KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1

“UROLITIASIS (BATU GINJAL)”

Dosen Mata Kuliah : Agus Wiwit S, M.kep.

Disusun oleh : Kelompok
Distya Alfiatun Ni’mah (201601071)
Kristanti Aprilia Sari (201601088)
Pifit putri sri mariani (201601103)
Tazkiyah Aunun N A (201601118)

PRODI DIPLOMA III
AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO
2017

1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Keperawatan medical bedah 1
“urolitiasis (Batu ginjal) “ dengan baik. Shalawat serta salam kami sampaikan kepada junjungan
kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau, serta orang-orang mukmin yang tetap
istiqamah di jalan-Nya.

Makalah ini kami rancang untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Keperawatan
medical Bedah 1, dan agar pembaca dapat mengetahui berbagai informasi mengenai penyakit
urotiliasis (Batu ginjal )yang dirancang berdasarkan berbagai sumber.

Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan
makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidaklah sempurna. Kami
mengharapkan adanya sumbangan pikiran serta masukan yang sifatnya membangun dari
pembaca, sehingga dalam penyusunan makalah yang akan datang menjadi lebih baik.

Ponorogo, 11 Juli 2017

(Penyusun)

2

.................................................................................................................................... 2..............................11 Rencana asuhan keperawatan penyakit Urotiliasis……………………… BAB III PENUTUP ....... 3...7 Masalah yang berhubungan penyakit Urotiliasis……………………………..................2 Rumusan Masalah .........................................................4 Manifestasi klinis dan klasifikasi Urotiliasis………………………………........2 Saran ................. 2................. 2..................................................................................................................................... 2................................................................................................................5 Patofisiologi penyakit Urotiliasis…………………………………………… 2......10 Pemeriksaan Penunjang…………………………………………………… 12................................... 2........... Daftar Isi .............................................................. 3 .... BAB I PENDAHULUAN ................................. 1........ DAFTAR ISI Kata Pengantar ............3 Gejala Urotiliasis……………………………………………………………..................8 penatalaksanaan……………………………………………………………...............................................1 Pengertian dari Urotiliasis…………………………………………………........1 Latar Belakang ................... 1...............3 Tujuan Pembahasan ................2 Etiologi Urotiliasis………………………………………………………….................................1 Kesimpulan . 3.................................................. 2................................ 2............ 1............................................................6 Jenis-jenis Urotiliasis………………………………………………………........................ 2............. BAB II PEMBAHASAN .................. Daftar Pustaka .......................9 Pencegahan yang dilakukan pada klien dengan Urotiliasis………………… 2............................

2. Sistem perkemihan terdiri dari ginjal. BAB I PENDAHULUAN 1.2.2 Rumusan Masalah 1. 1. ureter. Batu ureter pada umumnya berasal dari batu ginjal yang turun ke ureter. gangguan metabolik. mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea. Angka prevalensi rata-rata di seluruh dunia adalah 1-12 % penduduk menderita batu saluran kemih. infeksi saluran kemih.2 Apa saja etiologi penyakit Urotiliasis? 1. Tidak jarang terjadi hematuria yang di dahului oleh serangan kolik (R. 1998). Gangguan pada sistem perkemihan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius dan kompleks.2. perbedaan ini dipengaruhi status gizi dan mobilitas aktivitas sehari-hari. salah satunya yaitu adanya obstruksi karena adanya batu pada ginjal (nefrolithiasis) yang dapat mengakibatkan Gagal Ginjal Kronik (GGK).3 Apa saja gejala Urotiliasis? 1. Urolitiasis adalah kalkulus atau batu di dalam ureter.1 Latar Belakang Sistem perkemihan merupakan salah satu sistem yang penting dalam tubuh manusia. Penyebab terbentuknya batu saluran kemih diduga berhubungan dengan gangguan aliran urine. vesika urinaria dan uretra yang menyelenggarakan serangkaian proses untuk tujuan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Penyakit batu saluran kemih menyebar di seluruh dunia dengan perbedaan di negara berkembang banyak ditemukan batu buli-buli sedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai batu saluran kemih bagian atas (gunjal dan ureter). kreatinin. Batu ureter juga bisa tetap tinggal di ureter sambil menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin asimtomatik.1 Apa pengertian dari Urotiliasis? 1.2. asam urat dan urine. asam basa. Syamsul Hidayat.4 Bagaimana manifestasi klinis dan klasifikasi Urotiliasis? 4 . dehidrasi dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Batu ureter mungkin dapat lewat sampai ke kandung kemih dan kemudian keluar bersama kemih.

