You are on page 1of 52

PENGKAJIAN KELUARGA

I. DATA UMUM
1. Nama keluarga (KK) : Tn. S
2. Alamat : RT 2 RW 05 Kel. Dandangan Kec. Kota Kediri
3. Komposisi Keluarga :

No Nama Jenis Hub dengan KK Umur Pendidikan
Kelamin
1. Tn. S Laki-laki Kepala keluarga 58 thn
2. Ny. N Perempuan Istri 54 thn
3. Ny. P Perempuan Anak kandung 30 thn
4. Tn. A Laki-laki Anak menantu 31 thn
5. An. A Laki-laki Cucu 3 thn Belum
sekolah

Genogram

Keterangan :
O : Perempuan
 : Laki-laki
x : Meninggal
: Meninggal
: Tinggal dalam 1 rumah
Keterangan:
Tn. S menderita DM sejak Februari 2014, dalam silsiah keluarga tidak ada yang
menderita DM. Ny.N menderita HT sejak tahun . anggota keluarga selain
tn.N dan Ny.N tidak ada yang memiliki masalah kesehatan.

4. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. S memiliki tipe keluarga extended family dengan tahap
perkembangan keluarga dewasa. Anak pertama dan kedua telah menikah, anak
pertama tinggal terpisah sedangkan anak kedua telah menikah dan memiliki 1 orang
anak serta tinggal bersama Tn.S dan Ny.N.
5. Suku
Tn.S dan Ny.N berasal dari suku jawa, kesehariannya menggunakan bahasa jawa
dan bahasa indonesia.
6. Agama
Keluarga Tn.S beragama Islam. Kegiatan ibadah yang dilakukan seperti sholat
dan mengaji. Ny.N aktif ikut pengajian rutin di lingkungan setempat.
7. Status Sosial Ekonomi
tn. S dhulu bekerja di pabrik Gudang Garam bagian KaSi. Karena sudah pensiun,
pendapatan keluarga didapatkan tn.S dengan melatih karate di sekolah-sekolah di
Kota Kediri.
8. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Tn.S jarang sekali rekreasi. Tn.S jika ingin istirahat dari pekerjaannya,
ia lebih baik tidur di rumah sedangkan Ny.N pergi rekreasi jika diadakan oleh
pengajian saja.

II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan tahap
perkembangan dewasa, dimana anak yang tinggal bersama keluarga Tn.S adalah
anak keduanya yang berusia 30 tahun yang telah menikah dan telah memiliki seorang
anak. Hal ini karena menurut Ny.N, agar ada yang menemani Tn.S dan Ny.N dimasa
tua.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
Menurut Friedman (1998 dalam Suprajitno, 2004), tugas perkembangan keluarga
pada tahap keluarga dengan anak usia dewasa yaitu dimulai saat anak pertama
meninggalkan rumah samai anak terahir, lamanya tergantung jumlah anak atau
banyaknya anak belum menikah dan tinggal dalam rumah. Tugas perkembangannya
yaitu (1) memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar; (2) mempertahankan
keintiman pasangan; (3) membantu anak untuk mandiri di masyarakat; dan (4)
menata kembali peran dan kegiatan rumah tangga.

Berdasarkan pernyataan keluarga Tn.S dan hasil observasi selama kunjungan,
diketahui bahwa seluruh tugas perkembangan telah dilaksanakan dengan baik. Hal
ini terbukti pada tugas memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar, sudah
dilakukan kepada kedua anak mereka dan telah memiliki anak; mempertahankan
keintiman pasangan, Tn.S dan Ny.N saling merawat jika ada salah satu dari mereka
sakit, contohnya Ny.N berusaha menyediakan makanan yang dibutuhkan Tn.S yang
menderita DM dan HT; membantu anak untuk mandiri di masyarakat, terlihat dari
semua anaknya yang telah menikah dan ada yang tinggal terpisah dengan Tn.S dan
Ny.N, hanya anak keduanya yang tinggal serumah dengan alasan agar menemani
Tn.S dan Ny.N dimasa tua mereka; menata kembali peran dan kegiatan rumah
tangga, telah telihat jelas peran dari masing-masing anggota keluarga Tn.S mencari
nafkah dan Ny.N sebagai ibu rumah tangga.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
Tn.S mengatakan ayah ibu dan kakek neneknya tidak ada yang menderita DM dan
HT. Tetapi ada sepupu yang juga menderita DM.
GKUNGAN
13. Karakteristik Rumah
Rumah keluarga Bpk M adalah bangunan permanen dengan status
kepemilikan sendiri. Luasnya sekitar 6 x 9 m2, terdiri dari 3 kamar
tidur, 1 ruang makan, 1 dapur, 1 ruang tamu, 1 ruang TV, 1 kamar
mandi, dan ada halaman. Terdapat furniture seperti sofa, bufet dan
barang elektronik seperti kulkas, TV, ada koleksi foto, terdapat

L
IIIN
.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
14. Karakteristik Tetangga dan Komunitas
Mayoritas tetangga adalah pendatang seperti dari Jawa dan Sunda.
Sebagian besar pekejaan mereka adalah pedagang. Hubungan keluarga
dengan tetangga terjalin baik. Ini terlihat setiap kali berkunjung,
tetangga yang lewat depan rumah Bpk M selalu menyapa dengan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
ramah pada Bpk M begitupun sebaliknya. Lingkungan RT tempat
tinggal keluarga Bpk M merupakan lingkungan yang cukup padat.

15. Mobilitas Geografis Keluarga
Pekerjaan Bpk M sehari-hari adalah mengojek dan lebih banyak
beraktivitas di luar rumah. Bpk M juga melayani warga di RT nya
karena Bpk M adalah sebagai ketua RT. Anak yang tinggal bersama
dengan Bpk M dan Ibu H adalah anak yang terakhir bersama dengan
istrinya yang saat ini telah memiliki 1 orang anak. Anak terkahir Bpk
M dan Ibu H bekerja sebagai buruh dan istrinya seabagai ibu rumah
tangga begitupun dengan Ibu H sehingga lebih banyak waktu di rumah.

16. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat
Keluarga tidak begitu sering berkumpul untuk menceritakan cerita
keseharian. Bpk M cenderung diam jika ada masalah, berbeda dgn Ibu
H yang menceritakan apapun yang terjadi baik dengan anak dan
menantunya serta Bpk M. Interaksi dengan masyarakat cukup baik
karena Bpk M adalah ketua RT pula di wilayahnya.

17. Sistem Pendukung Keluarga
Dalam hal finanasial, keluarga tidak menerima bantuan dari manapun.
Keluarga Bpk M membiyayai kehidupan sendiri dibantu istri, anak-
anak Bpk M juga suka memberi kepada orang tuanya.

IV. STRUKTUR KELUARGA
18. Pola Komunikasi Keluarga

Pola komunikasi yang dimiliki keluarga Bpk M adalah komunikasi
tertutup. Jika ada masalah, Bpk M suka memendam sendiri sedngkan
Ibu H sebaliknya.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
1tr9u.kStur kekuatan keluarga
Dalam hal kekuasaan, terlihat bahwa Bpk M menyerahkan kepada Ibu
H. Bpk M tidak begitu dominan dalam pengambilan keputusan.
Contohnya saat akan merombak plafon rumah yang rusak, yang
mengambil keputusan adalah Ibu H, Bpk M hanya setuju saja.

