LAPORAN PENDAHULUAN

MENINGIOMA (TUMOR OTAK)

I. KONSEP DASAR PENYAKIT
A. PENGERTIAN
Tumor otak merupakan sebuah lesi yang terletak pada intracranial
yang menempati ruang di dalam otak, meningen dan tengkorak. Tumor-
tumor selalu bertumbuh sebagai sebuah massa yang berbentuk bola
tetapi juga dapat tumbuh menyebar, masuk ke dalam jaringan.
Neoplasma terjadi akibat dari kompresi dan infiltrasi jaringan. Akibat
perubahan fisik bervariasi, yang menyebabkan beberapa atau semua
kejadian patofisiologis sebagai berikut (Azri, 2013):
 Peningkatan tekanan intracranial (TIK) dan edema serebral
 Aktivitas kejang dan tanda-tanda neurologist fokal
 Hidrosefalus
 Gangguanfungsihipofisis

B. ETIOLOGI
1. Riwayat trauma kepala
2. Faktor genetic
3. Paparan bahan kimia yang bersifat carsinogenik
Penyebab tumor otak belum diketahui. Namun ada bukti kuat yang
menunjukan bahwa beberapa agent bertanggung jawab untuk beberapa
tipe tumor-tumor tertentu. Agent tersebut meliputi faktor herediter,
kongenital, virus, toksin, dan defisiensi immunologi. Ada juga yang
mengatakan bahwa tumor otak dapat terjadi akibat sekunder dari trauma
cerebral dan penyakit peradangan. Metastase ke otak dari tumor bagian
tubuh lain juga dapat terjadi. Karsinoma metastase lebih sering menuju
ke otak daripada sarcoma. Lokasi utama dari tumor otak metastase
berasal dari paru-paru dan payudara (Judith, 2012).

C. TANDA DAN GEJALA
1. Gejala peningkatan tekanan intra kranial

Gliomas  Terjadi pada hemisfer cerebral  Sakit kepala  Muntah  Perubahan kepribadian . apatis b. VII)  Kehilangan reflex kornea  Penurunan sensitivitas terhadap sentuhan (Saraf cranial V. Gejala yang biasanya banyak terjadi adalah sakit kepala. XI)  Kehilangan pendengaran unilateral . 2013). Papill edema 5. Kejang 6. 2011): a. Pening dan vertigo 7. sensorik dan disfungsi saraf cranial. Disebabkan oleh tekanan yang berangsur-angsur terhadap otak akibat pertumbuhan tumor. Mual muntah 4. muntah. menyebabkan tanda-tanda yang ditunjukkan local. seperti pada ketidak normalan sensori dan motorik. 2. Berdasarkan tipe tumor maka gejala dapat berupa (Judha. Perkembangan tanda dan gejala adalah menentukan apakah tumor berkembang atau menyebar. papiledema (“choken disc” atau edema saraf optic). perubahan kepribadian dan adanya variasi penurunan fokal motorik. Neuroma Akustik  Vertigo  Ataksia  Parestesia dan kelemahan wajah (saraf cranial V. perubahan penglihatan dan kejang (Azri. peka rangsang. Sakit kepala 3. Gejala terlokalisasi Lokasi gejala-gejala terjadi spesifik sesuai dengan gangguan daerah otak yang terkena.

Jika perawatan tidak berhasil. PATOFISIOLOGI Tumor otak primer dianggap berasal dari sel atau koloni stem sel tunggal dengan DNA abnormal. tumor otak akan menyebabkan peningkatan tekanan intra kranial secara progresif yang akan menyebabkan displacement struktur stem otak (herniasi). Adenoma Hipofisis  Akromegali  Hipopituitari  Sindrom Cushing  Wanita : Amenorea. impotensi  Gangguan penglihatan  DM  Hipotiroidisme  Hipoadrenalisme  Diabetes Insipidus  IADH D. Pada saat tumor meluas. c. sterilisasi  Pria: kehilangan libido. Meningioma  Kejang  Eksoftalmus unilateral  Palsi otot ekstra okuler  Gangguan pandangan  Gangguan Olfaktorius  Paresis d. DNA abnormal menyebabkan pembelahan mitosis sel yang tidak terkontrol. Tengkorak bersifat rigid dan hanya memiliki sedikit tempat untuk ekspansi isinya. Tekanan pada stem otak menyebabkan kerusakan pusat vital . Sistem imun tidak mampu membatasi dan menghentikan aberrant. kompresi dan infiltrsi menyebabkan kematian jaringan otak. pertumbuhan sel baru. tetapi juga menyebabkan edema otak. Tumor otak tidak hanya menyebabkan lesi pada otak.

