You are on page 1of 5

Eefektivitas Antara Pemberian Vitamin C Topikal dan Vitamin E Lokal

dalam Proses Penyembuhan Luka pada Tikus Putih

Dr. Suriadi, MSN, AWCS2*, Kharisma Pratama, S.Kep.,Ns2, Djoko Priyono1, Annisa
Rahmawati1, Arini Dwi Hartanti1, Arli Noviani1, Athina Amanda Bassalem1
1Mahasiswa STIK Muhammadiyah Pontianak
2Staf Dosen STIK Muhammadiyah Pontianak

*Korespondensi: Dr. Suriadi, MSN, AWCS
Email: suriadif@yahoo.com.au

ABSTRACT

Introduction : In wound healing, there are some factors that affect healing process. One of
factors that affected in wound healing is nutrition. One of nutrition that have a role in wound
healing process is vitamin. Vitamin C in wound, really needed to optimalize immune response
and cell mytosis and monosit migration into tissue. Lack of vitamin C caused wound susceptible
to damage and lowering wound strength. The fuction of vitamin E is to reduce tissue damaged
that caused by free radical. Lack of vitamin E can cause immune descending. This research is
to know effectiveness between giving topical vitamin C and local vitamin E in wound healing
process to rats.
Materials and Method: This research using 2 rats with minimum weight 100 gr. Each rats has
given 4 wound with each wound as big as 1 cm. Wound is bandaged and change the dressing
twice a day by using topical vitamin C and local vitamin E for each rats.
Result: Result of the research showed there is significantly different between giving topical
vitamin C and local vitamin E in wound healing process (p<0.05).
Conclusion: Vitamin E which is given locally is more effective than topical vitamin C in injury
healing process for rats.

Key Words: Effectiveness, Vitamin C, Vitamin E, Wound Healing Process.

Dalam penyembuhan luka. . Nutrisi juga terlibat dalam proses imun seperti respon antibodi. Nutrisi yang cukup dapat meningkatkan sistem imun serta mencegah infeksi pada luka (Bryant & Denise. belum pernah dilakukan penelitian untuk membuktikan vitamin manakah yang lebih efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka. (Bryant & Denise. luka mudah terbengkas atau rusak serta gangguan produksi kolagen. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya fase remodeling yang lebih cepat pada hari ke-8 penggantian balutan bahkan pada hari tersebut luka pada tikus mengalami kesembuhan (Agusrawati. peneliti merasa tertarik untuk menilai manakah yang lebih efektif antara pemberian vitamin C topikal dan vitamin E lokal dalam proses penyembuhan luka pada tikus putih. sedangkan 42.PENDAHULUAN Luka adalah keadaan hilang atau terputusnya kontinuitas jaringan (Mansjoer. mineral dan air. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan. Defisiensi vitamin E dapat mengakibatkan menurunnya imunitas. Didapatkan hasil pada grup yang diberikan vitamin C dapat mengurangi luas area luka hingga 84% setalah 1 bulan. dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. 2007).7% pada grup yang diberi placebo Dari hasil penelitian. 2007). karena masing-masing vitamin memiliki fungsi yang berbeda di dalam metabolisme sel. pemberian vitamin E terbukti efektif mempercepat proses penyembuhan luka pada tikus putih. Vitamin C dan vitamin E merupakan vitamin yang memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai zat antioksidan. Collins (2009) melaporkan hasil penelitiannya pada luka dekubitus di dua grup. Vitamin E memiliki fungsi mengurangi kerusakan jaringan yang diakibatkankan radikal bebas. Satu grup mendapatkan placebo sedangkan grup lainnya diberikan vitamin C. protein. 2010) Berdasarkan fakta yang telah diungkapkan diatas. vitamin. Oleh karena itu. lemak. dan pembuangan pada produk yang tidak dipakai dari lekosites dan mengkontribusi ukuran dan jumlah limfosites dan killer T-cells. BAHAN DAN METODOLOGI PENELITIAN Bentuk penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasy Experiment Research). Tetapi sampai saat ini. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam penyembuhan luka adalah nutrisi. Defisiensi vitamin C menyebabkan peningkatan kondisi jaringan luka mudah rapuh. Vitamin C pada luka sangat diperlukan untuk optimalisasi respon imun. Vitamin E sudah tidak asing lagi digunakan dalam dunia kesehatan kulit. mitosis sel dan migrasi monosit ke dalam jaringan yang mentransformasi ke dalam makrofag selama fase inflamasi pada penyembuhan luka. Nutrisi menyediakan zat-zat yang dibutuhkan untuk aktivitas sel dalam proses penyembuhan luka. vitamin C dan vitamin E sama-sama efektif mempercepat proses penyembuhan luka. migrasi lekosit ke luka. Menurut James et al (2002) Terdapat enam kelas nutrisi yang utama yaitu karbohidrat. Salah satu nutrisi yang berperan dalam proses penyembuhan luka adalah vitamin. dengan maksud agar diperoleh keterangan secara optimal mengenai pembuatan dan pelaksanaan guna menjawab masalah penelitian. menurunnya kekuatan luka. Semua vitamin dibutuhkan untuk perbaikan jaringan dan regenerasi. Menurut Maryunani (2010) Luka merupakan rusaknya kesatuan atau komponen jaringan. 2007).