20. Struktur Peran Keluarga
Bpk M berperan sebagai pencari nafkah dengan dibantu oleh Ibu H
yang terkadang mengkreditkan pakaian dan juga sebagai ibu rumah
tangga. Semua anak mereka memiliki kegiatan sesuai dengan tahapan
pertumbuhan dan perkembangannya.

21. Nilai dan Norma Keluarga
Pada saat berkunjung ke keluarga, tidak tampak adanya nilai-nilai
khusus yang harus dipegang. Bpk M dan Ibu H mengajarkan kepada
anak-anaknya untuk berbuat baik kepada siapapun meskipun mereka
telah menjahati kita, selalu bersyukur dengan apa adanya, lapang dada.

V. FUNGSI KELUARGA
22. Fungsi Afektif
Setiap anggota keluarga siap untuk saling membantu, jika ada salah
satu anggota keluarga yang sakit, anggota keluarga lain berusaha untuk
merawat.

23. Fungsi Sosialisasi
Setiap anggota keluarga berinteraksi dengan baik dengan masyarakat.
Ibu H yang aktif pengajian serta arisan. Bpk M juga sebagai ketua RT
yang melayani warga di wilayahnya.

24. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga Bpk M makan 3 kali sehari, menunya nasi, lauk pauk, sayur.
Bpk M kurang suka mengkonsumsi sayur, konsumsi buah harus selalu

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
diingatkan oleh Ibu H. Bpk M tidak pernah pantang makanan (masih
suka makanan manis, suka cemilan apa saja) walaupun ia tahu
menderita DM, tidak menakar makanan, dan jadwal makanpun tidak
diatur (makan jika lapar). Pada beberapa bulan lalu, Bpk M pernah
mengalami kebutaan dan terkena TB paru, namun saat ini telah
sembuh dengan melakukan pengobatan alternatif untuk kebutaan dan
pengobatan medis untuk TB selama 6 bulan.

Saat ditanya terkait DM, yang ia tahu gula darah tinggi namun tidak
tahu angkanya. Terkait penyebab, yang ia tahu adalah pola makan
yaitu suka makanan manis dan ia mengakuinya. Tanda dan gejala yang
ia tahu dan rasakan adalah rasa sering lapar dan badan lemas. Bpk M
selalu mengatakan rajin memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.
Setiap hari minum obat Glibenclamide dan Metformin 1x1 secara
teratur.

Bpk M tidak pernah olahraga setelah keluar dari club sepak bola tahun
1995 namun jalan pagi saja. Bpk M mengeluh sering kesemutan pada
tangan dan kaki jika menjelang istirahat. Bpk M aktif merokok ± 1
bungkus/hari, konsumsi kopi 2 kali sehari dengan gula yang sedikit.
Untuk tidur, Bpk M mulai tidur pkl 20.00- 04.30. Jika ada acara bola,
ia begadang. Perawatan diri, mandi dan gosok gigi dilakukan 2 kali
sehari, keramas 2 hari sekali, memotong kuku, membersihkan telinga
jika kotor.

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA

25. Stressor Jangka Pendek
Bpk M mengatakan perilaku anak ketiganya seperti tidak menyapa
orang tuanya sendiri, dapat menjadi stresor tersendiri untuk Bpk M.
Bpk M hanya dapat mendoakan agar perilaku tersebut dapat berubah
seperti sediakala.
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
2tr6e.ssSor Jangka Panjang
Bpk M mengatakan kepikiran DM yang ia derita. Ia takut kalau
nantinya menjadi komplikasi seperti kebutaan pada waktu beberapa
bula lalu.

27. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor
Setiap anggota keluarga dapat merasakan masalah yang dialami dan
memecahkan masalah bersama, namun kadang Bpk M tidak menyadari
akan kesehatannya sendiri.

28. Strategi Koping yang Digunakan Keluarga
Bpk M mengatakan dengan beraktivitas di luar rumah, dapat
mengurangi stres Bpk M.

29. Strategi Koping Disfungsional
Selama pengkajian, tidak terlihat adanya adaptasi disfungsional pada
keluarga Bpk M.

VII. HARAPAN KELUARGA
Keluarga Bpk M mengatakan, semoga setiap anggota keluarga tetap
sehat agar dapat menjalankan aktivitas masing-masing dan berharap
mahasiswa memberikan informasi yang dibutuhkan keluarga.

VIII. PEMERIKSAAN FISIK

Jenis Bpk M Ibu H N (menantu)
pemeriksaan
Suhu 36 oC 36 oC 36 oC
Nadi 80 x/menit 72 x/menit 80 x/menit
RR 14 x/menit 16 x/menit 12 x/menit
TD 130/80 mmHg 110/80 mmHg 120/80 mmHg
BB 54 kg 50 kg 50 kg
TB 156 cm 150 cm 150 cm

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Kepala tidak ada lesi, tidak ada lesi, tidak ada lesi,
penyebaran rambut penyebaran penyebaran
merata. rambut merata. rambut merata.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Mata konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva tidak
anemis, pupil isokor, anemis, pupil anemis, pupil
ada seperti lingkaran isokor, ada seperti isokor.
putih di tepi bola lingkaran putih di
mata. tepi bola mata,
mata terlihat
juling.
Telinga tidak ada keluhan, tidak ada keluhan, tidak ada keluhan,
bersih bersih bersih
Hidung tidak ada keluhan, tidak ada keluhan, tidak ada keluhan,
tidak ada sekret tidak ada sekret tidak ada sekret
Mulut dan gigi Tidak ada lesi pada Tidak ada lesi Tidak ada lesi
mulut, gigi sudah ada pada mulut, gigi pada mulut, gigi
yang tanggal. sudah ada yang utuh.
tanggal.
Leher tidak ada pembesaran tidak ada tidak ada
kelenjar getah bening, pembesaran pembesaran
tidak ada keluhan kelenjar getah kelenjar getah
bening, tidak ada bening, tidak ada
keluhan keluhan
Dada/thorax tidak ada pembesaran, tidak ada tidak ada
tidak ada ronkhi, tidak pembesaran, tidak pembesaran, tidak
ada wheezhing, S1 & ada ronkhi dan ada ronkhi dan
S2 normal tidak ada tidak ada
wheezhing, S1 & wheezhing, S1 &
S2 normal S2 normal
Abdomen tidak ada keluhan tidak ada keluhan tidak ada keluhan
Ekstremitas Kaki dan tangan tidak ada keluhan, Tidak ada
kadang pegal dan hanya kalau keluhan
kesemutan kecapean badan
terasa pegal.
Kulit Turgor kulit kurang Turgor kulit Turgor kulit baik,
baik karena sudah kurang baik tidak ada lesi.
lansia, tidak ada lesi karena sudah
lansia, tidak ada
lesi, ada seperti
pengurangan
pigmentasi kulit.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 2: Analisa Data

ANALISA DATA

No. Data Masalah Keperawatan
1. DS: Ketidakefektifan
 Tidak pernah memantang makanan manajemen kesehatan diri
(masih suka makanan manis, suka pada Bpk M dengan DM
cemilan apa saja)
 Tidak menakar makanan, dan jadwal
makanpun tidak diatur (makan jika
lapar)
 Sudah mengetahui terkena DM 2 tahun
lalu tapi sulit untuk mengubah gaya
hidup
 Tidak pernah olahraga setelah keluar
dari club sepak bola thn 1995, namun
jalan pagi dilakukan
 Tidak terlalu suka sayur, konsumsi buah
jika diingatkan istri
 Mengeluh sering kesemutan pada
tangan dan kaki
 Pernah mengalami kebutaan beberapa
bulan lalu, saat itu gula darahnya 300
an, sekarang penglihatan sudah normal
kembali
 Setiap hari minum obat Glibenclamide
dan Metformin 1x1

