Ringkasan : Summary

:
RENCANA INDUK MASTER PLAN
PENGEMBANGAN KONSERVASI LANSKAP SKALA BESAR LARGE-SCALE DEVELOPMENT OF LANDSCAPE CONSERVATION
DI SUMATERA DAN KALIMANTAN IN SUMATRA AND KALIMANTAN

A. PENDAHULUAN A. INTRODUCTION

Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara Megadiversity yang selalu menjadi Indonesia is one of ten Megadiversity countries that always become worldwide concern due
perhatian dunia karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan endemisitas yang tinggi. to its high level of biodiversity and endemic status. Even though Indonesia only covers 1.3
Walaupun luasnya hanya 1,3% dari total luas daratan dunia, Indonesia memiliki tidak kurang percent from total land mass of the world, the country provides home for at least 10 percent
dari 10% tumbuhan berbunga, 15%jenis serangga, 25%jenis ikan, 16%jenis amfibi dan reptil, of plants, 25 percent of fish species, 16 percent of amphibious reptiles, 17 percent of bird
17%jenis burung, dan 12%jenis mamalia di dunia (Mittermeier et.al., 1997). Namun demikian, species, and at least 12 percent of mammal species of the world. Ironically, there are 1.225
terdapat 1.225 spesies flora-fauna Indonesia yang terancam secara global, termasuk spesies of flora and fauna species that are globally threatened, including mammal (185), birds (131),
mamalia (185), burung (131), reptilia (32), amfibi (32), ikan (149), moluska (6), avertebrata amphibious (32), mollusks(282), invertebrates (282), and 408 plant species (IUCN, 2014).
(282), dan 408 spesies tumbuhan (IUCN, 2014).
Related to the following concern, the Indonesian Government has been implementing
Terkait dengan hal itu, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk various efforts to slow down the process of flora and fauna extinction, inside (in-situ) and
mencegah kepunahan flora dan faunasecara in-situ (di habitat aslinya) dan ex-situ (di luar outside (ex-situ) their habitats. Until 2013, the Indonesian Government has
habitatnya). Hingga tahun 2013, Pemerintah Indonesia telah menunjuk/menetapkan 523 appointed/assigned 523 terrestrial and marine conservation areas in form of national parks,
kawasan konservasi di darat dan laut dalam bentuk taman nasional, cagar alam, suaka sanctuaries, wildlife reserves, natural parks, forest parks, and hunting parks with total area of
margasatwa, taman wisata alam, taman hutan raya, dan taman buru dengan total luas 27,36 27.36 million hectares (Ditjen PHKA, 2014). The government also assigned 737 species of
juta hektar (Ditjen PHKA, 2014). Pemerintah juga telah menetapkan 737 spesies satwa dan faunas and floras that are protected by law (Abdulhadi et al.,2014). The Minister of Forestry
tumbuhan yang dilindungi undang-undang (Abdulhadi et al., 2014). Menteri Kehutanan juga has also issued several regulations regarding Conservation Strategy and Plan Action for
telah menerbitkan beberapa Peraturan Menteri Kehutanan mengenai Strategi dan Rencana endangered species, including tigers, elephants, and orangutan for 2007-2017 as well as
Aksi Konservasi untuk spesies-spesies yang terancam punah, termasuk harimau, gajah, dan tapir for 2013-2022.
orangutan untuk periode 2007-2017 serta tapir untuk Periode 2013-2022.
However, national and international protection status does not slow down the decrease of
Namun status perlindungan secara nasional dan internasional tidak serta merta menghentikan species population and its habitats. Illegal poaching, trading, and the decrease of quantity
laju penurunan populasi spesies dan habitatnya. Perburuan, perdagangan liar, dan and quality of the habitat itself due to land conversion, are factors that affect the survival of
menurunnya kualitas dan kuantitas habitat akibat konversi kawasan hutan merupakan faktor- Indonesia’s biodiversity. According to FWI analysis in 2014, the lost of natural forest
faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup keanekaragaman hayati Indonesia. coverage (deforestation) in Indonesia during year 2009-2013 was 4.5 billion hectares with
Berdasarkan analisis FWI (2014) kehilangan tutupan hutan alam (deforestasi) di Indonesia the acceleration of deforestation of 1.13 million hectares per year. In the same period,
pada periode 2009-2013 adalah sekitar 4,50 juta hektar dengan laju deforestasi sekitar 1,13 deforestation in Riau Province reached 687,547 hectares, Jambi 225,974 hectares, South
juta ha/tahun. Pada periode yang sama, luas deforestasi di Provinsi Riau 687.547 ha, Jambi Sumatra 164,060 hectares, East Kalimantan 448,494 hectares, and West Kalimantan
225.974 ha, Sumatera Selatan 164.060 ha, Kalimantan Timur 448.494 ha, dan Kalimantan 426,390 hectares.
Barat 426.390 ha.
Seeing these challenges, we need a strategic partnership in forest management, both on the
Melihat tantangan tersebut, diperlukan kerjasama yang strategis dalam pengelolaan part of Governments, Corporations, NGOs, communities, and academics.
1

hutan,baik dari pihak baik Pemerintah, Perusahaan, LSM, Masyarakat, dan Akademisi. Forestmanagement should include the overall landscape / landscape of the downstream-
Pengelolaan hutan perlu menyeluruh meliputi bentang alam/lanskap dari hilir-hulu tersebut upstream requires an integrated program, vision, mission, and strong leadership in the
memerlukan keterpaduan program, visi-misi, dan kepemimpinan yang kuat dalam implementation. It is essential that the perspective should be integrated management of
pelaksanaannya. Amatlah penting bahwa cara pandang pengelolaan harus terintergrasi dari upstream-downstream so as to create common point of view that the integrated
hulu-hilir sehingga tercipta kesamaan cara pandang bahwa pengelolaan kawasan yang management of the area becomes the main goal. Management in an integrated manner in
terintegrasi menjadi tujuan utama. Pengelolaan secara terpadu dalam bentuk bentang the form of landscapes / landscape This is a pattern of development that need to be
alam/lanskap ini merupakan pola pengembangan yang perlu didukung secara multi pihak. supported by a multi-party. Until now, there are many such example, therefore we need to
Hingga saat ini, belum banyak contoh-contoh tersebut, oleh karena itu perlu kita mulai start together to make it happen. The concept of management in the landscape is the first
bersama-sama mewujudkannya. Konsep pengelolaan secara lanskap merupakan langkah step for photographing the various issues and potential for development at the site level that
awal untuk memotret berbagai persoalan dan potensi pengembangan pada tingkat tapak yang can be supported by good governance that can accommodate the needs of the parties.
dapat didukung dengan tata kelola yang baik yang dapat menampung kebutuhan para pihak.

B. TUJUAN B. OBJECTIVES
Rencana Induk ini bertujuan untuk: The objectives of the Master Plan are:
1. Mendeskripsikan situasi umum lanskap, delineasi lanskap target, kawasan penting 1. To describe landscape situation, delineate landscape target, important landscape area,
lanskap, dan merumuskan visi-misi-strategi yang diinginkan di masa depan; and to formulate the desired mission-vision-strategy in the future;
2. Merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan program-program 2. To formulate strategic steps in developing landscape conservation programs that
konservasi lanskap yang mendukung pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan; support sustainable natural resources utilization;
3. Menyatukan potensi-potensi para pihak dalam upaya konservasi lanskap dalam 3. To unite the potential capacity among stakeholders in landscape conservation effort in
kapasitanya sebagai regulator, operator, eksekutor, pendamping, dan penyandang dana; their capacity as regulator, operator, executor, supporter, and financier;
4. Memberikan arahan dan pedoman umum serta memadu-serasikan program-program 4. To give directive and general guidelines as well as synergize landscape conservation
konservasi lanskap, termasuk restorasi dan proteksi lanskap sebagai bagian pengelolaan programs, including restoration and protection for landscape as a part of sustainable
sumber daya berkelanjutan di lanskap target; natural resource management in target landscapes.
5. Mengidentifikasi prioritas kegiatan, skema model program, monev, dan pendanaan. 5. To identify priority activities, program model scheme, monitoring and evaluation, and
financial needs.

C. RUANG LINGKUP DAN WILAYAH C. THE SCOPE OF TERRITORY
Dengan memperhatikan keunikan yang ada di dalam lanskap, seperti sosial-budaya, In regards to the uniqueness of the landscape, such as socio-culture, biodiversity, habitat,
keanekaragaman hayati, habitat, dan ekosistemnya, serta keberadaan perusahaan- and its ecosystem, the existing companies whose field in forestry, farming and mining sector,
perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan, perkebunan dan pertambangan, serta kajian- as well as pre-existing studies in Sumatra and Kalimantan, there are ten area identified as
kajian terdahulu mengenai lanskap yang ada di Sumatera dan Kalimantan, maka telah targets in landscape conservation:
teridentifikasi sepuluh lanskap yang menjadi target dalam konservasi lanskap, yaitu:
1) Senepis, Riau Province
1) Senepis, Provinsi Riau Forest and peat land protection and restoration, community empowerment, and keeping
Proteksi dan restorasi hutan dan lahan gambut, pemberdayaan masyarakat, dan the population of Sumatran Tiger intact.
mempertahankan populasi harimau sumatera; 2) Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSKBB), Riau Province
2) Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSKBB), Provinsi Riau Protection and restoration for Biosphere Reserves core zone of GSKBB as the habitat
Proteksi dan restorasi zona inti Cagar Biosfer GSKBB sebagai habitat harimau dan gajah for sumatran tigers, and elephants, and keeping the population of sumatran tigers intact.
sumatera, pemberdayaan masyarakat, dan mempertahankan populasi gajah dan 3) Semenanjung Kampar, Riau Province
harimau sumatera; Forest and peat land protection and restoration, community empowerment, and keeping
2

3) Semenanjung Kampar, Provinsi Riau the population of sumatran tigers intact.
Proteksi dan restorasi hutan dan lahan gambut, pemberdayaan masyarakat, 4) Kerumutan, Riau Province
mempertahankan populasi harimau sumatera; Forest and peat land protection and restoration, protection areas expansion and linkage,
4) Kerumutan, Provinsi Riau community empowerment, and keeping the population of sumatran tigers intact.
Proteksi dan restorasi hutan dan lahan gambut, perluasan dan menghubungkan antar 5) Bukit Tigapuluh, Riau and Jambi Province
kawasan lindung, pemberdayaan masyarakat, dan mempertahankan populasi harimau Protection, restoration, and expansion of natural forests in buffer zone surrounding the
sumatera; national park; establishing wildlife corridor, community empowerment, keeping the
5) Bukit Tigapuluh, Provinsi Riau & Jambi population of orangutan, elephants, and sumatran tigers intact, and limiting the access
Proteksi, restorasi, dan memperluas hutan alam di daerah penyangga sekitar taman to Bukit Tigapuluh National Park to increase its protection.
nasional; Membuat koridor satwa, pemberdayaan masyarakat sekitar, mempertahankan 6) Berbak-Sembilang, Jambi and South Sumatra Province
populasi orangutan, gajah, dan harimau sumatera, dan membatasi akses untuk Forest and peat land protection and restoration, community empowerment, keeping the
meningkatkan perlindungan TN Bukit Tigapuluh; population of sumatran tiger intact, and national park support.
6) Berbak-Sembilang, Provinsi Jambi & Sumatera Selatan 7) Dangku-Meranti, Jambi and South Sumatra Province
Proteksi dan restorasi hutan dan lahan gambut, pemberdayaan masyarakat, Wildlife corridor with conservation area on its surroundings and keeping the population
mempertahankan populasi harimau sumatera, mendukung taman nasional; of Sumatran Tigers intact.
7) Dangku-Meranti, Provinsi Jambi & Sumatera Selatan 8) Padang Sugihan, South Sumatra Province
Koridor satwa dengan kawasan konservasi sekitarnya dan mempertahankan populasi Animal corridor with conservation area on its surrounding and keeping the population of
harimau sumatera; sumatran elephants intact.
8) Padang Sugihan, Provinsi Sumatera Selatan 9) Kubu, West Kalimantan Province
Koridor satwa dengan kawasan konservasi sekitarnya dan mempertahankan populasi Mangrove, forest and peat land protection and restoration, community empowerment,
gajah sumatera; keeping the population of Kalimantanorangutan, alligators and irrawaddi dolphins intact;
9) Kubu, Provinsi Kalimantan Barat 10) Kutai, East Kalimantan Province.
Proteksi dan restorasi mangrove, hutan, dan lahan gambut, pemberdayaan masyarakat, Protection, restoration, and expansion of natural forest in the buffer zone surrounding
mempertahankan populasi orangutan kalimantan, buaya dan pesut mahakam; the national park, establishing wildlife corridors, and keeping the orangutan population
10) Kutai, Provinsi Kalimantan Timur intact as well as giving support to national park.
Proteksi, restorasi, dan memperluas hutan alam di daerah penyangga sekitar taman
nasional, menyediakan koridor satwa, dan mempertahankan populasi orangutan
kalimantan serta mendukung taman nasional.

Perlindungan dan restorasi hutan untuk memelihara stok karbon dan habitat satwa liar Forest protection and restoration to keep carbon stock and habitat for wild animal is the top
merupakan prioritas di semua lanskap. Hal itu juga mencakup upaya-upaya pencegahan priority for every landscape. It also covers the forest fire prevention and illegal activities, as
kebakaran hutan dan aktivitas ilegal, serta pemberdayaan masyarakat di dalam dan di sekitar well as community empowerment in and around landscapes. The aforementioned above
lanskap merupakan faktor kunci dalam penyusunan rencana induk ini. becomes the key factors in Master Plan design.
D. PERSPEKTIF GLOBAL & LEGISLASI NASIONAL D. GLOBAL PERSPECTIVE & NATIONAL LEGISLATION
Dalam menentukan perspektif global untuk menyusun Rencana Induk ini, terdapat3 (tiga) hal In determining a global perspective to prepare the Master Plan, being three (3) things
yang disampaikan, berdasarkan pengakuan internatsionan serta model dalam pengelolaan. presented, based on the recognition internatsional and management models. Global
Perspektif global tersebut antara lain : perspective include:
1. Spesies penting tingkat global. 1. Globally important species.
Sepuluh lanskap target di Sumatera dan Kalimantan memiliki sejumlah besar spesies Ten landscape targets in Sumatra and Kalimantan have a large number of species of flora
flora dan fauna yang penting secara global. Sedikitnya terdapat tiga instrument and fauna that are important globally. There are at least three protection and conservation of
3

perlindungan dan konservasi global yang memberikan peringkat global terhadap setiap global instruments that provide global rankings for each species present in the landscape.
spesies yang ada di dalam lanskap. Beberapa instrumen yang dibahas antara lain Daftar Some instruments covered include Red List of Threatened Species of the IUCN, CITES, and
Merah Spesies Terancam dari IUCN, CITES, dan EDGE. EDGE.
2. Status Global Kawasan Konservasi
Tingginya nilai keanekaragaman hayati dan ekosistem secara global memungkinkan 2. Global Status of Protected Areas
beberapa lanskap atau bagian dari lanskap mendapat pengakuan dan dukungan The high value of biodiversity and ecosystem services globally allow some landscape or part
internasional. Terdapat beberapa status pengakuan regional/internasional yang of the landscape of international recognition and support. There is some recognition of the
memungkinkan lanskap menjadi lebih terlindungi dengan menerapkan instrumen- status of regional / international which allows the landscape becomes better protected by
instrumen yang berstandar internasional.. applying the instruments of international standards.

