R.Z.M.S.P.E.E.

D
jadilah orang yang selalu sabar

There was an error in this Saturday, 23 June 2012 jam
gadget

MAKALAH ETIKA PROFESI SEORANG INSINYUR
Entri Populer

makalah diagram fasa
BAB I PENDAHULUAN A. MAKALAH
Latar Belakang Sampai saat ETIKA PROFESI SEORANG About Me
ini sebagian besar material INSINYUR
rekayasa terdiri dari
campuran fasa-fasa,misalnya
:...

MAKALAH KONSEP
KEPERAWATAN
KOMUNITAS Rusman B
1. KONSEP
KEPERAWATAN
KOMUNITAS A. View my comp
Pengertian Keperawatan
Kesehatan Komunitas adalah
pelayanan keperawatan
profesional... Blog Archive

► 2014
ALAT ALAT YANG
MENGGUNAKAN SISTEM ► 2013
HIDROLIK
Hydraulic machinery adalah ▼ 2012
mesin dan alat-alat yang ►
menggunakan daya fluida
untuk melakukan kerja. Alat ►
berat adalah contoh umum. DISUSUN OLEH : ▼
Dalam jen...

MAKALAH ETIKA PROFESI NAMA : RUSMAN
SEORANG INSINYUR NIM : 11. 301. 0260
MAKALAH ETIKA PROFESI PRODI : TEKNIK MESIN
SEORANG INSINYUR
DISUSUN OLEH : ...

makalah mesin sekrap
BAB I PENDAHULUAN A.
FAKULTAS TEKNIK PRODI TEKNIK MESIN
Latar Belakang Sebuah
Negara akan dinilai maju, UNIVERSITAS WAHID HASYIM
apabila dalam Negara SEMARANG
tersebut berdiri, beberapa ►
2012
perusaha...

TUGAS BESAR ELEMEN ►
MESIN II PERENCANAAN
REM CAKRAM MOTOR ► 2011
HONDA MEGAPRO
TUGAS BESAR ELEMEN ABSTRAK
MESIN I I PERENCANAAN
REM CAKRAM MOTOR
HONDA MEGAPRO DI
Engineer is a profession that plays an important role in the process of economic development,
SUSUN : KUSDI NIM : particularly in developing the economic infrastructure in the era of industrialization and information. This
113010287 TEKNIK MESIN
F...
is important because many professions related to engineering activities are guided by a philosophy that
purpose alone, for the sake and for "the benefit of mankind". As professionals in their field, then an engineer
MAKALAH NANOMATERIAL
should have the competence and professional engineering background gained through a process of
BAB I PENDAHULUAN
Pengembangan education and specialized training, and besides that it also must have the spirit of devotion in carrying out
nanoteknologi atau teknologi an activity on the basis of profession calls.
rekayasa zat bersekala
nanometer belumlah Referring to the definition and understanding of the profession, (attitude) professionals, and (know)
tergolong lama. Orang yang professionalism; it seems clear that the scope of engineering-engineering activities performed by the
pertama ...
engineering profession by definition can be equated with the professionalism of other activities such as
MAKALAH TERAPI doctors, lawyers, teachers and so on. Engineering professionalism will be demonstrated through the
IMAJINASI TERBIMBING
BAB I PENDAHULUAN A. application of specialized skills as it has designed the curriculum of engineering science (engineering) -
Latar Belakang Manusia strongly supported by the science of mathematics, physics, chemistry and other basic knowledge of
adalah makhluk ciptaan
Tuhan yang paling sempurna engineering - to do the planning, design (design), construction , operation and maintenance of products,
(QS: 95 :4). Tiap insan processes, and system specific work in an effective, convenient, safe, healthy and efficient in order to give
dilengkapi deng...
the benefit of mankind.
TUGAS MANDIRI ELEMEN In the application of expertise and skill, an engineer will often engage in various activities that are
MESIN II PERENCANAAN
REM CAKRAM PADA not free from conflicts of interest that could eventually undermine the values of idealism and noble cause
SEPEDA MTB "for the benefit of mankind" that has been formulated. As a profession that has a major responsibility for the