Perubahan kepribadian G. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. dan respirasi. mengindikasikan derajad malignansi. Herniasi 2. Defisitneurorogis 5. Perubahan dalam kesadaran 8. Kejang 4. Glioma dibagi dalam beberapa derajad I hingga IV. Biopsy 5. Pemeriksaan neurologist 2. EEG 7. Glioma merupakan tipe tumor yang paling banyak. dan penampakan. menginfiltrasi beberapa bagian otak. 2012) F. Derajad tergantung pada densisitas seluler. mitosis sel. Cerebral angiography 6. Biasanya tumor menyebar dengan menginfiltrasi sekitar jaringan saraf sehingga sulit diangkat secara total tanpa menimbulkan kerusakan pada struktur vital (Febri. PENATALAKSANAAN MEDIS .signs kritis yang mengontrol tekanan darah. KOMPLIKASI 1. Pemeriksaansitologimenggunakan CSF (Febri. Perubahan fungsi pernafasan 7. Peningkatan TIK 6. E. kurang lebih 45 % dari seluruh tumor otak. 2012). 2012). Glikoma malignan neoplasma otak yang paling banyak terjadi. CT scan 3. yang akan memicu kematian (Febri. MRI 4. nadi. PeningkatanTekananDarah 3.

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1. Terapi modalitas termasuk kemoterapi konvensional dan terapi radiasi eksternal beam a. 1. Perubahan pada sensasi: hyperesthesia. Identifikasi faktor resiko paparan dengan radiasi atau bahan – bahan kimia yang bersifat carcinogenik. Terapi radiasi stereotaktik Terapi radiasi termasuk Gamma Knife atau terapisinar proton. apraxia (tidak mampu menggunakan alat dengan baik). Corticosteroid e. Observasi adanya perubahan sensori: asteregnosis (tidak mampu merasakan benda tajam). c. Brachyteraphy c. 3. Transplantasi sumsum tulang belakang autologous intra venus d. 2008) II. . Focus radiasi mungkin akan sangat membantu pada tumor kecil yang terdapat dasar tengkorak. Operasi pengangkatan atau menghancurkan tumor tanpa menimbulkan defisit neuroligis yang mungkin terjadi. f. Identifikasi tanda dan gejala yang dialami: sakit kepala. Pengkajian a. Kemoterapi konvensional b. agnosia (tidak mampu mengenal objek pada umumnya). Identifikasi adanya perubahan perilaku klien. muntah dan penurunan penglihatan atau penglihatan double. b. e. paresthesia. agraphia (tidak mampu menulis). Operasi konvensional dengan craniotomy 2. d. mungkin dilakukan pada kasus tumor yang tidak mungkin dioperasi atau tidak mungkin direseksi atau jika tumor menunjukan transformasi maligna. Terapi transfer gen (Fransisca. Observasi adanya hemiparase atau hemiplegi.

halusinasi 4) Jantung : bradikardi. dispnea. Pemeriksaan fisik : 1) Saraf : kejang. kelemahan sendi k. kesulitan mengambil keputusan.ray paru dan organ lain umtuk mencari adanya metastase. kecemasan dan ketakutan hospitalisasi. Psikososial: perubahan kepribadian dan perilaku. H. penglihatan kabur 3) Pendnegaran : tinitus. Kerusakan perfusi jaringan serebral 4. Observasi keadaan keseimbangan cairan dan elektrolit. Nyeri akut 2. disorientasi. j. afasia. DIAGNOSA KEPERAWATAN Sebelum operasi 1. diabetes melitus 7) Motorik : hiperekstensi. 2) Fungsi endokrin l. diagnostic test dan prosedur pembedahan. Laboratorium: 1) Jika tidak ada kontraindikasi: lumbal fungsi. disfungsi neuromuskuler 6) Sistem hormonal : amenorea. potensial obstruksi jalan nafas. g. penurunan/kehilangan memori. Observasi tingkat kesadran dan tanda vital. Self care deficit 3. 2) Electroencephalogram 3)  . Anxiety . berdesis 2) Penglihatan : penurunan lapang pandang. adanya perubahan peran. hipertensi 5) Sistem pernafasan : irama nafas meningkat. afek tidak sesuai. penurunan pendengaran. tingkah laku aneh. h. Radiografi: 1) CT scan. i. rambut rontok.

Kerusakan perfusi jaringan serebral 2. 5. Pk : kejang Setelah operasi 1. Kebersihan jalan nafas tidak efekti 3. Koping individu inefektif 8. Resiko injuri 6. Resiko injuri 12. Nutrisi kurang dari kebutuhan 6. Anxiety dan fear 7. Nyeri 4. Gangguan persepsi sensori 9. Hopeless 7. Kerusakan proses pikir . Kurang Pengetahuan 8. Defisit perawatan diri 11. Resiko kontraktur 10. Kerusakan komunikasi verbal 9. Resiko defisit volume carian 5.

kualitas. berapa lama akan (misalnya. mondar- dikendalikan. awitan b. Berikan pencegahan makan c. 1) Posisi untuk a. Gangguan perfusi a. berlangsung dan antisipasi mandir. Obyektif : : dan durasi.mencari orang ketidaknyamanan akibat prosedur. pantau TIK dan respons neurologis pasien . yang dibuktikan b. I. sampai kaku) tindakan relaksasi. keparahan nyeri dan faktor menghindari nyeri Pasien mengenali presipitasinya 2) Perubahn tonus otot b. seperti 4) Perilaku distraksi nyeri dapat penyebab nyeri. imajinasi terbimbing. Ajarkan awitan nyeri (dengan rentang dari b. 3) Perubahan selera c. Pastikan pemberian analgesi terapi. e. intensitas. karakteristik. teknik penggunaan non farkologis lemas tidak bertenaga Menggunakan seperti umpan-balik. Melaporkan informasi tentang nyeri. frekuensi . distraksi. Pasien akan menunjukkan Promosi Perfusi Serebral serebral a. dan atau aktivitas d. pantau tanda-tanda vital Subyektif : . Kendalikan berulang) faktor lingkungan yang dapat 5) Gangguan tidur memengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan. Subyektif : Pasien akan Manajemen Nyeri berhubungan Mengungkapkan secara memperlihatkan a. Lakukan dengan verbal atau melaporkan pengendalian nyeri pengkajian nyeri yang komprehesif peningkatan TIK nyeri dengan isyarat yang dibuktikan oleh meliputi lokasi. INTERVENSI KEPERAWATAN DIAGNOSA BATASAN NOC NIC KARAKTERISTIK Nyeri akut a. kognisi.

d. dari kebutuhan tubuh memperlihatkan status gizi 2) Nyeri abdomen b. Subyektif : Pasien akan Manajemen Nutrisi 1) Menolak memakan a.berhubungan dengan b. sesuai dengan usia ekstremitas serta kemampuan b. Konsultasikan dengan ahli pernafasan untuk dan ekspirasi dan pernafasan yang tidak memastikan keadekuatan fungsi ventilator 2) Nafas cuping hidung 3) Penggunaan otot bantu terganggu: kepatenan jalan mekanis. Dapat mengolah informasi c. Menunjukkan perhatian/konsentrasi. Berikan informasi kepada pasien untuk memenuhi berhubungan dengan 3) Persepsi ketidakmampuan : asupan mkanan dan . Subyektif : Pasien menunjukkan pola Manajemen Jalan Nafas Dispnea a. Timbang pasien pada interval yang tepat. Atur posisi pasien untuk mengoptimalkan asesorius untuk bernafas nafas dan tidak ada 4) Penurunan kapasitas vital pernafasan penyimpangan tanda vital 5) Perubahan ekskursi dada e. Pantau adanya pucat dan sianosis pola nafas pernafasan efektif. yang Sesak nafas b. Anjurkan nafas dalam melui abdomen selama dari rentang normal periode gawat nafas. Obyektif : dibuktikan oleh status lapar udara. dan berhubungan dengan b. Risiko nutrisi kurang a. Berikan obat-obatan untuk meningkatkan volume 2) Perubahan reaksi pupil 3) Perubahan respon motorik dengan jelas dan intravaskuler sesuai program 4) Kelemahan atau paralisis a. Ketidakefektifan a. Pantau peningkatan kegelisahan. status ventilasi c. ansietas. Minimalkan stimulus lingkungan Obyektif : a. 1) Penurunan tekanan inspirasi hiperventilasi pernafasan. d. Pasien dapat darah di otak. gangguan aliran c. dengan indicator : terhadap aktivitas keperawatan. Tinggikan bagian kepala tempat tidur 1) Perubahan status mental berkomunikasi e.

Buat perencanaan makan dengan pasien yang oleh indicator sebagai 1) Kurang makan masuk dalam jadwal makan. c. 5) Indigesti (Judith M. Asupan cairan oral makanan tinggi protein. mual dan muntah untuk mencerna makanan cairan yang dibuktikan kebutuhan nutrisi b. tinggi kalori yang siap dikonsumsi. Pemberian makanan makan. Ahern : 2012) . Berikan pasien minuman dan kudapan bergizi. 2) Melaporkan perubahn berikut: kesukaan dan ketidaksukaan pasien. sensasi rasa a. Obyektif : c. 4) Kram abdomen adekuat. Wilkinson dan Nancy R. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk 3) Merasa cepat kenyang b. Makanan oral d. setelah mengkonsumsi lewat selang adekuat e. lingkungan makan.

(http://nersbramalazri.html. blogspot. (http://alisarjunipadang.com/2013/03/klasifikasi-tumor-otak. Sistem Persyarafan dalam Asuhan Keperawatan.Patofisiologi.com/2012/04/01/asuhan-keperawatan-askep-tumor-otak. diakses pada 15 September 2016) Judha. Judith M. wordpress.2012. 4. (http://samoke2012.wordpress. (http://embundaunhijau. (Online). Susan Marti dkk. Jakarta : EGC Tucker. Buku Saku Diagnosis Keperawatan : diagnosis NANDA. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2013. Evelyn C. DAFTAR PUSTAKA Azri.2012. intervensi NIC.blogspot.com/2012/11/12/asuhan-keperawatan-klien-dengan- tumor-otak/.”Asuhan Keperawatan Klien dengan Tumor Otak”. Febri.1995. (http://nersfebri. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan System Persyarafan. Bram Al.”Makanan Sehat Babtu Pengobatan Tumor Otak”.com/2013/01/askep-tumor-otak. “Askep Tumor Otak”. diakses pada 15 September 2016) Batticaca.2013. blogspot. Standart Keperawatan Pasien Perencanaan Kolaborasi & Intervensi Keperawatan. 2008. Yogyakarta : Gosyen Publising. 2009. (Online). 2007. Nn. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. (Online).proses penyakit ed. Jakarta : EGC. Sylvia A. 2011. Jakarta : EGC. Wilkinson.html. ”Klasifikasi Tumor Otak”. diakses pada 15 September 2016) Pearce. Mohamad.html.com/2012/07/makan-sehat-bantu-pengobatan-tumor- otak. .html . Jakarta : Salemba Medika.(Online).2012. 2012. konsep klinik proses. diakses pada 15 September 2016) Nn. Price. criteria hasil NOC. diakses pada 15 September 2016) Nn. (Online).”Asuahan Keperawatan Tumor Otak”. Fransisca B.