Regulasi pengelolaan sumber daya di sepuluh lanskap prioritas, termasuk kawasan Regulation of resource management in the ten priority landscape, including the conservation
konservasi telah didefinisikan dimasa lalu berdasarkan aspek ilmiah, politik, dan ekonomi. area has been defined in the past based on scientific aspects, political, and economic.
Kebijakan yang dikembangkan secara sentral dan skema managemen yang ada Centrally developed policies and management schemes that often do not correspond to local
seringkali tidak sesuai dengan kondisi lokal dan berpotensi menjauhkan masyarakat dari conditions and has the potential to alienate society from its natural environment. To support
lingkungan alamnya. Untuk mendukung kohabitasi manusia-satwa, diperlukan the human-animal cohabitation requires innovative management approaches and methods
pendekatan dan metode pengelolaan inovatif yang dapat meningkatkan perlindungan dan that can increase protection and provide space for human development simultaneously. The
memberikan ruang bagi perkembangan manusia secara simultan. Kebijakan itu sesuai policy is in accordance with the principles of the ecosystem approach under the Convention
dengan prinsip-prinsip pendekatan ekosistem dibawah Konvensi Keanekaragaman Hayati on Biological Diversity and the results of the Millennium Ecosystem Assessment. Some
dan hasil dari Penilaian Ekosistem Millennium. Beberapa status dan bentuk pengakuan status and forms of international and regional recognition, among others, Ramsar Site,
internasional dan regional, antara lain, Situs Ramsar, Cagar Biosfer, Situs Warisan Dunia Biosphere Reserve, a World Heritage Site and ASEAN Heritage Park.
dan ASEAN Heritage Park.
3. Conservation in the Landscape
3. Kerangka Kebijakan Global Untuk Mendukung Konservasi Lanskap Almost thirty years after the Brundtland report Our Common Future was published, which
Hampir tiga puluh tahun setelah laporan Brundtland Our Common Future diterbitkan, defines sustainable development as "development that meets the needs of the present
yang mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai “development that meets the without compromising the ability of future generations to meet Reviews their own needs",
needs of the present without compromising the ability of future generations to meet very little achievement to stop the degradation of the global environment. The global
their own needs”, sangat sedikit pencapaian untuk menghentikan degradasi lingkungan environment continues to show signs of degradation are severe, ranging from soil, water,
global. Lingkungan global terus menunjukkan tanda-tanda degradasi yang parah, mulai and atmosphere. Although it has a lot of land and sea areas that have been protected, but
dari tanah, air, dan atmosfir. Walaupun telah banyak kawasan daratan dan laut yang the more species of flora and fauna that tercanam extinct, including tigers and elephants
telah dilindungi, namun makin banyak spesies flora dan fauna yang tercanam punah, (UNEP, 2012). To overcome these global issues, various strategies and actions that touch
termasuk harimau dan gajah (UNEP, 2012). Untuk mengatasi isu-isu global tersebut, the global level to the field level and the community.
diperlukan berbagai strategi &aksi tingkat global yang menyentuh ke tingkat tapak dan
masyarakat. To overcome the loss of biodiversity, ecosystem services, climate change, and other
negative factors that impact on the environment, it needs a new approach that focuses on
Untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati, jasa ekosistem, perubahan iklim, the landscape outside conservation areas. Global efforts to protect biodiversity have
dan faktor negatif lainnya yang berdampak pada lingkungan, maka perlu pendekatan baru switched from regional approaches to species and ecosystems and landscapes to improve
yang berfokus pada lanskap di luar kawasan konservasi. Upaya-upaya global untuk the sustainability and resilience of the region. To ensure achievement of conservation at the
melindungi keanekaragaman hayati telah beralih dari pendekatan spesies dan kawasan landscape scale, it is important to connect conservation targets with greater development
kepada ekosistem dan lanskap untuk meningkatkan kesinambungan dan ketahanan goals, such as poverty alleviation, food security, education and climate change, as well as
kawasan. Untuk memastikan tercapainya tujuan konservasi pada skala lanskap, maka strategies that guide the approach to landscape conservation. Within the framework of global
sangat penting untuk menghubungkan target konservasi dengan tujuan pembangunan
4

Ecosystem Approach & Aichi Targets. Cagar Alam. Kawasan Yang Memberikan Pelindungan Kawasan Bawahannya/Areas that 2. Forest Park. ketahanan pangan. Taman Wisata Alam. satwa. cagar biosfer. protected areas germplasm. Ramsar.Kawasan Lindung Geologi/Geological protected areas. Kawasan Rawan Bencana Alam/Natural disaster-prone areas Heritage. 5. Nature Reserve Area. • Kawasan Resapan Air/Water Catchment Area • Kawasan Sekitar Danau-Waduk/Area Around Lake-Reservoir • Kawasan Sekitar Mata Air/Area Around Water Spring 3. Taman Kawasan rawan letusan gunung berapi. SDGs. Nature Sanctuary. Geological disaster-prone areas. rencan induk ini memasukan beberapa kebijakan tentang Agreement on Transboundary Haze Pollution. the ASEAN kerangka kebijakan global. Kawasan Perlindungan Setempat/Local protected areas provide protection for its lower areas • Hutan Lindung/Protected Forest. longsor. serta strategi yang memandu pendekatan konservasi lanskap. areas prone to landslides. Green Growth and Certification Schemes. E. Marine Reserve Area. Mangrove Area. kawasan rawan gelombang pasang. SDGs. Green Growth and Certification Schemes. yang lebih besar. protected area and Culture 4.terumbu karang. 5 . this master plan that incorporate some of the policies of the MDGs. kawasan rawan banjir. dan Global Landscape Forum. Kawasan Lindung Lainnya/Other protected areas Kawasan cagar alam geologi.kawasan pengungsian memberikan perlindungan terhadap air tanah. National Park. Taman Hutan Raya. Nature Areas prone to volcanic eruptions. areas prone Tourism Park. seperti pengentasan kemiskinan. Kawasan Suaka Alam. KSA. Rio + 20. biosphere reserves. Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Groundwater protection ekosistem. kawasan rawan tanah Nasional. the area corridors for species or marine protected ecosystem corridor. KERANGKA HUKUM PENGELOLAAN LANSKAP/REGULATION FRAMEWORK OF LANDSCAPE MANAGEMENT 1. earthquake-prone areas.kawasan perlindungan plasma nutfah. Rio+20. Kawasan Lindung di dalam Lanskap/Protected area in the landscape 1. perubahan iklim. MDGs. Cultural and Science Heritage Area. Kawasan Suaka Alam Laut dan perairan lainnya. kawasan rawan bencana geologi. Dalam and the Global Landscape Forum. Ramsar. • Sempadan Panta/Coastal Border. kawasan rawan gempa bumi. KPA dan Cagar Budaya/Nature reserve area. areas prone to flooding.koridor Geological nature sanctuary. • Kawasan Bergambut/Peatland Area • Sempadan Sungai/River Banks. Suaka Margasatwa. to tidal waves. providing areas.kawasan koridor bagi jenis satwa atau biota laut yang dilindungi. ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. pendidikan dan policies. 6. Hunting parks. wildlife refuge areas. the Ecosystem Approach and Aichi Targets. kawasan yang Taman buru. kawasan pantai berhutan bakau. coral reefs. Wildlife Reserve.

WATER Act 41/1999 PROTECTION. & RESOURCES FORESTRY CRIMES RESTORATION MINING. OIL & Act 18/2003 GAS FISHERIES LOCAL Act 31/2004 GOVERNMENT PLANTATION SPATIAL PLANS Act 18/2004 CORRUPTION MONEY LAUNDRY LAW Conventions & CRIMINAL CODE COASTAL & Treaties SMALL ISLANDS 6 .2. Regulasi Dalam Pengelolaan Lanskap/Regulation in Lanscape Management. BIOLOGICAL NON-BIOLOGICAL RESOURCES ENVIRONMENTAL LAW RESOURCES CONSERVATION Act 32/2009 GEOTHERMAL Act 5/1990 AGRARIA/LAND PLANT. FISHES & ANIMAL QUARANTINE INDUSTRY & Act 16/1992 SUSTAINABLE TRADE FORESTRY LANDSCAPE.

METODOLOGI &PROSES/Methodology and Process.F. 7 .

Rujukan yang digunakan untuk analisis ini adalah SNI 19- 6728. ------- Based on the study of literature. Map land cover (land-cover) and maps of land use (land-use) of the Ministry of Environment and Forestry (KLHK). dari aspek pertanahan berupa tanah negara dan tanah milik. Penentuan batas indikatif lanskap dilakukan dengan menggunakan batas- batas alam yang dikenal luas oleh masyarak misalnya sungai besar dan jalan. Determination of the indicative limit landscapes done using natural boundaries are kno by the people. Peta tutupan lah (land-cover) dan peta penggunaan lahan (land-use dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana (KLHK). BATAS LANSKAP & PETA INDIKATIF/ LANDSCAPE BOUNDARY &INDICATIVE MAP.sumber peta diperoleh dari berbagai sumber resmi dan dilengkapi dengan digitasi terhadap peta yang belum tersedia file elektroniknya. interviews. dan dari aspek tata ruang berupa kawasan lindung dan budidaya. References use for this analysis is the SNI 19-6728. and of th spatial aspects such as protected areas and cultivation. wawancara. FGD perform the initial analysis to create a map of the landscape of the indicative limits as discussed with the parties and advanced spatial analysis. from the aspect of the land in t form of land and land owned by the state.G. dan FGD dilakukanlah analisa awal untuk membuat pe indikatif batas lanskap sebagai bahan diskusi deng para pihak dan analisa spasial lanjutan. Penggunaan la dari aspek kehutanan berupa fungsi-fungsi kawasa hutan.3-2002 on Balance of Resources Land Resources Spatial. large rivers and roads. Sumber. Landuse aspects of forestry in the form of the functions of forests.3-2002 tentang Neraca Sumb daya Lahan Sumber daya Spasial. Contoh Peta Indikatif Lanskap Giam Siak Kecil-Bukit Batu/ For example : Giam Siak Kecil-Bukit BatuLanscape Indicative Map Berdasarkan kajian kepustakaan. for example. . Sources maps obtained from various official sources and equipped with digitized maps are not yet available the electronic file.

29 1. dan 2 tahura.85 1.048.145.85 hectares.000.145.99 977. 9 suaka margasatwa.97 1.200. Luas total sepuluh lanskap adalah 10. 3 cagar alam.85 hektar.843 Ha. located in five provinces with 4 4 taman nasional.726. terletak di lima provinsi yang memiliki The total area of ten landscapes is 10. Terdapat satu lanskap berstatus conservation areas in the landscape is 1. .145.757. and 2 grand forest parks. Luas total seluruh national parks.18 10.001. adopted by the Government in Kubu landscape.85 9 .134. PROFIL LANDSKAP H.820.187.74 1.965.067.36 1.55 941.187.136. LANDSCAPE PROFILE.651. Peta indikatif/Indicative map Semenanjung Bukit Berbak Dangku Padang Senepis GSK.187.134. 9 wildlife sactuaries.66 743.213. Hingga kini tidak ada kawasan konservasi atau kawasanEkosistem Sembilang).843 Ha.BB Kerumutan Kubu Kutai Total Kampar Tigapuluh Sembilang Meranti Sugihan 322. Until now there are no protected areas or areas Ecosystems Essential appointed / Esensial yang ditunjuk/ditetapkan oleh Pemerintah di lanskap Kubu.H.334.650.30 922.849. 3 nature reserves. Total of all kawasan konservasi dalam lanskap adalah 1.There is a landscape of the biosphere cagar biosfer (Giam Siak Kecil-Bukit Batu) dan satu lanskap dengan dua Situs Ramsar reserve status (Giam Siak Kecil-Bukit Batu) and a landscape with a two Ramsar Site (Berbak & (Berbak & Sembilang).

bukan KSA/KPA Giam Siak Kecil SM Bukit Batu 2 Bukit Batu SM Giam Siak Kecil Tahura Minas (Sultan Syarif Hasyim) 3 Kerumutan SM Kerumutan SM Danau Pulau Besar-Danau Pulau Bawah Semenanjung SM Tasik Belat 4 Kampar SM Tasik Besar-Tasik Metas SM Tasik Serkap-Tasik Sarang Burung 5 Bukit Tigapuluh TN Bukit Tiga Puluh TN Berbak 6 Berbak Sembilang TN Sembilang CA Kelompok Hutan Durian Luncuk II 7 Dangku-Meranti SM Dangku Tahura Sultan Thaha Syaifuddin 8 Padang Sugihan SM Padang Sugihan CA Muara Kaman Sedulang 9 Kutai TN Kutai 10 . Kawasan Konservasi dalam lanskap/Conservation Areas in the landscape. 2.1. Nilai cadangan karbon/The value of carbon stocks in the landscape No Lanskap Nama KSA/KPA 1 Senepis CA Pulau Berkeh PLG Sebanga/Duri.

