You are on page 1of 8

LAPORAN PRAKTIKUM KONSENTRASI FLOTASI

MODUL 1
FLOTASI DIFFERENSIAL MINERAL SULFIDA

ALDO
12514001
KELOMPOK 1

LABORATORIUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
PROGRAM STUDI TEKNIK METALURGI
FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017

5 gram Berat Konsentrat 2 = 3 gram Berat Tailing = 367. Data Percobaan Berat Mineral = 381.15% Berat Zn = 10.5 = 1.407 ppm Konsentrat Aktual Zn2 = 0.203 ppm Konsentrat Aktual Cu1 = 1.2 gram Konsentrat Aktual Zn1 = 0. Perhitungan Contoh perhitungan 0. Menentukan recovery Cu dalam flotasi mineral sulfide 2.203 x 2500 x 1 Kadar Zn = x 100% 5000 = 10. Rumus B. Pengolahan Data A. Menentukan pengaruh penambahan depresan activator dalam flotasi mineral sulfida II.7 gram Kadar Zn Feed = 7. Menentukan recovery Zn dalam flotasi mineral sulfide 3.35% Berat Konsentrat 1 = 11.216 ppm Konsentrat Aktual Cu2 = 1. 1.99% x 381.7) x 100% = 3.15% x 11.16725/(7.827321485 .16725 R-Zn = 1.133 ppm III.99% Kadar Cu Feed = 6. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum flotasi mineral sulfida ini sebagai berikut.I.

16725 8.00658 14. Konsentrat 1 Berat % Zn % Cu Berat Zn Berat Cu R-Zn R-Cu 11.324 1.5 10.60983 IV.11030785 59.934695 29.37844 Konsentrat 2 Berat % Zn % Cu Berat Zn Berat Cu R-Zn R-Cu 3 10.5 gram bijih Cu-Zn Sulfida dimasukkan ke sel flotasi yang berisi 1.899395 3.09025 3. lalu CaO ditambahkan sampai pH 9 ZnSO4 ditambahkan sebanyak satu sendok NaCN ditambahkan secukupnya Xanthate ditambahkan sebanyak 8 tetes Dowfroth ditambahkan sebanyak 20 tetes Kran udara dibuka untuk memulai proses aerasi Konsentrat ditampung di bak yang tersedia .15 70.4482 95.65 0.7 L air Mesin Flotasi dinyalakan pH slurry diukur dengan indikator pH.827321485 33.8 56. Diagram Alir 191.062370667 7. Pembahasan A.6995 1.2 7.011732 Tailing Berat % Zn % Cu Berat Zn Berat Cu R-Zn R-Cu 367.35 1.

sodium karbonat. Secara garis besarnya pemisahan dengan cara flotasi dilakukan dengan menggunakan 2 tahap : yaitu tahap conditioning dan tahap pengapungan mineral (flotasi). Pada tahap conditioning ini ini kedalam pulp dimasukkan beberapa reagen flotasi. Partikel – partikel yang basah tidak mengapung dan cenderung tetap berada dalam fasa air. Pengaruh pH pH regulartor adalah media yang digunakan untuk mengatur pH. sulfuros tau asam klorida. Di lain pihak partikel – perikel hidropobik (tidak dibasahi) menempel pada gelembung . Dengan kata lain depresan adalah reagen flotasi yang membantu untuk menenggelamkan partikel mineral. C.B. Pada tahap conditioning bertujuan untuk membuat suatu mineral tertentu bersifat hidropobik dan menpertahankan mineral lainnya bersifat hidropilik. Pengaturan pH dari pulp ini dilakukan dengan penabahan kapur. D. . Aktivator adalah suatu reagen yang digunakan dalam flotasi untuk meningkatkan kerja dari kolektor pada permukaan partikel mineral. naik ke permukaan. Mekanisme Kerja Depressant dan Aktivator Depresan juga merupakan reagen kimia yang dipakai untuk melemahkan kerja dari kolektor terhadap permukaan partikel mineral dengan cara menyelimuti permukaan partikel sehingga tidak menempel pada gelembung udara. sodium hidroksida atau ammonium untuk menaikkannya dengan penambaahan sulfuric. membentuk buih yang membentuk partikel dan dipisahkan. Sedangakan pada tahap flotasi atau aerasi adalah tahap pengaliran udara kedalam pulp secara mekanis baik agitasi maupun injeksi udara. Mekanisme Flotasi Bijih Sulfida Mekanisme flotasi didasarkan pada adanya pertikel mineral yang dibasahi (hidropilik) dengan partikel mineral yang tidak dibasahi (hidropobik). Ini berarti bahwa reagen activator membantu untuk mengapungakan mineral pada saat proses flotasi.

