You are on page 1of 44

TEKANAN DARAH TINGGI

Hipertensi atau tekanan darah tinggi

adalah keadaan dimana nilai tekanan

darah atas lebih dari 140 mmHg dan batas

bawah lebih dari 90 mmHg

PENYEBABNYA
.

1. Ras/ Suku 1. Stress

2. Umur 2. Merokok

3. Kegemukan 3. Banyak minum alkohol

4. Konsumsi garam yang 4. Penyakit ginjal


tinggi 5. Penyakit syaraf
5. Riwayat penyakit darah 6. Tumor
tinggi
TANDA DAN GEJALA

1. Sakit kepala
2. Mimisan
3. Pusing/Migrain
4. Telinga agak berdengung
5. Cepat marah tanpa sebab
6. Kelelahan
7. Cemas
8. Pandangan kabur
9. Keringat berlebih
10. Mual
11. Muntah
BAHAYA HIPERTENSI

1. Pada mata
Pandangan mata menjadi kabur
2. Pada jantung
Kelemahan pada jantung, sehingga timbul rasa sakit
dan menyebabkan kematian yang mendadak
3. Pada ginjal
Sakit pada ginjal
4. Pada otak
Aliran darah yang berkurang dapat menyebabkan
pusing dan dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh
darah dapa otak
Pencegahan
Hindari stress serta sedih yang berkepanjangan.
Olahraga teratur
Istirahat yang cukup
Hindari merokok
Kurangi makanan berlemak dan asin
Banyak makan buah dan sayuran
Control teratur
Kenali darah tinggi sedini mungkin

OBAT HERBAL UNTUK MENCEGAH


TEKANAN DARAH TINGGI
Obat herbal adalah obat yang diramu dari
tanaman-tanaman tradisonal berkhasiat
yang digunakan untuk pengobatan
penyakit-penyakit tertentu
1. Alpukat
2. Bawang putih
3. Belimbing wuluh
4. Beluntas
5. Jarak/Kelekeh
6. Lobak
7. Mengkudu
8. Mentimun
9. Seledri
10. Sirih
11. Labu kuning
12. Labu siam

1. BELIMBING WULUH
1. Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh adalah pohon kecil yang memiliki tinggi


mencapai 10 m dengan batang
yang tidak begitu besar dan
mempunyai garis tengah hanya
sekitar 30 cm. Ditanam sebagai
pohon buah. Pohon yang berasal
dari amerika tropis ini hidup di
tempat cukup lembab. Belimbing
wuluh mempunyai batang kasar
berbenjol-benjol, percabangan
sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut
halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa
daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun.
Perbungaan berupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau
percabangan yang besar, bunga kecil-kecil berbentuk bintang
warnanya ungu kemerahan. Rasa buahnya asam, digunakan
sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan
noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari
kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan
obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

Belimbing wuluh dapat menurunkan tekanan darah


seseorang disebabkan oleh karena kandungan buah belimbing
yang kaya akan kalium dan rendah natrium.
Cara Pemakaian :

Tiga buah dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, rebus


dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
disaring, minum setelah makan pagi.

2. Labu kuning

Labu kuning merupakan


salah satu jenis labu yang
cukup populer di Indonesia
meski buah ini berasal dari
Mexico Tengah dan menyebar
ke Benua Amerika. Di
Indonesia labu kuning
memiliki nama yang cukup
dikenal yaitu waluh,
sedangkan secara ilmiah Labu
kuning disebut Cucurbita Moschata (Widawati, 2000:3).

Labu kuning juga sangat baik untuk menu diet rendah lemak
juga sebagai obat alternatif, seperti untuk pengobatan gangguan
kesuburan, reaksi alergi, gangguan kantung kemih, mengatasi
diabetes, hipertensi dan banyak penyakit lainnya. Kegunaan labu
kuning sebagai bahan untuk mengobati berbagai macam
penyakit diantaranya adalah memperbaiki tekanan darah tinggi,
sakit kepala dan perlindungan zat anti bodi.
Cara pemakaian :

Minum segelas sari buah labu kuning sehari sekali, yang


dapat mengganti kekurangan cairan dan meringankan kerja
ginjal yang akan berpengaruh pada tekanan darah.

