You are on page 1of 21

LAPORAN PENDAHULUAN (LP

)

I. Konsep Penyakit
1.1 Definisi/deskripsi penyakit
Kelainan katup jantung merupakan keadaan dimana katup jantung
mengalami kelainan yang membuat aliran darah tidak dapat diatur dengan
maksimal oleh jantung. Katup jantung yang mengalami kelainan membuat
darah yang seharusnya tidak bisa kembali masuk ke bagian serambi jantung
ketika berada di bilik jantung membuat jantung memiliki tekanan yang
cukup kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya orang
tersebut tidak bisa melakukan aktifitas dalam tingkat tertentu (Price &
Wilson.2006).
Kelainan katup jantung yang parah membuat penderitanya tidak dapat
beraktifitas dan juga dapat menimbulkan kematian karena jantung tidak
lagi memiliki kemampuan untuk dapat mengalirkan darah.Kelainan katup
jantung biasanya terjadi karena faktor genetika atau keturunan dan terjadi
sejak masih dalam kandungan. Kelainan pada katup jantung juga biasa
terjadi karena kecelakaan ataupun cedera yang mengenai jantung. Operasi
jantung juga dapat menyebabkan kelainan pada katup jantung jika operasi
tersebut gagal atau terjadi kesalahan teknis maupun prosedur dalam
melakukan operasi pada jantung. Penyakit katup jantung menyebabkan
kelainan-kelainan pada aliran darah yang melintasi katup jantung. Katup
yang terserang penyakit dapat mengalami dua jenis gangguan fungsional:
(1) regurgitasi-daun katup tidakdapat menutup rapat sehingga darah dapat
mengalir balik (sinonim dengan isufisiensi katup dan inkompetensi katup) ;
dan (2) stenosis katup-lubang katup mengalami penyempitan sehingga
aliran darah mengalami hambatan.Isufisiensi stenosis dapat terjadi
bersamaan pada satu katup, dikenal sebagai ”lesi campuran” atau terjadi
sendiri yang disebut sebagai lesi murni

1

1.1.1 TIPE-TIPE GANGGUAN KATUP JANTUNG
1.1.1.1 Sindrom Prolaps Katup Mitral
Sindrom prolaps katup mitral adalah disfungsi bilah – bilah
katupmitral yang tidak dapat menutup dengan sempurna dan
mengakibatkanregurgutasi katup, sehingga darah merembes
dari ventrikel kiri keantrium kiri.Sindrom ini kadang tidak
menimbulkan gejala atau dapatjuga atau dapat juga
berkembang cepat dan menyebabkan kematian mendadak.
Pada tahun–tahun belakangan sindrom ini semakin banyak
dijumpai, mungkin karena metode diagnostic yang semakin
maju
1.1.1.2. Stenosis Mitral
Stenosis mitral adalah penebalan progresif dan pengerutan
bilah-bilah katup mitral, yang menyebabkan penyempitan
lumen dan sumbatan progresif aliran darah.Secara normal
pembukaan katup mitral adalahselebar tiga jari.Pada kasus
stenosis berat menjadi penyempitan lumensampai seleba
pensil. Ventrikel kiri tidak terpengaruh, namun antrium kiri
mengalami kesulitan dalam menggosongkan darah melalui
lumen yangsempit ke ventrikel kiri. Akibatnya antrium akan
melebar dan mengalami hipertrofi karena tidak ada katup
yang melindungi vena pulmonal terhadap aliran balik dari
antrium, maka sirkulasi pulmonal mengalami kongesti.
Akibatnya ventrikel kanan harus menanggung beban
tekananarteri pulmonal yang tinggi dan mengalami
peregangan berlebihan yangberakhir gagal jantung.

