetak biru b. 7. Taloko dan DI. Konsultan : 2 cetak ukuran A3 (kantor dan lapangan) SU . kemudian Kontraktor harus menyalin ke kertas transparan (kalkir) dan menintanya. Untuk pengadaannya adalah dari BQ No. draft gambar kerja detil diatas kertas milimeter yang ditujukan kepada Pemimpin Bagian Proyek dengan tembusan ke Konsultan. Ukuran gambar. Pengawas Lapangan : 1 cetak ukuran A3 c.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. dan apabila terdapat kesalahan. Oleh karena itu kontraktor tidak diperbolehkan memulai suatu pekerjaan saluran / bangunan sebelum posisi. ukuran-ukurannya. harus diserahkan kepada Direksi. maka kontaktor harus memperbaikinya sampai betul dan mendapat persetujuan Direksi. Pematokan pada lokasi bangunan-bangunan air harus dilakukan dengan menggunakan patok beton. 1/02 dan jika pada waktu pengukuran trase saluran dijumpai ketidaksesuaian antara gambar dengan keadaan lapangan maka Kontraktor harus secepatnya melapor kepada Direksi dan Konsultan untuk mendapat penyelesaiannya.

1 (satu) cetak biru dan 4 (empat) cetak A3. Pembayaran gambar kerja dihitung dalam satuan set gambar yang telah disetujui. 8 LAIN-LAIN 8. Konsultan : 1 copy A3. dan Gambar kerja harus mendapat persetujuan Direksi paling tidak 7 (tujuh) hari sebelum pekerjaan dimulai. semuanya dijilid rapi dengan sampul berjudul sesuai dengan pengarahan Direksi. tebal tipis garis dan kop gambar harus mengikuti standar gambar dari Direktoral Jenderal Pengairan atau sesuai dengan pengarahan Direksi. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaiki kondisi. Bench mark ini merupakan dasar elevasi dan koordinat bagi seluruh pekerjaan. Biaya untuk pengadaannya adalah dari Biaya Umum (Overhead) 7. Pihak kontraktor bertanggung jawab atas posisi dan elevasi BM selama pekerjaan berlangsung. Pada saat akhir pekerjaan semua gambar kerja harus dijilid rapi dan berjudul sesuai dengan pengarahan Direksi. Ukuran gambar. terdiri dari 1 (satu) gambar asli (kalkir). Kontraktor harus menyiapkan gambar terbangun (As-built drawing) detil ukuran A1 yang digambar berdasarkan pekerjaan yang telah dilaksanakan dan diukur ulang. Kontraktor : 1 cetak ukuran A3 Dalam pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor akan diberitahu oleh Direksi sejumlah bench mark dan titik bantu lain yang telah ada untuk keperluan yang dimaksud. tata letak. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN d.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. untuk pengadaannya adalah dari Biaya Umum (Overhead). Taloko dan DI. cara gambar. gambar kerja yang telah disetujui oleh Direksi wajib diikuti.3 Gambar Terbangun (As-Built Drawing) Sesudah melaksanakan pekerjaan. legenda. skala. Bagian Pelaksana Kegiatan : 1 kalkir A1 + 4 copy A3 + 1 Compact Disc (gambar dalam format digital) b. terdiri dari 1(satu) gambar asli A1 (kalkir).41 . hal ini bisa dilakukan diatas cetak biru gambar kerja yang telah disetujui.1 Bench Mark Sebelum pekerjaan dilaksanakan. 5 (lima) foto copy A3 dan 1 (satu) CD. bila ada keraguan didalamnya Kontraktor harus meminta penjelasan kepada Direksi. Direksi masih dimungkinkan untuk mengadakan penyesuaian di lapangan. Pendistribusian gambar terbangun yang sudah disetujui oleh Direksi adalah sebagai berikut : a. Pembayaran gambar terbangun dihitung dalam satuan set gambar yang telah disetujui. posisi SU .

