You are on page 1of 8

PENGERTIAN ICD

ICD merupakan singkatan dari International Statistical Classification of Diseases and
Related Health Problems dimana memuat klasifikasi diagnostik penyakit dengan
standar internasional yang disusun berdasarkan sistem kategori dan dikelompokkan
dalam satuan penyakit menurut kriteria yang telah disepakati pakar internasional.
Sehingga ICD dapat dikatakan erupakan sistem penggolongan penyakit dan masalah
kesehatan lainnya secara internasional yang ditetapkan menurut kriteria tertentu.
Klasifikasi penyakit bisa didefinisikan sebagai sebuah sistem kategori tempat jenis
penyakit dimasukkan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Contoh kriteria:
1. Etiologi
2. Anatomi
3. Umur
4. patofisiologi
5. Tanda dan gejala
6. Prognosis
TUJUAN DAN KEGUNAAN
1. Memungkinkan pencatatan, analisis, interpretasi dan pembandingan yang
sistematis terhadap data mortalitas dan morbiditas antara berbagai negara atau
wilayah, dan antara berbagai jangka waktu.
2. Menterjemahkan diagnosis penyakit dan masalah kesehatan lain dari kata
menjadi kode alfa-numerik, yang memungkinkan penyimpanan, pemetikan dan analisis
data dengan mudah.
3. Menjadi klasifikasi diagnosis standard internasional untuk semua tujuan
epidemiologis umum dan berbagai tujuan manajemen kesehatan. Hal ini mencakup
analisis situasi kesehatan umum di kelompok masyarakat dan pemantauan insiden dan
prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lain, dan hubungannya dengan variabel
lain seperti ciri-ciri orang yang terlibat dan situasi yang dihadapinya.
4. Mengklasifikasi penyakit dan masalah kesehatan lain yang tercatat pada
berbagai jenis catatan kesehatan dan kehidupan.
5. Analisis biaya kesehatan
SEJARAH PERKEMBANGAN ICD

Francois Bossier de Lacroix/ Sauvages
Menurut ahli statistik Australia, Sir George Knibbs, pertama kali dilakukan oleh Francois
Bossier de Lacroix/ Sauvages (1706-1777). Karya komprehensif Sauvages diterbitkan
dengan judul Nosologia Methodica.

Linnaeus
Pada waktu yang hampir bersamaan hidup pula seorang ahli metode, Linnaeus (1707-
1778), satu di antara karya besarnya adalah Genera Morborum.

