BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi objek penelitian
4.1.1 Sejarah berdirinya PT. Media Televisi Indonesia
Sejarah berdirinya PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
berdasarkan company profile METRO TV sebagai berikut.
Televisi berita 24 jam pertama di Indonesia yang mulai mengudara pada
tanggal 25 November 2000 adalah METRO TV. METRO TV merupakan salah
satu anak perusahaan dari MEDIA GROUP yang dimiliki oleh Surya Paloh.
Beliau merintis usahanya di bidang pers sejak mendirikan surat kabar harian
PRIORITAS yang dibredel oleh pemerintah pada tanggal 29 Juni 1987 karena
dinilai terlalu berani.
Surya Paloh mengambil alih Media Indonesia pada tahun 1989 yang kini
tercatat sebagai surat kabar dengan oplah terbesar setelah Kompas di
Indonesia. Dikarenakan kemajuan teknologi, beliau memutuskan untuk
membangun sebuah televisi berita mengikuti perkembangan teknologi dari
media cetak ke media elektronik. METRO TV bertujuan untuk menyebarkan
berita dan informasi ke seluruh pelosok Indonesia. Selain bermuatan berita,
METRO TV juga menayangkan beragam program informasi mengenai
kemajuan teknologi, kesehatan, pengetahuan umum, seni dan budaya guna
mencerdaskan bangsa. METRO TV terdiri dari 70% berita (news), yang
ditayangkan dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin, ditambah
dengan 30% program non berita (non news) yang edukatif.
METRO TV dapat ditangkap secara teresterial di 280 kota yang tersebar
di Indonesia yang dipancarkan dari 52 transmisi. Selain itu, siaran METRO TV
juga dapat ditangkap melalui televisi kabel diseluruh Indonesia, melalui satelit
Palapa 2 ke seluruh negara-negara ASEAN, termasuk di Hongkong, Cina
Selatan, India, Taiwan, Makau, Papua New Guinea, dan sebagian Australia
serta Jepang.
Adapun bentuk kerjasama METRO TV dengan beberapa televisi asing
lainnya yaitu kerjasama dalam pertukaran berita, kerjasama pengembangan
tenaga kerja dan banyak lagi.
Stasiun televisi tersebut adalah CCTV, Channel 7 Australia, dan Voice of
America (VOA). Selain bekerjasama dengan stasiun televisi internasional,
METRO TV juga memiliki international contributor yang tersebar di Jepang,
China, USA, dan Inggris. Dengan kerjasama internasional tersebut, METRO
TV juga berusaha untuk menjadi media yang cepat, tepat dan cerdas dalam
mendapatkan beritanya.

4.1.1.1 Visi PT. Media Televisi Indonesia
Adapun visi dari PT. Media Televisi Indonesia yaitu Untuk
menjadi stasiun televisi Indonesia yang berbeda dengan stasiun televisi
lainnya dan menjadi nomor satu dalam program beritanya, menjadikan
program hiburan dan gaya hidup yang berkualitas. Memberikan konsep
unik dalam beriklan untuk mencapai royalitas dari pemirsa maupun
pemasangan iklan.

4.1.1.2 Misi PT. Media Televisi Indonesia
Selain visi, PT. Media Televisi Indonesia juga mempunyai misi
sebagai berikut:
a. Untuk membangkitkan dan mempromosikan kemajuan bangsa dan
Negara melalui suasana yang demokratis, agar unggul dalam
kompetisi global, dengan menjunjung tinggi moral dan etika.
b. Untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan
memberikan pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi
yang berbeda dan memberikan hiburan yang berkualitas.
c. Dapat mencapai kemajuan yang signifikan dengan membangun dan
menambah aset perusahaan, untuk meningkatkan kualitas dan
kesejahteraan para karyawannya dan menghasilkan keuntungan
yang signifikan bagi pemegang saham.
Dikatakan bahwa METRO TV menggunakan 24 jam tayangannya
sebagai tayangan yang memuat tayangan berita. Terdapat 70% tayangan
METRO TV adalah berita dan 30% tayangannya adalah tayangan edukatif.
Salah satu tayangan edukatif yang disajikan oleh METRO TV adalah Talkshow
Mata Najwa. Berikut profile Talkshow Mata Najwa.

4.1.2 Program talkshow Mata Najwa
Mata Najwa adalah program talkshow unggulan METRO TV yang
dipandu oleh jurnalis senior, Najwa Shihab. Talkshow ini ditayangkan setiap
hari Rabu pukul 20:05 hingga 21.30 WIB.
Disiarkan perdana sejak 25 November 2009, Mata Najwa konsisten
menghadirkan topik-topik menarik dengan narasumber kelas satu. Sejumlah
tamu istimewa telah hadir dan berbicara di Mata Najwa, diantaranya mantan
Presiden RI, BJ Habibie (episode: Separuh Jiwaku Pergi), mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla (episode: Pemimpin Bernyali), Menteri BUMN Dahlan
Iskan (episode: Komandan Koboi), dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(episode: Laga Ibu kota).
Mata Najwa juga pernah menghadirkan gambar eksklusif di dalam sel
tahanan Lapas Sukamiskin dan Rutan Cipinang dalam episode "Penjara
Istimewa". Di tayangan tersebut, Najwa ikut melakukan inspeksi mendadak
dan berbincang langsung dengan terpidana kasus korupsi, Gayus Halomoan
Tambunan, Adrian Waworuntu, Agusrin Najamuddin dan Anggodo Widjojo.
Mata Najwa telah berhasil meraih sejumlah penghargaan di dalam dan di
luar negeri. Pada tahun 2010, episode "Separuh Jiwaku Pergi" terpilih menjadi
salah satu nominasi The 15th Asian Television Awards untuk kategori "Best
Current Affair Program". Pada tahun 2011 Mata Najwa mendapat anugerah
Dompet Dhuafa Award sebagai talkshow terinspiratif. Pada tahun yang sama,
Mata Najwa masuk menjadi salah satu nominasi KPI Award kategori
"Talkshow Terbaik".
Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2010 hingga 2012, Mata Najwa
berhasil terpilih sebagai Brand yang paling direkomendasikan oleh Majalah
SWA. Mata Najwa juga mendapat penghargaan The Word of Mouth Marketing
Award di tahun 2011.
Pada tahun 2014, memasuki usia tahun ke 4, Mata Najwa berhasil
mendapat KPI Award sebagai "Program Talkshow Terbaik"
(www.matanajwa.metrotvnews.com).

