KAJIAN DAN PENGEMBANGAN MATEMATIKA

SEKOLAH 2

“Model Pembelajaran Make A Match”

Nama : Nur Amanah

NIM :20154202052

Kelas : Matematika D

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SORONG

TAHUN AKADEMIK 2016/2017

1

model pembelajaran make a match akan mengintruksikan para siswa untuk memegang sebuah kartu baik itu kartu berisi soal atau kartu berisi jawaban. Jika yang dipegangnya adalah kartu berisikan soal maka siswa bersangkutan mesti mencari kartu yang berisi jawaban atas pertanyaan yang didapatkannya tersebut. Pada penerapannya. Menurut Suyanto (2009:72) model pembelajaran make a match adalah sebuah model pembelajaran dimana didalamnya guru diharuskan untuk mempersiapkan kartu yang berisikan permasalahan atau pertanyaan dan juga kartu yang berisikan jawaban dari pertanyaan tersebut. materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan metode ini. Namun demikian. Model pembelajaran make and match adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan penanaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama. Sebagaimana dikutip dalam Hasan Fauzi Maufur. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu cara keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik. Metode make a match (mencari pasangan) pertama kali dikembangkan oleh Lorna Curran (1995) dalam mencari variasi mode berpasangan. Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. 2007 : 59). Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia. kemampuan berinteraksi disamping kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu (Wahab.A. Nah kartu jawaban ini pun sama halnya dengan kartu soal. Setiap siswa nantinya akan disuruh untuk menemukan pasangan soal/jawaban dari kartu-kartu tersebut. dalam suasana yang menyenangkan. Menurut Rusman (2011: 223-233) Model Make A Match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Pengertian Model Make A Match Dari sekian banyak metode pembelajaran yang telah ada. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik. 2 . salah satunya adalah metode pembelajaran cooperative learning tipe make a match. Anita Lie (2008: 56) menyatakan bahwa model pembelajaran tipe Make A Match atau bertukar pasangan merupakan teknik belajar yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu. 2. 4. Peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban). B. Jika masing-masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan. Upayakan kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa karu-kartu berisi pertanyaan- pertanyaan. Berdasarkan pendapat di atas. dimana kartu dipegang oleh seorang siswa di kelas. dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match adalah suatu teknik pembelajaran Make A Match adalah teknik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam semua mata pelajaran dan tingkatan kelas. Langkah berikutnya adalah guru membagi komunitas menjadi 3 kelompok. Jadi mau tidak mau siswa tersebut harus bersosialiasi dengan teman-teman satu kelasnya untuk menemukan kartu jawaban. maka setiap metode pembelajaran dilengkapi dengan langkah-langkah pembelajarannya. maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun 3 . Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainya berisi jawaban dari pertanyaan tersebut. Guru menyiapkan beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi kartu soal dan satu sisi berupa kartu jawaban beserta gambar). Kelompok ketiga adalah kelompokpenilai. Aturlah posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U. Agar sebuah metode pembelajaran berjalan secara sistematis. peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point) 5. 3. Setiap peserta didik mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. Langkah-langkah Pembelajaran Make A Match Teknik pembelajaran Make A Match dilakukan di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan karena dalam pembelajarannya siswa dituntut untuk berkompetisi mencari pasangan dari kartu yang sedang dibawanya dengan waktu yang cepat. Kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Pada metode pembelajaran tipe make a match adalah memiliki langkah- langkah sebagai berikut: 1.

