SGD 20 LBM 4 MODUL MP

STEP 1

Biostatistik : cabang ilmu statistic yang berkaitan dengan aplikasi metode statistic pada
persoalan di bidang biologi dan kedokteran

Uji statistic : prosedur statistic untuk menunjukkan suatu kesahihan sebuah hipotesis

Statistik deskriptif : statistic yang digunakan untuk menggambarkan hasil penelitian, tapi tidak
digunakan untuk generalisasi kembali kepada populasi yg diteliti

Statistic inferensial : statistic yang digunakan untuk menganalisasikan secara mendalam dan sebagai
generalisasi kepada populasi yg diteliti

Parametric : uji statistic yang digunakan data yg berskala numerik (rasio interval) dan
berdistribusi normal

Non parametric : uji statistic yang digunakan data yg berskala kategorik (nominal dan ordinal)
dan berdistribusi bebas

STEP 2

1. Apa kompetensi biostatistik yang harus dimiliki peneliti
2. Apa perbedaan dan fungsi dari uji statistic dan biostatistik
3. Apa saja macam2 uji statistic
4. Apa saja langkah2 pembuatan uji statistic?
5. Apa faktor yang mempengaruhi uji statistik
6. Apa perbedaan statistic deskriptif dan statistic inferensial
7. Apa perbedaan uji parametric dan non parametric
8. Bagaimana cara menentukan normalitas dan homogenitas?
9. Kapan kita menggunakan uji parametric dan non parametric?
10. Apa yang dimaksud dengan populasi berdistribusi bebas dan normal?

STEP 3

1. Apa kompetensi biostatistik yang harus dimiliki peneliti?
- Mampu mengolah data dan fakta mengenai masalah kesehatan secara akurat
- Mampu mengungkap masalah kesehatan dan memberi keterangan yg benar
- Mampu memilih uji statistic yang sesuai dengan data analisis
- Mampu menafsirkan hasil uji statistic yg dilakukan (membedakan pengertian kemaknaan
statistic dan kemampuan aplikatif)
2. Apa perbedaan dan fungsi dari uji statistic dan biostatistik
statistik biostatistik
Fungsi: Fungsi:
- alat untuk menghitung besarnya - alat untuk menghitung besarnya
anggota sampel dari suatu anggota sampel dari suatu
populasi populasi
- Alat untuk menguji validitas dan - Alat untuk menguji validitas dan
relibilitas instrument relibilitas instrument

Apa saja macam2 uji statistic . Biasanya mengharapkan uji parametric. . Sbg teknik untuk menyajikan data data agar data lebih komunikatif agar data lebih komunikatif (data (data diagram) diagram) . Sbg dokumentasi data di masyarakat .Deskriptif o Lokasi berdistribusi normal/homogeny o Sebaran berdistribusi normal/heterogen o Hanya menjelaskan saja o Selalu mengawali dari inferensial o Terdiri dari uji:  Mean  Median  Modus  Variasi  Rasio  Proporsi  Persentase . Sbg alat untuk menganalisa data (hipotesis yg diajukan spt (hipotesis yg diajukan spt korelasi korelasi atau t test) atau t test) . one sample t test . Sbg penentuan prioritas masalah yang perlu ditanggulangi . dll) . paired sample t test. Dapat membandingkan tingkat kesehatan di masyarakat . karena non parametric datanya masih kualitatif 3.Inferensial o Parametric: distribusi normal/homogeny o Non: berdistribusi normal/heterogen o Analisis dapat dprediksi di waktu yg akan dating o Dibagi menjadi 2: uji parametric dan uji non paametrik  Parametric  Uji perbedaan: apakah sampel punya perbedaan antara satu dgn yg lain. Memberikan gambaran tentang masalah kesehatan . Penelitian yang membicarakan tentang kehidupan (manusia. Sbg alat untuk menganalisa data . C/ independent sampel t test. binatang. Sbg teknik untuk menyajikan .

