You are on page 1of 11

ISSN 0215-8250

KEMAMPUAN GURU-GURU SEKOLAH DASAR DALAM
MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA REALISTIK

oleh
I Gusti Putu Suharta
Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan guru-guru
sekolah dasarn dalam memecahkan masalah matematika realistik, dan (2) faktor
dominan yang mempengaruhi kemampuan guru. Jenis penelitian ini adalah studi
kasus. Data tentang kemampuan guru-guru dalam memecahkan masalah
matematika realistik dikumpulkan dengan tes sedangkan data tentang faktor
dominan yang mempengaruhi kemampuan guru dikumpulkan dengan angket dan
wawancara. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif.
Temuan penelitian ini adalah kemampuan guru SD dalam memecahkan masalah
matematika realistik tergolong “TR- “ yaitu tidak realistik, tidak mempunyai alasan
logis, dan faktor dominan yang mempengaruhi kemampuan guru adalah
pengalaman guru.

Kata Kunci: masalah matematika realistik--pemecahan masalah

ABSTRACT

This research aimed to show: (1) the elementary schools teacher’s ability in
problem solve of realistic mathematics, and (2) dominant factor that impact it. The
research was a case study. The data were collected by tes, questionnaire, and
interview. Then the data were analyzed by using descriptive statistics. The results
showed that the elementary schools teacher’s ability in problem solve of realistic
mathematics is “NR” ie not-realistic, have not logic reason and dominant factor to
impact it is teacher’s experients.

Key words: realistic mathematics problem – problem solving

1. Pendahuluan

_____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 4
TH. XXXVI Oktober 2003

dan (3) siswa hampir tidak pernah bertanya. apakah masalah yang diajukan dapat dijawab atau tidak Salah satu faktor yang mempengaruhi kegagalan-kegagalan siswa dalam memecahkan masalah cerita (realistik) adalah pengalaman siswa dalam belajar di kelas.3 bus) jelas tidak menggunakan pertimbangan realistik atau pengetahuan dunia nyata. diperlukan pengetahuan tentang konsep pembagian bersisa. tetapi tidak dapat memberikan komentar realistik. Sesuai dengan uraian ini. XXXVI Oktober 2003 . Tujuan yang bersifat formal menekankan pada penataan nalar dan pembentukan kepribadian. sedangkan untuk siswa SLTP hanya 6. No. Hasil studi Suharta (2001) pada 17 orang siswa kelas V SD dan 30 orang siswa kelas I SLTP di Singaraja tentang masalah di atas menunjukkan bahwa. Bila setiap bus dapat memuat paling banyak 36 siswa. (2) siswa dengan cepat menjawab masalah yang tidak dapat dipecahkan. 4 TH. kesulitan- kesulitan dan kegagalan siswa dalam pemecahan masalah cerita adalah (1) siswa sering menjawab masalah tanpa pengertian. berapakah banyak bus yang diperlukan ? Untuk memecahkan masalah tersebut. Contoh masalah matematika realistik.7 % orang yang menjawab benar yaitu 32 bus (jawaban realistik). disamping memerlukan pengetahuan tentang konsep-konsep matematika juga memerlukan pertimbangan realistik.3 bus. sedangkan tujuan yang bersifat material lebih menekankan pada kemampuan penerapan matematika. Dalam memecahkan masalah matematika realistik. Jawaban siswa (31. tetapi jawaban mereka adalah 31. sebanyak 1128 siswa akan berdarmawisata ke Danau Batur menggunakan bus. Hasil studi ini merupakan indikasi bahwa siswa SD dan SLTP kurang menggunakan pertimbangan realistik dalam memecahkan masalah matematika realistik. Sehubungan dengan ini. pengalaman siswa dipengaruhi oleh perilaku _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.22 % siswa yang dapat menjawab menunjukkan pembagian 1128 dengan 36. Ada sebanyak 21.ISSN 0215-8250 Menurut Soedjadi (1998/1999). tujuan pembelajaran matematika di semua jenjang pendidikan persekolahan diklasifikasi menjadi tujuan formal dan tujuan material. maka salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah agar siswa dapat menerapkan matematika dalam kehidupan nyata atau memecahkan masalah matematika realistik. Reusser dan Stebler (1997) mengatakan bahwa. tidak satupun siswa SD menjawab benar. Menurut Koehler dan Grouws (1992) hasil belajar siswa secara langsung dipengaruhi oleh pengalaman siswa. dan pertimbangan realistik.