2

menyebabkan antriumkiri mengalami pelebaran dan hipertrofi.Maka meskipun kebocoran mitral hanya kecil namun selalu berakibat terhadap keduaparu dan ventrikel kanan.1.Chordate tendineae memendek. sehingga setiap denyut. sehingga bilah katup tidak dapat menutup dengan sempurna.Penyempitan terjadi secara progresif selama beberapa tahun atau beberapa puluh tahun. Insufisiensi Mitral (Regurgitasi) Insufisiensi mitral terjadi bilah. akibatnya terjadilah regurgitasi aliran balik dari ventrikel kiri ke antrium kiri.4.3.1. Aliran darah balik dari ventrikel akan menyebabkan darah yang mengalir dari paru ke antrium kiri menjadi berkurang. Stenosis Katup Aorta Stenosis katup aorta adalah penyempitan lumen antara ventrikel kiridan aorta. 1.Bilah bilah katup aorta saling menempel dan menutup sebagaian 3 . yang padagiliranya menambah beban ke ventrikel kanan. Akibatnya paru mengalami kongesti.Pada orang dewasa stenosis bisa merupakan kelainanbawaan atau dapat sebagai akibat dari endokarditis rematik atau kalsifikasi kuspis dengan penyebab yang tidak diketahui. ventrikel kiri akanmendorong sebagaian darah kembali ke antrium kiri.1.1.1. Aliran balik darah ini ditambah dengan darah yang masuk dari paru. Pemendekan atau sobekan salah satu atau kedua bilah katup mitral mengakibtakan penutupan lumen mitral tidak sempurna saat ventrikel kiri dengan kuatmendorong darah ke aorta.bilah katup mitral tidak dapat saling menutup selama systole.

1. 1.1. lumen diantara jantung dan aorta. sehingga masing–masing bilah tidak biasa menutup lumen aorta dengan rapt selama diastole dan akibatnya menyebabkan aliran balik darah dari aorta ke ventrikel kiri. mendorong darah melalui lumen yang sangatsempit. atau penyakit seperti sifilis dan pecahnya aneurisma yang menyebabkan dilatasi atau sobekan aorta asendens Karena kebocoran katup aorta saat diastole . Obstruksi kalur aliran aorta tersebut menambahkan beban tekananke ventrikel kiri.Insufiensi Aorta (Regurgitasi) Insufisiensi aorta disebabkan oleh lesi peradangan yang merusakbentuk bilah katup aorta. Ventrikel kiri kemudian melebar dan hipertrofi untuk mengakomodasi peningkatan volume ini. maupun darah yang kembali dari aorta. yang biasanya bertekanan tinggi. yang mengakibatkan penebalann dinding otot. kelainan bawaan.5. Ventrikel kiri mengatasi hambatan sirkulasi ini dengan berkontraksi lebih lambat tapi dengan energi yanglebih besar dari normal. Ototjantung menebal (hipertrofi) sebagai respons terhadap besarnyaobstruksi . sehingga ventrikel kiri harus mengatasi keduanya yaitu mengirim darah yang secara normal diterima dari atrium kiri ke ventrikel melalui lumen ventrikel. maka sebagaian darah dalam aorta. akan mengalir ke ventrikelkiri. terjadilah gagal jantung bila obsruksinya terlalu berat. menyebabkan tekanan darah sistolik meningkat. demikian juga akibat tenaga mendorong yang lebih normal untuk memompa darah.Sistem kardiovaskuler berusaha mengkompesansi melalui refleks 4 . Mekanisme kompesansi jantung mulai gagal dan munculahtanda – tanda klinis. Defek katupini bisa disebabkan oleh endokarditis.