William Farr Kemajuan bidang kedokteran pencegahan meningkat dengan kehadiran William Farr (1807-1883). Nomenklatur dan klasifikasi statistik dipelajari terus dan disarankan oleh Farr dalam tulisan-tulisannya yang diterbitkan di dalam laporan-laporan tahunan selanjutnya. sering dinyatakan dalam tiga atau empat nama. klasifikasi penyakit yang pemakaiannya paling umum ditulis oleh William Cullen (1710-1790) dari Edinburgh yang diterbitkan pada tahun 1785 dengan judul Synopsis Nosologiae Methodicae. Di dalam laporan tahunan pertamanya ia membicarakan prinsip- prinsip yang harus bisa mengatur klasifikasi penyakit secara statistik dan mendorong diterimanya klasifikasi yang seragam. John Gaunt Penelitian penyakit secara statistik dimulai satu abad lebih awal oleh John Gaunt yang bekerja pada London Bills of Mortality. Jadi mengherankan sekali karena pelaksanaannya tidak ditekankan pada kantor Bills of Mortality. dan harus diterapkan sesegera mungkin. Perlunya klasifikasi penyebab kematian yang seragam diakui pada International Statistical Congress I yang berlangsung di Brussels tahun 1853. nama- nama yang meragukan dan sulit dimengerti sering digunakan. Pentingnya nomenklatur pada bidang ini sama dengan pentingnya ukuran berat dan panjang pada ilmu-ilmu fisika. Ia memperkirakan angka kematian sebesar 36%. bagaimana pun tidak sempurnanya. Tidak saja berhasil menggunakan sebaik-baiknya klasifikasi penyakit yang masih sangat sederhana. seorang ahli statistik medis yang bekerja pada General Register Office of England and Wales. terlihat dengan sangat jelas. Jenis klasifikasi yang dirancang oleh pionir ini dicontohkan oleh usahanya untuk menghitung proporsi anak-anak lahir hidup yang meninggal dunia sebelum mencapai usia enam tahun. Setiap penyakit. Farr melihat bahwa klasifikasi Cullen yang dipakai pada saat itu tidak pernah diperbaiki untuk penyesuaian dengan kemajuan ilmu kedokteran.William Cullen Di awal abad ke-19. Beliau menulis antara lain: Keunggulan nomeklatur statistik yang seragam. ISC I ini menugaskan William Farr dan Marc d’Espine yang berasal dari Geneva untuk mempersiapkan klasifikasi penyebab kematian yang bisa digunakan secara internasional. Farr dan d’Espine mengajukan dua daftar . yang berdasdarkan bukti-bukti kemudian merupakan ramalan yang cukup baik. akan tetapi berusaha keras untuk membuat klasifikasi yang lebih baik dan keseragaman pemakaiannya secara internasional. dan setiap nama pun telah digunakan pada penyakit lainnya. Pada pertemuan ISC II di Paris tahun 1855. dan juga tidak memuaskan untuk tujuan statistik. dan pencatatan sering menggunakan komplikasi penyakit ketimbang penyakit utama.

Walau pun klasifikasi ini tidak pernah diterima secara universal. dan diterima. dan klasifikasi luas 161 judul. Prinsip yang dipegang oleh Farr. darah. herpes. Komite ini dipimpin oleh Jacques Bertillon (1851-1922). Penyakit epidemi. Bertillon melaporkan kemajuan klasifikasi. 2. Bertillon Classification of Causes of Death (Bertillon CCD) diterima secara umum dan digunakan oleh beberapa negara dan berbagai kota. yang sejak direvisi pada tahun 1855. namun susunan umum yang diajukan oleh Farr. Penyakit akibat kekerasan. pada pertemuan di Vienna tahun 1891 menugaskan sebuah komite untuk persiapan klasifikasi penyebab kematian. Amerika Serikat dan Mexico dalam pertemuannya di Ottawa. Bertillon menggunakan tiga jenis klasifikasi yaitu: klasifikasi ringkas 44 judul. Klasifikasi Farr dikelompokkan atas lima bagian: 1. Pada tahun 1964 klasifikasi ini diubah berdasarkan model yang diajukan oleh Farr dan selanjutnya diperbaiki lagi pada tahun 1874. yaitu membedakan penyakit umum dari penyakit yang berada pada organ atau lokasi anatomis tertentu. 4. Jerman. Laporan komite ini disampaikan oleh Bertillon pada pertemuan ISI di Chicago tahun 1893. D’Espine membagi penyakit berdasarkan bentuk penyakit: kelompok gout. Penyakit pertumbuhan. 1880. Monjaras untuk statistik kota San Luis de Potosi. kepala Statistical Services of the City of Paris. termasuk saran APHA untuk perubahan setiap 10 tahun dan kemudian ISI kemudian mengeluarkan resolusi. termasuk prinsip klasifikasi berdasarkan lokasi anatomi tetap bertahan sebagai dasarInternational List of Causes of Death (ILCD). Mexico. Penyakit umum. Sesuai dengan instruksi yang diperoleh pada kongres di Vienna atas usul L. direktur Federal Bureau of Statistics of Switzerland. Klasifikasi ini didasarkan pada klasifikasi penyebab penyakit yang digunakan oleh kota Paris. Guillaume. klasifikasi menengah 99 judul. dan sebagainya. dan Swiss. Pada pertemuan ISI di kota Christiana tahun 1899. 3. Di Amerika Utara klasifikasi ini digunakan oleh Jesus E.terpisah yang memiliki dasar prinsip yang berbeda. dan 1886. . Perkumpulan ini menyarankan agar klasifikasi ini diperbaiki setiap 10 tahun. Pada kongres ini disetujui daftar gabungan keduanya yang terdiri atas 139 kelompok. merupakan campuran klasifikasi Inggeris. Pada tahun 1898 klasifikasi ini diterima oleh American Public Health Association (APHA) yang terdiri atas Kanada. International Statistical Institute (ISI) International Statistical Institute (ISI) yang merupakan kelanjutan dari ISC. 5. Penyakit lokal berdasarkan lokasi anatomis.