3.3.3 Mengetahui gejala Urotiliasis 1.7 Mengetahui masalah yang berhubungan dari penyakit Urotiliasis 1.10 Mengetahui pemeriksaan penunjang Urotiliasis 1.6 Apa saja jenis-jenis Urotiliasis? 1.8 Bagaimana Penatalaksanaan Urotiliasis? 1.3.3.8 Mengetahui Penatalaksanaan Urotiliasis 1.2.9 Apa saja pencegahan yang dilakukan pada klien dengan Urotiliasis? 1.3.3.3.11 Memahami rencana asuhan keperawatan penyakit Urotiliasis 5 .1 Mengetahui pengertian dari Urotiliasis 1.5 Mengetahui patofisiologi dari penyakit Urotiliasis 1.2.3 Tujuan 1.4 Mengetahui manifestasi klinis dan klasifikasi Urotiliasis 1.2.2.6 Mengetahui jenis-jenis Urotiliasis 1.2 Mengetahui etiologi penyakit Urotiliasis 1.7 Apa masalah yang berhubungan dari penyakit Urotiliasis? 1.3.2.9 Mengetahui pencegahan yang dilakukan pada klien dengan Urotiliasis 1.3. 1.2.2.5 B agaimana patofisiologi dari penyakit Urotiliasis? 1.3.10 Apa saja pemeriksaan penunjang Urotiliasis? 1.3.11 Bagaimana rencana asuhan keperawatan penyakit Urotiliasis? 1.

Berdasarkan jenisnya. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka. Batu ginjal jarang terjadi pada masyarakat kulit hitam di amerika. pielum. Pada sebagian besar kasus. dan keadaan ini mungkin disebabkan oleh hawa panas yang meningkatkan dehidrasi serta memekatkan substansi yang membentuk batu atau terjadi karena kebiasaan pada makanan pada masyarakat setempat.1 Definisi Batu ginjal merupakan batu saluran kemih (urolithiasis). infundibulum. Keadaan ini pravalen dikawasan dikawasan geografik tertentu seperti amerika sebelah tenggara (yang dinamakan “stone belt”). Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. 68-69). sudah dikenal sejak zaman babilonia dan mesir kuno dengan diketemukannya batu pada kandung kemih mummi. hal. batu struvit. pelvis ginjal dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal dan merupakan batu slauran kemih yang paling sering terjadi (Purnomo. Batu ginjal adalah batu yang terbentuk di tubuli ginjal kemudian berada di kaliks. dan batu sistin. buli-buli dan uretra. BAB II PEMBAHASAN 2. Barbara 1998) Batu ginjal merupakan batu saluran kemih bagian atas (urolithiasis). batu ginjal dibagi menjadi empat. 2000. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu. Endapan batu di ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. yaitu batu kalsium. batu asam urat. Batu ini mungkin terbentuk di di ginjal kemudian turun ke saluran kemih bagian bawah atau memang terbentuk di saluran kemih bagian bawah karena adanya stasis urine seperti pada batu buli-buli karena hiperplasia prostat atau batu uretra yang terbentu di dalam divertikel uretra. 6 . Batu saluran kemih dapat diketemukan sepanjang saluran kemih mulai dari sistem kaliks ginjal. (Engram. ureter.

Faktor Endogen Faktor genetik. makanan. Faktor Lain a. Infeksi Infeksi Saluran Kencing (ISK) dapat menyebabkan nekrosis jaringan ginjal dan akan menjadi inti pembentukan Batu Saluran Kencing (BSK) Infeksi bakteri akan memecah ureum dan membentuk amonium yang akan mengubah pH Urine menjadi alkali. e. pekerjaan. b. Faktor Eksogen Faktor lingkungan.2. Ras Batu Saluran Kencing lebih banyak ditemukan di Afrika dan Asia.2 Etiologi Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan batu : 1. Keturunan Anggota keluarga Batu Saluran Kencing lebih banyak mempunyai kesempatan f. Suhu Tempat yang bersuhu panas menyebabkan banyak mengeluarkan keringan. Air Minum Memperbanyak diuresis dengan cara banyak minum air akan mengurangi kemungkinan terbentuknya batu. Stasis dan Obstruksi Urine Adanya obstruksi dan stasis urine akan mempermudah Infeksi Saluran Kencing. hiperkalsiuria dan hiperoksalouria. Pekerjaan Pekerja keras yang banyak bergerak mengurangi kemungkinan terbentuknya batu dari pada pekerja yang lebih banyak duduk. Makanan 7 . g. familial. i. sedangkan kurang minum menyebabkan kadar semua substansi dalam urine meningkat. 2. infeksi dan kejenuhan mineral dalam air minum. 3. Jenis Kelamin Lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding wanita dengan perbandingan 3 : 1 d. pada hypersistinuria. c. h.

