You are on page 1of 10

Makalah Seminar Kerja Praktek

PENGGUNAAN RECLOSER UNTUK MENGATASI ARUS GANGGUAN
HUBUNG SINGKAT TEMPORER
Muhammad Hanafi R(14/368517/SV/6930)
Program Diploma Teknik Elektro, Sekolah Vokasi, Departemen Teknik Elektro
Dan Informatika, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

INTISARI
Jaringan distribusi adalah sarana untuk mengalirkan energi listrik dari
pembangkit kekonsumen. Jaringan distribusi yang digunakan untuk mendistribusikan
energi tenaga listrik dapat mendapat gangguan yang menyababkan terganggunya suplai
tenaga listrik kekonsumen karena terjadinya pemadaman aliran listrik dan kerusakan
peralatan.
PT. PLN(Persero) berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan energi tenaga
listrik kekonsumen dengan menggunakan peralatan proteksi jaringan berupa recloser
untuk dapat bekerja ketika terjadi gangguan, sehingga gangguan dapat dikurangi.
Gangguan yang terjadi merupakan gangguan temporer, yang mana gangguan ini
dapat hilang dengan sendirinya. Dengan alasan tersebut diperlukan pengaman recloser
yang mana dapat membuka secara otomatis saat terjadi gangguan, jika kondisi sudah
normal akan menutup kembali. Operasi membuka dan menutup kembali dari recloser
dapat terjadi sesuai dengan setting yang diterapkan.
Kata kunci: Recloser, proteksi, temporer.

I. PENDAHULUAN dan fasa ke tanah yang disebabkan
A. Latar Belakang oleh binatang, pohon dan kegagalan
Penyaluran dan sistem isolasi.
pendistribusian pada sistem distribusi Berdasarkan dari lamanya
20 kV tidak terlepas dari Gangguan terjadinya gangguan dibagi menjadi
yaitu hubung singkat yang dapat gangguan sementara (temporer) dan
berpengaruh pada penurunan gangguan permanen, rata-rata jumlah
pelayanan karena listrik dapat gangguann sementara (temporer)
padam. Gangguan hubung singkat lebih tinggi dibanding ganggun
dapat berupa gangguan fasa ke fasa permananen. Gangguan yang bersifat

perhitungan setting relai. gangguan yang dapat hilang dengan C. Tujuan II. Tidak membahas mengenai cara penyebab gangguan tersebut. Recloser pada penyulang MKN 1. maka penulis hanya akan untuk perbaikannya diperlukan membahas masalah mengenai: tindakan untuk menyingkirkan 1. dapat juga didefinisikan sebagai 3. DASAR TEORI Secara terperinci tujuan yang hendak A. Melihat permasalahan tersebut maka 3. Gangguan tenaga listrik. Cara kerja recloser dalam yang dapat meminimalisir kerugian mengamankan gangguan hubung yang terjadi karena gangguan. proteksi pada jaringan distribusi 2. Recloser dengan tipe N27S-ACR- memisahkan daerah gangguan yaitu SF6-27-12-150 produksi Schneider dengan pemasangan recloser. impedansi yang cukup rendah antara 2. GANGGUAN HUBUNG dicapai dalam pembahasan ini adalah SINGKAT sebagai berikut: Gangguan hubung singkat adalah 1. Untuk meningkatkan pengetahuan dua atau lebih titik yang dalam dan wawasan dibidang keadaan normalnya mempunyai beda pendistribusian dan sistem proteksi potensial (IEC 60909). gangguan penulisan laporan Kerja Praktek (KP) permanen adalah gangguan yang ini.sementara (temporer) adalah magang kerja praktek(KP). Untuk mengetahui cara kerja hubungan konduksi sengaja atau recloser dalam mengatasi gangguan tidak sengaja melalui hambatan atau hubung singkat temporer. hanya Untuk mengatasi gangguan menjelaskan setting relai yang sudah tersebut dibutuhkan suatu sistem terpasang dilapangan. singkat temporer. Untuk mengetahui lingkup sebuah kecacatan yang mengganggu pekerjaan di perusahaan tempat aliran normal arus ke beban . diperlukan tindakan cepat untuk 4. Batasan Masalah sendirinya atau dengan memutuskan Untuk menghindari meluasnya sesaat bagian yang terganggu dari permasalahan dalam penyusunan dan sumber tegangannya. B. Electric.