1.690 Perkiraan jumlah penduduk kecamatan yang ada di dalam lanskap tahun 2014/Estimated Jumlah desa.586 22 2.093 988.242 820. Berbak Sembilang Sumatera Selatan. Senepis Riau 2 t 9 52 3.619 624.485 53 4. Jambi 5 14 203 8. Kutai 9. Kutai Kalimantan Timur 4 24 170 Total 6. Padang Sugihan Sumatera Selatan 2 16 265 9. Kerumutan Riau 3 26 216 6.014 35 Kampar 5. Bukit Tigapuluh Riau. Kerumutan 22.363 49 6.3. GSKBB Riau 6 23 148 3. kecamatan dan kabupaten dalam lanskap tahun 2014/ population of subdistricts in the landscape in 2014 The number of villages. Kubu Kalimantan Barat 4 11 79 10. Semenanjung Kampar 10. Jambi 7 22 197 8.937 33 7. Senepis 5. Bukit Tigapuluh 14. Berbak Sembilang 31. Kubu 15.098 41 1. Dangku Meranti Sumatera Selatan.451.701 72 Village District/City distric 2.983 245. Semenanjung Riau 2 11 74 4.844 806.475 89 10. Padang Sugihan 18. Jambi 6 30 293 7.662 615.524 285.920 18 9. Konisi Sosial&Kehutanan Sosial/Social Conditionand Social Forestry Jumlah wilayah Total luas administrasi/Number of Kepadatan/ kecamatan/ administration area Lanskap/Landscape Total Density(jiwa Lanskap/Landscape Provinsi/Province Total of sub Kabupaten Camat/ /km2) Desa/ district (km2) /kota/ Sub.953 Total 41 186 1.313 754.197 371. sub district and districts in the landscape in 2014 11 . Dangku Meranti 18.958 939.374 19 5. GSKBB 24.

organisme dan institusi dipadukan untuk memberikan materials. HTR. HD. social. The target will be achieved with 2. and other partnership between community and company in production forest. but based on identification progress from Ministry of Environment and Forestry that reserved of protected forest and production forest about 12. and spiritual all of spiritual yang kesemuanya dirumuskan dalam capaian-capaian yang terukur dan dapat which are formulated in measurable outcomes and accountability. manfaat ekologis. LANDSCAPE CONSERVATION. Operationally produksi. Perhutanan Sosial Sebagai Solusi Konflik Tenurial.54 juta per tahun 4. protection. Social Forestry as Tenurial Conflict Solution In National-Mid Term Development Plan 201502019 as national policy guideline of forestry sector that targeted about 40 million Ha to be managed by community. Target itu direncanakan akan dicapai dengan luasan 2. and community timber plantation. and cultural life. namun dalam perkembangan identifikasinya Kementerian LHK mencadangkan kawasan hutan lindung dan hutan produksi seluas 12. Di dalam RPJMN 2015-2019 sebagai panduan kebijakan nasional bidang kehutanan. proteksi. sosial. Ecosystem structure in the landscape consists of various types of land use which essentially Struktur ekosistem di dalam lanskap terdiri dari berbagai jenis penggunaan lahan yang pada consists of three basic functions as mentioned by Odum (1969).7 juta Ha melalui skema HKm. KONSERVASI LANSKAP I. cultural. dipertanggung jawabkan. ekonomi. dan budaya bagi kehidupan. 1. a. 4. yaitu fungsi production.7 million Ha through community forestry. 1. material. urban-industrial dan area kompromi diantara ketiganya. Definition and Principles of Landscape Conservation. Pengertian Dan Prinsip Konservasi Lanskap. which is a function of pokoknya terdiri dari tiga fungsi dasar sebagaimana disebutkan oleh Odum (1969). Secara operasional basic functions are divided into spaces in the landscape called zoning. sosial. urban-industrial and compromise among the three areas. Definition Lanskap adalah entitas geografis yang terdiri atas mosaik-mosaik tata guna lahan yang saling Landscape is a geographical entity consisting of mosaics of land use interacting where energy. village forest. Sehingga visi lanskap dalam economic. dan accommodate the values of the environmental. I. dan berbagai bentuk kemitraan antara masyarakat dengan pemegang konsesi di hutan produksi.54 million Ha/year. Pengertian a. economic. So that the vision of the landscape in the long term to jangka panjang harus mengakomodasi nilai-nilai lingkungan. ekonomis. organisms and institutions combine to deliver the benefits of ecological. social. ditargetkan area seluas 40 juta ha untuk dikelola masyarakat. budaya. The complexity of the fungsi-fungsi dasar tersebut terbagi dalam ruang di dalam lanskap yang disebut zonasi. berinteraksi dimana energi. zoning process depends on a variety of different interests and uncertainties caused cognitive 12 .

Dengan demikian maka konservasi lanskap have to focus on efforts to protect (protect). dan hutan rawa air tawar. Di dalam sepuluh lanskap terdapat ekosistem yang didominasi oleh lahan basah. Berikut ini gambaran tentang pernyataan Odum yang ditambahkan oleh Lui dan Wu : l Konservasi lanskap sebagai pokok pikiran dalam dokumen ini merupakan suatu proses Conservation of the landscape as a subject matter in this document is a systematic process to sistematis untuk mempertahankan kualitas (kesehatan) eksositem lanskap. Berbagai bentuk carbon storage. kerusakan tata air yang terindikasi dengan banjir. erosi. soil fertility. 13 . Various forms of action or intervention on the tindakan atau intervensi terhadap ekosistem tersebut akan berpengaruh terhadap ecosystem will affect the biological keanekaraman and regularity of the water cycle. Some form keanekaraman hayati dan keteraturan siklus air. Even Odum (1969) has stated that ketidakpastian yang disebabkan kendala kognitif. ecosystems dominated by wetlands. droughts. peat swamp forests. landslides. Pada konteks ini maintain quality (health) ecosystem landscape. Ekositem lainnya yang freshwater swamp forests. and yaitu hutan mangrove. dan meredam perubahan iklim. kesuburan tanah. tata air. availability of information and knowledge. kekeringan. and human-wildlife conflict. "Zoning the landscape would require a whole new order of thinking". intervensi terhadap hutan yang tidak terukur akan pula menyebabkan are indicated by floods. Accordingly. erosion. Thus. Beberapa bentuk intervensi dengan skala of intervention with a certain scale will have no impact on the survival of various species. and repair (restore) forest dalam dokumen ini juga akan memiliki fokus pada upaya untuk melindungi (protect). longsor. Other ecosystems that exist in the landscape is a lowland rain ada di dalam lanskap adalah hutan hujan dataran rendah dan hutan kerangas. dan memperbaiki (restore) ekosistem hutan di lokasi-lokasi yang function to provide power bearing on the quality of the landscape ecosystem. dan konflik manusia-satwa. dan pengetahuan. intervention of the forest that are not measured will also cause damage to the water system Sejalan dengan itu. Ekosistem hutan dataran rendah dan lahan basah merupakan habitat satwa. hutan rawa gambut. the satwa yang terindikasikan oleh penurunan populasi. kepunahan.Kompleksitas proses zonasi tergantung dari ragam kepentingan yang berbeda dan constraints. Within ten landscapes there are lanskap. dan lain-lain. penyimpan karbon. This thinking underlies the directives to maintain the forest in an area that is quite and good Pemikiran ini mendasari adanya arahan untuk mempertahankan hutan dalam luasan yang conditions in a landscape. namun juga Lowland forest ecosystems and wetlands is a habitat for wildlife. Herewith the figure of Bahkan Odum (1969) telah menyatakan bahwa “Zoning the landscape would require a whole Odum statement and added by Lui and Wu : new order of thinking". ketersediaan informasi. ecosystems in locations that are considered important and widespread enough to be able to mempertahankan (maintain). extinction. and mitigating climate change. keep (maintain). forest and heath forest. but also has the benefit that memiliki manfaat yang menunjang kehidupan manusia dalam bentuk jasa ekosistem seperti support human life in the form of ecosystem services such as water management. who tertentu akan memberikan pengaruh buruk terhadap keberlangsungan hidup berbagai jenis was twice the population decline. In this context always be parts in the selalu ada bagian-bagian di dalam ekosistem lanskap yang menjadi perhatian karena landscape ecosystem of concern because it is understood and agreed upon as the main pillar dipahami dan disepakati sebagai penopang utama kesehatan ekosistem yang ada di dalam of the health of ecosystems that exist in the landscape. and others. the conservation of the landscape in this document will also cukup dan kondisi yang baik dalam suatu lanskap. namely mangrove forest.

private sector. Dengan memperhatikan kategori/kriteria kawasan lindung sebagaimana diatur di dalam With attention to categories / criteria for protected areas as stipulated in the regulation of regulasi tata ruang. 6. Area of riverbankor 50-100 meters on the left and right of the river. Important Landscape Area Di dalam dokumen Rencana Induk ini. • Basic common reference both the central government. UU No. dan PP Management of Protected Areas. and carbon should be maintained and / or restored dipertahankan dan/atau dipulihkan keasliannya secara logis dan rasional. Konservasi Lanskap difokuskan pada Kawasan Penting In the document of this Master Plan. keanekaragaman hayati. The areas designated as Protected Forest. The area of peatland depth more than 3 meters. Area yang ditetapkan sebagai Hutan Lindung. masyarakat dalam pelaksanaan konservasi lanskap bersifat pengelolaan terpadu pada • Feasibility and sustainability offunding. 5. Walaupun jenis authenticity logically and rational. • Preserving and restoring quality / health of the ecosystem as a priority without disturbing the integrity of the ecosystem. 5. the area Important Landscape (Landscape Important Area) (Important Landscape Area) didefinisikan sebagai kawasan yang mengandung minimal satu is defined as a region containing at least one of the categories / the following criteria: dari kategori/kriteria berikut ini: 1. Area sempadan sungai atau 50-100 meter di kiri dan kanan sungai. environment and forestry. dan area dengan keanekaragaman hayati tinggi. Kategori tersebut disusun sesuai dengan Keputusan Presiden No. 3. 4. Kawasan Penting Lanskap 2. penggunaan lahan hutan akan mendominasi KPL. maka Kawasan Penting Lanskap spatial. Areas of animals roaming the key (key species / flagship species) or the key areas of 3. yaitu kawasan-kawasan yang memiliki karakter dan nilai penting secara Landscape Area (ILA). The coastal border areas or 100 meters from the outermost point of the tide. 2. masing-masing jenis penggunaan lahan. 4.26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. • The specificity of each area (locally specific) through a process of dynamic (adaptive • Dasar acuan bersama baik pemerintah pusat.dianggap penting dan dalam skala luas yang memadai agar mampu berfungsi memberikan b. Areas designated as Natural Reserve Area and Conservation Areas Alam (KPA).26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. area landscape. area penting burung (important bird areas with high biodiversity. • Kekhususan masing-masing tempat (local specific) melalui proses yang dinamis (adaptive management). pemerintah daerah. ekosistem. an important bird area (important bird areas. 6. b. hidrologi. local government. 14 . 2008 on the National Spatial Plan. Area jelajah satwa kunci (key spesies/flagship spesies) atau area kunci biodiversity (key biodiversity areas). ecosystems. Prinsip and communities in the implementation of landscape conservation is the integrated • Melestarikan dan memulihkan kualitas/kesehatan ekosistem sebagai prioritas tanpa management of each type of land use. • Fisibilitas dan keberlanjutan pendanaan. and keanekaragaman hayati (key biodiversity area). dan karbon yang harus hydrology. biogeografi. Principle daya dukung terhadap kualitas ekosistem lanskap. the areas which have the character and importance in biogeography. Area sempadan pantai atau 100 meter dari titik terluar air pasang. Area lahan gambut berkedalaman lebih dari 3 meter. swasta. tetapi jenis penggunaan lahan lain juga but other types of land use are also considered important insofar as it meets the criteria of the dipertimbangkan sepanjang memenuhi criteria kawasan penting lanskap. lingkungan hidup. Act 26 of 2007 on Spatial Planning and Regulation 26 of No.32 tahun 1990 tentang These categories are prepared in accordance with Presidential Decree 32 of 1990 on the Pengelolaan Kawasan Lindung. area. Although this type of forest land use will dominate the ILA. biodiversity. Landscape Conservation is focused on Important Lanskap (KPL). menggangu integritas ekosistem. Area yang ditetapkan sebagai Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian 1. 2. dan management). dan kehutanan. 2.

446.795.447.869.195.3.30 dibebani izin/Non Protection Restoration Protection Empowerment lisence of production 9 Kubu 596. Buatan/ Non 2 Giam Siak Kecil Bukit Batu 627.99 1.13 Hutan peoduksi Asistensi dan Asistensi dan Asistensi dan Asistensi & dibebani izin/ Monitoring → Monitoring → Monitoring → Monitoring / Grand Total 6.792.71 134.001.19 juta ha dari total 10.200.30 1.847.334.29 KSA/KPA/Nature Proteksi/ Restorasi/ Proteksi/ Pemberdayaan/ Reserve Area/ Protection Restoration Protection Empowerment 5 Bukit Tigapuluh 755.14 juta ha di 10 Arahan umum pengelolaan konservasi lanskap di Kawasan Penting Lanskap/ lanskap/ The results of GIS analysis resulted in ILAcovering 6.965.145.57 1.55 Status/Fungsi Non Hutan Alami/ Non Hutan – (Status/Function) Deforestasi/ Non Forest.97 Conservation Area 6 Berbak Sembilang 564.562.68 718.02 3.73 526.39 922.067. hectares in 10 landscape.187.562.74 Hutan Lindung/ Proteksi/ Restorasi/ Proteksi/ Pemberdayaan/ Protected forest Protection Restoration Protection Empowerment 7 Dangku-Meranti 480.66 4 Semenanjung Kampar 609.954.973.67 311.099.163.651.209.38 313.330.90 322.38 568.184.83 10.000.757.89 455.726.849.14 million General direction in the area of conservation management in Important Landscape Area.60 325.417.36 Hutan/Forest Deforestation Natural Forest-Man made 3 Kerumutan 616.47 1.98 941.820.740. Penutupan Lahan/Forest Cover No Lanskap KPL Non KPL Grand Total 1 Senepis 293.136.40 1.85 Hutan produksi tidak Proteksi/ Restorasi/ Proteksi/ Pemberdayaan/ 8 Padang Sugihan 1.65 29.99 forest 10 Kutai 521.825. Luas Kawasan Penting Lanskap/Size of Important Lanscape Area Hasil analisa GIS tersebut menghasilkan KPL seluas 6.213.58 743.780.123.85 Concession area Proteksi/ Restorasi/ Proteksi/ Assistance & Assistance and Asistance and Assistance and Monitoring monitoring → Monitoring → Monitoring → protection Restoration Protection Areal penggunaan Pemberdayaan → Pemberdayaan → Pemberdayaan Pemberdayaan/ lain/Other propose Proteksi/ Restorasi/ → Proteksi/ Empowerment land Empowerment → Empowerment → Empowerment Protection Restoration → Protection 15 .19 million ha of the total 10.552.190.34 572.174.402.650.24 977.048.

Contoh Kawasan Penting Lanskap/Example of Important Landscape Area 16 .

