You are on page 1of 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Di era globalisasi ini, hampir semua negara menaruh perhatian besar

terhadap pasar modal karena memiliki peranan strategis bagi penguatan katahanan

ekonomi suatu negara. Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan

dengan penawaran umum dan perdagangan efek serta salah satu tempat alternatif

untuk mendapatkan dana atau tambahan modal. Kehadiran pasar modal akan

menambahkan pilihan investasi sehingga kesempatan untuk mengoptimalkan

fungsi investor menjadi lebih besar, dengan harapan akan memperoleh imbalan

berupa return atas investasi tersebut. Dalam dunia pasar modal yang serba tidak

menentu, hal tersebut sangatlah penting karena jangan sampai mereka membuat

kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Banyak alat analisis yang digunakan untuk memperkecil resiko yang

dihadapi oleh para investor, sehingga akan dicapai suatu tingkat resiko tertentu.

Salah satunya adalah dengan melakukan prediksi terhadap laba dan arus kas

perusahaan. Salah satu alat yang digunakan adalah laporan keuangan. Laporan

keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang berguna bagi

kepentingan investasi dan kredit serta menyediakan informasi yang berguna dalam

menilai arus kas masa depan (Kieso, et all, 2002: 6).

Sementara itu return saham merupakan hasil dari keuntungan yang

diperoleh dari investasi. Jogiyanto (1998:109) membedakan return saham menjadi
dua jenis yaitu return realisasi (relized return) merupakan return yang telah terjadi

dan return ekspektasi (expected return) merupakan return yang diharapkan akan

diperoleh di masa yang akan datang, sifatnya belum terjadi. Return realisasi

dihitung dari data historis, return ini penting karena digunakan sebagai salah satu

pengukur kinerja perusahaan. Return historis ini juga berguna sebagai dasar

penentuan return ekspektasi dan resiko di masa datang.

Faktor yang mempengaruhi return saham diantaranya adalah laba

akuntansi dan total arus kas. Ukuran yang dipergunakan untuk pencapaian laba

adalah tingkat efisien manajemen dalam mengelola perusahaan. Pentingnya

informasi laba akuntansi selain untuk menilai kinerja, juga membantu

mengestimasi kemampuan laba yang presentatif, serta untuk menaksir resiko

dalam investasi . Informasi laba, nilai buku saham dan laba perlembar saham

merupakan informasi yang dibutuhkan para investor di Pasar Modal. Oleh karena

itu, dengan mengetahui sifat laba sebagai data seri waktu (time series), maka

perubahan laba itu bersifat acak dan ada korelasi yang serial, ini menunjukkan

bahwa laba memiliki potensi sebagai alat memprediksi.

Penelitian tentang pentingnya informasi laba akuntansi dan arus kas telah

dilakukan oleh Triyono dan Jogiyanto(2000) dimana hasilnya adalah tidak ada

pengaruh positif antara arus kas total dan laba akuntansi dengan return saham.

Selain penelitian yang telah dilakukan oleh Triyono penelitian juga dilakukan oleh

Dilah Utami Cahyani (1999) yang meneliti tentang muatan informasi tambahan

arus kas dari hasil penelitian ini juga tidak ada pengaruh antara laba akrual dan

arus kas terhadap return saham. Sedangkan penelitian penggunaan Informasi

2
keuangan untuk memprediksi keuntungan investasi bagi investor di pasar modal

oleh Parawiyati dkk. (2000) hasilnya informasi keuangan adalah signifikan.

Dalam penelitian kali ini peneliti bermaksud untuk melihat apakah pada masa

pengamatan yang berbeda hasilnya masih konsisten dengan penelitian yang telah

dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Dalam penelitian ini faktor yang berasal dari perusahaan adalah laba

akuntansi dan total arus kas yang merupakan pendorong pemberian informasi

utama bagi investor dalam pembelian saham. Sehingga laba akuntansi dan total

arus kas yang terdapat pada pos – pos tersebut secara langsung akan berpengaruh

terhadap informasi keuangan. Informasi yang terdapat pada laba akuntansi dan

total arus kas perusahaan yang diperoleh investor, merupakan earning

management yang dilakukan oleh manajemen dalam memikat investor.