. 1999). Begitu juga seorang lulusan pendidikan tinggi sains-teknologi diharapkan kelak akan mampu bersikap dan bertindak selaku seorang profesional (kelompok sosial yang memiliki keahlian/kepakaran khusus) yang dituntut untuk bertanggung-jawab dan selalu terikat dengan kode etik profesinya. tindakan pembedahan dengan membuat in. Sebagai seorang profesional. Penerapan hasil karya keinsinyuran tersebut sebenarnya untuk apa. it was time to organize themselves in a professional organization container (can be general and / . Tanda kehormatan berupa honorarium ini jelas akan berbeda nilainya dengan upah atau gaji yang hanya pantas diterimakan bagi seorang pekerja upahan biasa. curriculum of Higher Education of Engineering / Technology. maka insinyur harus mampu mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasainya bukanlah sebuah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekedar untuk memperoleh nafkah ataupun keuntungan. dan bagaimana cara pengoperasian dan penanggulangan terhadap kemungkinan terjadinya dampak (negatif) yang ditimbulkannya ? Banyak hal-hal yang akan memicu kontroversi pada saat sebuah karya keinsinyuran sedang dicoba maupun pada saat ingin diaplikasikan. untuk siapa. it is fitting also that the substance on the ethics of the ASUHAN KEPERAWATAN profession (engineering) is included in the curriculum of higher education are included in this engineering PASIEN DENGAN TRAKHEOSTOMI A. culture. praktek nyata maupun penyimpangan yang banyak kita jumpai didalam aplikasi pengamalan profesi (insinyur) dilapangan yang jauh dari idealisme pengabdian maupun tegaknya nilai kehormatan diri (profesi). 2. maka hal itu haruslah dipandang sebagai sekedar bentuk tanda kehormatan (honour) demi tegaknya kehormatan profesi yang dimilikinya. Its main purpose is to provide understanding PENGERTIAN and the understanding of ethics. As with other professions. honor and / or ethical faith-faith that must be adhered to by those who will apply the PASIEN DENGAN TRAKHEOSTOMI skills and expertise.TUGAS MANDIRI ELEMEN benefit of mankind. Dari apa-apa yang telah diformulasikan dapat ditarik kesimpulan bahwasanya lulusan (alumnus) pendidikan tinggi sains-teknologi diharapkan nantinya tidak saja memiliki kemampuan akademis dan profesi keteknikan (insinyur) yang baik. BAB I PENDAHULUAN A. Kalau toh didalam “pengamalan” profesi yang dilakukan ternyata diperoleh semacam imbalan maupun penghargaan berupa “honorarium”. apakah dapat dibenarkan untuk mengadakan percobaan baik yang bersifat “trial & error” maupun “scientific method” dengan menugaskan manusia untuk menguji berbagai akibat dari perubahan rancangan sistem kerja ataupun pengoperasian sebuah alat ? Bilamana manusia itu sendiri bersedia untuk jadi . dan/atau itikad-itikad etis pada saat mengamalkan keahlian serta kepakaran profesinya demi dan semata untuk “the benefit of mankind”. customs. the profession and professional ethics in all kinds of problems and its TRAKHEOSTOMI Trakheostomi adalah relevance with respect to the application of skills and expertise in engineering practices. Latar Belakang Pendidikan tinggi sains-teknologi yang berkualitas global tidak lagi bisa diselenggarakan dengan kurikulum ataupun metoda pengajaran yang “konvensional”. dan untuk itu harus dilakukan perubahan-perbaikan untuk memenuhi standard lulusan yang memiliki kompetensi/kualifikasi minimum yang dipersyaratkan oleh ABET 2000. seorang insinyur harus memiliki kebanggaan profesi dan berkewajiban untuk menerapkan kode etik profesi untuk menjaga martabat. tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap masalah-masalah sosial- kemasyarakatan. Seorang insinyur harus memahami benar makna profesionalisme kalau ingin dikatakan sebagai seorang profesional. Teknologi ataupun ilmu keteknikan (engineering) secara umum dapat dipahami sebagai ilmu terapan (applied science) atau penerapan dari prinsip-prinsip keilmuan dasar (mathematical and natural sciences) melalui penggunaan model dan teknologi (hardware maupun software) untuk berbagai macam kebutuhan yang bermanfaat bagi manusia. or specific) and simultaneously apply the norms of professional ethics as teruang in the code of ethics to ASUHAN KEPERAWATAN maintain the dignity. Sebagai contoh. diterapkan dan dikembangkan di Amerika Serikat dan ada kecenderungan untuk selanjutnya akan ditetapkan sebagai acuan internasional. berbekalkan keahlian tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Apakah proses penemuan dan pengembangan karya keinsinyuran tersebut sudah mengindahkan nilai – nilai (moral dan norma) kemanusiaan ataukah justru mengabaikannya. melainkan sebuah kebajikan yang hendak diabadikan demi dan semata untuk kesejahteraan umat manusia. Departing from these interests. Kemampuan dasar yang menjadi acuan standard untuk menentukan kompetensi/kualifikasi lulusan (insinyur) menurut ABET-Engineering Criteria 2000 seperti tersebut diatas saat ini sudah disosialisasikan. professional SEPEDA MTB engineers.. Siapakah atau kelompok sosial berkeahlian yang manakah yang bisa diklasifikasikan sebagai kaum profesional yang seharusnya memiliki kesadaran akan nilai-nilai (kehormatan) profesi dan statusnya yang begitu elitis itu? Apakah dalam hal ini profesi keinsinyuran bisa juga diklasifikasikan sebagai bagian dari kelompok sosial ini? Kedua pertanyaan ini tidaklah begitu mudah untuk dicarikan jawabannya. kehormatan.. Kajian terhadap apa-apa yang dihasilkan oleh kepakaran “tukang” insinyur ini haruslah mampu memberikan jawaban dan rekomendasi terhadap dua pertanyaan yang menyangkut : 1. morals and ethics that apply universally. Dalam hal ini profesionalisme didefinisikan sebagai suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Sebagai anggota kelompok sosial berkeahlian. Terlebih-lebih bila dikaitkan dengan berbagai macam persoalan. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/atau kekayaan materiil-duniawi. the application of expertise and the expertise of engineers it is fitting to always heed the MESIN II PERENCANAAN REM CAKRAM PADA norms..

