You are on page 1of 4

JTE - ITP ISSN NO.

2252-3472

RANCANG BANGUN ALAT PEMANTAUAN PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK
PADA LABORATORIUM MiKROKONTROLLER
POLITEKNIK NEGERI PADANG

Cipto Prabowo 1, Zurnawita 2
1
Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Padang
2
Teknik Elektro, Politeknik Negeri Padang
e-mail: cipto_prabowo@yahoo.com, zurnawita@gmail.com

ABSTRAK
Energi listrik secara tak langsung dihasilkan dari energi yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar minyak
dan batubara yang jumlahnya semakin menipis. Hal tersebut diperparah dengan kondisi masyarakat pengguna
energi ini yang tidak efesien Oleh sebab itu diperlukan suatu alat yang dapat memantau penggunaan energi
listrik yang tidak efesien dan bahkan mengontrolnya. Alat pemantauan energi ini menggunakan sensor arus,
sensor cahaya dan sensor suhu sebagai pemantau penggunaan energi. Sensor-sensor dipasaran beragam maka
diperlukan pengujian sensor-sensor tersebut Dari data yang diperoleh dari berbagai kondisi dibandingkan
dengan nilai terukur dari alat ukur yang sudah divalidasi kemudian diolah sehingga mendapatkan nilai dasar
yang akan dijadikan sebagai acuan untuk mendapatkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sensor
yang diuji.

Kata kunci: energi listrik, pemantauan, sensor, validasi

1. PENDAHULUAN intensitas cahaya dan sensor suhu akan
Energi adalah bagian utama dari mahluk menghasilkan perubahan arus atau tegangan
hidup. Salah satu energi yang paling banyak ketika terjadi perubahan arus, dari kondisi
digunakan manusia adalah energi listrik tersebut maka sensor cahaya dapat dijadikan
karena mempunyai keunggulan mudah sebagai pemantau penggunaan energi listrik
didistribusikan ke daerah yang luas dan lebih pada lampu dan sensor suhu untuk
mudah diubah ke bentuk energi yang lain. pemantauan penggunaan energi listrik pada
Energi ini berasal dari proses perubahan tak AC.
langsung dari energi yang dihasilkan akibat Dengan adanya alat ini maka diharapkan
pembakaran minyak atau batu bara yang dapat memantau penggunaan energi listrik
dibakar pada motor bakar atau turbin untuk pada tiap ruangan dan hasil dari pemantauan
menghasilkan gerak yang kemudian oleh tersebut dapat dijadikan acuan untuk membuat
generator diubah menjadi energi listrik. suatu kebijakan terutama yang berhubungan
Pemantauan konsumsi energi listrik dengan efesiensi penggunaan energi.
dapat dipantau pada KWHmeter yang
terpasang pada konsumen (dengan 2. KAJIAN LITERATUR
menggunakan satuan daya), tetapi alat Penelitian yang berhubungan dengan
tersebut hanya bisa memantau total perbandingan dan atau penggunaan sensor
penggunaan daya total bukan penggunaan cahaya, suhu dan arus sudah banyak seperti
daya perlingkungan atau peruangan maka dari yang dilakukan oleh W. Hartati dan Suprijadi
kondisi tersebut muncul gagasan untuk tahun 2010 melakukan pengukuran dari
membuat alat yang dapat mengukur keluaran fotometri yang menggunakan solar
penggunaan energi listrik untuk tiap ruangan sel sebagai sensor intensitas cahaya
(dengan menggunakan satuan lainnya yaitu menghasilkan hubungan iluminasi cahaya dan
tegangan, arus dan lain-lain). tegangan keluaran sensor berupa grafik
Alat pemantauan energi ini berbentuk kurva eksponensial dan hasil
menggunakan sensor cahaya dan sensor suhu aproksimasi mendapatkan rumusan [1].
sebagai pemantau penggunaan energi. Sensor
cahaya pada umumnya akan mengalami .
perubahan resistansi karena perubahan Kemudian Dadang Iskandar tahun 2011
menggunakan mikrokontroler sebagai otak
Jurnal Teknik Elektro ITP, Volume 5, No. 2; Juli 2016 149

Rizki tinggi dan kemudahan perancangan jika Priya Pratama tahun 2014 membuat sistem dibandingkan dengan sensor suhu yang lain. E menyatakan tegangan komponen tersebut mempunyai cara kerja listrik dalam satuan volt dan Q menyatakan yang sama yaitu perubahan nilai konduktansi banyaknya muatan listrik dalam satuan atau resistansi berdasarkan cahaya yang coulomb. dan menyatakan usaha listrik dapat diperlihatkan sebaliknya akan berubah menjadi bahan seperti pada persamaan di bawah. input analog sekaligus merupakan kelemahan karena berjumlah 6 pin. Juli 2016 150 . untuk memindahkan muatan listrik. yaitu komponen Arduino UNO adalaht papan mikrokontroler elektronika yang mempunyai kerja sama berbasi prosesor Atmega328P. METODE PENELITIAN elektronika yang memiliki fungsi untuk Langkah ini dilakukan untuk mengkaji hal-hal mengubah besaran suhu menjadi besaran yang berkaitan dengan pemantauan energi listrik dalam bentuk tegangan. Komponen ini dapat mendeteksi E 2  x t bermacam-macam jenis cahaya seperti cahaya R tampak. 2252-3472 untuk melakukan pemrosesan data dari senor yang diproduksi oleh National arus menggunakan tang ampere bekas dan Semiconductor. Ekspresi lain dalam (resistansinya kecil) jika terkena cahaya.2. sensor suhu dan kelembaban sehingga dapat dengan mudah dihubungkan DHT11 dan sensor PIR yang diproses oleh dengan rangkaian kendali khusus serta tidak mikrokontroler AVR ATmega 32 [3]. ultra violet hingga sinar X.1. dengan frekuensi kristal kecepatan respon pensaklarannya menjadi sebesar 16MHz. Ketiga dalam satuan joule. Energi listrik yang rawan api atau listrik di kawasan merupakan usaha listrik yang diperlukan industry [4]. monitoring battery solar cell berbasis web LM35 juga mempunyai keluaran impedansi menampilkan data yang diperoleh dari sensor yang rendah dan linieritas yang tinggi arus ACS712. 2. Uno dalam bahasa Italia lebih lambat. Tomi memerlukan penyetelan lanjutan Budi Waluyo dan Agus Suheri tahun 2009. R konduktor yang buruk jika tak terkena cahaya.3. Sensor Suhu Sensor suhu LM35 adalah komponen 3. dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik. menerapkan serat optik sebagai piranti 2. LM35 memiliki keakuratan suhu menggunakan sensor LM35 [2]. yaitu komponen elektronika yang dalam satuan ohm . Volume 5.0. Sensor Suhu listrik berdasarkan penelitian atau karya orang LM35 yang dipakai dalam penelitian ini lain yang pernah dilakukan dan teori-teori berupa komponen elektronika elektronika yang menunjang yaitu tentang karakteristik Jurnal Teknik Elektro ITP. pada pesawat televisi (penerima cahaya infra W ARDUINO UNO red pada remote kontrol) P 2. Dimana W menyatakan usaha listrik Photodioda.JTE . Kelebihan ini dijadikan output PWM). memiliki port dengan photodioda tetapi tingkat input/output berjumlah 14 pin (6 pin dapat sensitifitasnya lebih tinggi.4. W  E x I x t sehingga semakin banyak cahaya yang masuk  I 2 x R x t maka semakin banyak arus listrik yang mengalir. W=ExIxt LDR (Light Dependen Resistance). 2. Besarnya energi listrik dapat dihitung 2. yaitu Dimana I menyatakan besar arus dalam suatu komponen elektronika yang akan satuan amper dan t menyatakan lama waktu berubah menjadi bahan konduktor yang baik dalam satuan detik. dan Phototransistor. Pengukuran Energi Listrik transmisi pada jaringan untuk menggantikan Pemakaian listrik pada prinsipnya merupakan kabel tembaga sehingga cocok untuk daerah pemakaian energi listrik. No. Karena Q = I x t maka : diserapnya. Energi listrik per detik disebut daya listrik P Salah satu penggunaan komponen ini adalah dalam satuan Watt. yaitu LDR. Sensor Cahaya W=ExQ Komponen sensor cahaya. infra red. Mikrokontroler Phototransistor. menyatakan besar tahanan sebagai besar Photodioda.ITP ISSN NO. berarti satu yang merupakan ciri awal diluncurkannya Arduino Software (IDE)1.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Alat dan Bahan 0 lm35_su .Inst (J.0 Dari hasil yang telah dicapai maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 4. yang kemudian dapat diolah menjadi nilai enrgi listrik.JTE . iluminasi pada sensor LDR J. Hubungan tegangan dan iluminasi pada sensor tmp2600 Pada pengujian sensor suhu dht 11 dan dht 22 dan lm35 menunjukkan hasil yang hampir sama tetapi untuk sensor 35 memilik respon yang terlalu fluktuatif seperti terlihat pada gambar 4 Gambar 1. Sensor lm35 sangat peka terhadap 150 perubahan suhu disekitar sensor sehingga tidak cocok untuk 100 digunakan sebagai sensor temperatur ruangan 50 6.Ktrl. 2.Oto. Pada sensor suhu dht11 dan dht22 iluminasi pada sensor cahaya di-mldr berupa memiliki respon yang baik untuk grafik logaritmik. No. Hubungan Tegangan dan Intensitas Cahaya dalam Fotometri. Piranti lunak 5.Sensor Suhu/Kelembaban sebanyak 3 Gambar 4. KESIMPULAN . Hartati & Suprijadi.ITP ISSN NO.Auto. Volume 5.Sensor arus 2 buah 1065 hu 1331 267 533 799 1 . perubahan suhu ruang 3.Arduino IDE 1.Inst) ISSN : 2085-2517 Jurnal Teknik Elektro ITP. Respon sensor suhu terhadap buah perubahan suhu .4 0. 750 Didasarkan dari data-data tersebut maka 740 perlu direalisasikan suatu alat pemantau energi sehingga didapatkan data yang 730 diinginkan -0.Sensor Cahaya berjumlah 2 buah .Mikrontroler sebanyak 3 buah b.2 0 0. Sensor yang diuji memiliki respon Dari pengujian didapatkan hasil sebagai yang berlainan berikut Hubungan antara tegangan dan 2. REFERENSI 0 [1] W.Ctrl. 2010 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 Pengembangan Model Pengukuran Gambar 2. 2252-3472 komponen sensor cahaya dan sensor suhu dari Dan hubungan tegangan dan daya pada hipotesa penelitian menyatakan bahwa kedua sensor tmp2600 mempunyai respon sensor tersebut mempunyai karakteristik yang sebaliknya memungkinkan untuk mendapatkan besaran listrik seperti nilai resistansi dan nilai 760 tegangan. Perancangan Sistem Pemantauan Energi 150 dht11_s 100 uhu Dari hasil rancangan maka dibutuhkan beberapa alat dan bahan serta aplikasi dht22_s 50 pendukung.2 0.6 Gambar 3. uhu a. Juli 2016 151 .

Penggunaan Serat Optik [3] Rizki Priya Pratama.JTE .2011. Juli 2016 152 . Eltek. Sistem Informasi Pada Lampu PJU berbasis WEB.2009.ITP ISSN NO. 2. ISSN 1693-4024. Jurnal Gardu Induk dan Gardu Distribusi PLN. Prociding Seminar Nasional Informatika [4] Tomi Budi Waluyo Dan Agus UPN ”Veteran” Yogyakarta Suheri. Jurnal Fisika Himpunan Fisika Indonesivolume 9 No 1 Juni 2009 Jurnal Teknik Elektro ITP. No. 2014. Perancangan Ragam Tunggal. Untuk Transmisi Data Sistem Monitoring Battery Solar Cell Pengukuran. Volume 5. 2252-3472 [2] Dadang Iskandar.