Salah satu keputusan penting yang dihadapi oleh manajer (keuangan)

dalam kaitannya dengan kelangsungan operasi perusahaan adalah keputusaan

pendanaan atau keputusan struktur modal, yaitu suatu keputusan keuangan yang

berkaitan dengan komposisi utang, saham preferen dan saham biasa yang harus

digunakan oleh perusahaan. Manajer harus mampu menghimpun dana baik yang

bersumber dari dalam perusahaan maupun luar perusahaan secara efisien, dalam

arti keputusan pendanaan tersebut merupakan keputusan pendanaan yang mampu

meminimalkan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Untuk dapat

memberikan gambaran yang jelas tentang laba akuntansi dan total arus kas

pengaruhnya terhadap return saham, investor harus mengetahui informasi

keuangan yang disajikan. Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka di

3
dalam penelitian ini diberi judul “Analisis Pengaruh Laba Akuntansi dan Total

Arus Kas Terhadap Return Saham “ ( Studi kasus pada Perusahaan

Manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Indonesia )

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan

pokok dalam penelitian ini adalah :

a. Apakah laba akuntansi berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan

manufaktur di bursa Efek Indonesia?

b. Apakah total arus kas berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan

manufaktur di bursa Efek Indonesia?

c. Apakah laba akuntansi dan total arus kas berpengaruh secara bersama - sama

terhadap return saham pada perusahaan manufaktur di bursa Efek Indonesia?

1.3. Batasan Masalah

Agar dalam penelitian ini tidak menyimpang dari pokok permasalahan,

maka dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut:

1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.(kriteria)

2. Data yang digunakan merupakan data tiga tahun terakhir yaitu data dari

tahun 2005 hingga 2007.

3. Pembatasan pada pengukuran kinerja laba akuntansi dan total arus kas serta

pengaruhnya terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang

terdaftar di Bura Efek Indonesia selama tahun 2005 – 2007.

4
1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari suatu penelitian agar yang dilakukan dapat mengarah ke

sasaran, hasil yang diharapkan. Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh laba akuntansi terhadap

return saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh total arus kas terhadap return

saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh laba akuntansi dan total arus

kas secara bersama- sama terhadap return saham pada perusahaan

manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

1.5. Kegunaan /Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Untuk menambah pengetahuan dan membandingkan antara teori yang

didapat di bangku kuliah dengan hasil penelitian bersifat empiris.

2. Bagi Perusahaan dan

Sebagai bahan masukan bagi perusahaan manufaktur manajemen terutama

manajer keuangan untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil

kebijakan.

3. Bagi Universitas Stikubank

Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi informasi dan

manambah koleksi perpustakaan, khususnya sebagai media menambah

pengetahuan bagi rekan mahasiswa dan pembaca lainnya.

5
4. Bagi Investor

Memberikan informasi bagi investor supaya dapat digunakan sebagai salah

satu bahan pertimbangan dalam melakukan transaksi di pasar modal.

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA,PENELITIAN EMPIRIS DAN HIPOTESIS

2.1. Tinjauan Pustaka

2.1.1. Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah bagaimana memperoleh dana yang efisien

dan membelanjakannya untuk operasional dan investasi yang menguntungkan

(Gitosudarmo dan Basri,2002:4). Sedangkan menurut (Van Horne dan

Wachowisz,1997:2) Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas berhubungan

dengan perolehan pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan

menyeluruh.

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi – fungsi

keuangan yang meliputi cara mendapatkan dana dan menggunakan dana tersebut.

Manajer berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari

investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber dana untuk membelanjakan

aktiva, yang dalam perolehannya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber

dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, yang berbentuk hutang atau modal

sendiri. Sesuai fungsinya bahwa manajer memutuskan tentang investasi,

pembiayaan opersional dan pembagian deviden perusahaan serta merencanakan

unutk memaksimalkan nilai perusahaan yang dipimpinnya. Disamping itu ada 4

aspek kegiatan penting yang harus dilakukan manajer : bekerjasama dengan

manajer lain dalam perencanaan umum, mengoperasikan seefisien mungkin,

memutuskan tentang investasi dan pembiayaan serta mampu menghubungkan

7
perusahaan dengan pasar uang dimana perusahaan dapat memperoleh dana, surat

berharga perusahaan dapat diperdagangkan.