4.1.2.1 Segmentasi, targeting, positioning
Setiap program televisi memiliki segmentasi, targeting dan
positioning dalam menempatkan dirinya agar tepat pada target
penontonnya (www.tcdeliesza.tk/). Berikut segmentasi, targeting, dan
positioning dari Talkshow Mata Najwa:

1. Segmentasi Talkshow Mata Najwa adalah khalayak pria
dan wanita dengan socio economic status A dan B dengan
usia 20 tahun ke atas.
2. Targeting Talkshow Mata Najwa adalah Professional,
Executive dan Entrepreneur.
3. Positioning pada Talkshow Mata Najwa adalah program
talkshow di mana Mata Najwa menetapkan diri sebagai
program talkshow.

4.2 Gambaran umum responden
Gambaran umum responden pada penelitian Pengaruh Talkshow Mata Najwa
Episode Gara-Gara Pilkada Jakarta di Metro TV Terhadap Preferensi Memilih Pada
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 (Studi Pada Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia) adalah anggota Forum Diskusi
Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia yang memiliki
kegiatan utama mendiskusikan dan mendebatkan berbagai macam isu hukum, sosial,
dan politik untuk dijadikan bahan topik berdiskusi dan berdebat secara bersama-
sama. Populasi anggota Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Kristen Indonesia sebanyak 30 anggota.
Penelitian ini mengambil populasi sebanyak 30 anggota untuk dijadikan
responden dalam pengisian kuisioner sebagai metode penelitian pada penelitian ini.
Populasi dalam penelitian ini terdapat dua kategori identitas yang diperoleh
dari penyebaran kuisioner yaitu, kategori menurut jenis kelamin dan usia responden.
Kategori pertama memiliki pertanyaan mengenai jenis kelamin di dalam
kuisioner yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan jenis kelamin perempuan
dan laki-laki. Untuk keterangan lebih lanjut, maka dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 1 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah responden persentase
Perempuan 15 50
Laki-laki 15 50
Total 30 100

Berdasarkan data yang didapat, terdapat 50% perempuan dan 50% laki-laki
yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada 30 anggota Forum Diskusi Ilmiah
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia. Dengan demikian dari
tabel tersebut jumlah laki-laki dan perempuan dapat dikatan seimbang.

Kategori kedua, terdapat pertanyaan mengenai usia. Dari jawaban yang ada,
responden dari penelitian ini memiliki rentang umur 17 tahun hingga 22 tahun. Dapat
dilihat di dalam tabel hasil yang diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada 30
anggota Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen
Indonesia, sebagai berikut.

Tabel 4. 2 Jumlah Responden Berdasarkan Usia

usia Jumlah responden persentase
17 tahun 1 3,3
18 tahun 1 3,3
19 tahun 15 50
20 tahun 11 36,7
22 tahun 2 6,5
Total 30 100
Dari tabel diatas terdapat 3,3% responden berumur 17 tahun, 3,3% responden
berumur 18 tahun, 50% responden berumur 19 tahun, 36,7% responden berumur 20
tahun, dan 6,5% responden berumur 22 tahun.
Dari rentang umur di dalam tabel tersebut, dapat kita lihat bahwa responden
sudah memiliki hak suara dalam pemilihan calon gubernur DKI Jakarta 2017 dengan
batas minimum umur 17 tahun di mana mereka sudah memiliki Kartu Tanda
Penduduk dan sudah memilik hak pilih.

4.2.1 Gambaran umum responden berdasarkan menonton Talkshow Mata
Najwa
Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Talkshow Mata Najwa Episode
Gara-Gara Pilkada Jakarta di Metro TV Terhadap Preferensi Memilih Pada
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 (Studi Pada Forum Diskusi Ilmiah
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia) terdapat
pertanyaan mengenai apakah responden pernah menonton Talkshow Mata
Najwa. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah responden
yang pernah menonton program Talkshow Mata Najwa.
Dapat dilihat dalam tabel hasil yang diperoleh dari kuisioner yang
dibagikan kepada 30 anggota Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Kristen Indonesia, sebagai berikut.

Tabel 4. 3 Jumlah Responden yang Menonton Program Talkshow Mata Najwa

Jumlah Jumlah yang Menonton Jumlah yang Tidak
Responden Program Talkshow Menonton Program
Mata Najwa Talkshow Mata Najwa
30 30 0
Persentase 100% 0

Dari hasil yang diperoleh, terdapat 30 responden pernah menonton
program Talkshow Mata Najwa dari penyebaran kuisioner kepada anggota
Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Nusantara
yang berjumlah 30 orang. Dari data tersebut dapat dilihat bawa semua anggota
pernah menonton program Talkshow Mata Najwa. Jika dilihat dalam
persentase, maka presentase yang pernah menonton program Talkshow Mata
Najwa sebesar 100%.

4.2.2 Gambaran umum responden berdasarkan menonton talkshow Mata
Najwa Episode gara-gara pilkada Jakarta
Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Talkshow Mata Najwa Episode
Gara-Gara Pilkada Jakarta di Metro TV Terhadap Preferensi Memilih Pada
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 (Studi Pada Forum Diskusi Ilmiah
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia) terdapat
pertanyaan mengenai apakah responden pernah menonton Talkshow Mata
Najwa episode Gara-Gara Pilkada Jakarta. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk
mengetahui jumlah responden yang pernah menonton episode tersebut.
Dapat dilihat dalam tabel hasil yang diperoleh dari kuisioner yang
dibagikan kepada 30 anggota Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Kristen Indonesia, sebagai berikut.

Tabel 4. 4 Jumlah Responden yang Menonton Episode Gara-Gara Pilkada
Jakarta

Jumlah Jumlah yang Menonton Jumlah yang Tidak
Responden episode Gara-Gara Menonton episode
Pilkada Jakarta Gara-Gara Pilkada
Jakarta
30 30 0
Persentase 100% 0

Dari hasil yang diperoleh, terdapat 30 responden pernah menonton
episode Gara-Gara Pilkada Jakarta dari hasil penyebaran kuisioner kepada 30
anggota Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen
Indonesia. Dengan demikian, dari data tersebut dapat dilihat bahwa seluruh
anggota menonton tayangan tersebut. Jika dilihat dalam persentase, maka
presentase jumlah yang pernah menonton episode tersebut sebesar 100%.
4.3 Deskripsi variabel penelitian
Pada penelitian ini, kuisioner dibagikan kepada 30 anggota Forum Diskusi
Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia melalui media
kuisioner online. Mereka mengisi kuisioner tersebut melalui google docs dalam
bentuk angket yang disebar melalui link yang diberikan kepada mereka.
Proses membagikan kuisioner tersebut dimulai pada tanggal 31 Mei 2017 dan
setelah tercapai sejumlah 30 responden, kuisioner tersebut akan diuji degan beberapa
metode pengujian data. Metode pengujian tersebut adalah uji penelitian kuantitatif,
uji penelitian validitas, dan uji penelitian realibilitas, serta regeresi linier sederhana.

4.3.1 Analisis Indeks Jawaban
Berdasarkan metode pengumpulan data, penelitian ini menggunakan
metode kuisioner atau pengumpulan data angket. Dengan menggunakan data
angket, maka penelitian ini menggunakan pertanyaan-pertanyaan skala likert.
Dengan demikian, penelitian ini diukur dengan skala likert.
Pertanyaan skala likert pada penelitian ini terdapat 11 butir pertanyaan
dari pertanyaan ke-9 hingga pertanyaan ke-19.

4.3.2 Analisis indeks jawaban responden terhadap variabel X
Kuisioner nomor 9 - Presenter yang kritis terhadap topik yang diangkat
mempengaruhi saya dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 5 Analisisi Indeks Jawaban Responden Terhadap Variable X Nomor 9

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 0 0
Tidak setuju 0 0
netral 15 50
setuju 15 50
Sangat setuju 0 0
Total 30 100
Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 50% mengatakan setuju
dengan pernyataan presenter yang kritis mempengaruhi preferensi memilih.
Serta, 50 persen berada di pihak yang netral di mana responden masih
mempertimbangkan pernyataan tersebut.

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai beritkut:

Sangat tidak setuju: 1 X 0 = 0
Tidak Setuju: 2 X 0 = 0
Netral: 3 X 15 = 45
Setuju: 4 X 15 = 60
Sangat setuju: 5 X 0 = 0
Total: 0 + 0 + 45 + 60 + 0 = 105

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 105. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

105
𝑥 100 = 70%
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
105

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 9 pada angket yaitu
Presenter yang kritis terhadap topik yang diangkat mempengaruhi saya dalam
memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120
yang berarti masuk dalam kategori hampir setuju.
Kuisioner nomor 10 - Pertanyaan yang dilontarkan presenter kepada
narasumber menjadi bahan pertimbangan saya dalam memilih calon gubernur
DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 6 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor 10

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 0 0
Tidak setuju 1 3,3
netral 8 26,7
setuju 17 56,7
Sangat setuju 4 13,3
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 70 persen mengatakan setuju
dengan pernyataan nomor 10 dan 3,3 persen tidak setuju serta 26,7 persen
responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 0 = 0
Tidak Setuju: 2 X 1 = 2
Netral: 3 X 8 = 24
Setuju: 4 X 17 = 68
Sangat setuju: 5 X 4 = 20
Total: 0 + 2 + 24 + 68 + 20 = 114

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala likert diperoleh hasil
sebanyak 114. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

114
𝑥 100 = 76%
150
Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
114

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat dari data tersebut bahwa pernyataan nomor 10 pada
angket yaitu pertanyaan yang dilontarkan presenter kepada narasumber
menjadi bahan pertimbangan saya dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta
2017 berada di kisaran 90 hingga 120 yang berarti masuk dalam kategori
hampir setuju.

Kuisioner nomor 11 – Pernyataan presenter mempengaruhi pandangan
saya terhadap calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 7 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor 11

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 1 3,3
Tidak setuju 5 16,7
netral 5 16,7
setuju 11 36,7
Sangat setuju 8 26,7
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 63,4 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 11 dan 20 persen tidak setuju serta 16,7
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:
Sangat tidak setuju: 1 X 1 = 1
Tidak Setuju: 2 X 5 = 10
Netral: 3 X 5 = 15
Setuju: 4 X 11 = 44
Sangat setuju: 5 X 8 = 40
Total: 1 + 10 + 15 + 44 + 40 = 110

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 110. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

110
𝑥 100 = 73,3 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
110

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 11 pada angket yaitu
Pernyataan presenter mempengaruhi pandangan saya terhadap calon gubernur
DKI Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120 yang berarti masuk dalam
kategori hampir setuju.

Kuisioner nomor 12 – Pernyataan bintang tamu memberikan saya
informasi yang cukup tentang isu-isu pilkada DKI Jakarta sehingga
mempengaruhi saya dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta.

Tabel 4. 8 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor 12

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 0 0
Tidak setuju 3 10
netral 8 26,7
setuju 14 46,7
Sangat setuju 5 16,7
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 63,4 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 12 dan 10 persen tidak setuju serta 26,7
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 0 = 0
Tidak Setuju: 2 X 3 = 6
Netral: 3 X 8 = 24
Setuju: 4 X 14 = 56
Sangat setuju: 5 X 5 = 25
Total: 0 + 6 + 24 + 56 + 25 = 111

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 111. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

111
𝑥 100 = 74 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
111

30 60 90 120 150
Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 12 pada angket yaitu
Pernyataan bintang tamu memberikan saya informasi yang cukkup tentang isu-
isu pilkada DKI Jakarta sehingga mempengaruhi saya dalam memilih calon
gubernur DKI Jakarta berada di kisaran 90 hingga 120 yang berarti masuk
dalam kategori hampir setuju.

Kuisioner nomor 13 – Jawaban bintang tamu atas pertanyaan presenter
mempengaruhi saya dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 9 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor 13

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 1 3,3
Tidak setuju 5 16,7
netral 8 26,7
setuju 13 43,3
Sangat setuju 3 10
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 53,3 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 13 dan 20 persen tidak setuju serta 26,7
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 1 = 1
Tidak Setuju: 2 X 5 = 10
Netral: 3 X 8 = 24
Setuju: 4 X 13 = 52
Sangat setuju: 5 X 3 = 15
Total: 1 + 10 + 24 + 52 + 15 = 102
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 102. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

102
𝑥 100 = 68 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
102

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 13 pada angket yaitu
Jawaban bintang tamu atas pertanyaan presenter mempengaruhi saya dalam
memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120
yang berarti masuk dalam kategori hampir setuju.

Kuisioner nomor 14 – Pendapat bintang tamu terhadap isu-isu pilkada
yang beredar menjadi pertimbangan saya dalam memilih calon gubernur DKI
Jakarta 2017.

Tabel 4. 10 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor
14

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 1 3,3
Tidak setuju 3 10
netral 7 23,3
setuju 16 53,3
Sangat setuju 3 10
Total 30 100
Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 63,3 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 14 dan 13,3 persen tidak setuju serta 23,3
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 1 = 1
Tidak Setuju: 2 X 3 = 6
Netral: 3 X 7 = 21
Setuju: 4 X 16 = 64
Sangat setuju: 5 X 3 = 15
Total: 1 + 6 + 21 + 64 + 15 = 107

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 107. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

107
𝑥 100 = 71,3 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
107

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 14 pada angket yaitu
Pendapat bintang tamu terhadap isu-isu pilkada yang beredar menjadi
pertimbangan saya dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017 berada di
kisaran 90 hingga 120 yang berarti masuk dalam kategori hampir setuju.
Kuisioner nomor 15 – Konten acara Mata Najwa dapat dijadikan bahan
pertimbangan saya dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 11 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor
15

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 0 0
Tidak setuju 1 3,3
netral 13 43,3
setuju 11 36,7
Sangat setuju 5 16,7
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 53,4 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 15 dan 3,3 persen tidak setuju serta 43,3
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 0 = 0
Tidak Setuju: 2 X 1 = 2
Netral: 3 X 13 = 39
Setuju: 4 X 11 = 44
Sangat setuju: 5 X 5 = 25
Total: 0 + 2 + 39 + 44 + 25 = 110

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 110. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

110
𝑥 100 = 73,3 %
150
Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
110

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 15 pada angket yaitu
Konten acara Mata Najwa dapat dijadikan bahan pertimbangan saya dalam
memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120
yang berarti masuk dalam kategori hampir setuju.

4.3.3 Analisis indeks jawaban responden terhadap variabel Y
Kuisioner nomor 16 – Tayangan Talkshow Mata Najwa Episode Gara-
Gara Pilkada Jakarta membuat saya menyukai calon gubernur sehingga
mempengaruhi saya dalam preferensi memilih calon gubernur DKI Jakarta
2017.

Tabel 4. 12 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor
16

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 1 3,3
Tidak setuju 5 16,7
netral 6 20
setuju 14 46,7
Sangat setuju 4 13,3
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 60 persen mengatakan setuju
dengan pernyataan nomor 16 dan 20 persen tidak setuju serta 20 persen
responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 1 = 1
Tidak Setuju: 2 X 5 = 10
Netral: 3 X 6 = 18
Setuju: 4 X 14 = 56
Sangat setuju: 5 X 4 = 20
Total: 1 + 10 + 18 + 56 + 20 = 105

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 105. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

105
𝑥 100 = 70 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
105

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 16 pada angket Tayangan
Talkshow Mata Najwa Episode Gara-Gara Pilkada Jakarta membuat saya
menyukai calon gubernur sehingga mempengaruhi saya dalam preferensi
memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120
yang berarti masuk dalam kategori hampir setuju.
Kuisioner nomor 17 – Sikap narasumber mempengaruhi saya dalam
preferensi memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 13 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor
17

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 0 0
Tidak setuju 2 6,7
netral 9 30
setuju 12 40
Sangat setuju 7 23,3
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 63,3 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 17 dan 6,7 persen tidak setuju serta 30 persen
responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 0 = 0
Tidak Setuju: 2 X 2 = 4
Netral: 3 X 9 = 27
Setuju: 4 X 12 = 48
Sangat setuju: 5 X 7 = 35
Total: 0 + 4 + 27 + 48 + 35 = 114

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 114. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:
114
𝑥 100 = 76 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
114

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 17 pada angket Sikap
narasumber mempengaruhi saya dalam preferensi memilih calon gubernur DKI
Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120 yang berarti masuk dalam
kategori hampir setuju.

Kuisioner nomor 18 – Fakta tentang calon gubernur yang terpapar di
Talkshow Mata Najwa Episode Gara-Gara Pilkada Jakarta mempengaruhi saya
dalam preferensi memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tabel 4. 14 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor
18

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 0 0
Tidak setuju 1 3,3
netral 10 33,3
setuju 16 53,3
Sangat setuju 3 10
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 63,3 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 18 dan 3,3 persen tidak setuju serta 33,3
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:
Sangat tidak setuju: 1 X 0 = 0
Tidak Setuju: 2 X 1 = 2
Netral: 3 X 10 = 30
Setuju: 4 X 16 = 64
Sangat setuju: 5 X 3 = 15
Total: 0 + 2 + 30 + 64 + 15 = 111

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 111. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

111
𝑥 100 = 74 %
150

Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
111

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 18 pada angket Sikap
narasumber mempengaruhi saya dalam preferensi memilih calon gubernur DKI
Jakarta 2017 berada di kisaran 90 hingga 120 yang berarti masuk dalam
kategori hampir setuju.

Kuisioner nomor 19 – Mengenal secara baik calon gubernur melalui
Talkshow Mata Najwa episode Gara-Gara Pilkada Jakarta mempengaruhi saya
dalam preferensi memilih calon gubernur DKI Jakarta 2017.
Tabel 4. 15 Analisis Indeks Jawaban Responden Terhadap Variabel X Nomor
19

valid frequensi persen
Sangat Tidak Setuju 1 3,3
Tidak setuju 4 13,3
netral 5 16,7
setuju 14 46,7
Sangat setuju 6 20
Total 30 100

Tabel tersebut menunjukan bahwa terdapat 66,7 persen mengatakan
setuju dengan pernyataan nomor 19 dan 16.6 persen tidak setuju serta 16,7
persen responden masih mempertimbangkan pernyataan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh
dengan hasil sebagai berikut:

Sangat tidak setuju: 1 X 1 = 1
Tidak Setuju: 2 X 4 = 8
Netral: 3 X 5 = 25
Setuju: 4 X 14 = 56
Sangat setuju: 5 X 6 = 30
Total: 1 + 8 + 25 + 56 + 30 = 120

Berdasarkan perhitungan tabulasi data angket skala Likert diperoleh hasil
sebanyak 120. Dari hasil tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah skor ideal
untuk sejumlah item: 5 X 30 = 150, maka diperoleh perhitungan sebagai
berikut:

120
𝑥 100 = 80 %
150
Lalu dapat dirangkaikan sebagai berikut:

STS TS N S SS
120

30 60 90 120 150

Maka dapat dilihat bahwa pernyataan nomor 19 pada angket Sikap
narasumber mempengaruhi saya dalam preferensi memilih calon gubernur DKI
Jakarta 2017 berada di angka 120 yang berarti masuk dalam kategori setuju.
Tabel 4. 16 Tabel Kontinum

Nomor Pertanyaan Tabel kontinum
1 Pertanyaan
nomor 9

2 Pertanyaan
nomor 10

3 Pertanyaan
nomor 11

4 Pertanyaan
nomor 12

5 Pertanyaan
nomor 13

6 Pertanyaan
nomor 14

7 Pertanyaan
nomor 15

8 Pertanyaan
nomor 16

9 Pertanyaan
nomor 17

10 Pertanyaan
nomor 18

11 Pertanyaan
nomor 19

Tabel di atas merupakan tabel kontinum di mana tabel tersebut merupakan
tabel ringkasan skala Likert dari pertanyaan nomor 9 hingga pertanyaan nomor 19.
Di ketahuin bahwa tidak ada perubahan drastis skala Likert tersebut. Berarti, tidak
ada pernyataan responden yang sangat tidak setuju dan pernyataan sangat setuju pada
pernyataan di kuisioner.

4.4 Analisis data dan pembahasan
4.4.1 Uji validitas
Dalam menentukan nilai validitas dengan uji validitas yang memiliki
nilai r tabel 0.361 pada penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
Jika r hitung positif, dan r hitung > r tabel, maka pertanyaan tersebut
valid.
Jika r hitung positif,, dan r hitung < r tabel, maka pertanyaan tersebut
tidak valid.
Untuk menghitung r hitung, penelitian ini menggunakan IBM SPSS
Statistics 20.
Kemudian, r hitung tersebut dibandingkan dengan r tabel yang diperoleh
dari tabel distribusi nilai r tabel signifikansi 5% dan 1%.

Berikut tabel uji validitas variabel X:

Tabel 4. 17 Uji Validitas Variabel X

Nomor Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
dalam kuisioner
9 0,548 0,361 valid
10 0,541 0,361 valid
11 0,664 0,361 valid
12 0,536 0,361 valid
13 0,580 0,361 valid
14 0,493 0,361 valid
15 0,419 0,361 valid
Pada tabel uji validitas variabel X dapat dilihat bahwa R hitung dari setiap item
lebih besar dari pada R tabel berdasarkan uji signifikan 0,05 pada aplikasi IBM SPSS
Statistics 20. Oleh sebab itu, item-item tersebut terbukti valid.
Keterangan valid pada uji validitas variabel X tersebut memiliki arti bahwa
pertanyaan atau pernyataan yang menjadi alat ukur penelitian pada variabel X
dinyatakan valid dan relevan berdasarkan penjabaran Variabel X pada eperasional
konsep.

Berikut tabel uji validitas variabel Y:

Tabel 4. 18 Uji Validitas Variabel Y

Nomor Pertanyaan R hitung R tabel (5%) Keterangan
dalam kuisioner
16 0,817 0,361 valid
17 0,668 0,361 valid
18 0,773 0,361 valid
19 0,761 0,361 valid

Pada tabel uji validitas variabel Y dapat dilihat bahwa R hitung dari setiap item
lebih besar dari pada R tabel berdasarkan uji signifikan 0,05 pada aplikasi IBM SPSS
Statistics 20. Oleh sebab itu, item-item tersebut terbukti valid.
Keterangan valid pada uji validitas variabel Y tersebut memiliki arti bahwa
pertanyaan atau pernyataan yang menjadi alat ukur penelitian pada variabel Y
dinyatakan valid dan relevan berdasarkan penjabaran Variabel Y pada eperasional
konsep.

4.4.2 Uji reliabilitas
Setelah melakukan uji validitas maka selanjutnya penelitian ini di uji
dengan uji reliabilitas sehingga angket atau kuisioner yang dibagikan kepada
responden terbukti dapat dipercaya serta untuk mengetahui tingkat
kekonsistensian kuisioner yang dipakai sehingga kuisioner tersebut dapat
dipergunakan untuk penelitian lainnya yang serupa.

Terdapat dasar pengambilan keputusan pada uji reliabilitas dalam setiap
variabelnya. Adapun dasarnya pengambilan keputusannya sebagai berikut:

1. Jika Cronbach Alpha > r tabel, maka dapat dikatakan reliabel.
2. Jika Cronbach Alpha < r tabel, maka dapat dikatakan tidak
reliabel.

Maka adapun reliabilitas variabel X yang diukur melalui pertanyaan
nomor 9-15 sebagai berikut:

Tabel 4. 19 Cronbach’s Alpha Variabel X

Terlihat hasil dari uji reliabilitas Cronbach’s Alpha variable X yang
didapat dari IBM SPSS Statistics 20. Lalu, Cronbach’s Alpha dibandingkan
dengan r tabel yang didapat dari N = 30. Oleh karena itu, uji reliabilitas
variabel X mendapatkan hasil Cronbach Alpha sebesar 0,582 > r tabel 0,361
maka dapat dinyatakan reliabel. Dengan demikian dapat dilihat bahwa uji
reliabilitas pada variabel X terbukti reliabel di mana pernyataan kuisioner yang
ada pada variabel X bersifat konsisten, dapat dipercaya, serta dapat digunakan
untuk penelitian lainnya yang serupa.

Setelah menguji reliabel pada variabel X, maka variabel Y juga di uji
dengan uji reliabelitas. Adapun reliabilitas variabel Y yang diukur melalui
pertanyaan nomor 16-19 sebagai berikut:

Tabel 4. 20 Cronbach’s Alpha Variabel Y
Terlihat hasil dari gambar diatas bahwa reliabilitas untuk variable Y yang
didapat dari IBM SPSS Statistics 20. Lalu, uji reliabilitas variabel Y
Cronbach’s Alpha dibandingkan dengan r tabel yang didapat dari N = 30. Oleh
sebab itu, uji reliabilitas variabel Y mendapatkan hasil Cronbach Alpha sebesar
0,738 > r tabel 0,361 maka dapat dinyatakan reliabel. Dengan demikian dapat
dilihat bahwa uji reliabilitas pada variabel Y terbukti reliabel di mana
pernyataan kuisioner yang ada pada variabel Y bersifat konsisten, dapat
dipercaya, serta dapat digunakan untuk penelitian lainnya yang serupa.

Tabel 4. 21 Uji Reliabilitas

Variabel r hitung r tabel (5%) Keterangan
X 0,582 0,361 Reliabel
Y 0,738 0,361 Reliabel

Selah variabel X dan Variabel Y diuji dengan uji reliabilitas maka dapat dilihat
bahwa variabel X dan Y terbukti reliabel karena semua r hitung dari setiap variabel
lebih besar dari pada r tabel. Dengan demikian, variabel-variabel tersebut bersifat
konsisten dan dapat dipercaya serta dapat digunakan kembali untuk penelitan lainnya
yang serupa.

4.4.3 Uji normalitas
Dalam penelitian ini, uji normalitas diperlukan untuk mengetahui apakah
data penelitian memiliki distribusi normal atau tidak di mana jika berdistribusi
normal berarti data penelitian tersebut dapat mewakili populasi penelitian. Oleh
karena itu, hasil penelitian ini dapat digeneralisasikan pada populasi.
Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan metode uji normalitas
Kolmogorov-Smirnov dengan aplikasi IBM SPSS Statistics 20 .

Dalam melakukan uji normalitas, ditetapkan dasar pengambilan
keputusan uji normalitas sebagai berikut:

1. Data berdistribusi normal, jika nilai sig (signifikansi) > 0,05.
2. Data berdistribusi tidak normal, jika nilai (signifikansi) < 0,05.

Tabel 4. 22 Test Kolmogrov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz
ed Residual
N 30
Mean 0E-7
Normal Parametersa,b Std.
2,24937315
Deviation
Absolute ,159
Most Extreme
Positive ,120
Differences
Negative -,159
Kolmogorov-Smirnov Z ,870
Asymp. Sig. (2-tailed) ,436
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Berdasarkan tabel di atas, terlihat hasil uji normalitas di mana nilai
signifikansi 0,436 > 0,05. Berarti, data penelitian memiliki nilai residual
berdistribusi normal di mana data penelitian tersebut dapat mewakili populasi
penelitian dan hasil penelitian ini dapat digeneralisasikan pada populasi.

4.4.4 Uji Regresi Linier Sederhana
Dalam menentukan hubungan antara variabel X dengan variabel Y maka
penelitian ini melakukan uji regresi linier sederhana. selain itu, uji regresi linier
sederhana juga dapat digunakan untuk melihat seberapa besar variabel X
mempengaruhi variabel Y.
Penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana karena hanya
memiliki satu jenis variabel pada setiap variabel X dan Y nya.
Uji regresi linier sederhana juga digunakan untuk mengetahui arah
pengaruh variabel X dengan variabel Y apakah nilai konstanta mengarah pada
nilai positif atau negatif.
Dapat dilihat hasil uji regresi dari aplikasi IBM SPSS Statistics 20 sebagai
berikut:

Tabel 4. 23 Variabel Entered/ Removed
Variables Entered/Removeda
Mode Variables Variables Method
l Entered Removed
1 xb . Enter
a. Dependent Variable: y
b. All requested variables entered.

Berdasarkan tabel variabel Entered/ Removed dapat dilihat bahwa
aplikasi IBM SPSS Statistics 20 menggunakan variabel X sebagai variabel
bebas serta menggunakan metode Enter yang artinya memasukan semua
variabel bebas ke dalam analisis sekaligus. Pada aplikasi IBM SPSS Statistics
20 semua variabel bebas dimasukan secara simultan atau serentak.

Tabel 4. 24 Model Summary
Model Summaryb
Mode R R Square Adjusted R Std. Error of
l Square the Estimate
1 ,594a ,353 ,330 2,289
a. Predictors: (Constant), x
b. Dependent Variable: y

Berdasarkan table Model Summary di atas dapat dilihat bahwa penelitian
ini memiliki koefisien korelasi (R) sebesar 0,594 yang memiliki arti bahwa
terdapat hubungan antara variabel X dengan variabel Y sebesar 0,594. Selain
itu dapat juga dilihat berdasarkan kriterianya bahwa R = 0,594 berarti variabel
X dan variabel Y dapat dikategorikan memiliki hubungan linier yang kuat.
Besar hubungan antara variabel X dengan Y dapat dilihat hasil R square
pada tabel di atas. Tabel di atas menunjukan koefisien determinasi sebesar
0,353 yang berarti bahwa pengaruh variabel X terhadap Y sebesar 35,3%
sedangkan sisanya sebesar 64,7% dipengaruhi oleh variabel atau faktor diluar
penelitian.

Tabel 4. 25 Tabel Anova
ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 79,936 1 79,936 15,254 ,001b
1 Residual 146,731 28 5,240
Total 226,667 29
a. Dependent Variable: y
b. Predictors: (Constant), x

Selanjutnya pada tabel Anova dapat dilihat bahwa F hitung memiliki
angka sebesar 15,254 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001. Dari hasil
tersebut, jika F hitung dibandingkan dengan F tabel maka akan membentuk
perbandingan 15,254 > 4,20.
F tabel didapat dari rumus F tabel yaitu df yaitu 1 dibandingkan dengan
banyak nya responden yang dikurangi dengan jumlah variabel yaitu 28
kemudian hasil tersebut dicocokan dengan distribusi F tabel.
Setelah diketahui bahwa F hitung lebih besar nilainya dari pada F tabel
maka dapat dilihat bahwa variabel X pada panelitian ini mempunyai pengaruh
terhadap variabel Y.
Pada tabel Anova juga terlihat nilai signifikasni sebesar 0,001 di mana
0,001 itu lebih kecil dari pada 0,05 berarti hubungan yang terjadi pada setiap
variabel dapat berlaku untuk seluruh populasi atau dapat digeneralisasikan.

Tabel 4. 26 Tabel Coefficients
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant
1,867 3,304 ,565 ,577
1 )
x ,506 ,130 ,594 3,906 ,001
a. Dependent Variable: y

Pada tabel Coefficients dapat dilihat arah regresi pada penelitian ini.
Dilihat dari tabel tersebut koefisien b memiliki nilai positif dan memilki nilai
0,506. Dari tabel tersebut dapat dilihat juga nilai konstanta sebesar 1,867.
Untuk mengetahui jarak penambahan regresi tersebut dapat diketahui melalui
persamaan berikut:

𝑌 = 𝑎 + 𝑏𝑋

𝑌 = 1,867 + 0,506𝑋
Keterangan:
Y: Nilai prediksi variabel dependen.
a: Konstanta, yaitu nilai Y jika X = 0.
b: Koefisien regresi, yaitu nilai peningkatan atau penurunan variabel Y yang
didasarkan variabel X.

Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa konstanta sebesar 1,867
berarti bahwa jika tidak terdapat nilai variabel X maka nilai variabel Y sebesar
1,867 dan jika koefisien regresi variabel X sebesar 0,506 maka setiap
penambahan 1 nilai variabel X, variabel Y bertambah nilai sebesar 0,506.

Dari tabel Coefficients penelitian ini dapat diketahui pula bagaimana
signifikansi pengaruh variabel X dengan variabel Y pada penelitian ini dengan
menggunakan uji t.
Sebelum melihat uji t pada tabel tersebut, terlebih dahulu mengetahui
hipotesis pada penelitian ini. Dapat diketahui hipotesis pada penelitian ini
sebagai berikut:

H0 = Tidak terdapat pengaruh yang nyata terhadap variabel X dengan
variabel Y.
Ha = Terdapat pengaruh yang nyata terhadap variabel X dengan
variabel Y.
X = Talkshow Mata Najwa episode Gara-Gara Pilkada Jakarta di
Metro TV.
Y = Preferensi Memilih pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Dari tabel di atas diketahui nilai t hitung = 3,906 dengan nilai
signifikansi 0,001 < 0,05. Untuk menguji hipotesa pada penelitian ini maka t
hitung dibandingkan dengan t tabel. Untuk mengetahui t tabel dapat digunakan
rumus sebagai berikut:

t tabel = (α/2 ; n-k-1)
t tabel = (0,05/2 ; 30-2-1)
t tabel = (0,025 ; 27)
t tabel = 2.052

Keterangan:
α: Tingkat kepercayaan
n: Jumlah responden
k: Jumlah variabel

Dari rumus diatas, dapat diketahui bahwa t hitung 3,906 > t tabel 2,052
oleh karena itu, H0 pada penelitian ini ditolak dan Ha pada penelitian ini
diterima dan terdapat pengaruh signifikan antara variabel X terhadap variabel
Y serta dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang nyata terhadap Talkshow
Mata Najwa episode Gara-Gara Pilkada Jakarta di Metro TV dengan Preferensi
Memilih pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

4.4.5 Uji Hipotesis dalam analisis regresi linier sederhana
Hipotesis pada penelitian ini adalah hipotesis asosiatif di mana penelitian
ini menguji hubungan yang ada antara variabel X dengan variabel Y.
Setelah penelitian ini mendapatkan data dari penyebaran kuisioner
kepada responden maka data tersebut diolah untuk melihat apakah H0 ditolak
Ha diterima atau H0 diterima Ha ditolak.
Berdasarkan berbagai macam uji yang telah dilakukan maka dapat dilihat
bahwa t hitung memiliki nilai sebesar 3,906. Nilai tersebut, lebih besar dari
nilai t tabel yaitu 2,052. Data tersebut, memperlihatkan bahwa H0 pada
penelitian ini ditolak dan Ha pada penelitian ini diterima. Ha pada penelitian
ini adalah terdapat pengaruh yang nyata terhadap Talkshow Mata Najwa
episode Gara-Gara Pilkada Jakarta di Metro TV dengan Preferensi Memilih
pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 (Studi pada anggota Forum Diskusi
Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia).

4.5 Pembahasan
Setelah dilakukannya berbagai macam uji dan sudah ditentukannya hasil
uji hipotesis pada penelitian ini, peneliti menemukan beberapa hal dalam
penelitian ini. Penemuan tersebut didapat dari pengolahan data. Adapun
penemuannya sebagai berikut:

1. Berdasarkan nilai R square pada penelitian ini terdapat koefisien
determinasi sebesar 0,353 yang dapat diartikan bahwa variabel X
yaitu Talkshow Mata Najwa episode Gara-Gara Pilkada Jakarta di
Metro TV mempengaruhi variabel Y yaitu Preferensi Memilih pada
pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 (Studi pada anggota Forum
Diskusi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen
Indonesia) sebesar 35,3%. 64,7% sisanya, dapat diasumsikan
bahwa hipotesis alternatif pada penelitian ini dipengaruhi oleh
variabel lain atau faktor diluar peneltian. Oleh karena itu, sisa
variabel lainnya atau faktor diluar penelitian tersebut dapat diteliti
oleh penelitian selanjutanya.
2. Pada penelitian ini, terdapat hal menarik yang bisa dilihat. dalam
pernyataan kusioner nomor 19 yang direspon oleh responden,
terdapat 80% responden yang menjawab setuju pada pernyataan
kuisioner nomor 19. Pernyataan kusioner nomor 19 adalah sikap
narasumber mempengaruhi saya dalam preferensi memilih calon
gubernur DKI Jakarta 2017. dari hasil tersebut dapat asumsikan
bahwa sikap para calon terpilih pilkada baik gubernur, wakil atau
anggota kabinetnya yang tampil pada media dan disaksikan oleh
masyarkat luas dapat mempengaruhi preferensi memilih calon
terpilih pilkada. oleh sebab itu, penting bagi calon gubernur dan
calon terpilih pilkada lainnya untuk menunjukan sikap yang baik di
depan publik melalui media.
3. Selain itu, terlihat hanya 68% yang menjawab setuju pada
pernyataan kuisioner nomor 13 yaitu jawaban bintang tamu atas
pertanyaan presenter mempengaruhi saya dalam memilih calon
gubernur DKI Jakarta 2017. Dari data tersebut, terlihat bahwa para
responden tidak begitu terlena atas jawaban narasumber yang
adalah wakil dari setiap calon gubernur. Responden lebih
mempercayai sikap dari pada jawaban belaka. Untuk itu, bagi para
calon terpilih pilkada lebih baik menonjolkan sikap yang baik dari
pada menjual argumen di depan media.

Related Interests