You are on page 1of 24

TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS STAF

Pola ketenagaan adalah sebagai acuan untuk menyusun suatu unit kerja baik jumlah tenaga dalam
unit tertentu, jadwal dinas tiap tiap bagian, kualifikasi/kecakapan tenaga kerja maupun pendidikan
tenaga kerja. Dalam pengaturan jadwal dinas perlu diperhatikan antara jumlah tenaga dengan beban
kerja sehingga operasional tetap dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan overload bagi pekerja
tersebut. Jumlah pegawai di setiap bagian dipengaruhi oleh : jumlah shift, jenis pekerjaan, beban
kerja, jumlah
pegawai yang libur maupun cuti. Penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan di RS. XXXXX
berdasarkan standar Depkes RI tahun 2005. Adapun jumlah pegawai di tiap-tiap bagian adalah
sebagai berikut :

4.1. Bagian Medis dan Keperawatan
Manajer Keperawatan Tertinggi dipimpin oleh Kepala Bidang Keperawatan. Kepala Bidang
Keperawatan menaungi dan membawahi langsung tenaga keperawatan di setiap unit pelayanan
keperawatan di rumah sakit yang terdiri dari Kepala Seksi, Perawat Primer/Perawat Penanggung
Jawab, Asisten, Perawat Pelaksana/Perawat Associated, Perawat scrub, Perawat circulator, Perawat
monitoring, Perawat Anastesi, Bidan, Bidan Pelaksana dan Information Nurse (IN). Unit pelayanan
keperawatan Rumah Sakit XXXXX terdiri dari :
Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan Gawat Darurat
Pelayanan Rawat Inap
Pelayanan Keperawatan Khusus

4
Tugas pokok dari Kepala Bagian Keperawatan adalah sebagai berikut :
Menyusun misi, falsafah dan tujuan pelayanan keperawatan mengacu pada visi dan misi rumah
sakit
Menyusun rencana kegiatan tahunan
Menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) pelayanan keperawatan, Standar Asuhan
Keperawatan, Standar Ketenagaan dan fasilitas
Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan
Menyusun program pengendalian mutu pelayanan keperawatan
Menyusun uraian tugas tenaga keperawatan
Menyusun dan melaksanakan program orientasi bagi perawat baru bekerjasama dengan bagian
Diklat
Menyusun program mutasi, pengangkatan, pemberhentian, penerimaan dan pembinaan tenaga
keperawatan yang diketahui oleh Direktur
Menyusun model penugasan keperawatan
Menyusun dan melaksanakan program pengembangan staf
Menyusun dan melaksanakan penilaian kinerja tenaga keperawatan/kebidanan

Menyusun dan menetapkan sistim penjadwalan
Menyusun dan menganalisa kebutuhan logistik keperawatan/kebidanan
Merencanakan, mengorganisasi, menggerakkan, mengawasi pelaksanaan asuhan keperawatan,
mutu keperawatan dan etika keperawatan
Melaksanakan pembinaan etika profesi perawat dan bidan

Melaksanakan supervisi dan pembinaan secara berkala atau sewaktu-waktu ke ruangan agar tujuan
asuhan keperawatan yang ingin dicapai tetap terjamin
Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan rencana tindak lanjut
Mengadakan rapat dengan Kepala Seksi satu kali setiap bulan atau sewaktu- waktu bila
diperlukan
Melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait dalam manajemen tenaga keperawatan
4.1.2. Pelayanan Rawat Jalan
a. Tugas Pokok Kepala Seksi
Bersama dengan Kepala Bidang Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga, fasilitas dan peralatan
dan menyusun SPO pelayanan keperawatan
Mengatur pembagian tugas jaga perawat (jadwal dinas)
Bersama dengan Kepala Bidang Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja,
mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruangan
Melakukan kegiatan administrasi dan surat-menyurat
Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan di ruangan
Mengatur penggunaan dan pemeliharaan logistik yang dibutuhkan agar selalu siap pakai
Melakukan pertemuan rutin dengan semua perawat setiap bulan untuk membahas semua
kebutuhan di ruangan
Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di
ruangan Rumah Sakit XXXXX dengan menggunakan format orientasi
Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan
Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim
kesehatan lain, antara lain Kepala Seksi mengingatkan kembali pasien/keluarga tentang perawat/tim
yang bertanggung jawab terhadap mereka di ruang yang bersangkutan

b. Asisten Kepala Seksi
Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir
Menetapkan rencana Asuhan Keperawatan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan
hasil pengkajian
Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien/ keluarga

Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan laboratorium

pengobatan dan perawatan pasien terutama bila ada perubahan tindakan kepada unit yang bersangkutan dan kebutuhan Membantu ketenagaan di ruang poliklinik bila dibutuhkan dalam situasi mendesak 4. Tugas pokok Kepala Seksi/Kepala Ruangan Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga. Pelayanan Rawat Inap a.1. fasilitas dan peralatan dan menyusun SPO pelayanan keperawatan Mengatur pembagian tugas jaga Perawat (jadwal dinas) Bersama dengan Kepala Bidang Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja.3.Memelihara kebersihan ruangan Mengikuti pertemuan yang diadakan di ruangan c. obat dan tentang pasien selama perawatan pasien di ruang poliklinik ke Sistem Informasi Rumah Sakit (Program Tera-Medik). laboratorium pengobatan dan tindakan Berperan serta dalam memberikan pendidikan kesehatan pada pasien/keluarga Melakukan inventarisasi fasilitas yang terkait dengan timnya Membantu tim lain yang membutuhkan Mendampingi pasien saat dokter melakukan pemeriksaan d. Melakukan peresepan alat kesehatan dan obat di ruang poliklinik Bertanggung-jawab pada input alat kesehatan. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruangan . Information Nurse (IN) Menerima informasi tentang pasien mengenai obat–obatan dan alat kesehatan yang digunakan selama proses pemeriksaan. pengobatan dan perawatan pasien di ruang poliklinik. Tugas pokok Perawat Pelaksana/Perawat Associate/PA Melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan SPO Membina hubungan terapeutik dengan pasien/keluarga Menerima pasien rawat jalan/rawat inap dan memberikan informasi berdasarkan format orientasi pasien/keluarga Melakukan tindakan keperawatan pada pasien berdasarkan Renpra Melakukan evaluasi dan mengidentifikasi masalah mutu Asuhan Keperawatan terhadap tindakan yang telah dilakukan dan mendokumentasikannya pada format yang tersedia Memeriksa kerapian dan kelengkapan status keperawatan Membuat pelaporan pergantian dinas dan selesai di paraf Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik. Bertanggung-jawab untuk mengkonfirmasi ulang tentang tindakan pemeriksaan.

Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan perkembangan pasien setiap hari Melakukan pertemuan dengan pasien/ keluarga minimal setiap 2 hari untuk membahas kondisi keperawatan pasien (bergantung kondisi pasien) Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien/keluarga Membantu perencanaan pulang Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan laboratorium Memelihara kebersihan ruangan Mengikuti pertemuan yang diadakan di ruangan c. infeksi dan non-infeksi) Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruangan Rumah Sakit XXXXX dengan menggunakan format orientasi Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim kesehatan lain. Tugas pokok Perawat Primer/PP/Perawat Penanggung Jawab Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir Menetapkan rencana asuhan keperawatan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian Menjelaskan Renpra yang sudah ditetapkan kepada PA di bawah tanggung jawabnya sesuai pasien yang dirawat (preconference) Melakukan kontrak dengan pasien/keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik. antara lain Kepala Seksi mengingatkan kembali pasien/keluarga tentang perawat/tim yang bertanggung jawab terhadap mereka di ruang yang bersangkutan b.Melaksanakan pembinaan terhadap PP dan PA dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan sesuai dengan MPKP serta Mahasiswa keperawatan yang sedang berpraktek Melakukan kegiatan administrasi dan surat-menyurat Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan di ruangan Mengatur penggunaan dan pemeliharaan logistik yang dibutuhkan agar selalu siap pakai Melakukan pertemuan rutin dengan semua perawat setiap bulan untuk membahas semua kebutuhan di ruangan Memeriksa kelengkapan persediaan status keperawatan minimal lima (5) set setiap hari Membuat peta risiko (menempatkan pasien di Ruang Rawat Inap menurut tingkat kegawatan. Hubungan ini dibina secara terus-menerus pada saat melakukan pengkajian/tindakan kepada pasien/keluarga. Tugas pokok Perawat Pelaksana/Perawat Associate/PA Membaca Renpra yang telah ditetapkan PP Melaksanakan Asuhan Keperawatan sesuai dengan SPO .

Melakukan peresepan alat kesehatan dan obat di ruang rawat inap .Membina hubungan terapeutik dengan pasien /keluarga. laboratorium pengobatan dan tindakan Berperan serta dalam memberikan pendidikan kesehatan pada pasien/keluarga yang dilakukan oleh PP Melakukan inventarisasi fasilitas yang terkait dengan timnya Membantu tim lain yang membutuhkan Memberikan resep dan menerima obat dari keluarga pasien yang menjadi tanggungjawabnya dan berkoordinasi dengan PP d. Information Nurse (IN) Menerima informasi tentang pasien mengenai obat–obatan dan alat kesehatan yang digunakan selama proses perawatan pasien di ruang rawat inap. sebagai lanjutan kotrak yang sudah dilakukan PP Menerima pasien baru (kontrak) dan memberikan informasi berdasarkan format orientasi pasien/keluarga jika PP tidak ada di tempat Melakukan tindakan keperawatan pada pasiennya berdasarkan Renpra Melakukan evaluasi dan mengidentifikasi masalah mutu asuhan keperawatan terhadap tindakan yang telah dilakukan dan mendokumentasikannya pada format yang tersedia Mengikuti visite dokter bila PP tidak di tempat Memeriksa kerapian dan kelengkapan status keperawatan Membuat pelaporan pergantian dinas dan selesai di paraf Mengomunikasikan kepada PP/PJ dinas bila menemukan masalah yang perlu diselesaikan Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik.

Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat . Pelayanan Gawat Darurat : a. Tugas Asisten/Perawat Penanggung Jawab Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir Menetapkan rencana asuhan keperawatan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian dan sesuai dengan SPO Melakukan hubungan terapeutik dengan pasien/keluarga pada saat melakukan pengkajian/tindakan gawat darurat kepada pasien/keluarga.Bertanggung-jawab pada input alat kesehatan.4. mencatat dan melaporkan tanda–tanda vital pasien pada dokter Melaksanakan dan meneruskan pengobatan sesuai dengan instruksi dokter Membuat laporan kegiatan IGD antara lain : o Rekapitulasi harian o Laporan bulanan o Rekapitulasi pemanfaatan RS Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim kesehatan lain. obat dan tentang pasien selama perawatan pasien di ruang Rawat Inap ke Sistem Informasi Rumah Sakit (Program Tera-Medik).1. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruangan Mengenal jenis dan penggunaan barang-barang. fasilitas dan peralatan dan menyusun SPO pelayanan keperawatan Mengatur pembagian tugas jaga perawat (jadwal dinas) Bersama dengan Kepala Bidang Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja. Tugas pokok Kepala Seksi/Kepala Ruangan Bersama dengan Kepala BidangKeperawatan menyusun kebutuhan tenaga. antara lain Kepala Seksi mengingatkan kembali pasien/keluarga tentang perawat/tim yang bertanggung jawab terhadap mereka di ruang yang bersangkutan Melaksanakan serah terima tanggung jawab dengan pengganti dinas secara langsung b. Bertanggung-jawab untuk mengkonfirmasi ulang tentang tindakan pengobatan dan perawatan terutama bila ada perubahan tindakan kepada unit yang bersangkutan dan kebutuhan Membantu ketenagaan di ruang rawat inap bila dibutuhkan dalam situasi mendesak 4. alat dan mengusahakannya sesuai dengan kebutuhan di IGD Menerima dan meneliti pasien untuk segera mendapatkan pertolongan dengan cepat sesuai dengan kasusnya Membantu Kepala IGD dalam membuat perencanaan kegiatan dan kebutuhan IGD Membantu Kepala IGD dalam hal monitoring dan evaluasi kegiatan IGD Mengamati.

Melaksanakan perawatan kepada pasien dalam keadaan gawat.Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien/keluarga Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan penunjang Membantu tim kesehatan dalam menaganani kasus pelayanan keperawatan dan upaya meningkatkan mutu pelayanan IGD Mengikuti pertemuan berkala yang diajukan oleh Dokter Kepala IGD dan Kasie Keperawatan IGD Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan dengan mengikuti pertemuan ilmiah Melaksanakan dan memilihara sistem pencatatan dan pelaporan dalam pelayaan keperawatan yang benar sehingga tercipta suatu sistem informasi RS yang dapat dipercaya dan akurat. Melaksanakan serah terima dengan petugas pengganti baik lisan maupun tulisan pada saat pergantian dinas. luka. merawat jenazah sesuai dengan prosedur dan peraturan yag berlaku Memegang teguh rahasia jabatan Memelihara kebersihan ruang IGD c. peraturan. dan tata tertib yang berlaku di rumah sakit Mengkaji kebutuhan dan masalah pasien Memberikan rasa aman kepada pasien dengan cara mencegah terjadinya bahaya kecelakaan. laboratorium pengobatan dan tindakan Berperan serta dalam memberikan pendidikan kesehatan pada pasien/keluarga dan membina hubungan terapeutik dengan pasien/keluarga Menyiapkan fasilitas dan lingkungan untuk kelancaran pelayanan dan memindahkan pasien dalam menerima pelayanan Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku Memelihara peralatan medis agar selalu dalam keadaan siap pakai Melaksanakan program orientasi kepada pasien tentang IGD dan lingkungannya. komplikasi khususnya kepada pasien dengan gangguan kesadaran Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai penyakitnya . Tugas pokok Perawat Pelaksana Melaksanakan Asuhan Keperawatan sesuai dengan SPO Melakukan tindakan keperawatan pada pasien berdasarkan Renpra dan sesuai dengan program pengobatan dokter Melakukan evaluasi dan mengidentifikasi masalah mutu Asuhan Keperawatan terhadap tindakan yang telah dilakukan dan mendokumentasikannya pada format yang tersedia Membuat pelaporan pergantian dinas dan selesai di paraf Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik.