2.1.2. Laporan Keuangan

Menurut (Weston dan Copeland,1992:17) laporan keuangan berisi

informasi tentang prestasi perusahaan di masa lampau dan dapat memberikan

petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang, dalam

penyajiannya selama satu tahun. Laporan keuangan yang disajikan biasanya

adalah :

Neraca

Laporan Rugi Laba

Laporan Perubahan Modal

Laporan Arus Kas

Catatan Analisa Laporan Keuangan

2.1.3. Laba Akuntansi

Menurut Murtanto dan Harkivent,(2000:994) Laba akuntansi adalah sebagai

perbedaan antara pendapatan direalisasi yang timbul dari traksaksi periode

tersebut dan biaya historis yang sepadan dengannya. Sedangkan menurut

Baridwan, (1992:55) laba adalah kenaikan modal ( aktiva bersih ) yang berasal

dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha,

dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama

periode, kecuali yang timbul dari pendapatan ( revenue) atau investasi pemilik.

Pengukuran laba bukan saja penting untuk menetukan prestasi perusahaan

tetapi penting juga sebagai informasi bagi pembagian laba dan penentuan

8
kebijakan investasi. Oleh karenanya, laba menjadi informasi yang dilihat oleh

banyak pihak seperti profesi akuntansi, pengusaha, analis keuangan, pemegang

saham, ekonom, fiskus dan sebagainya( Harahap,2001:259).

2.1.4. Arus Kas

Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. PSAK

No.2(2004:2.2) (terbaru )

2.1.4.1 Total Arus Kas

Jumlah yang diperoleh dari penjumlahan angka total dari arus kas aktivitas

investasi, arus kas aktivitas operasi dan arus kas aktivitas pendanaan.tambah

teori?????

2.1.4.2 Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menunjukkan arus kas yang dihasilkan oleh perusahaan.

Informasi laporan arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahan

dalam menghasilkan kas dan setara kas, serta memungkinkan pemakai

mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang

dari arus kas dari berbagai perusahaan.

2.1.4.3 Komponen Arus Kas

Dalam PSAK No 2 tahun 2004 disebutkan bahwa laporan arus kas harus

menunjukkan 3 jenis aktivitas, yaitu :

a. Arus kas dari aktivitas Operasi

Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang

dapat menentukan apakah perusahaan dari aktivitas operasi dapat memperoleh

9
sejumlah kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, membayar deviden dan

melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar.

b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Pengungkapan terpisah arus kasa yang berasal dari aktivitas investasi perlu

dilakukan karena arus kas tersebut dapat mencerminkan penerimaan dan

pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk

manghasilakan pendapatan dan arus kas di masa yang akan datang.

c.Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu

dilakukan karena bergun terhadap arus kas di masa yang akan datang yang

dijadikan sebagai pertimbangan para investor.

2.1.5. Pasar Modal

Tempat perusahaan mencari dana segar untuk meningkatkan kegiatan perusaahaan

sehingga dapat mencetak lebih banyak keuntungan.Dana segar yang ada dipasar

modal berasal dari masyarakat yang diisebut juga investor.Para investor

melakukan berbagai teknik analisis dalam memnetukan investasi dimana semakin

tinggi kemungkinan suatu perusahaan menghasilkan laba dan semaikn kecil resiko

yang dihadapi maka seakin tinggi pula permintaan investor untuk menanamkan

modal nya di perusahaan Salah-satu tugas manajer keuangan adalah memenuhi

kebutuhan dana.

2.1.6. Saham

10
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam

perusahaan, wujudnya berupa selembar kertas yang menerangkan pemiliknya.

Namun sekarang sistem tanpa warkat telah dilakukan di bursa efek, dimana

kepemilikan bukan lagi berupa lembar saham yang diberi nama pemiliknya akan

tetapi berupa account atas nama pemilik /saham tanpa warkat. Jadi penyelesaian

transaksi akan lebih cepat dan mudah karena tanpa formulir, surat dan prosedur

yang panjang.

Keuntungan berinvestasi saham adalah menerima deviden dan capital gain yaitu;

 Deviden adalah keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit sahamatas

keuntungan yang dihasilkan perusahaan, biasanya dibagikan setelah ada

persetujuan pemegang saham dalam setahun sekali.

 Capital gain adalah merupakan selish antara harga beli dan harga jual

saham pada saat transaksi.

Resiko berinvestasi saham yaitu;

 Tak ada pembagian saham, apabila perusahaan tidak endapatkan laba/

rapat umum pemegang saham memutuskan untuk tidak dibagikan

dikarenakan untuk perluasan usaha.

 Capital loss, apabila harga jual saham lebih rendah daripada harga

pembelian.

 Likuidasi, apabila emiten bangkrut para pemegang saham memiliki hak

klaim setelah kewajiban emiten dibayar.

 Saham delisting dari saham, dengan alasan tertentu saham dapat dhapus

pencatatannya, dan tidak dapat diperdagangkan.

11
Jenis saham ada 2 yaitu :

 Saham biasa adalah saham yang menempatkan pmiliknya paling akhir

dalam pembagian deviden dan hak atas harta kekayaan apabila terjadi

likuidasi karena pemilik saham biasa tidak memiliki hak istimewa, juga

tidak akan mendapatkan pembayaran deviden selama perusahaan tidak

memperoleh laba.

 Saham Preferen adalah saham yang memiliki karakteristik gabungan

antara obligasi dan saham biasa yaitu menghasilkan pendapatan tetap

berupa bunga, ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya dan dapat

dipertukarkan dengan saham biasa.

2.1.6.1 Harga Saham

Menurut Agus Sartono ( internet ) Saham adalah suatu perusahaan dapat menjual

hak kepemilikannya dalam bentuk saham. Suatu PT mengeluarkan sertivikat

saham pada pemiliknya sebagai bukti investasi dalam usaha.suatu dasar dari

modal saham adalah lembaran saham. Suatu Pt mengeluarkan sertifikat saham

untuk sejumlah lenbaran saham yang diinginkan. Saham yang ad dipemegang

saham disebut saham beredar. Total jumlah saham dalam pereedaran dalam tiap

waktu mewakili 100 % kepemilikan perseroan terbatas disebut modal saham .

Harga Saham adalah harga saat penutupan pada periode pengamatan dan sangat

tergantung dengan kondisi ekonomi , polilik, dan kinerja perusahaan tersebut.

Harga yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga closing price atau harga

penutupan yang merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada

saat akhir bursa.

12
2.1.6.2 Return Saham
Return saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham

sebagai hasil dari investasinya. (Jogiyanto,1998:109). Return dapat berupa return

realisasi ( realized return) atau return ekspektasi (expected return). Return realisasi

merupakan return yang telah terjadi dan dihitung berdasarkan data historis. Return

ini penting karena digunakan sebagai salah satu alat pengukur kinerja

perusahaan,sedangkan return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan

diperoleh investor di masayang akan datang (Jogiyanto,2000:107)

Tujuan investor dalam berinvestasi adalah memaksimalkan return, tanpa

melakukan faktor resiko investor yang harus dihadapinya. Return merupakan

salah satu faktor yang memotivasi investor dan juga merupakan imbalan atas

keberanian investor menanggung resiko atas investasi yang dilakukannya. Return

merupakan imbalan yang diperoleh dari investasi ( Abdul,2003:30)Return dapat

berupa return realisasi atau return ekspektasi.

Retrun realisasi merupakan return yang telah terjadi dan dihitung

berdasarkan data historis. Return ini penting karena digunakan sebagai salah satu

alat pengukur kinerja perusahaan , sedangkan return ekspektasi adalah return

yang diharapkan akan diperoleh investor di masa yang akan datang

(Jogiyanto,2000:107).

Untuk mengukur return saham adalah :

Rt = Pt- Pt-1

Pt-1

( Sumber: Jogiyanto Hartono,2000:105)

13
Keterangan :

Rt : Return saham pada periode ke t

Pt : Harga saham pada periode ke t

Pt – 1 : Harga saham sebelum periode ke t (t –1)

2.2. Penelitian Empiris/ Terdahulu
1) Penelitian tentang pentingnya informasi laba akuntansi dan arus kas telah

dilakukan oleh Triyono dan Jogiyanto(2000) dimana hasilnya adalah tidak

ada pengaruh positif antara arus kas total dan laba akuntansi dengan return

saham.

2) Dilah Utami Cahyani (1999) yang meneliti tentang muatan informasi

tambahan arus kas dari hasil penelitian ini juga tidak ada pengaruh antara

laba akrual dan arus kas terhadap return saham.

3) Sedangkan penelitian penggunaan Informasi keuangan untuk memprediksi

keuntungan investasi bagi investor di pasar modal oleh Parawiyati,dkk

(2000) hasilnya informasi keuangan adalah signifikan. Dalam penelitian

kali ini peneliti bermaksud untuk melihat apakah pada masa pengamatan

yang berbeda hasilnya masih konsisten dengan penelitian yang telah

dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

2.2. Pengembangan Hipotesis
Menurut Sugiyono (2005:81), hipotesis ini diartikan sebagai
pernyataan statistik tentang parameter populasi.
Hipotesis penelitan yang diajukan berkaitan dengan permasalahan dalam
penelitian ini adalah :

14
Ha1 : laba akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap return saham pada
perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Ha2 : total arus kas berpengaruh secara signifikan terhadap return saham pada
perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Ha3 : laba akuntansi dan total arus kas secara bersama – sama berpengaruh
terhadap return saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek
Indonesia.

15
BAB III
METODE DAN RANCANGAN (DESAIN) PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian
yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah:
Laba Akuntansi

Total arus kas

Return saham

3.2. Populasi dan Pengambilan Sampel
Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang

mempunyai karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti

(Hasan,2002:84)

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 151 perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun 2005-2007.

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melaui cara – cara

tertentu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa

mewakili populasi (hasan,2002:84). Sampel yang digunakan sebanyak 81

perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling

yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.(Sugiyono,2005:61).

Dengan metode purpose sampling dipilih atas dasar kesesuaian karateristik sampel

dengan kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan yaitu perusahaan

manufactur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 – 2007.

16
Kriteria pengambilan sampel yang digunakan adalah sebagai berikut:
No Kriteria Jumlah Perusahaan
1 Perusahaan manufaktur yang terdaftar 151
selama 2005-2007
2 Perusahaan yang tidak lengkap laporan 12
keuangannya selama 2005-2007
3 Perusahaan yang lengkap laporan 139
keuangan
4 Perusahaan yang menderita kerugian 56
selama 2005-2007
5 Perusahaan yang tidak lengkap data 2
keuangannya
6 Perusahaan yang menjadi sampel 81

3.3. Jenis dan Teknik Pengambilan Data
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis

kuantitatif yakni bentuk analisis yang menggunakan angka -angka dan

perhitungan dengan metode statistik, maka data tersebut harus diklasifikasikan

dalam kategori tertentu dengan menggunakan tabel – tabel tertentu.

Sumber data berasal dari pojok Bursa Efek Indonesia Universitas Diponegoro,

Perputakaan Universitas Stikubank. Jenis data yang digunakan adalah data

sekunder. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi,

dalam hal ini data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat. Sedangkan mengenai

studi pustaka diperoleh peneliti terdahulu dan ditunjang dengan literatur yang ada.

Data tersebut merupkan data laba akuntansi,total arus kas dan return saham.

Sumber data dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah :

a. JSX Statistic tahun 2005 sampai tahun 2007 mengenai catatan daftar emiten

yang mengumumkan pembayaran dividen .

b. Indonesian Capital Market Directory (ICMD).

17
3.4. Definisi Konsep,Operasional dan pengukuran Variabel
3.4.1. Definisi konsep ,Operasional

Definisi operasional adalah arti yang didasarkan atas sifat –sifat hal yang

didefinisikan yang dapat diamati atau diteliti.

3.4.2. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah variabel dependen

dan variabel independen. Variabel Dependen merupakan variabel yang

dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam penelitian ini adalah return saham. Variabel

Independen merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain, dalam

penelitan aini adalah laba akuntansi, total arus kas.

a.Variabel Independen

(1). Laba Akuntansi

Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi

sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari

semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu

periode kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi (Baridwan,1992:55)

Laba Akuntansi dapat diartikan sebagai perbedaan antara pendapatan direalisasi

yang timbul dari transaksi periode tersebut dan biaya historis yang sepadan

dengannya. ( Murtanto dan Harkivent,2000:994 )

(2). Total Arus Kas

Arus kas adalah pergerakan ataupun aliran akan kas atau yang setara

dengan kas, baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar dari suatu perusahaan

18
(Manurung, 1998) dan juga mencakup transaksi kas yang dimasukkan dalam

penentuan laba bersih arus kas ke dalam dan ke luar perusahaan merupakan

peristiwa yang sangat fundamental, sebagai dasar pengukuran akuntansi dan

sebagai dasar pengambilan oleh investor dan kreditor. Kas menjadi sangat penting

artinya karena menggambarkan daya beli umum dan dapat ditransfer segera dalam

perekonomian pasar kepada individu atau organisasi untuk kebutuhan mereka.

Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan persyaratan dan harus

menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari

laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Laporan arus

kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan

menurut aktivitas operasi investasi dan pembiayaan.

Sedangkan pengertian laporan arus kas adalah laporan yang

menggambarkan darimana sumber kas perusahaan berasal dan untuk apa kas itu

dipergunakan sehingga dapat digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan

arus kas tersebut.

Laporan arus kas dirancang khusus untuk memberikan informasi mengenai

rincian sumber ekonomi yang diperoleh perusahaan dan penggunanya selama satu

periode. Informasi yang tersaji dalam laporan arus kas akan digunakan oleh para

investor dan kreditur untuk memprediksi arus kas yang akan didistribusikan dalam

bentuk dividen/bunga dan pembayaran kembali pokok penjualan dan menilai

resiko.

b. Variabel dependen adalah Return Saham

19
Return merupakan imbalan yang diperoleh dari investasi

( Abdul,2003:30)Return dapat berupa return realisasi atau return ekspektasi.

Retrun realisasi merupakan return tang telah terjadi an dihitung berdasarkan data

historis.Return ini penting karena digunakan sebagai salah satu alat pengukur

kinerja perusahaan , sedangkan return ekspektasi adalah return yang diharapkan

akan diperoleh investor di masa yang akan datang (Jogiyanto,2000:107).

Untuk mengukur return saham adalah :

Rt = Pt- Pt-I
Pt-I

( Sumber: Jogiyanto Hartono,2000:105)

Keterangan :

Rt : Return saham pada periode ke t

Pt : Harga saham pada periode ke t

Pt – I : Harga saham sebelum periode ke t (t –I)

3.5. Transformasi data dan Uji Normalitas Data
Metode Analisis Data

3.5.1. Uji Statistik Deskriptif

Uji statistik deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberi

gambaran terhadap obyek yang diteliti melelui data sampel atau populasi

sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan

yang berlaku umum.(Sugiyono,2005:21). Dalam penelitian ini peneliti

menggunakan mean, median, standart deviasi.

3.5.2. Analisis untuk Uji Data

20
Uji Normalitas

Uji yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi

variabel terikat dan variabel bebas, keduanya mempunyai distribusi normal

atau tidak. Model Regresi yang baik adalah memilih distribusi data normal

atau mendekati nol.

Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara uji

Skewness memberikan kelebihan tersendiri yaitu bahwa akan diketahui

grafik normalitas menceng ke kanan atau ke kiri, terlalu datar atau

mengumpul di tengah. Oleh karenanya uji ini disebut juga uji normalitas

dengan Skewness yang sering disebut dengan ukuran kemencengan data,

tujuannya untuk membantu peneliti dalam menentukan distribusi normal

dengan jumlah data yang relatif banyak. Data dikatakan normal apabila

statistik skwenes dibagi rasio = + 2

3.6. Pengujian Asumsi Klasik
Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas berarti ada hubungan linier yang sempurna atau

pasti diantara beberapa atau semua variabel independen dari model yang

ada. Akibat dari adanya multikolinearitas ini adalah koefisien regresi tidak

tertentu dan kesalahan standarnya tak terhingga. Hal ini akan menimbulkan

adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya

tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (Ghozali, 2003).

21
Untuk menentukan multikolinearitas, dengan menggunakan nilai tolerance

dan lawannya variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini

menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel

bebas lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih

yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya, jadi nilai tolerance

yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi dan menunjukkan adanya

kolinieritas yang tinggi. Nilai cut off yang umum dipakai adalah nilai

tolerance lebih dari 0,10 atau sama dengan nilai VIF kurang dari 10.

a. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi

linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan

periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem

autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang

waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan

pengganggu) tidak bebas dari satu observasi lainnya (Ghozali, 2003). Uji yang

digunakan untuk mendeteksi adanya autokorelasi ini adalah uji Durbin Watson

(DW). Uji DW dihitung berdasarkan jumlah selisih kuadrat nilai-nilai tafsiran

faktor gangguan yang berurutan.

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam suatu model

regresi linier terdapat korelasi antara pengganggu pada periode t dengan kesalahan

pada periode t-1 (Ghozali, 2001). Pengujian autokorelasi dengan menggunakan uji

Durbin - Watson, yaitu dengan menghitung nilai d statistik. Nilai d statistik ini

22
dibandingkan dengan nilai d tabel dengan tingkat signifikan 5 persen. Dasar

pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

 Jika 0 < dw < dl, maka ada autokorelasi positif

 Jika dl ≤ dw ≤ du, maka ragu-ragu terjadi auto korelasi

 4 – dl < dw < 4, maka ada autokorelasi negatif

 4 – du ≤ dw ≤ 4 – dl, maka ragu-ragu terjadi auto korelasi

 du < d < 4 – du, maka tidak ada autokorelasi positif atau negatif

Keterangan : dl = batas bawah dw dan du = batas atas dw

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika

varian dari residual satu ke pengamatan lain tetap, maka disebut

homoskedastisitas, jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

Cara mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas yaitu dengan melihat

plot antara nilai prediksi variabel independen (ZPRED) dengan residual

(ZRESID). Deteksi ada atau tidaknya hetereroskedastisitas dapat dilakukan

dengan melihat pola tertentu pada grafik scatterplot antar ZRESD dan ZPRED.

Dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y

prediksi – Y sesungguhnya ) yang telah distudentized. .

Dasar analisis :

(a).Ada pola tertentu seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang

teratur ( bergelombang,melebar,mengumpul) maka mengindikasikan telah terjadi

heteroskedastsitas.

23
(b). Jika ada pola yang jelas, serta titik – titik menyebar diatas X maka tidak

terjadi heteroskedastisitas (Ghozali,2001:78).

3.7. Model Penelitian dan Analisis Data

Uji Regresi linier brganda ini menguji pengaruh beberapa variabel independen

terhadap variabel dependen.Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda

karena memiliki satu variabel dependen dan lebih dari satu variabel independen

( Nugroho,2005:43)

Sedangkan persamaan regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini

adaah (J.Supranto,2001:236):

Y= a+b1X1+b2X2+e

Dimana :

Y : return saham

a : konstanta

b1,b2 : koeisien regresi

X1 : laba akuntansi

X2 : total arus kas

e : error ( tingkat kesalahan)

3.8. Pengujian Model Penelitian
Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan

model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi

diantaranya adalah 0 dan 1(0< R2 <1). Dalam koefisien determinasi, regresi linier

24
bergandanya menggunakan adjusted R2 karena jumlah variabe independennya

lebih dari satu variabel.

3.9. Pengujian Hipotesis
Pengujian ini dilakukan dengan dua uji adalah uji t dan uji F yaitu,

a. Uji t

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengarush

masing – masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Imam Ghozali (2005:84) menjelaskan bahwa pengujian secara parsial

dapat dilakukan dengna uji t, uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar

pengaruh variabel independen secara parsial (laba akuntansi dan total arus kas )

terhadap variabel dependen (return saham).Rumusan hipotesis pada perolehan ini

adalah :

Ho(1) : p< 0, artimnya laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan

terhadap Return Saham.

Ho(1) : p > 0, artinya laba akuntansi berpengaruh secara sgnifikan terhadap

return saham.

Ho(2) : p < 0, artinya total arus kas tidak berpengaruh secara signifkan terhadap

return saham.

Ho(2) : p > 0, artinya total arus kas berpengaruh secara signifikan terhadap return

saham.

Hipotesis nol (Ho) diterima apabila dalam parameter menunjukkan bahwa

nilai signifikan si pengujian lebih besar dari derajat kepercayaan (0,05), sehingga

25
sama dengan nol. Sedangkan Hipotesis alternatif (Ha) diterima apabila dalam

parameter menunjukkan nilai signifikan pengujian kurang dari derajat

kepercayaan (0,05) sehingga tidak sama dengan nol.

Uji dua arah (two tail test) dapat digambarkan sebagai berkut :

Gambar Kurva uji T

b.Uji F

Pengujian ini dilakukan untukmengetahui apakah variabe independen

secara bersama – sama (simultan ) mempengaruhi variabel dependen

Imam Ghozali (2005:84) menjelaskan bahwa pengujian secara simultan

dilakukan dengan uji F, pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel

independen (laba akuntansi dan total arus kas) berpengaruh secara bersama –

sama terhadap variabel dependen (return saham.

Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah :

Ho(3) : P = 0, artinya semua variabel independen (laba akuntansi dan total arus

kas ) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen

(return saham).

Ha(3) : P # 0, artinya semua variabel independen (laba akuntansi dan total arus

kas ) secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel

dependen (return saham).

Hipotess nol (Ho) diterima apabila nilai signifikasi pengujian lebih besar

dari pada derajat kepercayaan (0,05) sehingga peremeter dalam model

tidak sama dengan nol.

26
Uji satu arah (one tail test) dapat digambarkan sebagai berikut :

( pindahan dari pengembangan hipotesis ) Penelitian yang berkaitan
dengan kandungan informasi dari laporan arus kas masih sedikit dilakukan oleh
para akademisi ( Lev dan Ohston, 1978). Beberapa studi yang menguji kandungan
informasi dari laporan arus kas telah dilakukan oleh Wilson (1986,1987) tetapi
hanya memfokuskan pada komponen tunggal dari laporan arus kas dari aktivitas
operasi hasilnya adanya kandungan informasi dari data arus kas. Yang berkaitan
dengan laba akuntansi dengan harga saham telah dilakukan oleh Ball dan Brown
(1968 ), beberapa hasil studi yang berkaitan dengan hasil yang menunjukkan
adanya hubungan pengumuman laba dengan harga saham telah dilakukan oleh
Foster et al.(1979,1980), Bernard dan Thomas(1989), Easton et al.(1992) dan
Kothari dan Sloan (1992). Dalam literatur akuntansi ditemukan hasil yang
kontradiksi mengenai pemilahan laba ke dalam arus kas dan laba . Para analisis
keuangan ( Brearly dan Myer 1981 ;Duns Business Month 1977; Treynor 1972 )
mempertanyakan kemampuan dan relevansi dari laba akuntansi adanya komponen
akrual sedangkan informasi laba akrual mempunyai kualitas yang lebih rendah
daripada arus kas, sehingga pengaruh arus kas dan laba akrual terhadap harga
saham tidak pasti. Secara empiris tidak ditemukan bukti mendukung, kemudian
mereka berspekulasi bahwa (1) penerbitan laporan keuangan mungkin bukan
merupakan peristiwa yang penting untuk harga karena adanya alternatif lain yang
tersedia,(2) perbedaan dalam implikasi penilaian dari arus kas dan laba akrual
adalah lebih nyata daripada model yang ada.
Menurut Sugiyono (2005:81), hipotesis ini diartikan sebagai pernyataan statistik
tentang parameter populasi.

27
28