Modul Pembelajaran

Teknik Komputer Dan Jaringan

Penghitungan Subnetting
Oleh:
Nila Karnila

PPCPAK
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Modul
Modul ini akan memberikan paparan mengenai subnetting.
Subnetting merupakan satu proses pembagian satu jaringan besar menjadi
beberapa jaringan kecil yang di kenal dengan istilah subnet. Modul ini akan
mengkaji beberapa hal yang terkait dengan subnetting, antara lain konsep
subnetting, sebab dan keuntungan melakukan subnetting serta cara
penghitungan subnetting itu sendiri.

2. Prasyarat
Kemampuan awal yang di prasyaratkan bagi siswa dalam mempelajari modul
ini adalah
a. Siswa telah memahami konfersi bilangan biner ke decimal dan decimal
ke biner
b. Siswa telah mengerti tentang macam-macam alamat yang terdapat dalam
jaringan, seperti host address, net address, dll
c. Siswa telah memahami konsep pembagian IP address versi 4 berdasarkan
kelas pengelompokannya

B. MATERI
1. Pengertian Subnetting
Subnetting adalah proses membagi atau memecah satu jaringan
besar menjadi jaringan jaringan kecil (subnet-subnet). Esensi dari subnetting
adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host
dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian host dialokasikan menjadi bit
tambahan pada bagian network. Address satu network menurut struktur baku
dipecah menjadi beberapa subnetwork.
Sebelum subnetting
Network ID Host ID

Setelah subnetting
Network ID Subnet bit Host ID

Gambar 1. Ilustrasi perubahan panjang bit network dan host karena
subnetting
Pada ilustrasi di atas terlihat bahwa terjadi perubahan pada bagian
network dan juga pada bagian host. Meskipun yang kasat mata di sana yang
terlihat hanya perubahan pada bagian network bit dan host bit, sebenarnya
masih terdapat perubahan lainya yang terjadi pada saat kita melakukan
subnetting, yaitu:
a. Panjang bit host berkurang dan panjang bit network bertmbah
b. Network address berubah
c. Netmask address berubah
d. Broadcash address berubah
e. Jumlah subnet bertambah
f. Jumlah host maksimal pada masing-masing subnet berkurang

2. Keuntungan Penerapan Subnetting
Subnetting merupakan proses yang di lakukan guna memudahkan
administrator jaringan dan akan meningkatkan kinerja jaringan. Hal ini
berkaitan dengan cakupan jaringan yang tadinya luas telah di kelompok-
kelompokan menjadi kecil, dan juga tidak membebankan jaringan dengan
alamat-alamat yang tidak digunakan.
Adapun alasan atau keuntungan dari dilakukanya subnetting ini
adalah
a. Untuk efisiensi IP address, alokasi IP berdasarkan pembagian kelas
dirasakan kurang efesien. Sebagai contoh sebuah network kelas A
menyediakan alamat untuk sekitaar 16 juta host. Namun pernahkan kita
menjumpai sebuah kantor dengan 16 juta host terpasang pada LAN? Saat
ini IP address bukanlah barang “gratis ”. kita harus membayar sejumlah
biaya untuk setiap IP address yang di alokasikan. Sanggupkah organisasi
kecil membeli sebuah network dan membayar 16 juta IP address? Padahal
akan banyak IP address yang tidak terpakai. Karenanya akan lebih baik
network kelas A dibagi menjadi beberapa ribu subnet, kemudian barulah
subnet tersebut dialokasikan pada LAN.
b. Untuk memudahkan proses menejemen atau pengaturan keamanan
jaringan.
c. Untuk mengisolasi traffic. pada saat satu host berkomunikasi dengan
host lain pada subnet yang sama pesan broadcast cukup di sebarkan di
antara anggota subnet saja, tidak disebarkan pada subnet yang lain.

3. Perhitungan Subnetting
Tahapan yang harus kita lakukan dalam menghitung subnetting
sebuah IP jaringan adalah:
a. Tentukan kelompok dari kelas IP jaringan yang akan di subnetting,guna
mengetahui default mast nya (pembatas antara net bit dan host bit).
contoh IP yang akan di subnetting adalah 198.10.9.9/24.
Berdasarkan pengelompokan kelasnya IP ini berada pada kelompok IP
kelas C dengan default mask 255.255.255.0
IP 198.10.9.9/24 (kelas C)
Default mask 255.255.255.0
Default mask (biner) 11111111.11111111.11111111.00000000

