You are on page 1of 33

Dokumen.

tips
Login / Signup

 Leadership

 Technology

 Education

 Marketing

 Design

 More Topics

 Search

1. Home

2. Documents

3. 77731384 Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut (1)

Menambah daftar perbendaharaan pustaka perguruan tinggi tentang
ilmu kedokteran gigi dalam kedokteran gigi masyarakat, khususnya dalam
bidang promosi kesehatan dan kesehatan gigi dan mulut.
2. Praktis
a. Menambah pengetahuan penulis tentang ilmu kedokteran gigi dalam
bidang kedokteran gigi masyarakat, khususnya mengenai promosi
kesehatan dan kesehatan gigi
b. Menambah pengetahuan penulis mengenai metode, alat peraga, sarana
dan prasarana yang tepat sehingga dapat menunjang dalam
pengaplikasian program promosi kesehatan gigi dan mulut.
c. Membantu menginformasikan kepada masyrakat terkait kebijakan dan
program yang ada di Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia khususnya tentang promosi kesehatan gigi dan
mulut.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Promosi Kesehatan
Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai
dicetuskan setidaknya pada era tahun 1986, ketika diselenggarakannya

konfrensi Internasional pertama tentang Health Promotion di Ottawa, Canada
pada tahun 1965. Pada waktu itu dicanangkan ”The Ottawa Charter”, yang
didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip dasar Health Promotion.
Namun istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer
seperti sekarang. Pada masa itu, istilah yang cukup terkenal hanyalah
penyuluhan kesehatan, dan disamping itu pula muncul dan populer istilah-
istilah lain seperti KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), Social
Marketing (Pemasaran Sosial), Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya
(Maulana,2009). Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan
pengembangan dari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini, seperti :
Pendidikan Kesehatan, Penyuluhan Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi
dan Edukasi). Promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang
7
dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat
sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Menurut Green,
promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan
intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi, yang
dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi
kesehatan, sedangkan istilah promosi kesehatan gigi adalah usaha
meningkatkan status kesehatan gigi masyarakat melalui pendekatan sosial, dan
lingkungan yang sering berada diluar kontrol masyarakat (Notoatmodjo,
2005).
Tujuan utama promosi kesehatan adalah meningkatan pengetahuan
atau sikap masyarakat, meningkatan perilaku masyarakat, meningkatan status
kesehatan masyarakat. Tujuan perilaku merupakan pendidikan atau
pembelajaran yang harus tercapai (perilaku yang diinginkan). Oleh sebab itu,
tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap. Perhatian utama
dalam promosi kesehatan adalah mengetahui visi serta misi yang jelas. Dalam
konteks promosi kesehatan “ Visi “ merupakan sesuatu atau apa yang ingin
dicapai dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk penunjang
program-program kesehatan lainnya. Adapun visi dari promosi kesehatan
adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga
produktif secara ekonomi maupun sosial.
2. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan, baik pemberantasan
penyakit menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan
kesehatan, maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada
kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu, kelompok,
maupun masyarakat.
Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu
upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”. Misi
promosi kesehatan merupakan upaya yang harus dilakukan dan mempunyai
8
Download
of 21

77731384 Promosi Kesehatan Gigi Dan
Mulut (1)
by ayabeby

on Aug 05, 2015

Report

Category:

Documents

Download: 34

Comment: 0

414

views

Comments

Description

Download 77731384 Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut (1)

Transcript

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara
fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial dan ekonomis (Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan). Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang
harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembangunan
kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya, sebagai
investasi bagi pembangunan Sumber Daya Manusia yang produktif secara sosial dan
ekonomis (Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan).
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat,
diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya
kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan

2008). pembangunan dibidang kesehatan gigi tidak boleh ditinggalkan. Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan. Ini berarti bahwa untuk melaksanakan pembangunan dibidang kesehatan. dan berkesinambungan (Undang-Undang Republik Indonesia No. kuratif. menyeluruh. Pembangunan kesehatan gigi adalah bagian integral dari pembangunan kesehatan nasional. hal ini terlihat bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90% penduduk Indonesia (Anitasari. Hasil laporan Studi 1 . Juga sebaliknya. tidak boleh melupakan kerangka yang lebih kuat yaitu pembangunan kesehatan pada umumnya (Cahyati. preventif. dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan). baik dokter maupun perawat gigi. bila ingin melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan gigi.dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. 2008).

bisa menjadi pemicu timbulnya sejumlah penyakit berbahaya. 2008). t. kandidiasis dan lainnya juga merupakan permasalahan yang sering terjadi. Promosi kesehatan atau pendidikan kesehatan 2 . karena penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit tertinggi yang dikeluhkan oleh masyarakat yaitu sebesar 60% (http://repository.t. atau masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan mahalnya biaya pengobatan gigi.). Padahal dari sakit gigi yang tampaknya sepele. Selain karies dan periodontal. sumber dari kedua penyakit tersebut akibat terabaikannya kebersihan gigi dan mulut (Anitasari. aterosklerosis.Morbiditas tahun 2001. leukoplakia. Hal ini mungkin disebabkan antara lain ketidaktahuan. kondisi mukosa mulut. pneumonia. Banyak orang yang tidak menyangka bahwa penyakit lain yang mereka derita bisa berasal dari gigi dan mulut yang tidak sehat. terutama penyakitnya seperti kanker mulut. Informasi statistik rumah sakit di Indonesia (2005) menunjukkan bahwa penyakit gigi kronis seperti penyakit pulpa dan periodontal termasuk dalam urutan ke-24 dari 50 peringkat utama penyebab kematian di rumah sakit (Pintauli. namun studi epidemiologi mengenai kondisi mukosa mulut masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan literatur mengenai karies gigi dan penyakit periodontal. menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan hal yang perlu diperhatikan.usu. lichen planus. Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat di Indonesia adalah penyakit jaringan penyangga gigi dan karies gigi. abses. Beberapa studi telah dilakukan. 2008). Penyakit gigi juga pernah dilaporkan bisa menyebabkan kematian. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan). Dari beberapa studi dilaporkan adanya hubungan antara penyakit gigi dengan penyakit jantung koroner. Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi prioritas kedua terutama bagi masyarakat Indonesia.ac. diabetes dan kelahiran prematur. Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan (Undang-Undang Republik Indonesia No. Oleh karena itulah paradigma kesehatan yang semula ditekankan pada tindakan kuratif (perawatan) beralih menjadi upaya preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kesehatan).id.

Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. 2005). baik di dalam masyarakat sendiri. WHO merumuskan promosi kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoatmodjo. Alat peraga dan media yang tepat akan membantu dalam melakukan penyuluhan. akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. Media pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah alat bantu pendidikan.merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata. 2009). Dengan alat peraga. 3 . dan lingkungan yang sering berada diluar kontrol masyarakat (Notoatmodjo. orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan. Promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). Promosi kesehatan gigi dan mulut adalah usaha meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut masyarakat melalui pendekatan sosial. maupun dalam organisasi dan lingkungannya (Maulana. agar pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. Disebut media pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran (channel) untuk menyampaikan kesehatan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat Media dan alat peraga memegang peranan penting dalam kegiatan promosi kesehatan dan juga kesehatan gigi dan mulut. Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan program promosi kesehatan gigi dan mulut salah satunya adalah alat bantu dan media media promosi kesehatan. 2005).

4 . memegahui bagaimana metode promosi kesehatan. b. B. Menegtahui tata alur kerja Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Berdasarkan hal tersebut di atas maka dilakukan praktik belajar lapangan yang bertujuan melakukan studi terhadap kebijakan dan program promosi kesehatan gigi dan mulut pusat promosi kesehatan kementerian kesehatan republik Indonesia. Menegtahui dasar dan pedoman kerja Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menegtahui unit-unit kerja serta tugas pokok dan fungsi yang ada di Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. c. Perumusan masalah Bagaimanakah? Kebijakan Dan Program Pengembangan Alat Peraga Dan Media Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia? C. sehingga dapat menjadi bahan pelajaran yang dapat kami aplikasikan kelak. Melalui kegiatan Praktik Blajar Lapangan ini diharapkan kami dapat menimba ilmu secara langsung mengenai kegiatan promosi kesehatan khususnya promosi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan 1. hambatan. Tujuan umum Mengetahui Kebijakan Dan Program Pengembangan Alat Peraga Dan Media Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2. Tujuan khusus a. d. Mengetahui kebijakan dan program Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang promosi kesehatan gigi dan mulut.

j. Teoritis Menambah daftar perbendaharaan pustaka perguruan tinggi tentang ilmu kedokteran gigi dalam kedokteran gigi masyarakat. Mengetahui bentuk kerjasama ekternal guna menunjang program pengembangan alat peraga dan media promosi kesehatan gigi dan mulut Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengetahui kebijakan dan program pengembangan alat peraga dan media promosi kesehatan gigi dan mulut Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegunaan 1. h. Mengetahui gigi dan mulut. Mengetahui sasaran dan indikator keberhasilan kebijakan. serta program Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya mengenai promosi kesehatan gigi dan mulut. D. Praktis 5 . i. f. khususnya dalam bidang promosi kesehatan dan kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui metode.e. g. media dan alat peraga. Mengetahui relialisasi dan faktor-faktor penghambat pengembangan alat peraga dan media promosi kesehatan gigi dan mulut Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. program terdekat Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang promosi kesehatan 2. serta dan prasarana yang tepat sehingga dapat menunjang program Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya mengenai promosi kesehatan gigi dan mulut.

Menambah pengetahuan penulis mengenai metode. sarana dan prasarana yang tepat sehingga dapat menunjang dalam pengaplikasian program promosi kesehatan gigi dan mulut. Membantu menginformasikan kepada masyrakat terkait kebijakan dan program yang ada di Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya tentang promosi kesehatan gigi dan mulut. 6 . Menambah pengetahuan penulis tentang ilmu kedokteran gigi dalam bidang kedokteran gigi masyarakat. c. alat peraga.a. khususnya mengenai promosi kesehatan dan kesehatan gigi b.

promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi. Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya (Maulana. yang didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip dasar Health Promotion. sedangkan istilah promosi kesehatan gigi adalah usaha meningkatkan status kesehatan gigi masyarakat melalui pendekatan sosial. Pada masa itu. ketika diselenggarakannya konfrensi Internasional pertama tentang Health Promotion di Ottawa. Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan pengembangan dari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini. Penyuluhan Kesehatan. baik di dalam masyarakat sendiri. maupun dalam organisasi dan lingkungannya. politik.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.2009). Namun istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer seperti sekarang. Promosi Kesehatan Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai dicetuskan setidaknya pada era tahun 1986. 7 . dan organisasi. istilah yang cukup terkenal hanyalah penyuluhan kesehatan. Pada waktu itu dicanangkan ”The Ottawa Charter”. KIE (Komunikasi. Canada pada tahun 1965. Social Marketing (Pemasaran Sosial). Menurut Green. dan disamping itu pula muncul dan populer istilahistilah lain seperti KIE (Komunikasi. 2005). dan Edukasi). yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). seperti : Pendidikan Kesehatan. Informasi. Informasi dan Edukasi). dan lingkungan yang sering berada diluar kontrol masyarakat (Notoatmodjo.

Secara umum Misi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : 1. sanitasi lingkungan. Tujuan perilaku merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus tercapai (perilaku yang diinginkan). Dalam hal ini kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan (decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang 8 . gizi masyarakat. meningkatan status kesehatan masyarakat. kelompok. Oleh sebab itu. Advokasi (Advocation) Advokasi merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu. meningkatan perilaku masyarakat. Misi promosi kesehatan merupakan upaya yang harus dilakukan dan mempunyai keterkaitan dalam pencapaian suatu visi (Notoatmodjo. 2005). mental. Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : 1. baik pemberantasan penyakit menular. baik fisik. tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap. 2. maupun masyarakat. Perhatian utama dalam promosi kesehatan adalah mengetahui visi serta misi yang jelas. pelayanan kesehatan. Dalam konteks promosi kesehatan “ Visi “ merupakan sesuatu atau apa yang ingin dicapai dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk penunjang program-program kesehatan lainnya. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan. dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”.Tujuan utama promosi kesehatan adalah meningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat.

