You are on page 1of 2

Tabel 4.

1 Pencucian Luka dengan Rebusan Daun` Sirih Selama Satu Minggu

Pencucian luka dengan air Frekuensi

kapur sirih selam 1 minggu


Jumlah Persen

Terjadi Perubahan 9 75%

Tidak Terjadi Perubahan 3 25%

Total 12 100%

Dari hasil tabel 4.1 diperoleh data bahwa dari 12 sampel yang diteliti dengan uji coba

pencucian air kapur sirih, sebayak 9 sampel (75%) menglami perubahan luka

sedangkan hanya 3 sampel yang tidak megalami perubahan luka

Tabel 4.2 Obsevasi Penyembuhan luka selama 1 minggu

Penyembuhan Sebelum diberi air Rebusan Daun Sirih

luka
Sebelum Frekuensi Sesudah Frekuensi

Cepat 1 8,33 % 2 16,7 %

Sedang 3 25 % 7 58,3 %

Lambat 8 66,7 % 3 25 %

Total 12 100 % 12 100 %


Dari hasil tabel 4.2 diperoleh data bahwa dari 12 sampel yang diteliti dengan uji coba

pencucian air kapur sirih dengan melihat proses penyembuhan luka maka sebanyak

sebelum pencucian 1 sampel (8,33%) mengalami penyembuhan luka secara cepat, 3

(25%) sampel yang mengalami perubahan luka yang sedang dan 8 sampel (65,7%)

yang mengalami perubahn luka lambat. Sedangkan setelah pencucian sebanyak sampel

2 (16,77%) mengalami penyembuhan luka secara cepat, 7 sampel (58,3%) yang

mengalami perubahan luka yang sedang dan 3 sampel (25%) yang mengalami perubahn

luka lambat.

Tabel 4.3 Deskripsi Data Pengamatan

Skor
Data hasil Rata- Standar Skor
N Variant tertinggi
Observasi rata deviasi terendah
Sebelum

diberi air 12 5,6 2,6 7,2 1,1 3,0

kapur sirih

Sesudah

diberi air 12 4,6 1,2 5.1 1,3 3,1

kapur sirih

Tabel 4.3 Deskripsi pengamatan dengan sampel sebanyak 12 diperoleh rata-rata 5,6

dengan 2,6 simpang baku dengan varian sebesar 7,2 serta sekor terendah 1 dan sekor

tertinggi 3. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelem

pemberian air kapur sirih dan setelah pemberian air kapur sirih