b. Analisis patokan pembagian jaringannya berdasarkan host maksimum
yang di minta, atau subnet yang di kehendaki.
1. Patokan pembagian berdasarkan Host maksimum yang terpasang
dalam sebuah subnet.
Contohnya alamat pada poin A di atas akan di pecah menjadi subnet
dengan syarat perangkat maksimum yang terpasang / subnet adalah
62 perangkat. Maka kita dapat mulai menghitungnya dengan
menggunakan rumus:
Host max <= 2 h – 2
Ket:
Host max : jumlah alamat yang mintak di sediakan
h : banyaknya jumlah host bit
maka:
62 <= 2h – 2
62 + 2 <= 2h
64 <= 26
 h = 6 , dengan maksud terdapat 6 digit host bit
2. Patokan pembagian pada jumlah subnet yang di kehendaki
Contoh alamat IP pada poin A sebelumnya ingin di pecah menjadi 4
buah subnet. Maka kita dapat memulai menghitungnya dengan
menggunakan rumus:
Subnet <= 2 n
Ket:
Sebnet : banyaknya jaringan yang di inginkan

n : jumlah net bit tambahan dari net bit
defaultnya

maka:
4 <= 2 n
4 <= 22
 n = 2, dengan artian terdapat 2 digit tambahan net bit dari
default nya.
c. Tentukan Subnet mask nya
Dari paparan poin B diatas telah terlihat bahwa sannya terdapat 2 bit net
tambahan dan 6 host bit, sehingga dapat di tuliskan nilai subnet mask nya
Biner subnetmask 11111111.11111111.11111111.11000000
Deimal subnetmask 255.255.255.192

d. Tentukan banyaknya subet yang terbentuk dan rentangan masing-masing
subnet.
Cara termudah untuk menentukan ini adalah dengan memperhatikan
perubahan yang terjadi pada net bit dan host bit pada default mask (hasil
subnetmask)
11111111.11111111.11111111 . 11 000000
Default mask net bit tambahan host bit
Catatan:
2net bit tambahan = banyaknya subnet yang terbentuk
2host bit = interval subnet
Maka: dari soal poin 1 sebelumnya di perolah 4 subnet dengan interval/
subnetnya 64 dengan pengelompokan sebagai berikut:
Subnet 1. 198.10.9.0 /26 - 198.10.9.63 /26
Subnet 2. 198.10.9.64 /26 - 198.10.9.127 /26
Subnet 3. 198.10.9.128 /26 - 198.10.9.191 /26
Subnet 4. 198.10.9.192 /26 - 198.10.9.255 /26

e. Tentukan network address dan broadcast address per subnet
network address  alamat pertama pada setiap subnet
broadcast address alamat terakhir pada setiap subnet
Subnet Network address Broadcast Address
1 198.10.9.0 /26 198.10.9.63 /26
2 198.10.9.64 /26 198.10.9.127 /26
3 198.10.9.128 /26 198.10.9.191 /26
4 198.10.9.192 /26 198.10.9.255 /26
Catatan: network address dan broadcast address tidak boleh di gunakan
untuk alamat perangkat ataupun host
f. Gamabarkan dalam rancangan jaringan
Hal yang perlu di ingat di dalam perancangan jaringan di sini
adalah bahwasannya antara subnet satu dengan yang lainnya telah
berbeda jaringan, sehingga perlu di pasang perankat yang dapat
mengguhubungkan dua jaringan yang berbeda, seperti router.

Net 4  198.10.9.192
/26 Net 1  198.10.9.0 /26

Net 3  198.10.9.128 /26
Net 2  198.10.9.64 /26
C. DISKUSI KELOMPOK
Diskusikanlah bersama kelompok masing- masing pemecahan dari sebuah kasus
berikut ini:
1. Sebuah perusahaan ingin membagi jaringan di kantornya menjadi beberapa
jaringan, dengan syarat masing-masing jaringan dapat mengunakan paling
banyak 62 perangkat. Jika dketahui perusahaan ini memiliki IP
198.10.9.9/24. maka hitung dan tuliskanlah:
a. Banyaknya subnet yang terbentuk
b. Rentangan IP pada masing- masing subnet
c. Nilai subnetmask Addressnya
d. Nilai network address dan broadcast masing-masing subnetnya
e. Tuliskan pembagian IP yang tepat pada rancangan jaringan berikut ini

D. LATIHAN
Latihan ini di peruntukan bagi siswa yang telah mempelajari modul ini dan
memenuhi prasyarat dari modul ini.
1. Tuliskan macam-macam pengelompokan IP berdasarkan kelasnya…
2. Tuliskan pengertian subnetting…
3. Jika diketahui sebuah IP Address 89.10.0.9 dan terdapat pada IP Kelas A,
Berapakah Netmask Address nya? Dan Kemukakan alasan kenapa kita harus
mengetahui Netmask Address sebuah alamat IP!
4. Bandingkanlah dua alamat IP berikut ini 89.10.0.9/24 dan 89.10.0.9/27,
Tuliskan 5 perubahan yang terjadi!
5. Diketahui sebuah alamat 213.89.0.9/24. Jika jaringan ini akan di pecah
menjadi 5 subnet, maka hitunglah Alamat yang bisa di berikan pada masing-
masing host tiap subnet, dan berapa host maksimum yang bisa terhubung
untuk masing-masing subnet.!

E. Referensi
Iwan Sofana. 2008. “Membangun Jaringan Komputer”. Bandung : Informatika
Bandung
www.cisco.com

Related Interests