DO:
TD= 130/80 mmHg
 GDS= 248 mg/dl
 BB= 54 kg
 TB= 156 cm
IMT= 22,2
2. DS: Perilaku kesehatan
 Aktif merokok sejak muda, sehari ± 1 cenderung berisiko pada
bungkus keluarga Bpk M
 Setiap hari minum kopi 2 gelas dengan khususnya Bpk M
gula yang sedikit
 Suka begadang jika ada acara kesukaan
(sepak bola)

DO:
 Terlihat minum kopi
 Kadang terlihat batuk-batuk

3. DS: Koping individu tidak
 Memikirkan tingkah laku a1n1ak ke 3 efektif pada keluarga
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 2: Analisa Data (Lanjutan)

yang membuat menjadi pikiran Bpk M khususnya Bpk M
 Kurang mau bercerita tentang masalah,
lebih sering dipendam sendiri
 Langsung kepikiran kalau gula darah
naik

DO:
 Terlihat murung saat bercerita

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 3: Skoring Masalah

SKORING MASALAH

 Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri pada Bpk M dengan DM

Angka
Kriteria Skor Bobot Perhitungan Pembenaran
Tertinggi
Sifat 3 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalah sudah aktual karena data
masalah : subyektif dan data obyektif telah
aktual mendukung dan dampaknya
terhadap kesehatan keluarga
khususnya Bpk M cukup besar
bila tidak segera ditangani. GDS
Bpk M 248 mg/dl. Bpk M
mengeluh pada kaki dan tangan
terasa kesemutan, mengaku
pernah mengalami kebutaan.

Meskipun tingkat pendidikan
Kemungkin 2 2 2 2/2 x 2 = 2
keluarga yang tidak cukup tinggi
an masalah
(SD) namun ada motivasi dari
untuk
keluarga untuk mencari tahu,
diubah :
sumber ekonomi keluarga
mudah
lumayan cukup. Di sekitar rumah
keluarga pun terdapat fasilitas
pelayanan kesehatan (Puskesmas,
RS).

Sudah 2 thn menderita DM dan
Potensi 2 3 1 2/3 x 1 = 2/3
sempat mengalami komplikasi
masalah
kebutaan namun sekarang sudah
untuk
sembuh.
dicegah :
cukup

Menonjol- Masalah pada Bpk M harus segera
nya masalah 2 2 1 2/2 x 1 = 1 ditangani.
: segera
ditangani
TOTAL 4 2/3
SKOR

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 3: Skoring Masalah (Lanjutan)

erilaP
ku kesehatan cenderung berisiko pada keluarga Bpk M khususnya
Bpk M

Angka
Kriteria Skor Bobot Perhitungan Pembenaran
Tertinggi
Sifat 3 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalah sudah aktual karena data
masalah : subyektif dan data obyektif telah
aktual mendukung dan dampaknya
terhadap kesehatan keluarga
khususnya Bpk M.

Kemungkin 1 2 2 1/2 x 2 = 1 Tingkat pendidikan keluarga yang
an masalah tidak cukup tinggi (SD) namun
untuk ada motivasi dari keluarga untuk
diubah : mencari tahu, tapi kadang Bpk M
sebagian masih suka terpengaruh oleh
teman-temannya seperti merokok,
sumber ekonomi keluarga yang
lumayan cukup. Di sekitar rumah
keluarga pun terdapat fasilitas
pelayanan kesehatan (Puskesmas,
RS).

Potensi 2 3 1 2/3 x 1 = 2/3 Perilaku seperti merokok dan
masalah minum kopi, begadang sudah
untuk dilakukannya sejak muda.
dicegah :
cukup

Menonjol- Masalah harus segera ditangani
nya masalah 2 2 1 2/2 x 1 = 1 karena masalah ini dapat
: segera meningkatkan risiko DM Bpk M.
ditangani
TOTAL 3 2/3
SKOR

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 3: Skoring Masalah (Lanjutan)

opinK
g individu tidak efektif pada keluarga Bpk M khususnya Bpk M

Angka
Kriteria Skor Bobot Perhitungan Pembenaran
Tertinggi
Sifat 3 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalah sudah aktual karena Bpk
masalah : M merasa setiap hari kepikiran
aktual dengan perilaku anak ke 3 nya.

Kemungkin 1 2 2 1/2 x 2 = 1 Tingkat pendidikan keluarga yang
an masalah tidak cukup tinggi (SD), namun
untuk ada motivasi dari keluarga untuk
diubah : mencari tahu, karakter Bpk M
sebagian yang suka memendam masalah
sendiri, sumber ekonomi keluarga
yang lumayan cukup. Di sekitar
rumah keluarga pun terdapat
fasilitas pelayanan kesehatan
(Puskesmas, RS).

Potensi 1 3 1 1/3 x 1 = 1/3 Masalah sudah terjadi. Masalah
masalah ini sulit dicegah karena karakter
untuk dari Bpk M sendiri yang suka
dicegah : memendam masalah sendiri.
rendah

Menonjol- 2 2 1 2/2 x 1 = 1 Masalah ini harus segera
nya masalah ditangani karena membuat stres
: tidak perlu Bpk M..
segera
ditangani
TOTAL 3 1/3
SKOR

DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS
1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri pada Bpk M dengan DM
e2r.ilaPku kesehatan cenderung berisiko pada keluarga Bpk M khususnya
Bpk M
3. Koping individu tidak efektif pada keluarga Bpk M khususnya Bpk M

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 4: Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN DIABETES MELLITUS

No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Rencana Intervensi
Keperawatan
Jangka Jangka Pendek Kriteria Standar
Panjang
1. Ketidakefektif Setelah Setelah dilakukan
an manajemen dilakukan pertemuan I sebanyak
kesehatan diri tindakan 1x60 menit, keluarga:
pada Bpk M keperawata
dengan n selama 5 1. Mampu mengenal
Diabetes minggu, masalah diabetes
Mellitus ketidakefekt mellitus, dengan:
ifan
manajemen Menyebutkan definisi Respon Keluarga menyebutkan a. Diskusikan bersama keluarga apa yang diketahui
kesehatan diabetes mellitus verbal pengertian diabetes keluarga mengenai pengertian diabetes mellitus
diri pada mellitus yaitu gangguan b. Berikan pujian kepada keluarga tentang
Bpk M yang ditandai dengan pemahaman keluarga yang benar
dengan kenaikan kadar gula darah c. Berikan informasi kepada keluarga mengenai
Diabetes sewaktu & 2 jam setelah pengertian diabetes mellitus dengan menggunakan
Mellitus makan > 200 mg/dl dan media flip chart
dapat gula darah puasa > 140 d. Berikan kesempatan kepada keluarga untuk
teratasi mg/dl bertanya tentang materi yang disampaikan
e. Berikan penjelasan ulang terhadap materi yang
belum dimengerti
f. Motivasi keluarga untuk mengulang materi yang
telah dijelaskan
g. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 4: Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga
1

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
2

Menyebutkan penyebab Respon Keluarga dapat a. Diskusikan bersama keluarga apa yang diketahui
diabetes mellitus. verbal menyebutkan 3 dari 5 keluarga mengenai penyebab timbulnya masalah
penyebab diabetes diabetes mellitus
mellitus yaitu kekurangan b. Berikan pujian kepada keluarga tentang
insulin, yang di picu oleh: pemahaman keluarga yang benar.
- faktor keturunan c. Berikan informasi kepada keluarga mengenai
- kegemukan penyebab diabetes mellitus dengan menggunakan
- sering makan makanan media flip chart
manis d. Berikan kesempatan kepada keluarga untuk
- kurang olahraga bertanya tentang materi yang disampaikan
- stres e. Berikan penjelasan ulang terhadap materi yang
belum dimengerti
f. Motivasi keluarga untuk mengulang materi yang
telah dijelaskan
g. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga
Menyebutkan tanda dan Respon Keluarga dapat a. Diskusikan bersama keluarga apa yang diketahui
gejala diabetes mellitus. verbal menyebutkan 3dari 5 keluarga mengenai tanda dan gejala diabetes
tanda dan gejala diabetes mellitus
mellitus, yaitu: b. Berikan pujian kepada keluarga tentang
- cepat lapar, pemahaman keluarga mengenai tanda yang benar
- cepat haus, c. Berikan informasi kepada keluarga mengenai
- sering buang air kecil tanda diabetes mellitus dengan menggunakan
terutama pada malam media flip chart
hari, d. Berikan kesempatan kepada keluarga untuk
- lemas, bertanya tentang materi yang disampaikan
- kulit gatal-gatal e. Berikan penjelasan ulang terhadap materi yang
belum dimengerti

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
3

f. Motivasi keluarga untuk mengulang materi yang
telah dijelaskan
g. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga

Mengidentifikasi anggota Respon Keluarga mengatakan a. Tanyakan kepada keluarga, adakah anggota
keluarga yang menderita afektif Bpk M menderita keluarga yang mempunyai tanda dan gejala
diabetes mellitus. penyakit diabetes diabetes mellitus.
mellitus. b. Berikan reinforcement positif atas apa yang telah
dikemukan keluarga yang tepat dan benar.
2. Mampu mengambil
keputusan dalam merawat
anggota keluarga dengan
masalah kesehatan
diabetes mellitus, dengan:

Menyebutkan akibat Respon Keluarga dapat a. Diskusikan bersama keluarga apa yang diketahui
diabetes mellitus verbal menyebutkan 3 dari 7 keluarga mengenai akibat diabetes mellitus
akibat diabetes mellitus b. Berikan pujian kepada keluarga tentang
jika tidak diatasi, yaitu: pemahaman akibat yang benar.
- kebutaan, c. Berikan informasi kepada keluarga mengenai
- impotensi, akibat diabetes mellitus dengan menggunakan
- penyakit jantung, media flip chart
- stroke, d. Berikan kesempatan kepada keluarga untuk
- gagal ginjal, bertanya tentang materi yang disampaikan
- hipertensi, e. Berikan penjelasan ulang terhadap materi yang
- amputasi belum dimengerti
f. Motivasi keluarga untuk mengulang materi yang

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
4

telah dijelaskan
g. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga

Mengambil keputusan Respon Keluarga mengatakan a. Bantu keluarga untuk mengenal dan menyadari
untuk mengatasi masalah afektif akan mengatasi penyakit akan adanya masalah sesuai dengan materi yang
kesehatan diabetes diabetes mellitus. telah diberikan
mellitus. b. Bantu keluarga untuk memutuskan merawat
anggota keluarga yang sakit diabetes mellitus
c. Berikan reinforcement atas keputusan yang telah
diambil

3. Mampu merawat
anggota keluarga dengan
masalah kesehatan
diabetes mellitus, dengan:

Menyebutkan cara Respon Keluarga dapat a. Dorong keluarga untuk menceritakan apa yang
perawatan diabetes verbal dan menyebutkan 4dari 6cara dilakukan saat Bpk M sakit diabetes mellitus dan
mellitus. psikomotor perawatan diabetes bagaimana hasilnya
mellitus, yaitu: b. Diskusikan cara perawatan diabetes mellitus
Pertemuan ke-1 & 2: dengan menggunakan flifchart.
- diet makan (memilih c. Berikan kesempatan kepada keluarga untuk
makanan yang dianjurkan bertanya tentang materi yang disampaikan
dan yang tidak untuk DM) d. Berikan penjelasan ulang terhadap materi yang
- olahraga teratur, belum dimengerti
e. Motivasi keluarga untuk mengulang materi yang
Pertemuan ke-3: telah dijelaskan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
5

- perawatan kulit & kaki, f. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga
- mengontrol kadar gula
darah secara berkala,
- minum obat teratur
sesuai dosis dan waktu

Mendemontrasikan cara Respon Pertemuan ke-4: a. Diskusikan bersama keluarga mengenai cara
senam kaki untuk psikomotor Keluarga dapat senam kaki untuk mengurangi kebas dan
penderita diabetes mendemonstrasikan kesemutan pada penderita diabetes mellitus.
mellitus senam kaki untuk b. Demonstrasikan kepada keluarga mengenai cara
mengurangi kebas dan senam kaki untuk mengurangi kebas dan
kesemutan pada penderita kesemutan pada penderita diabetes mellitus.
diabetes mellitus c. Motivasi keluarga untuk mendemonstrasikan
kembali cara senam kaki untuk mengurangi kebas
dan kesemutan pada penderita diabetes mellitus.
d. Berikan reinforcement terhadap kemampuan yang
dicapai oleh keluarga
Setelah dilakukan
pertemuan ke 4 sebanyak
1x45 menit, keluarga:

4. Mampu memodifikasi
lingkungan yang sesuai
untuk penderita diabetes
mellitus, dengan mampu:

Menyebutkan cara Respon Keluarga dapat a. Diskusikan cara memodifikasi lingkungan untuk

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
6

memodifikasi lingkungan verbal menyebutkan penderita diabetes mellitus.
untuk penderita diabetes memodifikasi lingkungan b. Jelaskan kepada keluarga tentang cara
mellitus. yang dapat dilakukan memodifikasi lingkungan untuk penderita diabetes
terkait diabetes mellitus mellitus dengan menggunakan flipchart.
yaitu gaya hidup, stres, c. Motivasi keluarga untuk menjelaskan kembali cara
dan makanan memodifikasi lingkungan untuk penderita diabetes
mellitus.
d. Tanyakan kepada keluarga tentang materi yang
belum dimengerti.
e. Jelaskan kepada keluarga mengenai materi yang
belum dimengerti.
f. Berikan reinforcement terhadap kemampuan yang
dicapai oleh keluarga
5. Mampu menggunakan
fasilitas kesehatan yang
ada untuk melakukan
pengobatan dan
perawatan diabetes
mellitus, dengan:

Menyebutkan tempat Respon Keluarga dapat a. Diskusikan bersama keluarga mengenai fasilitas
pelayanan kesehatan verbal menyebutkan fasilitas kesehatan yang ada disekitar tempat tinggal
untuk dirujuk. kesehatan yang dapat b. Motivasi keluarga untuk mengulang fasilitas
dikunjungi: kesehatan yang dapat dikunjungi
- Puskesmas c. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga
- Rumah sakit
- Klinik dokter

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
7

Menyebutkan manfaat Respon Keluarga dapat Diskusikan bersama keluarga mengenai manfaat
fasilitas kesehatan verbal menyebutkan manfaat fasilitas kesehatan yang ada disekitar tempat tinggal
kunjungan ke fasilitas a. Motivasi keluarga untuk menyebut ulang manfaat
kesehatan yaitu fasilitas kesehatan yang dapat dikunjungi
mendapatkan b. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga
pemeriksaan,
mendapatkan perawatan,
mendapatkan penyuluhan
atau pendidikan kesehatan

Mengunjungi fasilitas Respon Keluarga mengunjungi a. Motivasi keluarga untuk berkunjung ke fasilitas
pelayanan kesehatan afektif pelayanan kesehatan kesehatan.
untuk memeriksa kadar untuk memeriksa kadar b. berikan reinforcement positif atas usaha keluarga
gula darah minimal gula darah minimal untuk menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan.
sebulan sekali. sebulan sekali.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
8

Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
2. Perilaku Setelah 1. Setelah pertemuan
kesehatan dilakukan ke 5 selama 1x60
cenderung tindakan menit keluarga
berisiko pada keperawatan mampu mengenal
Bpk. M selama 5 masalah rokok.
minggu, 1.1.Menyebutkan Respon Merokok adalah Diskusikan dengan
keluarga dapat pengertian verbal menghisap zat-zat yang keluarga tentang
mengurangi merokok dapat menimbulkan pengertian merokok
atau gangguan pada tubuh. Beri kesempatan keluarga
menghilangkan untuk bertanya
perilaku Beri reinforcement positif
cenderung atas usaha keluarga
berisiko. menjelaskan kembali.

Diskusikan dengan
1.2.Menyebutkan Respon Keluarga dapat keluarga tentang
kandungan verbal menyebutkan kandungan kandungan rokok
yang dalam rokok, yaitu dalam Beri kesempatan keluarga
terkandung rokok mengandung 4000 untuk bertanya
dalam rokok bahan kimia yang Tanyakan kembali kandungan
merusak dan bahan kimia rokok
menghancurkan sistem Beri reinforcement
tubuh, diantaranya:
- Karbonmonoksida

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
9

yang berisiko positif
menimbulkan
penyakit jantung
- Nikotin, mempercepat
detak jantung dan
meningkatkan TD
- Tar, dapat
mengakibatkan
kanker paru-paru

1.3.Mampu Respon Menyebutkan bahwa Bpk Diskusikan dengan anggota
mengidentifi- verbal M merokok keluarga yang mempunyai
kasi anggota kebiasaan merokok
keluarga yang Motivasi keluarga untuk
mengalami menghentikan kebiasaan
perilaku merokok.
berisiko
(merokok)
Menanyakan kembali kepada
2. Memutuskan untuk Respon Keluarga menyebutkan keluarga tentang akibat lanjut
merawat anggota verbal akibat rokok: dari rokok
keluarga yang - Terkena berbagai Memotivasi keluarga untuk
mempunyai penyakit seperti kanker mampu mengambil
kebiasaan merokok paru-paru, infeksi keputusan dalam mengatasi
Keluarga saluran napas, jantung
mampu - Ketagihan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
10

menyebutkan - Penambahan biaya anggota keluarga yang
akibat lanjut untuk membeli rokok mengalami masalah
dari merokok merokok
Beri kesempatan pada keluarga
untuk bertanya bila ada yang
belum jelas
Beri reinforcement positif
pada keluarga

Motivasi keluarga untuk
2.2. Keluarga Respon Keputusan keluarga mengatasi masalah yang
mampu verbal untuk merawat dan dihadapi
mengambil mengatasi masalah rokok Beri reinforcement positif
keputusan atas keputusan yang diambil
untuk keluarga
mengatasi
anggota
keluarga yang
merokok
Diskusikan dengan keluarga
3. Keluarga mampu Respon Keluarga dapat tentang cara pencegahan
merawat anggota verbal menyebutkan 4 dari cara /cara berhenti merokok
keluarga yang agar berhenti merokok, Beri kesempatan keluarga
merokok yaitu: untuk bertanya
3.1.Menyebutkan - Tetapkan hari untuk
cara berhenti berhenti merokok

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
11

merokok - Menunda saat rokok Tanyakan kembali pada
pertama dihisap keluarga tantang cara berhenti
- Mengurangi jumlah merokok
rokok setiap hari Beri reinforcement positif
- Ajak teman dekat untuk pada keluarga
berhenti merokok
bersama-sama
- Beritahu teman atau
keluarga tentang niat
berhenti merokok agar
mendapat dukungan
- Buang sisa rokok yang
ada

3.2.Keluarga Respon Keluarga dapat Diskusikan dengan keluarga
mampu verbal menyebutkan 2 dari 4 tentang perawatan dan cara
menyebutkan cara mengurangi efek mengurangi efek dari
cara berhenti merokok, yaitu: berhenti merokok
perawatan - Minum air putih yang Beri kesempatan pada keluarga
anggota banyak untuk bertanya yang tidak
keluarga - Banyak makan buah dimengerti
yang dan sayuran Tanyakan kembali apa yang
merokok - Olahraga ringan dan telah dijelaskan
dengan teratur Beri reinforcement positif atas
mengurangi - Cari kesibukan yang jawaban dan redemontrasi yang
efek dari positif benar
merokok

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
12

4. Keluarga mampu Respon Cara memodifikasi Diskusikan bersama
memodifikasi Verbal lingkungan mengatasi keluarga cara
lingkungan rokok memodifikasi lingkungan
4.1.Menyebutkan - Tidak menyediakan Beri kesempatan keluarga
cara-cara rokok dirumah untuk bertanya
modifikasi - Tidak bergaul Tanya kembali tentang cara
lingkungan bersama dengan yang modifikasi lingkungan
untuk merokok Motivasi keluarga untuk
mengatasi - Bersama-sama melakukannya
masalah dengan anggota
rokok keluarga lain untuk
berkomitmen
berhenti merokok Lakukan kunjungan tak
terencana
4.2.Mampu Respon Usaha keluarga untuk Beri reinforcement positif
menciptakan Psiko- menciptakan lingkungan atas usaha keluarga
lingkungan motor yang kondusif untuk memodifikasi lingkungan
untuk anggota yang merokok rumahnya.
mengatasi
masalah
rokok

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
13

5. Keluarga mampu
memanfaatkan
pelayanan
kesehatan yang
ada untuk
mengatasi rokok

Mampu Respon Puskesmas, dokter Diskusikan dengan keluarga
menjelaskan verbal praktik dan rumah sakit tentang jenis fasilitas
jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang
pelayanan dapat dimanfaatkan sesuai
kesehatan kemampuan keluarga
terdekat Beri kesempatan keluarga
untuk mengulangi dan beri
pujian atas jawaban yang
benar

Diskusikan bersama
keluarga tentang manfaat
Mampu Respon Manfaat fasilitas fasilitas kesehatan
menyebutkan verbal kesehatan: sebagai sarana Beri kesempatan keluarga
manfaat untuk pemeriksaan, untuk mengulangi dan beri
fasilitas perawatan/pengobatan pujian atas jawaban
pelayanan penyakit, sebagai sarana
kesehatan untuk mendapatkan
informasi yang akurat
dan tepat untuk

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
14

mengatasi rokok yang benar

5.3.Keluarga Respon Keluarga memutuskan Motivasi keluarga untuk
mampu verbal untuk membawa anggota membawa anggota keluarga
memutuskan keluarga yang sakit ke yang penyakit ke fasilitas
untuk fasilitas pelayanan pelayanan kesehatan
membawa kesehatan: Puskesmas, Beri reinforcement positif
anggota dokter praktek, RS pada keluarga atas usaha
keluarga yang telah dilakukan
apabila ada
yang sakit
terutama
akibat rokok
ke fasilitas
kesehatan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
15

Tujuan Evaluasi
Diagnosa
No Jangka Rencana Tindakan
Keperawatan Jangka Pendek Kriteria Standar
Panjan
3. Koping individu Setelah
g Setelah dilakukan
tidak efektif pada dilakukan pertemuan ke 6
keluarga Bpk M tindakan selama 1x60 menit,
khususnya Bpk M keperawatan diharapkan :
selama 5 1. Keluarga dapat
minggu, mengenal tentang
diharapkan manajemen stress Respo Pengertian stress adalah 1. Diskusikan
koping : n kondisi yang dialami pengertian stress
individu tidak a. Menjelaskan verbal seseorang sebagai 2. Anjurkan keluarga
efektif pada pengertian respon terhadap adanya mengungkapkan
keluarga Bpk stress dengan perubahan dalam kembali pengertian
M khususnya bahasa yang kondisi normal stress dengan
Bpk M dapat sederhana bahasa sederhana
teratasi 3. Beri pujian atas
kemampuan
keluarga.
Menyebutkan minimal 3
Respo penyebab stress dari 1. Identifikasi
b. Menyebutkan n faktor internal dan kemampuan
penyebab verbal eksternal : keluarga tentang
stress Faktor internal : faktor penyebab
1. Perasaan stress
tertekan, 2. Diskusikan
bersalah penyebab stress
2. Kurang percaya diri 3. Beri kesempatan
3. Keinginan keluarga
untuk mandiri bertanya
4. Dorong keluarga
untuk menyebutkan
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
penyebab
16

4. Penyakit kronis stress dari faktor
internal dan ekstrenal
Faktor eksternal : 5. Beri pujian atas
1. Keluarga sakit/ kemampuan keluarga
me ninggal
2. Tekanan dari
kelompok
3. Kondisi
perkejaan tidak
menentu
4. Status ekonomi
tidak memadai
5. Lingkungan
tidak aman/
nyaman
6. Support sistem
tidak adekuat.
c. Menyebutkan Respo 1. Diskusikan tanda
tanda dan gejala n dan gejala stress
Menyebutkan minimal 4
stress verbal 2. Bantu keluarga
dari 11 tanda dan gejala
mengiden-tifikasi
stress :
tanda dan gejala stress
1. Keringat berlebihan
2. Sakit kepala
yang ada dalam
3. Mudah marah
keluarga
4. Sulit tidur 3. Dorong keluarga
5. Tegang pada tengkuk
untuk menyebutkan
6. Cemas kembali tanda dan
7. Mudah lelah gejala stress
8. Sesak nafas 4. Beri pujian atas
9. TD dan gula kemampuan keluarga
darah meningkat menyebutkan
kembali tanda dan
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013 gejala stress
17

10. Menarik diri
11. Sulit konsentrasi

2. Keluarga mampu
mengambil
keputusan untuk
segera
melakukan
manajemen
stress Menyebutkan 3 dari 7
Respo 1. Jelaskan akibat
akibat lanjut dari stress
n lanjut bila stress
a. Menjelaskan bila tidak dikelola
Verbal tidak dikelola
akibat yang dengan baik :
dengan baik
terjadi bila stress 1. Munculnya penyakit
2. Beri kesempatan
tidak dikelola fisik : HT, DM,
keluarga
dengan baik kolestreol
bertanya
meningkat, jantung
3. Dorong keluarga
koroner
untuk mengungkapkan
2. Gangguan psikologis
kembali akibat lanjut
: depresi, tidak dapat
bila stress tidak
mengontrol diri,
dikelola dengan baik
penggunaan obat/
4. Beri pujian atas
minuman keras/
kemampuan
rokok
keluarga
3. Gangguan
hubungan sosial
4. Kurang motivasi kerja
5. Kreatifitas menurun
6. Ibadah tidak optimal
7. Risiko kecelakaan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
18

b. Mengambil Respon Keluarga dapat 1. Gali pendapat
keputusan yang Verbal mengambil keputusan keluarga apa yang
tepat untuk dan afektif untuk segera melakukan harus dilakukan untuk
segera manajemn stress agar mengatasi stress
melakukan tidak terjadi konflik 2. Bimbing dan bantu
manajemen dalam keluarga keluarga untuk
stress mengambil
keputusan yang tepat
3. Beri kesempatan
keluarga
memikirkan kembali
keputusan yang
diambil
4. Beri pujian atas
keputusan yang
diambil
3. Keluarga dapat keluarga
menyebutkan cara
mencegah dan
mengatasi stress
di rumah
a. Menjelasksn Respo Menyebutkan minimal
cara mencegah n 3 dari 6 cara mencegah 1. Gali pengalaman
timbulnya verbal timbulnya stress keluarga dalam
stress di rumah dirumah : mencegah
1. Makan makanan timbulnya stress di
seimbang secara rumah
2. Hindari/ kurangi 2. Beri pujian atas
makanan yang usaha keluarga yang
dapat sudah tepat
3. Diskusikan cara
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
19

merangsang mencegah timbulnya
timbulnya stress : stress di rumah
makanan berlemak, 4. Dorong keluarga
terlalu asin, terlalu untuk mengungkapkan
manis, kopi, teh, kembali penjelasan
coklat yang telah diberikan
3. Hindari/ kurangi
konsumsi rokok/
minuman
alkohol
4. Olah raga secara
teratur
5. Istirahat/ tidur
cukup (6-8 jam
sehari) 1. Gali pengalaman
b. Menjelasksn Respo 6. Berpikir positif keluarga dalam
cara mengatasi n mengatasi stress
bila timbul verbal Menyebutkan minimal 3 yang selama
stress di rumah cara mengatasi stress dilakukan
ringan dan sedang dan 2. Beri pujian atas
cara mengatasi stress usaha keluarga yang
berat dirumah : sudah tepat
Stress ringan : 3. Diskusikan berbagai
1. Relaksasi nafas dalam cara mengatasi stress
2. Relaksasi di rumah dengan
autogenik/ imajinasi manajemn stress
3. Relaksasi progresif 4. Dorong keluarga
4. Yoga untuk mengungkapkan
5. Meditasi kembali penjelasan
6. Massase/ pemijatan yang telah diberikan
7. Mendengarkan
musik ringan
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
20

8. Tertawa

Stress sedang :
1. Relaksasi progresif
2. Imajinasi terpimpin
3. Meditasi
4. Massase/ pemijatan
5. konseling

Stress berat :
1. Konseling

Mendemonstrasikan
c. Respon cara sederhana untuk 1. Gali pengalaman
Mendemonstras psikomoto mengatasi stress keluarga dalam
i kan cara r ringan dirumah yaitu mengatasi stress
mengatasi - Relaksasi nafas dalam yang selama
stress bila dengan menarik nafas dilakukan
timbul sewaktu- dalam melalui hidung, 2. Beri pujian atas
waktu di rumah tahan nafas selama 3 usaha keluarga yang
detik lalu hembuskan sudah tepat
3. Diskusikan minimal 6
lewat mulut, lakukan
selama 10 kali. cara untuk mengatasi
stress di rumah
dengan manajemen
stress
4. Dorong keluarga
untuk
mendemostrasikan
cara mengatasi stress
yang telah dipelajari
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013 5. Beri pujian atas
21

kemampuan keluarga
mendemontraskan
secara benar
4. Keluarga
mampu
memodifikasi
lingkungan
yang tepat untuk
meminimalkan
terjadinya stress 1. Diskusikan
Respo Menyebutkan
a. Menyebutkan lingkungan yang
n lingkungan yang tepat
lingkungan tepat untuk
verbal untuk meminimal-kan
yang tepat meminimalkan stress
stress di rumah :
untuk 2. Identifikasi dengan
1. Ruangan tidak
meminimlkan keluarga
terlalu panas/ dingin
stress lingkungan yang
2. Perabotan bersih
ada dalam keluarga
dan teratur
3. Dorong keluarga
3. Tata ruang
untuk
tidak
menyebutkan
membahayakan
kembali penjelasan
4. Terhindar
yang diberikan
dari
4. Motivasi keluarga
kebisingan
untuk menciptakan
5. Aman dari
lingkungan yang
bahaya kriminal
tepat untuk
meminimalkan
stress.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
22

5. Keluarga mampu
memanfaatkan
fasilitas pelayanan
kesehatan yang
ada untuk
mengatasi stress
sedang atau berat
a. Menyebutkan Respo Fasilitas kesehatan yang 1. Diskusikan jenis
fasilitas n dapat digunakan oleh fasilitas kesehatan
kesehatan verbal keluarga untuk yang tersedia
yang tersedia mengatasi stress sedang dilingkungan
dan berat : keluarga
1. Puskesmas 2. Bantu keluarga
2. Dokter praktek memilih fasilitas
3. Mantri/ bidan kesehatan yang
4. Psikolog/ psikiater sesuai dengan
kondisi keluarga
3. Anjurkan keluarga
memanfaatkan
fasilitas kesehatan
sesuai pilihan
b. Menyebutkan Manfaat fasilitas 1. Klarifikasi
manfaat Respo kesehatan : pengetahuan
fasilitas n 1. Memberikan keluarga tentang
kesehatan verbal informasi kesehatan manfaat fasilitas
2. Memberikan kesehatan
pengobatan 2. Diskusikan
3. Memberikan manfaat fasilitas
pelayanan kesehatan
konseling 3. Dorong
keluarga
Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
mengungkapkan
23

4. Membantu kembali manfaat
meningkatkan fasilitas kesehatan
kesehatan yang ada.

c. Memanfaatkan Respon Keluarga membawa 1. Motivasi keluarga
fasilitas psikomoto keluarga yang untuk memanfaatkan
kesehatan yang r mengalami stress sedang fasilitas kesehatan
ada bila atau berat ke fasilitas yang ada
mengalami stess kesehatan yang ada 2. Beri pujian atas
sedang dan kemampuan
berat keluarga.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
Lampiran 5: Catatan Perkembangan

IMPLEMENTASI & EVALUASI

1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri pada Bpk M dengan DM
2. Perilaku kesehatan cenderung berisiko pada Bpk. M
3. Koping individu tidak efektif pada keluarga Bpk M khususnya Bpk M

TGL Implementasi Evaluasi TTD
29/5 1. Mendiskusikan definisi S: - gula darah > Kurniasih
Pertemuan diabetes mellitus 200
ke- 3 2. Mendiskusikan penyebab - Penyebabnya
diabetes mellitus makanan tidak
3. Mendiskusikan tanda dan terkontrol,
gejala diabetes mellitus keturunan.
4. Mendiskusikan akibat - Tanda &
diabetes mellitus gejalanya
5. Membantu keluarga untuk lemas, sering
mengambil keputusan untuk kencing.
mengatasi masalah kesehatan - Akibat jika
diabetes mellitus tidak dirawat
6. Mendiskusikan cara yaitu amputasi,
perawatan diabetes mellitus penglihatan bisa
7. Mengedukasi klien tentang buta.
makanan yang boleh dan - Cara
dibatasi untuk dikonsumsi mengontrolnya
oleh penderita DM dengan minum
obat, makan
diatur, tidak
makan yang
manis-manis.
O:
- TD= 110/70
mmHg
- dapat
menyebutkan
kembali definisi
DM.
- Dapat
menjawab
penyebab 2
dari 5.
- Dapat
menjawab tanda
& gejala 2 dari
5.
- Dapat
menjawab
akibat 2 dari 7.
- Dapat

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
menjawab cara
perawatan DM
2 dari 6
- Dapat
menyebutkan
dan memilih
gambar
makanan yang
boleh &
dibatasi untuk
dikonsumsi
serta
mengetahui gizi
seimbang.
A: TUK 1,2, 3
tercapai sebagian
P:
- evaluasi TUK
1,2,3
(menyebutkan
kembali tentang
gizi seimbang
dan makanan
yang boleh dan
dibatasi)
- TUK 3: Ajarkan
manajemen diet
- Cek gula darah

31/5 1. Mengevaluasi TUK 1,2,3 S: Kurniasih
Pertemuan (menyebutkan kembali - manajemen
ke- 4 tentang gizi seimbang dan diet adalah
makanan yang boleh dan pengaturan
dibatasi) makanan
2. Mengedukasi manajemen dengan gizi
diet seimbang.
3. Mengecek gula darah - Tujuannya
untuk gula
darah supaya
normal dan
mencegah
komplikasi.
- Yang perlu
diperhatikan
pada orang DM
yaitu waktu,
jenis, jumlah

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
makanan.
- Akan mencoba
untuk makan
sesuai contoh
menu makanan.
O:
- GDS= 334
mg/dl
- TD= 120/80
mmHg
- Klien mengerti
akan contoh
menu yang
diberikan dan
akan
melakukannya.
A:
- TUK 3
(manajemen
diet) tercapai.
P:
- evaluasi TUK
3 tentang diet.
- TUK 3: ajarkan
senam kaki.
- Cek gula
4/6 1. Mengevaluasi TUK 3 S: Kurniasih
Pertemuan tentang diet - Makan sudah
ke- 5 2. Mengajarkan senam mulai diatur,
kaki setiap hari
3. Mengecek gula mulai makan
buah dan sayur.
- Jadwal makan
mulai
diusahakan
untuk tepat
waktu.
- Setiap bangun
tidur akan
mempraktikkan
senam kaki.
O:
- GDS= 300
mg/dl
- TD= 110/80
mmHg
- Menjalankan
manajemen

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
diet.
Dapat-
mempraktikkan
gerakan senam
kaki dengan
baik.
A: TUK 3: senam
kaki tercapai.
P:
- Evaluasi diet
- Evaluasi senam
kaki
- TUK 3:
perawatan kaki
- TUK 4 dan 5
- Cek gula darah
8/6 1. Mengevaluasi diet S: Kurniasih
Pertemuan 2. Mengevaluasi senam kaki - Semalam
ke- 6 3. Mengedukasi tentang makan cemilan
perawatan kaki manis yaitu roti
4. Mengedukasi modifikasi isi kacang ijo 3
lingkungan bungkus dan
5. Mengingatkan untuk begadang, pagi
terus minum obat secara hari makan
tertur dan menganjurkan bubur ayam 1
klien untuk ke yankes mangkok
jika terjadi keparahan penuh.
DM - Setiap bangun
6. Mengecek gula darah pagi sudah
melakukan
senam kaki dan
juga
melakukannya
jika ada rasa
kesemutan,
kesemutan
dapat
berkurang.
- Pernah
merendam kaki
dengan air
hangat.
- Di rumah
kadang
memakai alas
kaki kadang
tidak.
- Akan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
menggunakan
pelembab pada
kaki.
- Setiap hari
sudah minum
obat secara
teratur.
O:
- TD= 120/70
mmHg
- GDS= 417
mg/dl
A: TUK 1-5 tercapai,
namun diet masih
belum patuh.
P:
- Monitor diet
- Evaluasi senam
kaki
- Evaluasi
perawatan kaki
- TUK 1-5
diagnosa
perilaku
cenderung
berisiko
11/6 1. Memonitoring diet S: Kurniasih
Pertemuan 2. Mengevaluasi senam - Makan kadang
ke- 7 kaki baik kadang
3. Mengevaluasi tidak
perawatan kaki - Senam kaki
4. Menjelaskan TUK 1-5 dilakukan setiap
diagnosa perilaku hari dan rasa
kesehatan cenderung kesemutan
berisiko sudah
berkurang
- Perawatan kaki
sekadar
menggunakan
sepatu atau
sendal jika
keluar rumah
namun di dalam
rumah belum
menggunakann
ya, hanya hati-
hati saja dalam
berjalan.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
- Merokok:
menghisap
rokok, isinya
zat-zat nikotin,
tar.
- Akibat: kanker,
jantung, sesak
napas
- Rokok bahaya,
mau mencoba
untuk
mengurangi.
- Cara
mengurangi
rokok: coba
kurangi perhari.
- Cara perawatan:
olahraga,
makan buah dan
sayur, cari
kesibukan yang
bermanfaat.
- Coba untuk
mulai
menjauhkan
bungkus rokok.
- Sudah ke
pelayanan
kesehatan
sebulan sekali.
O:
- TD= 120/80
mmHg
- Keluarga
mengerti
penkes tentang
rokok dan
antusias untuk
mencoba
mengurangi
rokok.
A:
- TUK 3
manajemen diet
belum
sepenuhnya
dipatuhi, senam
kaki dan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
perawatan kaki
sudah baik.
- TUK 1-4
diagnosa
perilaku
kesehatan
cenderung
berisiko
tercapai.
P:
- Monitor diet
- Evaluasi senam
kaki
- Evaluasi
perilaku
merokok
- TUK 1-5
diagnosa
koping individu
tidak efektif
15/6 1. Memonitoring diet S: Kurniasih
Pertemuan 2. Mengevaluasi senam - Makan nasi
ke- 8 kaki padang 1 porsi,
3. Mengevaluasi makan soto
perilaku merokok ayam, nasi juga
4. Menjelaskan TUK 1- tidak ditakar,
5 diagnosa koping pagi hari
individu tidak efektif kemudian
makan bubur
seporsi, lalu
diselingi makan
nasi uduk
- Senam kaki
dilakukan setiap
hari dan
sekarang sudah
tidak
kesemutan.
- Sudah
mengurangi
rokok,
sebelumnya
habis 1
bungkus, akhir-
akhir ini pasti
tidak habis 1
bungkus.
- Stres: keadaan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
tubuh yang
tidak seperti
biasanya
mungkin ada
tekanan.
- Penyebab:
memikirkan
penyakit,
masalah
keluarga.
- Tanda dan
gejala: susah
konsentrasi,
gula darah dan
tekanan darah
naik, susah
tidur.
- Akibat:
kambuhnya
penyakit, malas
kerja.
- Cara mengatasi:
nafas dalam dan
akan bercerita
tentang masalah
kepada orang
terdekat.
O:
- GDS= 443
mg/dl
- TD= 120/80
mmHg
- Keluarga
mengerti
tentang koping
efektif akibat
stres.
A:
- Diet belum
sepenuhnya
dipatuhi
- Senam kaki
berhasil
- TUK 1-4
diagnosa
koping individu
tidak efektif
tercapai.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
P:
- Monitor diet
- Evaluasi
sumatif
diagnosa
ketidakefektifan
manajemen
kesehatan diri.
- Evaluasi
perilaku
merokok
- Evaluasi
manajemen
stres
18/6 1. Memonitoring diet S: Kurniasih
Pertemuan 2. Mengevaluasi sumatif - Mematuhi
ke- 9 diagnosa kembali
ketidakefektifan manajemen diet
manajemen kesehatan yang disarankan
diri karena kemarin
3. Mengevaluasi sempat tinggi
perilaku merokok gula darahnya
4. Mengevaluasi takut
manajemen stres komplikasi
seperti dulu
yaitu kebutaan.
- Gula darah
diatas 200
- Penyebabnya:
keturunan,
makanan tidak
terkontrol dan
stres,
- Tanda dan
gejala: sering
haus, sering
buang air kecil
serta gatal-
gatal,
- Akibat: luka
tidak sembuh,
kesemutan dan
baal serta sakit
jantung;
- Cara perawatan:
diet, minum
obat teratur,
perawatan kaki,

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
senam kaki,
olahraga, dan
kontrol gula
darah minimal
sebulan sekali
- Sudah banyak
mengurangi
rokok, sekarang
sehari hanya
batang saja.
- Hanya stres
ringan, karena
kecapean jadi
nafas dalam,
kalau ada
masalah sudah
coba
diceritakan ke
istri.
O:
- Dapat
menyebutkan
kembali definisi
DM
- Dapat
menyebutkan 3
dari 5 penyebab
DM
- Dapat
menyebutkan 3
dari 5 tanda dan
gejala DM
- Dapat
menyebutkan 3
dari 7 akibat
DM
- Dapat
menyebutkan 6
dari 6 cara
perawatan DM
- TD= 120/80
mmHg
- Terlihat
sebatang rokok
tidak langsung
dihabiskan
dalam sekali
waktu.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
A:
- TUK 1-5
diagnosa
ketidakefektifan
manajemen
kesehatan diri
tercapai.
- Perilaku
merokok sudah
berkurang.
- Koping sudah
mulai baik yaitu
sudah bercerita
tentang masalah
dengan orang
terdekat.
P:
- Monitor diet
- Evaluasi
sumatif
diagnosa
perilaku
kesehatan
cenderung
berisiko.
- Evaluasi
sumatif
diagnosa
koping individu
tidak efektif.
- Terminasi
22/6 1. Memonitoring diet S: Kurniasih
Pertemuan 2. Mengevaluasi sumatif - Makannya baik
ke- 10 diagnosa perilaku kembali karena
kesehatan cenderung pada kunjungan
berisiko. lalu, gulanya
3. Mengevaluasi sumatif tinggi sekali
diagnosa koping - Rokok sudah
individu tidak efektif. sangat banyak
4. Memotivasi keluarga dikurangi.
untuk menjalankan - Sudah bercerita
cara-cara perawatan jika ada
yang telah diajarkan masalah
selama kunjungan. - Akan
5. Melakukan terminasi. menjalankan
terus cara-cara
perawatan yang
telah diajarkan

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013
O:
- GDS= 318
mg/dl
- TD= 120/80
mmHg
A:
- TUK 1-5
ketidakefektifan
manajemen
kesehatan diri
berhasil
- TUK 1-4
diagnosa
perilaku
kesehatan
cenderung
berisiko
berhasil.
- TUK 1-4
diagnosa
koping individu
tidak efektif
berhasil.
P:
- Memberikan
catatan atau
ringkasan
berupa hal-hal
yang harus
dilakukan (hal-
hal yang telah
diajarkan)
untuk Bpk M.

Analisis praktik.., Kurniasih, FIK UI, 2013