The stakeholders of for sustainable landscape Assessment. and NGOs have can be succeed → Supporting enabling factors formulated the concept and parameters of sustainable Program landscape management. MISSION pengambil kebijakan. Vision and Mission Landscape management (sustainable landscape Area – C ommunity Development Working Area – management) will always be dominated by issues of land Protection Working Area – Restoration Working T echnical Assistance and Monitoring Working Supporting factors directly use (sustainable landuse) which reflects that land use at the SPATIAL ALLOCATION PLAN IN On the ground intervention IMPORTANT LANDSCAPE AREA influence to the initiation of core of landscape management. Para pihak dari akademisi. keberlanjutan pengelolaan lanskap. WEAKNESS . WEAKNESS . Berbagai bentuk R e s tore th e im p ortan t land s c ape are a wh ic h has be e n s ign ific an tly d am ag e d at 10 p rioritie s lan d s c ap e kebijakan. Assessment. praktisi.J. sehingga istilah STRENGTH . rencana. dan program juga telah diberlakukan. in S u m ate ra an d K alim an tan . ARAHAN PROGRAM DAN PRIORITAS/PROGRAM DIRECTION AND PRIORITY VISION 1. STRATEGIC PROGRAM: · Capacity development · Consensus development · Community empowerment · Environment and nature Until now. permasalahan di tingkat tapak cenderung masih STRATEGY FORMULATION USING SWOT ANALYSIS dikuasai oleh isu-isu kerusakan lingkungan dan konflik S tre n gth s – We ak n e s s e s – O pp ortu n itie s – T h re ats kepentingan para pihak terkait penguasaan dan pemanfaatan lahan. Visi dan Misi Pengelolaan lanskap yang berkelanjutan (sustainable E s tablis hm e n t of h e althy an d p rodu c tiv e lan ds c ap e e c os y s te m in th e fram e work of s u s tainab le de v e lop landscape management) akan selalu didominasi oleh isu-isu m e n t wh ile c on s e rv in g globally an d loc ally im p ortan t e c olog ic al fe atu re s at priority 10 land s c ap e in S u m ate ra an d K alim an tan penggunaan lahan yang berkelanjutan (sustainable landuse) yang mencerminkan bahwa pemanfaatan lahan menjadi inti dari pengelolaan lanskap. The condition also occurs in ten landscape in the monitoring Master Plan's targets. Kondisi itu juga terjadi di sepuluh lanskap target dalam Rencana Induk ini. plans. Various forms of policies.planning pl anni ng l g on the ground intervention management and its and control liinng andcontroll academics. PROGRAM FORMULATION AND CLASSIFICATION 1. policy makers. tetapi hasilnya terlihat maju “di atas kertas”. and programs have also been put in place. so that the term "sustainable" in any landscape management initiatives has always been the ideals that reflect the condition to be achieved or expected. practitioners. STRENGTH . Hingga kini. dan LSM telah Prote c t th e im portant lan ds c ap e are as wh ic h s till re lativ e ly intac t at 1 0 prioritie s land s c ape in S u m atra memformulasikan konsep dan parameter-parameter an d K alim an tan. “sustainable” dalam setiap inisiatif pengelolaan lanskap OPPORTUNITY THREAT OPPORTUNITY THREAT selalu menjadi cita-cita yang mencerminkan kondisi yang ingin dicapai atau diharapkan. 17 . the problems at the site level tends to be · Institutional Organi Organzi ziinng g and and conservation education dominated by issues of environmental degradation and development Actuati Actuatinng g · Human wildlife conflict conflict of interests of the parties concerned land use and · Protection action management · Restoration action · Technical assistance and tenure. but the result Area SUPPORTING PROGRAM: looks forward "on paper".

dan swasta serta lembaga donor untuk • Tersedianya lembaga-lembaga FAKTOR INTERNAL konservasi lanskap. landscape. • The migration of people preservation of the landscape. ------- targets and landscape identified. Peluang dan Ancaman Konservasi Lanskap/Strength. • Lack of regulation regarding protected • Perception of the parties to the • The lack of public knowledge areas and environmental management. 18 . plantation managed society. pendapatan masyarakat. agencies for landscape conservation. FAKTOR EKTERNAL pengelola hutan dan lahan.Analisis SWOT/SWOT Analysis 2. • Ekspansi perkebunan sawit pemerintah yang bekerja untuk konservasi lanskap. Opportunity. pendidikan masyarakat penting lanskap teridentifikasi. masyarakat tentang fungsi hutan. • Adanya kebijakan prioritas kehutanan • Terbatasnya alternatif sumber • Persepsi para pihak terhadap • Minimnya pengetahuan mengenai pembangunan KPH. Weaknes. Kekuatan/Strength Kelemahan/Weakness Peluang /opportunity Ancaman/Threat • Sasaran konservasi lanskap di 10 • Belum adanya kelembagaan • Adanya regulasi mengenai kawasan • Rendahnya tingkat lanskap target dan kawasan pengelola lanskap yang bersifat lindung dan pengelolaan lingkungan. • Kebijakan perhutanan sosial dengan • Perambahan hutan untuk • Adanya lembaga-lembaga • Terbatasnya sosialisasi program target 12. and plantations. dan ancaman (threaten) atau SWOT. • Lack of alternative sources of • The presence of government landscape conservation maanfaat • Social forestry policy with a target of income. • Belum berkembangnya KPH pada • Adanya kebijakan 20% konsesi HTI • Migrasi masyarakat • Tersediannya lembaga-lembaga sebagian besar area target dikelola masyarakat. konservasi lanskap cukup baik. Unitunderdeveloped in most management. • Konflik manusia-satwa pelestarian lanskap. institutions that work for the • Forest Management 12.7 juta untuk dikelola pertanian dan perkebunan. • The activities and the allocation of funds in some agencies in line with the landscape conservation program. beberapa instansi yang sejalan dengan • Landscape conservation goals in • The absence of institutional program konservasi lanskap. • Adanya kegiatan dan alokasi dana di ---------. pemerintah yang bekerja untuk dan maanfaat konservasi lanskap masyarakat.7 million for community • Encroachment for agriculture preservation of the landscape. ------. • There is support for local governments • The expansion of oil palm • Availability institutions forest and the private sector and donor plantations managers and land. Kekuatan. peluang (opportunity). kelemahan (weaknes). • Tersediannya government areas of landscape conservation • The policy of 20% HTI/industrial timber • Human-wildlife conflict institutions that work for the targets. and Threat to Landscape Conservation Perumusan strategi pada Rencana Induk ini dilakukan dengan pendekatan analisis kekuatan (strength). • The low level of public conservation of the landscape about the function of the forest. • Lack of socialization and policy regarding FMU development. • The existence of the forestry priority education quite well. the 10 critical areas of landscape managers coordinative --------. • Adanya dukungan pemerintah daerah pelestarian lanskap. koordinatif. Kelemahan.

Model Program Pembangunan Konsesus Konservasi lanskap/Program Model of Landscape Concencus Development 19 .3.

HIERARKI DAN PERIODE PERENCANAAN K. arranged on the condition of the biophysical. social. HIERARCHYAND PLANNING Rencana Induk Konservasi 10 Lanskap merupakan rencana indikatif kegiatan konservasi 10 Landscape Conservation Master Plan is an indicative plan of landscape conservat lanskap yang disusun berdasar kondisi biofisik. yaitu: 10 Landscape Conservation Master Plan shall contain at least nine things: • Pembangunan Konsensus • Consensus Development • Pengembangan Kelembagaan • Institutional Development • Aksi Proteksi • Protection Action • Aksi Restorasi • Restoration Action • Pengembangan Kapasitas • Capacity Building • Pemberdayaan Masyarakat • Community empowerment • Pendidikan Lingkungan dan Konservasi Alam • Environmental Education and Nature Conservation • Asistensi Teknis dan Monitoring Pengelolaan KPL pada Areal Konsesi Hutan • Technical Assistance and Monitoring Management Area ILA on Forest Concession • Monitoring dan Evaluasi Konservasi Lanskap • Monitoring and Evaluation of Landscape Conservation . sosial ekonomi dan kelembagaan activities. forest management and land in units of landscape for the past 10 years. economic and institutio pengelolaan hutan dan lahan dalam satuan unit lanskap untuk kurun waktu 10 tahun.K. Rencana Induk Konservasi 10 Lanskap paling sedikit memuat sembilan hal.

and the landscape conservation working commitment of the parties to the implementation of the group. conservation of the landscape. Activities. rencana pemerintah maupun non pemerintah untuk langkap. arahan program kerja pada masing-masing konservasi lanskap dan komitmen membangun kesepahaman dan fungsi lahan. Technical Implementation Unit of the Ministry of Environment and 21 . Perusahaan Pemegang Ijin Usaha working group has sufficient legitimacy and Kehutanan. komunitas legality. konservasi lanskap yang memiliki legitimasi Perencanaan Pembangunan Daerah. Kesatuan Activities of multi-stakeholder meeting to Pengelolaan Hutan. dan komitmen para pihak untuk pengarusutamaannya ke dalam kesepakatan. Tujuan. in the work plans of each agency / Kegiatan pertemuan multipihak untuk Kelompok kerja konservasi lanskap pada masing-masing agencies. government and non-government to build conservation least indicate the working area of the understanding and agreement. arahan fungsi lahan di dalam kawasan penting Program. konservasi lanskap. and Output NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output A Program Strategis/Strate gic program. both government and non. which consists of representatives of the Regional Development Planning Agency. The working group landscape conservation for each landscape.membentuk dan menetapkan POKJA lanskap. dan unsur-unsur lain yang dianggap memiliki peran dan pengaruh terhadap lanskap. NGOs. 1 Program Pembangunan Untuk mendapatkan kesepakatan Kegiatan pertemuan multipihak di tingkat Dokumen kesepahaman dan kesepakatan konservasi Konsensus. the direction of the work area of landscape conservation. Dinas Kehutanan. Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Matrik Program. mengenai wilayah kerja konservasi lanskap yang memiliki peran dan pengaruh lanskap paling kurang memuat wilayah kerja konservasi Consensus Development lanskap. kelompok kerja terhadap lanskap baik dari unsur lanskap. Badan Lingkungan Hidup Daerah. masyarakat yang berpotensi terkena dampak konservasi lanskap. perguruan tinggi. Forestry Service. program on each of the functions of land. Kegiatan. Goal. Regional Environmental Agency. yang beranggotakan perwakilan dari Badan government. lembaga atau forum multipihak yang form and establish conservationlandscape telah ada sebelumnya. instansi/lembaga baik dari unsur the landscape level that have a role and pemerintah maupun non influence on the landscape. penyelenggaraan konservasi lanskap yang disyahkan oleh rencana-rencana kerja setiap Activities of multi-stakeholder meeting at unsur pimpinan daerah di tingkat lanskap. dan keluaran Konservasi Lanskap/Landscape Conservation Matrix of Program. landscape conservation plan conservation of the landscape which was passed by the and a commitment to mainstreaming element of regional leaders at the landscape level. both Document of understanding and agreements landscape pemerintah. the direction of land use in To get agreement on the working the important areas langkap. dan legalitas yang memadai.

universities. conservation plan. kelembagaan konservasi Landscape conservation planning at the lanskap. and mainstreaming of landscape conservation Penyusunan rencana konservasi lanskap Rencana konservasi lanskap yang disusun oleh POKJA. pengesahan rencana konservasi the preparation of the landscape lanskap. rancangan kebutuhan anggaran dan sistem landscape level conservation landscape by pendanaan. Minimal landscape conservation plan includes profiles landscape landscapes and important areas. Forestry Consession. dengan dokumen kesepakatan. arahan fungsi lahan dan program kerja pada kawasan penting lanskap. and endorsed by regional leaders. NGOs. penyusunan rencana Working groupwork plan in the context of konservasi lanskap. landscape conservation plan development. dan disahkan oleh pimpinan daerah. the Working Group. dan skema monitoring kinerja. and other elements that are considered to have a role and influence on the landscape. conservation institutional landscape. tahapan dan tata waktu program konservasi lanskap. the stages and time frame landscape conservation program. the problems. the draft budget requirements and funding 22 . Penyusunan rencana kerja POKJA dalam Dokumen Rencana kerja POKJA konservasi lanskap yang rangka penyusunan rencana konservasi memuat rencana kegiatan koordinasi para pihak sesuai lanskap. communities potentially affected landscape conservation. Landscape conservation plan developed by the Working Group. pada tingkat lanskap oleh POKJA disetujui oleh seluruh pimpinan instansi atau lembaga konservasi lanskap.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output Forestry. yang terlibat dalam POKJA. the direction of land use and the work program on the critical area of the landscape. Rencana konservasi lanskap minimal memuat profil lanskap dan kawasan penting lanskap. was approved by the entire leadership of the agency or agencies involved in the Working Group. permasalahan. pengarusutamaan konservasi lanskap. Document of landscape conservation workplanincluded coordination plan with stakeholder that in line with agreement document. institutions or multi- stakeholder forum that has been there before. endorsement of landscape conservation plan. Forest Management Unit.

strategic plans and work plans of each agency or institution related to the conservation of landscapes. mampu bekerja secara intensif dan lanskap berdasarkan tugas dan Program Development or efektif dalam melakukan singkronisasi wewenangnya masing-masing. 2 Program Membangun kelembagaan multipihak Analisis kelembagaan untuk Database lembaga-lembaga sektoral dan non sektoral dari Pembangunan/Penge untuk konservasi lanskap yang mengidentifikasi lembaga-lembaga sektoral unsur pemerintah dan non pemerintah yang terkait dengan mba ngan memiliki legitimasi atau mandat yang dan non sektoral dari unsur pemerintah dan lanskap dengan atribut-atributnya meliputi tugas dan Kelembagaan. Peta stakeholder mandate of the parties and able to dan pengaruhnya terhadap lanskap. Konsultasi publik rancangan rencana Inisiasi pengarusutamaan rencana konservasi lanskap ke konservasi lanskap dan pengesahan dalam rencana-rencana strategis dan rencana-rencana rencana konservasi lanskap. kerja instansi atau lembaga baik dari unsur pemerintah maupun non pemerintah. Pengarusutamaan rencana konservasi both government and non-government.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output systems. and performance monitoring scheme. Public consultation a draft plan approval landscape conservation and landscape Initiation of mainstreaming conservation plan landscapes conservation plans. memadai dari para pihak serta non pemerintah yang terkait dengan kewenangan setiap instansi atau lembaga. the landscape based on the duties and Build institutional stakeholder for the authority of each. rencana strategis dan rencana kerja setiap instansi atau lembaga yang terkait dengan konservasi lanskap baik dari unsur pemerintah maupun non pemerintah. lanskap ke dalam perencanaan pembangunan daerah. ini merupakan hasil analisis lebih lanjut dari analisis 23 . both government and non-government. . Institution development. perencanaan dan optimalisasi kinerja Database of sectoral agencies and non-sectoral of the setiap instansi/lembaga untuk Institutional analysis to identify the sectoral government and non-government related to the landscape konservasi lanskap sesuai dengan agencies and non-cutting of the with its attributes include the duties and authority of each tugas dan fungsinya masing-masing government and non-government related to agency or institution. into strategic plans and work plans agencies or institutions. Mainstreaming landscape conservation plans into local development planning. conservation of the landscape that Analisis stakeholder dan memetakan Peta stakeholder lanskap yang memperlihatkan peran dan has sufficient legitimacy or the stakeholder lanskap berdasarkan peran pengaruh setiap pihak terhadap lanskap.