C. B.masing yang sebentar lagi akan menjadi pelaksana profesi di bidang komputer disetiap tempat kita bekerja. apakah permasalahan yang kemudian muncul tidak akan tidak akan menjadi persoalan pelanggaran etika yang kemudian menjadi bahan perdebatan yang berlarut-larut ? B. nilai-nilai. BAB II PERMASALAHAN A. Sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi. sebab Hacker adalah Membangun sedangkan Cracker Merusak. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. watak. dan mereka tidak lagi bertujuan untuk menolong kepentingan masyarakat. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik. 2. “kelinci percobaan”. resume ini bertujuan : 1. Etika Profesi. dan profesional. 2. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan. melainkan juga akan memberikan permasalahan baru bagi keseimbangan alam dan kehidupan manusia. dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma- norma. dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik. Bagaimanakah menjadi Insinyur yang profesional. adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek). Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. cek. Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh para pelaksana profesi. kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Untuk mengetahui pengertian dan Etika. Hal ini terbukti bahwa Indonesia merupakan kejahatan komputer di dunia diurutan 2 setelah Ukraine. Tujuan Sesuai dengan kenyataan yang melatar belakangi. tapi sebaliknya masyarakat merasa dirugikan oleh orang yang menyalahgunakan profesi. profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomesikan itu. Karena banyak . juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Kesadaran itu penting dan lebih penting lagi kesadaran itu timbul dari Diri kita masing . sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. merupakan kekuatan pendorong menuju ke pengembangan teknologi modern. Hanya saja satu hal yang patut untuk disadari bahwasanya sebuah temuan teknologi acapkali justru tidak hanya memberikan solusi positif terhadap persoalan yang dihadapi. buruk atau baik. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Apakah arti Etika. kejahatan dalam bidang komputer lainnya yang biasa disebut Cracker dan bukan Hacker. Untuk mengetahui profesi dan profesionalisme seorang insinyur. Sebagai suatu subyek. Permasalah Etika Profesi Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos yang berarti karakter. Contoh penyalahgunaan profesi dalam bidang computer contohnya penjahat berdasi yaitu orang-orang yang menyalahgunakan profesinya dengan cara penipuan kartu kredit. dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Etika Profesi dan profesionalisme insinyur. Maka. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan prilaku. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan. Kode etik adalah sistem norma. Permasalahan Tanggung Jawab Moral Dan Sosial Profesi Insinyur Besarnya keinginan untuk memecahkan persoalan-persoalan kehidupan manusia di era global dan kebutuhan akan penemuan-penemuan yang mampu memberikan manfaat untuk mencari solusi persoalan tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan tujuan di atas. dan selalu memahami dengan baik atas Etika Profesi yang membangun dan bukan untuk merugikan orang lain. etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar. kesusilaan atau adat. Maka dari itu banyak orang yang mempunyai profesi tetapi tidak tahu ataupun tidak sadar bahwa ada kode Etik tertentu dalam profesi yang mereka miliki.