pengobatan dan perawatan pasien di IGD. pengobatan dan perawatan pasien di IGD ke Sistem Informasi Rumah Sakit (Program Tera-Medik) Bertanggung jawab untuk mengkonfirmasi ulang tentang tindakan pengobatan dan perawatan terutama bila ada perubahan tindakan kepada unit yang bersangkutan dan kebutuhan Membantu ketenagaan di IGD bila dibutuhkan dalam situasi mendesak 4. Information Nurse (IN) Menerima informasi tentang pasien mengenai obat – obatan dan alat kesehatan yang digunakan selama proses pemeriksaan. obat dan tentang pasien selama proses pemeriksaan. Pelayanan Keperawatan Khusus : Ruang ICU/ICCU a. merawat jenazah sesuai dengan prosedur dan peraturan yag berlaku Memegang teguh rahasia jabatan d. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruangan perawatan intensif Melaksanakan pembinaan terhadap PP dan PA dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan sesuai dengan MPKP serta Mahasiswa keperawatan yang sedang berpraktek Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas.Melakukan pertolongan pada pasien dalam keadaan darurat secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan serta petunjuk yang berlaku dan melaporkannya Menciptakan hubungan kerja sama dengan baik dengan tim kesehatan yang lain dalam lingkungan IGD Membantu tim kesehatan dalam menaganani kasus pelayanan keperawatan dan upaya meningkatkan mutu pelayanan IGD Mengikuti pertemuan berkala yang diajukan oleh Dokter Kepala IGD dan Kasie Keperawatan IGD Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan dengan mengikuti pertemuan ilmiah Melaksanakan dan memilihara sistem pencatatan dan pelaporan dalam pelayaan keperawatan yang benar sehingga tercipta suatu sistem informasi RS yang dapat dipercaya dan akurat. Melaksanakan serah terima dengan petugas pengganti baik lisan maupun tulisan pada saat pergantian dinas. Melakukan peresepan alat kesehatan dan obat di IGD Bertanggung jawab pada input alat kesehatan. Tugas pokok Kepala Seksi/Kepala Ruangan Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga. pemeliharaan logistik yang dibutuhkan di ruangan perawatan intensif Melakukan pertemuan rutin dengan semua Perawat setiap bulan untuk membahas semua kebutuhan di ruangan intensif .4. fasilitas dan peralatan dan menyusun Protap/SOP pelayanan keperawatan Mengatur pembagian tugas jaga Perawat (jadwal dinas) di ruang perawatan intensif Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja.1. Melaksanakan perawatan kepada pasien dalam keadaan gawat.

antara lain Kepala Seksi mengingatkan kembali pasien/keluarga tentang Perawat/tim yang bertanggung jawab terhadap mereka di ruang yang bersangkutan Membuat laporan pelaksanaan kegiatan di ruangan perawatan intensif b. Tugas Asisten/Perawat Penanggung Jawab/PP . infeksi dan non-infeksi) Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruangan Rumah Sakit XXXXX dengan menggunakan format orientasi Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan perawatan intensif Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim kesehatan lain.Membuat peta resiko (menempatkan & mengelompokkan pasien di Ruang Rawat Inap menurut tingkat kegawatan.

Hubungan ini dibina secara terus-menerus pada saat melakukan pengkajian/tindakan kepada pasien/keluarga.Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir Menetapkan rencana Asuhan Keperawatan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian Menjelaskan Renpra yang sudah ditetapkan kepada PA di bawah tanggung jawabnya sesuai pasien yang dirawat (preconference) Melakukan kontrak dengan pasien/keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik. laboratorium pengobatan dan tindakan . Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan perkembangan pasien setiap hari Melakukan pertemuan dengan pasien/ keluarga minimal setiap 2 hari untuk membahas kondisi keperawatan pasien (bergantung kondisi pasien) Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien/keluarga Membantu perencanaan pulang Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan laboratorium Memelihara kebersihan ruangan perawatan intensif Mengikuti pertemuan yang diadakan di ruangan perawatan intensif c. Tugas Pokok Perawat Pelaksana/Perawat Associate/PA Membaca Renpra yang telah ditetapkan PP Melaksanakan Asuhan Keperawatan sesuai dengan Protap/SOP Membina hubungan terapeutik dengan pasien/keluarga. sebagai lanjutan kotrak yang sudah dilakukan PP Menerima pasien baru (kontrak) dan memberikan informasi berdasarkan format orientasi pasien/keluarga jika PP tidak ada di tempat Melakukan tindakan keperawatan pada pasiennya berdasarkan Renpra Melakukan evaluasi dan mengidentifikasi masalah mutu Asuhan Keperawatan terhadap tindakan yang telah dilakukan dan mendokumentasikannya pada format yang tersedia Mengikuti visite Dokter dan pelayanan tindakan medis Memeriksa kerapian dan kelengkapan status keperawatan Membuat pelaporan pergantian dinas dan selesai di paraf Mengomunikasikan kepada PP/ PJ dinas bila menemukan masalah yang perlu diselesaikan Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik.

berdasarkan bobot diajukan ke personalia agar pelayanan keperawatan Kamar Bedah berjalan lancar. obat dan tentang pasien selama perawatan pasien di ruang perawatan intensif ke PMO Bertanggung jawab untuk mengkonfirmasi ulang tentang tindakan pengobatan terutama bila ada perubahan tindakan kepada unit yang bersangkutan dan kebutuhan Membantu ketenagaan di ruang perawatan intensif bila dibutuhkan dalam situasi mendesak Ruang OK a.Berperan serta dalam memberikan pendidikan kesehatan pada pasien / keluarga yang dilakukan oleh PP Melakukan inventarisasi fasilitas yang terkait dengan timnya Membantu tim lain yang membutuhkan Memberikan resep dan menerima obat dari keluarga pasien yang menjadi tanggungjawabnya dan berkoordinasi dengan PP Memelihara kebersihan pasien. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruangan perawatan Kamar Bedah Membuat usulan kebutuhan tenaga keperawatan. Melakukan peresepan alat kesehatan dan obat di ruang perawatan intensif Bertanggung jawab pada input alat kesehatan. ruangan dan lingkungan di ruang perawatan intensif d. Information Nurse (IN) Menerima informasi tentang pasien mengenai obat – obatan dan alat kesehatan yang digunakan selama proses perawatan pasien di ruang perawatan intensif. Tugas Asisten/Perawat Penanggung Jawab Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir Menginventarisasikan obat–obat di formasi sesuai konsinyasi di Kamar Bedah . dan kebersihan lingkungan di Kamar Bedah. Membuat usulan kebutuhan obat – obatan / alat kesehatan untuk kebutuhan Kamar Bedah sehari – hari Menilai ketertiban. Tugas pokok Kepala Seksi/Kepala Ruangan Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga. Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruangan Rumah Sakit XXXXX dengan menggunakan format orientasi Membuat usulan pemberian penghargaan untuk menigkatkan semangat kerja di Kamar Bedah Melakukan pertemuan rutin dengan semua perawat setiap bulan untuk membahas semua kebutuhan di ruangan kamar bedah b. fasilitas dan peralatan dan menyusun Protap/SOP pelayanan keperawatan di Kamar Bedah Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja. keamanan.

meja operasi lengkap. suction pump/diatermi.Menjaga kebersihan/kesterilan kamar bedah Membantu dalam melaksanakan operasi sebagai asisten dokter di kamar bedah Menginventarisasikan alat–alat medis setiap kamar bedah Membuat jadwal dinas setiap bulannya Membuat konfirmasi orderan apotik/logistik setiap minggu Melaporkan ke bagian teknisi setiap alat–alat medis yang rusak c. Tugas pokok Perawat Instrumen/Scrub Sebelum Pembedahan o Menyiapkan ruangan operasi dalam keadaan siap pakai meliputi : kebersihan ruang operasi dan peralatan. meja maya/instrumen. dll o Menentukan daerah yang akan dilakukan pembedahan dengan sebelumnya menanyakan pada ahli bedah o Mendesinfeksi daerah yang akan dilakukan insisi dengan menggunakan lanitar desinfektan. alat medis yang sesuai tindakan pembedahan o Menyiapkan set instrumen steril jenis pembedahan o Mencuci tangan dengan tehnik steril Saat Pembedahan o Menggunakan gaun operasi dan sarung tangan dengan tehnik steril o Memeriksa dan menghitung alat instrumen yang digunakan yang tersedia di meja instrumen o Memberitahu tim bedah yang lain serta perawat sirkular hasil perhitungan alat instrumen. kain kasa. misal : bethadin solution atau alkohol o Membantu asisten bedah untuk menutup daerah yang non steril pada daerah sekitar insisi pembedahan dengan menggunakan doek steril .

o Menyiapkan alat – alat pembedahan yang akan digunakan sesuai dengan tindakan pembedahan misalnya : selang suction. kain kasa dan jarum pada ahli bedah dan Perawat sirkular o Menyiapkan cairan untuk mencuci luka o Membersihkan kulit sekitar luka setelah luka dijahit dan menutup dengan kaca yang diberi larutan bethadin o Menutup luka dengan kasa steril o Menyiapkan bahan pemeriksaan laboratorium/patologi Setelah pembedahan o Menfiksasi drain dan kateter o Membersihkan dan memeriksa adanya kerusakan kulit pada daerah yang dipasang electroda/kontak badan o Menggantikan alat tenun. diatermi o Mengingatkan dan bekerja sama dengan ahli bedah bila terjadi penyimpangan tehnik steril dalam pembedahan o Membantu ahli bedah dalam melaksanakan pembedah dan memberi instrumen yang dibutuhkan oleh ahli bedah untuk memberi kenyamanan bekerja pada tim bedah o Menjaga agar alat instrument tetap steril dengan membersihkan instrument dari darah dalam pembedahan agar alat tetap siap pakai o Memberitahu pada ahli bedah / ahli anastesi bila terjadi kehilangan cairan tubuh yang berlebihan o Menghitung kain kasa. Tugas Pokok Perawat Sirkuler/Circulating Nurse Sebelum Pembedahan o Menerima pasien yang akan dibedah o Memeriksa dengan menggunakan formulir check list meliputi Kelengkapan dokumen medis antara lain : . baju pasien dan penutup serta memindahkan pasien dari meja operasi ke kereta dorong/brancard o Memeriksa dan menghitung semua instrumen yang digunakan sebelum dikeluarkan dari kamar operasi o Menyerahkan alat instrumen yang digunakan kepada petugas CSSD o Memeriksa ulang catatan dan dokumentasi pembedahan dalam keadaan lengkap o Membersihkan kamar operasi setelah tindakan pembedahan selesai agar siap pakai d. jarum dan instrumen sebelum luka ditutup lapis demi lapis o Memberitahu hasil perhitungan jumlah alat.

.

fasilitas yang ada di dalam kamar bedah antara lain : lampu operasi dan mesin pembiusan.Izin operasi / SPTM Hasil pemeriksaan laboratorium terakhir Hasil pemeriksaan radiologi + foto rontgen Hasil pemeriksaan ahli anastesi + pra visit anastesi Hasil konsultasi ahli lain sesuai kebutuhan Kelengkapan obat – obatan. suhu. tim bedah yang akan menolong. tahap – tahap anastesi Saat Pembedahan o Mengatur posisi pasien sesuai jenis pembedahan o Membuat set steril dengan memperhatikan tehnk aseptik o Mengigatkan tim bedah jika mengetahui adanya penyimpangan penerapan tehnik aseptik o Menyikatkan tali jas steril tim bedah o Membantu. nadi . persediaan darah bila diperlukan o Memeriksa persiapan fisik o Melakukan serah terima pasien dan perlengkapan sesuai isian check list dengan perawat ruangan o Memberikan penjelasan ulang pada pasien sebatas kewenangan tentang tindakan pembedahan yang akan dilakukan. bersama Perawat instrumen agar tidak tertinggal dalam tubuh pasien sebelum operasi ditutup Setelah Pembedahan o Membersihkan dan merapikan pasien yang selesai dilakukan pembedahan Memindahkan pasien dari meja operasi ke kereta dorong yang telah disediakan o Mengukur dan mencatat tanda vital : pernafasan. alat kesehatan. mengukur dan mencatat kehilangan darah dan cairan dengan cara mengetahui jumlah produksi urin. jumlah cairan yang hilang o Melaporkan hasil pemantauan dan pencetakan kepada ahli anastesi o Menghubungi petugas penunjang medis (petugas radiologi. cairan. petugas laboratorium) o Mengumpulkan dan menyiapkan bahan pemeriksaan o Menghitung dan mencatat pemakaian kain kasa. jumlah perdarahan. bekerja sama dengan Perawat instrumen o Mengukur dan mencatat tanda vital o Mengambil instrumen yang jatuh dengan menggunakan alat dan memisahkan dari instrumen yang steril o Memeriksa kelengkapan instrumen dan kain kasa. tekanan darah.

menghitung dan meneliti obat – obatan serta cairan yang diberikan pada pasien o Memeriksa kelengkapan dokumen medik antara lain : Laporan pembedahan Laporan anastesi Laporan pasca bedah Pengisian formulir Patologi Anatomi (PA) o Mendokumentasikan tindakan keperawatan selama pembedahan antara lain : Identitas pasien Nama Pasien Umur No. Rekam Medik Nama Tim Bedah Waktu dan Lama Pembedahan Jenis Pembedahan Jenis Kasus (Operasi bersih. instruksi pasca bedah Keadaan umum pasien Obat – obatan dan resep baru o Membantu dan membersihkan kamar bedah setelah tindakan pembedahan selesai e. operasi kotor. memberikan stimulus.o Mengukur tingkat kesadaran dengan cara memanggil nama pasien. memeriksa reaksi pupil o Mencatat. Perawat Anastesi Sebelum Pembedahan . operasi bersih tercemar) Tempat Tindakan Urutan Jadwal Tindakan Pembedahan Masalah yang timbul selama pembedahan Tindakan yang dilakukan Hasil evaluasi o Melakukan serah terima dengan Perawat Ruang Rawat / petugas RR tentang : Kelengkapan dokumen medik.

dengan cara mempertahankan posisi kepala tetap extensi. kunci meja operasi. boog kepala. pernafasan. standart tangan. mengisap lendir. mempertahanakan endotracheal o Memenuhi keseimbangan O2 dan CO2 dengan cara memantau flowmeter pada mesin anastesi o Mempertahankan keseimbangan cairan dengan cara mengukur dan memantau cairan tubuh yang hilang selama pembedahan o Memonitoring tanda–tanda vital o Memberi obat–obatan sesuai program pengobatan o Melaporkan hasil pemantauan kepada dokter anastesi/bedah o Menjaga keamanan pasien dari bahaya jatuh o Menilai hilangnya efek obat anastesi pada pasien o Melakukan resusitasi pada kasus henti jantung Sesudah Pembedahan o Mempertahankan jalan nafas pasien o Memantau tanda – tanda vital untuk mengetahui sirkulasi. standart infus o Mengatur posisi meja operasi sesuai tindakan operasi o Memasang infus/transfusi darah bila diperlukan o Memberikan premedikasi sesuai program Dokter anastesi o Memonitoring tanda vital dan menilai kembali kondisi fisik pasien o Memindahkan pasien ke meja operasi dan memasang sabuk penyaman o Menyiapkan obat–obatan anastesi dan membantu Dokter dalam proses pembiusan Saat Pembedahan o Membebaskan jalan nafas.o Melakukan kunjungan pra anastesi untuk menilai status fisik pasien sebatas wewenang dan tanggung jawabnya o Menerima pasien di ruang penerimaan kamar operasi o Menyiapkan alat dan mesin anastesi dan kelengkapan formulir anastesi o Menilai kembali fungsi dan keadaan mesin anastesi dan alat monitoring o Menyiapkan kelengkapan meja operasi antara lain : penyikat meja operasi. dan keseimbangan cairan o Memantau tingkat kesadaran dan reflek pasien o Memantau dan mencatat tentang perkembangan pasien perioperatif .

o Menilai respon pasien terhadap efek obat anastesi .

o Memindahkan pasien ke RR (Recovery Room) atau ruang rawat. fasilitas dan peralatan dan menyusun SPO pelayanan keperawatan/kebidanan Mengatur pembagian tugas jaga perawat/bidan (jadwal dinas) Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja. selama. bila kondisi stabil atas izin dokter anastesi o Melengkapi catatan perkembangan pasien sebelum. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di Ruang kebidanan Melaksanakan pembinaan terhadap Bidan dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan sesuai dengan MPKP serta Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang sedang berpraktek Melakukan kegiatan administrasi dan surat-menyurat . Information Nurse (IN) Menerima informasi tentang pasien mengenai obat – obatan dan alat kesehatan yang digunakan selama operasi. Tugas pokok Kepala Seksi/Kepala Ruangan Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga. obat dan tentang pasien selama operasi ke Tera Medik Bertanggung jawab untuk mengkonfirmasi ulang tentang tindakan operasi terutama bila ada perubahan tindakan kepada unit yang bersangkutan (ruangan) dan kebutuhan Bertanggung jawab untuk konfirmasi ulang jadwal operasi ke ruangan. konfirmasi pasien datang ke kamar bedah Bertanggung jawab untuk menghubungi operator dan anastesi tentang keberadaan ruang operasi Membantu ketenagaan di instalasi bedah (operasi) bila dibutuhkan dalam situasi mendesak Ruang VK a. dan sesudah pembiusan o Merapikan dan mengembalikan alat–alat anastesi ke tempat semula agar siap pakai f. Melakukan peresepan alat kesehatan dan obat Bertanggung jawab pada input alat kesehatan.

Hubungan ini dibina secara terus-menerus pada saat melakukan pengkajian/tindakan kepada pasien/ keluarga. Tugas pokok Bidan Penanggung Jawab Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir Menetapkan rencana Asuhan Keperawatan/Kebidanan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian Menjelaskan Renpra yang sudah ditetapkan kepada Bidan di bawah tanggung jawabnya sesuai pasien yang dirawat (preconference) Melakukan kontrak dengan pasien/keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik. Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien/ keluarga Membantu perencanaan pulang Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan laboratorium Memelihara kebersihan ruangan Mengikuti pertemuan yang diadakan di ruangan kebidanan Ruang Haemodialisa/HD a. fasilitas dan peralatan dan menyusun SPO pelayanan keperawatan . Tugas pokok Kepala Seksi/Kepala Ruangan Dialysis Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga.Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan di ruangan kebidanan Mengatur penggunaan dan pemeliharaan logistik yang dibutuhkan agar selalu siap pakai Melakukan pertemuan rutin dengan semua perawat/bidan setiap bulan untuk membahas semua kebutuhan di ruang kebidanan Memeriksa kelengkapan persediaan status keperawatan minimal (5) lima set setiap hari Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruangan kebidanan dengan menggunakan format orientasi Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan kebidanan Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim kesehatan lain. antara lain Kepala Seksi mengingatkan kembali pasien/keluarga tentang Bidan yang bertanggung jawab terhadap mereka di ruang yang bersangkutan b.

Mg. timbangan Berat Badan (kalibrasi) o Setiap bulan : sterilisasi ruangan dialysis. K. TV. pemeliharaan logistik yang dibutuhkan di ruangan perawatan haemodialisa Mengatur operasional ruang dialysis agar efektif dan efesien Menyediakan dan mengawasi pemakaian obat-obatan dialysis Melakukan pertemuan rutin dengan semua Perawat setiap bulan untuk membahas semua kebutuhan di ruangan Haemodialisa Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruangan Rumah Sakit XXXXX dengan menggunakan format orientasi Mengatur dan mengendalikan kebersihan. Ca. AC. spynomanometer. Tugas Perawat Pelaksana Dialysis . bakteri dan endotoksin) o Setiap 6 bulan : Air RO (standar perawatan AAMI) dan air RO terhadap bakteri dan endotoksin Mengatur jadwal perawatan ruang dialysis. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruangan perawatan haemodialisa Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas. kebersihan dinding ) o Kalibrasi mesin HD (1500 jam pemakaian) Membuat perencanaan dan evaluasi kegiatan dialysis : o Membuat kebutuhan ruang dialysis dan penunjang dialysis setiap tahun o Melaporkan kondisi alat dan penunjang dialysis Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim kesehatan lain b. lampu tindakan. meliputi : o Setiap hari selesai tindakan dialysis : ECG Monitor.Mengatur pembagian tugas jaga perawat (jadwal dinas) di ruang perawatan haemodialisa Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja. kulkas dan obat o Setiap 3 bulan : membersihkan alat-alat penunjang ruang dialysis (pencucian gorden. hygiene ruangan yang baik (untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial) dan ketertiban ruangan perawatan haemodialisa Memeriksa kualitas air hasil pemurnian (RO) secara berkala : o Setiap hari sebelum memulai dialysis : RO Back Wash (kadar klorin setelah filter karbon. exhaust fan. kadar kalsium dan magnesium setelah filter softener) o Setiap bulan : air dialisat (Na.