yaitu untuk latihan siswa berpikir kreatif dan mengembangkan keterampilan heuristik mereka dan kemampuan pemecahan masalah. dan meningkatkan sikap siswa. Dengan kata lain. XXXVI Oktober 2003 . Greer & De Corte (Novotna. Menurut Verschaffel. (2) faktor-faktor apa yang dominan mempengaruhi kemampuan guru-guru SD dalam memecahkan masalah matematika realistik Masalah matematika realistik seperti halnya masalah cerita sangat penting diberikan ke pada siswa. Karakteristik dari subyek penelitian disajikan pada tabel berikut. mengembangkan penalaran. kemampuan guru sendiri dalam memecahkan masalah matematika realistik akan berpengaruh langsung terhadap pengalaman belajar siswa. Metode Penelitian 2. yaitu masalah cerita dapat juga digunakan untuk mendorong siswa bahwa secara real mereka perlu matematika. masalah matematika realistik dapat digunakan sebagai sumber inspirasi pembentukan dan pengkonstruksian konsep-konsep matematika atau pengembangan konsep-konsep matematika. Tabel 1: Karakteristik Subyek Penelitian Jenis kelamin Kualifikasi Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. dan (4) keterampilan formasi konsep yaitu untuk mengembangkan konsep dan ketrampilan matematika Dengan demikian. Karena itu. dan perilaku guru dipengaruhi oleh karakteristik guru. Selain itu. (2) motivasi. fungsi masalah matematika realistik dalam belajar matematika sangatlah penting yaitu agar anak dapat melihat manfaat matematika dalam kehidupan real dan dalam bidang yang lain. 2. Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kemampuan guru-guru SD dalam pemecahan masalah matematika realistik . untuk hidup dalam dunia real. Mengacu pendapat Koehler dan Grouws tersebut berarti.1 Subyek Penelitian Sebagai subyek penelitian ini adalah 6 orang guru-guru SD yang terdiri atas 2 orang guru kelas IV dan 4 orang guru kelas V. kemampuan guru dalam memecahkan masalah matematika realistik perlu diungkap. kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika realistik dipengaruhi oleh pengalaman siswa dalam proses belajar di kelas yang diciptakan oleh guru. No. (3) pemancing pikiran.ISSN 0215-8250 guru. yaitu untuk mempraktikan apa yang mereka pelajari di sekolah ke dalam situasi se hari-hari. 4 TH. 2000) fungsi masalah matematika realistik adalah (1) aplikasi.

III S1 < 15 15 . salah semua atau menggunakan cara-cara yang tidak umum. pengalaman kerja.J dan D. umur. maka hasil wawancara direkam dengan menggunakan tape recorder. No. XXXVI Oktober 2003 . 2. maka rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus (Black. Agar mendapatkan data yang akurat.II D.2 Rancangan Penelitian Agar dapat mengungkap secara mendalam dan seksama tentang kemampuan guru dalam memecahkan masalah matematika realistik serta faktor- faktor yang berhubungan dengan kemampuan guru. serta faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah realistik. serta alasan. D. dan kualifikasi pendidikan terakhir. 2. Wawancara dilakukan seminggu setelah pengumpulan data tentang pemecahan masalah realistik. dan guru diminta menjawab masalah lengkap dengan prosedur pemecahannya. Dipilihnya guru kelas IV dan V disebabkan oleh para guru kelas IV dan V mempunyai pengalaman dalam mengajarkan masalah cerita menyangkut keempat operasi dasar.30 >30 Thn Thn Thn 1 5 4 1 1 2 3 1 Subyek penelitian dipilih berdasarkan atas pertimbangan jenis kelamin. 4 TH. lokasi sekolah. Interviu digunakan untuk mengklarifikasi data yang mempengaruhi kemampuan guru dalam memecahkan masalah matematika realistik.ISSN 0215-8250 Laki Peremp. Tes yang digunakan adalah memodifikasi tes yang disusun oleh Verschaffel dan Erik De Corte (1997). atau kesulitan yang dialami. Banyak soal adalah 5 soal. dan triangulasi.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Wawancara dilakukan pada guru yang pemecahannya spesifik seperti benar semua.1999). Angket digunakan untuk mendapatkan data tentang karakteristik guru. Tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang pemecahan masalah matematika realistik.4 Teknik Analisis Data _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. tes.J Champion. 2. dan dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Matematika IKIP Negeri Singaraja. dan wawancara.