3. Mentimun

Mentimun merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga


labu-labuan (Cucurbitaceae) dan merupakan urutan keempat
jenis sayuran komersial yang dihasilkan di Indonesia setelah cabai
(lombok), kacang panjang, dan bawang merah. Selain memiliki
kandungan kalium, mentimun juga memiliki nilai ekonomi yang
relatif murah sehingga dapat
dijangkau oleh semua lapisan
masyarakat. Disamping itu
mentimun sangat mudah
tumbuh, tidak mengenal musim
dan mudah diperoleh di pasaran
(Rukmana R, 1994).

Cara pemakaian :

Buah mentimun sebanyak 2 buah. Buah dicuci bersih lalu


diparut. Selanjutnya diperas dan disaring, lalu air diminum.
Lakukan sebanyak 2-3 kali sehari.

4. Daun seledri
Daun seledri 3 helai di jus atau dimakan langsung secara teratur 2-
3x sehari
Penatalaksanaan hipertensi di
rumah

Pengaturan pola hidup perlu dilakukan yaitu:

a) Hindari perilaku merokok


Nikotin di dalam rokok memicu suatu hormone yang
bernama hormon adrenalin. Hormone ini akan menyebabkan
tekanan darah meningkat. Hal ini menyebabkan kerja
jantung semakin meningkat untuk memompa darah ke
seluruh tubuh melalui pembuluh darah yang sempit. Dengan
berhenti merokok maka tekanan darah akan turun perlahan.
b) Diet sehat
Pengaturan diet sangat penting pada klien hipertensi,
tujuan utama dari pengaturan diet hipertensi adalah
mengatur tentang makanan sehat yang dapat mengontrol
tekanan darah tinggi dan mengurangi penyakit jantung.
Secara garis besar, ada empat macam diet untuk
menanggulangi atau minimal mempertahankan keadaan
tekanan darah yaitu :
1) makanan rendah garam
Tujuan makanan yang rendah garam adalah untuk
menurunkan tekanan darah dan untuk mencegah
edema(pembengkakan akibat berlebihnya air dalam
tubuh)dan penyakit jantung. Adapun yang disebut rendah
garam bukan hanya membatasi konsumsi garam dapur
tetapi mengkonsumsi makanan rendah sodium. Sumber
sodium antara lain makanan yang mengandung soda kue,
baking powder, MSG (penyedap rasa), pengawet makanan
atau natrium benzoat (Biasanya terdapat didalam saos,
kecap, selai, jelly), makanan yang dibuat dari mentega serta
obat yang mengandung natrium (obat sakit kepala). Bagi
penderita hipertensi, biasakan penggunaan obat
dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
2) diet rendah kolestrol dan lemak
Diet rendah kolestrol dan lemak terbatas. Kolestrol
dapat berbahaya jika dikonsumsi lebih banyak dari pada
yang dibutuhkan oleh tubuh, peningkatan kolestrol dapat
terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang
mengandung kolestrol tinggi.
3) diet tinggi serat
Diet tinggi serat sangat penting pada penderita
hipertensi.Serat kasar dapat berfungsi mencegah penyakit
tekanan darah tinggi karena serat kasar mampu mengikat
kolestrol maupun asam empedu dan selanjutnya membuang
bersama kotoran. hal ini dapat dicapai jika makanan yang
dikonsumsi mengandung serat kasar yang cukup tinggi
c) hindari stress, olah raga teratur dan istirahat yang cukup
stress menimbulkan ketegangan yang mengakibatkan
jantung berdenyut lebih kuat dan cepat sehingga
meningkatkan tekanan darah. Dengan berolah raga 30-45
menit atau 3-4 hari per minggu dapat menurunkan tekanan
darah sebanyak 10 mmHg. Selain itu, olah raga dapat
menurunkan berat badan, membakar lemak dalam darah
dan memperkuat otot (Vitahealth, 2005)