Gangguan permanen Singkat 2 fasa Gangguan permanen adalah c. Gangguan 2 fasa-tanah gangguan yang menyebabkan Yaitu gangguan dimana 2 kerusakan permanen pada sistem saluran fasa terhubung ke tanah. (Sarimun. 2016). gangguan ini tidak dapat hilang . (Sarimun. Arus gangguan 3 fasa Gambar 2. Gangguan 3 fasa Yaitu gangguan dimana 3 saluran fasa terhubung secara langsung.2016) Singkat 1 fasa-tanah 2. Gangguan 1 fasa-tanah Yaitu gangguan dimana salah satu fasa terhubung ketanah.2016). Terdapat 4 gangguan hubung singkat a. (Sarimun.1.1 Gangguan Hubung singkat 3 fasa b.4 Gangguan Hubung dengan simbol If2F. Arus gangguan 2 fasa Gambar 2. Sifat Gangguan Hubung Singkat Gangguan Hubung singkat memiliki dua sifat sebagai berikut: Gambar 2.2 Gangguan Hubung a. Gangguan 2 fasa Yaitu gangguan dimana 2 saluran fasa terhubung secara langsung. Gambar 2. (Sarimun. Jenis Gangguan Hubung Arus gangguan 2 fasa-tanah dengan Singkat simbol If2F-tanah. 2016).3 Gangguan Hubung dengan simbol If3. Singkat 2 fasa-tanah d. arus gangguan 1 fasa-tanah dengan simbol If1F-tanah.

serta gangguan yang hanya bersifat material listrik mempunyai kuat sementara. kegagalan isolator. pada trafo tenaga. (Sarimun. Kemudian Mekanis atau gaya tarik disusul dengan penutupan kembali menarik/ tolak-menolak pada peralatan hubungnya dan saluran penghantar fasa yang terganggu dapat dioperasikan kembali. lama. menimbulkan gaya tarik-menarik penghantar tertiup angin yang dapat atau tolak-menolak pada penghantar menyebabkan gangguan antar fasa yang dilalui arus gangguan tersebut. Secara Mekanik sumber tegangannya. Gangguan Temporer sehingga merusak isolasinya atau Gangguan temporer adalah mempercepat penuaannya. Dimana arus hubung petir(penghantar terkenasambaran singkat yang terjadi dapat petir). switchgear atau belitan gangguan 1 fasa ke tanah. Jika terlalu transformato atau kapasitor. sesaat bagian yang tergangggu dari b. isolasi maka akan menyebabkan Gangguan ini dapat hilang dengan kerusakan penghantar/ konduktor sendirinya atau dengan memutus tersebut. (Sarimun. atau penghantar fasa menyentuh Misalnya material busbar pada pohon yang dapat menyebabkan cubicle. Gangguan permanen Panas yang diakibatkan oleh biasanya terjadi karena kerusakan arus hubung singkat akan menaikkan penghantar. . suhu penghantar akan tinggi b. karena adanya frekuensi elektris Penyebab gangguan temporer antara yang dapat menimbulkan frekuensi lain flashover karena sambaran mekanis. Akibat Gangguan dihilangkan dari daerah gangguan a. Secara Thermis oleh petugas. 2011). hantar arus yang apabila melebihi maka gangguan tersebut tidak akan kuat hantar arus selain dapat merusak lama dan dapat normal kembali. suhu gangguan yang dilewati oleh kerusakan peralatan seperti arus gangguan tersebut.sebelum gangguan tersebut 3. flashover karena pohon. 2011). apabila terjadi gangguan.

bekerja pada sistem yang terkena peralatan akibat gangguan. Security ditentukan. Ada beberapa Yaitu tingkat kepastian untuk persyaratan yang sangat perlu tidak salah kerja (keandalan untuk diperhatikan dalam suatu tidak salah bekerja). Fungsi Sistem Proteksi a. Peralatan proteksi yang baik Pada prinsipnya pengaman harus harus memenuhi persyaratan dapat diandalkan bekerjanya. Menghindari ataupun untuk Peralatan proteksi harus selektif mengurangi kerusakan peralatan. peralatan proteksi yang telah 2. Keandalan(Reliability) kosumen dapat terjaga. dan dapat rangsangan minimum dari sumber diperinci lebih lanjut bahwa fungsi gangguan. Dependability ditimbulkan oleh listrik. B. sehingga daerah gangguan tidak c. Kecepatan beroperasinya peralatan saat c. Melokalisir daerah gangguan kawasan pengamanan utama. Yaitu kepastian bekerjanya 2. Kepekaan (Senitivity) Secara umum sistem proteksi Prinsipnya peralatan harus dapat berguna untuk mengatasi gangguan mendeteksi gangguan dengan atau abnormal sistem. yaitu: 1. Melindungi manusia dan yaitu: lingkungan terhadap bahaya yang 1. Kecepatan(Speed) semakin meluas. dari sistem proteksi antara lain: b. terganggu saja yang termasuk dalam b. Selektifitas(Selectivity) a. Syarat Peralatan Proteksi (keandalan kemampuan bekerjanya). Semakin gangguan. Meningkatkan keandalan sistem terjadinya gangguan sehinggan pelayanan kepada d. Pada keandalan ada tiga aspek d. SISTEM PROTEKSI efektif. pengaman harus dapat cepat reaksi perangkat proteksi memisahkan bagian sistem yang yang digunakan maka akan semakin terganggu sekecil mungkin yaitu sedikit pengaruh gangguan kepada hanya seksi atau peralatan yang kemungkinan kerusakan alat. Salah kerja perencanaan sistem proteksi yang mengakibatkan padam yang .