tetapi seringkali pula bersifat “multiplikatif” khususnya terkait dengan penemuan-penemuan teknologi baru yang lain. analisa finansial. Hal lain yang patut dicatat adalah diterapkannya rekayasa tentang tata cara kerja (methods engineering) untuk meningkatkan produktivitas kerja yang lebih efektif-efisien dengan menganalisa kerja sistem manusia-mesin sebagai sebuah sistem produksi yang terintegrasi. rendahnya kualitas sumber daya manusia. etika (bisnis & profesi) dan wawasan sosial- ekonomi lainnya. analisa finansial. Untuk mengantisipasi problematik industri yang semakin luas dan kompleks tersebut. Teknologi tidak hanya memiliki sifat “akumulatif”.berkaitan dengan kehidupan manusia itulah. melainkan juga harus dilengkapi dan diserasikan dengan ilmu-ilmu lain yang memberikan wawasan maupun keterampilan (skill) yang berhubungan dengan persoalan manusia. Salah satunya menyebutkan bahwa lulusan (alumni) haruslah memiliki pemahaman terhadap tanggung jawab dan etika profesional. profesional dan memenuhi syarat-syarat kompetensi bekerja yang dituntut oleh pasar tenaga kerja. Revolusi industri yang berlangsung lebih dari dua abad yang lalu banyak membawa perubahan-perubahan didalam banyak hal. akan tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas global. dan sebagainya ikut dipikirkan serta dicarikan solusi pemecahannya. dan sebagainya telah menghasilkan paradigma paradigma baru yang beranjak dari struktur ekonomi agraris bergerak menuju ke struktur ekonomi produksi (industri). teknologi serta ilmu-ilmu keteknikan (engineering) tidak harus selalu terlibat dalam masalah-masalah yang terkait dengan perancangan perangkat keras (hardware) berupa teknologi produk maupun teknologi proses.belakang insinyur) telah membuka cakrawala baru dalam pengembangan dan penerapan sains-teknologi demi kemaslahatan manusia. organoware dan brainware). bisnis. Tantangan global menghadapkan dunia pendidikan tinggi sains-teknologi agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sains-teknologi yang melaju begitu cepat. dan yang lebih penting lagi manusia bisa menggunakan sumber energi tersebut dimanapun lokasi kegiatan produksi akan diselenggarakan. pemahaman serta kemampuan baik yang berkaitan dengan dasar-dasar ilmu keteknikan/engineering seperti matematika. kemampuan untuk berperan/berfungsi dalam tim kerja multi disiplin. melainkan juga memberikan berbagai macam resiko negatif yang merusak lingkungan (Vesilind. sosial. Pendidikan tinggi sains-teknologi tidak hanya diharapkan mampu menghasilkan lulusan dalam jumlah yang dibutuhkan. lingkungan serta persoalan-persoalan praktis yang dihadapi oleh industri dalam aktivitas rutin-nya sehari-hari. Persoalan-persoalan semacam ini jelas harus bisa dijawab oleh manajemen dan pengambil keputusan di lingkungan industri (yang banyak diantara mereka memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi dan engineering). psikologi industri. kelangkaan energi. Untuk langkah ini. Awal perubahan yang paling menyolok adalah dalam hal diketemukannya rancang bangun (rekayasa/engineering) mesin uap sebagai sumber energi untuk berproduksi. pemetaan posisi maupun “benchmarking” harus dan penting untuk senantiasa dilakukan. dll) yang ditimbulkan sebagai akibat pengembangan teknologi yang tidak hanya memberikan manfaat positif. yaitu : 1. jelas kurikulum pendidikan tinggi sains-teknologi akan memerlukan “supplemen” berupa materi-materi yang berasal dari luar kepakaran ilmu keteknikan (engineering) seperti hal-nya organisasi/manajemen (industri). maka teknologi seringkali dipertimbangkan sebagai faktor penentu yang juga dominan didalam proses perubahan sosial. Adakalanya dampak yang ditimbulkan oleh sebuah temuan teknologi seringkali memerlukan “obat penawar” berupa penemuan-penemuan teknologi selanjutnya. 1998). Fayol. akan tetapi yang juga tidak kalah pentingnya adalah bagaimana persoalan-persoalan industri seperti peningkatan daya saing. sehingga manusia tidak lagi tergantung pada energi ototi ataupun energi alam. tetapi juga harus memiliki 11 (sebelas) kriteria profil mutu yang dipergunakan untuk mengukur kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh para lulusan Perguruan Tinggi Teknik berupa wawasan. Langkah evaluasi diri (melalui SWOT analysis). maupun bertanggung-jawab terhadap segala macam dampak (lingkungan. Shewart. Gantt. Apa-apa yang telah dikerjakan oleh Taylor. maka didalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi sains-teknologi (tidak peduli program studi ilmu keteknikan macam apa yang ingin ditawarkan) seharusnya tidak lagi semata hanya memperhatikan arah perkembangan ilmu dan keahlian teknis (engineering). dan disisi lain harus pula menghasilkan lulusan yang berdaya-saing tinggi dan memenuhi tuntutan persyaratan maupun standard kompetensi kerja internasional. dimana diperoleh hasil yang menunjukkan adanya 6 (enam) kesenjangan yang cukup signifikan antara harapan serta persepsi masyarakat industri dan bisnis dengan kompetensi lulusan Perguruan Tinggi Teknik yang memerlukan prioritas untuk diperhatikan dan dicarikan solusi konkritnya. Gilbreth. maka dengan mengacu pada “ABET-Engineering Criteria 2000” nampak bahwa lulusan perguruan tinggi sains-teknologi (engineering) tidak saja harus menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian dan kepakaran di bidang keteknikan saja. ekonomi (makro-mikro). ergonomi. Dalam hal ini penerapan sains. fisika maupun basic engineering sciences dan juga yang berdimensi diluar lingkup bidang ilmu keteknikan yang berbasis pada attitude dan perilaku intelektual. akan tetapi juga ikut bertanggung-jawab dalam persoalan-persoalan yang berkembang dalam perancangan perangkat teknologi lainnya (software. kepemimpinan (leadership). organisasi & manajemen industri. perselisihan perburuhan. Untuk menghadapi persoalan-persoalan yang kebanyakan lebih bersifat kualitatif dan non-eksak semacam begini. Permasalahan menjadi menarik pada saat Persatuan Insinyur Indonesia [2000] melakukan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kesenjangan mutu dan relevansi Sarjana Teknik (termasuk juga dalam hal ini Sarjana Pertanian) di Industri. restrukturisasi organisasi. Arah perkembangan dan kemajuan di bidang sains-teknologi memang perlu untuk senantiasa diikuti. pencemaran lingkungan. . Demikian pula langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Taylor dan para pionir keilmuan teknik dan manajemen industri lainnya itu (kebanyakan dari mereka justru berlatar .

. Kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil studi adalah diperlukannya pembenahan konsep. dan memecah-kan masalah-masalah engineering. 3. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”. kemampuan berkomunikasi dengan efektif. atau untuk mengisi waktu luang. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. proses dan metode untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. C. Ciri-ciri profesionalisme yaitu : 1. dan menghin-dari hal-hal tindakan yang buruk. Pengertian Etika Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. memformulasikan. sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi. berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”. 4. kemampuan mengidentifikasikan. dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik profesi adalah system norma. B. yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian. 5. kemampuan merancang suatu sistem. Pengertian Etika Profesi Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis. nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik. yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan). berbekalkan keahlian tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai- nilai yang berlaku. tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya. 1999). 2. 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Mencermati hasil temuan tersebut. maka keseluruhan kesenjangan yang terjadi lebih berbasis pada lemahnya attitude dan perilaku intelektual daripada kemampuan teknis/enjinering. kurikulum serta strategi proses pembelajaran untuk membentuk attitude berpikir dan perilaku intelektual sedini mungkin (Tim Studi Pokja Program Profesi Insinyur-PII. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi 2. Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupa¬kan istilah dari bahasa Latin. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional. 2000). Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. untuk senang-senang. BAB III PEMBAHASAN A. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan 3. 6. pemahaman terhadap tanggung jawab dan etika profesional. Pengertian professionalisme dan Professional Profesionalisme didefinisikan sebagai suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya sedangkan Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. kesadaran akan kebutuhan untuk memenuhinya dalam proses belajar sepanjang hayat. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya 4. komponen. Pengertian Etika (Etimologi).

dan menunjukkan tanggung jawab. 4. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. karena banyak berhubungan dengan aktivitas perancangan maupun perekayasaan yang ditujukan semata dan demi kemanfaatan bagi manusia. sebelum mereka nantinya terlanjur melakukan kesalahan ataupun melanggar etika profesi-nya. Mengutamakan keluhuran budi. Dengan mengacu pada pengertian dan pemahaman mengenai profesi. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.D. psikolog. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional. 1. 2. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Dalam kode etik insinyur terdapat prinsip-prinsip dasar yaitu: 1. 3. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan 2. 7. Insinyur adalah sebuah profesi yang penting didalam pelaksanaan pembangunan industri nasional. 2. Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik seorang professional diantaranya: 1. 3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat. seorang insinyur (tanpa terkecuali insinyur teknik industri) akan terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis yang harus dilaksanakan dengan prinsip- . Menjaga kompetensi sebagai profesional. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Menghormati perjanjian. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan. 4. kode etik profesi dan permasalahan yang timbul diseputar profesi yang akan mereka tekuni nantinya. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing- masing. Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional. pengacara. aristek dan sebagainya. 6. Di Indonesia dalam hal kode etik telah diatur termasuk kode etik sebagai seorang insinyur yang disebut kode etik insinyur Indonesia dalam “catur karsa sapta dharma insinyur Indonesia. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. ABET menghendaki setiap mahasiswa teknik harus betul-betul memahami etika profesi. integritas dan martabat profesi. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) sendiri secara spesifik memberikan persyaratan akreditasi yang menyatakan bahwa setiap mahasiswa teknik (engineering) harus mengerti betul karakteristik etika profesi keinsinyuran dan penerapannya. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran Tuntutan sikap yang harus dijalankan oleh seorang insinyur yang menjunjung tinggi kode etik seorang insinyur yang professional yaitu: 1. 3. 2. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi tersebut.profesi yang lain seperti dokter. maka nampak jelas kalau ruang lingkup keinsinyuran per definisi bisa disejajarkan dengan profesi. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya. Dengan persyaratan ini. Acapkali pula dijumpai didalam proses penerapan kepakaran dan keahliannya. 3. (sikap) professional dan (paham) profesionalisme. persetujuan. kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social). Etika Profesi Seorang Insinyur Sebagai insinyur untuk membantu pelaksana sebagai seseorang yang professional dibidang keteknikan supaya tidak dapat merusak etika profesi diperlukan sarana untuk mengatur profesi sebagai seorang professional dibidangnya berupa kode etik profesi. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan. 5. sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Langkah ini akan menempatkan etika profesi sebagai “preventive ethics” yang akan menghindarkan segala macam tindakan yang memiliki resiko dan konsekuensi yang serius dari penerapan keahlian profesional. 4. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.

Caroline. sebagai sebuah profesi yang memiliki idealisme dan tanggung jawab besar bagi kemaslahatan manusia. Makalah disampaikan dalam acara diskusi “Perspektif Pembangunan Daya saing Global Tenaga Kerja Profesional”.perlu diberikan pengertian dan pemahaman mengenai etika. Makalah disampaikan dalam acara Semiloka Nasional „Peningkatan Peran Studi Sosial dan Humaniora di Perguruan Tinggi Teknologi”. Profesionalisme dan Etika Profesi. F. moral dan etika yang berlaku. Wignjosoebroto. sudah saatnya profesi insinyur menata-dirinya dalam sebuah wadah profesi --. kritik dan saran sangat kami harapkan dari pembaca semua. sebagai sebuah profesi yang memiliki idealisme dan tanggung jawab besar bagi kemaslahatan manusia. Soetandyo. pengacara. Namun demikian. Wignjosoebroto. and Ethical Aspects of Professional Practice. Lawrence. Seperti halnya dengan profesi-profesi lainnya (yang terlebih dahulu sudah menerapkan norma-norma keprofesiannya). Namun demikian. New York: John Wiley & Sons. Fleddermann. karena banyak berhubungan dengan aktivitas perancangan maupun perekayasaan yang ditujukan semata dan demi kemanfaatan bagi manusia. DAFTAR PUSTAKA Bennett. (sikap) professional dan (paham) profesionalisme. The Management of Engineering: Human. maka didalam penerapan kepakaran dan keahlian insinyur tersebut haruslah tetap mengindahkan norma. budaya. Legal. Wignjosoebroto. Sritomo. Badan Kejuruan Mesin – Persatuan Insinyur Indonesia. Wignjosoebroto. Dengan mengacu pada pengertian dan pemahaman mengenai profesi. 1996. atau lainnya) --.terserah apakah diberikan dalam sebuah mata kuliah khusus (etika profesi) ataukah disinggung subtansinya didalam mata kuliah yang sudah ada (konsep teknologi. Cambridge : Cambridge University Press. kami sebagai penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Sritomo.profesi yang lain seperti dokter. profesi dan etika profesi dengan segala macam permasalahan serta relevansinya (studi kasus) berkenaan dengan penerapan keahlian dan kepakaran dalam praktek-praktek bisnis dan/atau rekayasa keinsinyuran. Business & Professional Ethics. BAB IV PENUTUP A. adat.bisa bersifat umum ataupun spesifik (spesialistik) tergantung pada kompetensi dasarnya --. Profesi. Untuk itu perlu diusulkan agar didalam kurikulum pendidikan tinggi teknologi --. aristek dan sebagainya. 1998. SARAN Demikianlah laporan sederhana ini kami buat. NJ. Namun demikian. Modul Pelatihan Program Profesi Insinyur. Makalah disajikan dalam diskusi tentang profesionalisme hukum (notariat) di Fakultas Hukum Universitas Airlangga – Surabaya. 2000. Oleh karena itu. moral dan etika yang berlaku. prinsip komersial dan mengarah untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. maka didalam penerapan kepakaran dan keahlian insinyur tersebut haruslah tetap mengindahkan norma. Sritomo. : Prentice Hall – Engineering Source. Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada tanggal 6 Nopember 2000 di Kampus ITS-Surabaya. Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Charles B. Kami mohon maaf apabila masih banyak ditemui kesalahan. budaya. Manusia. Upper Saddle River. Jurusan MKU-MIPA. Posted by Rusman Buru at 04:29 No comments: . dan/atau itikad-itikad etis yang harus ditaati oleh mereka yang akan menerapkan keahlian dan kepakarannya. itu datangnya dari kealpaan kami. Ethics in Engineering Practice and Research. penghantar teknik industri. maka nampak jelas kalau ruang lingkup keinsinyuran perdefinisi bisa disejajarkan dengan profesi.dan sekaligus menerapkan norma-norma etika profesi seperti yang tertuang dalam kode etik profesi untuk menjaga martabat. Engineering Ethics.. Sains-Teknologi dan Etika Profesi. kehormatan. seorang insinyur (tanpa terkecuali insinyur teknik industri) akan terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis yang harus dilaksanakan dengan prinsip-prinsip komersial dan mengarah untuk memperoleh keuntungan sebanyak- banyaknya. Acapkali pula dijumpai didalam proses penerapan kepakaran dan keahliannya. Whitbeck. Inc. 1999. Etika Profesional: Pengamalan dan Permasalahan. B. tanggal 1 Desember 1999 di Jakarta. Organizational. psikolog. KESIMPULAN Insinyur adalah sebuah profesi yang penting didalam pelaksanaan pembangunan industri nasional. adat. Quality. 1999.

Theme images by neomistyle...Post a Comment Enter your comment. Powered by Blogger. . Comment as: nugrahawid (Google) Sign out Publish Preview Notify me Links to this post Create a Link Newer Post Home Older Post Subscribe to: Post Comments (Atom) RUSMAN-BURU-JAWA.

Related Interests