You are on page 1of 11

TUGAS HUKUM ASURANSI

“ PERANAN HUKUM ASURANSI ”

NAMA : I WAYAN NATA SUPRADJA

NIM : 014-04-0109

FAKULTAS : HUKUM

SEMESTER : VI

UNIVERSITAS ISLAM AL – AZHAR

Jl. Unizar No. 20 Turida Sandubaya Mataram NTB

Latar Belakang Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. pemiliharaan dan peningkatan kesejahtraannya. Indonesia seperti halnya berbagai negara berkembang lainnya. yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal. api yang disimpan di dalam gedung ataupun bencana yang tak terduga datangya. Seperti suatu keadaan yang dapat menciptakan atau meningkatkan kemungkinan timbulnya kerugian. BAB I PENDAHULUAN A. sehingga pada gilirannya akan dapat maningkatkan produktivitas nasional. Peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional semakin meningkat dengan disertai berbagai tantangan dan resiko maupun kondisi yang mengandung kemungkinan terjadinya penyimpangan yang lebih buruk dari hasil yang diharapkan. Penyelenggaraan perlindungan. makmur. pemiliharaan dan peningkatan kesejahtraan merupakan salah satu tanggung jawab dan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. barang-barang yang berbahaya. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan negara. mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security. masyarakat mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan dan dituntut dapat berpartisipasi dan berperan aktif bersama pengusaha dalam upaya menuju perbaikan dan peningkatan taraf hidup bangsa dengan jalan meningkatkan produksi dan produktifitas kerja. adil. baik materil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang merata. Di dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut. . misalnya konstruksi yang tidak kokoh. Perlindungan tersebut dapat diberikan melalui Jasa Asuransi. Oleh karena itu kepada masyarakat perlu diberikan perlindungan.

Mengetahui bentuk dan pelaksanaan Hukum Asuransi dalam masyarakat. 2. Perumusan Masalah Berdasarkan hal yang dikemukan diatas. Bagaimana Pengaturan Asuransi Komersial di Indonesia? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah : 1. . maka perumusan masalah adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana Peranan Hukum Asuransi dalam Masyarakat? 2. Mengetahui ruang lingkup Pengaturan Asuransi di Indonesia.B.

tepatnya pada pasal 246 KUHD dijelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. sedangkan tertanggung wajib membayar premi dan berhak memperoleh penggantian jika timbul kerugian atas harta miliknya yang diasuransikan. Pihak-pihak yang menjadi subjek dalam asuransi adalah penanggung dan tertanggung yang mengadakan perjanjian asuransi. Peranan Hukum Asuransi dalam Masyarakat Indonesia 1 Pengertian Asuransi Asuransi diatur dalam KUHD. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. dengan menerima premi. Penanggung wajib memikul risiko yang dialihkan kepadanya dan berhak memperoleh pembayaran premi.2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian merumuskan asuransi atau pertanggungan sebagai perjanjian antara dua pihak atau lebih. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. Rumusan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Asuransi tersebut lebih luas jika dibandingkan dengan rumusan Pasal 246 KUHD karena mencakup juga asuransi kerugian dan asuransi jiwa. yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. dengan menerima premi.. BAB II PEMBAHASAN A. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung. . Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. Penanggung dan tertanggung adalah pendukung hak dan kewajiban. yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.