dengan demikian Prinsip kerjanya adalah recloser akan masuk kembali sesuai menutup balik dan membuka secara setting-nya sehingga jaringan akan otomatis dalam selang waktu aktif kembali secara otomatis. B. dianggap hilang. tertentu. PEMBAHASAN setelah membuka atau menutup balik sebanyak setting yang telah ditentukan kemudian recloser akan membuka tetap (lock out). Availability gangguan temporer.(SPLN sampai gangguan tersebut akan S6. maka III. recloser akan memisahkan restorasi secara otomatis setelah daerah gangguan secara sesaat terjadi gangguan sementara. gangguan bersifat permanen.2 Penempatan Recloser Automatic Recloser adalah sebuah Pada suatu gangguan saklar yang menghubungkan dan permanen.001. Pada gangguan singkat serta dapat melakukan sesaat. recloser berfungsi memutuskan jaringan distribusi memisahkan daerah atau jaringan tenaga listrik yang bertegangan yang terganggu sistemnya secara dalam kondisi operasi normal dan cepat sehingga dapat memperkecil mampu memutuskan arus hubung daerah padam. Pengaplikasian Recloser 1.semestinya tidak perlu terjadi. kemudian mana pengaman dalam keadaan siap recloser akan menutup kembali kerja (actually in service) dan waktu setelah gangguan itu hilang. Apabila total operasinya. Pengertian Recloser Gambar 3. recloser tidak Yaitu perbandingan antara waktu di membuka tetap (lockout). dimana pada sebuah 3. . 2008).1 Automatic Recloser Gambar 3. Penempatan Recloser pada Jaringan A.

Current/Potensial pemadaman tetap oleh gangguan Transformer (CT/PT) temporer. Konstruksi Recloser pada singkat. Melindungi suatu peralatan besarnya. pada Jaringan 5. agar adalah sebagai berikut: tidak terjadi kerusakan yang total. keselamatan pekerja atau 2. Berfungsi menormalkan c. Cara Kerja Recloser SUTM sehingga dapat membatasi Waktu membuka dan menutup pada / melokalisir daerah yang recloser dapat diatur pada kurva terganggu. e. Control Box b. saat recloser di-setting listrik yang relative nilai harganya dengan kurva SI(Standard inverse) lebih mahal atau penting. Sebagai pengaman seksi dalam C. 1. Jaringan 3. karakteristiknya. arus tersebut listrik. Disconecting Switch (DS) a. Grounding kembali SUTM atau memperkecil d. Kontak recloser akan menutup Peralatan tersebut adalah sebagai kembali setelah beberapa detik. Tujuan memberikan selang waktu . Arus akan mengalir normal d.3 Kontruksi Recloser dengan operasi “fast”. Sebagai pengaman terhadap kebeban bila tidak terjadi gangguan. berikut : sesuai setting yang ditentukan. 4. Ketika arus yang masuk dari CT ke relai sudah memenuhi ambang batas maka recloser membuka Gambar 3. Secara garis c. arus akan mesyarakat terhadap bahaya bertambah besar. dinamakan arus gangguan hubung 2. Air Break Switch (ABSW) memiliki tujuan: b. Saat terjadi gangguan.Penempatan recloser pada jaringan a. Arus gangguan hubung singkat yang mengalir ditransformasikan oleh CT untuk menjadi masukan relai.