Multi stakeholderwork plan in order to manage the Preparation of multi stakeholder work plan protection and restoration action programs and support to implement landscape conservation plan programs based landscape conservation plan that has that developed and approved in the been approved in the previous stage. Kelembagaan multipihak konservasi lanskap. untuk konservasi lanskap. agree on the institutional concept that has mekanisme hubungan dan koordinasi.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output work intensively and effectively to Stakeholder analysis and stakeholder kelembagaan. dan lain-lain. unit- Multi-stakeholder meetings to discuss and unit kerja atau gugus tugas. management systems. working units or task forces. plan. Pertemuan multipihak untuk menyusun kelengkapan kelembagaan multipihak. sebelumnya. sistem manajemen. mechanisms of liaison and coordination. previous stage. baik pada Hutan Kemasyarakatan. Pertemuan multipihak untuk membahas Kelembagaan multipihak untuk konservasi lanskap yang dan menyepakati konsep kelembagaan telah disetujui oleh setiap instansi atau lembaga dan yang telah tertuang dalam rencana disahkan oleh pimpinan daerah. Map of landscape stakeholder that shows the role and each agency / agencies for landscape influence of each party to the landscape. This multi- institutional completeness. Hutan Desa dan Hutan Tanaman 24 . synchronize the planning and mapping the landscape based on the role optimization of the performance of and influence on the landscape. Multi-stakeholder meeting to define and requirements and pemunhan facilities. tugas dan wewenang. Multi stakeholder Institutional for the conservation of the landscape that has been approved by any agencies or Multi-stakeholder meeting to compile an institutions and endorsed by regional leaders. duties and functions of each. Lembaga multipihak mendorong KPH yang beroperasi dan unit-unit pengelolaan hutan pembentukan dan atau penguatan lembaga berbasis masyarakat dalam bentuk Kelompok Masyarakat pengelola hutan di tingkat tapak. validate the institutional stakeholder for the conservation of the landscape. standard operational procedures. kebutuhan dan pemunhan fasilitas. duties dan mengesahkan kelembagaan multipihak and authorities. ini disertai dengan kelengkapan kelembagaan yang meliputi: struktur organisasi. stakeholder institutional accompanied by institutional Pertemuan multipihak untuk menetapkan facilities that include: organizational structure. Penyusunan rencana kerja lembaga Rencana kerja Lembaga Multipihak dalam rangka multipihak untuk mengimplementasikan pengelolaan program aksi proteksi dan restorasi serta rencana konservasi lanskap yang telah program pendukung berdasarkan rencana konservasi disusun dan disahkan pada tahap lanskap yang telah disahkan pada tahap sebelumnya. This stakeholder conservation in accordance with the map is the result of further analysis of institutional analysis. standard been stated in the landscape conservation operational procedure. and others.

NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output tingkat kelembagaan KPH maupun unit Rakyat. proteksi terhadap hasil-hasil diakibatkan oleh kegiatan terencana hutan. Technical plan document protection action program as a condition of a relatively unspoiled guideline task force landscape protection at least include ecosystems in critical areas of the protection of forest areas. protection against destruction of threat landscape damage caused by forests. both at the institutional level or unit FMU (Forest Management Unit) community-based forest management 3 Program Aksi Proteksi Melindungi atau mempertahankan Penyusunan rencana teknis program aksi Dokumen rencana teknis program aksi proteksi sebagai /Protection action program. . Penyusunan rencana-rencana kegiatan Dokumen-dokumen rencana kegiatan proteksi pada setiap yang tercantum dalam rencana teknis tapak yang akan menjadi pedoman teknis tahapan program aksi proteksi pada masing-masing pelaksanaan kegiatan proteksi di tingkat tapak oleh para tapak . eksekutor pengelolaan hutan di tingkat tapak. forest biodiversity. dan proteksi terhadap keanekaragaman hayati maupun tidak terencana. manajemen hutan yang berbasis masyarakat . pelaksanaan setiap kegiatan program aksi proteksi. activities at the site level by the executor of forest management at the site level. Preparation of plans for activities listed in Documents protection activity plan for each site that will be the technical plan of protection action the phase of the technical guidelines for protection program at each site. Penyusunan modul-modul untuk setiap Modul-modul untuk pelatihan dan pedoman-pedoman jenis kegiatan program aksi proteksi dan praktis setiap jenis kegiatan proteksi untuk pelaksanaan pedoman-pedoman praktis untuk kegiatan di tingkat tapak. kondisi ekosistem yang relatif masih proteksi pada tingkat lanskap oleh gugus pedoman kerja gugus tugas proteksi lanskap minimal alami pada kawasan penting lanskap tugas proteksi lanskap memuat proteksi terhadap kawasan hutan. protection program at the landscape level Protecting or maintaining the by a task force of landscape protection. protection action program activities and 25 . FMU operating units and community-based forest management in the form of Community Forestry. protection of forest products. Preparation of the technical plan of action hutan. and protection of planned or unplanned activities. proteksi dari ancaman kerusakan yang terhadap kerusakan hutan. Modules for training and guidelines for practically of protection activities for the implementation of activities at Preparation of modules for each type of the site level. Village Multi-stakeholder institution to encourage Forest and Community Timber Plantation the establishment or strengthening of institutions and forest managers at the site level.

encroachment and other illegal activities. Production forest area of 597. Participatory forest fire control units are working effectively.5 thousand ha.1 ribu ha.1 thousand ha. pada 10 lanskap yang tersebar pada KSA/KPA seluas 1. Protected forest area of 286.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output practical guidelines for the implementation of each activity protection action program. Participatory forest protection patrol units that work regularly and effectively. penebangan liar.5 Protection at the site level implemented in ha. Participatory wildlife conflict management unitswhich work effectively.1 million ha. Unit patroli pengamanan hutan partisipatif yang bekerja secara regular dan efektif. Unit pengendalian kebakaran hutan partisipatif yang bekerja secara efektif. Advokasi kebijakan dan Dokumen usulan dari daerah dan atau keputusan Menteri pembentukan/penguatan kelembagaan LHK mengenai perubahan fungsi hutan produksi konversi 26 . and the other purposearea of 19. Hutan Lindung seluas 286. Hutan Produksi seluas 597.5 ha.1 juta har. illegal logging. Prosecution and court verdict on cases of encroachment. dan pada APL seluas 19. Penuntutan dan vonis pengadilan terhadap kasus-kasus perambahan. Unit pengelolaan konflik satwa liar partisipatif yang bekerja secara efektif. The documents establishmentof forest area in the working area of the protection program of 2 million ha in the 10 landscape scattered on KSA / KPA of 1. perambahan dan kegiatan- kegiatan illegal lainnya. Proteksi di tingkat tapak dilaksanakan pada Dokumen-dokumen pengukuhan kawasan hutan pada seluruh wilayah kerja program aksi seluruh wilayah kerja program proteksi seluas 2 juta ha proteksi.5 ribu ha. all areas of work protection action program.

the Minister of Environment and Forestryregarding changes in the function of convertible production forest area of 78 437 ha into production forests. dan atau hutan konservasi . serta Hak Pengusahaan Hutan Desa dari Gubernur. jenis lahan atau tanah. protected forest. Keputusan Menteri LHK untuk Ijin Usaha Pemanfataan Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Tanaman Rakyat. hutan lindung. hutan produksi tetap. SK Menteri LHK mengenai perubahan fungsi utan produksi konversi seluas 78. seluas 320.437 ha menjadi hutan produksi. as a working guideline task force restoration of the landscape that contains at least contains a general overview locations into the working area of the action program of restoration at a landscape.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output pengelolaan di tingkat tapak. dan atau hutan konservasi.437 ha menjadi hutan produksi.9 ribu ha pada kawasan tugas restorasi lanskap. permanent production forest. jenis-jenis kegiatan restorasi Preparation of the technical plan of action berdasarkan karakter kondisi masing-masing lokasi Restore the structure and function of program of restoration at the landscape (tingkat kerusakan. kondisi ecosystems that have been already level by landscape restoration task force. or forest conservation. as well as village forest concession from the governor 4 Program Aksi Restorasi Memulihkan struktur dan fungsi Penyusunan rencana teknis program aksi Dokumen rencana teknis program aksi restorasi sebagai Restoration action ekosistem yang telah terlanjur rusak restorasi pada tingkat lanskap oleh gugus pedoman kerja gugus tugas restorasi lanskap yang program. seluas 78.9 thousand ha in the important area of the landscape Document of technical program plan of restoration action spread over 10 landscapes. damaged area of 320. hutan lindung. permanent production forest. Policy advocacy and establishment / strengthening of management at the Document or proposals from the region and the decision of site level. dll). sosekbud. protected forest. Environment and ForestryMinister's decision to Permit the Social Forestry and Forest Plantation utilization. pada suatu lanskap. Environment and Forestryministerial decree concerning changes in production utan conversion function covering 78 437 ha into production forests. hutan produksi tetap. memuat paling kurang memuat gambaran umum lokasi- penting lanskap yang tersebar di 10 lokasi yang menjadi wilayah kerja program aksi restorasi lanskap. or forest conservation. the types of restoration projects based on the character of the 27 .

budget plan. social-economic-cultureconditions. Penyusunan rencana kegiatan restorasi Dokumen-dokumen rencana kegiatan restorasi pada pada masing-masing tapak di dalam suatu setiap tapak yang akan menjadi pedoman teknis tahapan lanskap oleh masing-masing pemangku pelaksanaan kegiatan restorasi di tingkat tapak. Documents of restoration activity plan in every site level that will be technical guideline of activity restoration implementationstage in site level. reference of ecosystem. restoration plan that appropriate with objective and actual condition of site and socio-economy-culture. site condition of restoration location.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output conditions of each location (levelof damage. rancangan biaya. jenis kegiatan pada program aksi restorasi di tingkat tapak. Rencana atau pengelola kawasan. etc. stakeholders or the area manager.). Activity plan included restoration objective. Training modules for restoration activities and practical guidelines for the implementation of activities at the site The preparation of training modules level in accordance with the rough terrain. kondisi sosekbud. and monitoring & evaluation. history of deforestation. restoration institutional that involved the community role. type of land or soil. 28 . pedoman-pedoman praktis untuk pelaksanaan kegiatan di pedoman praktis untuk pelaksanaan setiap tingkat tapak sesuai dengan kondisi biofisiknya. kelembagaan restorasi yang The planning of restoration activities at memasukan peran masyarakat. restoration action program and practical guidelines for the implementation of any kind of activity on the action program of restoration at the site level. Penyusunan modul-modul pelatihan Modul-modul untuk pelatihan kegiatan restorasi dan program aksi restorasi dan pedoman. dan each site in a landscape by individual monitoring evaluasi. kegiatan memuat paling tidak: tujuan restorasi. rancangan kegiatan restorasi sesuai tujuan dan kondisi aktual tapak serta soseksbud. social- economy-culture condition. kondisi tapak pada lokasi restorasi dan sejarah kerusakan hutan. ekosistem referensi.

the needs assessment regulations and strengthen regulatory and policy support the rencana kegiatan yang teruang dalam policies that better support the protection of implementation of protection and restoration program on rencana teknis program aksi. important area of the landscape spread over 10 landscapes recoverable. dan rencana. lanskap sesuai dengan rencana The actual condition of the regulations and policies. agenda/rencana pengembangan kebijakan yang lebih mendukung upaya peraturan dan kebijakan yang lebih mendukung kapasitas pada setiap tingkatan guna proteksi KPL yang masih dalam kondisi penyelenggaraan program proteksi dan restorasi pada terselenggaranya program aksi baik dan restorasi KPL yang telah terlanjur setiap lanskap. Implementation of restoration projects in KSA / KPA by the Natural Resource Conservation Agencyor the National Park that involves the community. penilaian kebutuhan penguatan kelembagaan dan rekomendasi penguatan kelembagaan kelembagaan dan sumberdaya manusia yang lebih mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam Knowing and agreeing on the untuk penyelenggaraan perlindungan program proteksi dan restorasi pada setiap lanskap. kesenjangan Kapasitas kebutuhan kapasitas dan penilaian kebutuhan peraturan dan peraturan dan kebijakan.9 thousand hectares in the plan has been drawn up.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output Pelaksanaan kegiatan restorasi pada Lokasi yang menjadi wilayah kerja program aksi restorasi kawasan hutan produksi yang merujuk seluas 320. B Program Pendukung/ Support programs. Melakukan penguatan kapasitas pada restoration of MPAs that have been already tingkat sistem. capacity needs and agenda / plan of ekosistem yang masih dalam kondisi baik capacity building at all levels for the dan pemulihan ekosistem yang telah Actual conditions of institutional. Pelaksanaan kegiatan restorasi di KSA/KPA oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam atau Balai Taman Nasional yang melibatkan masyarakat. kesenjangan aspek ditetapkan bersama. konservasi lanskap. rencana teknis Exploration workshops in the framework of regulatory and policy gaps. proteksi dan restorasi di setiap rusak. lembaga.9 ribu ha pada kawasan penting lanskap yang pada rencana kegiatan yang telah disusun. 5 Program Pengembangan Mengetahui dan menyepakati Lokakarya eksplorasi dalam rangka Kondisi aktual peraturan dan kebijakan. Implementation of restoration activities in Location into the working area of restoration action production forests which refers to the action program covering 320. berdasarkan rencana pengembangan kapasitas yang telah disetujui dan Lokakarya eksplorasi dalam rangka Kondisi aktual kelembagaan. dan rekomendasi penguatan Capacity Building Program. and recommendations to setiap program aksi. gaps institutional aspects 29 . dan individu damaged. MPA that is still in good condition and every landscape. tersebar di 10 lanskap terpulihkan.

that are still in good condition and Strengthening the capacity at the restoration of ecosystems that have already system level. program yang telah ditetapkan: Activities plans for all the activities listed in the technical Preparation of plans for each activity in plan of capacity development programs that have been capacity building programs in accordance established. institutions. Rencana aksi pelatihan dan pendidikan dalam rangka 30 . The action plan of capacity development at the system level (regulationsand policies) and institutions to support the protection and restoration program on every landscape. setiap bentang alam: Technical plan capacity development program which is Exploration workshops in the framework of based on landscape conservation plan. order to support the protection and recovery at the ILAon every landscape: Penyusunan rencana-rencana setiap Rencana-rencana kegiatan untuk seluruh kegiatan yang kegiatan dalam program pengembangan tercantum dalam rencana teknis program pengembangan kapasitas sesuai dengan rencana teknis kapasitas yang telah ditetapkan. Technical plan the action plan capacity development at the capacity building program was developed by a task force system level. institutions and damaged the ILAin every landscape. and institutional strengthening recommendations are more of protection and restoration in each capable of carrying out the activities in the protection and landscape in accordance with the Exploration workshops in the framework of restoration program in every landscape. penyusunan rencana aksi pengembangan disusun berdasarkan rencana konservasi lanskap. and individuals in capacity building program. with the technical plan programs that have Rencana aksi pengembangan kapasitas di tingkat sistem been established: (peraturan dan kebijakan) dan kelembagaan untuk mendukung program proteksi dan restorasi pada setiap bentang alam.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output implementation of the action program terlanjur rusak pada KPL di setiap lanskap. assessment and human resources for the and plans activities teruang the implementation of ecosystem protection technical plan of action programs. individuals based on capacity development plan that has been Lokakarya eksplorasi dalam rangka Rencana teknis program pengembangan kapasitas yang approved and set together. the institutional strengthening needs technical plan any action program. kapasitas di tingkat sistem. lembaga. dan Rencana teknis program pengembangan kapasitas ini individu dalam rangka mendukung upaya disusun oleh gugus tugas program pengembangan perlindungan dan pemulihan di KPL pada kapasitas. landscape conservation plan.

programs and activities at each stakeholder institution that supports landscape Implementation of action plans at the conservation programs. . proteksi yang mampu bekerja optimal dalam melaksanakan kegiatan restorasi dan proteksi. rencana. dan fungsinya. Multistakeholder institution for the conservation of the Implementation of action plans at the landscape that is able to effectively participate in the institutional level in order to strengthen coordination among agencies or institutions. singkronisasi setiap lembaga eksekutor kegiatan perencanaan dan mengoptimalkan kinerja instansi dalam restorasi dan proteksi sesuai dengan tugas pengelolaann program konservasi lanskap.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output peningkatan kapasitas individu. Policies. activities in accordance with its duties and Unit kerja pada lembaga pelaksana kegiatan restorasi dan functions. program dan kegiatan pada setiap pada tingkat sistem dalam rangka institusi pemangku kepentingan yang mendukung program penguatan kebijakan dan peraturan untuk konservasi lanskap. Pelaksanaan rencana-rencana kegiatan Lembaga multipihak untuk konservasi lanskap yang pada tingkat lembaga dalam rangka mampu berperan secara efektif dalam melakukan penguatan kapasitas kelembagaan pada koordinasi antar instansi atau lembaga. system level in order to strengthen policies and regulations to strengthen the legal basis of protection and restoration program on every landscape. Pelaksanaan rencana-rencana kegiatan Kebijakan. plans. Kesatuan pengelolaan hutan yang beroperasi dalam penyelenggaraan pengelolaan hutan di tingkat tapak dan mendukung program konservasi lanskap. Units of the implementing agencies working on restoration and protection activities were able to work optimally in carrying out the restoration and protection activities. memperkuat legal basis program proteksi dan restorasi pada setiap lanskap. Training action plan and education in order to increase the capacity of the individual. Forest management units that operate in the implementation of forest management at the site level and 31 . synchronizing institutional capacity at each institution planning and optimizing the performance of agencies in executor restoration and protection pengelolaann landscape conservation program.