2.ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusankeputusan. B. melainkan semua pihak juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. Media dan Alat Peraga Promosi Kesehatan Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. 3. maupun lintas sektor yang terkait. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Oleh karena itu promosi kesehatan memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini. Kemampuan/Keterampilan (Enable) Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga. Menjembatani (Mediate) Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan program lain di lingkungan kesehatan. Karenanya masalah kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri. Untuk itu perlu adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai program dan sektor-sektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas 9 . maka kemapuan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan keluarga akan meningkat.

Kerucut Edgar Dale Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda asli dan yang paling atas adalah kata- kata.scribd.pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Elgar Dale membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut (http://www.1. Hal ini berarti bahwa dalam proses pendidikan. alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. Tetapi masing-masing alat mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. 2010). 10 . Jelas bahwa penggunaan alat peraga adalah salah satu prinsip proses pendidikan. benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsi bahan pendidikan / pengajaran. Seseorang atau masyarakat didalam proses pendidikan dapat memperoleh pengalaman / pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan.com. Dengan perkataan lain. Gambar 2.

tt). Adapun misi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebagai berikut: 11 . 2005). Dalam menjalankan tugasnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memiliki misi yaitu “Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan “. media ini dibagi menjadi 3. Media cetak b. agar pesan- pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. Media papan (bill board) (Notoatmodjo. 2010).. bukan hanya dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota masyarakat yang lain. Disebut media pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran (channel) untuk menyampaikan kesehatan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien.Dalam rangka pendidikan kesehatan. Alat peraga akan membantu dalam melakukan penyuluhan.com. C. Media elektronik c. yakni: a. Misi merupakan upaya yang harus dilakukan dan mempunyai keterkaitan dalam pencapaian suatu visi (Notoatmodjo.id.go. masyarakat sebagai konsumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga (alat bantu pendidikan). Dengan alat peraga. Media pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah alat bantu pendidikan. Dalam mencapai visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diperlukan adanya suatu upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”.scribd. 2005). Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan (media). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan kementerian mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan (http://www.depkes. Untuk ini petugas kesehatan berperan untuk membimbing dan membina. orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan (http://www.

2. 4. merata bermutu dan berkeadilan. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna. 12 . Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik . 3.1. termasuk swasta dan masyarakat madani. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan. melalui pemberdayaan masyarakat.

9. Dalam 1. 2. Penetapan persyaratan kualifikasi usaha jasa di bidang kesehatan. 5. Dalam menyelenggarakan fungsi. Kementerian Kesehatan RI mempunyai kewenangan : 1. Penetapan standar pemberian izin oleh daerah di bidang kesehatan. arahan dan supervisi di bidang kesehatan. Penanggulangan wabah dan bencana yang berskala nasional di bidang kesehatan. Penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidang kesehatan. 5. kebijakan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang kesehatan. bimbingan. 10. 4. Pengaturan penerapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama Negara di bidang kesehatan.Gambar 2. pelatihan. Struktur Organisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 8. 13 . Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. 2. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidang kesehatan. Pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi pemberian pedoman. 7. Penetapan pedoman untuk menetukan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten/Kota di bidang Kesehatan. 6. bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidang kesehatan. 3. Pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. melaksanakan tugas. Kementerian Kesehatan RI dan menyelenggarakan fungsi : Perumusan kebijakan nasional.2. Penetapan kebijakan nasional di bidang kesehatan untuk mendukung pembangunan secara makro. 3. 4. saran dan pertimbangan di jawabnya. Penyampaian laporan hasil evaluasi.