1. tetapi juga pengaliran kembali sejumlah darah ke atrium kanan.1.1.uh darah arteri perifer melemas sehingga tahanan perifer turundan tekanan diastolic turun drastis(Price & Wilson.1. 1.2006).6 Regurgitasi Katup Trikuspidalis Adalah kebocoran pada katup trikuspidalis yang terjadi setiap kali ventrikel kanan berkontraksi (systole).8 Regurgitasi pulmonal Regurgitasi pulmonal tjd krn disfungsi katup akibat hipertensi pulmonal. 1. Stenosis trikuspidalis yang significant terdapat pada 5- 10 persen pasien dengan stenosis mitral parah. sehingga menimbulkan tahanan terhadap aliran darah dari tubuh yang masuk ke jantung. Stenosis trikuspidalis tidak terjadi sebagai lesi tersendiri. dilatasipembul.laki.1. ketika ventrikel kanan berkontraksi. yang terjadi bukan hanya pemompaan darah ke paru-paru. Hipertensi pulmonal tjd akibat pnykit reumatik katup mitral 5 . Pada regurgitasi katup trikuspidalis. Kebocoran ini akan menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam atrium kanan dan menyebabkan pembesaran atrium kanan. Tekanan yang tinggi ini diteruskan ke dalam vena yang memasuki atrium. biasanya masih berhubungan dengan regurgitasi mitral. 1. Stenosis trikuspidalis umumnya lebih sering dijumpai pada perempuan dari pada laki.7 Stenosis trikuspidalis Merupakan kelainan yang jarang ditemukan dan paling sering merupakan penyakit jantung rheumatik.1.

1. yang dibawa sejak lahir. 6 .1.9 Stenosis pulmonal Stenosis pulmonal adalah penyempitan pada lubang masuk arteri pulmonalis. Stenosis pulmonal tipe valvuler lebih banyak ditemukan pada anak dibandingkan dengan tipe infundibuler. Berdasarkan etiologinya stenosis katup mitral terjadi terutama pada orang tua yang pernah menderita demam rematik pada masa kanak- kanak dan mereka tidak mendapatkan antibiotik. 1. supra valvuler maupun infundibuler. demam rematik sering terjadi dan menyebabkan stenosis katupmitral pada dewasa. Penyakit katup jantung yang paling sering dijumpai adalah penyakit katup degeneratif yang berkaitan dengan meningkatnya masa hidup rata-rata pada orang-orang yang hidup di negara industri dibandingkan dengan yang hidup di negara berkembang. namun penyakit rematik masih merupakan penyebab lazim deformitas katup yang membutuhkan koreksi bedah 1. Stenosis Mitraler. tapi umumnya merupakan kelainan jantung konginental.2 Etiologi Penyakit katup jantung dahulu dianggap sebagai peyakit yang hampirselalu disebabkan oleh rematik. remaja dan kadang pada anak- anak. tetapi sekarang telah lebih banyak ditemukan penyakit katup jenis baru.1.1. Meskipun terjadi penurunan insidensi penyakit demam rematik.Yang khasadalah jika penyebabnya demam rematik. Sangat jarang kelainan ini disebabkan oleh reaktivasi rema. Stenosis arteri pulmonal bisa terjadi pada begian valvuler. daun katup mitral sebagianbergabung menjadi satu.2. Tahanan yang merintangi aliran darah menyebabkan hipertrofi ventrikel knan dan penurunan aliran darah paru. Di bagian dunialainnya.

Ukuran katup tidak berubah.2. 1. masalah baru muncul pada masapertumbuhan anak.3.4.1. katup aorta yang menyempit mungkin tidak menyebabkan masalah.Pada orang yang lebih muda. penyakit jantung bawaan. Stenosis Aorta Berdasarkan etiologinya stenosis katup aorta merupakan penyakit utama pada orang tua. tetapi biasanyagejalanya baru muncul setelah usia 70-80 tahun. Isufisiensi Aorta Penyebab terbanyak adalah demam reumatik dan sifilis.2.Padaisufisiensi aorta kronik terlihat fibrosis dan retraksi daun- 7 . atau memiliki bentuk abnormal seperti corong. Insufisiensi Mitral Berdasarkan etiologinya insufisiensi atau regurgitasi mitral dapat dibagi atas reumatik dan non reumatik (degeneratif. penyakit jantung koroner. Kelainan katub dan kanker aorta juga bias menimbulkan isufisiensi aorta.2. 1.Pada masa bayi. sering menjadi kaku danmenyempit karena terkumpulnya endapan kalsium. trauma dansebagainya). endokarditis. sementara jantungmelebar dan mencoba untuk memompa sejumlah besar darah melaluikatup yang kecil. regurgitasi maupun keduanya. yang merupakan akibat dari pembentukan jaringan parut dan penimbunan kalsium di dalam daun katup.Katup mungkin hanya memiliki dua daun yangseharusnya tiga.2. Stenosis katup aorta juga bisa disebabkan oleh demam rematik padamasa kanak-kanak. Di negara berkembang seperti Indonesia. Lama-lama. penyebab terbanyak insufisiensi mitral adalah demam reumatik. lubang/pembukaan katup tersebut. Stenosiskatup aorta seperti ini timbul setelahusia 60 tahun. Pada keadaan ini biasanya disertai dengan kelainan pada katup mitral baik berupa stenosis. penyebab yang paling sering adalahkelainan bawaan.

Endokarditis infektif 2. Selain itu pada pasien dengan demam reumathic biasanya 80% ditemukan memiliki regurgitasi trikuspidalis fungsional yang diakibatkan oleh hipertensi pulmonal dengan pembesaran pada ventrikel kanan. Radiasi akibat gagal jantung 10. Jika disebabkan oleh penyakit jantung rheumatik. Jika plak tersebut mengenai katup trikupsid maka dapat menyebabkan immobilisasi katup 6. Trauma 8. Tumor ini melepaskan metabolit serotonin yang dapat membentuk plak endokardial dibagian kanan jantung.5 Regurgitasi Katup Trikuspidalis Penyakit jantung reumatik  merupakan penyebab tersering. Infark miokard 7.2. 1. Kongenital. Bukan rheumatik 1. Sindrom karsinoid (yaitu tipe tumor yang biasanya terdapat pada usus kecil atau apendiks dan bermetastasis hingga keliver. Fibrosis endomiokard 8 .dengan atau tanpa kalsifikasi. defek atrio-ventrikular kanan 5. selain terjadi regurgitasi biasanya juga disertai stenosis. Prolaps katup trikupsid 4. daun katup. Kelainan jaringan ikat 9. Sedangkan 20% nya memiliki regurgitasi trikuspidalis organik akibat inflamasi yang ditimbukan oleh demam rheumatiknya. Anomali ebstein’s 3. yang umumnya merupakan skuele dari demam reumatik. namun hal ini biasanya diikuti dengan kelainan pada katup jantung yang lain.

6 Stenosis katup trikuspidalis Stenosis katup trikuspudalis akan menghambat aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan selama diastolic. (O’Donnell MM. sindrom karsinoid.2. 1. malignant circinoid tumor endocarditis.7 Regurgitasi pulmonal Regurgitasi pulmonal biasanya krn dilatasi cincin katup akibat hipertensi pulmonal / dilatasi arteri pulmonal. sehingga atrium akan mengalami dilatasi dengan cepat. Stenosis trikuspidalis meningkatkan beban kerja atrium kanan. katerisasi jantung. Peningkatan volume dan tekanan atrium kanan mengakibatkan penimbunan darah pada vena sistemik dan peningkatan tekanan. tetralogi fallot. memaksa pembentukan tekanan yang lebih besar untuk mempertahankan aliran melalui katup yang tersumbat. 2002). miksoma & sarkoma 9 .2. tindakan operatif stenosis pulmonal / tetralogi fallot. & trauma dada 1.8 Stenosis Pulmonalis Kelainan kongenital pd stenosis pulmonalis sejak lahir paling sering: tdk terbentuk katup pulmonal. atresia pulmonal. VSD. Kamampuan kompensasi atrium kanan terbatas. stenosis pulmonal dgn ventrikel intak. lesi ini biasanya berkaitan dengan penyakit katup mitralis dan aorta yang terjadi akibat penyakit jantung reumatik berat. transposisi arteri besar kelainan didapat : reumatik jantung. TBC. endokarditis infeksi & iatrogenic.2.1.

Stenosis katup memaksa jantung meningkatkan tekanannya agar dapat mengatasi resistensi terhadap aliranyang meningkat.Disfungsi katup akan meningkatkan kerja jantung.4 Patofisiologi Demam reuma–inflamasi akut dimediasi–imun yang menyerang katup jantung akibat reaksi silang antara antigen streptokokus hemolitik-αgrup A dan protein jantung.Pusing . 10 . Penyakit dapat menyebabkan penyempitan pembukaan katup (stenosis) atau tidak dapat menutup sempurna(inkompetensi atau regurgitasi) atau keduanya. daerah perut.Kesulitan mengambil napas . Dilatasi miokardiumdan hipertrofi merupakan mekanisme kompensasi yang bertujuan meningkatakan kemampuan pemompa jantung. karena itu akan meningkatkan tekanan kerja miokardium . Insufisiensi katup memaksa jantung memompa darah lebih banyak untuk menggantikan jumlah darah yang mengalami regurgitasi atau mengalir balik sehingga meningkatkan volume kerja jantung.Pingsan .1. atau pergelangan kaki sebagai akibat tersumbatnya cairan) 1.Edema (pembengkakan berlebih di bagian kaki.Penambahan berat badan .3 Tanda gejala .Tekanan pada bagian dada terutama saat sedang beraktivitas .Respon miokardium yang khas terhadap peningkatan volume kerja dantekanan kerja adalah dilatasi ruang dan hipertrofi otot.Detak jantung tidak beraturan atau tidak normal .Kelelahan .

Pada beberapakasus dimana pembedahan merupakan kontraindikasi dan terapimedis tidak mampu menghasilkan 11 . CT Scan : MRI.3.5. ECG.6 Komplikasi Komplikasi-komplikasi yang terjadi pada kelainan katup 1.6. dll.2.1Stenosis Mitral Terapi antibiotic diberikan untuk mencegah berulangnya infeksi.6.4.1.Penatalaksanaan gagal jantung kongesti adalah dengan memberikankardiotinikum dan diuretik.6.4. Gagal jantung kongestif 1. EKG 1.6.3. Bedah jantung 1.Intervensi bedah meliputi komisurotomiuntuk membuka atau “menyobek” komisura katub mitral yang lengketatau mengganti katub miral dengan katub protesa.7.1.2.6.5.5 Pemeriksaan Penunjang 1.1. Penyakit jantung iskemik 1.1.6. Foto Thoraks 1.7.5.5.8. Penyakit jantung rematik 1.6. Kondisi inflamasi jantung 1.6.7 Penatalaksanaan 1. 1. Laboratorium (tulis nilai normalnya) : 1. USG.1.7.5.6. Disritmia 1. Angina pectoris 1. Medis 1. Aspek-aspek psikososial perawatan akut 1. EEG.

7. 1.2 Insufisiensi Mitral Penatalaksanaannya sama dengan gagal jantung kongestif. Valvuloplasti translumnal perkutan. Insufisiensi Aorta Penggantian katub aorta adalah terapi pilihan. hasil yang diharapkan. harusdiberikan penatalaksanaan medis sampai dilakukannyapembedahan.1.1. Penggantian katup mitral. 1.3 Stenosis Aorta Penatalaksanaan yang sesuai untuk stenosis aorta adalah penggantian katub aorta secara bedah. intervensi bedah meliputi penggantian katup mitral.7.Keadaan yang tak dikoreksi tersebut dapat menyebabkan gagaljantung permanen yang tidak berespond terhadap terapi medis. 2001) 12 .Bila pasien mengalami gejala gagal jantung kongestif. Terapi antibiotic Kardiotinikum dan diuritik.1. Terdapat risiko kematianmendadak pada pasien yang diobati saja tanpa tindakan bedah.1. makadapat dilakukan valvuloplasti transluminal perkutan untuk mengurangbeberapa gejala.Pembedahan dianjurkan pada semua pasien dengan hipertropiventrikel kiri tanpa memperhatikan ada atau tidaknnya gejala lain.5.7. tetapi kapan waktuyang tepat untuk penggantian katub masih kontroversial.7. 1. Penggantian katupaorta (Brunner & Suddarth. Komisurotoomi. 1.4.

