Kelompok 7

Cahyo Aji Raharjo
Natanael Fernando
Aryananda Andika
Stefina Gunawan
Nur Rulainei Binti Shamsuddin
Veronica Rahayu
Dewi Arista
Robby
Anak Agung Ayu Mita Astari
Hendra Susanto

Haloperidol Dekanoat Injeksi

Abstrak
Haloperidol merupakan butyrophenone dan tersedia sebagai haloperidol
dekanoat dalam minyak wijen (sesame oil).1 Haloperidol dekanoat merupakan
generasi pertama antipsikotik injeksi kerja panjang/long acting injectable (LAI)
yang dapat diberikan secara loading dose (diberikan dosis tinggi pada awal
pengobatan, dan kemudian dosisnya diturunkan ke dosis pemeliharaan). LAI
dapat digunakan pada pasien dengan skizofrenia yang tidak patuh dengan regimen
pengobatan oral dan pada pasien yang lebih menginginkan pengobatan dengan
cara ini. Tingkat prevalensi gejala ekstrapiramidal (43-70%) dan diskinesia tardif
(9-13%) yang tinggi dilaporkan dalam periode 3 tahun pada pengobatan
antipsikotik generasi pertama LAI sehingga penggunaan antipsikotik generasi
pertama ini terbatas untuk jangka panjang. Konversi dari haloperidol oral untuk
haloperidol dekanoat dapat dicapai dengan menggunakan dosis awal haloperidol
dekanoat yang 10-20 kali dosis harian haloperidol oral. Dosis awal yang
direkomendasikan dari haloperidol dekanoat adalah 50 mg intramuskular (IM)
pada minggu pertama sampai dengan minggu ketiga. Pada hari 28, dosis
haloperidol dekanoat yang direkomendasikan adalah 75 mg IM, dan diikuti pada
hari 56, dan pada bulan yang berikutnya 50 mg IM. Dosis pemeliharaan biasanya

1

Gejala ekstrapiramidal Abstract Haloperidol is a butyrophenone and is available as haloperidol decanoate in sesame oil.Extrapyramidal symptoms Pendahuluan Haloperidol merupakan butyrophenone dan tersedia sebagai haloperidol dekanoat dalam minyak wijen (sesame oil).1 Haloperidol dekanoat merupakan generasi pertama antipsikotik injeksi kerja panjang/long acting injectable (LAI) yang dapat diberikan secara loading dose (diberikan dosis tinggi pada awal 2 .antara 50-300 mg setiap 4 minggu dengan dosis optimal sekitar 100 mg setiap 4 minggu. Long acting Injectable. and was followed on 56th day. Injeksi kerja panjang. the dose of haloperidol decanoate recommended is 75 mg IM. The prevalence rate of extrapyramidal symptoms (43-70%) and dyskinesias Tardif (9-13%) high reported in the period of 3 years in the treatment of first-generation antipsychotic LAI so that the use of first- generation antipsychotics are limited in the long term. Key words : Haloperidol decanoat. Skizofrenia. Kata kunci : Haloperidol dekanoat. Haloperidol decanoate is a first-generation antipsychotic long- acting injection / long-acting injectable (LAI) which can be administered by loading dose. The maintenance dose is usually between 50-300 mg every 4 weeks with the optimal dose of approximately 100 mg every 4 weeks. Schizophrenia. The recommended initial dose of haloperidol decanoate is 50 mg intramuscular (IM) in the first week until third . and in the next month 50 mg IM. and then the dose downgraded to a maintenance dose. LAI can be used in patients with schizophrenia who not comply with the treatment regimen of oral and in patients desiring treatment in this way. Conversion from oral haloperidol to haloperidol decanoate can be achieved by using an initial dose of haloperidol decanoate which is 10-20 times the daily dose of oral haloperidol. given the high dose at the start of treatment. On 28th day.

studi prospektif observasional. Tabel 1.pengobatan. dan studi retrospektif. Level plasma stabil dapat dicapai setelah 2-3 bulan dengan dosis yang teratur. cara ini dapat mencegah ketidakpatuhan. Perbandingan Farmakokinetik dan Farmakodinamik Haloperidol Dekanoat dengan Antipsikotik LAI Lainnya1 Dari desain studi Randomised Controlled Trials (RCT). Guideline terkini merekomendasikan LAI dapat digunakan pada pasien dengan skizofrenia yang tidak patuh dengan regimen pengobatan oral dan pada pasien yang lebih menginginkan pengobatan dengan cara ini. Meskipun LAI tidak mengurangi tingkat relaps seperti yang terlihat pada pengobatan oral. semua menunjukkan beberapa bukti bahwa pengobatan dengan antipsikotik generasi pertama LAI terbukti memiliki hasil akhir yang lebih baik dibandingkan dengan obat antipsikotik oral tetapi beberapa studi lainnya menunjukkan tidak ada perbedaan antara kedua hal tersebut. dan kemudian dosisnya diturunkan ke dosis pemeliharaan).2 3 .1 Variasi level plasma pada pasien dengan haloperidol dekanoat lebih sedikit daripada pasien yang mengkonsumsi haloperidol oral. studi banding. Level plasma tertinggi terlihat sampai 7 hari setelah injeksi intramuskular (IM).