Posisikan mereka dalam bentuk huruf U. Guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaanjawaban kepada kelompok penilai. 7. kelompok kedua saling bergerak mereka bertemu. kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua. aturlah sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai. mencari pasangan pertanyaan- jawaban yang cocok. Berdasarkan kondisi inilah guru memfasilitasi diskusi untuk memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik mengonfirmasikan hal-hal yang mereka telah lakukan yaitu memasangkan pertanyaan jawaban dan melaksanakan penilaian. 4 . Demikian halnya bagi peserta didik kelompok penilai. Sementara. maupun penilai mengetahui dan memahami secara pasti apakah betul kartu pertanyaan-jawaban yang mereka pasangkan sudah cocok. sehingga semua siswa aktif dalam proses pembelajaran. pemegang kartu jawaban. Hasil diskusi ditandai oleh pasangan- pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu pertanyaan dan anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Ketika mereka diskusi alangkah baiknya jika ada musik instrumentalia yang lembut mengiringi aktivitas belajar mereka. mencocokkan. Kelompok ini kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Perlu diketahui bahwa tidak semua peserta didik baik yang berperan sebagai pemegang kartu pertanyaan. sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. 6. Model pembelajaran Make A Match dapat melatih siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran secara merata serta menuntut siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya agar tanggung jawab dapat tercapai. Mereka juga belum mengetahui pasti apakah penilaian mereka benar atas pasangan pertanyaan-jawaban. dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Setelah penilaian dilakukan.

sehingga siswa yang mendominasi dalam aktifitas pembelajaran. dan 5) menggunakan metode ini secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan. 4) guru harus hati-hati dan bijaksana saat member hukuman pada siswa yang tidak mendapat pasangan. dan 5) efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar. akan banyak siswa yang kurang memperhatikan pada saat presentasi pasangan. 3) jika guru tidak mengarahkan siswa dengan baik. 3) meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. banyak siswa yang akan malu berpasangan dengan lawan jenisnya. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Make A Match Kelebihan dan kelemahan model Cooperative Learning tipe Make A Match menurut Miftahul Huda (2013: 253-254) adalah :  Kelebihan model pembelajaran tipe Make A Match antara lain: 1) Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. karena mereka bisa malu. 2) pada awal-awal penerapan metode. akan banyak waktu yang terbuang. metode ini menyengkan. 4) efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi. 5 .  Kelemahan media Make A Match antara lain: 1) jika strategi ini tidak dipersiapkan dengan baik.C. 2) karena ada unsur permainan. Siswa dapat belajar dengan aktif karena guru hanya berperan sebagai pembimbing. baik secara kognitif maupun fisik.

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SINUS. KOSINUS DAN TANGEN 1) sin A + sin B = 2sin ½ (A + B) · cos ½(A – B) 2) sin A – sin B = 2cos½ (A + B) · sin ½(A – B) 3) cos A + cos B = 2cos½ (A + B) · cos ½(A – B) 4) cos A – cos B = –2sin½ (A + B) · sin½(A – B) 6 . JUMLAH DAN SELISIH DUA SUDUT 1) sin (A  B) = sin A cos B  cos A sin B 2) cos (A  B) = cos A cos B  sin A sin B tan A  tan B 3) tan (A  B) = 1  tan A  tan B B. TRIGONOMETRI A. PERKALIAN SINUS DAN KOSINUS 1) 2sin A cos B = sin(A + B) + sin(A – B) sin A cos B = ½{sin(A + B) + sin(A – B)} 2) 2cos A sin B = sin(A + B) – sin(A – B) cos A sin B = ½{sin(A + B) – sin(A – B)} 3) 2cos A cos B = cos(A + B) + cos(A – B) cos A cos B = ½{cos(A + B) + cos(A – B)} 4) –2sin A sin B = cos(A + B) – cos(A – B) sin A sin B = –½{cos(A + B) – cos(A – B)} C.

sin( A  B) 5) tan A + tan B = cos A cos B sin( A  B ) 6) tan A – tan B = cos A cos B D. SUDUT RANGKAP 1) sin 2A = 2sinA·cosA 2) cos 2A = cos2A – sin2A = 2cos2A – 1 = 1 – 2sin2A 2 tan A 3) tan 2A = 1  tan 2 A 4) Sin 3A = 3sin A – 4sin3A 7 .