pertemuan seminar dan pelatihan yang diadakan oleh rumah sakit Ruang Cath-Lab a. fasilitas dan peralatan dan menyusun SPO pelayanan keperawatan Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan memantau dan mengevaluasi penampilan kerja.Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir Menetapkan rencana Asuhan Keperawatan Dialysis berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian Melakukan kontrak dengan pasien/keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik. Memonitor dan mencatat dengan akurat respon pasien selama dialysis serta melaporkan perubahan/kelainan yang terjadi kepada Kepala Perawat Dialysis dan Dokter jaga dialysis Berkolaborasi dengan Dokter Penanggung Jawab Dialysis (DPJD) atau Dokter Jaga Dialysis dalam mengatasi komplikasi yang timbul selama Dialysis atau sesudah Dialysis (pasien masih berada di ruang Dialysis) Menjaga kebersihan dan perawatan mesin dialysis dan dialyser serta memastikan kesterilan dispossable yang digunakan (BL. mutu pelayanan dan kinerja semua tenaga yang ada di ruang Cath-Lab Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas. pemeliharaan logistik yang dibutuhkan di ruang Cath-Lab Melakukan pertemuan rutin dengan semua Perawat setiap bulan untuk membahas semua kebutuhan di ruang Cath-Lab Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien/keluarga dan tim kesehatan lain Membuat laporan pelaksanaan kegiatan di ruang Cath-Lab Tugas Pokok Asisten/Perawat Penanggung Jawab Melaksanakan tugas Kepala Seksi/Kepala Ruangan saat berhalangan hadir . Hubungan ini dibina secara terus-menerus pada saat melakukan pengkajian/tindakan kepada pasien/ keluarga. Tugas Pokok Kepala Seksi Bersama dengan Kepala Bagian Keperawatan menyusun kebutuhan tenaga. Konsentrat) Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan perkembangan pasien Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien/ keluarga Membantu perencanaan pulang Memelihara kebersihan ruangan perawatan haemodialisa Mengikuti pertemuan yang diadakan di ruangan perawatan haemodialisa Mengikuti perkembangan ilmu dialysis melalui media (buku.

infeksi non infeksi untuk mempermudah pelaksanaan asuhan keperawatan Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas. pemeliharaan logistik yang dibutuhkan di ruang ESWL Mengatur pemeliharaan inventaris ruangan ESWL Memonitoring dan mengorganisir kegiatan yang dilaksanakan di ruang ESWL Melakukan kontrak dengan pasien/keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik Memelihara kebersihan ruangan ESWL .Menetapkan rencana asuhan keperawatan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian Mendampingi dokter saat visit dan mencatat program pengobatan Dokter Mengatur penempatan ruang rawat inap/kamar pasien menurut tingkat kegawatan. infeksi non infeksi untuk mempermudah pelaksanaan asuhan keperawatan Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas. Tugas Pokok Asisten/Perawat Penanggung Jawab Menetapkan rencana asuhan keperawatan berdasarkan analisis standar Renpra sesuai dengan hasil pengkajian Mendampingi dokter saat visit dan mencatat program pengobatan dokter Mengatur penempatan ruang rawat inap/kamar pasien menurut tingkat kegawatan. pemeliharaan logistik yang dibutuhkan di ruang Cath-Lab Mengatur pemeliharaan inventaris ruangan Cath-Lab Memonitoring dan mengorganisir kegiatan yang dilaksanakan di ruang Cath-Lab Merencanakan dan membuat daftar dinas (shift scedule) perawat pelaksana Melakukan kontrak dengan pasien/keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik Memelihara kebersihan ruangan Cath-Lab Mengorientasikan pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruang Cath-Lab dengan menggunakan format orientasi ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) a.

Mengorientasikan Pegawai baru dan Mahasiswa keperawatan/kebidanan yang akan praktek di ruangan ESWL dengan menggunakan format orientasi CSSD (Central Sterilized and Supply Department) a. Tugas Pokok Perawat CSSD Menetapkan metode standar bagi penyiapan dan penanganan alat steril Memastikan bahwa tehnik aseptik diterapkan pada saat penyiapan dan penanganan alat steril baik sekali pakai atau pemakaian ulang Bekerjasama dengan bagian pemeliharaan sarana dan prasarana dala upaya pemeliharaan peralatan CSSD Mensterilkan alat-alat bedah setiap hari Membantu menyiapkan alat pada waktu akan operasi .