inkontinensia/nokturia. nafsu makan bertambah. piano playing. gerakan seperti cacing. menstruasi ireguler. menunjukkan toleransi yang bagus. wajah seperti topeng. postur abnormal.1 Ada juga komplikasi pada lokasi suntik seperti nodul.4 Haloperidol dekanoat juga dihubungkan dengan peningkatan prolaktin plasma tergantung dengan dosis yang diberikan. Dalam satu studi. sedangkan diskinesia tardif memiliki karakterisasi seperti gerakan otot mastikasi yang abnormal (menjilat. dan ginekomastia. Dari 147 orang pada penelitian yang membandingkan efektifitas pemakaian dosis pemeliharaan (maintenance) palpiredone palmitat dengan haloperidol dekanoat untuk pasien skizofrenia. konstipasi. dan pengobatan yang diperpanjang.3 Gejala ekstrapiramidal terdiri dari tremor. dan peningkatan prolaktin. protrusi lidah. jari abnormal (pill- rolling. indurasi. dan akumulasi minyak akibat pengulangan injeksi. mulut kering. orthostatik hipotensi. retrocollis (kepala dan leher ke belakang). rigiditas. distonia.3 Sedangkan risperidone LAI yang merupakan antipsikotik generasi kedua. mengantuk. peningkatan berat badan. namun tetap ada efek samping pada penggunaan jangka panjang seperti efek ekstrapiramidal. hipersalivasi.4 Masalah ini berhubungan dengan peningkatan dosis. opistotonus. torticollis (kepala dan leher ke arah samping). dan akathisia. lip-smacking). menurunnya ayunan lengan. injeksi mingguan.Efek Samping Tingkat prevalensi gejala ekstrapiramidal (43-70%) dan diskinesia tardif (9-13%) yang tinggi dilaporkan dalam periode 3 tahun pada pengobatan antipsikotik generasi pertama LAI sehingga penggunaan antipsikotik generasi pertama ini terbatas untuk jangka panjang. guitar playing). fibrosis. sialorrhea. sedasi. volume. dan menyeringai. Hanya saja pada pengguna haloperidol dekanoat lebih rentan mengalami akathisia dan parkinsonism dibandingkan dengan penggunaan palpiredone palmitate. granuloma otot. pembentukan abses. efek samping yang dilaporkan pada kedua obat tersebut adalah insomnia. haloperidol 4 . hipersomnia.

penglihatan kabur. mulut kering. Tabel 2. penglihatan kabur) Risperidone Peningkatan berat badan (sering naik 3 kg dalam 1 tahun).1 5 . diskinesia tardif. peningkatan berat badan Zuclopenthixol Gejala ekstrapiramidal dan efek otonom ringan (pusing. diskinesia tardif. reaksi lokal injeksi rendah. hipersalivasi. peningkatan prolaktin plasma Flupentixol Dekanoat Gejala ekstrapiramidal. insidens gejala ekstrapiramidal. sedasi.4 Peningkatan berat badan lebih sedikit terjadi pada obat ini daripada fluphenazine dekanoat. Perbandingan Efek Samping Haloperidol Dekanoat dengan Antipsikotik LAI Lainnya1 Antipsikotik Efek Samping Haloperidol Dekanoat Gejala ekstrapiramidal. peningkatan berat badan (sering naik lebih dari 1 kg) Perphenazine Dekanoat Gejala ekstrapiramidal akut Pipotiazine Palmitate Gejala ekstrapiramidal. Sumber lain menyatakan terdapat peningkatan insidens gejala ekstrapiramidal dan diskinesia tardif pada LAI daripada pengobatan antipsikotik oral.dekanoat menyebabkan gejala ekstrapiramidal yang cukup berat hingga membutuhkan obat anti-Parkinsonism pada 90% pasien (dosis rata-rata 250 mg setiap 2-4 minggu). Berdasarkan meta-analisis dari perbandingan dosis antipsikotik generasi pertama LAI menunjukkan tidak adanya perbedaan antara tingkat gejala ekstrapiramidal dan diskinesia tardif dengan pengobatan oral.

