PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN FISIK

No. Dokumen :

SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
BLUD UPT
dr. Deborah Johana Rattu, MH.Kes, MKM
PUSKESMAS
NIP. 19730315 200604 2 016
PAGARSIH

Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh pasien secara
keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk
1. Pengertian memperoleh data yang sistematif dan komprehensif,
memastikan/membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan
merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi pasien.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
2. Tujuan
pemeriksaan fisik bagi petugas kesehatan di UPT Puskesmas Pagarsih.
Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Pagarsih Nomor ……
3. Kebijakan
Tentang Penatalaksanaan Pemeriksaan Fisik.
4. Referensi
5. Prosuder / BAGIAN TUBUH YANG DIPERIKSA :
Langkah-langkah 1. Rambut Extermitas /atas/ bawah
3. Kepala Genetalia
5. Muka Telinga
7. Mata Leher
9. Hidung 10 Dada
11 Mulut 12 Perut / abdomen
Selain pemeriksaan di atas perlu diperhatikan juga gejala-gejala
objektif pasien, misalnya :
 Sikap pasien : ketakutan, apatis dan sejenisnya.
 Sikap tubuh : biasa, lordosa atau kyposa

CARA PEMERIKSAAN :
 Melihat (inspeksi)
 Meraba (palpasi)
 Mengetuk (perkusi)
 Mendengar (Auskultasi)

PERSIAPAN :
Alat :
 Lampu baterey  Stetoskop
 Spatel lidah  Bengkok
 Sarung tangan
dan vaselin  Kom berisi larutan desinfektan
 Refleks hammer  Tensi meter
 Termometer  Catatan medik
 Buku catatan  Blangko resep dan blangko
perawat pemeriksaan lanjutan

Rekam Medis 9. Pasien :  Pasien diberi tahu  Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan. kemudian dilakukan pemeriksaan bagian perut dan sekitarnya.  Peralatan dibereskan kembali dan dikembalikan ke tempat semula.  Lakukan anamnesa lanjutan pemeriksaan daerah kepala. Rekaman historis diberlakukan perubahan .  Setelah pemeriksaan selesai pasien dirapikan.  Pakaian pasien bagian bawah diturunkan. Bagan alir 7. kemudian dilakukan pemeriksaan daerah dada setelah selesai baju dipasang kembali. Dokumen terkait 2. Poli Umum 1. 6.  Selanjutnya pemeriksaan dilakukan terhadap tungkai pasien dengan menggunakan refleks hammer. Pendaftaran 8. Catatan Tindakan No.  Pasien dibantu membuka baju. setelah selesai pakain bawah dipasang kembali. Hal-hal yang perlu diperhatikan 1.  Tekanan darah diukur bila perlu. Unit terkait 2. Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai 10. PELAKSANAAN :  Gorden dan sampiran dipasang.