o Uji sign o Uji mann whitney o Uji friedman o Uji kruskal wallis 4.Variabilitas dari hasil yg diteliti  semakin kurang variabilitas semakin kuat inferensialnya . Besar sampel a. analisis faktor  Non parametric  Digunakan pada kondisi sampel tertentu. C/ independent sampel t test.Representative sampel  semakin tinggi representative sampel semakin kuat kekuatan ujinya 6. Hubungan antar variabel c. Apa perbedaan statistic deskriptif dan statistic inferensial deskriptif Inferensial o Lokasi berdistribusi normal/homogeny o Parametric: distribusi o Sebaran berdistribusi normal/heterogen normal/homogeny o Hanya menjelaskan saja o Non: berdistribusi normal/heterogen o Selalu mengawali dari inferensial o Analisis dapat dprediksi di waktu yg o Bisa untuk analisis data tanpa akan dating menggunakan sampel o Dibagi menjadi 2: parametric dan non o Bisa disajikan dalam bentuk table. lebih sederhana sehingga kesimpulan dilakukan. Buat table 2x2 5.Besar sampel  semakin besar sampel semakin kuat generalisasinya . diagram batang  Uji perbedaan: apakah sampel punya perbedaan antara satu dgn yg lain. paired sample t test. cross tab . Sampel kecil <30. C/ korelasi. Tentukan hipotesis (korelasi atau komparatif) d. Tentukan variabel b. C/ korelasi. Berpasangan atau tidak berpasangan f. C/ analisis diskriminan. regresi. Apa faktor yang mempengaruhi uji statistic? .  Uji asosiasi: untuk menguji apakah ada hubungan atau tidak antar 2 variabel. cross tab  Analisis multivariate: untuk mencoba mengetahui struktur data yg ada pada variabel tsb. Cara pengambilan sampel dan tekniknya 4. one sample t test  Uji asosiasi: untuk menguji apakah ada hubungan atau tidak antar 2 variabel. Apa saja langkah2 pembuatan uji statistic? 1. grafik. Menggunakan skala pengukuran 3.  Parametric hisogram. regresi. Lihat jumlah variabel 2. Tentukan skala pengukuran (kategorik atau numerik) e.

Dapat digunakan pada populasi yg berdistribusi normal Kekurangan: Kekurangan: .Pertanggungjawaban lebih tinggi .Pengujian statistic dilakukan . Sampel kecil <30. Bagaimana cara menentukan normalitas dan homogenitas? Data <30: saphiro wilk. lebih sederhana sehingga kesimpulan dilakukan.Sampel harus kecil <30 8.  Uji sign  Uji mann whitney  Uji friedman  Uji kruskal wallis o o 7.Digunakan untuk pengujian hipotesis yg tidak menggunakan asumsi distribusi data yg normal .05  variabel berditribusi normal P > 0.Tidak bisa dipergunakan untuk bervariasi membuat prediksi .Distribusi harus normal bukan . analisis faktor  Non parametric  Digunakan pada kondisi sampel tertentu. Kapan kita menggunakan uji parametric dan non parametric? Parametric Non parametric Sasarannya parametric Sasarannya nonparametrik Sampel berdistibusi normal Sampel tdk berdistibusi normal . Apa perbedaan uji parametric dan non parametric Parametric Non parametric Kelebihan: Kelebihan: .) P >0.Bisa untuk menguji jumlah sampel langsung pada pengamatan yg besar nyata .Lebih mudah dikerjakan dan .Punya penelitian yg tinggi dimengerti .05  variabel homogeny Contoh normalitas Contoh homogentitas 9.Bisa untuk menguji hipotesis . C/ analisis diskriminan. >30: 4olmogorov Interpretasi normalitas dan homogenitas: (dibaca dibagian sig.  Analisis multivariate: untuk mencoba mengetahui struktur data yg ada pada variabel tsb.

Sampel diperoleh secara random (mewakili Sampel diperoleh secara tdk random populasi) Skala pengukuran kontinu (interval rasio) Skala pengukuran kategorik (ordinal nominal) Sampel >30 Sampel <30 Homogeny Tidak homogen 10. asimetris Disebut distribusi gauss atau distribusi kuantitatif kontinu Sifat penyebaran dr variabel x merata dan simetris. Apa yang dimaksud dengan populasi berdistribusi tidak normal dan normal? Berdistribusi tidak normal Berdistribusi normal Penyebaran tidak merata. membentuk sebuah kurva spt lonceng Nilai rata rata = nilai median dan modus .