perut menggelembung. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Inti bantu dapat berupa kristal atau benda asing saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. mukoprotein dan beberapa peptida. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. demam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. 2). menggigil dan darah di dalam air kemih. terutama ketika batu melewati ureter. pirofosfat. sitrat. globulin dan mukoprotein) sebagai kerangka tempat mengendapnya kristal-kristal batu. Beberapa Teori tentang terbentuknya Batu saluran kemih ialah: 1). bisa tidak menimbulkan gejala. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Batu yang menyumbat ureter. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. 2. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. Partikel-partikel yang berada dalam larutan kelewat jenuh akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. terutama yang kecil. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Teori matriks: Matriks organik terdiri atas serum/protein urine (albumin. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. 3). Penduduk yang vegetarian yang kurang makan putih telur lebih sering menderita Batu Saluran Kencing (buli-buli dan Urethra). yang menjalar ke perut.3 Gejala-gejala (Batu Ginjal) Batu. Penghambat kristalisasi: Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal yakni magnesium. 8 . Jika kadar salah satu atau beberapa zat ini berkurang akan memudahkan terbentuknya batu dalam saluran kemih. sehingga terjadilah infeksi. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Masyarakat yang banyak mengkonsumsi protein hewani angka morbiditas Batu Saluran Kencing berkurang. Teori nukleasi: Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu atau sabuk batu (nukleus).

Manifestasi obstruksi pada saluran kemih bagian bawah adalah retensi urine atau keluhan miksi yang lain. Anuria akan terjadi jika ada batu bilateral atau jika hanya ada satu ginjal penderita 2. Batu yang dibiarkan di dalam saluran kemih dapat menimbulkan infeksi. berkeringat dingin dan tekanan darah turun atau yang disebut kolik. seperti pus. yang berakibat presipitasi kalsium fosfat dan magnesium amonium fosfat. Peningkatan konsentrasi larutan urin akibat intake cairan rendah dan juga peningkatan bahan-bahan organik akibat ISK atau urin statis.5 Patofisiologi Batu saluran kemih dapat menimbulkan penyulit berupa obstruksi dan infeksi saluran kemih. abses ginjal.4 Manifestasi Klinis dan Klasifikasi Disamping adanya serangan sakit hebat yang timbul secara mendadak yang berlangsung sebentar dan kemudian hilang tiba-tiba untuk kemudian. darah. sedangkan pada batu saluran kemih bagian atas dapat menyebabkan hidroureter atau hidrinefrosis. muka pucat. jaringan yang tidak vital. Demam menandakan infeksi penyerta. pionefrosis. suhu tubuh bisas mendadak tinggi berulang-ulang. Hematuri dapat juga terjadi apabila terdapat luka pada saluran kemih akibat pergeseran batu. disertai nadi cepat. 9 . mensajikan sarang untuk pembentukan batu. Di tambah adanya infeksi meningkatkan ke basahan urin (oleh produksi amonium). Bila terjadi hydronefrosis dapat diraba pembesaran ginjal. Urin yang keruh dan demam akan juga dialami penderita batu ginjal. urosepsis dan kerusakan ginjal permanen (gagal ginjal). Jika terjadi penyumbatan saluran kemih menyeluruh. dapat pula disertai rasa nyeri yang kabur berulang-ulang di daerah ginjal dan rasa panas atau terbakar di pinggang yang dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu.2. timbul lagi. Proses patofisiologisnya sifatnya mekanis. tumor atau urat. Urolithiasis merupakan kristalisasi dari mineral dari matriks seputar.

.6 Jenis.jenis Batu Ginjal Batu saluran kemih pada umumnya mengandung unsur: kalsium oksalat. asam urat. kalsium fosfat. magnesium-amonium-fosfat (MAP). xanthyn dan sistin. Pengetahuan tentang 10 . 2.

 Hiperurikosuria: Kadar asam urat urine melebihi 850 mg/24 jam. gangguan kemampuan reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal (hiperkalsiuria renal) dan adanya peningkatan resorpsi tulang (hiperkalsiuria resoptif) seperti pada hiperparatiridisme primer atau tumor paratiroid. Batu Kalsium Batu kalsium (kalsium oksalat dan atau kalsium fosfat) paling banyak ditemukan yaitu sekitar 75-80% dari seluh batu saluran kemih.  Hiperoksaluria: Ekskresi oksalat urien melebihi 45 gram/24 jam. Serratia. 2). 1). Keadaan hipositraturia dapat terjadi pada penyakit asidosis tubuli ginjal. Asam urat dalam urine dapat bertindak sebagai inti batu yang mempermudah terbentuknya batu kalsium oksalat. dapat terjadi karena peningkatan absorbsi kalsium pada usus (hiperkalsiuria absorbtif). kopi instan. magnesium bertindak sebagai penghambat timbulnya batu kalsium karena dalam urine magnesium akan bereaksi dengan oksalat menjadi magnesium oksalat sehingga mencegah ikatan dengan kalsium ddengan oksalat. Klebsiella. Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan pemecah urea (uera splitter seperti: Proteus spp.. banyak dijumpai pada pasien pasca pembedahan usus dan kadar konsumsi makanan kaya oksalat seperti the. kakao. Enterobakter.komposisi batu yang ditemukan penting dalam usaha pencegahan kemungkinan timbulnya batu residif.  Hipositraturia: Dalam urine. jeruk sitrun dan sayuran hijau terutama bayam.  Hipomagnesiuria: Seperti halnya dengan sitrat. Pseudomonas dan Stafilokokus) yang dapat menghasilkan enzim urease dan mengubah urine menjadi basa melalui 11 . soft drink. Batu Struvit Batu struvit disebut juga batu sebagai batu infeksi karena terbentuknya batu ini dipicu oleh adanya infeksi saluran kemih. Faktor tejadinya batu kalsium adalah:  Hiperkasiuria: Kadar kasium urine lebih dari 250-300 mg/24 jam. sindrom malabsorbsi atau pemakaian diuretik golongan thiazide dalam jangka waktu lama. Asam urat dalam urine dapat bersumber dari konsumsi makanan kaya purin atau berasal dari metabolisme endogen. arbei. sitrat bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat sehingga menghalangi ikatan kalsium dengan oksalat atau fosfat.

Suasana basa ini memudahkan garam-garam magnesium. fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium amonium fosfat (MAP) dan karbonat apatit.7 Masalah yang berhubungan  Ketidakseimbangan asam/basa  Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit  Gagal ginjal akut 2. Asupan cairan dalam jumlah besar pada orang-orang yang rentan mengalami batu ginjal dapat mencegah pembentukan batu.  Modifikasi makana dapat mengurangi kadar bahan pembentuk batu. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu asam urat adalah: urine terlalu asam (pH < 6. 2. Kegemukan. pasein dengan obat sitostatika dan urikosurik (sulfinpirazone.  Mengubah pH urine sedemikian untuk meningkatkan pemecahan batu. banyak dialami oleh penderita gout. volume urine < 2 liter/hari atau dehidrasi dan hiperurikosuria.  Litotripsi (terapi gelombang kejut) ekstrakorporeal (di luar tubuh) atau terapi laser dapat digunakan untuk memecahkan batu besar atau untuk menempatkan selang disekitar batu untuk mengatasi obstruksi 12 . penyakit mieloproliferatif. thiazide dan salisilat). alkoholik dan diet tinggi protein mempunyai peluang besar untuk mengalami penyakit ini. 3).8 Penatalaksanaan  Peningkatan asupan cairan meiningkatkan aliran urine dan membantu mendorong batu.hidrolisis urea menjadi amoniak. bila kandungan batu teridentifikasi. Batu Urat Batu asam urat meliputi 5-10% dari seluruh batu saluran kemih. amonium.

dan sistoskopi. tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah:  Menghindari dehidrasi dengan minum cukup.2. dan asam urat dalam urine (Mary. Diet ini diberikan pada pasien yang menderita penyakit ginjal asam urat dan gout. upayakan produksi urine 2-3 liter per hari  Diet rendah zat/komponen pembentuk batu  Aktivitas harian yang cukup  Medikamentosa Beberapa diet yang dianjurkan untuk untuk mengurangi kekambuhan adalah:  Rendah protein. pemibdaian CT. ultrasonografi. Prinsip pencegahan didasarkan pada kandungan unsur penyusun batu yang telah diangkat. pielografi intravena atau retrograd. Secara umum.  Rendah oksalat.11 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Pengkajian Data Dasar Riwayat Keperawatan dan Pengkajian Fisik: berdasarkan klasifikasi Doenges dkk. pH urine dipantau dengan dipstick setiap pasien berkemih. Hal 61). Pengumpulan spesimen urine 24 jam untuk mengetahui kadar kalsium. Urinalisis dan kalsium serum dan kadar asam urat serum juga diperiksa. oksalat. Untuk mengetahui asiditas dan alkalinitas urine.9 Pencegahan Batu Ginjal Setelah batu dikelurkan. fosfor.  Rendah garam karena natiuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuria. 2. Rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada hiperkalsiuria absorbtif type II 2.10 Pemeriksaan penunjang Uji diagnostik :Yang termasuk dalam pemeriksaan diagnostik adalah sinar X KUB. karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana urine menjadi lebih asam. 2008. (2000) riwayat keperawatan yang perlu dikaji adalah: Aktivitas/istirahat: 13 . tindak lanjut yang tidak kalah pentingnya adalah upaya mencegah timbulnya kekambuhan.  Rendah purin. Angka kekambuhan batu saluran kemih rata-rata 7%/tahun atau kambuh >50% dalam 10 tahun.

dorongan berkemih  Diare  Tanda: Oliguria. penurunan/tidak ada bising usus  Muntah Nyeri dan kenyamanan:  Gejala: Nyeri hebat pada fase akut (nyeri kolik). obstruksi sebelumnya  Penurunan volume urine  Rasa terbakar. gagal ginjal)  Kulit hangat dan kemerahan atau pucat Eliminasi  Gejala: Riwayat ISK kronis. hematuria. tirah baring lama) Sirkulasi  Tanda: Peningkatan TD.  Gejala: Riwayat pekerjaan monoton. aktivitas fisik rendah. ansietas. HR (nyeri. lokasi nyeri tergantung lokasi batu (batu ginjal menimbulkan nyeri dangkal konstan)  Tanda: Perilaku berhati-hati. tidak minum air dengan cukup  Tanda: Distensi abdomen. piouria  Perubahan pola berkemih Makanan dan cairan  Gejala: Mual/muntah. lebih banyak duduk  Riwayat bekerja pada lingkungan bersuhu tinggi  Keterbatasan mobilitas fisik akibat penyakit sistemik lainnya (cedera serebrovaskuler. nyeri tekan abdomen  Riwayat diet tinggi purin. perilaku distraksi  Nyeri tekan pada area ginjal yang sakit Keamanan:  Gejala: Penggunaan alkohol 14 . kalsium oksalat dan atau fosfat  Hidrasi yang tidak adekuat.

Riwayat adanya factor resiko:  Perubahan metabolik atau diet  Imobilitas lama  Riwayat batu atau infeksi saluran kemih sebelumnya  Riwayat keluarga dengan pembentukan batu Pemeriksaan fisik berdasarkian pada surve umum dapat menunjukan:  Nyeri. pemasukan berlebihan kalsium atau vitamin. bedah abdomen sebelumnya. dan Kristal kalsium. asam urat. asam urat. natrium bikarbonat.  Mual dan muntah serta kemungkinan diare  Perubahan warna urine atau pola berkemih dengan nyeri dan penurunan haluaran urine bila masukan cairan tekadekuat atau bila terdapat obstruksi saluran perkemihan dan hematuris bila terdapat kerusakan jaringan ginjal. DPD. Batu ureteral menyebabkan nyeri jenis kolik berat dan hilang timbul yang berkurang setelah batu lewat. atau sistin meningkat  Kultur urine: mungkin menunjukan ISK  SDP mungkin meningkat menunjukan infeksi/septikimia  SDM: biasanya normal 15 .  Urine (24 jam): kreatinin.  Demam/menggigil Penyuluhan/pembelajaran:  Gejala: Riwayat batu saluran kemih dalam keluarga. oksalat. Pemeriksaan diagnostic  Urinalisa (UA) menunjukan hematuria mikroskopik atau gros. perubahan pada pH. antihipertensi. penyakit ginjal. alopurinul. gout. tiazid. fosfat. batu dalam pelvis ginjal menyebabkan nyeri pekak dan konstan. kalsium. hiperparatiroidisme  Penggunaan antibiotika. fosfat. atau system menunjukan batu. ISK kronis  Riwayat penyakit usus halus. hipertensi.

Nyeri (akut) b/d peningkatan frekuensi kontraksi ureteral. Kekurangan volume cairan (resiko tinggi) berhubungan dengan mual/muntah (iritasi saraf abdominal dan pelvis ginjal atau kolik ureter. menggelepar. Nyeri tiba-tiba dan hebat dapat meringis. menimbulkan gelisah. 4. menyuplai area lain. Nyeri panggul sering menyebar ke (skala 1-10) dan penyebarannya.  Pengumpulan urine 24jam untuk klirens kreatini menurun bila kerusakan ginjal telah terjadi  Sistokopi memungkan visualisasi langsung dari saluran perkemihan untuk mendeteksi abnormalitas dan pada beberapa kasus untuk membuang batu.  Dll Diagnosa keperawatan batu ginjal 1. prognosis dan kebutuhan terapi berhubungan dengan kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi. gelisah. edema dan iskemia seluler. Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan stimulasi kandung kemih oleh batu. taruma jaringan. 2. iritasi ginjal dan ureter. takut/cemas. keterbatasan kognitif. No Intervensi Rasional Membantu evaluasi tempat obstruksi dan kemajuan Catat lokasi. taruma jaringan. merintih. Nyeri (akut) berhubungan dengan peningkatan frekuensi kontraksi ureteral. Jelaskan penyebab nyeri dan Melaporkan nyeri secara dini memberikan 2 pentingnya melaporkan kepada kesempatan pemberian analgesi pada waktu yang 16 . kurang akurat/lengkapnya informasi yang ada Intervensi Keperawatan Batu ginjal 1. punggung. obstruksi mekanik dan peradangan. lipat paha. Kurang pengetahuan tentang kondisi. diuresis pasca obstruksi. 3. lamanya/intensitas nyeri gerakan batu. genitalia sehubungan dengan 1 Perhatiakn tanda non verbal seperti: proksimitas pleksus saraf dan pembuluh darah yang peningkatan TD dan DN. edema dan iskemia seluler.

Obstruksi lengkap ureter dapat menyebabkan Perhatikan peningkatan/menetapnya 6 perforasi dan ekstravasasiurine ke dalam area keluhan nyeri abdomen. 4 bimbingan imajinasi dan aktivitas Mengalihkan perhatian dan membantu relaksasi otot terapeutik Bantu/dorong peningkatan aktivitas Aktivitas fisik dan hidrasi yang adekuat (ambulasi aktif) sesuai indikasi disertai 5 meningkatkan lewatnya batu. perawatan setiap perubahan tepat dan membantu meningkatkan kemampuan karakteristik nyeri yang terjadi. No Intervensi Rasional 17 . Perubahan eliminasi urine b/d stimulasi kandung kemih oleh batu. Analgetik. mencegah stasis urine asupan cairan sedikitnya 3-4 liter dan mencegah pembentukan batu selanjutnya. narkotik) biasanya diberikan selama episode akut untuk menurunkan kolik ureter dan Kolaborasi pemberian obat sesuai 7 meningkatkan relaksasi otot/mental Menurunkan program terapi: refleks spasme. Pertahankan patensi kateter urine bila Mencegah stasis/retensi urine. iritasi ginjal dan ureter. koping klien dalam menurunkan ansietas Lakukan tindakan yang mendukung kenyamanan (seperti masase Meningkatkan relaksasi dan menurunkan ketegangan 3 ringan/kompres hangat pada otot punggung. Antispasmodik. hal ini merupakan kedaruratan bedah akut. dapat menurunkan kolik dan nyeri. perhari dalam batas toleransi jantung. lingkungan yang tenang) Bantu/dorong pernapasan dalam. menurunkan risiko 8 diperlukan peningkatan tekanan ginjal dan infeksi 2. obstruksi mekanik dan peradangan. perrenal. KortikosteroidAnalgetik (gol. Mungkin digunakan untuk menurunkan edema jaringan untuk membantu gerakan batu.

BUN. 6 Mengganti kehilangan yang tidak dapat teratasi Agen antigout mis: Alupurinol (Ziloprim). Mungkin diperlukan bila ada ISK. Pertahankan patensi kateter tak menetap Mungkin diperlukan untuk membantu 7 (uereteral. kreatinin) menjukkan disfungsi ginjal Berikan obat sesuai indikasi: setazolamid Mencegah stasis urine dan menurunkan (Diamox). debris dan membantu lewatnya batu Observasi perubahan status mental. Alupurinol (Ziloprim). Mengasamkan urine untuk mencegah (alkalinitas) untuk menurunkan berulangnay pembentukan batu alkalin pembentukan batu asam. kalium atau natrium fosfat (Sal-Hepatika). uretral atau nefrostomi) kelancaran aliran urine. Irigasi dengan larutan asam atau alkali Mengubah pH urien dapat membantu pelarutan 8 sesuai indikasi batu dan mencegah pembentukan batu 18 . catat adanya keluaran batu memungkinkan identifikasi tipe batu dan mempengaruhi pilihan terapi Batu saluran kemih dapat menyebabkan peningkatan eksitabilitas saraf sehingga Tentukan pola berkemih normal klien dan menimbulkan sensasi kebutuhan berkemih 2 perhatikan variasi yang terjadi segera. Penemuan batu 1 urine.Menurunkan Hidroklorotiazid (Esidrix. kreatinin dan elektrolit 5 (elektrolit. Hidroiuril). Natrium bikarbonat. Asam alkalinisasi urine. Peningkatan hidrasi dapat membilas bakteri. pembentukan batu kalsium. 3 Dorong peningkatan asupan cairan. karakteristik adanya komplikasi. selama pembuangan bikarbonat dan atau Antibiotika. Amonium klorida. pembentukan batu fosfat Menurnkan produksi Klortalidon (Higroton). Memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan Awasi asupan dan haluaran. perilaku Akumulasi sisa uremik dan ketidakseimbangan 4 atau tingkat kesadaran elektrolit dapat menjadi toksik pada SSP Pantau hasil pemeriksaan laboratorium Peninggian BUN. Biasanya frekuensi dan urgensi meningkat bila batu mendekati pertemuan uretrovesikal. asam urat. dapat mencegah pemebntukan askorbat Meningkatkan pH urine batu. darah.

Indikator hiddrasi/volume sirkulasi dan kebutuhan 4 Awasi tanda vital intervensi. selanjutnya Berbagai prosedur endo-urologi dapat dilakukan 9 Siapkan klien dan bantu prosedur endoskopi untuk mengeluarkan batu. juga dimaksudkan sebagai upaya membilas liter/hari batu keluar. elektrolit. menghubungkan kedua ginjal dengan lambung. No Intervensi Rasional 1 Awasi asupan dan haluaran Mengevaluasi adanya stasis urine/kerusakan ginjal. mengurangi iritasi dan membantu keadaan klien mempertahankan cairan dan keseimbangan nutrisi. 3. diare. Kekurangan volume cairan (resiko tinggi) b/d mual/muntah (iritasi saraf abdominal dan pelvis ginjal atau kolik ureter. diuresis pasca obstruksi. Mempertahankan keseimbangan cairan untuk Tingkatkan asupan cairan 3-4 3 homeostasis. Proklorperasin/ Campazin). tidak cukup) Makanan mudah cerna menurunkan aktivitas saluran Kolaborasi pemberian diet sesuai 8 cerna. Berikan cairan infus sesuai program Mempertahankan volume sirkulasi (bila asupan per oral 7 terapi. Mual/muntah dan diare secara umum berhubungan Catat insiden dan karakteristik 2 dengan kolik ginjal karena saraf ganglion seliaka muntah. 19 . Kolaborasi pemeriksaan HB/Ht dan 6 Mengkaji hidrasi dan efektiviatas intervensi. Berikan obat sesuai program terapi Antiemetik mungkin diperlukan untuk menurunkan 9 (antiemetic misalnya mual/muntah. Peningkatan BB yang cepat mungkin berhubungan 5 Timbang berat badan setiap hari dengan retensi.

