1.

DIAGNOSA, INTERVENSI dan EVALUASI

No. DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONALISASI

1. Nyeri akut Nyeri berkurang 1. Lakukan tindakan 1. Tindakan
berhubungan atau hilang. penghilangan penghilangan
dengan Kriteria hasil : nyeri yang non nyeri yang non
imflamasi pada Klien akan : invasif dan non invasif dan
kornea atau farmakologi, nonfarmakologi
 Melaporkan
peningkatan seperti berikut memungkinkan
penurunan
tekanan 1) Posisi : klien untuk
nyeri
intraokular. Tinggikan memperoleh rasa
progresif dan
bagian kepala kontrol terhadap
penghilangan
tempat tidur, nyeri.
nyeri setelah
berubah-ubah
intervensi.
antara
 Klien tidak
berbaring
gelisah.
pada
punggung dan
pada sisi yang
tidak sakit.
2) Distraksi
3) Latihan
relaksasi
2. Bantu klien 2. Klien kebanyakan
dalam mempunyai
mengidentifikasi pengetahuan yang
tindakan mendalam tentang
penghilangan nyerinya dan
nyeri yang tindakan
efektif. penghilangan
nyeri yang efektif.

komplikasi lain. yang penyembuhan sekunder yang seimbang meningkatkan tanpa gejala terhadap dan asupan penyembuhan infeksi. Nutrisi dan infeksi infeksi. jika nyeri intraokular atau bertambah. Gunakan tehnik 2. Tanda ini jika nyeri tidak menunjukkan hilang setelah 1/2 peningkatan jam pemberian tekanan obat. klien untuk tetap meningkatkan kultur negatif. 2. 3. Beritahu dokter 4. Tehnik aseptik . Memakai Labotratorium tubuh. nyeri yang efektif. Tingkatkan 1. Risiko tinggi Tidak terjadi 1. penyembuhan luka hidrasi yang berhubungan Kriteria hasil : : optimal dengan Klien akan 1) Berikan meningkatkan peningkatan dorongan untuk kesehatan secara  Menunjukkan kerentanan mengikuti diet keseluruhan. kekuatan iritasi. 4. Untuk beberapa dukungan klien terapi tindakan farmakologi penghilangan diperlukan untuk nyeri dengan memberikan analgesik yang penghilangan diresepkan.  Nilai permukaan adekuat. 2) Instruksikan pelindung mata : SDP normal. 2. menutup mata penyembuhan sampai dengan diberitahukan menurunkan untuk dilepas. Berikan 3. interupsi cairan yang luka pembedahan.

dan kemungkinan memulai penanganan farmakologi. hindari kontak antara mata.  Ketika meneteskan. Beritahu dokter 3. Drainase tentang semua abnormal drainase yang memerlukan terlihat evaluasi medis mencurigakan.  Pegang alat penetes agak jauh dari mata. memulai. aseptik untuk meminimalkan meneteskan tetes masuknya mata : mikroorganisme Cuci tangan dan mengurangi sebelum risiko infeksi. Kolaborasi dengan 4. 4.  Ajarkan tehnik ini kepada klien dan anggota keluarganya. 3. tetesan dan alat penetes. Mengurangi .

gangguan sensori 3. individu. sembuh dari anestasia. 3. Tentukan 1. hidupnya bakteri. dengan antibiotika. catat intervensi evaluasi – pasien Penglihatanb/d apakah satu atau bervariasi akan : gangguan kedua mata Meningkatkan penerimaan terlibat. Observasi tanda – dan tanda dan gejala- berkompensasi gejala terhadap disorientasi: perubahan. Kebutaan individu Hasil yang Sensori ketajaman dan pilihan diharapkan / kriteria Perseptual : penglihatan. secara terapetik orang lain di dibatasi.. staf. pemberian dengan steroid antibiotika dan dan menghalangi steroid. Mengenal areanya. bicara . dokter dengan reaksi radang. Orientasikan penglihatan dalam organ indera. 4. ketajaman sensori / status 2. Pendekatan dari sisi yang tak dioperasi. pertahankan Mengidentifikasi / pagar tempat memperbaiki tidur sampai potensial bahaya benar-benar dalam lingkungan. Gangguan 1. pasien terhadap batas situasi Lingkungan lingkungan.

Jelaskan pada pasien agar tidak menggunakan obat tets mata secara senbarangan. yang akan di informasi. Kurangnya Tujuan: 1. dan menyentuh sering. dorong orang tedekat tinggal dengan pasien. 2. 5. Jelaskan kembali pengetahuan Pasien dan tentang keadaan (perawatan) keluarga memiliki pasien. “mengedan”. rencana berhubungan pengetahuan yang perawatan dan dengan memadai tentang prosedur tindakan keterbatasab perawatan. Perhatikan tentang suram atau penglihatan kabur dan iritasi mata dimana dapat terjadi bila menggunakan tetes mata. Anjurkan pada pasien gara tidak membaca terlebih dahulu. 3. 4. . lakukan.

bersin atau merokok. . Observasi kemampuan pasien dalam melakukan tindakan sesuai dengan anjuran petugas. Anjurkan pada pasien untuk tidur dengan meunggunakan punggung. “buang ingus”. mengtur cahaya lampu tidur. 5. 4.