Manifestasi Gastro intentistinal Alergi Susu Sapi

Manifestasi klinis ASS terbagi berdasarkan mekanisme patogenesis yang berperan, yaitu
reaksi alergi IgE mediated dan non IgE mediated. Reaksi karena IgE mediated lebih sering
menyerang kulit dan timbul denganonset yang cepat , yaitu dari beberapa menit hingga 1
jam setelah paparan dengan alergen. Reaksi alergi karena IgE mediated ini sering disebut
dengan “immediate hypersensitivity”.1 pada reaksi non IgE mediated lebih sering menyerang
saluran gastrointestinal dan cenderung timbulnya lebih lambat, mulai dari 1 jam hingga
beberapa hari setelah meminum protein dalam susu sapi. Keadaan ini disebut “delayed
hypersensitivity”. 1

Penderita yang mengalami gangguan gastrointestinal dapat mengalami beberapa gejala
klinis sesuai lokasi terjadi inflamasinya.

Food and Cow’s Milk Colitis

Gejala yang muncul adalah perdarahan rektum ringan disertai lendir yang biasanya terjadi
pada beberapa jam pertama kehidupan (apabila terjadi sensitisasi in utero) atau sebelum 3-
6 bulan pertama kehidupan. Kondisi umu tetap baik dan gejala bersifat self limiting. Biopsi
rektal memperlihatkan inflamasi eosinofilik tipikal disertai erosi, mikroabses, dan fibrosis. 10

Gejala dapat dicetuskan dengan pemberian susu formula tetapi dapat pula terjadi pada bayi
yang mendapat ASI eksklusif dan ibu tetap megkonsumsi protein susu sapi. Sebagian besar
bayi biasanya hanya alergi alergi terhadap susu sapi, tetapi sekitar 20% dapat bereaksi
terhadap telur atau protien makanan yag lain. Perbaikan klinis biasanya sangat baik dengan
hilangnya gejala dalam 5 hari setelah ibu berpantang makanan/minuman yang mengandung
susu sapi atau menggantisusu formula dengan preparat susu yang dihidrolisis. Bentuk alergi

sedangkan pada kasus yang disebabkan solid protein-induced enterolitis mengalami perbaikan dengan waktu yang lebih lama. Biopsi menampilkan gambaran infiltrasi eosinofil yang padat (>15-20/lapang pandang) pada dinding oesofagus. sulit/menghindari makanan yang kring atau berserat. Endoskopi dapat menampilkan gambaran yang normal. Komplikaso oesophagitis ini dapat berupa stenosis oesofageal dan impaksi makanan. Mekanisme yang terjadi adalah IgE mediated. 10 Eosinophilis oesophagitis biasanya disebabkan oleh mekanisme gabungan IgE mediated dana non IgE mediated.10. 6. Biopsi kolon menunjukakan abses kriptik dengan infiltrasi peradangan difus. Anak biasanya memunculkan gejala nyeri perut. Diet eleminasi dengan formula elemental (asam amino) atau semi-elemental memberikan perbaikan gejala pada 30-70% pasien. namun beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan angka kejadian a pada anak. kadang disertai adnya striktur pada esofagus. Laboratorium selama periode akut sering menampilkan gambaran leukositosis dengan peningkatan jumlah bentuk leukosit imatur (non-segmented neutofil). kentang.10 Eosonophilik oesophagitis Kelainan ini menunjukkan peningkatan angka kejadian dalam 15 tahun terakhir. disfagia. muntah. regurgitasi dan mual yang dapat berakibat terjadinya gangguan pertumbuhan. dan ayam. Kelainan ini didefinisikan sebagai infiltrasi eosinofil pada oesophagus dan berkaitan dengan refluks yang resisten terhadap terapi proton pump inhibitor. sehingga IgE spesifik tidak dapat dideteksi dalam serum. Penggunaan steroid topikal atau sistemik seringkali diperlukan terutama jika peradangan berlangsung lama. Alergi ini dapat disebabkan oleh protein lain selain susu seperti kedela. Gejala timnul dengan onset kut.11 Food Protein-Induced Enterocolitis Kondisi pasien ini ditandai dengan muntah intraktabel dengan/tanpa diare berat yang disertai lendir dan darah sehingga dapat menyebabkan syok hipovolemik dan letargi. beras. 6. Pasien dengan gambaran klini tidak jelas memerlukan endoskopi atau biopsi untuk menyingkirkan adanya infiltrasi eosinofil sebagai etilogi.6 .ini biasanya menghilang dalam beberapa bulan dan pengenalan kembali susu sapi dapat dilakukanantara usia 6 bulan dan 12 bulan . Anak dengan kelainan ini sering di work-up sebagai sepsis. Biasanya terjadi pada dewasa pria usia 20-30 tahun. plak keputihan atau area kemerahan.11 Milk protein-induced enterocolitis mengalami perbaikan setelah dilakukan diet eleminasi selama 2-3 tahun. 1-3 jam setelah meminum susu sapi.10 Gejala yang dikeluhkan adalah rasa tidak nyaman pada kerongkongan.11 Identifikasi alegi harus dikonsultasikan dengan ahli alergi-imunologi oleh karena berbagai antigen dapat menjadi penyebab.

Biopsi saluran cerna diperlukan untuk identifikasi pasti kelainan pada level jaringan dan untuk menyingkirkan kelainan yang lain. Biopsi jaringanusus halus mmperlihatkan atrofi vilus parsal bebentuk plak dan hiperplasia kripta diserta peningkatan jumlah limfosit intraepitel. dan hematemesis. penurunan berat badan sampai failure to thrive. ditandai dengan kembung. Pemeriksaan patologi menunjukkan infiltrasi oesinofil pada mukosa dan submukosa lambung. anoreksia.11 Dari kepistakaan lain didapatkan manifestasi lain. muntah.6. diare.Food Protein-Induced Enteropathy Bntuk alergi ini muncul setelah beberapa hari atau beberapa inggu setelah minum susu sapi. Bentuk alergi ini muncul pada usia neonatus sampai remaja. yaitu Cow Milk-Induced Gastritis Manifestasi ini disebabkan oleh mekanisme alergi gabungan dari IgE dan non IgE mediated. Kondisi ini terjadi biasanya pada bayi di bulan pertama kehidupan dan memberikan respon dengan baik dengan eliminasi susu sapi. Adanya kehilangan protein dan darah ke lumen usus menyebabkan hipoalbuminemia dan anemia. Penelitian yang dilakukan Aanpreung dan Atisook menyatakan bentuk gastritis karena alergi susu sapi mungkin tidak memperlihatkan bentuk eosinophilic gastritis. nyeri perut. Diagnosa ditegakan dengan pemeriksaan klinis dan uji eliminasi/provokasi. 12 . Gejala yang muncul natara lain muntah setelah makan. 50 % kasus mempunyai riwayat atopik dan eosinofilia.