Dosis 25 mg setiap 4 minggu tidak efektif. Pada hari 28.5 Pasien Terapi awal Terapi Maintenance 6 .3 Terapi Maintenance Dosis pemeliharaan haloperidol dekanoat harus diindividualisasi dengan titrasi berdasarkan respon terapi. yaitu maksimal 100 mg awalnya diikuti oleh keseimbangan dalam 3 sampai 7 hari. Terapi Awal dan Maintenance Haloperidol Dekanoat3.Terapi Awal Konversi dari haloperidol oral untuk haloperidol dekanoat dapat dicapai dengan menggunakan dosis awal haloperidol dekanoat yang 10-20 kali dosis harian haloperidol oral. dosis haloperidol dekanoat yang direkomendasikan adalah 75 mg IM.5 Dosis awal yang direkomendasikan dari haloperidol dekanoat adalah 50 mg intramuskular (IM) pada minggu pertama sampai dengan minggu ketiga.5 Dosis pemeliharaan biasanya antara 50-300 mg setiap 4 minggu dengan dosis optimal sekitar 100 mg setiap 4 minggu. Pada pasien yang sudah lanjut usia. 20 kali dosis harian haloperidol oral sebelumnya harus dipertimbangkan untuk konversi awal. mempunyai risiko kekambuhan dekompensasi psikiatri dan pada pasien yang menggunakan haloperidol jangka panjang yang telah mengakibatkan toleransi terhadap obat. kisaran 10-15 kali dosis harian haloperidol oral sebelumnya sesuai untuk konversi awal. lemah. Kisaran maintenance biasanya 10 hingga 15 kali dosis harian haloperidol oral sebelumnya tergantung pada respon klinis pasien.1 Pencegahan relaps tidak membaik meski dosis dinaikkan. dan pada bulan yang berikutnya 50 mg IM. Pada pasien yang sebelumnya dipertahankan dengan antipsikotik dosis yang lebih tinggi. Dosis awal haloperidol dekanoat tidak boleh melebihi 100 mg kecuali dari persyaratan dosis antipsikotik sebelumnya. atau stabil pada dosis rendah haloperidol oral (10 mg/hari). Jika konversi membutuhkan lebih dari 100 mg haloperidol dekanoat sebagai dosis awal. sedangkan dosis 50 mg setiap 4 minggu dapat efektif untuk beberapa pasien. dosis harus diberikan dalam dua suntikan. dengan titrasi. dan diikuti pada hari 56.1 Tabel 3.

Perbandingan Karakteristik dan Dosis Haloperidol Dekanoat dengan Antipsikotik LAI Lainnya4 Kesimpulan Dengan melihat beberapa hasil penelitian kita bisa menarik kesimpulan baik atau buruknya penggunaan LAI atau pemberian injeksi pada pengobatan Haloperidol. selain hal itu pemberian LAI juga disatu sisi memiliki resiko terjadinya beberapa keluhan pada kulit seperti indurasi. 7 .Stabil dengan haloperidol 10-15x dosis oral harian 10-15x dosis oral harian dosis rendah (10mg/hari ) sebelumnya  Dosis tinggi 20 x dosis oral harian 10-15 x dosis oral harian  Risiko terjadinya sebelumnya . pengaruh obat yang juga efisiensi tinggi karna tingkat variasi metabolisme tubuh pasien berbeda- beda. relaps  Toleran terhadap haloperidol oral Tabel 4. salah satu hal yang meanarik haloperidol injeksi dapat digunakan secara lebih efektivitas dalam mengatasi ketidakpatuhan pasien.granuloma sehingga pengunaan LAI tetap harus diperhatikan dan kontrol pengobatan.

195:s13-9 2. 8 . Dominik R. Haldol. et al. Wu SW. First-generation antipsychotic long- acting injections v. 2014. Hamer RM. 13(2):121-8. Taylor M. 5. Sun IW. Byerly M. BJPsych 2009. JAMA May 2014. Beerse. McEvoy JP. Swartz MS. brand of haloperidol injection . 4.Daftar Pustaka 1. Haddad PM. 3. BJPsych 2009. oral antipsychotics in schizophrenia: systematic review of randomised controlled trials and observational studies. 195:s20-8. Taylor D.V. Effectiveness of paliperidone palmitate vs haloperidol decanoate for maintenance treatment of schizophrenia : a randomized clinical trial. Ortho-McNeil Pharmaceutical. Chou YH. Raritan. Psychopharmacology and adverse effects of antipsychotic long-acting injections: a review. 311(19):1978-86. A systemic review and experts’ consensus for long-acting injectable antipsychotics in bipolar disorder. Revised June 2009. Inc. Rosenheck RA. Lee JC. Lee YH. et al. Chu PC. Niaz OS. Clinical Psychopharmacology and Neuroscience 2015. Janssen Pharmaceutica N.

Related Interests