Endokarditis bakterial 1.8 Pathway Defek jarinagn penyambung sejak lahir Faktor predisposisi Ruptur otot dan disfungsi otot Kelainan katup jantung Infeksi streptookok pada faring pailaris karena aterosklirosis Faktor sosioekonomi : situasi koroner kehidupan untuk mendapat Malformasi kongenital perawatan medis & antibiotik Lanjut usia Insufiensi katup Stenosis katup Kelainan katup mitral Kelainan katup aorta mimitra Stenosis mitral Insufiensi mitral Stenosis Aorta Trisufensi Aorta Hipertropi atrium Dilatasi ventrikel kanan Beban ventrikel kiri Dilatasi Ventrikel kiri kiri dilatasi atrium kiri Hipeltrofi ventrikel kiri Tekanan untuk Hipertrofi ventrikel kiri Dilatasi antrium kiri mempertahankan Kongesti vena pulmonalis Sirkulasi perifer hiperdinamik perfusi perifer Hipertrofi antrium kiri Kongesti paru-paru Tekanan akhir Cianosis pada ujung Kongesti vena diastol meningkat jari dan kaki Hipertnsi pulmonalis pulmonalis Kongesti paru-paru Hipertrofi ventrikel kanan Edem paru-paru Hipertensi artenia pulmonulis Curah jantung menetap Aliran darah kurang Hipertrofi ventrikel kanan Sesak nafas Kondisi & pronosis penyakit Denyut jantung Gagal Jantung cepat Gangguan Pola nafas tidak efektif pertukaran gas Nyeri Intoleransi aktifatis kecemasan Pola nafas tidak Peningkatan efektif tekanan atrium kiri 13 .

Rencana asuhan klien dengan gangguan 2.II. pernafasan dan sirkulasi  Abdomen  Genetalia dan reproduksi 14 .1 Riwayat keperawatan Identitas  Nama  Jenis kelamin  Umur  Alamat  Pendidikan  Pekerjaan  Status perkawinan  Agama  Suku/Bangsa  Tanggal masuk RS  Tanggal pengkajian  Diagnosa medis  No.2 Pemeriksaan fisik: data fokus  Keadaan umum  Kulit  Kepala dan leher  Penglihatan dan mata  Penciuman dan hidung  Pendengaran dan telinga  Mulut dan gigi  Dada.1.1 Pengkajian 2.1. RM 2.

3.1.3 Faktor yang berhubungan Ansietas Posisi tubuh Deformitas tulang Deformitas dinding dada 15 . EEG.3.  Ekstrimitas atas dan bawah 2.2.3.2.1.1 Definisi Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi yang adekuat 2.4.3.1. EKG 2. USG. ECG.2.1.3 Pemeriksaan penunjang 2. 2.1.2.2 Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul Diagnosa 1: Pola nafas tidak efektif 2.2 Batasan karakteristik Subjektif Dispnea Napas pendek Objektif Perubahan ekskursi dada Mengambil posisi tiga titik tumpu (tripod) Bradipnea Penurunan tekanan inspirasi-ekspirasi Penurunan ventilasi semenit Penurunan kapsitas vital Napas cuping hidung Ortopnea 2. Laboratorium (tulis nilai normalnya) : 2. Foto Thoraks 2.3. dll.1. CT Scan : MRI.

6 Faktor yang berhubungan Tirah baring dan imobilitas Kelemahan umum Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen 16 .2. Penurunan energi dan kelelahan Hiperventilasi Sindrom hipoventilasi Kerusakan muskuloskeletal Imaturitas neurologis Disfungsi neuromuskular Obesitas Nyeri Kerusakan persepsi atau kognitif Kelelahan otot-otot pernapasan Cedera medula spinalis Diagnosa 2: Intoleransi aktivitas 2.5 Batasan karakteristik Subjektif Ketidaknyamanan atau dispnea saat beraktivitas Melaporkan keletihan atau kelemahan secara verbal Objektif Frekuensi jantung atau tekanan darah tidak normal sebagai respons terhadap aktivitas Perubahan EKG yang menunjukkan aritmia atau iskemia 2.4 Definisi Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang ingin atau harus dilakukan 2.2.2.

3.3. Gaya hidup kurang gerak 2.2 Intervensi keperawatan dan rasional:  Manajemen jalan napas : memfasilitasi kepatenan jalan napas  Pengisapan jalan napas : mengeluarkan sekret jalan napas dengan cara memasukkan kateter pengisap ke dalam jalan napas oral atau trakea pasien  Manajemen anafilaksis : meningkatkan ventilasi dan perfusi jaringan yang adekuat untuk individu yang mengalami reaksi alergi bert ( antigen-antibodi)  Manajemen jalan napas buatan : memelihra sslang endotrakea dan slang trakeostomi serta mencegah komplikasi yang berhubungan dengan penggunaannya  Manajemen asma : mengidentifikasi.1 Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria):  Menunjukkan pernapasan optimal pada saat terpasang ventilator mekanis  Mempunyai kecepatan dan irama pernapasan dalam batas normal  Mempunyai fungsi paru dalam batas normal untuk pasien  Meminta bantuan pernapasan saat dibutuhkan  Mampu menggambarkan rencana untuk perawatan dirumah  Mengidentifikasi faktor (mis. alergen) yang memicu ketidakefektifan pola napas. mengobati.3 Perencanaan Diagnosa 1: Pola nafas tidak efektif 2. dan mencegah reaksi inflamasi/konstriksi di jalan napas  Bantuan ventilator : meningkatkan pola pernapasan spontan yang optimal sehingga memaksimalkan pertukaran oksigen dan karbon 17 .. dan tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindarinya 2.

eliminasi dengan bantuan ambulasi untuk ke kamar mandi)  Menampilkan manajemen pemeliharaan rumah dengan beberapa bantuan (mis. dioksida di dalam paru  Pemantuan tanda vital : mengumpulkan dan menganalisis dta kardiovaskular. membutuhkan bantuan untuk kebersihan setiap minggu) 2. untuk meningkatkan rentang. kognitif. pernapasan. dan suhu tubuh pasien untuk menentukan dan mencegah komplikasi Diagnosa 2: Intoleransi aktivitas 2.4 Intervensi keperawatan dan rasional:  Terapi aktivitas : memberi anjuran tentang dan bantuan dalam aktivitas fisik. atau durasi aktivitas individu (atau kelompok)  Mnajemen energi : mengatur penggunaan energi untuk mengatsi atau mencegah kelelahan dan mengoptimalkan fungsi 18 . spiritual yang spesifik.3 Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria):  Mengidentifikasi ktivitas atau situasi yang menimbulkan kecemasan yang dapat mengakibatkan intoleransi aktivitas  Berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang dibutuhkan dengan peningkatan normal denyut jantung. sosial.3.3. frekuensi pernapasan. obat. dan/atau peralatan yang dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas  Menampilkan aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS) dengan beberapa bantuan (misalnya. dan tekanan darah serta memantau pola dalam batas normal  Mengungkapkan secara verbal pemahaman tentang kebutuhan oksigen. frekuensi.

 Manajemen lingkungan : memanipulasi lingkungan sekitar pasien untuk memperoleh manfaat terapeutik.Diri : membantu individu untuk melakukan AKS  Bantuan perawatan.Diri : membantu dan mengarahkan individu untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari instrumental (AKSI) yang diperlukan untuk berfungsi di rumah atau di komunitas 19 . stimulasi sensorik. dan kesejahteraan psikologis  Terapi latihan fisik : mobilitas sendi : menggunakan gerakan tubuh aktif atau pasif untuk mempertahankan atau memperbaiki fleksibilitas sendi.  Bantuan perawatan.

Edisi ke-3. Edisi 8. 2005. 2002. Volume 2. Jakarta: EGC. Jakarta: Media Aesculapitus Brunner dan Suddarth. Sylvia A. Price. DAFTAR PUSTAKA Arif mansjoer. konsep klinik proses- proses penyakit ed. 2001. 6. Jakarta: EGC 20 . Alih bahasa Brahm U dkk.dkk. Kapita Selekta. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah . Patofisiologi.

Preseptor klinik.......... (.......) 21 ..... Banjarmasin...............................) (. Mei 2017 Preseptor akademik.........................................