17. Penetapan pedoman pembiayaan pelayanan kesehatan. atau kegiatan lain untuk menunjang tercapainya hidup sehat (Undang-Undang Republik Indonesia No. Penetapan standar nilai gizi dan pedoman sertifikasi teknologi kesehatan dan gizi. 19. Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan memiliki tujuan meningkatnya perilaku sehat individu. bayi. t. Penetapan pedoman standar pendidikan dan pendayagunaan tenaga kesehatan. Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku yaitu : a) penempatan dan pemindahan tenaga kesehatan tertentu. 20. pemerintah daerah. 12. D. 14. Penetapan kebijakan pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian ibu.11. dan / atau masyarakat untuk mengoptimalkan kesehatan melalui kegiatan penyuluhan. penyakit menular dan kejadian luar biasa.depkes. 13. Penetapan kebijakan sistem jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat. b) pemberian izin dan pembinaan produksi dan distribusi alat kesehatan (http://www. keluarga dan masyarakat dan berperan aktif dalam Indonesia 14 . Penyelesaian perselisihan antar Propinsi di bidang kesehatan. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan). pengembangan dan penerapan teknologi kesehatan dan standar etika penelitian kesehatan. 21. dan anak. Surveilans epidemiologi serta pengaturan pemberantasan dan penenggulangan wabah. Penyediaan obat esensial tertentu dan obat untuk pelayanan kesehatan dasar sangat essential (buffer stock nasional). Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Peningkatan kesehatan (Promosi Kesehatan) merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah.). 16. penyebarluasan informasi. 15.id.t. Penetapan standar akreditasi sarana dan prasarana kesehatan. 18.go. Penetapan pedoman penapisan.

3. 5.com. 4. bimbingan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan 15 . Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan. dinyatakan bahwa Pusat Promosi Kesehatan bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal. 2010). 2.scribd. Bidang Advokasi dan Kemitraan.setiap gerakan kesehatan masyarakat melalui upaya promosi kesehatan yang terintegrasi secara lintas program. Tugas Pokok Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah melaksanakan perumusan kebijakan teknis. 3. BIdang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat. Bagian Tata Usaha. Adapun susunan organisasi Pusat Promosi Kesehatan adalah sebagai berikut: 1. swasta dan masyarakat (http://www. Gambar 2. Kelompok Jabatan Fungsional. Berdasarkan Surat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 1144/MENKES/PER/VIII/2010 tanggal 19 Agustus 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. lintas sektor. Struktur Organisasi Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

melalui pertanyaan-pertanyaan dengan cara mengumpulkan data melalui komunikasi dengan informan.tt). Pembinaan advokasi dan kemitraan kesehatan. 5. Pembinaan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. Pemantauan. informasi diperoleh. Perumusan kebijakan teknis.promosikesehatan. Pelaksanaan administrasi pusat (http://www. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.com. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Praktik Belajar Lapangan dilakukan akan pada tanggal 1 s. Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik C. 4. Pengembangan metode dan teknologi promosi kesehatan.dan adapun fungsi dari Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebagai berikut : 1. B. 5 November 2011. 6. 16 . Lokasi Pelaksanaan Kegiatan Pusat Indonesia. Pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. BAB III METODE PELAKSANAAN A. rencana dan program di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. 3. 7.d. Jenis dan Metode Praktik Belajar Lapangan ini bersifat observasional atau pengamatan secara langsung. 2.

Melakukan Kegiatan Praktik Belajar Lapangan. BAB IV PENUTUP Demikian Proposal Praktik Belajar Lapangan Studi Kebijakan Dan Program Pengembangan Alat Peraga Dan Media Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Meyusun Proposal Kegiatan Praktik. 6. 2. Cara Kerja Pelaksanaan Kegiatan 1. Adapun hal-hal dan ketentuan yang ada didalam proposal masih dapat 17 . 4. Besar harapan kami untuk dapat dizinkan melaksanakan kegiatan Praktik Belajar Lapangan di Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. diperoleh dengan cara melalui pertanyaan-pertanyaan dengan cara mengumpulkan data melalui komunikasi dengan informan. Menyusun Laporan Hasil kegiatan. E. Mengurus surat perizinan. Semoga dengan kegiatan ini diharapkan dapat membantu menginformasikan kepada masyrakat terkait kebijakan dan program yang ada di Pusat Promosi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya tentang promosi kesehatan gigi dan mulu. Melakukan perizinan secara non formal. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang promosi kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat mengaplikasikannya di kemudian hari. Sumber Data 1. berasal dari literatur-literatur yang mendukung pelakasanaan kegiatan. 5. Data primer. 2. Data sekunder. 3.D. Melakukan perizinan secara formal.