Gangguan pertama selama td1 kemudian recloser membuka selama dt1.11 terlihat bahwa sesuai setting yang ditentukan dan recloser di-setting 2 kali operasi kemudian lock out. sampai terjadi gangguan berikutnya. kemudian masuk kembali dan masih terdapat gangguan selama td2. Berikut merupakan cara kerja dari Kemudian recloser menutup kembali recloser ketika terdapat gangguan. dan ternyata gangguan sudah hilang. terutama gangguan yang bersifat temporer. 1. kemudian recloser membuka untuk . Lama waktu recloser oleh petugas. maka recloser Operasi Gangguan Sementara akan membuka dan menutup balik Pada gambar 4. mengalami gangguan temporer 7.4 Recloser 2 Kali gangguan permanen. atau terkena gangguan lain. 6. maka recloser akan membuka dan menutup kembali sesuai setting Gambar 3.5 Recloser 3 Kali recloser dan akan bekerja kembali Operasi Gangguan Sementara setelah gangguan hilang. Recloser dapat menutup kembali selama td maka recloser akan apabila gangguan sudah dihilangkan membuka.adalah memberi kesempatan agar gangguan tersebut hilang dari sistem.12 terlihat bahwa jelasnya dapa dilihat pada grafik recloserdi-setting 3 kali operasi gambar dibawah mengalami gangguan temporer. ditinjau dari sifat gangguan terhadap sehingga recloser dapat menutup operasi recloser. Gangguan Temporer Jika gangguan temporer/ sementara terjadi akibat flashover pohon. untuk lebih Pada gambar 4. Apabila yang terjadi adalah Gambar 3.m membuka adalah sebesat dt1.

kemudian recloser masuk kembali dan masih terdapat gangguan selama td3 maka Gambar 3.6 Recloser 2 Kali recloser akan membuka tetap selama Operasi Gangguan Permanen gangguan belum dihilangkan dan Pada gambar 4. KESIMPULAN kemudian recloser membuka selama Berdasarkan laporan kerja praktek dt1. secara otomatis saat terjadi gangguan Apabila gangguan sudah dihilangkan temporer. Recloser dapat melakukan reclose selama gangguan belum dihilangkan. dt1. masih terdapat gangguan selama td2. Gangguan pertama selama td1 IV.13 terlihat bahwa dapat dimasukkan kembali oleh recloser di-setting 2 kali operasi petugas apabilia gangguan sudah mengalami gangguan permanen. kemudian masuk kembali dan masih terdapat gangguan selama td2. recloser membuka untuk kedua kalinya Selma dt 2. Gangguan Permanen Gambar 3. kemudian masuk kembali dan ini.14 terlihat bahwa yang terus menerus hingga recloser di-setting 3 kali operasi memenuhi setting reclosing untuk mengalami gangguan permanen. maka dapat diambil kesimpulan. .7 Recloser 3 Kali Gangguan permanen terjadi karena Operasi Gangguan Permanen recloser mendapat ganguan temporer Pada gambar 4. antara lain: kemudian recloser membuka tetap 1. 2. dan dirasa aman maka recloser dapat dimasukkan kembali oleh petugas.kedua kalinya selam dt2 dan setelah masuk kembali gangguan sudah hilang sehingga recloser dapat menutup kembali sampai terjadi gangguan berikutnya. dihilangkan. membuka tetap (Lock out) dan Gangguan pertama selama td1 gangguan akan hilang apabila sudah kemudian recloser membuka selama dilokalisir oleh petugas.

. N.. PLN(Persero) UPJ Surakarta temporer tidak dapa hilang maka Kota Dalam Memberikan Pelayanan gangguan temporer akan berubah Prima.2. Garamond. 2008. Garamond. Controller. menjadi gangguan permanen dan Surakarta. M. Buku perlengkapan lain seperti ABSW. Saku Pelayanan Teknik.. Jakarta. N. Fadiya. Nasyiroh. DAFTAR PUSTAKA Sarimun. agar dapat berfungsi Kedua. Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Anonim. Silaban. CT. Penggunaan recloser pada Yogyakarta. N-Series Installation Listrik. jaringan distribusi memerlukan Sarimun. dengan maksimal. 2012. Edisi DS. 2009. Evaluasi 3.PLN(Persero) APD JATENG & gangguan temporer. Popi. Universitas Gadjah Mada. Schneider Electric. . Abraham. menutup secara otomatis sesuai Ari. PT. PT. Saat terjadi gangguan temporer. Universitas Gadjah Mada. Wahyudi 2016. Medan. DIY. Wahyudi. recloser akan membuka tetap(Lock out). Arief. Pemeliharaan Transformator Distribusi 3 Fasa 20 kV/380 V. Depok. PT. 2015. Dengan berfungsinya recloser Penempatan dan Setting Recloser maka akan mengurangi jumlah dan B1-36 Pada Jalur Krapyak 03 di lama padam tetap karena terjadinya PT. 2009. Manual R03 Recloser With AVDC Depok. Chadafi. apabila gangguan PT. 4. Universitas Sumatera Utara. 2011. Universitas Sebelas Maret. 2008. Edisi Kedua. PLN (Persero). Kinerja setting operasi. recloser akan membuka dan Yogyakarta. Putriyanti. Jaringan Distribusi 20 KV. Perencanaan dan Penggunaan Recloser Pada Sistem Pembangunan Sistem SCADA. Anonim.