BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini telah dilakukan di Panti Werdha Dharma Bhakti KM7
palembang pada tanggal 28 November 2015, pengambilan data primer pada
penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara berdasarkan kuesioner GDS
(Geriatric Depression Scale), DSM IV dan KSPBJ-IRS. Dari total 47 lansia yang
berada di Panti Werdha Dharma Bhakti KM7 palembang di dapatkan 31 lansia
yang memenuhi kriteria dan bersedia menjadi responden.

4.1.1 Analisi Univariat

Tabel 1. Distribusi angka kejadian depresi pada lansia di panti Werdha
Dharma KM7 palembang Oktober – November 2012.
Kejadian depresi n presentase (%)
Normal 16 51,6
Kemungkinan 8 25,8
Depresi 7 22,6
Jumlah 31 100
Pada tabel distribusi angka kejadian depresi pada lansia di panti Werdha
Dharma KM7 palembang didapatkan hasil, lansia yang normal sebayak 16 orang
(51,6%) lansia yang kemungkinan menagalami depresi sebanyak 8 orang dan
lansia yang mengalami depresi sebanyak 7 orang (22,6%).

7 Jumlah 31 100 Pada tabel distribusi umur lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang Tabel 4.8) dan lanisa yang mengalami insomnia sebanyak 14 orang (45. umur n presentase (%) 60-74 19 61. Kejadian insomnia n presentase (%) Tidak Insomnia 17 54. Distribusi umur lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang.2%) . Distribusi jenis kelamin lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang.8%) dan lansia yang berjenis kelamin perempuan sebanyak (74.8 Perempuan 23 74. lansia yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 8 orang (25.2 Jumlah 31 100 Pada distribusi jenis kelamin lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil. Distribusi kejadian insomnia pada lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang. Jenis Kelamin n presentase (%) Laki-laki 8 25.2 Jumlah 31 100 Pada tabel distribusi kejadian insomnia pada lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil yaitu lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 17 orang (54.3 75-95 12 38.2%) Tabel 3.8 Insomnia 14 45. Tabel 2.

8 Jumlah 31 100 Pada distribusi tingkat pendidikan pada lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil.8). .7 2. normal 7 77. Tingkat Pendidikan n presentase (%) Menengah Bawah 23 74.05 yang bermakna bahwa variabel yang diujikan tidak memiliki hubungan.1. lansia yang menempuh pendidikan menengah bawah sebanyak 23 orang (74.2 6 40 8 33.556 Total 9 100 15 100 24 100 Dari tabel ditribusi hasil GDS normal dan kemungkinan depresi dengan insomnia pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil P value sebesar 0.2 Menengah Atas 8 25.3 0. kemungkinan 2 22.2%) dan menengah atas sebanyak 8 oang (25.78 9 60 16 66.2 Analisi Bivariat Tabel 6. Hubungan hasil GDS normal dan kemungkinan depresi dengan insomnia pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang Oktober- November 2012 Depresi insomnia Jumlah P value* OR Insomnai + insomnia – n % n % n % 1. 4.Tabel 5.371 ini berarti nilai P value > 0. Distribusi tingkat pendidikan pada lansia di panti Werdha Dharma KM7 Palembang.540 0.

33 ini berarti nilai P value > 0. Hubungan hasil GDS kemungkinan depresi dan depresi dengan insomnia pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang Oktober- November 2012 Depresi insomnia Jumlah P value* OR Insomnai + insomnia – n % n % n % 1.05 yang bermakna bahwa variabel yang diujikan memiliki hubungan dengan OR sebesar 0.56 dengan CI (0.7 0.05 yang bermakna bahwa variabel yang diujikan memiliki hubungan dengan OR sebesar 10. Hubungan hasil GDS normal dan depresi dengan insomnia pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang Oktober-November 2012 Depresi insomnia Jumlah P value* OR Insomnai + insomnia – n % n % n % 1.depresi 6 75 1 14.7 8 53.000 dengan CI (0.019 ini berarti nilai P value < 0.000 Total 13 100 10 100 23 100 Dari tabel ditribusi hasil GDS normal dan depresi dengan insomnia pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil P value sebesar 0.33 10.000 Total 8 100 7 100 15 100 Dari tabel ditribusi hasil GDS kemungkinan depresi dan depresi dengan insomnia pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil P value sebesar 0. normal 7 53.490). kemungkinan 2 25 6 85.019 18.depresi 6 46.957- 104.8 9 90 16 69.4 0.6 2.2 1 10 7 30. Tabel 7. Tabel 8.789) .004-0.3 2.3 7 46.

Hubungan jenis kelamin dengan depresi pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang Oktober-November 2012 jenis interpretasi GDS jumlah P value kelamin normal kemungkinan depresi n % n % n % n % laki-laki 5 31.3 12 38.3 (60-74) 0.5 5 41.2 0.7 23 74.602 ini berarti nilai P value > 0.7 4 50 1 14.307 Lansia tua 7 43.6 8 25. .05 yang bermakna bahwa variabel yang diujikan tidak memiliki hubungan.05 yang bermakna bahwa variabel yang diujikan tidak memiliki hubungan.7 7 87. Hubungan umur dengan depresi pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang Oktober-November 2012 Umur interpretasi GDS jumlah P value normal kemungkinan depresi n % n % n % n % Lansia muda 9 56. Tabel 9.602 Total 16 100 8 100 7 100 31 100 Dari tabel ditribusi jenis kelamin dengan hasil GDS pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil P value sebesar 0.7 (75-95) Total 16 100 8 100 7 100 31 100 Dari tabel ditribusi umur dengan hasil GDS pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil P value sebesar 0.5 2 28.307 ini berarti nilai P value > 0.7 19 61.3 1 12. Tabel 10.3 4 50 6 85.8 perempuan 11 68.

188 menengah 3 18.3 8 25.05 yang bermakna bahwa variabel yang diujikan tidak memiliki hubungan.2 4 50 6 85.7 23 71. .2 bawah 0. Tabel 11.8 4 50 1 14.8 atas Total 16 100 8 100 7 100 31 100 Menengah bawah (SD-SMP) Menengah atas (SMA-S1) Dari tabel ditribusi tingkat pendidikan dengan hasil GDS pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang didapatkan hasil P value sebesar 0.188 ini berarti nilai P value > 0. Hubungan tingkat pendidikan dengan depresi pada lansia di panti jompo Werdha Dharma KM7 Palembang Oktober-November 2012 Umur interpretasi GDS jumlah P value normal kemungkinan depresi n % n % n % n % menengah 13 81.

lansia yang diduga mengalami depresi sebanyak 22. Depresi merupkan penyakit mental yang paling sering dialami oleh pasien yang berumur diatas 60 tahun dan merupakan penyakit yang paling umum dengan gejala yang tidak spesifik (Soejono.957-104.000 hal ini bermakna bahwan orang depresi memiliki kemungkinan 18 kali lebih besar untuk mengalami insomnia dibandingkan orang yang kemungkinan menderita depresi dan variabel normal dan depresi dimana terdapat Penelitian ini juga didukung oleh bebrapa teori dan penelitian lain.33 dan OR 10. 2002). Penelitian yang dilakukan oleh Prayitno bagian Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Trisakti menunjukan bahwa pasien depresi selalu mengeluhkan tidurnya kurang pulas dan mudah sekali terbangun. perasaan putus asa dan tidak bersemangat.5% dan lansia yang mengalami insomnia sebanyak 45. Pembahasan Depresi adalah suatu keadaan mental mood yang menurun yang ditandai dengan kesedihan.490). kemungkinan dan depresi yang dihubungkan dengan variabel insomnia hanya ada 2 kategori variabel yang berhubungan yaitu variabel normal dan depresi dapat dilihat di pada tabel 7 dengan nilai P=0.019 dan OR = 18. hal ini bermakna bahwan orang depresi memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar untuk mengalami insomnia dibandingkan orang yang normal.2%. . Secara perhitungan statistik menggunakan SPSS dari ketiga variabel yakni normal. tidur REM lebih cepat datangnya sehingga biasanya mengalami mimpi-mimpi yang tidak menyenangkan (Prayitno. 2010) Berdasarkan penghitungan secara keseluruhan didapatkan hasil lansia di Panti Jompo Werdha Dharma Bakti KM7 Palembang. dimana depresi selalu berhubungan dengan insomnia. serta variabel kemungkinan depresi dan depresi yang berhubungan dengan insomnia dimana dapat dilihat pada tabel 7 dan tabel 8 nilai P value kedua variabel tersebut adalah 0. dimana Pada penelitian sebelumnya juga menunjukan hasil yang sama.000 dengan CI (0.

umur dan tingkat pendidikan terahir) dengan depresi Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa yang paling banyak menderita depresi di Panti Werdha Dharma Bakti KM7 Palembang adalah perempuan yakni sebanyak 5 orang (71.4%) dari total lansia yang depresi pernyataan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Frank dkk dimana ia mengatakan bahwa perempuan lebih sering kesulitan untuk tertidur. Semua ini bisa meningkat seiring bertambahnya usia (Rafknowledge. sering terbangun dan terbangun terlalu pagi hari dan ada juga pasien yang mengeluhkan ketiganya. 2004) Selain hubungan angka kejadian depresi dengan insomnia peneliti juga meneliti hubungan sosiodemographic (jenis kelamin. dari mudah hilang nafsu makan serta lebih sering mengalami ansietas dan hipochondriasis pada laki-lak. Mudah terbangun mendatangkan depresi individual. situasi sosial yang tidak berpihak termasuk diantaranya yang memicu sulitnya tidur. kemarahan yang tak terkendali.(Peter dkk.7%) berasal dari golongan lansia muda dan 1 orang (14.3%) berasal dari lansia tua Faktor resiko yang terakhir adalah tingkat pendidikan Faktor sosiodemographic yang terakhir di teliti di panti Werdha Dhama Bakti KM7 palembang adalah hubungan status pendidikan dengan kejadian . Selain Prayitno penelitian lain yang dilakukan oleh Peter L dan Daniel J bagian Psychiatry. Kegelisahan yang mendalam. Menurut Rafknowledge depresi berkaitan erat dengan insomnia pada sebagian besar insomnia inti permasalahannya adalah emosional. Universitas Pittsburgh menyebutkan. 2008). Distribusi umur pada Panti Wrdha Dharma Bhakti dikelopokkan menjadi 2 kategori yakni lansia muda (lansia yang berumur 60-74 tahun ) dan lansia tua (lansia yang berumur (75-90 tahun) dari penelitian didaptkan 7 orang lansia yang diduga mengalami depresi dimana 6 orang (85. 90% dari lansia yang mengalami depresi memiliki masalah dalam kualitas tidur diamana hal yang paling dikeluhkan adalah sulit tertidur.

Berdasarkan perhitungan statistic tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sosiodemographic dengan depresi pada lansia di werdha Dharma Bakti KM 7 Palembang. .3%) berasal dari pendidikan menengah atas.depresi dimana didaptkan bahwa dari 7 orang lansia yang mengalami depresi 6 orang (85.7%) diantaranya berasal dari pendidikan menengah bawah dan 1 orang (14.