Tanda “+”dibubuhkan bila komentar menunjukkan pengetahuan dunia nyata atau pertimbangan realistik. XXXVI Oktober 2003 . secara efektif menggunakan proses pengetahuan dunia real tentang kontek dari pernyataan masalah dalam satu atau lebih tingkat dari proses pemecahan. d. juga merupakan aplikasi langsung dari operasi aritmetika yang diharapkan dari pernyataan masalah. KT TJ JL 1 Ada 300 orang siswa ingin 3 3 memindahkan almari ke suatu tempat. Tabel 2: Kemampuan Guru dalam Pemecahan Masalah Realistik No. guru tidak menjawab masalah e. Data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan guru dalam memecahkan masalah realistik. b. 4 TH. (2) jawaban tidak realistik (TR). dianalisis secara deskriptif (persentase). sedangkan tanda “-“ dibubuhkan bila komentar tidak realistik. selain dari 4 klasifikasi di atas. Jawaban realistik (JR).1 Hasil Penelitian Kemampuan guru dalam pemecahan masalah realistik disajikan pada tabel berikut. Jawaban lain (JL). (3) kesalahan teknik (KT). jawaban komentar pada kotak dibubuhi tanda “+” atau “-“. dan pengalaman kerja diidentifikasi. hasil dari aplikasi operasi aritmetika tidak berdasarkan pada analisis kritis pernyataan masalah. Tidak menjawab (TJ). Jawaban tidak realistik (TR). (4) tidak ada jawaban (TAJ). dan (5) jawaban lain (JL) a. kualifikasi pendidikan terakhir.ISSN 0215-8250 Data tentang karakteristik guru seperti jenis kelamin. 3. No. Setiap almari hanya dapat dipindahkan oleh paling sedikit 8 orang. Masalah JR+ JR. berapakah banyak almari yang _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. TR+ TR. Kesalahan-kesalahan teknik (KT). dan disajikan dengan daftar distribusi frekuensi. Selain itu. tetapi berbeda dengan TR sebab teknik yang dilakukan salah atau tidak tepat dalam melakukan operasi. Bila setiap siswa memindahkan almari hanya sekali. Hasil Penelitian dan Pembahasan 3. Data tentang kemampuan guru dalam memecahkan masalah matematika realistik diklasifikasi menjadi 5 yaitu: (1) jawaban realistik (JR). c.

25 meter. Subyek M Subyek T _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Setiap kayu dipotong menjadi beberapa bagian. 4 TH. Mereka mengundang semua teman-teman mereka.ISSN 0215-8250 dipindahkan ? 2 Putu mempunyai 12 batang kayu 4 1 1 yang masing-masing panjangnya 2. Berapa banyak potongan kayu dengan panjang 1 meter dapat dibuat dari semua kayu tersebut ? 3 Anis mempunyai 15 orang teman. No. sedangkan jarak rumah Made dengan sekolah adalah 12 km. Berapa umur Robi ? 5 Jarak rumah Ayu dengan sekolah 1 5 adalah 8 km. Anis dan Dedi memutuskan untuk mengadakan pesta bersama- sama. Berapa banyak teman-teman mereka yang hadir ? 4 Robi lahir tahun 1990. 6 dan Dedi mempunyai 5 orang teman. dan semuanya hadir. XXXVI Oktober 2003 . Sekarang 6 tahun 2002. Berapakah jarak antara rumah Ayu dan Made ? Contoh jawaban guru adalah sebagai berikut.

No. 4 TH. XXXVI Oktober 2003 .ISSN 0215-8250 Subyek T _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.

4 TH.* Pernahkan Ibu sebelumnya mengerjakan masalah seperti ini. dan masalah ini baik diberikan kepada siswa Hasil wawancara menunjukkan. misalnya pada waktu kuliah #belum *apakah soal seperti ini perlu diberikan kepada siswa #perlu. disini siswa kan diajar yang menggunakan angka (pengetahuan matematika) belum menggunakan pertimbangan sehari-hari. Subyek P _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. supaya siswa bisa tidak hanya pengetahuan matematika tetapi juga pertimbangan realistiknya tahu. XXXVI Oktober 2003 . mereka belum pernah diberikan oleh dosen semasa kuliah. Kemampuan mereka lebih banyak ditentukan dengan memikirkan secara logis permasalahan yang diajukan. mengajarkan kepada siswa belum pernah . seperti kutipan wawancara berikut. Begitu pula. jawaban guru tidak ditentukan oleh pengalaman sebelumnya. situasi masalah dapat dibayangkan. mereka belum pernah memecahkan masalah realistik. No. Subyek S *apakah pernah memberikan soal seperti ini pada siswa #belum.ISSN 0215-8250 Subyek D Semua guru mengatakan belum pernah memecahkan masalah realistik sebelumnya. belum pernah memberi masalah realistik kepada siswa.

Semua guru mempunyai jawaban dengan kategori “TR-“. Masalah ketiga menyangkut konsep penjumlahan. *Pernahnggak mengerjakan soal seperti ini sebelumnya #tak pernah *tapi kok bisa menjawab bagus #menggunakan logika Keterangan: * : pertanyaan peneliti. XXXVI Oktober 2003 . Kalau di SD itu tidak akan mampu menggunakan pemikiran sehari-hari. Cuma menuntuk penguasaan orang. sebanyak 16. Ada sebanyak 66. Kalau diberikan kepada siswa bagaimana kira-kira #bagus tetapi kemampuan di SD belum mampu. Hal ini berarti jawaban guru tidak realistik. dan ada sebanyak 50 % guru tidak memberi jawaban realistik tetapi dapat memberi alasan yang logis.7 % guru mempunyai kemampuan “JR-“ . No. Hal ini menunjukkan sebagian besar guru mempunyai jawaban realistik tetapi alasannya tidak logis. Hal ini berarti sebanyak 50 % guru kurang mampu memberi alasan sesuai dengan pertimbangan realistik. Semua guru (100 %) mempunyai jawaban dengan kategori “TR-“. Masalah kedua menyangkut konsep perkalian.2 Pembahasan Masalah pertama menyangkut konsep pembagian bersisa. Masalah kelima menyangkut operasi hitung penjumlahan atau pengurangan. Masalah keempat menyangkut konsep pengurangan. 4 TH. Hanya seorang guru atau 16. # : respon subyek peneliti 3. *pemecahan masalah ini disamping menggunakan pengetahuan matematika juga menggunakan pengetahuan sehari-hari. namun soal yang demikian ada yang mengandung. *Ada nggak situasi masalah yang tidak dapat dibayangkan # tidak. Jawaban banyaknya almari yang dipindahkan 37.ISSN 0215-8250 *pernah nggak Bapak mengerjakan soal seperti ini #di SD belum pernah.5 almari jelas tidak realistik.65 % guru mempunyai kemampuan dengan kategori “TR-”. dengan kata lain jawaban guru tidak realistik dan tidak dapat memberi alasan yang logis. Kemampuan guru dalam memecahkan masalah ini adalah hanya 3 orang guru yang mempunyai kategori “JR-“ dan 3 orang mempunyai jawabab “TR+”. Apa jawaban yang diberikan oleh anak- anak kami betulkan yang jelas ada kedekatan jawaban.65 % yang mempunyai jawaban realistik dan alasan _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.65 % guru mempunyai kemampuan dengan kategori “TR+”. dan sebanyak 16. dan alasannya juga tidak logis.