dan seterusnya pada tahun 1920. mempersiapkan daftar perluasan ILCD yang bakal diperlukan apabila klasifikasi akan digunakan dalam tabulasi statistik kematian. Komisi ini yang menyusun konsep untuk revisi keempat (1929) dan kelima (1938) ILCD. 1910. penerus Bertillon di Perancis. dan 1920 dilaksanakan dibawah pimpinannya. seorang Profesor Biostatistik di Universitas John Hopkins. dan pemerintah Perancis diminta untuk melaksanakan pertemuan berikutnya tahun 1910. Untuk mengatur kerja kedua badan ini. kepala Medical Statistical Service biro kesehatan Jerman dan anggota Commission of Expert Statisticians. Bertillon terus menjadi sumber kekuatan pendorong ILCD.Agustus 1900 Pemerintah Perancis kemudian mengadakan konferensi internasional untuk revisi ILCD di Paris. disimpulkan bahwa: 1. Delegasi dari 26 negara menghadiri konferensi ini. Reed. Sebagai sekretaris jenderal konferensi internasional ia mengirimkan revisi sementara pada tahun 1920 kepada lebih dari 500 orang untuk memperoleh masukan. Michel Huber mengusulkan agar ISI memperbarui sikap yang dibuat tahun 1893 sesuai dengan ILCD dan bekerjasama dengan organisasi internasional lain dalam mempersiapkan revisi selanjutnya. 2. untuk dapat memanfaatkan . dan LBB. Komite ini. 3. karena masalah ‘joint causes’ berhubungan dengan keuda jenis statistik tersebut. dan klasifikasi yang terbagi atas 35 kelompok. dan memutuskan bahwa sebelum memikirkan masalah ‘joint causes’. perlu terlebih dahulu membahas klasifikasi penyakit dari titik pandang morbiditas dan kematian. Mengakui adanya kecenderungan pendapat untuk membuat daftar statistik morbiditas dan kematian. Menteri Luar Negeri AS mendirikan United States Committe on Joint Causes of Death di bawah pimpinan Lowell J. Mempertimbangkan bahwa bagian resolusi tentang ‘International List of Diseases’ pada Konferensi Internasional sebelumnya menentukan bahwa berbagai daftar penyakit nasional sedapat mungkin disesuaikan dengan ILCD detil. Organisasi kesehatan di bawah Liga Bangsa-bangsa juga memperlihat sikap aktif terhadap statistik kehidupan dan menunjuk sebuah Commission of Statistical Experts untuk mempelajari klasifikasi penyakit dan penyebab kematian. Pada kenyataannya konferensi berikut dilaksanakan pada tahun 1909. 1929. E. Mengakui bahwa klasifikasi sakit dan cedera berhubungan erat dengan klasifikasi penyebab kematian. Roesle. Inggeris. United States Committe on Joint Causes of Death Konferensi Internasional ke-5. Komite percaya bahwa. sebuah komisi gabungan internasional dibentuk yang terdiri dari ISI dan HO dengan jumlah anggota yang berimbang. Anggota dan konsultan komite ini mencakup perwakilan dari Kanada. Karyanya ini dipublikasikan oleh Health Organization LBB tahun 1928. Pada pertemuan ISI 1923. dan revisi-revisi 1900. Pada tanggal 21 Agustus 1900 disetujui klasifikasi penyebab kematian detil yang terdiri atas 179 kelompok. Perlunya perubahan setiap 10 tahun diakui. dan 1938.

