You are on page 1of 1

HASIL RAPAT DBD

:

Urutan pelaporan kasus DBD :
1. Pelaporan kasus suspek dilaporkan dalam waktu 24 jam
2. Respon terhadap kasus dengan konfirmasi klinis dan lab
3. PE di lokasi kejadian dengan PE jentik di area kasus
4. Dilakukan wawancara / anamnesa apakah penderita terserang di wilayah sendiri atau impor
5. Lakukan pemberdayaan dan peran serta masyarakat untuk penanggulangan antara lain : PSN,
Abatenisasi
6. Melaporkan up date data bila terjadi penambahan kasus ke surveilan dan program DBD.
Kendala dan Tantangan :
- Sistem surveilan belum optimal
- Penyebaran vektor semakin luas
- Urbanisai yang tidak terkendali
- Kesadaran masyarakat tentang PSN 3 M Plus masih rendah
- Transportasi yang meningkat seiring dengan meningkatnya penyebaran penyakit dan vektor penular
- Pengaruh perubahan iklim

Hasil kesepakatan pertemuan pengelola program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya pada
tanggal 17 Februari 2016 :

I. Petugas berdasarkan SK Tugas
II. Pelaporan yang sudah berjalan bersumber dari surveilan ( W2)
III. Pelaporan DBD terdiri dari 2 kategori program : EWARS dan pemegang program
IV. Instrumen yang di gunakan adalah model dokumentasi turunan dari model dokumentasi kabupaten ke
provinsi
V. Dokumen laporan dari PKM masuk ke program DBD sesuai instrumen yang di bagikan paling lambat
tanggal 5 setiap bulannya
VI. Diagnosa yang ditegakan berdasarkan penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit