ONSEP DASAR INTENSIVE CARE

UNIT (ICU)
Posted by joe pada 20/08/2009

Dr. Joko Murdiyanto, Sp.An

Definisi Intensive Care Unit (ICU) Intensive Care Unit (ICU) atau Unit

Perawatan Intensif (UPI) adalah tempat atau unit tersendiri di dalam rumah sakit yang menangani pasien-pasien

gawat karena penyakit, trauma atau komplikasi penyakit lain. Intensive Care Unit (ICU) merupakan cabang ilmu

kedokteran yang memfokuskan diri dalam bidang life support atau organ support pada pasien-pasien sakit kritis

yang kerap membutuhkan monitoring intensif. Pasien yang membutuhkan perawatan intensif sering memerlukan

support terhadap instabilitas hemodinamik (hipotensi), airway atau respiratory compromise dan atau gagal

ginjal, kadang ketiga-tiganya. Perawatan intensif biasanya hanya disediakan untuk pasien-pasien dengan kondisi

yang potensial reversibel atau mereka yang memiliki peluang baik untuk bertahan hidup.

Karena penyakit kritis begitu dekat dengan “kematian”, outcome intervensi yang diberikan sangat sulit diprediksi.

Banyak pasien yang akhirnya tetap meninggal di ICU. Klasifikasi Intensive Care Unit (ICU) 1. ICU Primer (standar

minimal) Merupakan Intensive Care Unit (ICU) yang mampu melakukan resusitasi dan ventilasi bantu < 24 jam

serta pemantauan jantung. ICU ini berkedudukan di rumah sakit tipe C atau B1. 2. ICU Sekunder (menengah)

Merupakan Intensive Care Unit (ICU) yang mampu melakukan ventilasi bantu lebih lama dari ICU primer serta

mampu melakukan bantuan hidup lain, tetapi tidak terlalu kompleks. ICU ini berkedudukan di rumah sakit tipe

B2. 3. ICU Tersier Merupakan Intensive Care Unit (ICU) yang mampu melakukan semua aspek perawatan atau

terapi intensif. ICU ini berkedudukan di rumah sakit tipe A. Organisasi Perawatan Intensive Care Unit (ICU)

minimal 1. Seorang DS.An sebagai Kepala SK Dirjendyan Med. SK Menkes Np.983 102 2. Bertanggung jawab

langsung kepada Direksi RS 3. Kepala Ruang Perawatan perawat anestesi / ICU 4. Setidaknya 50% perawat

yang terlatih dan memiliki sertifikat khusus Intensive Care Unit (ICU) membutuhkan kerja sama tim yang berasal

dari berbagai disiplin ilmu, yaitu para intensivist (klinisi yang mengkhususkan diri pada bidang perawatan

intensif), farmasis, perawat, terapis respiratori, dan konsultan medis lain yang berasal dari berbagai spesialis

seperti bedah, pediatrik, dan anestesiologi. Para intensivist akan mengatur managemen terapi, diagnosis,

intervensi dan perawatan yang bersifat individual bagi tiap-tiap pasien yang mengalami penyakit berat. Peran

Intensive Care Unit (ICU) Sebuah Unit Perawatan Intensif harus memiliki kemampuan minimal untuk : Melakukan

resusitasi jantung paru Menanggulangi kegawatan nafas Menanggulangi kegawatan sirkulasi Menanggulangi

kegawatan kesadaran Menentukan kebijakan / kriteria penderita masuk atau keluar serta rujukan Memiliki dokter

penghangat darah) b. udara tekan. sedatif. Tempat tidur khusus Setiap unit perawatan intensif harus memiliki sumber energi elektrik. atau nutrisi parenteral total. perubahan diagnosis dan fisioterapi Tipe. vakum. sumber air. Peralatan lain a. suction pumps. Ukuran dan Setting Ruangan Intensive Care Unit (ICU) 1. sehingga komplikasi berat dapat dihindari atau dikurangi Pasien yang memerlukan terapi intensif untuk mengatasi komplikasi akut. nasogastric tubes. level oksigen arterial dan EKG. peralatan hemofiltrasi untuk gagal ginjal akut. Selimut pengatur suhu tubuh Peralatan standar di Intensive Care Unit (ICU) meliputi ventilasi mekanik untuk membantu usaha bernafas melalui endotracheal tubes atau trakheotomi. Monitoring portable c. pencahayaan baik dan memenuhi syarat 2. penghisap sentral 2. melakukan ventilasi. Alat untuk mempertahankan jalan nafas. radiologi. Indikasi Pasien Masuk Intensive Care Unit (ICU) Pasien sakit kritis. OK. serta obat-obatan inotropik. komplikasi infeksi. mengalami gagal nafas berat. akses intravena untuk memasukkan obat. Sumber O2. pasien bedah jantung Pasien yang memerlukan pemantauan intensif invasif dan non invasif.spesialis anestesi purna waktu Mengkoordinasi satu tim untuk sebuah pendekatan bersama Memiliki jumlah perawat terlatih yang cukup Memiliki dokter jaga 24 jam Memiliki konsulen yang siap panggil 24 jam Siap melayani pemeriksaan laboratorium. cairan. drains dan kateter. pencahayaan. listrik. sinar X. temperatur dan sistem kontrol lingkungan yang menyokong kebutuhan pasien serta tim perawatan intensif dalam kondisi normal maupun emergensi. Peralatan monitoring yang harus tersedia bagi tiap-tiap pasien antara lain pemantau denyut jantung. dsb) Kriteria Pasien Keluar Intensive Care Unit (ICU) ` . ruang pulih. Letak dekat UGD. udara terkompresi. air. Kamar isolasi 4. frekuensi respirasi. peralatan monitoring. walaupun manfaatnya minimal (misal penderita tumor ganas metastasis. oksigen. laboratorium. pasien tak stabil yang memerlukan terapi intensif. Unit terbuka luas 16-20 m2/tt tertutup luas 24-28 m2/kamar 3. antibiotik broad spectrum dan analgesik. bantu hemodinamik (kantong pompa infus. Peralatan Standar di Intensive Care Unit (ICU) 1.