dan faktor di luar kelas. dan (2) kemampuan guru dalam pemecahan masalah realistik lebih dominan dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya. Hal ini dapat dipahami karena guru memang belum mempunyai pengalaman. 4. Pengalaman belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru. 4 TH. pengalaman guru sebelumnya sangat mempengaruhi unjuk kerja guru. atau pengalaman dalam profesionalisme sebagai guru tentang pemecahan masalah realistik. disimpulkan : (1) secara umum kemampuan guru SD dalam pemecahan masalah realistik tergolong “TR-“ atau dengan kata lain. No. _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.ISSN 0215-8250 yang logis. disarankan kepada lembaga penghasil guru sekolah dasar untuk meninjau kembali silabi perkuliahan matematika. Secara umum jawaban guru atau kemampuan guru memecahkan masalah realistik disebabkan oleh tidak mempunyai pengalaman dalam pemecahan masalah realistik. Masalah-masalah yang memerlukan pengetahuan matematik dan pertimbangan realistik perlu diberikan kepada mahasiswa sehingga kelak mereka dapat memecahkan masalah realistik dan mentransfer pengalamannya kepada anak didik. Walaupun simpulan penelitian ini bersifat kasuistik (hanya berlaku untuk subyek penelitian ini) tetapi hasil ini menunjukkan indikasi yang cukup kuat bahwa guru tidak mempunyai pengalaman dalam memecahkan masalah realistik. Disisi lain. Guru dalam mengerjakan masalah dominan menggunakan pengetahuan matematik daripada pertimbangan realistik. XXXVI Oktober 2003 . Penutup Berdasarkan uraian sebelumnya. baik pengalaman sebelum menjadi guru. Kepada peneliti lainnya disarankan untuk mengadakan penelitian sejenis dengan melibatkan subjek yang lebih banyak dan luas sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat. tidak realistik dan kurang mampu memberi pertimbangan/ alasan yang logis. Oleh karena itu. Hal ini sejalan dengan pendapat Medley (dalam Mitzel. sedangkan kompetensi guru ditentukan oleh karakteristik yang dibawanya ketika ia diterima menjadi guru dan oleh pendidikan dalam jabatannya.35 %) berada pada kategori jawaban tidak realistik dan alasan tidak logis. sedangkan lainnya (83. 1982) kelompok variabel yang langsung mempengaruhi hasil belajar siswa adalah pengalaman belajar dan karakteristik siswa.

“Every Word Problem has a Solution: The Case of Word Problems ”. 1982.4. Vol. July 31 – August 6. Encyclopedia of Education Research. Pengertian Siswa Kelas V SD dan Kelas I SLTP tentang Masalah Realistik. Journal for Research in Mathematics Education Vol. No. “Students’ Levels of Understanding of Word Problems”. Handbook of Research on Mathematics Teaching and Learning. Makalah disampaikan dalam ICME-9. Tokyo:- Reusser dan Stebler. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.2001. Bandung:Refika Aditama Koehler dan Grouws. 309 - 327 Soedjadi.4.1903 Novotna. New York: Macmillan Mitzel H.5 .J Champion. 1997. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. No. “Teaching Realistic Mathematical Modeling in the Elementary School: A Teaching Experimrnt With Fith Graders” . hlm.E. A Division of Mc Millan Publ. Jurnal Learning and Instruction. 1992. XXXVI Oktober 2003 . Vol 7 No.P. 577- 601 _____ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.ISSN 0215-8250 DAFTAR PUSTAKA Black. IKIP N Singaraja Verschaffel dan Erik De Corte.Inc.1999. 4 TH. 2000. “Mathematics Teaching Practices and Their Effect”. 1894 .J dan D. New York. Suharta.28.Co. hlm. 2000. Free Press.1998/1999. Hasil Penelitian. 1997.Metode dan Masalah Penelitian Sosial.