Documents plan community development activities for way. masyarakat untuk masing-masing model pemberdayaan in line with the increase in the welfare masing model pemberdayaan oleh masing. dan Hutan Tanaman Rakyat yang mampu bekerja secara efektif dan mendukung program konservasi lanskap. Hutan Desa. Penyusunan modul-modul pelatihan untuk Modul-modul pelatihan untuk program pemberdayaan program peberdayaan masyarakat dan masyarakat dan pedoman-pedoman praktis untuk pedoman-pedoman praktis untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada program pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada pemberdayaan masyarakat. dan sumberdaya alam lokal lainnya Preparation of the technical plan secara berkelanjutan. Units of community-based forest management in the scheme of Community Forestry. community development program at the landscape level by a task force of Increasing community involvement in community empowerment. Village Forest and Community Timber Plantation are able to work effectively and support the conservation of the landscape 6 Program Pemberdayaan Meningkatkan keterlibatan Penyusunan rencana teknis program Dokumen rencana teknis program pemberdayaan Masyarakat. practical guidelines for the implementation of activities in the community empowerment program. masyarakat dalam penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat pada tingkat masyarakat pada tingkat lanskap yang telah disahkan. empowerment by the respective stakeholders or the area manager.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output supports the landscape conservation program. 32 . program pemberdayaan masyarakat. of forest management and other local masing pemangku atau pengelola natural resources in a sustainable kawasan. oleh masing-masing pemangku atau pengelola kawasan. Document technical plan community development program kesejahteraan dari pengelolaan hutan at the level of the landscape that has been approved. yang sejalan dengan peningkatan masyarakat. Unit-unit pengelolaan hutan berbasis masyarakat dalam skema Hutan Kemasyarakatan. Preparation of plans for community each model of empowerment by the respective development activities for each model of stakeholders or the area manager. Training modules for community empowerment programs The preparation of training modules for and practical guidelines for the implementation of activities community peberdayaan program and in the community empowerment program. the implementation of the action Penyusunan rencana-rencana kegiatan Dokumen-dokumen rencana kegiatan pemberdayaan program of protection and restoration pemberdayaan masyarakat untuk masing. Community Empowerment program aksi proteksi dan restorasi lanskap oleh gugus tugas pemberdayaan Program.

Develop or revitalization of community. Laporan-laporan kegiatan patrol rutin pengamanan hutan oleh masyarakat. Lembaga informal masyarakat untuk pengendalian kebakaran hutan (Masyarakat Peduli Api) yang efektif bekerja.Plantation Facilitate and assistanceto the community in the submission of application and implementation of forest management in the scheme of Community Forestry. masyarakat sekitar hutan. Proposed application and permit Community Forestry. Hutan Desa dan Hutan Tanaman Rakyat. 33 . Informal institutions of community for forest fire control (Community Care Fire) effective work.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output Membangun atau merevitalisasi sistem Tenaga pengamanan hutan yang berasal dari warga proteksi hutan berbasis masyarakat. Village Forest and Community Timber Plantation. Resources person of forest fires that come from residents around the forest. Village Forest and Community Timber. Forest security personnel coming from residents of forest based forest protection system communities. terhadap masyarakat dalam pengajuan Hutan Desa dan Hutan Tanaman Rakyat. Melakukan fasilitasi dan pendampingan Usulan permohonan dan ijin Hutan Kemasyarakatan. Community informal institutional for forest protection (PAM Swakarsa) that effective work. Reports of routine patrol activities for forest protection by the community Tenaga pengendalian kebakaran hutan yang berasal dari warga masyarakat sekitar hutan. permohonan dan pelaksanaan pengelolaan hutan dalam skema Hutan Kemasyarakatan. Lembaga informal masyarakat untuk pengaman hutan (PAM Swakarsa) yang efektif bekerja.

dll) produktif masyarakat dan pemenuhan dan pemenuhan sumber energi alternatif ramah sumber energi alternatif ramah lingkungan.) the community and the fulfillment of and the fulfillment of environmentally friendly alternative environmentally friendly of alternative energy sources (biogas. lingkungan (biogas. 7 Program Kampaye dan Mengembangkan sistem pendidikan Penyusunan rencana teknis program Dokumen rencana teknis program pendidikan lingkungan Pendidikan Lingkungan lingkungan dan konservasi yang pendidikan lingkungan dan konservasi alam dan konservasi alam yang telah disahkan. Meningkatkan nilai guna sumberdaya lokal Berbagai bentuk kegiatan penggunaan sumberdaya lokal dan penggunaan teknologi tepat guna dan penggunaan teknologi tepat guna untuk mendukung untuk mendukung kegiatan ekonomi kegiatan ekonomi produktif masyarakat (composting. Document technical plan environmental education Conservation Education programs and nature conservation has been approved. etc.). Various forms of business activities that directly improve or Developing various forms of business increase incomes. activities that directly improve or increase incomes. atau menambah pendapatan masyarakat. Melakukan studi penilaian atau Profil isu lingkungan dan konservasi alam pada setiap KPL inventarisasi isu-isu lingkungan dan yang menjadi lokasi program proteksi dan restorasi di 10 konservasi alam pada setiap KPL yang bentang alam.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output Mengembangkan berbagai bentuk kegiatan Berbagai bentuk kegiatan usaha yang secara langsung usaha yang secara langsung meningkatkan meningkatkan atau menambah pendapatan masyarakat. dan Konservasi Alam. Profile environmental issues and nature conservation at each ILAthe protection and restoration program locations Conducted a study assessment or in 10 landscapes. Increase the value to local resources and Various forms of activities of local resource use and the the use of appropriate technology to use of appropriate technology to support productive support productive economic activities of economic activities of the community (composting. efektif pada tingkat lanskap oleh gugus tugas pendidikan lingkungan dan konservasi Campaigns and alam. mikrohidro. pikohidro. menjadi lokasi program proteksi dan restorasi. energy source. Programs. pikohidro. etc. micro-hydro. inventory of environmental issues and 34 . The preparation of the technical plan of environmental education programs and nature conservation at the landscape level by a task force of environmental education and nature conservation. dll).

35 . The documents mobile activity plan campaign unit. conservation in accordance with environmental issues and nature conservation is happening at each location. pendidikan lingkungan dan konservasi alam mobile library dan school visit. mobile liberary. a Preparation of plans of action for mobile mobile library and a school visit. The profile of the target group and social kareteristik Conduct socio-cultural studies to discover budanya on each ILAthe protection and restoration and know the culture of the target group of program locations in 10 landscapes.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output nature conservation at each ILAbeing the location of protection and restoration program. library and a school visit. Develop materials (books. dan unit. school visit. target group profiles and socio-cultural characteristics. and school visit. modules. Build coordination and kerjsama with Cooperation mobile campaign development unit. dll) dan Meterial dan media pendidikan lingkungan dan konservasi menentukan media pendidikan lingkungan alam yang sesuai dengan isu-isu lingkungan dan dan konservasi alam. lingkungan dan konservasi alam. a mobile BKSDA or BBKSDA and BLHD in order to library and a school visit with BKSDA or BBKSDA and build an environmental education center BLHD in order to build a mobile campaign unit. environmental education programs and nature conservation. Menyusun material (buku. terpadu. modul. a mobile and integrated nature conservation. mobile dengan BKSDA atau BBKSDA dan BLHD library dan school visit dengan BKSDA atau BBKSDA dan dalam rangka membangun pusat BLHD dalam rangka membangun mobile campaign unit. konservasi alam yang terjadi di masing-masing lokasi. mobile liberary. etc.) and determine media environmental Materials and media environmental education and nature education and nature conservation. Membangun koordinasi dan kerjsama Kerjasama pengembangan mobile campaign unit. mobile library dan school visit. Melakukan studi sosial-budaya masyarakat Profil kelompok sasaran dan kareteristik sosial budanya untuk menemukan dan mengetahui budaya pada setiap KPL yang menjadi lokasi program proteksi kelompok sasaran program pendidikan dan restorasi di 10 bentang alam. Penyusunan rencana-rencana kegiatan Dokumen-dokumen rencana kegiatan mobile campaign mobile campaign. profil kelompok sasaran dan karakteristik sosial budaya. campaigns.

mobile pendidikan lingkungan dan konservasi alam library dan school visit yang melibatkan BKSDA atau terpadu yang melibatkan BKSDA atau BBKSDA dan BLHD serta kelompok peduli lindkungan dan BBKSDA dan BLHD serta kelompok peduli konservasi yang relevan. mobile library dan school unit. conservation groups concerned lindkungan and relevant. visit. dalam areal konsesi hutan baik hutan pihak untuk konservasi lanskap. a mobile library and a school visit. lindkungan. dan pemantauan pengelolaan KPL pada pemantauan pengelolaan KPL pada aareal konsesi hutan Assistance and Monitoring kawasan bernilai konservasi tinggi di areal konsesi hutan oleh lembaga multi produksi. mobile library and a The establishment of institutional school visit involving BKSDA or BBKSDA and BLHD and environmental education centers and conservation groups concerned lindkungan and relevant. Program. and BLHD as well as groups concerned lingkungan. 8 Program Asistensi dan Mendukung dan memantau Penyusunan teknis program bantuan teknis Dokumen rencana teknis program bantuan teknis dan Pemantauan.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output Pembentukan kelembagaan pusat Kelembagaan program mobile campaign unit. alam maupun hutan tanaman. Melakukan kegiatan pendidikan lingkungan Kegiatan pendidikan lingkungan dan konservasi alam dan konservasi alam melalui mobile melalui mobile campaign unit. Document technical plan programs of technical assistance Support and monitor the Technical preparation of the technical and monitoring of ILAmanagement in production forest 36 . integrated nature conservation involving Pusat Pendidikan Lingkungan dan Konservasi alam BKSDA or BBKSDA and BLHD and beroperasi di setiap lanskap. Mobile campaign unit programs. a mobile library and a school visit nature conservation through mobile goes. campaign unit. Trained personnel to operate the mobile campaign unit. lindkungan dan konservasi yang relevan. mobile library dan school campaign unit. pelaksanaan perlindungan kawasan. Environmental Education and Nature Conservation Center. Pelatihan terhadap seluruh personil mobile Personil terlatih untuk operasinalisasi mobile campaign campaign unit. mobile library dan school visit berjalan. a Training of all personnel of the mobile mobile library and a school visit which consists of staff campaign unit. Environmental education and nature conservation through Conducting environmental education and mobile campaign unit. mobile library dan school visit yang terdiri dari staff visit yang melibatkan BKSDA atau BKSDA atau BBKSDA dan BLHD serta kelompok peduli BBKSDA dan BLHD serta kelompok peduli lindkungan. a mobile library and a BKSDA or BBKSDA and BLHD and groups concerned school visit involving BKSDA or BBKSDA about the environment. operates in every landscape.

KPL pada areal konsesi hutan. management units from plantations and natural forests in the process of assessment and planning for implementation of instrument-intsrumen sustainability sustainable forest management either voluntary or mandatory. implementation of assessment and planning instrument- intsrumen sustainability sustainable forest management Provide technical assistance to the either voluntary or mandatory. Penyusunan modul-modul pelatihan dan Modul-modul pelatihan dan pedoman teknis pelaksanaan pedoman teknis pelaksanaan penilaian. multi pihak untuk konservasi lanskap. The documents planned activities in the program of The planning of technical assistance technical assistance and monitoring of ILAmanagement in activities and monitoring of production forest concessions areal. Training modules and technical guidelines for the The preparation of training modules and implementation of the assessment. and technical guidelines for the implementation monitoring of ILAmanagement in production forest of the assessment. conservation.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output implementation of the protection of assistance program and monitoring of ILA concessions aareal. areas of high conservation value management in forest concession areas by forest concessions in both natural multi-party agencies for landscape forests and plantations. Penyusunan rencana kegiatan bantuan Dokumen-dokumen rencana kegiatan dalam program teknis dan pemantauan pengelolaan KPL bantuan teknis dan pemantauan pengelolaan KPL pada pada areal konsesi hutan oleh lembaga areal konsesi hutan produksi. perencanaan. planning. intsrumen kelestarian pengelolaan hutan lestari baik yang bersifat voluntary maupun Report documents the activities of technical assistance for mandatory. dan pemantauan pengelolaan perencanaan dan pemantauan pengelolaan KPL pada aareal konsesi hutan produksi. planning and monitoring concessions areal. Memberikan bantuan teknis terhadap unit. of ILAmanagement in forest concessions. 37 . bersifat voluntary maupun mandatory. Dokumen-dokumen laporan kegiatan bantuan teknis unit manajemen hutan tanaman dan hutan penilaian dan perencanaan untuk penerapan instrument- hutan alam dalam proses penilaian dan intsrumen kelestarian pengelolaan hutan lestari baik yang perencanaan untuk penerapan instrument. ILAmanagement in forest concession areas by multi-party agencies for landscape conservation. penilaian.

maupun voluntary. was either mandatory or voluntary. Monitoring the implementation of the work plan of the instrument-instrument The documents report on the implementation of the sustainability was either mandatory or monitoring work plan instrument-instrument sustainability voluntary. 38 . terhadap pelaksanaan rencana kerja intrumen-intrumen intrumen kelestarian pengelolaan hutan kelestarian pengelolaan hutan baik yang mandatory baik yang mandatory maupun voluntary.NO PROGRAM/Program TUJUAN/Goal KEGIATAN/Activities KELUARAN/Output Melakukan pemantauan terhadap Dokumen-dokumen laporan kegiatan pemantauan pelaksanaan rencana kerja intrumen.