8.4 Partisipasi Petani Karena pekerjaan ini adalah rehabilitasi dan maka partisipasi Petani adalah menjadi faktor yang penting. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN dan elevasi BM yang rusak selama pelaksanaan pekerjaan yang mungkin timbul. Pengamat Pengairan. Semua biaya perbaikan BM yang rusak dan pengukuran ulang sudah termasuk dalam item 1/02 dalam daftar kuantitas dan harga. tokoh dan masyarakat disekitarnya. Laporan tersebut supaya dilengkapi dengan usulan cara menanganinya dan Direksi dimungkinkan akan merubah gambar kerja setelah ada laporan ini.6 Pekerjaan Drainase SU . seperti suplai material. Dalam melaksanakan pekerjaan tersier. 8. 8.SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. maka Kontraktor harus membuat sarana-sarana penunjang sementara dan mengerjakan segala sesuatu yang dianggap perlu untuk memelihara fungsi dari sistem irigasi dan saluran-saluran yang terkena pengaruh agar fungsi saluran selama dalam pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Biaya untuk pembuatan sarana penunjang sementara tersebut diatas sudah dalam biaya tidak langsung yang ada didalam daftar kuantitas dan harga. Peraturan.42 . Kontraktor harus berkoordinasi dengan Proyek.3 Problem Yang Mungkin Timbul Dimasa Datang Kontraktor wajib melaporkan kepada Direksi kemungkinan-kemungkinan jelek yang akan timbul dan akan menggangu fungsi saluran/bangunan di masa yang akan datang. Untuk ini keaktifan Kontraktor adalah sangat diperlukan. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Instansi Terkait (bila perlu). Desa. adat istiadat dan kewajiban yang berlaku di masyarakat harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan. Pada akhir pekerjaan semua BM yang ada maupun yang tambahan harus diukur ulang baik elevasinya maupun koordinatnya.5 Hubungan Sosial Sebelum pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menjaga hubungan baik dengan pejabat. saluran dan bangunan tersier yang sesuai dengan kemampuan kelompok P3A tersebut.2 Sistem Irigasi yang Telah Ada Bila lokasi pekerjaan mempengaruhi sistem jaringan irigasi yang sudah ada. 8. Kontraktor dianjurkan memberikan kesempatan sebagai Sub Let pada kelompok P3A yang mampu dan bersedia. sehingga untuk mempermudah pelaksanaannya maka Kontraktor harus menyiapkan Team Perunding (Negosiator) sehingga target prestasi yang direncanakan dapat dicapai sesuai dengan rencana. Taloko dan DI. 8. Konsultan. yaitu untuk pekerjaan yang memungkinkan. Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.

Jika menurut pendapat Direksi dan Wakil Direksi (Konsultan).9 Pembayaran Pekerjaan Pengajuan penarikan pembayaran pekerjaan boleh dilakukan bila secara teknis pekerjaan tersebut sudah selesai dan memenuhi syarat sesuai dengan spesifikasi. 8. SU . Pengawas Lapangan. meratakan dan merapikan serta memperhatikan kerapian dan keindahan yang mengacu pada budaya masyarakat setempat. Kontraktor wajib memberitahu direksi dan konsultan. bahwa mutu dari suatu pekerjaan tidak memenuhi syarat maka tidak akan diperhitungkan sebagai prestasi pekerjaan sehingga tidak mendapatkan pembayaran.43 .7 Pekerjaan Perapihan / Penyelesaian (Finishing) Setiap penyelesaian akhir pekerjaan bangunan (finishing).SPESIFIKASI TEKNIK & SID Jaringan Irigasi DI. Pengajuan penarikan pembayaran harus dilengkapi dengan data pendukung berupa data gambar dan perhitungan volume (back up) yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.8 Fasilitas Kontraktor harus melayani Direksi selama kunjungan pemeriksaan pekerjaan dan memberikan bantuan serta fasilitas yang ada serta menyediakan tenaga kerja dan bahan yang diperlukan untuk kepentingan tugas-tugas tersebut. atau lokasi tersebut tergeneng karena terpotong jaringan irigasi dimana kontraktor dapat mengusulkan bangunan atau saluran drainase sebagai alternatif penyelesaian untuk persetujuan direksi. Karanu Ntonggu di Kabupaten Bima METODE PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi. Kontraktor harus membersihkan sisa-sisa pekerjaan. Biaya pekerjaan perapihan sudah termasuk didalam harga satuan pekerjaannya. 8. 8. Konsultan dan Direksi / Bagian Pelaksana Kegiatan. Taloko dan DI. jika ada bagian-bagian tertentu yang diperkirakan membahayakan saluran irigasi akibat aliran drainase dari bukit.