JENIS DAN SUMBER KECELAKAAN

KERJA DI LABORATORIUM

DI SUSUN OLEH

Kelompok 3
 Dilla Novilia Ratno

 Gledies Pinulogod

 Fridel Lesseng

 Pryscilia C.S. Wowor

 Regina Mangundap

 Claudia Sondakh

 Verona Sambeta

 Nurdewi Dawayanti Bustami

 Rivald Pandeiroth

 Michael Pelleng

 Navia Apande

 Angelita Rawung

 Michael enoch

 Christian Randuk

jika yang menjadi korban pasien. asam florida. lebih-lebih dalam bentuk perencanaan.  Mengambil sampel darah/cairan tubuh lainnya. Tidak terduga oleh karena di belakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan. kloroform dll  Iritasi.  Mengangkat beban. akibat bekerja dengan gelas atau kaca. JENIS-JENIS KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM  Terpeleset. yg dapat menyebabkan cedera pada punggung. yg dapat mengakibatkan tertusuk jarum suntik. Biasanya kecelakaan menyebabkan kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat. gas klor dll. Kecelakaan di laboratorium dapat berbentuk 2 jenis yaitu :  kecelakaan medis. peradangan pada saluran pernafasan ataupun pada mata akibat kontak dengan bahan kimia korosif seperti asam sulfat. . karbon monoksida.  Kebakaran dan luka bakar. aseton dll. biasanya karena lantai licin. natrium hidroksida. akibat menyerap bahan-bahan kimia beracun atau toksi seperti amonia.  Luka kulit. jika yang menjadi korban petugas laboratorium itu sendiri.PENGERTIAN KECELAKAAN Kecelakaan adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan.  Kecelakaan kerja. Kebakaran juga dapat terjadi akibat peledakan bahan kimia reaktif seperti peroksida dan perklorat. eter. berupa luka pada kulit. akibat kurang hati-hati dalam menangani pelarut-pelarut organik yang mudah terbakar seperti alkohol.  Keracunan.

dan gas yang berbahaya. .  Bahan-bahan Biologis bakteri. tidak stabil. atau bahkan tertelan melalui mulut untuk padatan dan cairan. virus. mengingat gangguan kontaminasi akibat organisme dapat menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh yang serius pada karyawan atau tenaga kerja. proses. bersifat racun. jamur. namun demikian kerja mekanik masih harus dilakukan. dan parasit merupakan bahan-bahan biologis yang sering digunakan dalam industri maupun dalam skala laboratorium.SUMBER KECELAKAAN  Bahan kimia Meliputi bahan mudah terbakar. korosif. masih harus dilakukan secara manual. sehingga kesalahan prosedur kerja dapat menyebabkan kecelakaan kerja.  Mekanik Walaupun laboratorium modern lebih didominasi oleh peralatan yang terkontrol oleh komputer. Bahan kimia dapat menyebabkan kecelakaan melalui pernafasan (seperti gas beracun). Penanganan dalam penyimpanan. serapan pada kulit (cairan). Pekerjaan mekanik seperti transportasi bahan baku. maupun pembuangan bahan biologis ini perlu mendapatkan ketelitian dan kehati-hatian. penggantian peralatan habis pakai.  Aliran listrik Penggunaan peralatan dengan daya yang besar akan memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan kerja. sangat reaktif.

Para pekerja harus berusaha untuk akrab dan mengerti dengan informasi yang terdapat dalam Material Safety Data Sheets (MSDS).  Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus ditaati. Banyak senyawa kimia yang mudah meleadak sendiri atau mudah meledak jika bereaksi dengan senyawa lain. FAKTOR LAIN SEBAGAI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM  Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan-bahan kima dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium  Kurang jelasnya petunjuk kagiatan laboratorium dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan selama melakukan kegiatan laboratorium. Senyawa yang tidak stabil harus diberi label pada panyimpanannya. Sumber api yg lain dapat berasal dari senyawa yang dapat meledak atau tidak stabil.  Kurangnya atau tidak tersedianya perlengakapan keamanan dan perlengkapan pelindung kegiatan laboratorium. .  Kurangnya bimbingan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan laboratorium. Dokumen MSDS memberikan penjelasan tentang tingkat bahaya dari setiap bahan kimia. termasuk di dalamnya tentang kuantitas bahan yang diperkenankan untuk disimpan secara aman. Hampir semua laboratorium menggunakan bahan kimia dalam berbagai variasi penggunaan termasuk proses pembuatan atau analisis.

Terjadinya kecelakaan di laboratorium dapat dikurangi sampai tingkat paling minimal jika setiap orang yang menggunakan laboratorium mengetahui tanggung jawabnya. .  Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai.  Tidak bersikap hati-hati dalam melakukan kegiatan.

Related Interests