Beberapa potential financing for innovative conservation. Asian Development Bank. the world under the United Nations. Investasi swasta berbasis pasar. upaya pengelolaan lingkungan. Skema Pembiayaan 2. investasi investment (voluntary private investment). megenai dampak lingkungan. environmental management efforts. which funds environmental or corporate social responsibility. analysis of the environmental impact. Wold Bank. financing mechanism for conservation is the implementation of a transaction system. Sumber Pendanaan 1. and others. A brief based private investment). private investment and market-based (market-based private investment). Sumber pendanaan yang perlu digali dan diyakini oleh beberapa pakar sebagai sustainable financing mechanism untuk konservasi adalah penerapan sistem transaksi. Market-based private investment for example. 2. among others: 1. dana reboisasi. Skema Anggaran Pemerintah 1. voluntary private investment. Asian Development Bank. 2. Some of them are government direct diantaranya adalah investasi langsung pemerintah dalam bentuk dana publik (direct investment in the form of public funds (direct government investment).L. LANDSCAPE CONSERVATION FUNDING SCHEME 1. such as state and local APBD melalui instansi-instansi pada satuan-satuan kerja pemerintah yang menangani budgets through agencies in the government work units that deal with land-based sector sektor berbasis lahan dan pemberdayaan masyarakat. dan lain-lain. are the requirements that applied to the lingkungan. for example. Pada inisiatif konservasi bentang alam of natural resources. misalnya adalah persyaratan-persyaratan yang forest management. diantaranya adalah APBN dan 1. dan investasi swasta berbasis pasar (market investment). and others. Wold Bank. Investasi sukarela swasta. diterapkan pasar atau customer produk dari hutan terhadao suplliernya agar 5. private voluntary government investment). 5. negeri. dan upaya pemantauan 4. The government's direct investments in the form of public funds. SKEMA PENDANAAN KONSERVASI LANSKAP L. In the landscape conservation initiatives have been identified various ini telah teridentifikasi berbagai potensi pembiayaan bagi konservasi yang inovatif. reforestation funds. funds provision forest resources. and 3. seperti badan-badan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa. regulated private investment (regulated private swasta beregulasi (regulated private investment). investasi sukarela swasta (voluntary private investment). are funds for the preparation of megenai responsibility. Investasi lansung pemerintah and community empowerment. Investasi langsung pemerintah dalam bentuk dana public. Penjelasan singkat untuk setiap potensi pembiayaan tersebut explanation for each of the potential financing is as follows: adalah sebagai berikut: 1. The financing facility built environment by multilateral institutions. Scheme of the Government Budget Pelaksanaan program proteksi dan restorasi pada 10 lanskap baik seluruhnya atau The implementation of the program of protection and restoration of the 10 landscapes in whole beberapa bagiannya harus dapat direncanakan dalam anggaran rutin setiap instansi or parts of it must be planned within the regular budget of each institution both central 39 . Investasi swasta beregulasi. incentives and compensation for the provision of environmental services from ecosystems. such as the bodies of menerapakan pengelolaan hutan produksi lestari. Fasilitas pendanaan lingkungan yang dibangun oleh lembaga-lembaga multilateral. Financing Scheme Beberapa skema pembiayaan yang dapat dikembangkan untuk mendukung upaya proteksi Some financing schemes can be developed to support the protection and restoration of the 10 dan restorasi pada 10 bentang alam ini antara lain: landscape. insentif dan Sources of funding need to be explored and is believed by some experts as a sustainable kompensasi terhadap penyediaan jasa-jasa lingkungan dari ekosistem. Jugaa government direct investment could come from jugaa dapat berasal dari pemerintah luar negeri dalam berbagai bentuk dana hibah luar foreign governments in various forms of foreign grants. Sources of Funding Faktor pembiayaan hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu kendala bagi Factor financing is still regarded as one of the obstacles for the implementation of conservation penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati. misalnya adalah dana-dana untuk penyusunan analisis environment monitoring. dan lain-lain. 2. yaitu dana-dana corporate social or environmental 3. dana provisi sumber daya hutan. Private investment is regulated. market or customers of forest products terhadao suplliernya that applying sustainable 4.

Could contribute to all activities or against one or several kegiatan atau terhadap salah satu atau beberapa bagian kegiatan yang disepakati parts of the activities agreed upon by the contributors. universities. namely cooperation in the form of b. In this dilakukan dengan lembaga-lembaga penelitian atau pendidikan atau kepakaran cooperation program management controls are fully held by the multi-stakeholder seperti LIPI. c. In this cooperation program oleh kontributor. tugas dan fungsinya government and regions in accordance with the powers. Cooperation Scheme Berbagai bentuk kerjasama dapat dibangun dalam penyelenggaraan konservasi lanskap Various forms of cooperation can be built in the implementation of conservation landscapes yang secara langsung ditujukan untuk merealisasikan kegiatan-kegiatan yang telah that are directly aimed at the realization of the activities that have been designed. peralatan. Some forms dirancang. Kontribusi bisa terhadap seluruh agreed to by the contributors.) for the passage of the landscape conservation kegiatan konservasi lanskap yang diusulkan oleh lembaga multipihak untuk activities proposed by stakeholder organizations for the conservation of the landscape and konservasi lanskap dan disepakati oleh kontributor. yaitu kerjasama berbagi peran the program as a whole agreed. Trust fund can be defined as a number of financial assets in the form of property. the final decision in the management of multi-stakeholder program held pelaksanaan kegiatan. Kerjasama Kolaborasi (Collaborative Partnership). but the parties involved in the partnership have the program dipegang oleh lembaga multipihak konservasi lanskap. Kerjasama Konsultasi (Consultative Partnership). Cooperation Collaborative (Collaborative Partnership). Dalam kerjasama ini keputusan akhir dalam pengelolaan by the agency landscape conservation. d. 2. Responsibilty (CSR) dari berbagai perusahaan. Anggaran dan kegiatan program (APBN). The division of roles within the operational co-operation is dalam program yang secara utuh disepakati bersama. One source of funding in accordance with the cooperation scheme pendanaan yang sesuai dengan skema kerjasama kontribusi Corporate Social contribution Corporate Social Responsibility (CSR) from the various companies. In this cooperation the decision be discussed and defined together. program atau kegiatan secara utuh. namun pihak yang right to provide input. b. duties and functions of each of the masing-masing dari sumber Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dan sources Budget Revenue and Expenditure (APBN) and Budget Revenueand Expenditure Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBN). conservation plans. Dalam kerjasama ini kontrol pengelolaan program sepenuhnya management controls are fully held by the multi-stakeholder institution landscape dipegang oleh lembaga multipihak konservasi lanskap. 3. terlibat dalam kerjasama memiliki hak untuk memberikan masukan-masukan. Kerjasama ini biasanya institutions or education or expertise such as LIPI. Skema Trust Fund 3. Scheme Trust Fund Trust fund dapat didefinisikan sebagai sejumlah aset financial yang berupa properti. Beberapa bentuk kerjasama yang berpeluang untuk dibangun dalam of cooperation are likely to be built in the administration of the landscape conservation program penyelenggaraan program konservasi lanskap adalah sebagai berikut: are as follows: a. Cooperation Contributions (Contributory Partnership). yaitu kerjasama dalam bentuk advice or technical support (technical assistance) for one or several activities within the pemberian nasihat atau dukungan teknis (technical assistance) terhadap salah satu landscape conservation program. Skema Kerjasama 2. Cooperation Consultation (Consultative Partnership). This co-operation is usually carried out by research atau beberapa kegiatan dalam program konservasi lanskap. Dalam kerjasama ini kontrol pengelolaan institution landscape conservation. Kerjasama Operasional (Operational Partnership). Salah satu sumber conservation. perguruan tinggi. program sepenuhnya dipegang oleh lembaga multipihak konservasi lanskap. facility support (funding. In kerjasama operasional biasanya dalam bentuk pembagian tanggung jawab this partnership. Budget and the activities of protection and restoration programs in each government proteksi dan restorasi pada setiap instansi pemerintah harus bersifat multiyear dengan agency must be multiyear by reference to the stage of the master plan and landscape merujuk pada tahapan pada rencana induk dan rencana konservasi lanskap. dll) untuk berjalannya kegiatan. 40 . Kerjasama Kontribusi (Contributory Partnership). and others. uang. yaitu kerjasama dalam bentuk a. etc. namely cooperation in the form of pemberian dukungan fasilitas (dana. Dalam kerjasama ini keputusan dibicarakan dan ditetapkan bersama. pemerintah baik pusat dan daerah sesuai dengan kewenangan. which share the role of cooperation in c. equipment. yaitu kerjasama berbagi sumber resources and authority (resource and authority sharing) in the management of a program daya dan kewenangan (resource and authority sharing) dalam pengelolaan suatu or activity as a whole. Pembagian peran dalam usually in the form of the division of responsibility for the implementation of activities. namely cooperation to share d. dan lain-lain. Cooperation Operations (Operational Partnership). money.

given the coverage area of Proteksi dan restorasi pada 10 lanskap membutuhkan dana yang sangat besar.17 / 2003 on State Finance. Law No. berbeda dengan skema Funding mechanism through trust funds have several advantages including: APBN yang tergantung dengan tahun anggaran. Bappenas-2011 and other Act (TFCA). Memperkuat koordinasi dan keberlanjutan kegiatan yang sama. Accelerate the financing of programs and activities to trim bureaucratic procedures. Skema trust fund sangat restoration of the 10 landscape because budgeting more flexible format as needed. pasal 42 dan Trust Fund can be: (i) the endowment fund. (ii) Multi- ketiga bentuk trust fund berupa dana abadi. a revolving fund. a revolving fund for getting revenue from the repayment of the loan or sale of Trust Fund dapat berupa: (i) dana abadi. Mendukung pendanaan dalam kerangka spefisik tertentu. yaitu gabungan Indonesian Biodiversity Foundation Project is an example of a single trust fund). 3. The legal basis Trust Fund in Indonesia include Law No. one of which is for the menengah/panjang.sekuritas (trust) yang oleh orang atau lembaga (Trustor/Donor/Grantor) dititipkan atau securities (trust) that the person or institution (trustor / Donor / grantor) is deposited or diserahkan untuk dikelola dengan baik oleh sebuah lembaga (Trustee) dan disalurkan submitted for well managed by an institution (the Trustee) and distributed or utilized for the atau dimanfaatkan untuk kepentingan penerima manfaat (Beneficiaries) sesuai dengan benefit of recipients the benefits (Beneficiaries) in accordance with the purposes and maksud dan tujuan yang dimandatkan. Trust Fund merupakan mekanisme pembiayaan objectives of mandated. Trust Fund is a financing mechanism for programs that require program yang membutuhkan biaya relatif besar secara berkelanjutan dalam jangka relatively large costs on an ongoing basis in medium / long term. venture capital or initial fund (initial cost). alam dan penanggulangan masalah sosial. intervention are quite extensive. Trust fund scheme it is possible to support the protection and mengingat cakupan wilayah intervensinya yang cukup luas. water and sanitation programme (WASAP) (contoh sector-specific Trust Fund) (iii) MDTF Aceh-Nias. Article 42 and Article 47 Regulation No.1/2004 tentang Perbendaharaan. managed on a rolling basis as generally in the form of loans. 41 . 1. PNPM Support Facility Contoh-contoh Trust Fund yang ada saat ini diantaranya (i) Tropical Forest Conservation is an example of the Multi Donor Trust Fund (Sources : Hernowo. yaitu dana yang diserahkan program within the budget agreed for the fund is expected to be absorbed. Supports funding within the framework of certain spefisik. (iii) dana menurun. (ii) a revolving fund. Multi-stakeholder forestry programme (MFP). yaitu dana yang diserahkan untuk dikelola untuk mengelola program sesuai anggaran yang telah disepakati karena Examples Trust Fund that exist today include (i) Tropical Forest Conservation Act (TFCA). format penganggaran yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan. yaitu dana yang diserahkan untuk dikelola services / products. dan (iv) dana gabungan. Strengthening coordination and sustainability of the same activities. 3. which funds were handed over to be Penerimaan Hibah.1 / 2004 on Treasury.25 / 2004 on National Development Planning System (SPPN). dana bergulir karena mendapatkan pendapatan dari pengembalian fund. Characteristically transparent and accountable. Mekanisme pendanaan melalui trust fund memiliki beberapa kelebihan diantaranya: 2. 5. 4. stakeholder Forestry Programme (MFP). Java Reconstruction Fund.10/2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan a lasting basis without any time limit. 4. and the fund declined. which is delivered to managed funds to manage the secara abadi tanpa ada batasan waktu. dana tersebut diharapkan dapat terserap habis. and (iv) the untuk dikelola secara bergulir karena umumnya berupa pinjaman. water and sanitation program (WASAP) (eg sector- specific Trust Fund) (iii) MDTF Aceh-Nias. pinjaman atau penjualan jasa/produk. in contrast memungkinkan untuk mendukung program proteksi dan restorasi pada 10 lanskap karena to the state budget that depends on the budget year. 1.17/2003 tentang Procurement of Foreign Loans and Grant Receipt. (ii) sources). Pasal 26 dan Pasal 38 UU No. Mendukung pendanaan program dan kegiatan baik publik maupun swasta. and Article 38 of Law No. dana bergulir. Protection and restoration of the 10 landscape requires huge funds. Java Reconstruction Fund. UU No. 2.10 / 2011 on Procedures for Dasar hukum Trust Fund di Indonesia diantaranya adalah UU No. dan dana menurun. modal usaha. which funds were handed over to be managed on pasal 47 PP No. (iii) funds decreased. (ii) dana bergulir. Keuangan Negara. Bersifat transparan dan akuntabel. Support program funding and activities of both public and private. Indonesia Biodiversity Foundation Project adalah contoh single trust fund). atau dana combined funds. Mempercepat pembiayaan program dan kegiatan dengan memangkas prosedur birokrasi. Article 26 5.25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). which combined the three forms of trust funds in the form of an endowment awal (initial cost). yang salah satunya adalah untuk tujuan pelestarian sumber daya purpose of conservation of natural resources and the prevention of social problems.