dan 3. yang telah melaksanakan persiapan berdasarkan persetujuan yang dihasilkan oleh wakil-wakil pemerintahan yang hadir pada Konferensi Kesehatan Internasional 1946. Konferensi mengadopsi klasifikasi yang dipersiapkan oleh Expert committee sebagai Sixth Revision of International List (Daftar Internasional revisi ke-6). 2. 4. Menciptakan International List of Causes of Morbidity. Menyusun daftar istilah diagnosa agar muncul pada setiap judul klasifikasi. Sebuah daftar tunggal tentunya akan sangat memudahkan pengkodean. 3. Mereview apa saja yang ada dan melaksanakan persiapan yang diperlukan sehubungan dengan. Mempelajari masalah lain yang berhubungan dengan komparabilitas statistik- statistik mortalitas. 2. 5. dan AS. Injuries and Causes of Death’. REVISI KE-6 Konferensi Kesehatan Internasional di New York City bulan Juni dan Juli 1946 mempercayakan Komisi Interim WHO untuk: 1. misalnya bentuk sertifikat kematian dan aturan-aturan dalam penggunaan klasifikasi.sepenuhnya statistik morbiditas dan kematian. oleh pemerintah Perancis sesuai dengan hasil persetujuan yang ditandatangani pada penutupan Konferensi Internasional ke-5 tahun 1938. komite melakukan beberapa kegiatan: 1. 4. Sekretariatnya dipercayakan kepada pejabat Perancis yang berkompeten dan WHO. Inggeris. kasus kematian pun harus dicatat. Revisi 10-tahunan ILCD mendatang (termasuk daftar yang diadopsi pada persetujuan internasional 1934 sehubungan dengan statistik kematian). Konferensi Internasional untuk Revisi ke-6 International List of Diseases and Causes of Death diselenggarakan di Paris 26-30 April 1948. Mempertimbangkan struktur dan penggunaan daftar khusus penyebab untuk digunakan pada tabulasi dan publikasi statistik morbiditas dan mortalitas. Menunjuk subkomite untuk mempersiapkan indeks alfabet yang menyeluruh tentang istilah diagnosa yang terdapat pada kategori klasifikasi yang sesuai. Dibentuk sebuah subkomite untuk mempersiapkan rancangan ‘Proposed Statistical Classification of Disease. malah kalau bisa hanya terdiri dari satu daftar saja. Jumlah organisasi statistik yang menggunakan catatan medis (medical record = MR) yang mencakup sakit dan kematian terus meningkat. Rancangan final kemudian diterima oleh komite setelah diadakan perubahan berdasarkan uji-coba yang dilaksanakan oleh berbagai badan di Kanada. Konferensi juga mempertimbangkan proposal lain dari Expert Committee mengenai kompilasi . Malah dalam organisasi yang hanya mengumpulkan statistik morbiditas. Pada kongres ke 6 ini. Daftar tunggal juga akan merupakan dasar bersama untuk perbandingan statistik morbiditas dan mortalitas. tidak saja klasifikasi penyakit pada kedua kondisi ini harus sesuai.