Jarum ditusukkan dengan sudut tegak lurus terhadap permukaan kulit sehingga tusukan sampai ke otot abdominalis. Prosedur membuat luka : Menuangkan larutan eter secukupnya kedalam box tertutup. Sampel dari penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus strain Wistar) sebanyak 2 ekor dengan berat badan minimal 100 gram. Membersihkan rambut disekitar daerah yang akan dilukakan pada daerah perut dan punggung dengan menggunakan gunting dan pencukur rambut. Tikus dipegang dengan benar. Selain itu penggunaan vitamin E lokal lebih efektif dibandingkan menggunakan vitamin C topikal dalam proses penyembuhan luka pada tikus putih. Selain itu juga penggunaan vitamin C secara topikal . bentuk rancangan yang digunakan adalah Post Tes Only Design. Lalu suntikan Phenobarbital. Dalam melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium STIK Muhammadiyah pada tanggal 06 Januari sampai 16 Januari 2011.05. Hal ini dikarenakan vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air.05 cc Intramuscular pada perut tikus. Selanjutnya luka dibalut dan diganti balutannya 2 kali sehari sekali dengan menggunakan vitamin C topikal dan vitamin E lokal pada masing – masing tikus. Memberikan injeksi Phenobarbital 0. tempatkan suntikan dipijat pelan-pelan. Sehingga dapat dikatakan ada perbedaan yang signifikan antara pemberian vitamin C topikal dan vitamin E lokal dalam proses penyembuhan luka pada tikus putih. tarik jarum. dengan menggunakan gunting jaringan dan pinset sirugis steril. Dalam rancangan ini peneliti melakukan intervensi/ tindakan pada satu kelompok kemudian diobservasi pada variabel dependen setelah dilakukan intervensi.(2 tailed) Penyembuhan 3. PEMBAHASAN Hasil penelitian yang didapatkan vitamin E lokal menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan vitamin C topikal dalam proses peyembuhan luka. Diletakkan diatas meja. sehingga apabila digunakan dengan cara topikal vitamin ini sifatnya tidak stabil dan mudah teroksidasi apabila terkena paparan udara.273 3 0. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan mengambil foto setiap kali melakukan perawatan. kemudian masukkan tikus tunggu hingga cukup mudah untuk dipegang. Melakukan sayatan pada sekitar daerah lateral punggung dengan sisi kiri dan sisi kanan. Masing-masing tikus dibuat 4 luka dengan ukuran masing-masing luka sebesar 1 cm. HASIL PENELITIAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan data dianalisis dengan menggunakan Independent Sampel t test didapatkan hasil-hasil sebagai berikut : Tabel 1 Hasil Analisis Lama Penyembuhan Variabel Uji t df Sig.017 Luka Pada tabel diatas didapatkan hasil nilai p < 0.

hal ini senada dengan yang yang diungkapkan Tsukada et al (1992) bahwa proses penyembuhan luka dirangsang lebih baik pada kondisi netral atau alkaline. Sedangkan vitamin E lebih stabil. KESIMPULAN Pemberian vitamin E secara lokal lebih efektif dibandingkan dengan pemberian vitamin C secara topikal dalam proses penyembuhan luka pada tikus putih. 2005). yang mana memberikan perubahan lokal pada laktat-bicarbonat alami sistem buffer ke arah lingkungan asam. DAFTAR PUSTAKA Agusrawati. asam lemak. United States of Amaerica Collins. Penggunaan kombinasi kedua vitamin ini mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dalam jangka waktu yang panjang. dan bersifat basa. Sebagian besar bakteria patogenik pada manusia memerlukan nilai PH di atas 6 dan perkembangan bakteria di hambat dengan nilai pH yang rendah. Melihat hasil studi intervensi klinik yang menunjukkan aplikasi topikal outments asam pada pasien diabetik dan stoke terjadi pengurangan bakteri pada permukaan kulit yang signifikan. PH juga merupakan hal yang penting dalam melindungi zat kimia dari lingkungan luar. Nilai fisiologis pH itu di hasilkan oleh asam amino. Nilai pH yang tinggi menunjukkan perkembangan yang cepat dengan spesies candida pada kulit (Schneider et al. 2007. Nancy. Sedangkan vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang apabila digunakan secara lokal mempunyai kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan vitamin C topikal. James. Menurut Darrell et al (2005) vitamin C merupakan topikal antioksidan yang dapat berfungsi dengan baik sebagai agen photoprotektif jika dikombinasikan dengan photoprotektif antioksidan lain seperti vitamin E. Hal ini dikarenakan vitamin C memiliki senyawa yang tidak stabil. Joyce. 2009. 2002. mudah teroksidasi. Pengaruh Pemberian Vitamin E Lokal Dalam Proses Penyembuhan Luka. dan yang lainnya dan di sekresi oleh lapisan keratonocyte dan skin appendages. Bryan. www. Kombinasi keduanya dapat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dalam jangka yang panjang dan mengurangi eritema pada kulit. Diakses tanggal 31 Oktober 2010. susah untuk masuk ke dalam kulit dan memiliki kadar Ph (asam) yang tinggi.Blackweel Publishing .com. Yusika.lebih susah untuk masuk ke dalam kulit ( Rigel et al. Riset tidak diterbitkan. Vitamin C juga memiliki kadar pH yang tinggi (asam) sedangkan vitamin E bersifat basa. Principles of Science For Nurses. Pontianak: Program Studi S1 Non Reguler STIK Muhammadiyah. findarticles. 2007) Memperbaiki keadaan asam secara alami pada kulit lebih efektif membantu dalam mengurangi mikrobial pada permukaan tubuh jika bakteri telah resisten terhadap berbagai macam antibiotik. Acute & Chronic Wounds Curent Management Concepts. A Ruth et al. The Facts About Vitamin C and Wound Healing. 2010.

1992. Mishima Y. Inc Schneider LA. 2010. Tokunaga K. Istilah dan Singkatan Kata-Kata Dalam Keperawatan. Infuence of pH on wound- healing: a new perspective for wound-therapy?. Grabbe S. The pH changes of pressure ulcers related to the healing process of wounds. Iwama T. Kamus Perawat Definisi. 2007. Kapita Selekta Kedokteran. 2001. Anik. Edisi 3. Jakarta: Trans Info Media Rigel. dkk. Arch Dermatol Res 298:413–420 Tsukada K. Photoaging. Dissemond J. Wounds 4:16–20 . 2005. Maryunani. New York : Marcel Dekker. Jakarta: Media Aesculapius. Korber A.Mansjoer. S Darrell et al.