You are on page 1of 6

DEFENISI

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) atau IUD (Intra Uterine
Device) adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim terbuat
dari rangka plastik yang lentur dan benang dengan tembaga atau
hormon progestin.
IUD dalam bahasa Indonesia disebut alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR) adalah alat kontrasepsi yang oleh masyarakat awam biasa
disebut spiral. Sesuai dengan namanya AKDR, alat ini dipakai dalam
rahim. Sejak metode AKDR dikenalkan banyak orang menggunakan untuk
program pengaturan jumlah anak dalam keluarga karena relatif aman,
mudah, dan murah. Pengguna alat kontrasepsi ini tidak perlu mengulang
pemakaiannya setiap hari, sehingga tidak merepotkan. AKDR tidak
mengandung zat-zat hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangan
tubuh.

Gambar : AKDR/IUD dalam rahim

JENIS AKDR
Jenis dari AKDR/IUD ini bermacam-macam, paling umum dulu
dikenal dengan nama spiral. Jenis-jenis dari AKDR/IUD tersebut dapat
terlihat pada gambar di bawah ini :

a. Lippes-Loop
b. Saf-T-Coil
c. Dana-Super
d. Copper-T (Gyne-T)
e. Copper-7 (Gravigard)

saat ini yang umum beredar dipakai di Indonesia ada 3 macam jenis yaitu : a. Gambarnya sebagai berikut : c.f. Multiload g. AKDR/IUD Copper T Terbentuk dari rangka plastik yang lentur dan tembaga yang berada pada kedua lengan AKDR/ IUD dan batang AKDR/IUD. Pada ujung lengan AKDR/IUD bentuknya agak melengkung tanpa ada tembaga. AKDR/IUD Nova T Terbentuk dari rangka plastik dan tembaga. Gambarnya sebagai berikut : b. Progesteron IUD Dari berbagai jenis AKDR/IUD di atas. tembaga hanya ada pada batang AKDR/IUD. AKDR/IUD Mirena .

efektivitasnya tinggi ( 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan). b. dengan dipastikan tidak hamil. Pemasangan setelah persalinan : · Boleh dipasang dalam waktu 48 jam pasca persalinan. Jika keguguran lebih dari 7 hari terakhir. Gambarnya sebagai berikut : WAKTU PEMASANGAN a. Pakai metode kontrasepsi yang lain. b. · Jika terjadi infeksi. Berbentuk dari rangka plastik yang dikelilingi oleh silinder pelepas hormon Levonolgestrel (hormone progesteron) sehingga IUD ini dapat dipakai oleh ibu menyusui karena tidak menghambat ASI. Sebagai kontrasepsi. . boleh dipasang jika dipastikan tidak hamil. c. AKDR boleh dipasang. Setelah keguguran atau aborsi : · Jika mengalami keguguran dalam 7 hari terakhir. Kapan saja dalam siklus haid selama yakin tidak hamil. boleh dipasang jika tidak ada infeksi. d. boleh dipasang 3 bulan setelah sembuh. Dapat efektif segera setelah pemasangan. KELEBIHAN a. Jika ganti dari metode lain : · Jika telah memakai metode lain dengan benar atau tidak bersenggama sejak haid terakhir. · Dapat pula dipasang setelah 4 minggu pasca persalinan.

spoting akan muncul jika capek dan stress. f. Dismenore Munculnya rasa nyeri saat menstruasi. biasanya siklus haid berubah menjadi 21 hari. Tidak ada interaksi dengan obat-obatan. Metode jangka panjang (AKDR/ IUD Copper T 380 A bekerja hingga 10 tahun. Fluor albus Penggunaan AKDR akan memicu rekurensi vaginosis bacterial yaitu keadaan abnormal pada ekosistem vagina yang disebabkan bertambahnya pertumbuhan flora vagina bakteri anaerob menggantikan Lactobacillus yang mempunyai konsentrasi tinggi sebagai flora normal vagina. Siklus menstruasi yang muncul lebih cepat dari siklus normal rata-rata yaitu 28 hari dengan lama haid 3-7 hari. Perubahan siklus menstruasi Setelah pemasangan AKDR siklus menstruasi menjadi lebih pendek. flek pada kulit. e. d. Menyusui. dll. Amenore Tidak didapat tanda haid selama 3 bulan atau lebih. b. Menorrhagea Perdarahan berat secara eksesif selama masa haid atau haid yang lebih banyak. g. c. Spotting Keluarnya bercak-bercak darah diantara siklus menstruasi. . AKDR/IUD Nova T hingga 5 tahun dan AKDR/IUD Mirena 1 tahun). EFEK SAMPING a. Menginginkan kontrasepsi jangka panjang. e. Apabila jumlah anak telah mencapai yang dikehendaki. Tidak tergantung pada daya ingat. g. flek di antara haid (spotting). Pendarahan Post seksual Pendarahan post seksual ini disebabkan karena posisi benang AKDR yang menggesek mulut rahim atau dinding vagina sehingga menimbulkan pendarahan.c. h. d. d. f. Membantu mencegah kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik). YANG DAPAT MENGGUNAKAN AKDR a. Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Usia reproduktif. b. c. Perempuan yang aktif sering mengalami spotting jika menggunakan kontrasepsi AKDR. Untuk AKDR/IUD selain IUD Mirena tidak ada efek samping hormonal seperti kenaikan berat badan.