dan menyetujui aturan-aturan dalam memilih sebab dasar kematian. Filosofi umum klasifikasi penyakit. Selama tahun-tahun berfungsinya revisi ke-7 dan ke-8 ICD. yang dibuat berdasarkan saran Konferensi. Injuries. revisi ini dibatasi pada perubahan penting saja. dimasukkan bersamaan dengan bentuk sertifikat medis penyebab kematian. and Causes of Death. Revisi pada konferensi ini lebih radikal daripada revisi ke-7. tabulasi (memasukkan ke tabel-tabel). aturan klasifikasi dan daftar khusus untuk tabulasi. ke dalam Manual of the International Statistical Classification of Diseases. menyetujui penyebab dasar kematian sebagai sebab utama yang dimasukkan ke dalam tabel. WHA I merestui laporan Konferensi Revisi ke-6 dan mengadopsi Peraturan WHO nomor 1. dan publikasi statistik morbiditas dan mortalitas. Selanjutnya Pertemuan Kesehatan Dunia (WHA = World Health Assembly dianjurkan untuk mengadopsi aturan- aturan pada fasal 21(b) Konstitusi WHO untuk pedoman negara-negara anggota dalam mengumpulkan statistik morbiditas dan mortalitas sesuai dengan International Statistical Classification. Klasifikasi Internasional yang mencakup Daftar Tabulasi Inklusi yang menjelaskan isi setiap kategori. dimana mungkin diutamakan ke arah penyebab penyakit ketimbang gambaran penyakitnya. REVISI KE-7 Konferensi internasional untuk revisi ke-7 International Classification of Diseases (ICD) dilaksanakan di Paris di bawah kontrol WHO bulan Februari 1955. REVISI KE-9 . Konferensi menyetujui International Form of Medical Certificate of Cause of Death (formulir internasional sertifikat medis penyebab kematian). Pada tahun 1948. penggunaan ICD untuk indeks catatan medis rumah sakit meningkat dengan pesat dan beberapa negara mempersiapkan adaptasi nasional sendiri yang menyediakan detil tambahan yang diperlukan untuk penerapan ICD tersebut. Sesuai dengan rekomendasi Expert Committe on Health Statistics dari WHO. namun struktur dasar klasifikasi tidak mengalami perubahan. sebagaimana juga daftar tabulasi khusus data morbiditas dan mortalitas. REVISI KE-8 Konferensi Revisi ke-8 diselenggarakan oleh WHO di Geneva 6-12 Juli 1965. dan perbaikan terhadap beberapa kesalahan dan hal-hal yang tidak taat-azas.(pengumpulan).

REVISI KE-10 Interval 10-tahunan antara revisi merupakan waktu yang sangat singkat dan perlunya konsultasi dengan begitu banyak negara dan organisasi membutuhkan proses yang sangat lama. Beberapa area di dalam klasifikasi dianggap tidak memiliki pengaturan yang benar. Sejumlah perwakilan dari badan-badan khusus yang tertarik dengan ICD untuk penggunaan statistiknya sendiri telah dibentuk. Proposal akhir yang disajikan dan dan diterima oleh Konferensi mempertahankan struktur dasar ICD. Sistem ini kemudian dikenal sebagai sistem dagger (=) dan asterisk (*). Revisi Sembilan mencantumkan pilihan cara alternatif untuk mengklasifikasikan diagnosa. dan sebuah sertifikat untuk kematian perinatal telah direkomendasikan. negara-negara didorong untuk melakukan kerja lebih lanjut pada pengkodean dan analisis kondisi-ganda.Konferensi Internasional untuk revisi ke-9 ICD. Juga terdapat perwakilan dari negara atau daerah dimana klasifikasi yang detil dan canggih ternyata tidak relevan untuk daerah mereka. bukannya yang berhubungan dengan penyakit umum yang mendasarinya. Cukup banyak tekanan yang muncul untuk pembuatan detil yang lebih banyak. diselenggarakanoleh WHO di Geneva 30 September. namun mereka tetap memerlukan klasifikasi yang berdasarkan ICD untuk bisa menelaah kemajuan asuhan kesehatan dan dalam mengontrol penyakit. namun belum direkomendasikan cara yang resmi. definisi dan rekomendasi untuk statistik di bidang mortalitas perinatal diperbaiki dan diperluas. walau pun dengan detil yang lebih banyak pada subkategori empat angka. dan beberapa subdivisi pilihan yang terdiri dari lima angka. Pada diskusi direncanakan untuk sedikit perubahan saja selain melakukan perbaruan isi. Untuk bisa bermanfaat bagi pengguna yang tidak memerlukan detil tersebut.6 Oktober 1975. Kondisi penyakit hendaknya diklasifikasikan pada Bab-bab yang berhubungan dengan bagian tubuh. tapi bukan bagian integral ICD. dan untuk penyesuaian klasifikasi agar lebih relevan dengan evaluasi asuhan medis. dan aturan pemilihan penyebab tunggal untuktabulasi morbiditas diperkenalkan untuk pertama kali. Untuk penggunayang ingin menghasilkan statistik dan indeks yang berorientasi ke arah asuhan medis. sebagai percobaan telah menyetujui penerbitan klasifikasi tambahan‘Impairments and Handicaps’ (cacad) dan ‘Procedures in Medicine’ (tindakan medis) sebagai tambahan. dan dipertahankan pada Revisi Sepuluh. Konferensi juga membuat rekomendasi pada sejumlah subjek teknis yang berhubungan. secara hati-hati telah diatur supaya kategori pada tingkat tiga angka masih sesuai. Direktur Jenderal WHO menunda pelaksanaan Konferensi Revisi-10. WHA ke-29. termasuk informasi mengenai penyakit umum yang mendasarinya dan manifestasinya pada organ atau tempat tertentu. Sejumlah inovasi teknis lain dibuat untuk Revisi Sembilan guna meningkatkan fleksibilitasnya dalam pemakaian di berbagai situasi. dan daftar tabulasi dasar yang baru telah dihasilkan. yaitu: aturan pengkodean untuk mortalitas diubah sedikit. dari . dengan memperhatikan rekomendasi yang muncul pada Konferensi Internasional untuk Revisi ICD ke-9.