oliguria) tergantung penyebab dasar pembentukan batu Tunjukkan perawatan yang tepat Meningkatakan kemampuan rawat diri dan 9 terhadap luka insisi dan kateter bila ada kemandirian. Mencegah komplikasi 4. Menghilangkan nyeri/nyeri terkontrol 2. hindari 7 Idem obat yang dijual bebas Jelaskan tentang tanda/gejala yang Obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk 8 memerlukan evaluasi medik (nyeri mengoreksi asiditas atau alkalinitas urine berulang. Memberikan informasi tentang prognosis. kurang akurat/lengkapnya informasi yang ada. 4. kebutuhan pengobatan. keterbatasan kognitif. hematuria. No Intervensi Rasional Tekankan pentingnya memperta-hankan Pembilasan sistem ginjal menurunkan kesemapatan 1 asupan hidrasi 3-4 liter/hari stasis ginjal dan pembentukan batu. Prioritas Intervensi Keperawatan 1. pencegahan terhadap kekambuhan 20 . Mempertahankan fungsi ginjal adekuat 3. prognosis dan kebutuhan terapi b/d kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi. Jenis diet yang diberikan disesuaikan dengan tipe 2 Kaji ulang program diet sesuai indikasi batu yang ditemukan 3 Diet rendah purin Idem 4 Diet rendah kalsium Idem 5 Diet rendah oksalat Idem 6 Diet rendah kalsium/fosfat Idem Diskusikan program obat-obatan. Kurang pengetahuan tentang kondisi.

Melakukan aktivitas untuk klien atau membantu klien. 8. atau menyelesaikan masalah kesehatan. 7. Evaluasi Menurut Hidayat (2008 Hal 124) Evaluasi merupakan langkah terakhir dari proses keperawatan dengan cara melakukan identifikasi sejauh mana tujuan dari rencana keperawatan tercapai atau tidak. Membantu klien mengidentifikasi risiko atau masalah dan menggali pilihan yang tersedia. 21 . Berkonsultasi dan membuat rujukan pada profesi kesehatan lainnya untuk mendapatkan pengarahan yang tepat. 5. 4. Dalam melakukan evaluasi perawat harusnya memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memahami respons terhadap intervensi keperawatan. 3. kemampuan menggambarkan kesimpulan tentang tujuan yang dicapai serta kemampuan dalam menghubungkan tindakan keperawatan pada kriteria hasil. mengurangi. 2. hal 57) komponen implementasi dalam proses keperawatan mencakup penerapan ketrampilan yang diperlukan untuk mengimplentasikan intervensi keperawatan. 6. Memberi tindakan yang spesifik untuk menghilangkan.Implementasi Menurut Carpenito (2009. Membantu klien membuat keptusan tentang layanan kesehatannya sendiri. Ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk implementasi biasanya berfokus pada: 1. Membantu klien melakukan aktivitasnya sendiri. Melakukan pengkajian keperawatan untuk mengidentifikasi masalah baru atau memantau status masalah yang telah ada. Member pendidikan kesehatan untuk membantu klien mendapatkan pengetahuan yang baru tentang kesehatannya atau penatalaksanaan gangguan.

2000. hal. Peningkatan konsentrasi larutan urin akibat intake cairan rendah dan juga peningkatan bahan-bahan organik akibat ISK atau urin statis. pelvis ginjal dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal dan merupakan batu slauran kemih yang paling sering terjadi (Purnomo. darah. demam. Batu ginjal adalah batu yang terbentuk di tubuli ginjal kemudian berada di kaliks. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Batu ginjal merupakan batu saluran kemih bagian atas (urolithiasis). infundibulum. terutama ketika batu melewati ureter. Gejalanya mual dan muntah. perut menggelembung. tumor atau urat.2 Saran 22 . Penderita mungkin menjadi sering berkemih. seperti pus. jaringan yang tidak vital. mensajikan sarang untuk pembentukan batu. 68-69) Proses patofisiologisnya sifatnya mekanis. menggigil dan darah di dalam air kemih. 3. Urolithiasis merupakan kristalisasi dari mineral dari matriks seputar.

Ed.com/2010/02/askepuretrolithiasisbatuginjal.vol 1.kapukonline. EGC. Engram (1998). Jakarta.EGC.html Doenges at al (2000). Rencana Asuhan Keperawatan. DAFTAR PUSTAKA http://www. Jakarta.com/2016/11/kti-asuhan-keperawatan-pada-tn-dengan-batu-ginjal. 23 .akkesaskep. Jakarta Barbara.html http://www. Ed 20. Buku Ajar Prediatri Rudolph/Ann Alpres. Alpres. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. EGC. Ana (2006).3.