You are on page 1of 3

PEMERINTAH KABUPATEN OGAN ILIR

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS INDRALAYA
Jl. Raya Lintas Timur KM. 35 Indralaya

KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS INDRALAYA
Nomor : 440 / /UKP/VIII/2017

TENTANG

HAK PASIEN UNTUK MENOLAK ATAU TIDAK MELANJUTKAN

TINDAKAN PENGOBATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA PUSKESMAS INDRALAYA

Menimbang : a. Bahwa untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam hal pelayanan klinis,
petugas kesehatan berkewajiban untuk menyampaikan hak dan
kewajiban pasien.
b. Bahwa dalam proses pelayanan klinis, pasien berhak untuk menolak atau
tidak melanjutkan pengobatan setelah adanya penjelasan dari petugas
kesehatan tentang penyakit yang diderita dan alternatif pengobatan.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b, perlu menetapkan
Keputusan Kepala Puskesmas Indralaya tentang Hak Pasien untuk
Menolak atau tidak Melanjutkan Pengobatan.

Mengingat : a. UU Nomor 29 tahun 2009, tentang Praktik Kedokteran;
b. UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;
c. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/ 2004 tentang
Kebijakan Dasar Puskesmas;
d. Peraturan Menteri Kesehatan No.290/MENKES/PER/III/2008 Tentang
Persetujuan Tindakan Kedokteran;
e. Peraturan Menteri Kesehatan No.1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS INDRALAYA TENTANG HAK PASIEN UNTUK MENOLAK ATAU TIDAK MELANJUTKAN PENGOBATAN Pertama : Menentukan hak pasien untuk menolak atau tidak melanjutkan pengobatan dengan ketentuan petugas kesehatan telah memberikan informasi yang sejelas – jelasnya tentang penyakit dan alternatif pengobatan. Ditetapkan di : Indralaya Pada Tanggal : 2017 KEPALA PUSKESMAS INDRALAYA SISWITA TRIANA. Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya. SKM NIP : 196806061989032006 . maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Kedua : Petugas kesehatan yang telah memberikan informasi tentang penyakit harus menuliskan kesepakatan penolakan pasien pada lembar informed consent yang disediakan Puskesmas yang dapat digunakan sebagai dasar hukum ketika terjadi perselisihan yang timbul akibat penolakan pasien tersebut.

. Penyusunan rencana layanan mempertimbangkan kebutuhan biologis. Rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis 11.. 3.. Rencana layanan disusun dengan hasil dan waktu yang jelas dengan meperhatikan efisiensi sumber daya 8. 9. SKM NIP : 196806061989032006 . Jika dilakukan perubahan rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis 14. dan tanggung jawab mereka berkenaan dengan keputusan tersebut 17. Pelaksanaan layanan klinis harus dimonitor.. bahasa. Rencana layanan disusun untuk tiap pasien. 4. dan budaya serta penghalang lain wajib diidentifikasi dan ditindak lanjuti 5. dan ditindak lanjut 18. sosial. Jika pasien menolak untuk pengobatan atau rujukan. Pelaksanaan layanan dan perkembangan pasien harus dicatat dalam rekam medis 13. Evaluasi harus dilakukan terhadap evaluasi dan tindak lanjut 19.. psikologis. dievaluasi. Kewajiban pasien meliputi:.. wajib diberikan informasi tentang hak pasien untuk membuat keputusan. Kendala fisik. Rencana layanan harus memuat pendidikan/penyuluhan pasien 12. Hak dan kewajiban pasien harus diperhatikan pada keseluruhan proses pelayanan yang dimulai dari pendaftaran 2. Risiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan layanan harus diidentifikasi. dan melibatkan pasien 6... Hak-hak pasien meliputi:. spiritual dan memperhatikan tata nilai budaya pasien 7. KEPALA PUSKESMAS INDRALAYA SISWITA TRIANA. Efek samping dan risiko pelaksanaan layanan dan pengobatan harus diinformasikan kepada pasien 10. Tindakan medis/pengobatan yang berisiko wajib diinformasikan pada pasien sebelum mendapatkan persetujuan atau penolakan pengobatan 15... Pemberian informasi dan persetujuan atau penolakan pasien (informed consent) wajib didokumentasikan 16. Lampiran : keputusan Kepala Puskesmas Indralaya Nomor : / /UKP/SK/VIII/2017 Tanggal : 2017 Hak pasien untuk menolak atau tidak melanjutkan pengobatan 1. akibat dari keputusan.