Tabel bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak


dianjurkan:
Bahan Makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras, kentang, Makanan dengan
singkong, terigu, tambahan garam
tapioca, gula, dapur, baking
makanan yang powder, atau soda
diolah, dari bahan kue seperti roti,
makanan tersebut biscuit, mi, bihun,
tanpa garam dapur macaroni, kue
atau soda. kering.
Sumber protein Daging ayam, ikan, Otak, ginjal, lidah,
hewani telur, susu sarden, daging
berlemak, ikan asin,
makanan kaleng,
sosis, ebi(udang
kering), dendeng,
kornet,telur asin,
Sumber protein Semua kacang- Keju, kacang tanah,
nabati kacangan yang kacang-kacangan
dimasak tanpa yang dimasak
garam dapur. dengan garam atau
natrium lain
Sayuran Semua sayuran segar Sayuran yang
tanpa garam dimasak dengan
garam, acar, asinan.
Buah Semua buah tanpa Semua buah dengan
tambahan garam tambahan garam
atau natrium atau natrium.
Lemak Minyak goreng, Margarine dan
margarine, mentega mentega biasa
tanpa garam
Minuman Teh, jus, buah, air Minuman ringan,
putih coklat, kopi , alkohol
Bumbu Semua bumbu yang Garam dapur untuk
tidak mengandung diet rendah garam,
natrium atau garam baking powder, soda
kue, vetsin, kecap,
terasi, kaldu bubuk,
saus tomat, petis,
tauco
(Sumber: penuntun Diet, Instalasi Gizi perjan RS Cipto
Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia, 2006)
BAB 2. SENAM WAJAH

2.1 Pengertian Senam Wajah


Senam merupakan suatu cabang olah raga yang melibatkan
gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian
gerakan fisik yang teratur (Wikipedia, 2009). Senam wajah
merupakan salah satu jenis latih gerak yang menggunakan otot-
otot wajah untuk menciptakan bentuk gerakan yang bertujuan
untuk memperlancar aliran darah di wajah, menghilangkan
kerutan, dan memberikan sensasi rileks (El Juvo, 2009 dalam Nelli,
2010). Otot-otot yang berfungsi dalam pergerakan wajah antara
lain: otot dahi, pipi, hidung, mulut, orbita (mata). Kombinasi
gerakan pada otot-otot wajah yang berirama dan teratur akan
menghasilkan gerakan yang memiliki performa sehingga terbentuk
Senam Wajah.

2.2 Manfaat senam wajah


Manfaat senam wajah sangat banyak antara lain:

a. Senamwajah merangsang kolagen di dalam kulit sehingga


kulit lebih kencang.
b. Ototwajah lebih rileks.
c. Aliranpembuluh darah lebih lancer.
d. Efek rileksnya membuat tidak mudah stress.
2.3 Langkah-langkah senam wajah
1. Pemanasan
a. Posisi duduk bersila
b. Lakukan pijatan wajah selama 1-2 menit untuk
merelaksasikan otot-otot wajah
c. Alur pijat wajah dari atas ke bawah, dimulai dari: ubun-
ubun, dahi, tulang sekitar mata, pelipis, pipi, hidung, tulang
sekitar mulut dan dagu.
d. Menghadap cermin yang telah disediakan, lakukan gerakan
inti.

A. B. C.

D. E. F.
2. Gerakan Inti
1. Gerakkan alis kanan dan kiri kearah atas dan bawah
masing-masing 8 kali

2. Gerakkan salah satu alis kearah atas dan bawah secara


bergantian masing-masing 8 kali

2(a) 2(b)
3. Gerakkan mata (pejam-buka) kanan kiri secara
bersamaan, lakukan 2 x 8 kali, gerakan terakhir semakin
cepat.
4. Gerakkan salah satu mata (pejam-buka) secara
bergantian, lakukan 2 x 8 kali.

4(a) 4(b)

5. Gerakkan pipi salah satu ke arah atas (gambar ) lakukan


2 x 8 kali hingga semakin cepat.

5(a) 5(b)
6. Gerakkan kedua pipi kanan dan kiri ke arah atas
(gambar) lakukan 2 x 8 kali hingga semakin cepat.
7. Gerakkan mulut ke arah kanan dan kiri secara bergantian,
lakukan 2 x 8 kali semakin cepat (gambar ).

7(a) 7(b)
8. Gerakkan mulut ke arah atas dan bawah secara
bergantian, lakukan 2 x 8 kali semakin cepat.

8(a) 8(b)
9. Putarlah mulut ke segala arah dimulai dari arah atas,
kanan, bawah, kiri, atas. Lakukan 2 x 8 kali. Dan lakukan
ke arah sebaliknya di mulai atas kiri, bawah kanan, atas.

9(a) 9(b)
9(c) 9(d)
10. Bukalah mulut selebar-lebarnya dengan posisi tersenyum.
Lakukan hitungan 2 x 8 kali secara perlahan.

11. Bukalah gigi selebar-lebarnya dengan mulut dalam


keadaan mengatup (gambar).
12. gerakkan mulut dengan mengatakan huruf I selebar-
lebarnya, dengan memposisikan mulut bagian bawah ke
arah bawah hingga otot leher terasa tertarik (gambar)
lakukan 2 x 8 kali.

3. Pendinginan
a) Gerakkan wajah Anda kearah pusat (mengerutkan wajah)
dengan seluruh otot wajah ke arah tengah sambil
mengatakan huruf U.

b) Gerakkan wajah Anda ke arah luar (melebarkan wajah)


dengan seluruh otot wajah ke arah luar, sambil mengatakan
huruf I. lakukan kombinasi gerakan ini selama 2 x 8 kali
dalam gerakana lambat.
c) Gerakan terakhir, lakukan kegiatan tertawa bersama (+- 30
detik)
BAB 3. SENAM HIPERTENSI

3.1 Pengertian
Senam pencegahan dan penanggualangan stroke
merupakan latihan atau gerakan pada tonus otot, gerak
motorik, sensorik dan keseimbangan
3.2 Indikasi Dan Kontraindikasi
Indikasi senam ini yaitu Klien stroke dengan masa
rehabilitasi, dan Klien dengan resiko stroke. Kontraindikasinya
yaituKlien dalam fase akut atau kritis
3.3 Persiapan
Baju trining yang menyerap keringat dan tidak sempit,
Lingkungan yang kondusif

3.4 Langkah
a. Posisi badan berdiri lurus menghadap kedepan
b. Lakukan gerakan jalan ditempat 1 x 8

c. Lakukan gerakan tepuk tangan 4 x 8


d. Lakukan gerakan tepuk jari 4 x 8

e. Lakukan gerakan jalin tangan dengan menjalin kedua


tangan 4 x 8

f. Lakukan gerakan silang ibu jari dengan gerakan bergantian


kiri dan kanan 4 x 8

g. Lakukan gerakan dengan mengadu sisi kelingking 2 x 8


h. Lakukan gerakan dengan mengadu sisi telunjuk 2 x 8

i. Lakukan gerakan ketok pergelangan tangan bergantian kiri


dan kanan 2 x 8

j. Lakukan gerakan ketok nadi dengan tangan sisi kelingking


bergantian kiri dan kanan 2 x 8

k. Lakukan gerakan dengan saling menekan jari jari dan


menggerakkan kedepan dan kebelakan 2 x 8
l. Lakukan kerakan mengepal dan membuka tangan 2 x 8

m. Lakukan gerakan menepuk punggung tangan secara


bergantian kanan dan kiri 4 x 8

n. Lakukan gerakan menepuk lengan sampai bahu bergantian


kiri dan kanan 4 x 8

o. Lakukan gerakan menepuk pinggang 2 x 8


p. Lakukan gerakan menepuk paha 4 x 8

q. Lakukan gerakan samping betis 2 x 8

r. Lakukan gerakan jongkok dan berdiri 2 x 8

s. Lakukan gerakan dengan menepuk perut 2 x 8

t. Lakukan gerakan menjinjit kaki 2 x 8


BAB4. MASASE KAKI
1. Pengertian
Masase kaki adalah sentuhan yang dilakukan pada kaki dengan
sadar dan digunakan untuk meningkatkan kesehatan
2. tujuan
Menimbulkan relaksasi yang dalam
Memperbaiki sirkulasi darah pada otot
Menurunkan tekanan darah
3. Kontraindikasi
Jika mengalami patah tulang pada kaki atau mengalami luka
bakar
4. Langkah-langkah
1. Letakkan tangan kita sedikit diatas pergelangan kaki dengan
jari-jari menuju ke atas, dengan satu gerakan tak putus
luncurkan tangan ke tas panggkal paha dan kembali turun di
sisi kaki mengikuti lekuk kaki.
2. Tarik ibu jari dan buat bentuk V (posisi mulut naga). Letakkan
tangan di atas tulang garas dibagian bawah kaki. Gunakan
tangan secara bergantian untuk memijat perlahan hingga kaki
bawah lutut. Dengan tangan masih pada posisi V urut ke atas
dengan sangat lembut hingga ke tempurung lutut, pisahkan
tangan dan ikuti lekuk tempurung lutut pijat ke bagian bawah.
3. Lalu ulangi pijat keatas bagian tempurung lutut.
4. Tekanlah dengan sisi luar telapak tangan membuat lingkaran
secara bergantian mulai dari atas lutut hingga pangkal paha
dan mendorong otot.
5. Dengan keedua tangan pijatlah kebawah pada sisi kaki hingga
ke pergelangan kaki. Kemudian remas bagian dorsum dan
plantaris kaki dengan kedua tangan sampai ke ujung jari.
6. Ulangi pada kaki kiri.