baik dari para ahli maupun dari peraturan perundang – undangan yang terdapat di Indonesia. Dalam asuransi yang wajib membayar premi adalah pihak yang berhak memperoleh penggantian jika timbul kerugian atas harta miliknya yang diasuransikan. menurut UU No. Sedangkan dalam penjaminan. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita oleh . Asuransi memiliki beragam pengertian. asuransi yaitu “Perjanjian antara dua pihak atau lebih. debitur sebagai pihak tertanggung dan bank sebagai pihak yang menerima manfaat penanggungan. Dalam kaitannya dengan skim penjaminan. lembaga penjamin sebagai penanggung harus melepaskan hak istimewanya untuk menuntut barang-barang debitur lebih dulu disita dan dijual.” UU No. Menurut Black’sLaw Dictionary mendefinisikan asuransi sebagai “Suatu perjanjian yang menjadi dasar bagi penanggung pada satu pihak berjanji akan melakukan sesuatu yang bernilai bagi tertanggung sebagai pihak yang lain atas terjadinya kejadian tertentu. sebuah perjanjian yang menjadi dasar bagi satu pihak mengambilalih suatu risiko yang dihadapi oleh pihak yang lain atas imbalan pembayaran sejumlah premi. premi dibayar oleh nasabah. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. Apabila hak istimewa tersebut tidak dilepaskan maka skim penjaminan tersebut tidak akan berjalan. sedangkan yang berhak memperoleh penggantian jika timbul kerugian adalah bank. kewajiban membayar premi dan menerima penggantian kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan.” Sedangkan pengertian asuransi menurut KUH Dagang Pasal 246 KUH Dagang adalah “Suatu perjanjian. dengan menerima suatu premi. Pertama. yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu. Dari rumusan di atas setidaknya terlihat adanya dua perbedaan mendasar antara asuransi dan penjaminan yaitu. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan.. dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian memberikan pengertian yang lebih kompleks mengenai asuransi. subjek yang menjadi para pihak. dengan menerima premi asuransi. dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. Kedua. Dalam penjaminan ada tiga pihak yang menjadi subjek yaitu penanggung. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian.

3). kerusakan dan kehilangan yang menimpa harta benda yang dimiliki atau dikuasai . yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Seperti suatu keadaan yang dapat menciptakan atau meningkatkan kemungkinan timbulnya kerugian. Sebagai proteksi terhadap risiko finansial sebagai akibat timbulnya : 1). atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan”. api yang disimpan di dalam gedung ataupun bencana yang tak terduga datangya.tertanggung. Kerugian. Sebagai jaminan kelangsungan pendapatan sendiri (termasuk badan usaha) dan keluarga (atau yang menjadi tanggung jawabnya termasuk karyawan) .resiko yang ada. barang-barang yang berbahaya. Masyarakat membutuhkan suatu proteksi terhadap kelangsungan hidupnya agar terjamin dari resiko . 2). atau mereka yang tindakannya terkait dengannya di bawah undang-undang. Tuntutan tanggung jawab hukum atas kesalahan dan/atau kelalaian pribadi atau yang berada di bawah pengawasan atau tanggung jawabnya. Biaya pengobatan atau perawatan kesehatan b. c. 4). Sebagai kompensasi atas kehilangan anggota badan atau cacat badan atau meninggal dunia. Piutang yang tidak tertagih . 2 Perkembangan Kebutuhan Masyarakat Terhadap Asuransi Peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional semakin meningkat dengan disertai berbagai tantangan dan resiko maupun kondisi yang mengandung kemungkinan terjadinya penyimpangan yang lebih buruk dari hasil yang diharapkan. Adapun peranan – peranan asuransi terhadap kebutuhan masyarakat adalah sbagai berikut : a. Oleh karena itu kebutuhan asuransi kini mulai dirasa memiliki peranan penting dalam masyarakat. misalnya konstruksi yang tidak kokoh. Pendapatan atau keuntungan yang diharapkan . dan 5).

d. tepatnya pada pasal 246 KUHD dijelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung. dan i.2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian merumuskan asuransi atau pertanggungan sebagai perjanjian antara dua pihak atau lebih. misalnya atas rencana investasi atau perluasan usaha. yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. dengan menerima premi. yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu. Pengaturan Asuransi Komersial di Indonesia Asuransi diatur dalam KUHD. f. dengan menerima premi. h. g. risiko kegagalan pelaksanaan kontrak dan kegiatan pribadi yang mengandung risiko tinggi. Pendukung strategi pengambilan kebijakan bisnis atau tindakan pribadi. Sebagai strategi efisiensi pemanfaatan modal sehingga tidak perlu melakukan pencadangan atas risiko kerugian yang mungkin timbul sehingga modal yang dimiliki dapat dipergunakan sepenuhnya untuk kepentingan bisnis. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung. Dasar pengaturan anggaran biaya. B. Sebagai sarana investasi dan tabungan. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. Sebagai sarana berbagi risiko dan tolong menolong apabila terjadi musibah. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. . pemberian kredit. e. Pemberi rasa aman mengetahui risiko yang mungkin terjadi akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian.

Penafsiran perjanjian 2. Pengaturan asuransi sebagai sebuah perjanjian di bawah KUH Perdata a. Subyek perjanjian asuransi e. Penggolongan perjanjian asuransi sebagai perjanjian untung-untungan tidak sesuai dengan sifat perjanjian asuransi yang sesungguhnya. Dari pengaturan – pengaturan tersebut dapat ditarik ruang lingkup pengaturan hukum asuransi kedalam Hukum Perdata dan Hukum Dagang atau Bisnis. d. Tujuan dan prinsip-prinsip pokok asuransi . Tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga j. perjanjian asuransi digolongkan ke dalam perjanjian untung-untungan. Keseimbangan kepentingan penanggung dan tertanggung h. Penyebab yang ditanggung dalam perjanjian asuransi (proximate cause) c. Menurut pasal tersebut. Syarat sahnya sebuah perjanjian b. Sifat perjanjian asuransi g. Pembatalan perjanjian k. 1. Asas hukum sahnya sebuah perjanjian c. Lahirnya perjanjian asuransi f. Penggolongan dan jenis-jenis asuransi b. Pengaturan asuransi sebagai sebuah perjanjian di bawah KUH Dagang a. Dasar hukum perjanjian asuransi Diatur dalam Pasal 1774 KUH Perdata. Sanksi atas wanprestasi dalam pemenuhan kewajiban i.

2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian (UU Bisnis Asuransi) : a. Sanksi 3. Pengecualian dan pembatasan h. Landasan tujuan dan fungsi asuransi 1) Salah satu upaya untuk menanggulangi risiko yang dihadapi masyarakat 2) Sebagai lembaga penghimpun dana masyarakat 3) Memiliki kedudukan strategis dalam pembangunan dan kehidupan perekonomian dalam memajukan kesejahteraan umum b. d. Pembatalan dan berakhirnya perjanjian asuransi i. Tujuan pengaturan bisnis asuransi oleh pemerintah _ Vested-in-the Public Interest Rationale _ Destructive-Competition Rationale . Hubungan premi dan jumlah pertanggungan dan perhitungan ganti kerugian f. Bukti pengalihan risiko kepada penanggung g. Penyelesaian sengketa j. Keseimbangan kepentingan e. Penafsiran perjanjian k. Pengaturan asuransi sebagai sebuah bisnis UU No.

Pembinaan dan pengawasan _ Bidang kesehatan keuangan _ Bidang penyelenggaraan usaha 8). Permodalan 5). Ruang lingkup UU Bisnis Asuransi 1). Bentuk badan hukum 3). Bidang usaha dan jenis usaha 2). Perlindungan kepentingan nasional . Pengurus 7). Kepastian dan penegakan hukum 9).c. larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat 10).Perlindungan kepentingan konsumen. Kepemilikan 4). Perizinan 6).

dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian atau resiko.resiko yang ada. 3. Bahwa dalam pengaturan – pengaturan mengenai asuransi dapat ditarik ruang lingkup pengaturan Hukum Asuransi meliputi Hukum Perdata dan Hukum Dagang atau Bisnis. Bahwa asuransi merupakan Perjanjian antara dua pihak atau lebih. BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. Asuransi memiliki peranan – peranan yang penting guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan suatu proteksi terhadap kelangsungan hidupnya agar terjamin dari resiko . 2. .