dihadiri oleh 43 negara anggota WHO. Fungsi lCD sebagai sistem klasifikasi penyakit dan masalah terkait kesehatan digunakan untuk kepentingan informasi statistik morbiditas dan mortalitas. dengan revisi berikut direncanakan dalam waktu sepuluh tahun. Revisi ini dinyatakan mulai berlaku tanggal 1 Januari 1993. Nama ‘International Classification of Disease’ pada Revisi-9 diubah menjadi ‘International Stattistical Classification of Diseases and Related Health Problems’ pada Revisi-10. Geneva tanggal 26 September sampai 2 Oktober 1989. yang dijelaskan di dalam Laporan Konferensi Internasional untuk Revisi-10 ICD. dan untuk menunda pengenalan Revisi 10 yang mulanya dijadwalkan paling lambat tahun 1989. namun dengan singkatan yang sama. Konferensi Internasional untuk Revisi Sepuluh ICD berlangsung di markas besar WHO. Program kerja ekstensif kemudian dilaksanakan dan mencapai puncaknya dengan Revisi Sepuluh ICD. Penerapan Pengodean sistem lCD Digunakan untuk  Mengindeks pencatatan penyakit dan tindakan di sarana pelayanan kesehatan  Masukan bagi sistem pelaporan diagnosis medis  Memudahkan proses penyimpanan dan pengambilan data terkait diagnosis karakteristik pasien dan penyedia layanan  Bahan dasar dalam pengelompokan DRGs (diagnosis-related groups) untuk sistem penagihan pembayaran biaya pelayanan  Pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas  Tabulasi data pelayanan kesehatan bagi proses evaluasi perencanaan pelayanan medis  Menentukan bentuk pelayanan yang harus direncanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman  Analisis pembiayaan pelayanan kesehatan  Untuk penelitian epidemiobogi dan klinis Family icd ICD dikelompokkan menjadi ICD 9 CM untuk mengkode tindakan medis. ICD. ICOPIM untuk mengkode sebab kematian dan ICD-0 untuk menkode Oncology (Kanker) . ICD-10 untuk mengkode Diagnosis. di antaranya Indonesia. tahun 1985 menjadi 1989.