dijelaskan dan disarankan untuk melepas AKDR apabila talinya terlihat dan kehamilan kurang dari 13 minggu. Jika terjadi terdapat infeksi maupun gejalanya segera dibawa ke rumah sakit terdekat. f. . YANG TIDAK DAPAT MENGGUNAKAN AKDR a. Pada efek samping amenore. Perdarahan vagina yang tidak diketahui. pemasangan IUD hanya boleh dilakukan sebelum 48 jam dan setelah 4 minggu pasca persalinan. AKDR tidak dilepas. dianjurkan agar dilakukan konseling. c. · Apabila hamil. Risiko rendah IMS. yang berisiko terinfeksi IMS/HIV yaitu : · Yang mempunyai lebih lebih dari 1 pasangan tidak selalu memakai kondom.e. atau pasangan memakai jarum suntik (hanya untuk HIV tetapi tidak untuk IMS). d. g. b. · Apabila tidak. Untuk penanganan dismenore yaitu memastikan dan menegaskan adanya penyakit radang panggul (PRP) dan penyebab lain dari kekejangan. b. · Yang memiliki pasangan dengan HIV/IMS dan tidak selalu memakai kondom. d. Tidak menghendaki metode kontrasepsi hormonal. Memiliki risiko IMS (termasuk HIV). Memberi konseling dan menyelidiki penyebab amenorea apabila dikehendaki. atau kehamilan lebih dari 13 minggu. Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita Penyakit Radang Panggul atau Infeksi setelah keguguran. periksa apakah sedang hamil atau tidak. · Apabila benang tidak terlihat. Setelah mengalami keguguran dan tidak terlihat adanya infeksi. e. Jika permasalahan ringan. f. · Apabila klien sedang hamil dan ingin mempertahankan kehamilan tanpa melepas AKDR maka dijelaskan adanya resiko kemungkinan terjadinya kegagalan kehamilan dan infeksi serta perkembangan kehamilan harus lebih diamati dan diperhatikan. Sedang menderita infeksi alat genital. AKDR tidak dilepas. · Memakai jarum suntik bersama. UPAYA BIDAN DALAM MENANGGULANGI EFEK SAMPING a. Kemungkinan hamil. Baru saja melahirkan (2-28 hari pasca melahirkan). c.

melakukan konseling dan pemantauan. AKDR dilepas dan membantu klien menentukan metode kontrasepsi yang lain. e. Ilmu kebidanan. Mochtar. · AKDR memungkinkan dilepas apabila klien menghendaki. Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi.· Menanggulangi penyebabnya apabila ditemukan. Apabila klien telah memakai AKDR selama lebih dari 3 bulan dan diketahui menderita anemi (Hb <7g%) dianjurkan untuk melepas AKDR dan membantu memilih metode lain yang sesuai. · Memberi Ibuprofen (800mg. 1998. · Apabila tidak ditemukan penyebabnya diberi analgesik untuk sedikit meringankan.Dr. Referensi : Prawirohardjo. Pada perdarahan hebat yaitu : · Apabila tidak ada kelainan patologis. 2005.Rustam. Apabila klien mengalami kejang yang berat. perdarahan bekelanjutan serta perdarahan hebat. Jakarta: YBP-SP Prawirohardjo. 3 x sehari selama 1 minggu) untuk mengurangi perdarahan dan memberikan tablet besi (1 tablet setiap hari selama 1-3 bulan). Jakarta: ECG . Sinopsis obstetri jilid 2. Jakarta: YBP-SP Prof. Sarwono. 2003. Sarwono.