t.pdf.usu.id/files/Menuju%20Gigi%20dan%20Mulut%20Sehat %20_Pencegahan %20dan%20Pemeliharaan__Normal_awal.. Promosi Kesehatan.t.go.depkes..pdgionline.pdf.direncanakan dan disusun kemudian berdasarkan kesepakatan bersama sesuai dengan situasi dan kondisi.php diakses tanggal 23 Oktober 2011 http://www.t.wordpress.com/?act=article&id=225 Oktober 2011 diakses tanggal 23 diakses tanggal 23 18 .promosikesehatan. 2009.id/index.diakses tanggal 23 Oktober 2011 http://www..php? option=com_content&task=view&id=685&Itemid=1 Oktober 2011 http://www.ac. diakses tanggal 23 Oktober 2011 http://usupress.J Maulana.com/2011/04/materi- promkestotal2. EGC.files.com/v2/index. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Heri D.t. http://promosikesehatan2008.

id/bitstream/123456789/23560/3/Chapter %20II. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi.com/doc/53054543/kebijakan-promkes-2010-2014 tanggal 23 Oktober 2011 diakses diakses Soekidjo Notoatmodjo.t.com/doc/45967216/makalah-promosi-kesehatan tanggal 23 Oktober 2011 http://www. t. http://repository.. diakses tanggal 18 Mei 2011 PROPOSAL PRAKTIK BELAJAR LAPANGAN STUDI KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENGEMBANGAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PUSAT PROMOSI KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 19 .scribd.http://www. Jakarta.usu.ac. Rineka cipta.scribd. 2005.pdf..

G1G008054 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN GIGI PURWOKERTO 2011 20 Recommended Materi Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut PROMKES Kesehatan Gigi dan Mulut .Disusun oleh: Fajarrudin Malik NIM.

kesehatan gigi dan mulut 06052013 Kesehatan Gigi Dan Mulut gigi .

Kebanyakan dari kita… .Kesehatan Gigi Dan Mulut xxxx Kesehatan Mulut Dan Gigi KESEHATAN MULUT DAN GIGI Sebagai orang yang dipenuhi kesibukan serta jadwal yang padat. sah sah saja jika kita merasa bahwa waktu sangatlah berharga.

… Kesehatan Mulut Dan Gigi .Kesehatan Gigi Dan Mulut KESEHATAN GIGI DAN MULUT MAKALAH Dibawakan pada Ceramah di Badan Pengembangan Sistem Informasi dan Telematika Daerah (Bapesitelda) Provinsi Jawa Barat Oleh Isnaniah Malik.

docx Kesehatan Gigi Dan Mulut Lansia .mulut Kesehatan Gigi Dan Mulut ANak.

Status Kesehatan gigi dan mulut Status Kesehatan gigi dan mulut Flipchart Kesehatan Gigi Dan Mulut penyuluhan ikakom .

tetapi untuk dilihat kembali dan dipelajari .Makalah Kesehatan Mulut Dan Gigi Tolong untuk tidak hanya mengkopi.

Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut kesehatan Sap Kesehatan Gigi Dan Mulut SAP .

TOR Kesehatan Gigi Dan Mulut TOR 200657122 Kesehatan Gigi Dan Mulut w .

… .Seputar Kesehatan Gigi Dan Mulut Kesehatan Gigi dan ulut Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Dipublikasikan pada 10 May 2010 oleh Evan Hamsafir Kondisi gigi susu pada saat anak-anak nantinya akan mempengaruhi posisi gigi ketika dewasa.

Share & Download Unlimited . About Terms DMCA Contact STARTUP .Survey Kesehatan Gigi Dan Mulut SURVEY KESEHATAN GIGI DAN MULUT Nomor Desa Pekerjaan : : : Jenis Kelamin : Laki/Perempuan Umur Pendidikan : : Tahun Air minum sehari-hari Pernah menderita penyakit menahun… View more Subscribe to our Newsletter for latest news.