KONSERVASI (Proteksi dan Restorasi)/CONSERVATION (Protection and Restoration) 1 Mengidentifikasi dan menetapkan hutan bernilai konservasi tinggi (HNKT/HCVF) di areal konsesi dan pengelolaan HNKT secara tepat. Kegiatan-kegiatan yang diusulkan para pihak di lanskap M. dan hutan produksi. X Mapping. 2 Pemetaan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan pihak terkait di dalam dan sekitar lanskap X X X X X X Participatory mapping involving the public and other interested parties in and around the landscape 3 Penataan batas administratif desa yang berada di dalam dan sekitar lanskap. and production forest. X Develop collaborative peat forest management and participatory between stakeholders. Proposed activities from stakeholder in landscape Sene Semenanjung Bukit Berbak. Padang No. Identify and define high conservation value forests (HCVF / HCVF) in X X concessions and management of HCVF appropriately. 42 . hutan lindung. Kegiatan/Activity GSKBB Kerumutan Kubu Kutai pis Kampar 30 Sembilan Meranti Sugihan g PENATAAN BATAS KAWASAN/ARRANGEMENT BOUNDARY ZONES 1 Pemantapan dan/atau rekonstrusi batas kawasan. Bappenas-2011 dan sumber-sumber lain). Dangku. X Developing the potential utilization of natural resources are within sustainable landscapes. X Identification of areas that have overlapping boundary conservation forest. 5 Pemetaan. Structuring the administrative boundaries that were in the village and the X X surrounding landscape. dansosialisasi batas kawasan kepada para pihak untuk memperjelas batas antar kawasan secara administraif dan tanda di lapangan. 3 Mengembangkan pengelolaan hutan gambut secara kolaboratif dan partisipatif antar para pihak terkait. M. protected forest. pemantapan dan penataan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi (HCV) di lanskap. X X X X X X X X X X Establishment and / or reconstruction area boundaries. PNPM Support Facility adalah contoh Multi donor Trust Fund (Sumber: Hernowo. 4 Identifikasi daerah yang memiliki tumpang tindih batas kawasan hutan konservasi. and dissemination area boundary to stakeholders to clarify the boundaries between regions are administraif and marks in the field. 2 Mengembangkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang berada dalam lanskapsecara lestari. stabilization and structuring areas of high conservation value (HCV) in the landscape.

X X X X X X X X Training and Implementation of mitigation of human-wildlife conflicts that occur in the landscape. pesisir dan penentuan jenis tanaman. X X Investigation / Periodical monitoring of cases of forestry / environment / wildlife are protected. 8 Pembibitan. 5 Pengelolaan dan pemantauan tata air gambut di setiap konsesi dalam lanskap secara berkala. X X X X The involvement of stakeholders in conservation activities in the landscape. 13 Assessment distribusi satwa kunci terutama di dalam area konsesi yang penting bagi ekosistem lanskap. Survey / identification detail the distribution of peat / vulnerable forest burned X X in / around the landscape. termasuk pemilihan lokasi (dataran tinggi/rendah/perbukitan. including the selection of sites (highlands / low / hills. X X X Seeding. planting and maintenance to support the restoration and conservation in the landscape. 11 Pelatihan dan Pelaksanaan mitigasi konflik manusia-satwa yang terjadi di dalam lanskap. 7 Penyusunan master plan TAHURA guna mendorong pengelolaan TAHURA lebih baik. X X X X Following up Sumatran tiger conservation initiatives that have been undertaken by stakeholders. X Management and monitoring system in each concession peat water in the landscape on a regular basis. X X X X X X X X X X Assessment primarily in the distribution of key species in concession areas that are important to the ecosystem landscape.4 Survey/identifikasi detail sebaran gambut/hutan yang rawan terbakar di dalam/sekitar lanskap. penanaman dan perawatan untuk mendukung restorasi dan konservasi di lanskap. coasts and the determination of the type of plant. X X X X X X Strict law enforcement and quickly and appropriately to cases of forestry / environment that occurs in and around the landscape 10 Investigasi/pemantauan berkala terhadap kasus-kasus kehutanan/lingkungan/satwa liar dilindungi. 14 Assessment/database terkait distribusi satwa yang memiliki potensi konflik tinggi di kawasan lanskap. 9 Penegakan hukum yang tegas dan cepat serta tepat terhadap kasus-kasus kehutanan/lingkungan yang terjadi di dalam dan sekitar lanskap. X X Assessment / database regarding the distribution of animals that have a high 43 . X X Grand forest park preparation of a master plan to encourage better management of grand forest park. 12 Menindaklanjuti inisiatif konservasi harimau sumatera yang telah dilakukan oleh para pihak. 6 Pelibatan para pihak dalam kegiatan konservasi di dalam lanskap.

21 Pembuatan kanal blocking untuk mengurangi penyebaran kebakaran hutan. X X X X X X X X X X Establish cooperation with the private sector / NGO to initiate / develop wildlife rescue centers and Human Conflict-Wldife Respond Unit. 15 Pembuatan koridor dan atau perlindungan habitat satwa yang tersisa di kawasan lanskap. 17 Sign board terkait potensi dan kejadian konflik manusia-satwa yang terjadi di lanskap. X X Expanding multi-stakeholder network of early detection of disorders related to the landscape. X X X X X X Community involvement in / around the landscape in a participatory to minimize the land and forest fires. X Making the canal to prevent and reduce the spread of forest fires. 44 . 23 Penguatan Kelompok-kelompok masyarakat terkait kebakaran lahan dan hutan. 19 Optimalisasi DAMKAR/ pemadam kebakaran terutama pada kawasan hotspot di lanskap. 22 Pelibatan masyarakat di dalam/sekitar lanskap secara partisipatif untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan. X X Procurement / completion of fire extinguishers and integrated work program are detailed throughout the year in the region of the trigger. X Sign board related to the potential and incidence of human-wildlife conflicts that occur in the landscape. X The addition of members of Polhut and the budget to support patrol activities in the landscape. X Led to the creation of village regulations on the prohibition of forest and land fires. X X X Strengthening community groups related to land and forest fires. 18 Penambahan anggota polhut dan anggaran untuk mendukung kegiatan patroli di lanskap. 16 Membangun jaringan kerja multipihak tentang deteksi dini terkait gangguan terhadap lanskap. 20 Pengadaan/pelengkapan alat pemadam kebakaran dan program kerja terpadu yang rinci sepanjang tahun di wilayah pemicu. X X X X Development or protection corridors and wildlife habitat remaining in the landscape. 24 Mendorong pembuatan PERDES tentang larangan pembakaran hutan dan lahan. potential for conflict in the region landscape. X Optimization of fire fighting particularly in hotspot areas in the landscape. 25 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta /NGO untuk menginisiasi/mengembangkan wildlife rescue center dan Human-Wldife Conflict Respond Unit.

5 Melakukan studi social marketing untuk mendapatkan gambaran dukungan para pihak untuk pengembangan potensi lanskap. Develop environmental education module. plantation. pertanian. in accordance with the target X X X X X X X group in the landscape. 6 Peningkatan/penguatan kapasitas lembaga yang sudah ada dengan berbagai pelatihan. X X X Identification of community groups and the formation of groups (including farmers' groups) to support the management of the landscape. X X X X X X X X X X Improved / strengthening the capacity of existing institutions with different training. X Conduct studies of social marketing to get an overview of the parties to support the development potential of the landscape. 1 Sosialisasi pencegahan dan penanganan KARHUTLA kepada para pihak di dalam/sekitar lanskap. fasilitator dan volunteer/relawan untuk mendukung kegiatan pendidikan lingkungan di dalam/sekitar lanskap. facilitators and volunteers X X X x X X X / volunteers to support environmental education activities in / around the landscape. 27 Pengkajian atau revisi ulang mengenai perijinan dan peraturan mengenai kegiatan izin usaha kehutanan. pembinaan kelompok X X X X X 45 . perkebunan. X Minimize the disposal of waste water sources. agriculture. 2 Melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup melalui Kunjungan ke sekolah dan masyarakat target di dalam/sekitar lanskap. dan pertambangan agar tidak terjadi tumpang tindih antara Pusat dan Daerah. Preparation of human resources such as teachers. X X Re-assessment or revision of the licensing and regulatory activities of the business license of forestry. X X X X X X X X Implement Environmental Education through visits to schools and communities targeted in / around the landscape. and mining in order to avoid overlap between Pusat and Daerah. 4 Menyusun modul PLH sesuai dengan kelompok targat di dalam lanskap. 3 Penyiapan SDM seperti guru. X Socialization KARHUTLA prevention and response to stakeholders in / around the landscape. PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP/Environment Education. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT/Community Empowerment 1 Identifikasi kelompok masyarakat dan pembentukan kelompok (termasuk kelompok tani) untuk mendukung pengelolaan lanskap. 26 Meminimalisir pembuangan limbah ke sumber mata air. 28 Inovasi multisektor kegiatan perekonomian (berbasis SDA) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan oleh parapihak. 2 Penguatan kelompok masyarakat melalui pelatihan. X X X X X X X X X X Innovation multisector economic activity (based naturak resource) sustainable and environmentally friendly by the stakeholders.

pembuatan paket wisata. 7 Identifikasi dan pengaktifkan lahan tidur. tour package manufacture. X Develop a variety of agricultural activities. and marketing network. 11 Pembangunan sawah oleh HTI X Development of paddyfield by HTI 12 Identifikasi dan pengembangan ekowisata sesuai potensi kawasan seperti pembuatan Boardwalk mangrove. X X X X X Optimization and intensification of agricultural land uses integrated with local resources. dan perikanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat/para pihak. X X X Preparation and improvement of human resources / agencies to support the activities of ecotourism. etc. dll. peternakan. 5 Optimalisasi dan intensifikasi lahan pertanian terpadu dengan menggunakan sumber daya lokal. sebagai penghasil energi dan pupuk organik untuk mendukug pertanian organik dan pemanfaatan teknologi tepat guna. X Attract investors to support the activities of environment-friendly society. 4 Pengembangan dan penguatan community patrol agar dapat terlibat dalam upaya perlindungan kawasan lanskap. 46 . Identification and development of appropriate ecotourism potential of the X X X X X X X region such as the manufacture of mangrove boardwalk. dan jaringan pemasaran. including pest. Strengthening communities through training. X Development of field school as a means of learning and self-development for the community and stakeholders. X The development and strengthening of community patrol to be involved in the protection of the landscape area. untuk intensifikasi pertanian dan perkebunan. 9 Pengembangan biogas. observation tower construction. X The development of biogas. X Economic development of environmentally friendly alternatives according to the potential and opportunities that exist in society. 6 Pengembangan sekolah lapang sebagai sarana belajar dan pengembangan diri bagi masyarakat dan pihak terkait. X X Identification and activation of unused land. 13 Penyiapan dan peningkatan SDM/lembaga untuk mendukung kegiatan ekowisata. as a producer of energy and organic fertilizer for supporting organic farming and utilization of appropriate technology 10 Menarik investor untuk mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat ramah lingkungan. livestock and fisheries in accordance with the needs of the community / stakeholders. coaching group for the intensification of agriculture and plantations. 8 Mengembangkan berbagai kegiatan pertanian. termasuk penanganan hama. 3 Pengembangan ekonomi alternatif ramah lingkungan sesuai potensi dan peluang yang ada di masyarakat. pembuatan menara pemantau.

sample “Talang Mamak” (Kubu). KELEMBAGAAN PENGELOLA LANSKAP/institution Landscape Management. 16 Kerjasama UMH dengan masyarakat tempatan untuk pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. menengah dan panjang) untuk pengelolaan lanskap yang lebih baik. X Wealth Potential Development of Non-Timber Forest Products (NTFPs) and Agro-Socio Forestry for people in the landscape.dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. 1 Pembentukan kelembagaan pengelola dan pengurus harian untuk mendukung implementasi pengelolaan lanskap secara lebih baik. X Provision of clean water to communities in need. X Initiating the company to open a channel of water per day (water access) to the public. X X X X X X X X X X Preparation of detailed management plan (Plan activities short term. X X X X The establishment of institutional managers and administrators daily to support the implementation of better management of the landscape. 14 Pengadaan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Develope a village conservation community institutions that can realize a system of incentives for people outside the company's concession and 47 . 18 Pengembangan sarang burung walet sesuai kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat. the use of natural resources in a sustainable manner. X Coaching / mentoring of indigenous peoples. 3 Membangun kelembagaan masyarakat konservasi desa yang dapat mewujudkan sistem insentif bagi masyarakat di luar konsesi perusahaan dan mempertahankan komitmen dalam mendukung perlindungan dan X pengelolaan lanskap berkelanjutan. X Development “Sarang Burung Walet” according to the needs and potentials that exist in society. such as rainwater harvesting. contoh Suku Talang Mamak (Kubu). X UMH cooperation with local communities for the management of the area in a sustainable activities. X Inland fishery development according to the needs and potentials that exist in society. medium and long) for a better landscape management. misalnya penampungan air hujan. 19 Pengembangan perikanan darat sesuai kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat. 2 Penyusunan detail management plan (Rencana kegiatan jangka pendek. 15 Menginiasi perusahaan untuk membuka kanal air tiap hari (akses air) kepada masyarakat. 17 Pengembangan Potensi Kekayaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Agro-Socio Forestry bagi masyarakat di dalam lanskap. 20 Pembinaan/pendampingan masyarakat adat.

X Facilitating partnerships and forest management units and stakeholders to support the implementation of landscape management. X X X X X X X X The involvement of the parties concerned in M & E (Monitoring and Evaluation) criteria and indicators of achievement in a sustainable landscape management. X Socialization into the company and related parties about sustainable landscape management. maintain a commitment to support the protection and sustainable landscape management. 7 Pembentukan forum multipihak di tiap lanskap untuk memastikan perencanaan dan implementasi pengelolaan lanskap berkelanjutan. 48 . X Expand the scope of activities and membership (multiparty) in landscape management. 4 Memperluas cakupan kegiatan dan keanggotaan (multipihak) dalam pengelolaan lanskap. X Sharpening action of institutions to support the management plan that is more focused and complementary and sustainable. X X X The establishment of multi-stakeholder forum in each landscape to ensure the planning and implementation of sustainable landscape management. 5 Sosialisasi ke perusahaan dan pihak terkait tentang pengelolaan lanskap secara berkelanjutan. 6 Penajaman aksi lembaga untuk mendukung rencana pengelolaan yang lebih terarah dan saling melengkapi serta berkelanjutan. 8 Fasilitasi kemitraan unit pengelola hutan dan dan pihak terkait untuk mendukung implementasi pengelolaan lanskap. MONITORING DAN EVALUASI/MONITORING AND EVALUATION 1 Pelibatan pihak-pihak yang berkepentingan dalam Monev (Monitoring dan Evaluasi) berdasarkan kriteria dan indikator pencapaian pengelolaan lanskap secara berkelanjutan.

Related Interests