37844% .062370667% dan pada tailing sebesar 95. konsentrat 2 sebesar 1. V. sementara depressannya sudah bekerja dengan baik dalam mendepress Zn sehingga bisa di endapkan bersama tailing . Ion- . Jelaskan bagaimana terjadinya pemisahan pada pengolahan bijih Pb- Zn? Jawab : Pemisahan bijih Pb-Zn dapat dilakukan dengan mekanisme flotasi.827321485% . Jelaskan mekanisme : a. recovery Cu di konsentrat dua sebesar 7. Jawaban Pertanyaan 1.11030785%.011732% . Pengaktifan sphalerite dengan CuSO4 Jawab : CuSO4 akan membantu agar sphalerite dapat berinteraksi dengan baik terhadap kolektor sehingga mudah diapungkan. Selain itu ketidak efektifan ini juga bisa diakibatkan oleh penggunaan activator yang masih tidak cukup untuk mengaktivasi Cu untuk bisa diapungka. 2. Pendepressan Zn ini dapat dilakukan dengan penambahan depressan berupa ZnSO4 atau menambahkan aktivator untuk mengaktifkan Pb agar terapungkan. Sedangkan Pb akan berikatan dengan gelembung udara sehingga akan terapung dan keluar sebagai konsentrat. E. Dilihat dari sisi Zn yang dihasilkan. Ketidak efektifan ini bisa disebabkan oleh penggunaan pH yang tidak pada pH optimumnya sehingga bijih tidak terpisah dengan baik. recovery Zn di konsentrat 1 sebesar 3.60983%. Analisis Hasil Dari percobaan yang telah dilakukan maka diperoleh hasil recovery Cu di konsentrat satu sebesar 33. Dimana dalam proses flotasi ini mineral Zn akan didepress sehingga akan mengendap bersama dengan pengotor. angka tersebut menunjukkan bahwa proses permisahan tidak berjalan efektif dikarenakan recovery dari Cu sangat kecil dan kandungan Cu di tailing sangat besar.11030785%. dan konsentrat Cu di tailing sebesar 59. karena terlihat persen recovery dari Zn pada tailing sebesar 95.

Pendepressan sphalerite dengan ZnSO4 Jawab : Penambahan ion Zn2+ akan mengurangi adsorpsi kolektor karena mineral sphalerite tetap bersifat hidrofilik. Bila anda diberikan bijih yang mengandung galena. Setelah chalcopyrite dipisahkan flotasi diulang kembali untuk memisahkan galena. b. 3. dan gangue silikat. chalcopyrite.konsentrat sphalerite. . Reaksi NaCN dan ZnS ini akan membentuk senyawa Na2[Zn(CN)4] 4.akan mengurangi adsorpsi kolektor karena mineral pyrite tetap bersifat hidrofilik. Pendepresan pyrite dengan NaCN Jawab : Penambahan ion CN. coba berika procedure bagaimana mendapatkan konsentrat galena. dengan rantai pendek xanthate. c. konsentrat pyrite. Jika di dalam media tidak ada activator ion. Mineral galena dapat diapungkan pada media yang mengandung sedikit alkaline(pH 9-10). dan konsentrat chalcopyrite? Jawab : Peningkatan floatabilitas menyebabkan penurunan kelarutan akibatnya mineral tembaga chalcopyrite dapat diapungkan walaupun dengan kolektor dan frother yang berjumlah relative kecil. Selanjutnya flotasi dilakukan lagi untuk memisahkan sphaleryte. Bagaimana ion cyanide mendepress sphalerite yang telah diaktifkan dengan ion Cu ? Jawab : Didalam proses flotasi NaCN akan bereaksi dengan ZnS sehingga akan mendepress ZnS agar tidak berinteraksi dengan gelembung udara. Selanjutnya tailing yang masih mengandung pyrite di flotasi pada pH 5-6. ion Cu2+ diadsorpsi oleh sphalerite yang sebelumnya bekerja kurang baik terhadap kolektor. Dengan diserapnya ion-ion tersebut permukaan sphalerite akan menjadi hidrophobik. sphalerite. pyrite. maka sphalerite tidak terapung oleh kolektor sehingga perlu ditambahkan activator agar sphalerite dapat diapungkan.

karena disesuaikan dengan bijihnya VII. Pada konsentrat 2 = 7. Pada konsentrat 1 = 3.062370667% c. Depressan dan activator berpengaruh pada recovery yang dihasilkan. saat ini hanya dilakukan secara kualitatif sehingga hanya melihat prosesnya saja namun tidak tahu secara langsung pengaruh-pengaruh dari penambahan zat-zat tertentu terhadap proses flotasi.11030785% 3. .VI. Recovery Zn a. Simpulan Dari percobaan yang telah dilakukan dapat diperoleh hasil sebagai berikut.60983% 2. Pada konsentrat 1 = 33. penggunaan depressan dan activator digunakan untuk bijih yang spesifik juga.827321485% b. Recovery Cu a. 1.011732% c. Pada Tailing = 95. Pada konsentrat 2 = 1. Pada Tailing = 59. Saran Praktikum yang dilakukan akan lebih baik jika benar-benar secara kuantitatif sehingga praktikan akan lebih paham dan lebih bisa melakukannya ketika di industry nanti.37844% b.

Lampiran .VIII.