Tahap Kedua: masase pada telapak kaki


1. Letakkan alas yang cukup besar dibawah kaki klien
2. tangkupkan telapak tangan kita di sekitar sisi kakii kanannya
3. Rilekskan jari-jari serta gerakkan tangan kedepan dan
kebelakang dengan cepat. Ini akan membuat kaki rileks.

4. Biarkan tangan tetap memegang bagain atas kaki.


5. Geser tangan kiri kebawah tumit kaki, dengan lembut tarik kaki
ke arah pemijat mulai da ri tumit. Dengan gerakan oval putar
kaki beberapa kali kesetiap arah.
6. Pegang kaki pasangan dengan ibu jari kita berada di atas dan
telunjuk di bagian bawah.
7. Kemudian dengan menggunakan ibu jari, tekan urat-urat otot
mulai dari jaringan antara ibu jari dan telunjuk kaki. Tekan
diantara urat-urat otot dengan ibu jari. Ulangi gerakan ini pada
tiap lekukan.
8. Pegang tumit kaki klien dengan tangan kanan, gunakan ibu jari
dan telunjuk tangan kiri pemijat untuk menarik kaki dan
meremas jari kaki. Pertama, letakkan ibu jari pemijat diatas ibu
jari kaki dan telunjuk dibawahnya. Lalu pijat dan tarik
ujungnya, dengan gerakan yang sama pijat sisi-sisi jari. Lakukan
gerakan ini pada jari yang lain.
RELAKSASI OTOT PROGRESIF

1. Menarik nafas sambil menegangkan otot tangan, jari-jari, dan


lengan kanan

2. Menarik nafas sambil menegangkan otot tangan, jari-jari, dan


lengan kiri

3. Menarik nafas sambil menegangkan otot kaki, paha, tumit, dan


jari kaki kanan
4. Menarik nafas sambil menegangkan otot kaki, paha, tumit, dan
jari kaki kiri

5. Menarik nafas sambil menegangkan otot dahi

6. Menarik nafas sambil menegangkan otot mata

7. Menarik nafas sambil menegangkan otot bibir, gigi, lidah, dan


rahang
8. Menarik nafas sambil menegangkan otot dada

9. Menarik nafas sambil menegangkan otot leher

10. Latihan ini dilakukan selama 2 kali sehari selama 20-25 menit.
Latihan yang rutin dapat mengurangi sulit tidur yang dialami.
Infeksi saluran pernafasan atas
(ISPA)

1. DEFINISI
Infeksi saluran pernafasan adalah suatu keadaan dimana saluran pernafasan (hidung,
pharing dan laring) mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya obstruksi jalan nafas
dan akan menyebabkan retraksi dinding dada pada saat melakukan pernafasan (Pincus Catzel
& Ian Roberts; 1990; 450 dalam Beben 2010). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
merupakan infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas mulai
hidung sampai alveoli termasuk adneksanya (sinus, rongga telinga tengah, pleura) (Depkes
RI, 2011). Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ISPA adalah
suatu keadaan dimana kuman penyakit berhasil menyerang alat-alat tubuh yang
dipergunakan untuk bernafas yaitu mulai dari hidung, hulu kerongkongan, tenggorokan,
batang tenggorokan sampai ke paru-paru, dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari.

2. KLASIFIKASI
Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) mengklasifikasi ISPA sebagai berikut:
a. Untuk golongan umur kurang 2 bulan, ISPA dibedakan menjadi 2 yaitu:
1) Pneumonia berat: klasifikasi pneumonia berat ditandai dengan adanya napas cepat
(fast brething), yaitu frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih,
atau adanya tarikan yang kuat pada dinding dada bagian bawah kedalam (severe chest
indrawing).
2) Bukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tanda tarikan kuat dinding
dada bagian bawah atau napas cepat
b. Untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun, ISPA dibagi menjadi 3 yaitu :
1) Pneumonia berat: bila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan dinding dada bagian
bawah kedalam pada waktu anak menarik napas (pada saat diperiksa anak harus
dalam keadaan tenang tidak menangis atau meronta)
2) Pneumonia: bila disertai napas cepat. Batas napas cepat ialah untuk usia 2 12 bulan
adalah 50 kali per menit atau lebih dan untuk usia 1 -4 tahun adalah 40 kali per menit
atau lebih
3) Bukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tarikan dinding dada
bagian bawah dan tidak ada napas cepat.

c. Klasifikasi infeksi saluran nafas berdasarkan tempat terjadinya:


1) Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Bagian Atas
Infeksi Saluran Nafas Akut (ISPA) bagian atas diantaranya adalah : Nasofaringitis
akut (selesma), Faringitis Akut (termasuk Tonsilitis dan Faringotosilitis) dan rhinitis
2) Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Bawah
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian bawah: Laringitis, Asma Bronchial,
Bronchitis akut maupun kronis, Broncho Pneumonia atau Pneumonia (suatu
peradangan tidak saja pada jaringan paru tetapi juga pada bonkioli) (Pusdiknakes,
1993 : 105 dalam Bahsein, 2000)

3. PENYEBAB
Penyebab ISPA terdiri dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri,virus dan riketsia
dapat menyerang sendiri-sendiri maupun dengan berbarengan (Depkes RI, 1998: 5 dalam
Bahsein, 2000)

1) Faktor lingkungan
a) Pencemaran udara dalam rumah

Memasak menggunakan tungku kayu bakar Asap Rokok


b) Ventilasi rumah
Ventilasi yaitu proses penyediaan udara atau pengerahan udara ke atau dari ruangan
baik secara alami maupun secara mekanis. Fungsi dari ventilasi dapat dijabarkan
sebagai berikut :
a) Mensuplai udara bersih yaitu udara yang mengandung kadar oksigen yang
optimum bagi pernapasan
b) Membebaskan udara ruangan dari bau-bauan, asap ataupun debu dan zat-zat
pencemar lain dengan cara pengenceran udara
c) Mensuplai panas agar hilangnya panas badan seimbang
d) Mensuplai panas akibat hilangnya panas ruangan dan bangunan
e) Mengeluakan kelebihan udara panas yang disebabkan oleh radiasi tubuh, kondisi,
evaporasi ataupun keadaan eksternal
f) Mendisfungsikan suhu udara secara merata.
c) Kepadatan hunian rumah
Kepadatan hunian dalam rumah menurut keputusan menteri kesehatan nomor
829/MENKES/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan rumah, satu orang minimal
menempati luas rumah 8m. Dengan kriteria tersebut diharapkan dapat mencegah
penularan penyakit dan melancarkan aktivitas. Keadaan tempat tinggal yang padat
dapat meningkatkan faktor polusi dalam rumah yang telah ada. Penelitian menunjukkan
ada hubungan bermakna antara kepadatan dan kematian dari bronkopneumonia pada
bayi, tetapi disebutkan bahwa polusi udara, tingkat sosial, dan pendidikan memberi
korelasi yang tinggi pada faktor ini.
2) Faktor individu anak
a) Umur anak
Sejumlah studi yang besar menunjukkan bahwa insiden penyakit pernapasan oleh
veirus melonjak pada bayi dan usia dini anak-anak dan tetap menurun terhadap usia.
Insiden ISPA tertinggi pada umur 6 12 bulan.
b) Berat badan lahir
Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan berat lahir bayi di bawah
2500 gram. Berat badan lahir menentukan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan
mental pada masa balita. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) mempunyai
resiko kematian yang lebih besar dibandingkan dengan berat badan lahir normal,
terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran karena pembentukan zat anti kekebalan
kurang sempurna sehingga lebih mudah terkena penyakit infeksi, terutama pneumonia
dan sakit saluran pernapasan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa berat bayi kurang
dari 2500 gram dihubungkan dengan meningkatnya kematian akibat infeksi saluran
pernafasan dan hubungan ini menetap setelah dilakukan adjusted terhadap status
pekerjaan, pendapatan, pendidikan. Data ini mengingatkan bahwa anak-anak dengan
riwayat berat badan lahir rendah tidak mengalami rate lebih tinggi terhadap penyakit
saluran pernapasan, tetapi mengalami lebih berat infeksinya.
c) Gizi kurang atau gizi buruk
Keadaan gizi yang buruk muncul sebagai faktor resiko yang penting untuk terjadinya
ISPA. Beberapa penelitian telah membuktikan tentang adanya hubungan antara gizi
buruk dan infeksi paru, sehingga anak-anak yang bergizi buruk sering mendapat
pneumonia. Disamping itu adanya hubungan antara gizi buruk dan terjadinya campak
dan infeksi virus berat lainnya serta menurunnya daya tahan tubuh anak terhadap
infeksi. Balita dengan gizi yang kurang akan lebih mudah terserang ISPA dibandingkan
balita dengan gizi normal karena faktor daya tahan tubuh yang kurang. Penyakit infeksi
sendiri akan menyebabkan balita tidak mempunyai nafsu makan dan mengakibatkan
kekurangan gizi. Pada keadaan gizi kurang, balita lebih mudah terserang ISPA berat
bahkan serangannya lebih lama. Berikut cara penghitungan IMT:
IMT = berat badan
(Tinggi badan)2
Hasil:
Kurus = <18,5
Normal = 18 22,9
Kelebihan berat badan = 23
Resiko menjadi obesitas = 23 -24,9
Obesitas I = 25 29,9
Obesitas II = 30
d) Status Imunisasi
Bayi dan balita yang pernah terserang campak dan selamat akan mendapat kekebalan
alami terhadap pneumonia sebagai komplikasi campak. Sebagian besar kematian ISPA
berasal dari jenis ISPA yang berkembang dari penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi seperti difteri, pertusis, campak, maka peningkatan cakupan imunisasi akan
berperan besar dalam upaya pemberantasan ISPA. Untuk mengurangi faktor yang
meningkatkan mortalitas ISPA, diupayakan imunisasi lengkap. Bayi dan balita yang
mempunyai status imunisasi lengkap bila menderita ISPA dapat diharapkan
perkenbangan penyakitnya tidak akan menjadi lebih berat. Cara yang terbukti paling
efektif saat ini adalah dengan pemberian imunisasi campak dan pertusis (DPT). Dengan
imunisasi campak yang efektif sekitar 11% kematian pneumonia balita dapat dicegah
dan dengan imunisasi pertusis (DPT) 6% lematian pneumonia dapat dicegah.
4. TANDA DAN GEJALA
a. Batuk pilek (flu)

b. Demam dan suhu tubuh anak meningkat lebih dari 38,5 derajat celsius

c. sesak nafas.

d. Bersin
e. sakit kepala

f. Nafas cepat

g. Batuk juga disertai lendir atau skutum (dahak) yang berwarna hijau dan kental
5. KOMPLIKASI
ISPA merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya apabila diobati
dengan baik, namun apabila tidak dilakukan pengobatan dan perawatan dengan baik maka
akan menimbulkan beberapa komplikasi antara lain:
a. Bronchitis

Bronkitis adalah peradangan yang terjadi


pada saluran paru-paru yang diakibatkan
oleh infeksi kuman. Gejala yang muncul
seperti batuk dan pilek yang dapat semakin
parah jika tidak diobati

b. Sinusitis
Sinusitis adalah proses peradangan atau
infeksi dari satu atau lebih pada membran
mukosa sinus paranasal dan terjadi
obstruksi dari mekanisme drainase normal.
Dapat diartikan bahwa sinuistis adalah
peradangan yang terjadi pada saluran yang
ada di hidung dan kepala. Tanda dan
gejala yang sering muncul adalah hidung
tersumbat, sakit kepala dan napas berbau

c. Otitis media
Otitis Media adalah peradangan pada sebagian atau
seluruh mukosa telinga tengah, tuba Eustachius,
antrum mastoid, dan sel-sel mastoid atau yag lebih
sederhana dapat disebut sebagai infeksi ada telinga.
d. Pneumonia (Rasmaliah 2010)

Pneumonia adalah infeksi yang terjadi ada paru-paru.


Gejala yang muncul adalah sesak yang disertai dengan
demam.

6. PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN


a) Perawatan dirumah
1) Mengatasi panas (demam)
Untuk anak usia 2 bulan sampai 5 tahun demam
diatasi dengan memberikan parasetamol atau
dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan
demam harus segera dirujuk. Parasetamol
diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari.
Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan
dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan
menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).
2) Mengatasi batuk
Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu
ramuan tradisional yaitu jeruk nipis sendok teh
dicampur dengan kecap atau madu sendok teh,
diberikan tiga kali sehari.
3) Pemberian makanan
Berikan makanan yang cukup gizi (gizi
seimbang) sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang
yaitu lebih sering dari biasanya, lebih-lebih jika
muntah. Gizi seimbang adalah susunan pangan
sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam
jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan
tubuh.
4) Pemberian minuman
Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan
sebagainya) lebih banyak dari biasanya (lebih dari 8 gelas per
hari). Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan
cairan akan menambah parah sakit yang diderita.

b) Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan :
1) Menjaga keadaan gizi agar tetap baik
2) Imunisasi
3) Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
4) Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA
5) Menggunakan etika batuk yang benar
Langkah 1
Sedikit berpaling dari orang yang ada disekitar
anda dan tutup hidung dan mulut anda dengan
menggunakan tissue atau sapu tangan atau
lengan dalam baju anda setiap kali anda
merasakan dorongan untuk batuk atau bersin.

Langkah 2
Segera buang tissue yang sudah dipakai ke
dalam tempat sampah
Langkah 3
Tinggalkan ruangan/tempat anda berada dengan sopan dan mengambil kesempatan
untuk pergi cuci tangan di kamar kecil terdekat atau menggunakan gel pembersih
tangan.
Langkah 4
Gunakan Masker

c) Pemberantasan
Tugas pemberatasan penyakit ISPA merupakan tanggung jawab bersama. Kepala
Puskesmas bertanggung jawab bagi keberhasilan pemberantasan di wilayah kerjanya.
Sebagian besar kematian akibat penyakit pneumonia terjadi sebelum penderita
mendapat pengobatan petugas Puskesmas. Karena itu peran serta aktif masyarakat
melalui aktifitas kader akan sangat membantu menemukan kasus-kasus pneumonia
yang perlu mendapat pengobatan antibiotik (kotrimoksasol) dan kasus-kasus
pneumonia berat yang perlu segera dirujuk ke rumah sakit. Dokter puskesmas
mempunyai tugas sebagai berikut :
1) Membuat rencana aktifitas pemberantasan ISPA sesuai dengan dana atau sarana
dan tenaga yang tersedia.
2) Melakukan supervisi dan memberikan bimbingan penatalaksanaan standar kasus-
kasus ISPA kepada perawat atau paramedis.
3) Melakukan pemeriksaan pengobatan kasus- kasus pneumonia berat/penyakit
dengan tanda-tanda bahaya yang dirujuk oleh perawat/paramedis dan merujuknya
ke rumah sakit bila dianggap perlu.
4) Memberikan pengobatan kasus pneumonia berat yang tidak bisa dirujuk ke rumah
sakit.
5) Bersama dengan staff puskesmas memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang
mempunyai anak balita. Perihal pengenalan tanda-tanda penyakit pneumonia serta
tindakan penunjang di rumah.
6) Melatih semua petugas kesehatan di wilayah puskesmas yang diberi wewenang
mengobati penderita penyakit ISPA.
7) Melatih kader untuk bisa, mengenal kasus pneumonia serta dapat memberikan
penyuluhan terhadap ibu-ibu tentang penyaki ISPA.
8) Memantau aktifitas pemberantasan dan melakukan evaluasi keberhasilan
pemberantasan penyakit ISPA. Menditeksi hambatan yang ada serta
menanggulanginya termasuk aktifitas pencatatan dan pelaporan serta pencapaian
target.
DAFTAR PUSTAKA

Ardhiyanti, Y., Putriani, R., dan Damayanti, I.P., 2014. Panduan Lengkap Keterampilan
Dasar Kebidanan I. Edisi 1. Yogyakarta : Deepublish.

Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan :Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar
Klien. Jakarta : Salemba Medika.

___________Bimbingan Ketrampilan Dalam Penatalaksanaan Infeksi Saluran Pernapasan


Akut Pada Anak. 2001. Jakarta.

Darmojo, R.B&Martono, H.H. (2004). Geriatri Ilmu Kesehatan Usia Lanjut (Edisi Ketiga).
Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Maryam, Siti S.Kp dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya.Jakarta: Salemba
Medika.

Nugroho, (2000).Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC

Smeltzer, C.S. & Bare, B.G. 2001. Buku Ajar Kpeperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth. Volume I. Edisi 8 . Jakarta: EGC.

Soemantri, I. 2010. Keperawatan Medikal Bedah : Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan
Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta : Salemba Medika.

Susanto, Tantut, dkk. 2012. Buku Penuntun Praktikum Keperawatan komunitas 2. Jember:
Departemen Keperawatan Komunitas PSIK UNEJ.

Sutomo, Budi. 2008. Menu Sehat Penakluk Hipertensi. Jakarta: DeMedia

Tambayong, Jan. 2000.Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Tambayong, Jan. 2000.Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Uliyah, Musrifatul & Hidayat, A. Aziz Alimul. 2008. Praktikum Klinik: Aplikasi Dasar-
Dasar Praktik Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika